022 RAMPOK – RAMPOK!!!
SIAPA MERAMPOK SIAPA?
RAKYAT yang kelaparan, yang miskin, yang tidak punya penghasilan, yang tidak punya pekerjaan, yang tergusur, yang teraniaya, yang tidak berpendidikan, yang tidak memiliki tempat tinggal, yang tidak memiliki masa depanKAH YANG MENJADI PERAMPOK? Ataukah merekalah YANG DIRAMPOK?
- Si kaya bilang, merekalah yang dirampok!
- Si miskin bilang, merekalah yang dirampok!
Mana yang benar?
Lihat dulu situasi dan kondisinya. Sudut pandang yang mana?
KITA LIHAT DARI BAWAH: RAKYAT BANYAK
Biasanya si miskin akan menjadi rampok, maling, tukang todong dan lain sebagainya karena terpaksa, karena dorongan perut, karena tangisan anak-anak yang kelaparan, karena keadaan yang tidak memberikan jalan keluar, dimana mereka merasa tidak mampu keluar dari himpitan beban ekonomi dan sosial, dalam keadaan tidak memiliki keterampilan, tidak memiliki pendidikan, tidak ada kesempatan kerja untuk mereka, hanya ada kesempatan berusaha yang diatur dengan arogan oleh pemerintah (daerah), dengan banyak penyalah gunaan dan penyelewengan yang merugikan rakyat.
Kenapa rakyat Indonesia menjadi miskin, tidak punya apa-apa, tidak berpendidikan, menjadi pengangguran, tidak punya penghasilan, banyak yang tidak punya tanah garapan, tidak punya rumah yang memadai, dan lain sebaginya? Bahkan kita tahu rakyat Indonesia telah begitu miskin, dengan hutang negara ini sebesar 200 millyar dollar dengan kurs Rp12.000 per 1US$ (per Mei 2015!) atau 2400 trilliun rupiah, yang bila dibagi rata (240 juta penduduk) menjadi hutang sebesar +/- 8,3 juta rupiah per kepala, sampai-sampai bayi yang baru lahirpun ikut mendapat beban hutang!
Kalau hutang ini dibayar setiap orang, setiap hari Rp1.000,-, tanpa bunga, baru akan selesai dalam 22 tahun!
Bunga/–Cicilan/—-Lama
thn hari/
———–kepala—————–
0% 1.000 22 tahun
2% 1.000 30 tahun
4% 1.000 62 tahun
6% 1.000 ~ tahun
0% 2.000 11 tahun
4% 2.000 15 tahun
8% 2.000 31 tahun
10% 2.000 ~ tahun
0% 5.000 4 tahun
10% 5.000 6 tahun
20% 5.000 13 tahun
22% 5.000 ~ tahun
~ tahun: berarti tidak akan pernah terbayar sama sekali.
Bayangkan bila sebuah keluarga terdiri dari 5 kepala, membayar per hari 5000 rupiah, dengan bunga misal 10%, per hari keluarga ini harus menyediakan Rp. 25.000,- untuk membayar cicilan hutang, sebulan: sekitar Rp. 750.000,-, dan hal ini dilakukan selama 6 tahun lamanya. 4 tahun pada tingkat bunga 0%, 13 tahun pada tingkat bunga 20%, dan tak pernah terbayar bila tingkat bunga: 22% setahun.
RAKYAT TELAH DIRAMPOK
Betapa sengsara rakyat Indonesia, menjadi miskin dan harus menanggung hutang: per orang 8 juta rupiah, dimana mayoritas bangsa ini miskin dan sangat miskin, tetapi ada berapa ribu (juta) orang yang memiliki segalanya dalam artian yang sangat kontras dengan keadaan rakyat yang mayoritas. Jadi perkiraan rakyat banyak, mereka telah dirampok oleh kelompok perampok intelek dibawah pimpinan si raja rampok, yang dilakukan selama 32 tahun.
APA YANG DIRAMPOK?
Apa saja yang dirampok dari rakyat?
Berbagai macam hak-hak yang berkaitan dengan kehidupan rakyat, seperti:
- hak atas jaminan sosial, terutama saat tidak berdaya dan tidak bisa bekerja, baik karena penyakit (fisik dan mental) maupun karena usia yang sudah lanjut
- hak atas pendidikan yang murah, bebas biaya sekolah, minim dalam hal pembelian buku-buku pelajaran (tidak berganti setiap masa), tanpa beban baju seragam, tanpa potongan gaji guru
- hak atas pengembangan diri, dalam bentuk pelatihan ketrampilan, pendidikan luar sekolah, kesempatan belajar tingkat tinggi dengan murah atau bebas biaya bagi yang berprestasi, disediakan bagi semua orang, terutama bagi mereka yang selama ini kurang trampil, kurang pengetahuan, bagi mereka yang sudah bekerja agar dapat mencapai jenjang jabatan yang lebih baik, bagi kaum wanita yang tertinggal
- hak atas penghasilan yang layak, dengan gaji yang layak, yang sesuai dengan tingkat biaya hidup normal, yang sesuai dengan keuntungan perusahaan, jangan sampai perusahaan untung besar, si pekerja hanya diberi gaji minim (saat ini besar biaya personal hanya 7.5% dari biaya operasional!), pemerintah harus menertibkan sistem penggajian dengan benar, jangan sampai hak atas penghasilan yang layak ini dirampok oleh pengusaha! yang hanya mau untung tidak mau rugi
- hak atas kesehatan yang layak, yang menjamin kesehatan setiap orang, dengan bebas biaya melalui institusi kesehatan negara yang dikaitkan dengan jaminan sosial dan hak atas penghasilan yang layak
- hak atas pembayaran pajak yang sesuai dengan penghasilan dan sekaligus hak atas jaminan sosial dan kesehatan yang tetap didapatkan setiap orang pada saat orang itu tidak bisa bekerja atau karena memang sedang menganggur
- hak atas hiburan dan olahraga, yang dijamin dengan tersedianya sarana hiburan dan olahrga berupa taman, lapangan olahraga, yang tersedia cukup di lingkungan perumahan
- hak atas sarana transportasi dan komunikasi yang murah dan terjangkau banyak orang
- hak rakyat untuk menentukan dinamika politik, sosial dan ekonomi.
PERAMPOK? Siapakah RAMPOK-RAMPOK itu?
- Oknum birokrat (pejabat, pegawai negeri, pemda) yang menyalahgunakan jabatan dan wewenang, melakukan kolusi, nepotisme dan korupsi, yang mempersulit hidup rakyat, yang membebani kehidupan rakyat, yang membatasi hak-hak rakyat, yang merusak tatanan hidup rakyat, yang tidak pernah memikirkan jaminan sosial, jaminan kesehatan, kesempatan pendidikan, kesempatan pengembangan diri, membatasi ruang usaha rakyat, yang menjual sarana/prasarana hiburan dan olahraga kepada pengusaha, dll.
- Pengusaha, yang dengan sengaja mengurangi hak pekerjanya, yang melakukan PHK tanpa pertimbangan matang, yang menghentikan usahanya pada masa krisis dengan tidak mempertimbangkan masalah sosial, padahal perusahaan itu masih mampu bertahan dan di waktu-waktu yang lalu telah meraup keuntungan yang besar tetapi tidak cukup berbagi keuntungan dengan pekerjanya. Saat normal, perusahaan lancar, untung besar dikangkangi sendiri, pekerja tidak menikmati bagiannya, dan saat krisis dimana pasar lesu, produksi tidak berfungsi, si pengusaha langsung menghentikan kegiatan begitu saja, dengan bermacam-macam alasan yang ditutupi dengan kongkalikong bersama pejabat terkait.
- Pengusaha yang bekerja sama dengan pejabat dalam menghilangkan hak-hak rakyat seperti sarana/ prasarana hiburan dan olahraga (sarana umum dan fasilitas sosial), yang membuat perubahan tatanan masyarakat tanpa memikirkan rakyat banyak dengan menggusur dan menguasai tanah rakyat tanpa persetujuan rakyat setempat, yang menguasai tanah rakyat dengan kekuasaan (dibantu pejabat sipil dan militer), pengusaha yang tidak mau menyediakan jaminan kesehatan yang murah, pengusaha yang dengan sengaja membuat usaha yang melanggar ketertiban umum, membuat kerusakan alam dan lingkungan, yang meracuni udara dan lingkungan, yang membabat hutan tanpa mau melakukan reboisasi (penghijauan), yang memotong jalur pengairan rakyat, dengan membuka usaha di hilir sungai dan membuat sungai itu tercemar ataupun mengurangi jatah air bagi persawahan dan perkebunan rakyat
- Orang per orang yang dengan segala cara menipu rakyat dengan pembicaraan ataupun pernyataan yang jauh dari kebenaran, menyalahgunakan wewenang yang telah dipercayakan rakyat kepadanya, yang menyatakan dirinya orang ber-iman dan ternyata sebenarnya orang bayaran yang bertugas membuat gambaran yang baik-baik dari kenyataan yang busuk, yang dibayar untuk membuat keonaran, yang ditugaskan untuk menjalankan trik-intrik provokasi adu domba SARA, yang membuat rakyat ketakutan dan meninggalkan tanah garapan ataupun tempat tinggalnya.
- Politikus, pimpinan partai, pimpinan kelompok, pengamat yang menjungkir-balikkan aspirasi rakyat menjadi hak milik mereka pribadi demi kepentingan diri dan kelompok mereka.
- Dan masih banyak lagi jenis perampok hak rakyat.
Jangan sampai terjadi: rakyat yang sudah begitu miskin, tidak memiliki pekerjaan ataupun tanah garapan, tidak mendapatkan jaminan sosial, tidak bisa ber-obat saat sakit, tidak bisa sekolah, dan tidak bisa mendapatkan pengembangan diri untuk memperbaiki kualitas SDM, mereka ini tidak mendapatkan kehidupan layak sedangkan di sisi lain terdapat beberapa orang yang hidup begitu mewah, pergi berlibur dan berbelanja ke luar negeri, sekolah ke luar negeri dengan biaya atas hasil rampokan, dan bahkan pergi haji berulang kali, tanpa mau tahu dengan kehidupan mayoritas bangsa ini yang sedang kelaparan dan kehausan, bahkan orang-orang ini terus menipu bangsa dengan memperlihatkan tampang-tampang penuh kemunafikan yang seakan-akan orang-orang saleh dan ber-iman, mereka menggunakan segala macam simbol keagamaan demi menutupi kegiatan mereka yang penuh kebusukan.
Sadarlah, kehidupan itu bagaikan roda, tidak akan selalu berada diatas, sesekali akan turun juga.
Apakah yang terjadi bila ketimpangan sosial-ekonomi ini terus berlanjut, tanpa ada kesadaran untuk merubahnya? Kesadaran dari si perampok intelek tentunya!
KARMA DUNIA dan NERAKA
Kelompok perampok intelek boleh merasa bangga sebagai orang kaya, dan berfikir dapat lari ke luar negeri membawa harta hasil jarahan tersebut, tapi mereka tidak akan pernah merasakan hidup bebas, karena dosa-dosa yang telah mereka timbun akan tetap mengikuti sampai ke ujung dunia manapun! Jangan harap mereka dapat hidup nyaman dengan hasil jarahan dari rakyat Indonesia. Hasil dari perampokan dan pembunuhan rakyat Indonesia itu tidak akan memberikan kebahagiaan bagi mereka, malah akan menjadi penjara se-umur-hidup, bahkan sampai ke anak-cucu mereka!
ITULAH KARMA DUNIA, belum lagi hukuman bagi mereka di neraka nantinya!
BANGGA AKAN HASIL JARAHAN?
Banyak pejabat sipil maupun militer yang korup merasa aman, nyaman, dan senang dengan hasil penjarahan mereka selama ini. Perkiraan mereka: hasil korupsi (penjarahan kekayaan bangsa) akan memberikan rasa aman, dapat digunakan untuk menyekolahkan anak-cucu, dan saudara-saudara ke luar negeri dan akan memberikan jaminan hidup nyaman sampai beberapa generasi kemudian. Itulah pikiran mereka yang egois!
Mereka tidak sadar, dengan kegiatan mereka menumpuk kekayaan hanya pada satu sisi (sisi mereka!) maka pada sisi lain yang lebih luas terjadi ketimpangan yang sangat drastis, dimana mayoritas bangsa ini menjadi begitu miskin (lihat saja tingkat kemiskinan dan jumlah orang miskin yang sudah begitu besar), dan si orang-orang miskin ini banyak yang tidak berpendidikan cukup, dengan pemikiran-pemikiran yang sangat sederhana, sempit dan pendek.
Si kaya yang telah merampok harta bangsa, hanya berpikir: biarlah orang-orang miskin itu tetap miskin, sedangkan mereka dan keluarga mereka akan tetap jaya diantara orang-orang miskin, malah dengan bangga si kaya pamer kekayaan, kemewahan, pakaian, kendaraan, rumah, dll.
Pergantian peran, yang dirampok akan ganti merampok.
SI MISKIN MENJADI PERAMPOK
Jangan salahkan bila si miskin yang kelaparan, yang tidak berpendidikan, pengangguran, tidak punya penghasilan, tidak punya tanah garapan, satu saat menjadi gelap mata, dan mengambil jalan pintas gantian merampok si orang kaya.
MERAMPOK, MENODONG, MENCURI
Si kaya yang perampok ini, tidak pernah berpikir, betapa mudahnya si miskin yang kelaparan dan tidak punya pekerjaan, tidak punya keahlian ataupun ketrampilan ini berubah menjadi maling dan rampok. Nah kalau sudah lapar, lalu merampok, menodong, mencuri, siapakah yang akan dirampok, ditodong, dicuri hartanya? Tentu saja bukan mereka yang berpakaian butut, jelek, rusak, karena jelas mereka yang berpakaian butut, jelek, dan rusak ini tidak memiliki uang dan harta untuk dirampok, ditodong ataupun dicuri, tetapi si orang-orang berpakaian bagus, indah, mewah-lah yang akan dirampok, ditodong dan dicuri, tentu saja keluarga si kaya yang perampok itu masuk dalam target mereka.
MERAMPOK, MENODONG, MENCURI DAN MEMPERKOSA
Inilah yang akan terjadi, bila ketimpangan sosial dan ekonomi menjadi demikian drastis dan tragis, dimana beberapa orang kaya yang perampok menguasai harta kekayaan bangsa, sedangkan di sisi lain mayoritas bangsa tidak punya apa-apa selain hutang bangsa yang ditimpakan kepada mereka sebesar 1800 triliun rupiah: si miskin akan menjadi perampok, penodong, pencuri, dan pemerkosa.
Jangan coba-coba membacakan ataupun menceritakan dalil-dalil dan ayat-ayat agama kepada si miskin yang sudah gelap mata, yang dendam dalam kelaparan, dalam kehausan kebutuhan hidup mereka sebagai manusia. Mau makan, tidak punya uang, karena tidak punya penghasilan, karena tidak punya pekerjaan, lalu apa yang dilakukan? Merampok, menodong, mencuri. Dari siapa? Ya dari orang-orang yang berpakaian bagus, indah dan mewah . . . alias si orang kaya terutama si perampok harta kekayaan bangsa.
Memperkosa? Darimana ceritanya?
Hey, memangnya si orang miskin ini cuma ingin mengisi perutnya saja!!!????
Mereka juga punya nafsu, mereka butuh sex, mereka butuh hiburan, mereka masih manusia biasa, dan bila mereka sudah berkeluarga itu masih bisa disalurkan, tetapi bagaimana dengan mereka yang belum berkeluarga? Jangankan menikah, untuk makan saja tidak bisa dipenuhi dengan mudah, apalagi untuk pacaran atau biaya nikah, dan jangan tanya kalau mereka boleh jajan sex di lokalisasi, itu tidak mungkin karena mereka tidak punya uang, kalaupun ada uang (mungkin dengan merampok, menodong dan mencuri) toh lokalisasi yang ada telah diobrak-abrik oleh kelompok-kelompok extrim dengan alasan agama, lalu kemana mereka ini akan menyalurkan nafsu mereka???
Nah inilah bahaya laten yang siap menerkam siapa saja yang berpakaian bagus, indah dan mewah, apalagi yang sok sexy, tentu saja dari anggota keluarga si orang kaya, terutama keluarga si perampok harta kekayaan bangsa yang dengan congkaknya menyombongkan kemakmuran mereka di muka umum. Hey perampok harta bangsa, bersiaplah untuk menikmati bahaya laten yang kalian telah persiapkan untuk diri kalian sendiri. Si miskin yang lapar, lapar makanan, haus hiburan dan nafsu manusiawi akan menjatuhkan pilihan mereka terhadap diri kalian, yang berpakaian bagus, indah, mewah dan sexy. Inilah hukuman masyarakat atas kerakusan kalian. Si miskin akan merampok dan memperkosa si kaya!
Kami, yang tidak ikut merampok, bisa kena getahnya lagi!!!! Kalian memang sialan!!!!
BIADAB atau TIDAK BERADAB?
Akankah kita membiarkan bangsa ini hancur lebur, dan tenggelam dalam kebiadaban?
Atau kalian akan terus membuat ketimpangan sosial ekonomi terus meruncing?
Bukan si miskin yang (kalian bilang) biadab tetapi kalianlah si perampok harta kekayaan bangsa yang tidak beradab, yang bersembunyi dalam pakaian bagus, dalam jas mewah, dalam kepangkatan yang tinggi, dalam jajaran birokrasi, yang harus dikatakan BIADAB! Banyak diantara kalian bersembunyi dibalik diploma H1, H2, H3, H4 dst (naik atau pergi haji berkali-kali, hanya sebagai diploma) agar kalian terlihat sebagai orang-orang beriman, padahal dibalik diploma ‘HaHaHa’ tersebut hanyalah jiwa yang BIADAB dan TIDAK BERADAB, yang membiarkan bangsa ini hancur lebur.
PEMBUNUHAN
Kalau sudah tidak bisa berpikir secara jernih, maka kejahatan akan terus melaju, pembunuhan dapat terjadi dengan begitu mudah, dan kemarahan rakyat miskin akan dituangkan dalam perbuatan keji yang tidak bisa lagi dicegah, maka pembunuhanpun mejadi hal biasa bagi mereka. Lihat saja pembunuhan yang dilakukan massa, pengeroyokan dengan pemukulan sampai pembakaran si korban yang tidak bisa dicegah oleh aparat kepolisian. Padahal si penjahat muncul dari antara orang-orang miskin yang lapar makanan minuman dan haus akan nafsu manusiawi, yang kemudian juga dianiaya oleh kelompok orang-orang yang merasa lebih baik, toh kelompok-yang-merasa-lebih-baik ini dengan sadar telah menjadi pembunuh. Lihat saja di berita-berita mass media belakangan ini! Orang merampok dengan senjata tajam, dengan senjata api yang dengan entengnya melukai sampai membunuh sang korban (korban: tentu saja orang-orang yang masih memiliki banyak kekayaan), atau lihat banyak orang yang disangka maling, dikeroyok dan dibakar di jalanan sampai mati. Jangan lupa, ada banyak kelompok provokator yang dibayar oleh para ‘perampok harta bangsa’ yang ketakutan akan pembalasan rakyat. Provokator ini akan menggiring rasa lapar dan haus rakyat miskin kepada kekejian dan penghancuran. Coba lihat berita-berita di mass-media, pembunuhan meraja-lela!
Akankah kita biarkan kehancuran terus berlanjut? Siapa yang mau silahkan tunjuk tangan!
Kalian pikir, hei perampok, akan dapat menyelamatkan anak-cucu dan keluarga kalian dari kehancuran, dengan lari keluar negeri membawa harta rampokan!? Kalian pikir kalian punya cukup modal untuk memberikan anak-cucu dan keluarga kesempatan bersekolah tinggi di luar negeri, kehidupan yang berkemewahan di kemudian hari?
Percuma saja! Kalian bisa pergi ke luar negeri, tetapi dengan predikat ‘manusia biadab’, lihatlah pandangan orang-orang di luar negeri atas penampilan kalian, tentu sinis dan merendahkan. Kalian menjadi manusia biadab, bahkan lebih biadab daripada mereka yang merampok di jalanan karena lapar dan haus, lebih biadab dari mereka yang terpaksa memperkosa karena haus akan nafsu manusia, karena kalian telah merampok segalanya dari kehidupan mereka.
Kalau sudah begini, kalian hanya bisa pergi ke KUTUB UTARA atau KUTUB SELATAN, berkawan dengan pinguin dan beruang es yang tidak bisa menampilkan kesan sinis ataupun merendahkan!
Lihat saja pengalaman banyak orang yang keluar negeri, bahkan saat pergi haji ke Tanah Suci, mereka mendapatkan pengalaman yang tidak menyenangkan, dianggap sebagai manusia biadab yang mencuri dari rakyat Indonesia, walaupun sebagian di antara mereka ini keluar negeri dengan uang halal sekalipun. Masyarakat dunia tidak pernah mau tahu siapa yang datang dari Indonesia, apakah orang jujur atau perampok seperti kalian, yang penting dan gampangnya, sebut saja orang Indonesia tidak beradab, maling dan rampok, bahkan disebut sebagai pembunuh sama seperti si raja perampok pembunuh jutaan manusia.
Begitulah, kalian yang berbuat, kami yang kena getahnya!
Apa yang dapat dilakukan?
Gampang saja, kembalikan harta jarahan itu kepada rakyat Indonesia.
BERTOBAT, MENGAKU, dan MENGEMBALIKAN KEKAYAAN BANGSA
Bertobatlah, mengakulah akan dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan, mintalah maaf kepada rakyat Indonesia, kembalikanlah kekayaan rakyat Indonesia, maka rakyat Indonesia akan memaafkan kalian, dan selanjutnya kalian akan dapat hidup dengan lebih nyaman, anak-cucu kalian akan selamat dari cercaan, dan bangsa ini akan lepas dari sebutan “bangsa BIADAB”.
Sementara itu, semua mass media harus merubah tampilan, terutama televisi dan media cetak, jangan memperlihatkan kehidupan wah – mewah, dengan figur-figur sexy menantang, karena tampilan tersebut hanya membangkitkan nafsu manusiawi yang rendah, terutama bagi rakyat yang sedang merasakan susahnya kehidupan dan sedang dalam perasaan kecewa, kesepian, tidak ada saluran pemuasan nafsu, karena nilainya yang tinggi tidak bisa mereka capai dengan mudah melalui jalan kebenaran.
STRATEGI PENGHANCURAN BANGSA
Setelah membaca tulisan-tulisan saya dan mengamati kehidupan bangsa ini, Anda semua akan tahu, bahwa kita mulai terbawa ke dalam arus penghancuran, penghancuran bangsa yang telah diskenariokan secara canggih oleh si raja rampok Indonesia, berikut kaki-tangannya yang mungkin sadar ataupun tidak sadar telah ikut bermain. Jangan lihat siapakah dari luar negeri yang akan menghancurkan bangsa ini, dengan semua trik-intrik mereka, tetapi kita sendiri yang telah hanyut dalam arus penghancuran.
SADARLAH, cobalah menyadarkan diri kita sendiri akan arus penghancuran yang sudah melaju dengan kencang.
SADARLAH, kita harus kembali kepada ke JALAN yang BENAR
Jangan tunggu orang lain melakukan sementara kita berdiam diri, mulailah sadarkan diri kita, keluarga, dan lingkungan kita akan bahaya arus penghancuran bangsa. Cukup dengan menjaga diri kita, keluarga dan lingkungan agar tidak ikut-ikutan menjadi rampok, rampok harta kekayaan bangsa ataupun merampok karena lapar dan haus. Jauhkan diri dari perasaan ingin ikut ambil bagian dalam perampokan harta bangsa, dan yang utama: Jauhkan diri dari kekerasan dan kekejian.
- Mari kita sinis dan merendahkan mereka yang telah merampok harta bangsa.
- Mari kita bertanya kepada si kaya darimana mereka mendapatkan kekayaan mereka.
- Mari kita pelototi mereka yang pamer kekayaan, kemewahan dan kesexyan.
- Mari kita bertanya dari mana uang yang digunakan untuk mendapatkan diploma HaHaHa mereka.
- Lebih baik kita sendiri yang melakukan sinisme dan perendahan diri mereka daripada hal ini dilakukan oleh bangsa lain di luar negeri. Kembalikan etika dan budaya malu, dengan mempermalukan mereka yang telah menjadi perampok-perampok harta kekayaan bangsa, yang sementara ini telah dengan bangga memperlihatkan kekayaan dan kemewahan hasil jarahan mereka.
Semoga kita tidak terlambat kembali ke JALAN yang BENAR atau kita akan terdampar di neraka dunia.
Kehidupan yang sudah riuh rendah penuh dengan kekejaman dan kejahatan ini tidak akan bisa berubah menjadi kehidupan yang aman, nyaman dan menyenangkan kalau sebagian orang yang menjadi rampok-rampok ini tidak pernah mau sadar akan kejahatan yang telah mereka lakukan atas bangsa Indonesia. Semua gejala ini hanya bisa dihentikan dengan kesadaran dari para rampok-rampok bangsa, dengan menghentikan kegiatan perampokan, dengan berganti dengan aktifitas yang penuh kejujuran, dengan mengembalikan harta hasil rampokan yang selama ini dikangkangi sendiri, dengan merubah diri menjadi orang baik-baik (baik-baik yang asli bukan munafik) yang mulai mau memperbaiki diri sendiri dan lingkungannya.
Apa yang harus kalian lakukan, hey perampok harta bangsa?
Nah, inilah yang kalian harus lakukan! Mulailah berhitung, berapa nilai gaji kalian selama kalian bekerja, berapa nilai simpanan kalian di bank-bank nasional dan luar negeri, kembalikanlah semua uang tersebut kepada bangsa Indonesia (dikurangi hak kalian yang sebenarnya, sebesar nilai gaji X masa kerja kalian), itu sudah sangat baik buat kalian.
Kalau kalian tetap tidak mau mengembalikan harta jarahan itu, maka kalian akan segera mendapatkan karma dunia berupa hukuman masayarakat lokal maupun dunia internasional, dan tentu saja hukuman neraka. Perlu diketahui, hutang-piutang antara kalian dengan rakyat Indonesia pasti suatu saat akan dilunasi, rakyat akan meminta tanggung jawab kalian, dan mereka akan mengejar kemanapun kalian pergi, inilah REVOLUSI, dan masyarakat dunia internasional akan mengerti akan hal ini, dan mereka akan pasti melakukan tekanan etika dan moral kepada kalian ataupun keluarga kalian, dengan pandangan maupun sikap sinis yang merendahkan.
Saya akan terus membuka borok-borok kekejaman kalian apalagi kekejaman raja kalian: raja rampok, dan biarlah semua orang yang keluar negeri akan mendapatkan sinisme, pelecehan, dan pandangan yang merendahkan dari masyarakat dunia, sampai semua rampok-rampok ini sadar akan ketidak mungkinan menggunakan harta rampasan itu hanya untuk diri sendiri. Kalau Anda tidak ingin ini terjadi, maka cobalah menyadarkan lingkungan Anda agar mau kembali ke jalan yang benar sebelum terlambat.
Dan barang siapa dengan segera mengembalikan harta rampasan dari bangsa Indonesia dengan sadar dan ikhlas, maka dia pasti akan diampuni oleh rakyat Indonesia.
Para pejabat! Mulailah kembali ke jalan yang benar! Para pengusaha bayarlah pekerja kalian dengan nilai yang benar!
Politikus, cobalah bercermin, apakah kata-kata yang keluar dari mulut kalian yang bau itu benar-benar aspirasi rakyat atau hanya menyuarakan kepentingan pribadi, kelompok kalian atau malah demi pesan sponsor yang membayar kalian.
Hentikan kegiatan rampok merampok yang selama ini kalian jalankan dengan penuh kesadaran, dengan penuh kerakusan, dengan penuh kemunafikan, dengan kekejaman. STOP!!!!
Jangan gunakan kesempatan untuk memperkaya diri sendiri, karena itu berarti kita mempersiapkan rampok-rampok, maling-maling, tukang todong, para pemerkosa, dan segala jenis bajingan di sekeliling kita.
Jakarta, 12 Juli 2000
mas Bei
