038 MADANI
Madani= tebal telinga, tidak berperasaan, curang dalam permainan??
Berhubung masa krisis moneter di Indonesia, saya sedang kekurangan pekerjaan, jadi iseng-iseng mau lihat apa sih arti MADANI yang sedang digembar-gemborkan oleh Mr. President Indonesia, seperti masyarakat madani, keluarga madani, yayasan madani sampai kepada BUMN dana madani.
Setelah mencari di buku “Kamus Besar Bahasa Indonesia” dari Balai Pustaka. kata ‘madani’ ini tidak ada, yang paling dekat adalah kata ‘mada’ yg mungkin ditambah dengan imbuhan ‘ni’ untuk menjadi ‘madani’, kemungkinan lain yg cukup dekat adalah kata ‘padan’ yg mungkin ditambah dengan imbuhan ‘i’ menjadi kata ‘padani’ kemudian diucapkan sebagai ‘madani’.
Iseng-iseng yg menarik, karena arti ‘mada’ dan ‘padan’ yang artinya sbb:
- mada a tidak berperasaan; tebal telinga: ia berbuat sbg orang yang ~ saja
- 1padan a 1 banding; imbang: ia menang dgn mudah atas lawan yg bukan ~nya; 2 cocok;
- esuai; patut benar: ia bertubuh kekar dan atletis, ~lah menjadi petinju
- 2padan n 1 sempadan; batas; 2 garis (titik dsb) . . .
- 3padan n janji; mengecoh -, tidak menepati janji; berpadan berjanji
- 4padan a curang (terutama di permainan)
- 5padan (layar -) n layar yg dipasang pd waktu angin ribut . . .
Nah, kalau kata ‘mada’ yg berarti tidak berperasaan; tebal telinga atau kata ‘4padan’ yg berarti curang (terutama di permainan) yg dipakai dalam kata ‘madani’ sekarang maka bisa saja kata rakyat/kelompok madani berarti ‘rakyat/kelompok yg tidak berperasaan, tebal telinga dan curang dalam permainan (politik)’, seperti pemerintahan si Mr President yg sekarang.
PROTES DULU & SEKARANG
Di era pemerintahan ORBA/Suharto, rakyat tidak boleh protes apapun yg terjadi, siapa yg protes ditekan, dikucilkan, kalau perlu ditangkap, sedangkan di era Mr President yg sekarang, siapapun boleh protes karena inilah demokrasi katanya. Tetapi apakah protes/ suara rakyat akan didengar itu lain hal. Saat inilah ‘madani’ berlaku yaitu ‘tidak berperasaan, tebal telinga’. Jadi sekarang suara teriakan/protes sekeras apapun tetap tidak berfungsi, karena tidak akan didengar, dan ‘madani’ yg berasal dari kata ‘4padan+i’ yg berarti ‘curang dalam permainan’ politik terus dijalankan.
WELEH-WELEH . . . iseng-iseng tapi serius lho.
Coba saja lihat, rakyat tidak mau RUU PKB, mereka tetap saja ‘mada’, lihat saja skandal Bank Bali, mereka tetap ‘4padan’, atau banyak teriakan/protes rakyat yg lain, tetap saja mereka ‘mada’ atau ‘4padan’. Semoga presiden dan pemerintahan yg akan datang tidak ‘mada’ dan tidak ‘4padan’ . . . Semoooogaaa . . . mari kita berdoa.
Jakarta, 22 September 1999
ttd
mas Bei
