Site icon Bambang Subaktyo's Blog

#2 Makan Pete Tak Bau Pesing

#2 Makan Pete Tak Bau Pesing

Saya berani bilang … makan pete tak menyebabkan bau pesing, BAB atau pipis tidak akan bau pesing!!! …. kalau Anda menjalankan terapi pete selama 4 hari berturut, maka pada hari ke-5 saat pagi Anda BAB atau pipis, puff dan urine itu sudah tidak bau pesing lagi! Bila Anda lanjutkan terapi pete ini, maka pagi hari berikutnya tidak berbau lagi, badan terasa lebih segar, lebih sehat dari saat sebelum ikut terapi. Saat Anda jalankan terapi selama 2 minggu berturut turut, maka … darah, pembuluh darah, organ pencernaan dan badan Anda dibersihkan dari berbagai toxin/poison/dirt (TPD) yang telah Anda konsumsi selama bertahun-tahun (bisa puluhan tahun lho!) sebelumnya, lalu Anda berhenti terapi selama seminggu dan saat Anda makan pete lagi, keesokan harinya BAB dan urine tetap tidak berbau … karena badan Anda sudah bersih, sudah dibersihkan oleh pete. Saya perhatikan pada diri saya sendiri, setelah selang sebulan tidak makan pete, kemudian makan pete, BAB dan urine tetap tidak bau.

Saat saya tawarkan pete atau Terapi Pete kepada masyarakat, banyak saya temui penolakan dengan alasan adanya bau tak sedap itu. Ada yang menolak dengan halus, ada yang melotot marah karena merasa direndahkan dengan tawaran itu … ibaratnya: orang kota kaya berpendidikan berkelas kok ditawari makan buah bau pesing kampungan, ndeso, kelas rendah, tak berkelas … maka marahlah mereka. Ada yang secara spontan memperlihatkan kemarahannya, ada yang tidak berkata apapun tetapi roman mukanya berubah drastis menjadi merah padam, ada yang berubah sinis sambil menyeringai, ada yang melengos pergi tanpa ba-bi-bu, dlsb.

Bagi kebanyakan orang, pete cuma stingky, evil smelling beans yang selalu diasosiasikan (dikaitkan) dengan bau pesing, bau setan, makanan kelas rendah, makanan untuk orang kampung, makanan kampungan tak berkelas, ndeso, dst. Pete dipandang rendah dan dibenci oleh sebagian orang. Ledekan (kata-kata sinis merendahkan) dan hinaan mudah ditampilkan orang yang tidak mengerti manfaat pete … dan memang ada begitu banyak orang yang tidak mau mengerti atau belum mengerti manfaat pete.

Tidak hanya orang kaya berpendidikan tinggi yang menolak ajakan terapi pete, yang miskin tak berpendidikan sedang sakit-sakit-an dan tidak punya uang untuk ber-obat pun sulit untuk diajak ikut terapi pete. Kedua kelompok itu sama-sama tidak peduli akan tawaran saya, karena kebencian akan bau pesing itu, rasa malu bila terlihat makan pete, dan banyak alasan yang lain.

Dari dulu saya tidak begitu tertarik dengan pete, tapi saya tidak pernah punya pemikiran negatif tentang pete, saya tidak extra mencari pete di dalam masakan yang disuguhkan, tidak memisahkan pete bila ada di menu makanan yang dihidangkan. Tahun 1995 saya membaca sebuah artikel dari Prof. Hembing yang menyatakan pete bagus untuk membersihkan darah. Saya langsung tertarik untuk menguji dan melakukan penelitian tentang pete yang terus berlanjut sampai sekarang. Saya masih terus mencari pembuktian dan kebenaran akan kemampuan pete.

Sabtu, 3 Mei 2014, 22:36 diupload ke P4TL

Exit mobile version