Site icon Bambang Subaktyo's Blog

076 Merayakan Hari Anak Sedunia

076 Merayakan Hari Anak Sedunia

23 November 2014

Hari Anak sedunia, 20 November 2014 dirayakan di Jakarta, berlangsung di area Car Free Day … alias di JALANAN!

Kasihan anak anak generasi penerus bangsa, mereka sudah tidak punya lahan bermain, tidak punya lapangan atau taman atau ruang untuk berolahraga, untuk bersosialisasi, juga untuk masyarakat bersilaturahmi … semua BOLEH dan HARUS dilakukan di JALANAN!!!

Makan di jalan, minum di jalan, pesta di jalan, upacara hari raya di jalan, peringatan kemerdekaan di jalan, pesta kemerdekaan di jalan, ritual agama di jalan, bermain di jalan, olahraga di jalan, pacaran di jalan, demo di jalan, kampanye di jalan, pipis di jalan, aak (BAB) juga di jalan … terus anak-anak Indonesia mau dijadikan ANAK JALANAN!? Gitu!?

Belum lagi, setiap hari, anak-anak sekolah belajar mengacau di jalanan, orang tua harus mengantar anak mereka ke sekolah yang jauh dari rumah dalam waktu sesingkat-singkatnya, jadi terpaksa memberikan pelajaran tambahan extra kurikuler: bagaimana melanggar peraturan, melawan arah, berbelok di tempat dilarang berbelok, berkendaraan roda dua bertiga atau bahkan berempat sering terlihat … setiap hari, dari jam 7:30 sampai jam 14 anak-anak belajar berdisiplin, taat hukum, patuh peraturan, menghormati guru dan orang lain … tetapi pagi saat berangkat ke sekolah dan sore saat pulang sekolah, mereka belajar mengacau di jalan, dari orang lain atau bahkan dari orang tuanya sendiri!?

Jadi, sebenarnya apa yang akan diperingati di acara HARI ANAK SEDUNIA itu?

Hanya sekedar memeriahkan ‘hari’-nya saja, lalu soal nasib anak-anak di dunia atau nasib anak-anak generasi penerus bangsa itu terus ACUH TAK ACUH?

Kemana para pembela anak-anak Indonesia?

Kemana komnas anak Indonesia? Ngapain saja mereka!?

Banyak yang IMPOTENS soal nasib generasi penerus bangsa … kebanyakan cuma memikirkan perut sendiri sendiri, lupa akan kebersamaan, lupa akan masa depan bangsa!

Apa faktor yang memungkinkan “Bangsa dan Negara Indonesia Jaya di Masa Depan”!?

Kejayaan hanya mungkin terjadi bila kita memperhatikan anak-anak kita saat ini.

Nasib masa depan bangsa dan negara ada di tangan anak-anak generasi penerus bangsa!

Jadi, jangan cuma merayakan hari Anak Sedunia itu di jalanan, tetapi mulailah minta kepada penguasa agar anak-anak dijauhkan dari jalanan, agar anak-anak bisa bermain dan berolahraga di tempat yang seharusnya, bukan dijalanan atau di mall atau di tempat hiburan yang mahal harganya yang bisa mengundang konsumerism. Tolong mintalah kepada setiap penguasa daerah agar mereka mulai memikirkan anak-anak generasi penerus bangsa, agar mereka mulai menyiapkan berbagai fasilitas pembentukan jiwa dan mental anak-anak yang tidak berbau jalanan.

Inilah masanya REVOLUSI MENTAL, dimulai dari menjauhkan anak-anak dari kegiatan jalanan, jangan bermain di jalan, jangan olahraga di jalan, jangan tawuran di jalan, dst.

Sekolah juga dikembalikan ke sistem rayon, anak-anak tidak perlu naik kendaraan dari rumah ke sekolah, agar mereka bisa berjalan kaki atau naik sepeda, mereka bisa saling bersilaturahmi satu sama lain, agar persatuan itu terbentuk sejak kecil, agar anak-anak bisa saling kenal dengan anak-anak bertetangga, bisa bermain bersama, bukan saling bertemu dan berjanji di MALL atau hanya bermain gadget teknologi canggih yang membuat anak-anak terbelenggu di batok tempurung masing-masing.

Adakah yang masih berpikir jauh ke depan, demi kejayaan bangsa dan negara, dengan menyelamatkan anak-anak kita, sebagai generasi penerus bangsa dan negara Indonesia!?

***

Bila kita ingin memberikan kesempatan anak-anak generasi penerus bangsa ini bisa menjadi generasi JEMPOLAN, yang bisa bersaing dengan warga mancanegara, maka kita harus mempersiapkan segala sarana prasarana bagi membesarkan mereka dengan aman, dengan penuh kedamaian, penuh nilai-nilai positif, dengan berbagai kesempatan bagi mereka menikmati hari-hari mereka sebagai anak-anak, bukan sebagai anak jalanan.

Exit mobile version