Site icon Bambang Subaktyo's Blog

#4 Menu Masakan Berbahan Pete

#4 Menu Masakan Berbahan Pete

Cobalah Anda searching “buah pete” atau “Parkia speciosa” di internet, Anda bisa mendapatkan banyak informasi tentang buah pete (Parkia speciosa), ada banyak yang membeberkan manfaat pete, ada puluhan ribu penelitian pete, dll. Coba lihat di Wikipedia, disitu ditulis banyak hal terkait pete yang punya hubungan dengan Indonesia. Ada banyak menu masakan Indonesia yang sudah dikenal di mancanegara, ada nasi goreng pete, ada nasi goreng kambing + pete, ada sambel pete, ada sambel goreng hati + pete, sambel goreng udang juga + pete, ada rendang + pete, balado terong + pete, sambal hijau + pete, dlsb. Disebutkan juga dimana pete itu bisa tumbuh, ada beberapa nama negara tetangga Indonesia atau bagian dari negara tetangga, tetapi di Indonesia ternyata pulau Sumatra dan Jawa disebut secara khusus, karena ada banyak menu makanan berbahan pete yang populer di mancanegara, berasal dari kedua pulau itu.

Ada banyak blog yang menuliskan: ada banyak pelancong (traveller, wisatawan) dari berbagai belahan dunia yang khusus mengejar bermacam masakan yang mereka bilang lezat dan harus dirasakan sekali seumur hidup, dan ternyata … menu masakan berbahan pete termasuk didalam daftar buruan mereka. Mereka saling berbagi informasi tentang makanan yang mereka bilang perlu untuk dirasakan dan pete meski bau dikatakan sebagai makanan yang tidak hanya lezat tetapi bermanfaat untuk kesehatan dan perlu dicari. Ada masakan berbahan pete dari Thailand, Malaysia, Indonesia, India, dlsb yang mereka tulis sebagai makanan yang harus dicoba sekali se-umur hidup, kalau belum pernah merasakan makanan itu, serasa belum lengkap hidup ini.

Nah, saat searching masakan dari pete di internet, muncul bermacam masakan menggunakan pete … ada aneka sambal: sambal pete, sambal pete teri asin, sambal udang pete, sambal pete ebi, telur sambal pete, sambal (balado) terong pete, ayam goreng sambal pete, sambal pete jambal nasi, sambal pete papaya dan teri, sambal cumi pete, sambal terasi udang pete, sambal goreng udang pete, sambal goreng ati-ampela pete, sambal goreng tempe pete dlsb. Kemudian ada sayur pete (!?), sayur lodeh pete, sayur daun singkong teri pete, sayur labu ikan cucut asap pete, sayur tahu campur pete, sayur teri pete, sayur ketupat, dlsb.

Khusus di Indonesia, setiap hari raya seperti Lebaran ataupun Tahun Baru China, banyak keluarga yang menyiapkan masakan khusus berbahan pete, seperti sayur + pete + ketupat / lontong dan sambal goreng ati ampela pete. Kedua masakan itu hampir tidak boleh ketinggalan di setiap hari raya.

Pete merupakan bahan makanan yang mendapat tempat khusus dalam menu masakan Indonesia terutama di pulau Sumatra, Jawa dan Sunda. Untuk pulau-pulau lain di Indonesia, belum sempat saya teliti.

Wisatawan pemburu makanan itu mengatakan pete bermanfaat untuk kesehatan, mereka datang dari negeri yang tidak punya pohon pete, mereka datang dari seberang lautan, dari benua lain untuk mencicipi masakan berbahan pete, karena kelezatan dan manfaatnya.

Ada beberapa artikel dari luar negeri, mereka katakan: “sering-seringlah makan pete, maka Anda akan dijauhkan dari para ahli kesehatan itu…”. Ada yang menulis, dengan sering makan pete, Anda punya peluang sekian puluh % risiko lebih rendah dari kematian akibat serangan jantung … untuk hal ini belum saya dapatkan sumber aslinya, tapi ada beberapa artikel yang menyatakan demikian. Melihat pengamatan saya selama ini, dari hasil yang dicapai oleh para peserta terapi pete, kemungkinan terhindar dari kematian akibat serangan jantung itu terlihat benar adanya, karena pete telah membersihkan darah, membersihkan pembuluh darah dari toxin/poison/dirt (TPD), menghancurkan granula dan kolesterol yang sebelumnya menumpuk akibat gaya hidup yang sembrono yang dijalani banyak orang saat ini, hampir semua orang mau tak mau, sadar ataupun tidak sadar menjalani gaya hidup itu. Mereka terpaksa mengkonsumsi makanan yang mengandung TPD selama puluhan tahun sedikit demi sedikit. Dengan kemampuan pete membersihkan darah, membersihkan pembuluh darah, meregenerasi sel-sel, kemungkinan besar pete memang bisa menghindarkan seseorang dari serangan jantung.

Sejak dulu, saya tidak anti pete, setiap Lebaran pasti ada paling tidak 2 menu masakan yang berisi pete yang disuguhkan, saya hanya makan masakan berbahan pete itu secukupnya, pete yang ada tidak saya sisihkan, saya makan sekedarnya. Tetapi setelah penelitian pete itu, kami sekeluarga selalu berebut mengambil dan memilih pete yang ada di masakan itu. Makanan enak dan sehat, kenapa takut. Soal bau saat BAB dan pipis sudah sangat jarang kami temui, karena kami sudah begitu sering membersihkan TPD dengan terapi pete.

Belakangan, saya kadang memakan pete yang direbus 2-3 menit itu begitu saja, seperti lalapan, diberi saus ‘Thousend Island’, mustard dan mayonese … jadilah salad pete. Kadang kala, kalau terlambat memasak pete atau setelah makan baru teringat ada pete yang tidak termakan … saya makan pete itu begitu saja, jadi camilan. Ada teman yang makan pete dengan saus kecap, anak saya yang tidak suka pete, terpaksa mengiris pete menjadi potongan kecil-kecil agar tidak terasa seperti makan pete.

Bagi mereka yang tidak sempat menjalankan terapi pete, paling tidak Anda bisa membeli aneka menu masakan berbahan pete, sedikit banyak akan membantu menjaga kesehatan Anda.

Kalau Anda memasak masakan berbahan pete di rumah, jangan buang kulitnya, rebus kulit pete selama 15 menit, kemudian didinginkan, lalu air rebusan itu diminum.

Kemis, 8 Mei 2014, 11:40 diupload ke PT4L

Exit mobile version