Site icon Bambang Subaktyo's Blog

069 GENERASI JEMPOLAN

069 GENERASI JEMPOLAN

Untuk menjadikan Indonesia Jaya di Masa Depan, kita butuh generasi penerus yang jempolan, yang mampu bersaing dengan bangsa bangsa lain di dunia. Kita perlu menyiapkan berbagai hal untuk bisa menjadikan mereka jempolan, bukan kacangan, agar mereka sehat …

Apakah SEHAT itu?

Apakah sehat itu hanya terkait kepada badan yang tidak sakit saja?

Apakah yang sakit itu hanya badan seseorang saja?

Bagaimana dengan kondisi psychis kejiwaan, apakah kejiwaan seseorang tidak bisa sakit, bagaimana dengan pikiran seseorang, apakah pikiran tidak bisa sakit, atau apakah mental seseorang tidak akan pernah sakit?

Apakah seseorang itu bisa sakit karena kurang makan, salah makan, terserang bakteri atau virus, hanya karena Toxin, Poison dan Dirt saja?

Bukankah kondisi kejiwaan dan pikiran seseorang bisa menyebabkan orang itu kehilangan gairah hidup, kehilangan semangat hidup, kemudian kondisi badannya melemah dan akhirnya bisa sakit?

Jadi slogan “Mens sana in corpore sano” tidak begitu saja bisa dikatakan jiwa yang sehat berada di badan yang sehat. Jiwa, mental, spiritual, emosi tidak selalu sehat meski badan seseorang itu sedang dalam keadaan sehat. Atau sebaliknya, jiwa, mental, spiritual, pikiran, emosi seseorang itu sehat sementara badan orang itu dalam keadaan tidak sehat. Kata orang Inggris: “Don’t judge a book by the cover”, jangan membuat satu penilaian hanya dari tampilan luar saja, alias tampilan luar yang terlihat itu belum tentu sama dengan isi didalamnya. Penampilan luar yang bagus belum tentu isinya sama bagusnya atau sebaliknya, terlihat di luar jelek, belum tentu isinya sama jeleknya. Bisa saja terbalik balik, pria tampan berbadan sehat, tegap dan macho ternyata melambai. Atau seperti sang menteri perikanan saat ini, hanya tamatan SD, ternyata otaknya brilian, punya bisnis mancanegara, kaya raya tetapi tetap sederhana dan baik hati.

Pembahasan ‘SEHAT’ di buku ini bukan sekedar sehat badaniah (jasmaniah) saja, tetapi juga sehat jiwa dan rohani (spiritual). Kita memerlukan ‘SEHAT’ ini hadir dalam kehidupan generasi penerus bangsa, sehat dalam banyak segi, bukan sekedar badaniah saja.

Untuk bisa mendapatkan generasi penerus bangsa yang jempolan, diperlukan banyak pendukung seperti:

Makanan yang cukup dan bergizi

Anak-anak harus mendapatkan asupan makanan yang cukup dan bergizi. Untuk mereka diusahakan untuk mendapatkan tambahan makanan yang disediakan di sekolah mereka, siapkan kantin sekolah yang menyediakan makan siang untuk mereka. Paling tidak mereka mendapatkan sebagian asupan selama mereka berada di sekolah.

Waktu

Anak-anak harus punya cukup waktu untuk bisa bermain, bersilaturahmi antar anak-anak, berolahraga, bergiat dalam hobby dan mengejar hasrat bakat mereka di berbagai bidang yang tidak ada di sekolah atau melanjutkan kegiatan yang ada di sekolah di luar jam sekolah. Anak-anak tidak perlu membuang banyak waktu dalam perjalanan dari rumah ke sekolah dan saat pulang dari sekolah ke rumah. Mereka juga butuh istirahat yang cukup, bukan menghabiskan waktu lebih banyak di jalanan karena rumahnya jauh dari sekolah. Begitu juga Orang tua harus punya cukup waktu untuk bisa berbicara dengan anak-anak mereka, bisa bercengkrama, bisa makan malam bersama, bisa berlibur bersama. Jangan habiskan waktu orang tua hanya untuk perjalanan dari rumah ke tempat kerja dan sebaliknya saat pulang kerja. Jangan sampai pagi hari sang bapak/ibu berangkat kerja sang anak sudah tidak ada di rumah karena pagi pagi sudah harus berangkat ke sekolah yang jauh dari rumah, dan saat sang bapak/ibu pulang kerja, sesampai di rumah, anak-anak mereka sudah tidur pulas. Harus tersedia lebih banyak waktu bagi keluarga agar hubungan mereka bisa lebih harmonis, lebih sehat. Orang tua bisa memberi nasehat kepada anak-anak, orang tua bisa membantu dalam pekerjaan rumah anak-anak, orang tua bisa memberi arahan dan masukan bagi anak-anak.

Sarana – prasarana, ruang untuk berbagai kegiatan

Untuk bisa menyehatkan generasi penerus bangsa lahir-batin, diperlukan bermacam sarana-prasarana dan ruang untuk berbagai kegiatan mereka. Ruang berupa taman, lapangan untuk mereka belajar sportivitas dalam berolahraga, untuk mereka bermain, berolahraga, bersilaturahmi, dll. Sarana-prasarana diperlukan untuk memberikan mereka kesempatan mengejar hobby kesukaan mereka, untuk menambah wawasan mereka dalam keilmuan, dalam hal ketrampilan, dalam hal pemenuhan hasrat mereka mendapatkan pengetahuan. Sarana-prasarana yang sifatnya terbuka bagi mereka baik berada di satu gedung pertemuan anak remaja (Youth Centre) atau di sekolah atau di gedung umum seperti perpustakaan dlsb. Bebaskan mereka untuk menggunakan sarana-prasarana itu tanpa biaya, berlakukan aturan yang membangun tanggung jawab mereka. Jelas bukan sarana-prasarana yang berbiaya tinggi, yang mampu (punya uang) bisa menggunakannya sementara yang tidak mampu hanya menelan ludah karena tidak punya uang untuk bisa membayar biaya penggunaannya.

Kesehatan

Buat apa kita menggunakan sistem kartu yang membedakan perawatan kesehatan antara anak yang satu dengan anak yang lainnya, ada yang di kelas 3, ada yang di kelas 2, ada yang di kelas 1, seakan akan ada kasta – golongan. Buatkan peraturan, undang undang yang membebaskan biaya bagi anak-anak untuk mendapatkan perawatan kesehatan yang sama bagi semua anak-anak Indonesia. Setiap anak (orang) yang masih berstatus usia sekolah atau masih berada didalam pendidikan, segala tingkatan itu boleh mendapatkan perawatan kesehatan dimana saja tanpa biaya. TIDAK PERLU KARTU KESEHATAN!

Setiap saat seorang anak merasakan tidak sehat, dia bisa diantar ke rumah sakit umum negara untuk mendapatkan perawatan kesehatan, baik rawat jalan maupun rawat inap. Cukup dengan menunjukkan KTP, bagi yang berusia diatas 21 tahun dan masih tidak bekerja, dan KTP atau kartu pelajar bagi mereka yang dibawah 21 tahun. KTP itu harus sudah online dan jelas ada data-data yang menyatakan si pemegang KTP itu masih dalam proses pendidikan, masih bersekolah atau masih duduk di perguruan tinggi.

Olahraga dan Kesenian

Masalah kesempatan ber-olahraga ini sudah dibahas di sarana-prasarana dan ruang untuk berbagai kegiatan. Berikan support bagi anak-anak yang menyukai olahraga tertentu, dengan menyediakan sarana-prasarana, ruang untuk mereka berlatih, dan juga peralatan pribadi mereka dalam menjalankan olahraga itu, seperti menyediakan sepatu, raket, dll buat mereka yang berprestasi. Selenggarakan berbagai lomba antar sekolah, antar daerah agar mereka bisa saling mengadu kemampuan.

Olahraga merupakan ruang untuk belajar sportivitas, berani kalah, menerima kekalahan, menang dengan rendah hati … bukan hanya menyehatkan badan tetapi juga mendapatkan kesehatan pikiran. Sementara kesenian adalah ruang untuk menyelaraskan badan dan pikiran, untuk kesehatan badan dan pikiran.

Bantuan bukan hanya untuk olahraga, juga untuk berkesenian, terutama kesenian daerah. Berikan kesempatan dan bantuan yang seluas luasnya, sebesar besarnya bagi anak-anak yang memang memiliki hasrat bakat olahraga dan berkesenian. Siapkan sarana-prasarana dan ruang untuk itu.

Kesempatan untuk mengembangkan diri

Setiap anak pasti unik, mereka berbeda dalam hal hasrat pribadi seperti olahraga dan kesenian, dalam hal kegemaran mereka di berbagai bidang. Siapkan ruang ruang kelas untuk itu, siapkan pelatih, trainer, guru untuk berbagai jurusan pengembangan diri. Tidak hanya anak-anak, remaja tingkat sekolah atau mahasiswa, tetapi peserta umum dewasa harus mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan diri, dari ketrampilan memasak, ketrampilan menjahit, ketrampilan seni pekerjaan tangan, kursus bahasa daerah sampai kursus bahasa asing, dan berbagai kegiatan lain untuk meningkat pengetahuan (pengembangan diri) ataupun sekedar pengisi waktu. Setiap kesempatan itu harus disediakan sepenuhnya oleh pemerintah daerah, diberikan pengarahan, dicarikan jalan keluar untuk mendapatkan peningkatan pendapatan mereka. Semua kesempatan itu disesuaikan dengan kebutuhan daerah, dengan budaya lokal dan nasional.

Dan lain lain

Beberapa sistem yang memanage data-data terkait generasi penerus perlu disiapkan, data-data ini bisa digabungkan dengan sistem kependudukan nasional, menjadi semacam historical information setiap anak Indonesia, berisikan informasi kegemaran, keahlian, ketrampilan, kegiatan kesenian, kesehatan, kekurangan atau handicap, dlsb.

Bilamana diperlukan, data-data itu bisa digunakan untuk pemberdayaan masyarakat berdasarkan biodata yang tersimpan di database tersebut dan disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.

Dibutuhkan sistem perencanaan bangku sekolah berdasarkan usia setiap anak di setiap daerah atau rayon. Pamong bisa melakukan perencanaan pembangunan gedung sekolah, penambahan ruang kelas, penambahan guru (pengajar) dan pelatih untuk berbagai jurusan atau bidang yang sesuai dengan keadaan setiap daerah. Dan berbagai fasilitas pendukung tercapainya generasi penerus bangsa yang jempolan, yang bisa bersaing dengan anak-anak dari mancanegara.

Jakarta, 6 Desember 2014

Exit mobile version