Site icon Bambang Subaktyo's Blog

BERGANTI TOPIK

BERGANTI TOPIK

Berawal dari rasa penasaran akan herbal yang mudah diperoleh di kota besar (saya lahir & hidup di kota besar), saya membatasi diri ke penggunaan herbal asli yang mudah dan jelas bisa ditemukan di kota besar. Saya mencoba makan pete rebus di tahun 1995 berdasarkan sebuah artikel pendek dari profesor Hembing yang menyatakan “Pete bagus untuk mencuci darah”.

Dari sebuah artikel pendek tanpa keterangan apa, berapa ataupun bagaimana menggunakan pete untuk cuci darah itu, dan dengan rasa penasaran yang cukup besar akhirnya saya masuk ke penelitian pete selama 15 tahun, dari tahun 1995 s/d tahun 2010. Uji coba makan buah pete rebus dan minum air rebusan kulit pete dimulai dengan diri sendiri sebagai kelinci percobaan kemudian berlanjut dengan sejumlah peserta dari lingkungan terbatas. Keberhasilan terapi pete dalam menyembuhkan beberapa penyakit terlihat nyata, hal ini memberikan dorongan bagi saya untuk menyebarkan terapi ini kepada masyarakat luas, kepada setiap orang dimanapun juga, itulah masa sosialisasi terapi pete sekaligus uji coba kepada peserta dalam jumlah yang lebih besar dengan jenis penyakit yang lebih banyak lagi.

Sosialisasi terapi pete berjalan sejak 2010/2011 s/d Oktober 2014, sekitar 4-5 tahun saya memperkenalkan terapi pete, saya tawarkan kepada kalangan luas, saya buatkan presentasi, saya siapkan buku resep dan buku tentang terapi pete. Selama masa sosialisasi itu, saya telah menulis 9 buku, dari versi 1 s/d versi 7 bahasa Indonesia dan 2 buah buku dalam bahasa Inggris.

Buku pete itu hampir semuanya tersedia di blog WordPress dan di Facebook page Pete Therapy 4 Love (PT4L), bebas didownload, boleh dicetak, boleh diberikan kepada orang lain dalam bentuk hardcopy (print out) maupun filenya. Dan bila seseorang punya link-nya, dia bisa langsung mengambil buku buku itu dari Google Drive.

Tinggal satu hutang saya kepada masyarakat yaitu buku “Terapi Pete versi 7”. Buku ini sudah lama selesai ditulis, tetapi belum saya taruh di Google Drive, karena buku itu sejak awal Maret 2015 berada dalam penilaian editor suatu penerbit buku di Yogyakarta. Ada kemungkinan buku ini akan saya taruh di Google Drive dalam beberapa hari ini.

Setelah 20 tahun (1995 – 2015) bermain dengan buah pete (Terapi Pete), saya ingin menyelesaikannya sampai tuntas, sudah saatnya saya berpindah jalur. Misteri buah pete sudah saya ungkap, sudah cukup jelas bahwa buah pete bisa memberikan bantuan bagi banyak orang, saya tidak perlu ber-cuap-cuap lagi untuk meyakinkan orang soal terapi ini, sudah banyak pembuktian soal kemampuan buah pete. Jadi, cukuplah pembahasan masalah pete untuk kesehatan, untuk bisa hidup sehat dan mendapatkan kebahagiaan didalam urusan 4X4, bisa diperoleh melalui buah pete (terapi pete).

Jadi lebih baik buku versi 7 ini saya lepas di internet sesegera mungkin, seperti buku-buku yang lainnya, setiap orang bebas mengunduh buku ini tanpa biaya, karena memang sedari awal saya tidak berniat mencari keuntungan dari masalah ketidak-sehatan orang banyak, saya ingin membantu sebanyak mungkin, sejauh mungkin, secepat mungkin, sebagai usaha ber-AMAL saya sebagai seorang manusia membantu orang lain dengan KASIH dan SAYANG. Seperti tertulis di bagian awal buku-buku itu, inilah CKS + IP, Cinta Kasih Sayang + Ilmu Pengetahuan, inilah sumbangan saya.

Hidup sehat bisa dijaga dengan terapi pete, berbagai penyakit bisa dibantu sembuhkan dengan terapi pete, untuk kebahagiaan rumah tangga juga bisa dibantu dengan terapi pete. Tersisa satu hal yaitu mendapatkan kesejahteraan dari buah pete, yang bisa diperoleh melalui budidaya buah pete, melalui perdagangan buah pete secara internasional. Untuk mencapai hal ini diperlukan kerjasama diantara banyak pihak, para petani, lembaga lembaga negara terkait perdagangan, lembaga terkait pertanian (budidaya), lembaga promosi, dlsb. Sosialisasi buah pete dan terapi pete kepada warga masyarakat secara nasional dan ke mancanegara perlu lebih digalakkan lagi, pembentukan demand dan supply pete secara nasional maupun internasional perlu dibentuk melalui promosi dan pemberitaan lewat berbagai media.

KESEHATAN BADAN (FISIK) & KESEHATAN JIWA

Pembahasan kesehatan badan (fisik) sudah cukup panjang, sudah cukup jelas, tidak perlu mahal, bisa dilakukan dengan mudah, dengan biaya yang relatif rendah, bisa dijalankan dengan peralatan yang sederhana, dan bahan bakunya (buah pete) tersedia di seluruh Indonesia. Saya kira saya bisa berhenti membahas masalah kesehatan badan (fisik), dan berpindah ke topik yang lebih penting yaitu membahas kesehatan pikiran, kesehatan jiwa, kesehatan mental dan moral.

Selanjutnya saya akan berpindah ke ‘Revolusi Mental’ yang pernah digaungkan oleh calon presiden ke 7 Indonesia dalam masa kampanyenya di tahun 2014, dan setelah pasangan itu berhasil naik ke tampuk pimpinan tertinggi negeri ini, maka inilah masanya pembahasan kesehatan jiwa, pikiran, mental dan moral, masa perubahan status kesehatan jiwa, pikiran, mental dan moral, dan perubahan ini harus dilakukan dengan cepat itulah Revolusi Mental. Saya akan membahas ‘Menuju Revolusi Mental’.

Sebetulnya di kwartal 3 tahun 2014 sampai Januari 2015 saya sudah menyiapkan 4 buah buku ‘Menuju Revolusi Mental’:

  1. Yang Di Depan Menjadi Panutan, 173 halaman,
  2. Pendidikan Mental – Moral, 214 halaman,
  3. Mens Sana In Corpore Sano, 174 halaman,
  4. Hukum Kasih Sayang, 92 halaman.

Satu demi satu artikel yang ada di buku-buku itu secara ber-urut-an akan saya pasang di blog WordPress kemudian di-taut-kan ke Facebook page ‘Menuju Revolusi Mental’ (MRM), setelah artikel suatu buku terpasang cukup lengkap kemudian bukunya akan saya taruh di Google Drive dan link-nya saya pasang di blog dan di MRM, mereka yang berminat bisa mendownload buku itu.

AKHIR PEMBAHASAN TERAPI PETE

Sesuai judul tulisan ini: “Berganti Topik”, selesailah pembahasan buah pete (Terapi Pete), saya sudah memberikan ‘CKS + IP’ kepada orang banyak dalam bentuk terapi pete, selanjutnya terserah kepada masyarakat, diterima atau tidaknya terapi ini merupakan pilihan orang per orang, saya sangat bersukur bila ada yang menjalankan terapi ini, juga tidak jadi masalah buat saya kalau ada yang tidak peduli akan terapi pete ini.

Buku-buku terapi pete telah saya kirimkan kepada beberapa lembaga akademis nasional, juga saya kirimkan kepada 3 professor dalam 3 bidang keilmuan, kepada beberapa media mancanegara, kepada beberapa penerbit, terima kasih banyak bila ada yang bersedia melanjutkan penelitian terapi pete ini atau ada yang mau menerbitkannya, kalau tidak ada yang bersedia juga tidak masalah buat saya, saya sudah mendahulukan lembaga/akademisi/media/penerbit dalam negeri, jangan salahkan saya kalau sampai terjadi ada peneliti mancanegara yang melanjutkan penelitian terapi pete ini lebih jauh lagi dan apalagi kalau buku serupa terbit di luar negeri.

Facebook page ‘Pete Therapy 4 Love’ (PT4L) tetap ada, terus berlanjut, akan saya isi dengan informasi terbaru seputar pelaksanaan terapi pete, mungkin ada testimoni dari para peserta, atau ada hal hal yang perlu diperhatikan para peserta terapi, atau informasi tentang herbal yang lain. Atau bila ada pertanyaan seputar terapi pete dan jawaban untuk itu akan saya tampilkan di PT4L

Saya akan berganti topik ke

MENUJU REVOLUSI MENTAL

Dalam beberapa hari ke depan, Facebook page ‘Menuju Revolusi Mental’ akan direlease setelah beberapa artikel terkait MRM terpasang di blog. Artikel demi artikel dari buku-buku MRM akan saya upload ke blog.

Jakarta, 20 April 2015

Exit mobile version