044 UMATNYA ALLAH
6 Oktober 2001
Umatnya Allah, atau terbatas rakyat suatu negara?
Seseorang yang beragama Islam tidak boleh hanya berpatokan sebagai warga suatu negara, tetapi dia adalah umat dari Yang Maha Kuasa (Allah) yang menguasai alam semesta tanpa batasan tapal batas kenegaraan. Inilah globalisasi yang sejati, globalisasi Islam yang menyatakan setiap insan adalah umat dari alam semesta, umat dunia.
Setiap kegiatan umat manusia di dunia akan membawa aksi dan reaksi antar kelompok, antar bangsa suatu negara, antar negara dengan negara yang lain.
Bila sekelompok manusia mulai melakukan pengrusakan, penghancuran, penyengsaraan terhadap kelompok yang lain, maka kelompok yang lain akan melakukan pembalasan, yang satu melakukan kejahatan terhadap yang lain maka yang lain akan melakukan aksi balas dendam, demikian seterusnya. Demikian juga Amerika yang selama ini telah melakukan pengrusakan, penghancuran kehidupan bangsa-bangsa dan negara-negara lemah, akan mendapatkan pembalasan atas kesewenang-wenangan mereka selama ini. Lihatlah, berapa banyak negara-negara di dunia yang telah diudal-adul oleh Amerika, sehingga kehidupan masyarakat negara-negara itu menjadi kacau balau, dengan jurang pemisah yang lebar dan dalam antara rakyat banyak dengan sekelompok elit kaki tangan kapitalisme globalnya Amerika. Berapa ratus juta rakyat yang sengsara akibat perbuatan Amerika, di Indonesia saja ada 200 juta rakyat yang telah disengsarakan oleh Amerika walau tidak secara langsung! Lihat Vietnam, Cuba, Irak dan banyak negara-negara Amerika Latin!
Sekarang ini, Amerika akan melakukan penghancuran suatu bangsa yang kebetulan beragama Islam, dengan dalih akan menghancurkan teroris, tidak terlepas Irak akan juga diserang habis-habisan oleh Amerika, sekalian jalan kata mereka! Apakah umat manusia yang sekaligus umatnya Yang Maha Kuasa (Allah) akan tetap membiarkan hal itu terjadi!? Ingat, Anda, kita semua adalah umatnya Yang Maha Kuasa, sebagai Penguasa alam semesta, apakah kita akan berpangku tangan terhadap kegiatan rusak-rusakan Amerika dengan sekutunya saat ini yang siap menghancurkan orang, kelompok, ataupun negara lain. Kita harus sesegera mungkin melakukan pencegahan kegiatan mereka yang menyatakan diri mereka sebagai manusia-manusia beradab dari negara-negara maju seperti Amerika dan sekutu-sekutunya. Amerika selalu bilang bahwa mereka adalah negara hukum, polisi dunia, tetapi lihatlah kenyataan yang ada, mereka tidak kenal malu, mereka biadab, mereka terus-menerus melakukan penghancuran bangsa dan negara lain tanpa kenal perikemanusiaan. Lihatlah sejarah bagaimana Amerika melalui CIA sudah mencoba menghancurkan bangsa Indonesia, demikianlah yang mereka akan lakukan terhadap bangsa-bangsa lainnya di dunia, terhadap umatnya Yang Maha Kuasa. Ataukah mereka itu sebenarnya mahluk yang tidak kenal Yang Maha Kuasa, tidak kenal Tuhan Allah, atheis dan malahan komunis, karena mereka tidak punya adat yang baik, tidak punya sopan-santun, tidak beradab, tidak berperikemanusiaan, tidak menyayangi sesama, selalu mencoba melakukan exploitasi bangsa dan negara lainnya!!! Hei, mereka tidak kenal Tuhan Allah, merekalah setan-setan, Dajjal, paling tidak mereka adalah manusia-manusia berhati setan, walau kehidupan mereka terlihat begitu sempurna penuh dengan harta benda (materialis) dengan uang-uang haram (kapitalis) yang diperoleh dari penjarahan atas bangsa-bangsa dan negara-negara di dunia.
Buat bangsa Amerika, kalau kalian mengaku memiliki Tuhan Allah, mengenal adanya Yang Maha Kuasa, beragama yang baik, maka kalian akan sadar bahwa dunia dan alam semesta adalah milik Tuhan Allah semata, kalian harus sadar akan hal ini, dan mulailah berubah sikap agar tidak mengalami kehancuran lebih lanjut. Atau kalian siap untuk menjalani perang dunia ke III yang pasti akan menghancurkan dunia, menghancurkan kehidupan kalian sendiri, ingat keterkaitan antar umat dunia tidak bisa diputuskan begitu saja, semua memiliki interaksi saling tergantung satu sama lain. Ingat, kalian punya produk yang harus dijual ke manca negara, dan kalian butuh sumber alam dari negara lain, jangan hanya demi emosi keangkuhan diri langsung menghancurkan yang lain, kalian akan menikmati aksi balasan secara langsung dan tidak langsung.
Wahai umat dunia, umatnya Yang Maha Kuasa, umatnya Tuhan Allah, marilah kita mengutuk segala macam kekerasan, dan segala macam tindakan sewenang-wenang dari suatu kelompok terhadap kelompok yang lain. Kita kutuk terorisme yang mencelakai rakyat banyak, yang menghancurkan kehidupan rakyat banyak, juga mengkutuk tindakan Amerika dengan sekutunya yang akan melakukan penghancuran bangsa lain yang tidak sejalan dan sepaham dengan ideologi kapitalis globalnya Amerika dan negara-negara maju.
Buat pemerintah Indonesia, jangan asal omong untuk mencabut kewarganegaraan setiap insan yang akan pergi berjihad ke Afghanistan untuk membela sesama umat atas serangan penghancuran Amerika dan sekutunya. Mereka yang akan pergi untuk membela sesama umat, umatnya Allah, adalah orang-orang yang berniat suci, mereka mau dan berani berjuang demi sesama, karena mereka merasa sebagai umat dunia, umat alam semesta, umatnya Allah semata, yang jelas-jelas tidak mengenal adanya batasan negara, mereka adalah umat Allah yang sejati.
Kalau pemerintah mengakui Pancasila, dengan sila pertama: “Ketuhanan Yang Maha Esa”, maka itu berarti pemerintah setuju bahwa setiap rakyatnya adalah umatnya Yang Maha Esa, umatnya penguasa alam semesta.
DAMAI ITU INDAH!?
“Damai itu indah” begitulah slogan yang digembar-gemborkan oleh militer Indonesia, lihatlah slogan-slogan “kedamaian” itu dipasang di seantero Ibukota Jakarta, walau kedamaian itu sendiri relatif, karena perut yang lapar, tidak punya uang, tidak punya pekerjaan, tidak punya masa depan, selalu ditindas, tidak akan pernah menciptakan “kedamaian”, paling tidak banyak perut rakyat yang rusuh karena kekurangan makan, kelaparan! Pemerintah ataupun militer Indonesia begitu getol untuk mencanangkan “Damai itu indah” dan berusaha untuk menghalau segala macam kerusuhan yang mungkin timbul akibat kesenjangan sosial yang begitu lebar dan dalam. “Damai itu indah!”, kata mereka.
Bagaimana kalau pemerintah Indonesia memulai memesan banner “Damai itu indah” dan memasangnya di seluruh penjuru dunia, dari kutub selatan sampai kutub utara, dari Afghanistan sampai ke Amerika. Bagaimana? Jangan lupa tambahkan di banner itu dengan kutukan bagi pelaku kekerasan dunia, termasuk Amerika dan sekutu-sekutunya. Hal ini bisa dilakukan kalau saja para elit pemimpin bangsa Indonesia mengakui dirinya sebagai umatnya Yang Maha Kuasa (penguasa alam semesta).
