#5 Obat Bagi Yang Percaya KepadaNYA
Yang percaya kepadaNYA pasti mau mencoba herbal
Meski sudah diterangkan berkali-kali, dengan bukti-bukti yang nyata, tetap saja banyak orang yang tidak percaya kalau pete bermanfaat. Sudah dibujuk dan dirayu untuk mencoba, tetapi tetap kukuh tidak percaya kepada obat herbal. Banyak orang lebih percaya obat farmasi yang buatan manusia dari luar negeri yang resepnya ditulis oleh spesialis kesehatan ternama berkelas yang harganya mahal … mereka tidak mau mencoba obat herbal yang jelas-jelas ciptaanNYA.
Kalau seseorang hanya percaya kepada obat buatan manusia dan tidak percaya sama sekali dengan apa yang telah YMK sediakan … boleh jadi sebenarnya orang itu tidak percaya kepada kebesaran YMK, mungkin tidak yakin bahwasanya YMK Maha Pengasih dan Maha Penyayang telah menciptakan segala sesuatu dalam keseimbangan, ada bagus ada jelek, ada panas ada dingin, ada penyakit pasti ada obatnya. Mungkin saja orang itu masih meragukan rencana-rencanaNYA, karena pada setiap kejadian pasti ada suatu maksud yang perlu kita cari, perlu kita jalani. Seperti juga keadaan sakit yang menghampiri seseorang, pasti ada sesuatu yang perlu diperbaiki, sesuatu yang menyebabkan orang itu terkena penyakit. Mungkin orang itu terlalu banyak makan fast food, kurang makan sayur, terlalu banyak makan lemak, tidak peduli akan keberadaan TPD yang ada dalam makanan … atau kurang olahraga, kurang bergerak, terlalu malas, terlalu sibuk, kurang istirahat, dlsb. Atau kurang gizi!?
Kalau sampai kurang gizi, kurang makan atau terjadi kelaparan, itu bukan penyakit perorangan … tetapi penyakit kelompok orang, penyakit masyarakat luas, masyarakat suatu daerah, suatu bangsa … masyarakat dunia. Sungguh ironis, kenapa di negara-negara tertentu ada begitu banyak orang bisa makan, makan dan makan sampai badan mereka tambun-tambun (overweight, obesitas) sementara di daerah-daerah lain ada begitu banyak yang kelaparan tidak punya makanan!? Saat ini ada 1 milyar penduduk dunia pergi tidur dalam keadaan perut kosong … alias kelaparan! Ini penyakit masyarakat dunia dan itu tugas PBB untuk menyelesaikannya … sudah bertahun-tahun tidak juga selesai!? Soal kurang gizi ini tidak akan saya bahas lebih lanjut … tetapi bisa dijadikan bahan renungan kita semua.
Saat saya menceritakan terapi pete atau herbal lain, banyak muncul pertanyaan: “Herbal apa untuk penyakit anu!?”, “Apa terapi pete bisa menyembuhkan penyakit anu!?”, “Bukankah herbal anu bisa untuk penyakit anu?”, “Apa kelebihan terapi pete dibandingkan herbal yang lainnya?”, “Bisakah terapi pete menambah stamina dan power, menambah gairah, dan menyembuhkan penyakit ke-tidak-mampu-an pria?”, dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.
Terapi pete memang bisa membantu mengatasi banyak masalah kesehatan, tetapi tetap saja bukan segalanya. Pete hanya satu dari sekian banyak karya ciptaanNYA, masih ada banyak herbal yang lain yang bisa kita pergunakan untuk menjaga kesehatan atau menyembuhkan suatu penyakit. Tidak semua penyakit bisa dijawab dengan satu macam herbal, bisa jadi beda penyakit beda herbalnya. Beda herbal beda manfaatnya.
Kita perlu mencoba meneliti segala pemberian YMK, yang sudah ada di sekitar kita, mungkin tanaman herbal di kebun samping rumah (masih punya kah!?), atau di taman kota (adakah!?) atau di hutan kota (mimpi!!), … atau mungkin di hutan tropis yang jauh dari tempat tinggal kita. Adakah hutan tropis alami yang penuh dengan sumber daya herbal (hortikultural) itu masih dipertahankan, atau malah dibakar habis, dibabat habis, demi menanam pohon mono-kultur semacam kelapa sawit guna mendapatkan minyak goreng, demi meraih devisa!?
Hanya demi devisa, hanya demi pemenuhan nafsu perut dan bawah perut sekelompok orang saja, hutan tropis yang mengandung potensi bermacam herbal itu telah dibumi-hanguskan, dihancurkan, ditiadakan … ada begitu banyak potensi herbal yang ikut hilang bersama hilangnya hutan tropis itu.
Jangankan meneliti, mempertahankan sumber tanaman herbal itu pun tidak dilakukan! Yang ada cuma penghancuran alam, sekali lagi … penghancuran alam hanya demi memenuhi nafsu perut dan bawah perut segelintir orang yang menyebut diri mereka pemimpin negara!
Mereka membiarkan orang-per-orang mengurus kesehatan dirinya sendiri-sendiri, sementara itu, mereka melalui departemen terkait terus membiarkan bisnis farmasi itu mengeruk untung. Omset penjualan obat farmasi per tahun di Indonesia (tahun 2014) sebesar 50-60 trilliun rupiah, dan harga obat di Indonesia termasuk yang termahal di dunia! Siapa yang mengambil keuntungan dari ke-sakit-an rakyat? Satu kelompok orang yang saling berpegang tangan membentuk rantai panjang penikmat keadaan (keberadaan) ke-sakit-an rakyat, mulai dari yang paling ujung si penjual obat, rumah penjualan obat, si penulis resep, si pengecer obat, si agen besar obat, si pabrikan di luar sono sampai ke oknum-oknum pemberi izin penjualan obat.
Masih mau berharap dari sistem kesehatan yang ada!? … pejabat-pejabat itu kalau sakit malah pergi ber-obat ke luar negeri! Mereka mempersiapkan undang-undang yang menjamin perawatan kesehatan para pejabat boleh dilakukan di luar negeri dan biayanya ditanggung negara!. Beberapa tahun yang lalu, presiden kemana-mana selalu disertai dengan mobil ambulans berisi dokter ahli kepresidenan, lengkap dengan suster-perawat, lengkap dengan peralatan canggih dan tentu penuh dengan obat-obat-an khusus. Presiden-nya saja tidak percaya dengan sistem kesehatan yang dia rancang sendiri … juga berobat ke luar negeri! Dan terakhir di bulan September 2014, saya melihat kendaraan khusus yang mirip seperti mobil ambulans masih mengiringi konvoi sang presiden, berwarna hijau dengan kaca gelap.
Mungkin oknum-oknum itu tidak percaya kalau kita punya banyak herbal untuk berbagai jenis penyakit, pasti ada dan sudah disediakan oleh Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Orang-orang itu tidak percaya kepada ciptaanNYA. Mereka tidak peduli akan keberadaan berbagai herbal itu, bukan hanya tidak percaya kepada ciptaanNYA itu, tetapi … sekali lagi, mereka lebih mendahulukan pemenuhan keinginan besar mereka untuk terus mengejar keuntungan pribadi demi pemenuhan nafsu perut dan bawah perut mereka … dengan berjualan obat dan perawatan kesehatan, dan juga berjualan izin perubahan fungsi hutan heterogen menjadi hutan monokultur!
Apa sih sebutan bagi orang yang tak percaya kepada karya YMK itu?
Tidak percaya kepada karyaNYA, tentu sekaligus tidak percaya kepada NYA …!?
Sungguh berbeda dengan masyarakat di utara sana, mereka disebut penganut komunis, dikatakan tidak beragama … tetapi mereka terus menggunakan obat-obat-an herbal, mereka membuat dan memelihara catatan obat-obat-an herbal warisan leluhur mereka, mereka persiapkan mahasiswa kedokteran mereka agar mengenal obat-obat-an herbal, para ahli kesehatan harus menulis resep herbal, … kemudian … ada banyak sinshe pembuat/peracik obat-obat-an herbal. Ada rasa kasih dalam diri penguasa negeri itu, ada kepercayaan yang sangat besar kepada obat-obat-an herbal … lalu … bukankah itu rasa percaya kepada kebesaran YMK!? Padahal mereka disebut sebagai komunis … ‘yang tidak berTuhan’ .. !?
***
Banyak juga pejabat departemen terkait negara ini yang berwisata-kesehatan ke negeri komunis itu … ironis kan!?
***
Masyarakat negara komunis itu dibenci karena dianggap ‘tak berTuhan’ ternyata masih punya rasa kasih satu sama lain … nah bagaimana pandangan kita kepada para penguasa negeri ini yang menyatakan dirinya begitu agamis tetapi tidak punya kasih sama sekali kepada rakyatnya. Kok bisa!?… jauh banget perangai para oknum negeri ini dibanding para politbiro di negeri komunis itu!? Jadi oknum-oknum itu jauh lebih jahat daripada para komunis itu!?
Saya yakin pembaca page “Pete Therapy 4 Love” ini tidak seperti mereka (para oknum itu). Bukankah begitu?
Anda percaya kepadaNYA, akan kebesaranNYA, pasti percaya kepada herbal dan tentu percaya akan manfaat yang ada terkandung di dalam buah pete. Segala sesuatu pasti mengandung maksud tertentu … kita hanya perlu menelitinya, mencarinya, membuktikannya dan tentu dengan senang hati menggunakannya demi kehidupan, kesehatan, kebahagian dan kesejahteraan kita bersama.
Dengan menggalakkan penggunaan herbal dari bagian tanaman, bagian binatang dan mineral yang ada di Indonesia, akan membangun kegiatan swasembada rakyat dalam penyediaan bahan-bahan obat herbal untuk menghadapi berbagai macam penyakit, memberikan kesempatan lebih luas bagi rakyat dalam budidaya tanaman herbal yang tentu saja akan membangun kesejahteraan rakyat Indonesia. Kita berada di katulistiwa, dengan tanah yang subur, dengan hutan tropis yang memiliki potensi hortikultura terbesar (semoga!? masihkah!?) dibanding negara lain. Jadi kita punya potensi untuk menjadi penyedia (supplier) obat-obat-an herbal bagi penduduk dunia.
Negara, dalam hal ini pemerintah melalui departemen terkait harus lebih banyak melakukan sosialisasi penggunaan obat-obat herbal, menggencarkan penelitian manfaat tanaman herbal, penelitian budidaya tanaman herbal, pembibitan, penanganan hama, panen, pengolahan, distribusi, dan penyiapan mata kuliah penggunaan herbal untuk kesehatan, mengharuskan para ahli kesehatan untuk menuliskan resep obat herbal … memperbanyak pelatihan budidaya, pengolahan dan penyiapan obat herbal. Kalau pemerintah melakukan kegiatan tersebut diatas … maka terlihatlah mereka percaya kepada YMK. Kalau tidak!? … paling cuma sekelompok orang tak beragama (ATHEIS!) yang mengejar nafsu perut dan bawah perut mereka semata!
Minggu, 11 Mei 2014, 11:24 diupload ke PT4L
