Site icon Bambang Subaktyo's Blog

SEKARANG JAMAN EDAN

SEKARANG JAMAN EDAN

Sekarang ini memang sudah JAMAN EDAN dan hal ini bisa dilihat dari berbagai pertanda yang ada dalam kehidupan kita. Ada banyak penampilan pertanda (ciri-ciri) yang sesuai dengan ramalan (Jongko) Joyoboyo, pertanda itu jelas bisa kita lihat sendiri langsung dalam kehidupan sehari-hari atau dari berbagai sumber:

Kehadiran jaman edan tidak bisa ditolak, tidak bisa dihindari … ke-gila-an itu pasti hadir dan sudah hadir! … sudah jelas merupakan suatu perputaran keadaan, roda kehidupan, JONGKO … ada kebaikan di satu sisi, roda berputar, kebaikan perlahan menghilang, muncullah sedikit keburukan menggantikan kebaikan sampai akhirnya kita tiba pada titik puncak keburukan zaman edan, roda terus berputar, muncullah tanda-tanda perbaikan menggantikan keburukan … sampailah pada puncak kebaikan … roda berputar terus … berputar silih berganti, dari posisi baik ke posisi buruk kemudian ke posisi baik lagi … dst … terjadilah pengulangan sepanjang masa.

Pada masa buruk saat begitu banyak orang menghadapi berbagai masalah, setiap orang berharap mendapatkan perbaikan kondisi kehidupan, mereka berharap roda segera berputar dari posisi buruk ke posisi baik … tetapi pada saat orang berada dalam posisi kejayaan punya harta kekayaan, sejahtera, merasa berbahagia tak kekurangan apapun maka orang itu tidak menginginkan keburukan, mereka ingin tetap dalam ‘status quo’, ingin bertahan pada posisi baik itu.

Keadaan pada masa yang sedang dihadapi disebut IST … dan keadaan yang diharapkan hadir di masa mendatang disebut SOLL.

IST adalah segala sesuatu yang terlihat, dirasakan, dinikmati ataupun tidak dinikmati orang pada satu masa (waktu) yaitu saat ini kebelakang. IST yang ada pada satu saat akan dirasakan berbeda antara orang yang satu dengan orang yang lain, hal ini bisa berbeda berdasarkan persepsi orang tersebut yang tergantung tingkat intelegensi, logika, wawasan, pengetahuan, etika, moral, budaya, agama masing-masing, tingkat ekonomi-sosial, dlsb. Persepsi itulah yang membentuk pandangan seseorang terhadap IST yang sedang berlangsung pada suatu saat.

SOLL adalah segala sesuatu yang menjadi harapan orang-per-orang, harapan banyak orang; gambaran yang akan terjadi (rencana, ramalan, jongko) yang pernah dikatakan, dinyatakan, disosialisasikan, diumumkan, diberitakan oleh seseorang ataupun oleh suatu masyarakat tertentu.

Dari IST menuju SOLL

Pandangan (persepsi) seseorang yang terbentuk dari berbagai faktor itu akan memberikan pandangan yang berbeda antara orang-per-orang terhadap kondisi kehidupan saat ini, dan dengan pandangan itulah rencana yang diharapkan akan terbentuk. Mereka yang sedang berada dalam kesusahan, terbelenggu dalam kemelaratan, sedang sakit-sakitan tak punya uang untuk biaya pengobatan, tertimpa bermacam permasalahan tentu punya mimpi yang mereka idam-idam-kan (SOLL) yang akan melepaskan mereka dari berbagai kesulitan hidup selama ini, mencapai suatu kesejahteraan, kebahagiaan, kesehatan, mendapatkan suatu kehidupan yang berbeda dengan yang ada saat ini. Mereka membayangkan suatu masa yang penuh perubahan yang akan berpihak kepada mereka, yang akan menggantikan rasa sedih menjadi senang, rasa sedih menjadi gembira, rasa tertekan menjadi bebas lepas, kemiskinan menjadi berkecukupan, dst … dst.

Sementara itu, orang-orang yang saat ini merasa berbahagia bergelimang harta, punya berbagai asset mewah penunjang kehidupan yang serba wah, tak kekurangan suatu apapun, bisa sekolah ke luar negeri atau di lembaga pendidikan termahal dimanapun, bisa berwisata kesehatan ke rumah sakit termahal dimanapun berada bahkan sampai ke mancanegara, sudah berhasil mendapatkan harta itu dari hasil korupsi yang tak habis sampai 7 turunan sekalipun … maka orang-orang ini punya harapan yang berbeda dengan para warga miskin yang penuh derita itu … impian mereka adalah agar mereka bisa terus “berbahagia”, bisa terus menikmati kekayaan hasil jarahan itu tanpa harus tersangkut kasus hukum, agar tidak ada yang berani mengusut kejahatan mereka, tidak ada yang mampu mengungkit kejahatan mereka, mereka tetap dipandang sebagai warga terhormat, borjuis penuh kehormatan … maka rencana mereka adalah agar ‘status-quo’ tetap berlangsung, tidak ada perubahan bagi diri mereka yang saat ini enak menyenangkan, akan tetap terus begitu dan biarlah orang lain yang mengalami kesulitan karena ulah mereka itu tetap seperti biasanya … tidak perlu berubah … ‘Status quo’! Soll mereka ini tentu saja ‘Status quo’!

MEMUNCAKNYA KEBURUKAN = TANDA-TANDA JAMAN EDAN

Jaman edan telah mencapai puncaknya, hal ini dapat dilihat dari keadaan saat ini, keburukan sudah tampil dengan jelas, terjadi di berbagai sisi kehidupan, tak bisa disembunyikan meski dicoba disamarkan, terjadi di berbagai kalangan masyarakat, dari tingkat bawah sampai ke para elite, dari kalangan tak berpendidikan sampai kalangan beragama … hampir semua orang tercemar, sangat sulit menemukan seseorang yang tak tercemar, yang baik telah kalah dari orang jahat, yang jahat bisa hidup lebih bergaya dari orang baik, semua sudah terbalik-balik.

Jaman edan dapat diihat dari:
A – Pertanda Awal
O – Per-orangan, Sifat, Keadaan, Mental, Moral
P – Pemimpin, Lembaga, Institusi Pemerintahan, Keadilan, Hukum, Perang, Peperangan
M – Masyarakat
W – Wanita/Pria, Hubungan Pria dengan Wanita, Perkawinan, Pernikahan, Keluarga
L – Lingkungan, Alam, Kerusakan Alam, Bencana Alam, Cuaca, Iklim, Global Warming
S – Spiritual, Agama

* * *

A – Pertanda Awal

Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran [kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda]
Tanah Jawa kalungan wesi [tanah Jawa berkalung besi]
Nugel tanah Jawa kaping pindho [memotong Pulau Jawa dua kali]
Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang [perahu berlayar di ruang angkasa]
Kali ilang kedhunge [sungai kehilangan lubuk]
Pasar ilang kumandhang [pasar kehilangan suara]
Jaran doyan mangan sambel [kuda suka makan sambal]
Iku tandha yen tekane jaman Jayabaya wis cedhak [itulah pertanda jaman Jayabaya telah mendekat]
Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman [itu pertanda orang akan mengalami jaman terbolak-balik]

* * *

O – Per-orangan, Sifat, Keadaan, Mental, Moral

Pancen wolak-waliking jaman [memang jaman penuh perubahan]
Amenangi jaman edan [menampilkan jaman gila]
Ora edan ora keduman [tidak ikut gila tidak kebagian]
Sing waras padha nggagas [yang sehat akalnya sedih hatinya]
Wong mulya dikunjara [orang yang mulia dipenjara]
Sing curang garang [yang curang berkuasa]
Sing jujur kojur [yang jujur sengsara]
Wong pinter diingar-ingar [si pandai direcoki]
Wong ala diuja [si jahat dimanjakan]
Wong waras lan adil uripe ngenes lan kepencil [orang sehat akal dan adil hidup susah & terpencil]
Sing ora abisa maling digethingi [yang tidak bisa / tidak mau mencuri dibenci]
Sing pinter duraka dadi kanca [yang pandai berbuat jelek jadi teman]
Wong bener sangsaya thenger-thenger [orang benar semakin termangu]
Wong salah sangsaya bungah [orang bersalah semakin gembira]
Wong tani padha ditaleni [para petani diikat]
Wong dora padha ura-ura [penjahat berkeliaran]
Wong main akeh sing ndadi [penjudi banyak merajalela]
Wong ngerti mangan ati [orang yang mengerti makan hati]
Pedagang akeh sing keplarang [pedagang banyak yang tenggelam, bangkrut, gagal usaha]
Akeh bandha musna tan karuan larine [banyak harta musnah tak jelas kemana]
Bandha dadi memala [harta benda menjadi penyakit]

Akeh wong mbambung [banyak orang berulah dungu, hanya bermalas-malasan]
Wegah nyambut gawe [malas/tak mau bekerja]
Kepingin urip mewah [inginnya hidup mewah]
Akeh wong injir, akeh centhil [banyak orang bakhil dan kikir]
Akeh wong limbung [banyak orang limbung, stress, gila, kehilangan kesadaran, tidak waras]
Timah dianggep perak [timah dianggap perak]
Emas diarani tembaga [emas dibilang tembaga]
Dandang dikandakake kuntul [gagak disebut bangau; gagak hitam dibilang bangau putih]

Manungsa padha seneng ngalap [orang banyak yang suka ngawur]
Wong padha mangan wong [manusia memakan manusia]
Akeh pangkat lan drajat padha minggat tan karuan sebabe [jabatan hilang begitu saja]
Akeh wong janji ora ditepati [banyak orang tidak menepati janji]
Akeh wong nglanggar sumpahe dhewe [banyak orang melanggar sumpahnya sendiri]
Tan anindakake hukuming Allah [tidak melaksanakan perintah Allah]
Kayu gligan lan wesi hiya padha doyan [kayu gelondongan dan besi juga dimakan]
Dirasa enak kaya roti bolu [dianggap rasanya enak seperti roti bolu]

Akeh omah ndhuwur kuda [banyak orang berpindah menggunakan kendaraan, tidur, makan, bekerja didalamnya]
Yen wengi padha ora bisa turu [kalau malam tidak bisa tidur]
Sing anggak ketenggak, sing wedi padha mati [yang berani terjungkal, yang takut jadi mati]
Nanging sing ngawur padha makmur [tapi yang ngawur jadi makmur]
Sing ngati-ati padha sambat kepati-pati [yang hati-hati menderita bathin]

Sing eman ora keduman [yang berhemat (menyimpan) tidak kebagian]
Sing keduman ora eman [yang mendapat bagian tidak bisa berhemat(menyimpan)]
Beja-bejane sing lali, [se-beruntung-nya orang yang lupa]
Isih beja kang eling lan waspadha [masih beruntung orang yang ingat dan waspada]

* * *

P – Pemimpin, Lembaga, Institusi Pemerintahan, Keadilan, Hukum, Perang, Peperangan

Ratu ora netepi janji [rajanya tidak menepati janji]
Ukuman ratu ora adil [hukuman raja tidak adil]
Musna kuwasa lan prabawane [musnah kekuasaan dan kewibawaannya]
Akeh pangkat sing jahat lan jahil (ganjil) [pejabat hatinya jahat]
Kelakuan padha ganjil [tingkahnya semakin aneh]
Sing apik padha kepencil [yang baik dikucilkan]
Akarya apik manungsa isin [melakukan perbuatan baik malah memunculkan rasa malu]
Luwih utama ngapusi [lebih suka menipu]
Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka [melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka]
Kana-kene saya angkara murka [angkara murka semakin menjadi-jadi]
Angkara murka saya ndadi [angkara murka semakin menjadi]
Sing gedhe rame, gawe sing cilik keceklik [para pejabat bikin kegiatan besar, membuat orang kecil tergencet]

Pangkat dadi pemikat [pangkat menjadi pemukau]
Sing sawenang-wenang rumangsa menang [yang sewenang-wenang merasa menang]
Sing ngalah rumangsa kabeh salah [yang mengalah merasa serba salah]
Ana Bupati saka wong sing asor imane [ada pejabat asalnya orang beriman rendah]
Patihe kepala judhi [perdana menterinya benggol judi]

Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit [Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit]
Lan duwe prajurit [punya peralatan perang, teknologi penghancur, persenjataan mutakhir]
Negarane ambane saprawolon [lebar negeri seperdelapan dunia]
Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi [para pemimpin negara itu berunding negeri mana yang dipilih dan disukai]

* * *

M – Masyarakat

Bagaimana keadaan masyarakat di jaman edan ini sudah bisa dibaca langsung dalam kehidupan kita saat ini … sebenarnya sudah tak perlu ditafsirkan lagi.

Wong apik-apik padha kapencil [orang-orang baik justru tersisih]
Wong (sing atine) suci dibenci [yang (berhati) suci dibenci]
Wong apik ditampik-tampik [orang baik ditolak ditampik]
Wong lugu kebelenggu [orang yang lugu (naiv) dibelenggu]
Wong jahat ditampa [orang jahat diterima]
Wong jahat munggah pangkat [orang jahat naik pangkat]
Sing ambangkang padha bisa nggalang [para pemberontak bergabung (berkumpul)]
Omah gedhong magrong-magrong [rumah mereka gedung besar dan megah tapi kosong]
Pengkhianat nikmat [pengkhianat nikmat]
Durjana saya sempurna [durjana semakin sempurna]
Wong sregep krungkep [orang tekun terjerembab]
Wong dosa sentosa [orang berdosa sentosa]
Wong agung kasinggung [yang mulia dilecehkan]
Wong ala kapuja [yang jahat dipuji-puji]
Wong salah dianggep bener [orang salah dikira benar]
Wong nganggur kesungkur [si penganggur tersungkur]
Wong cilik disalahake [rakyat jelata dipersalahkan]
Wong cilik akeh sing kepencil [rakyat kecil banyak tersingkir]
Amarga dadi korbane si jahat sing jajil [karena menjadi kurban si jahat si laknat]
Buruh mangluh [buruh menangis]

Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi [banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi]
Akeh wong ngutamakake royal [banyak orang suka menghamburkan harta, foya-foya]
Tukang mangan suap saya ndadra [pemakan suap semakin merajalela]
Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat [yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa]
Senenge wong jahat [si jahat berbahagia]
Susahe wong cilik [rakyat kecil bersusah hati]

Akeh wong dakwa dinakwa [banyak orang saling tuduh/fitnah]
Akeh wong ijir, akeh wong cethil [banyak orang kikir, banyak orang bakhil]
Sing edan padha bisa dandan [orang gila tampil modis; yang gila bisa berdandan]
Sing weruh kebubuhan [barangsiapa tahu terkena beban]
Sing ora weruh ketutuh [yang tak tahu disalahkan]
Wong nyengit kesengit [orang busuk hati dibenci]
Akeh laknat [banyak kutuk]
Akeh pengkianat [banyak pengkhianat]
Akeh wong becik saya sengsara [banyak orang baik makin sengsara]
Wong jahat saya seneng [sedang yang jahat makin bahagia]

Akeh janji ora ditetepi [banyak janji tidak ditepati]
Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe [banyak orang berani melanggar sumpah sendiri]
Manungsa padha seneng nyalah [orang-orang saling lempar kesalahan]
Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit [banyak orang hanya mementingkan uang]
Akeh wong ngedol ngelmu [banyak orang berdagang ilmu]

Tindake manungsa saya kuciwa [perilaku manusia semakin tercela]
Pemerasan saya ndadra [pemerasan merajalela]
Maling lungguh wetenge mblenduk [pencuri duduk berperut gendut]
Pitik angrem saduwure pikulan [ayam mengeram di atas pikulan]
Maling wani nantang sing duwe omah [pencuri menantang si empunya rumah]
Begal pada ndhugal [penyamun semakin kurang ajar]
Rampok padha keplok-keplok [perampok semua bersorak-sorai]
Wong momong mitenah sing diemong [si pengasuh memfitnah yang diasuh]
Wong jaga nyolong sing dijaga [si penjaga mencuri yang dijaga]
Wong njamin njaluk dijamin [si penjamin minta dijamin]

Wong dagang barang sangsaya laris, bandhane ludes [pedagang, barangnya laris tapi hartanya habis]
Akeh wong mati kaliren gisining panganan [banyak orang mati karena makanan kurang gizi]
Akeh wong nyekel bendha ning uriping sengsara [banyak orang berusaha mempertahankan harta tetapi hidupnya sengsara]
Wong sugih krasa wedi [orang kaya ketakutan]
Wong wedi dadi priyayi [orang takut jadi priyayi]

Akeh kelakuan sing ganjil [banyak ulah-tabiat ganjil]
Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin [banyak orang kerja halal justru malu]
Luwih utama ngapusi [lebih mengutamakan menipu]
Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka [melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka]

Lali kamanungsane, lali kebecikane [lupa kemanusiaannya, lupa kebaikan]
Akeh manungsa lali asale [manusia lupa kepada asalnya]
Lali sanak lali kadang [lupa terhadap famili]
Akeh bapa lali anak [banyak bapak lupa anaknya]
Akeh anak nundhung biyung [banyak anak mengusir ibunya]
Nantang bapa [menantang bapaknya]
Anak mangan bapak [anak makan bapak]
Sedulur padha cidra [saudara saling bertengkar]
Keluarga padha curiga [keluarga saling curiga]
Kanca dadi mungsuh [teman menjadi musuh]
Guru disatru [guru dimusuhi]
Tangga padha curiga [tetangga saling curiga]
Sedulur mangan sedulur [saudara makan saudara]
Akeh anak wani nglawan ibu [banyak anak berani melawan ibu]
Kana-kene saya angkara murka [angkara murka semakin menjadi-jadi]

Cina alang-alang keplantrang dibandhem nggendring [Orang Cina dilempari lari ketakutan]
Mlayu-mlayu kaya maling kena tuding [berlarian seperti maling ketahuan]
Mangro tingal padha digething [ingatlah untuk pulang kampung sesegera mungkin]
Eling mulih padha manjing [ingat pulang ke tanah leluhurnya]
Melu Jawa sing padha eling [ikut Orang Jawa yang ingat – kepada Tuhan]
Sing tan eling miling-miling [yang tidak mau sadar, tengok kanan-kiri]

* * *

W – Wanita/Pria, Hubungan Pria dengan Wanita, Perkawinan, Pernikahan, Keluarga

Kasusilan ditinggal [tata susila diabaikan]
Wanita nglamar pria [wanita melamar pria]
Isih bayi padha mbayi [masih kecil melahirkan]
Sing pria padha ngasorake drajate dhewe [pria kurang menghargai diri sendiri]
Wong wadon nganggo panganggo lanang [wanita berpakaian pria]
Iku pertandhane yen bakal nemoni [itu tandanya jika akan menemui]
Wolak-walike zaman [perubahan jaman]

Akeh prawan tuwa [banyak perawan tua]
Akeh randha nglairake anak [banyak janda melahirkan bayi]
Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne [banyak anak lahir mencari bapanya]
Wong wadon lacur ing ngendi-endi [di mana-mana perempuan melacurkan diri]

Wong wadon ilang kawirangane [perempuan hilang malu]
Wong lanang ilang kaprawirane [laki-laki hilang perwira]
Akeh wong wadon ora setya marang bojone [banyak perempuan ingkar pada suami]
Akeh ibu padha ngedol anake [banyak ibu menjual anak]
Akeh wong wadon ngedol awake [banyak perempuan menjual diri]
Akeh wong ijol bebojo [banyak orang tukar pasangan]
Wong wadon nunggang jaran [perempuan menunggang kuda]
Wong lanang linggih plangki [laki-laki naik tandu]
Randha seuang loro [janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen)]
Prawan seaga lima [perawan senilai lima picis]
Dhudha pincang laku sembilan uang [duda pincang laku sembilan uang]

* * *

L – Lingkungan, Alam, Kerusakan Alam, Bencana Alam, Cuaca, Iklim, Global Warming

Bumi sangsaya suwe sangsaya mengkeret [bumi makin lama semakin mengecil]
Sakilan bumi dipajeki [sejengkal tanah ditarik pajaknya]
Akeh udan salah mangsa [banyak hujan salah musim]
Banjir bandang ana ngendi-endi [bencana banjir bandang terjadi dimana-mana]
Gunung njeblug tan anjarwani, tan angimpeni [gunung meletus secara tiba-tiba tidak memberikan pertanda]

Besuk yen ana peperangan [kelak jika terjadi perang]
Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor [datang dari timur, barat, selatan, dan utara]
Ana peperangan ing njero [terjadi perang di dalam]
Akeh wong mati jalaran saka peperangan [banyak orang mati karena perang]

* * Kerusakan lingkungan, kerusakan alam, rusaknya cuaca, rusaknya iklim, membawa berbagai permasalahan bagi kehidupan masyarakat … hal ini bisa dibaca di bagian “PRA HADIRNYA SANG PEMBAHARU (ORANG, MASA (WAKTU), JAMAN)” …

* * *

S – Spiritual, Agama

Ora ngendahake hukum Allah [tak peduli akan hukum Allah]
Gethinge kepathi-pati marang pandhita kang oleh pati geni [kebencian sangat dalam kepada para pandita yang menuntut ilmu gaib]
Marga wedi kapiyak wadine sapa sira sing sayekti [karena rasa takut ketahuan siapa sebenarnya yang sakti]
Agama akeh sing nantang [Agama banyak ditentang]
Omah suci dibenci [Rumah suci dijauhi]
Omah ala saya dipuja [Rumah maksiat makin dipuja]
Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul [Ketika itu burung gagak dibilang bangau]

Akeh wong mendem donga [Banyak orang mabuk doa]
Njabane putih njerone dhadhu [Di luar putih di dalam jingga]
Ngakune suci, nanging sucine palsu [Mengaku suci, tapi palsu belaka]
Para tapa padha ora wani [para pertapa semua tidak berani]
Padha wedi ngajarake piwulang adi [semua takut mengajarkan ajaran kebaikan]
Salah-salah anemani pati [salah-salah bisa dijemput kematian]

Kana-kene rebutan unggul [Di mana-mana berebut menang]
Angkara murka ngombro-ombro [Angkara murka menjadi-jadi]
Agama ditantang [Agama ditantang]
Akeh wong angkara murka [Banyak orang angkara murka]
Nggedhekake duraka [Membesar-besarkan durhaka]
Ukum agama dilanggar [Hukum agama dilanggar]
Prikamanungsan di-iles-iles [Perikemanusiaan diinjak-injak]
Prikamanungsan saya ilang [Perikemanusiaan semakin hilang]

Akeh wong ngaku-aku [banyak orang mengaku diri]
Njabane putih njerone dhadhu [di luar putih di dalam jingga]
Ngakune suci, nanging sucine palsu [mengaku suci, tapi palsu belaka]
Akeh bujuk akeh lojo [banyak tipu banyak muslihat]

** Kesusahan lahir dan bathin bagi masyarakat terutama bagi orang alim, benar dan jujur.

* * *

PRA HADIRNYA SANG PEMBAHARU (ORANG, MASA / WAKTU, JAMAN)

Rusaknya mental/moral banyak orang, bersamaan dengan rusaknya lingkungan, rusaknya tatanan masyarakat, rusaknya keber-agama-an, hancurnya kesusilaan, maka muncullah berbagai kejadian yang membawa banyak korban jiwa manusia.

Banyak orang mati digigit serangga … banyak penyakit yang dibawa serangga
Akeh wong dicakot lemut mati [banyak orang digigit nyamuk bisa mati]
Akeh wong dicakot semut sirna [banyak orang digigit semut bisa sirna/musnah]

** Lihat majalah Jerman ‘Der Spiegel’ 16 Juli 2016 (halaman 44) dengan cover page: “Das Gefaehrlichste Tier Der Welt” [binatang paling berbahaya di dunia] alias NYAMUK!!!, binatang mini yang merupakan pembawa berbagai penyakit berbahaya yang belum ada obatnya. Penyakit: malaria, demam berdarah dengue, chikunguya sampai virus Zika yang terakhir muncul. Iklim yang rusak karena lingkungan hidup secara global telah rusak membawa bumi kepada pemanasan global, mengakibatkan musim panas di daerah utara maupun selatan bumi menjadi lebih panjang, lebih panas … memberikan kesempatan bagi berbagai binatang pembawa penyakit itu dengan lebih leluasa terbang (migrasi) ke daerah yang lebih utara atau selatan di musim panas yang lebih panjang … maka hadirlah mereka (nyamuk) di negara-negara Eropa utara, hadirlah berbagai penyakit dari daerah tropis (sub-tropis) ke belahan utara bumi ataupun ke selatan. Penyakit yang belum ada vaksinnya, belum ada obatnya itu hadir dalam kehidupan orang-orang Eropa utara maupun selatan bumi yang tidak terbiasa dengan penyakit itu. Kematian per tahun akibat penyakit yang dibawa nyamuk mencapai 500.000 orang pertahun dan akan terus meningkat lagi dan lagi.

** Selain itu ada banyak penyakit lain yang juga belum ada obatnya: HIV/AIDS, EBOLA, West Nile, flu burung, flu babi, dll.

Akeh swara aneh tanpa rupa [banyak suara aneh tanpa rupa]

Prihatine manungsa kelantur-lantur [penderitaan manusia berlarut-larut]
Iku tandane putra Bethara Indra wus katon [itu tandanya putra Betara Indra sudah terlihat]
Tumeka ing arcapada ambebantu wong Jawa [datang di Bumi membantu orang Jawa]

Iki dalan kanggo sing eling lan waspada [ini jalan bagi yang ingat dan waspada]
Ing zaman kalabendu Jawa [di Jaman Kalabendu Jawa]

Aja nglarang dalem ngleluri (nglari) wong apengawak dewa [jangan melarang orang mencari manusia bagaikan Dewa]
Dewa apangawak manungsa [dewa menjelma menjadi manusia]
Sapa sing ngalang-ngalangi bakal cures ludhes sabraja jelma (dlama) kumara [Anda akan hancur lebur luluh lantak]

Aja kleru pandhita samusana (samudana) [jangan sampai keliru mencari Pendeta atau Ulama]
Larinen pandhita asenjata trisula wedha [carilah Pendeta bersenjata Trisula Wedha]

Selot-selote mbesuk wolak waliking jaman teka [Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman]

MUNCULNYA SANG PEMBAHARU, APA YANG DIBAWA, ALAT (SENJATA), MEDIA, CARA

Harapan orang banyak kepada SANG PEMBAHARU, bagaimana pembaharuan itu akan terjadi, apa saja yang menjadi senjata untuk melakukan pembaharuan, siapa yang bisa ikut menjalankan pembaharuan, siapa yang tak mau ikut gelombang pembaharuan, risiko yang ada bila tidak ikut gelombang pembaharuan, siapakah tokoh utama pembaharuan (Sang Pembaharu) … dst.

Jinejer wolak-waliking zaman [sebagai pertanda perubahan jaman]

Waktu
Tempat
Ciri … Siapa
Visi, Misi

WAKTU

Selet-selete yen mbesuk ngancik tutuping tahun [selambat-lambatnya akhir tahun]
Sinungkalan dewa wolu, ngasta manggalaning ratu [Candra Sengkala – sekitar 1998 ???]
Sadurunge ana tetenger lintang kemukus [sebelumnya ada tanda bimtang berekor – 1996 ???]
Lawa ngalu-ngalu tumanja ana kidul wetan bener [ekornya panjang di sebelah tenggara]
Lawase pitung bengi [selama 7 tujuh malam]
Parak esuk bener ilange [terlihat sampai pagi, lalu hilang]
Bethara surya njumedhul [di saat matahari terbit]
Bebarengan sing wis mungkur [bersamaan dengan yang sudah lewat]

** Soal waktu, kapan munculnya sang pembaharu tidak bisa ditetapkan tanggalnya, tetapi kita bisa lihat dari berbagai tanda-tanda yang ada dalam jaman edan seperti yang diuraikan diatas. Bila ke-EDAN-an itu memuncak, mencapai titik kulminasi atas maka sang pembaharu akan muncul dengan sendirinya … tidak bisa dipercepat, tidak bisa ditunda.

TEMPAT

Dunungane ana sikil redi Lawu sisih wetan [letaknya di kaki Gunung Lawu sebelah timur]
Wetane bengawan banyu [sebelah timurnya sungai]

Andhedukuh pindha Raden Gatotkaca [rumahmya seperti Raden Gatutkaca]
Arupa pagupon dara tundha tiga [berupa pagupon burung dara susun tiga]
Kaya manungsa asring angleledha [seperti manusia yang menoleh ke kanan – ke kiri]

** Ada yang menterjemahkan sbb: “Raden Gatutkaca adalah Satria Pringgondani – rumahnya dari bahan Pring = Bambu. Kata “tundha” disini beralias “tundhung”= mengusir, karena rumah tersebut merupakan warisan dari orang tua, maka rumah tersebut dimiliki setelah “mengusir” yaitu membeli dari 3 [tiga] saudaranya. Rumah tersebut tidak diubah hanya diperbaiki jika perlu [di-dandani], karena banyak lobangnya [dinding dari anyaman bambu] sehingga terlihat dari luar – kanan & kiri”.

** Dimana tempat tinggal sang pembaharu juga tidak bisa ditetapkan dengan pasti, bila disebut di kaki gunung Lawu, itu hanyalah kiasan. Yang digambarkan disini hanyalah tampilan kesederhanaan dan keadaan tempat tinggal sang pembaharu.

CIRI … SIAPA

** Kalimat-kalimat yang menggambarkan ciri sang pembaharu ini juga merupakan kiasan, jangan diterjemahkan begitu saja.

Bakal ana dewa ngejawantah [akan ada Dewa turun ke bumi]
Apengawak manungsa [berbadan manusia]
Apasurya padha bethara Kresna [berwajah seperti Batara Krisna – hitam manis]
Awatak Baladewa [berwatak seperti Baladewa – tegas, keras, berani karena benar]
Apasuryan padha Bathara Kresna. Berwatak seperti Baladewa, membawa Trisula Wedha.
Putra kinasih swargi kang jumeneng ing gunung Lawu [putra kesayangan leluhur penguasa gunung Lawu]
Hiya yayi bethara mukti (Kyai Brajamusthi), hiya Krisna, hiya Herumukti [dia itu Batara Mukti, Kresna, Herumukti]
Mumpuni sakabehing laku [menguasai semua “lelaku”]

Aja gumun, aja ngungun [jangan heran, jangan bingung]
Hiya iku putrane Bathara Indra kang pambayun [ya itulah putra Batara Indra yang pertama]
Tur isih kuwasa nundhung setan [mampu mengusir setan]
Tumurune tirta brajamukti, pisah kaya ngundhuh [turunnya air “brajamusti” terpisah]

Hiya siji iki kang bisa paring pituduh [ya satu ini yang bisa memberi petunjuk]
Ya siji iki kang bisa njarwakake
Marang jarwane jangka kalaningsun [kepada maksudnya ramalanku ini]
Utawa paring pituduh jangka kalaningsun.

Tan karsa sinuyudan wong sak tanah Jawa [tidak berkehendak agar dipuja-puja orang banyak (se-Jawa)]

Idune idu geni, sabdane malati [ludahnya ludah api, sabdanya “malati” – terjadi nyata]
Sing mbregendhul mesti mati [yang menantang pasti mati]
Ora tuwo, enom padha dene bayi [tidak hanya orang tua, muda bahkan bayi]
Wong ora ndayani nyuwun apa bae mesthi sembada [orang yang tidak berdaya bila minta sesuatu pasti terkabul]
Garis sabda ora gentalan dina [kekuatan sabda-nya tidak perlu menunggu bergantinya hari]
Beja-bejane sing yakin lan tuhu setya sabdanira [beruntunglah yang meyakini sabdanya]
Nanging mung pilih-pilih sapa [tetapi hanya memilih beberapa orang saja]

Pendhak Suro nguntapake kumara [sudah setahun dari bulan Sura ke Sura, menjauhi kejahatan]
Kumara kang wus katam nebus dosanira [yang sudah jelas menebus dosanya]
Kaadhepake ngarsane kang Kuwasa [ke hadirat Yang Maha Kuasa]
Isih timur kaceluk wong tuwa [masih muda dipanggil “orang tua”= dukun]

Waskita pindha dewa [tahu segalanya seperti dewa]
Pindha lahir bareng sadina [mengenal seperti lahir bersama – teman akrab]
Tan kena den apusi amarga bisa manjing jroning ati [tidak dapat ditipu karena bisa membaca isi hati]
(ora bisa diapusi amarga bisa maca ati)
Wasis, wegig, waskita, [cerdas, cerdik, pandai]
Ngerti sakdurunge winarah [mengetahui apa yang belum terjadi]
Bisa pirsa mbah-mbahira [bisa mengetahui “keadaan” nenek moyang kita]
Bisa nyumurupi laire embahira, buyutira, canggahira, pindha lair bareng sadina [bisa tahu lahirnya nenek moyang]
Angawuningani jantraning zaman Jawa [mengetahui perkembangan dari jaman ke jaman]
Ngerti garise siji-sijining umat [mengetahui takdir setiap manusia]
Tan kewran sasuruping zaman [tidak pernah terpengaruh perubahan jaman]

Sirik den wenehi [tidak mau pemberian yang tidak jelas]
Ati malati bisa kesiku [siapa yang berprasangka buruk bisa celaka]
Senenge anggodha anjejaluk cara nistha [senang menggoda meminta dengan memelas]
Ngertiyo yen iku coba [ketahuilah jika itu ujian]
Aja kaino [jangan dihina]
Ana beja-bejane sing den pundhuti [ada keberuntungan yang diambil]
Ateges jantrane kaemong sira sebrayat [berarti ditakdirkan terpelihara kalian sekeluarga]

Ing ngarsa begawan wong dudu pandhita [tampil bagai begawan padahal bukan pendeta]
Dudu pandhita sinebut pandhita [bukan pendeta disebut pendeta]
Dudu dewa sinebut dewa [bukan dewa disebut dewa]
Kaya dene manungsa [seperti manusia biasa]
Sinebut dewa kaya manungsa,
Kinen kaanggep manungsa sing seje daya.
Tan ana pitakonan binalekake,
Tan ana jantra binalekake.
Dudu seje daya kajawaake kanti jlentreh [tidak salah lagi, kekuatan diterangkan dengan jelas]
Gawang-gawang terang ndrandhang [nyata sejelas-jelasnya]

Apeparap pangeraning prang [menjabat panglima perang]
Tan pakra anggone anyenyandhang [tidak pantas cara berpakaiannya]
Nanging bisa nyembadani ruwet-rentenge wong sakpirang-pirang [tapi bisa menuntaskan masalahnya banyak orang]

Momongane padha dadi nayaka perang [banyak orang yang diasuhnya dijadikan senopati perang]
Perange tanpa bala [perangnya tanpa pasukan]
Ngluruge tanpa wadyabala (bala) [menyerang tanpa membawa pasukan]
Yen menang tan ngasorake liyan [jika menang tidak mempermalukan (merendahkan) musuh]
Sakti mandraguna tanpa aji-aji [sakti tanpa ajimat]
Pangiride Gathutkaca sayuta [memiliki ilmu kesaktian Gatutkaca sejuta]

Bala prewangan makhluk halus padha baris, [pasukan makhluk halus berbaris]
Tan kasat mata, tan arupa [tidak kelihatan, tidak berupa]
Pada rebut benere garis [berebut kebenaran]
Sing madhegani putrane Bethara Indra [yang memimpin putra Batara Indra]
Agegaman trisula wedha [bersenjata Trisula Wedha]

Hiya iku pinaringaning dewa [itulah pemberian dari Dewa]
Para kawula padha suka-suka [rakyat semua senang]
Amarga adiling pangeran wus teka [karena keadilan Tuhan sudah tiba]
Ratune nyembah kawula, agegaman trisula wedha [rajanya menghormati rakyatnya, memegang teguh trisula Wedha]

Sing padha nyembah reca ndhaplang [yang suka menyembah berhala]
Cina eling, syeh-syeh pinaringan sabda hiya gidrang-gidrang [Orang Cina dan para syeh setelah diberi petunjuk menjadi senang sekali]
Para pandhita hiya padha muja [para Pendeta juga mendukung dengan do’a]

Hiya iku momongane kaki Sabdopalon [itulah “momongan” Sabdopalon]
Sing wis adu wirang nanging kondhang [yang sudah menahan malu tetapi terkenal]
Genaha kacetha kanthi njingglang [jelaslah dengan sejelas-jelasnya]
Nora ana wong ngresula kurang [tidak ada orang mengeluh]
Hiya iku tandane kalabendu wis minger [ya itulah tandanya Kalabendu sudah belok arah]
Centi wektu jejering kalamukti [sudah tiba waktunya Kalamukti]
Andayani indering jagad raya [meliputi seluruh dunia]
Padha asung bhekti [semua memberi hormat]

Wasis wegig waskitha
Ngreti sadurunge winarah [mengetahui sesuatu yang belum/akan terjadi]
Bisa priksa embah-embahira [bisa mengetahui silsilah leluhurnya]
Ngawuningani jaman tanah Jawa [yang berkuasa di jaman dulu di tahan Jawa]
Ngreti garise siji-sijining umat [mengerti maksud tujuan kehidupan umat manusia]
Tan kalepyan sumuruping gegaman […..]
Kabeh kajarwakake nganti jlentreh [semua terbuka sejelas-jelasnya]
Gawang-gawang terang ndrandang [segala sesuatu terang benderang, tidak ada yang ditutup-tutupi]
Para pandhita ya padha ngreja [para pendeta pun tunduk padanya]
Yaiku momongane Kaki sabdopalon sing wus adus wirang [kepada momongan Ki Sabdopalon yang sudah bermandi malu]

Mula den udia (upadinen) satriya iku [maka carilah sang kesatria itu]
Wus tan bapa, tan bibi, lola [sudah tidak berbapak, tak ber-bibi, hidup terlunta]
Awus aputus weda Jawa [sudah lulus Pemahaman Jawa]
Mula ngendelake trisula wedha [hanya mengandalkan Trisula]
Landhepe trisula pucuk [tajamnya Ujung Trisula]
Pucuk arupa gegawe sirik agawe pepati utawa utang nyawa [bisa menyebabkan kematian atau hutang nyawa]

Sing tengah sirik agawe kapitunaning liyan [yang sedang berusaha merugikan orang lain]
Sing pinggir-pinggir tolak colong njupuk winanda [yang dipinggirkan karena tidak mau mencuri]
!? sing pinggir tulak talak colong jupuk winaleran.
Sirik den wenehi ati melathi, bisa kasiku.
Senenge anyenyoba, aja kaina-ina.
Begja-begjane sing dipundhut,
Ateges jantrane kaemong sira sabrayat.

Ora tuwa ora enom,
Semono uga bayu wong ora ndayani.
Nyuwun apa bae mesthi sembada,
Garise sabda ora gantalan dina.
Begja-begjane sing yakin
Lan setya sabdanira.

Mula sing amenangi gek enggala den leluri [maka, siapa mengetahui segeralah mendekat jangan ketinggalan atau terlewat]
Aja nganti jaman kandhas [jangan sampai terhambat tak ikutan perubahan jaman]
Aja kongsi zaman kendhata madhepa den amarikelu [jangan sampai kehabisan waktu, segeralah maju kedepan dan mengikuti]
Beja-bejane anak putu, iku dalan sing eling lan waspada ing jaman Kalabendu nyawa [keberuntungan bagi para anak cucuku]

Ana manungsa kaiden katemu [ada manusia yang ditakdirkan bertemu]
Uga ana jalma sing durung kalamangsane [juga ada mahluk yang belum tiba masanya untuk bertemu]
Aja sirik aja gela [jangan iri jangan sakit hati]
Iku dudu wektunira [itu bukan waktu anda]
Ngangsua simbol ratu tanpa makutha [menemukan seorang raja tanpa mahkota]

VISI – MISI

Agegaman trisula wedha [bersenjata Trisula Wedha – Benar, Tegak dan Jujur]
Wong nyilih mbalekake, [orang pinjam mengembalikan]
Wong utang mbayar [orang hutang membayar]
Utang nyawa bayar nyawa [utang nyawa dibayar nyawa]
Utang wirang nyaur wirang [hutang malu dibayar malu]

Kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong [diiringi oleh Sabdopalon dan Noyogenggong]
Ngerehake sakabehing para jim, setan, kumara, prewangan.
Ngerahake jin setan [mengerahkan jin setan]
Kumara prewangan, para lelembut ke bawah perintah saeko proyo [semua makhluk halus diperintahkan bersama-sama]
Kinen ambantu manungso Jawa padha asesanti trisula weda [agar membantu manusia Jawa dengan senjata Trisula Wedha]
Landhepe triniji suci [Ketajamannya Kesatuan Tritunggal Suci]
Bener, jejeg, jujur [yaitu: Benar, Tegak, Jujur]

 

*********************************
Hasil akhir dari perubahan jaman:
*********************************

Wong Jawa kari separo [Orang Jawa tersisa separuhnya]
Landa-Cina kari sejodho [Belanda – Cina hanya tersisa tinggal sepasang]

Yen karsa sinuyutan wong satanah Jawa,
Nanging pilih-pilih sapa waskitha pindha dewa.

Polahe wong Jawa kaya gabah diinteri [seperti gabah ditampi]
Endi sing bener endi sing sejati [mana yang benar mana yang sejati]

Meski seseorang telah berhasil bertemu dengan sang pembaharu, sudah mendapatkan arahan, tuntunan, pesan, nasihat, wanti-wanti, dlsb … tapi kalau orang itu tak ‘percaya sepenuh hati’ (KEPADA YMK!!! bukan kepada sang pembaharu), maka orang itu belum tentu berhasil lolos saat menjalani proses ‘gabah diinteri’ … orang bisa saja hanya menjadi sekedar ‘gabah kopong’ yang akan terlontar keluar dari tampah (alat menampi gabah), terbang tertiup angin, dan hanya akan menjadi sekam, sekedar dibakar menjadi abu gosok (gosong) yang sudah tak laku dijual … karena sekarang orang sudah menggunakan bahan-bahan buatan pabrik untuk mencuci piring, abu gosok (gosong) itu sudah ditinggalkan.

Yang dimaksud ‘percaya sepenuh hati’ adalah yakin akan kehendak, ketentuan, rencana YMK, bahwa YMK akan memberikan jalan kebahagiaan kepada manusia yang percaya dengan tulus sepenuh hati akan semua rencana YMK. Percaya sepenuhnya bahwa YMK tidak akan tinggal diam saat manusia baik, jujur, punya rasa Kasih, punya rasa Sayang itu sedang menderita akibat ulah manusia durhaka … percayalah YMK akan menyiapkan pembaharuan, yaitu suatu masa (era, waktu, jaman) yang akan jauh berbeda dari jaman edan sebelumnya.

JONGKO JOYOBOYO, NOSTRADAMUS dan The New World Order (NWO)

Ingat … wong Jowo hanya tersisa separuhnya … ‘Wong Jawa kari separo’ … itu sudah sangat bagus. Jadi, walau orang Jawa itu mendapatkan kesempatan terbaik, karena sang pembaharu berada di Jawa, tetap saja akan ada banyak yang menjadi korban, karena sudah banyak orang Jawa yang tak percaya kepada YMK, tak percaya kepada leluhurnya, tak percaya kepada nenek moyangnya, sudah terlanjur terbenam terpengaruh budaya asing, sudah ikutan durhaka berjamah … bahkan banyak yang tak mengenal leluhurnya, antipati kepada kebudayaan leluhurnya yang sudah jauh lebih maju pada 25 ribu tahun yang lampau sementara bangsa lain masih pada tahapan tak berbudaya atau malah masih barbar.

Sang pembaharu yang berada di Jawa, akan (sudah) memberikan petunjuk untuk bisa masuk ke jaman perubahan, tetapi banyak orang Jawa yang tidak lolos melewati jembatan perubahan … ‘Wong Jawa kari separo’!!!

Meski tersisa separuhnya, itu masih jauh lebih baik daripada bangsa lainnya … yang digambarkan kalimat ‘Landa-Cina kari sejodho’ … dan gambaran ramalan ini bisa kita kaitkan dengan ramalan Nostradamus yang mengatakan bahwa nanti suatu masa, 2/3 umat manusia akan tewas … ada yang bilang 75% yang tewas. Yang tersisa antara 25% sampai 33,3% saja. Wong Jowo sisa separuh alias 50% jelas jauh lebih baik.

Kalau Nostradamus meramalkan 2/3 umat manusia yang tewas atau 75% yang tewas, tersisa antara 25% sampai 33,3% … lain lagi rencana kelompok Aryan di negeri barat yang kemudian dikenal dengan kelompok NWO (New World Order). NWO malah membuat target yang lebih extrim lagi … NWO ingin penduduk dunia dibatasi hanya sebanyak 500 juta manusia saja! Sekitar 6,5 milliar akan dihabisi dengan berbagai cara / strategi, ada yang menggunakan kondisi alam – lingkungan yang dibuat rusak / hancur sedemikian rupa sehingga orang tidak bisa memperoleh panen bahan makanan, terjadi kerusakan alam, kekeringan, kelaparan … dan saat ini sudah ada 1 milliar penduduk dunia yang sedang kelaparan (famine), mereka pergi tidur dengan perut kosong … setiap tahun tewas sekitar 50 juta karena kelaparan, kekurangan gizi … kemudian ada begitu banyak macam penyakit yang tidak ada obatnya … dst – dst.

NWO akan menghabisi sekitar 90% sampai 95% penduduk dunia! Mereka akan membagi penduduk dunia dalam 2 kelas: 1) kelas ELITE (itulah mereka para ARYAN) dan 2) kelas SLAVE atau penduduk non ARYA yang diijinkan hidup sekedar menjadi budak, menjadi pekerja kasar, melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar, kotor untuk memberikan kenikmatan hidup para ELITE. Rencananya, para SLAVE akan ditanami CHIP khusus yang akan dapat memantau gerakan orang-per-orang, bisa melumpuhkan pemberontak dari jarak jauh atau bahkan membunuhnya melalui remote, melalui pantauan satelite.

Jadi rencana NWO menghabisi 90-95% penduduk dunia, mensisakan sekitar 500 juta manusia saja. Nostradamus meramalkan akan terjadi berbagai bencana kerusuhan malapetaka sehingga 2/3 atau 75% penduduk dunia akan tewas atau tersisa 25-33,3% penduduk dunia … sementara dari JONGKO dikatakan ‘Wong Jawa kari separo’ … separuh tewas, separuhnya selamat.

JONGKO JOYOBOYO

Ada banyak artikel tentang jongko Joyoboyo, bisa dicari di internet … ada banyak tergantung kata kunci, dengan Joyoboyo bisa diperoleh sekitar 435 ribu hasil, dengan kata kunci ‘jongko joyoboyo’ diperoleh sekitar 4000 hasil, dengan ‘ramalan joyoboyo’ diperoleh 82 ribu hasil.

**********
Ramalan Jayabaya

JONGKO JOYOBOYO -Ramalan Jayabaya.


**********
Jongko Joyoboyo
http://wahyu-chemie.blogspot.co.id/2010/10/jongko-joyoboyo.html
**********

New World Order

Berita, tulisan, artikel tentang NWO ini ada banyak sekali … carilah. Dengan kata kunci ‘new world order’ bisa diperoleh sekitar 76,7 juta hasil. Disini hanya saya tampilkan beberapa saja.

**********
New World Order Definition
http://www.threeworldwars.com/new-world-order.htm
**********
Prince: Speaker of Dangerous Truths, Silenced By The New World Order
http://yournewswire.com/prince-speaker-of-dangerous-truths-silenced-by-the-new-world-order/
**********
The Coming New World Order
http://www.nowtheendbegins.com/pages/new_world_order/the-coming-new-world-order.htm
**********
NWO Plans 10 World Regions: “Ten Horns of the Beast”
http://www.bibliotecapleyades.net/sociopolitica/master_file/tenworldregions.htm
**********
New World Order’s Eugenic Population Reduction Agenda
http://www.overlordsofchaos.com/html/world_depopulation_agenda.html
**********
NWO Plans To Depopulate The Earth
http://www.abovetopsecret.com/forum/thread570867/pg1
**********
United Nations NWO Plan to Depopulate the Earth
http://www.flu-defense.com/item.php?item_id=274&page=5
**********
Is This Proof Of A Massive Depopulation Plan?
By conspiracyclub – Jun 20, 2015
http://www.conspiracyclub.co/2015/06/20/massive-depopulation-plan/
**********
Mass Depopulation, Genocide, WW-3?
http://www.bibliotecapleyades.net/sociopolitica/esp_sociopol_nwo89.htm
**********
GEORGIA GUIDESTONES AND THE KISSINGER/ROCKEFELLER PLAN OF DEPOPULATION
http://www.greatdreams.com/food/food-depopulation.html
**********
Eyre International – Bringing You The News No One Else Wants To Bring You
The Hidden Truth Behind The News
The Horrific New World Order Master Plan that has full UN approval

The Horrific New World Order Master Plan that has full UN approval


**********
Will Humanity Survive the Depopulation Agenda of the Global Elite?, by Dave Hodges
http://www.thecommonsenseshow.com/2014/04/26/will-humanity-survive-the-depopulation-agenda-of-the-global-elite/
**********
Depopulation of the Masses Has Begun, by Dave Hodges
http://www.thecommonsenseshow.com/2013/12/03/depopulation-of-the-masses-has-begun/
**********
Is Zika Virus The Next Tool For Forced Sterilization, Vaccination And Depopulation?
http://www.activistpost.com/2016/01/is-zika-virus-the-next-tool-for-forced-sterilization-vaccination-and-depopulation.html
**********
World bank oligarchs give orders for U.N. to chip refugee population, By Shepard Ambellas – March 21, 2016
https://www.intellihub.com/u-n-now-chipping-refugees-tracking-them-global-database-separate-from-governments-upon-world-banker-orders/
**********
Microchip Implants, Mind Control and Cybernetics, by Rauni-Leena Luukanen-Kilde, MD
https://anticorruptionsociety.com/2011/02/20/microchip-implants-mind-control-and-cybernetics/
**********
Silent Weapons for Quiet Wars [pdf]
https://danieltowsey.wordpress.com/2010/05/24/they-want-you-dead-is-written-in-stone/silent-weapons-for-quiet-wars/
**********
Tag Archives: Illuminati’s Depopulation Plan Exposed
THEY WANT YOU DEAD IS WRITTEN IN STONE
https://danieltowsey.wordpress.com/tag/illuminatis-depopulation-plan-exposed/
**********
The World Depopulation Agenda
http://www.depopulation.newworldorderuniversity.com/Wordpress/
**********
United Nations Climate Czar reveals depopulation plan for humanity
https://www.intellihub.com/united-nations-climate-czar-reveals-depopulation-plan-for-humanity/
**********
UN Agenda 21 … Depopulation of 95% of world has begun
http://www.surviveunagenda21depopulation.com/
**********
Depopulation conspiracy theory
http://rationalwiki.org/wiki/Depopulation_conspiracy_theory
**********
The Globalists’ New World Order: Soft and Hard Kill Methods. An Unknown and Uncertain Future
http://www.globalresearch.ca/the-globalists-new-world-order-soft-and-hard-kill-methods-an-unknown-and-uncertain-future/5451356
**********
6 Billion People Humans To Be Killed By The Elite – New World Order Depopulation Agenda
http://beforeitsnews.com/self-sufficiency/2015/09/6-billion-people-humans-to-be-killed-by-the-elite-new-world-order-depopulation-agenda-2494968.html
**********
NWO Plans To Depopulate The Earth, By Steve Jones
http://rense.com/general64/pordc.htm

Plans are underway now, implemented by the New World Order Elite, to depopulate the planet’s 6-7 billion people to a manageable level of between 500 million and 2 billion.
**********
New World Order (conspiracy theory)
https://en.wikipedia.org/wiki/New_World_Order_(conspiracy_theory)
**********
Father Of Lies Satan NWO illuminati Freemasons
https://archive.org/details/WestonWarrenFatherOfLies_201605
**********
rothschild_thugfamily_dossier
https://archive.org/details/rothschild_thugfamily_dossier
**********

Nostradamus

**********
Carilah tentang Nostradamus di internet, dengan kata kunci ‘nostradamus’ bisa diperoleh sekitar 7,7 juta hasil, cobalah dengan ‘Nostradamus prophecy’, ‘ramalan Nostradamus’, dst.
**********
Nostradamus
https://en.wikipedia.org/wiki/Nostradamus
**********
Exit mobile version