Site icon Bambang Subaktyo's Blog

#6A Penelitian Pete Selama 15 Tahun

#6A Penelitian Pete Selama 15 Tahun

Kembali ke pete, si buah yang dibenci karena bau, dianggap kampungan, tak berkelas, dslb itu. Pete sebenarnya mengandung banyak manfaat buat menjaga kesehatan dan bisa menyembuhkan bermacam penyakit, terutama yang berada dalam tubuh manusia, yang terkait dengan darah, terkait dengan penurunan unjuk kerja organ tubuh karena adanya TPD atau karena usia yang cukup lanjut. Tetapi, sekali lagi, pete bukan segalanya. Penyakit yang berada di luar tubuh, di permukaan kulit atau karena cacad akibat kecelakaan memang tidak bisa dibantu, karena hal itu berasal dari luar badan, seperti penyakit panu, atau exeema, dan sejenisnya, karena itu datang dari luar. Sementara gatal-gatal di kulit karena salah makan, seperti allergie itu, berdasarkan pengalaman beberapa peserta, bisa dibantu-sembuhkan dengan air rebusan kulit pete.

Pete mungkin termasuk “sesuatu yang dibenci padahal amat baik bagimu”, seperti yang dimaksud dalam surah Al-Baqarah:216 itu … mungkin saja!?

Tahun 1995, kata Professor Hembing dalam satu artikel yang saya baca: “…pete bisa digunakan untuk mencuci darah”, hanya itu yang tertulis, jadi saya yang penasaran segera mencoba makan pete, yang terus berlanjut selama 15 tahun (1995-2010) saya menguji coba dengan berbagai kemungkinan bukan hanya sekedar makan pete:

Makan buah pete dan minum air rebusan kulit pete

Pada awal penelitian, memang saya hanya menguji makan buah pete yang direbus 2 (atau 3) menit, baru setelah berjalan 10 tahun, saya mulai dengan minum air rebusan kulit pete yang 2 menit itu, dan ternyata benar, ada hal baru yang saya dapatkan: air rebusan pete yang 2 menit itu merupakan obat pencahar cacing (obat cacing). Saya minum sehari sekali selama 4 hari, terasa benar khasiat pencahar cacing itu. Saya tidak akan menceritakan bagaimana kondisi cacing-cacing itu setelah saya minum air rebusan 2 menit itu. Silahkan mencoba sendiri.

Saya semakin penasaran dengan air rebusan kulit pete itu. Setelah merebus pete 2 menit, kulit pete tidak saya buang, saya gunting kulit pete itu tipis-tipis dan merebusnya selama 11 menit … ternyata saya menemukan lagi satu khasiat pete, tangan kiri yang sudah lama mengalami ‘gejala rematik’ atau entah apa namanya, yang tidak bisa ditekuk ke belakang punggung itu, bisa sembuh! Saya minum rebusan 11 menit itu: sehari sekali dalam 4 hari berturut. … Air (kulit) pete itu TELAH MENYEMBUHKAN lengan-tangan kiri saya! Saya terbebas dari handicap yang telah lama saya alami, saya bebas menggerakkan lengan-tangan kiri itu ke belakang punggung, bisa menggaruk punggung … padahal sebelumnya gerakan lengan-tangan kiri itu terbatas sampai ke pinggang saja. Dulu waktu kecil pernah keseleo di lengan kiri itu, diurut dukun pijat dan bisa bebas. Setelah usia semakin bertambah tua, lengan-tangan kiri itu mulai terasa mengalami pembatasan gerak, dan sekitar tahun 2000-an terasa sangat terbatas. Selama beberapa tahun itu saya mencoba bermacam cara (obat) untuk membebaskan lengan-tangan kiri itu dari pembatasan gerak itu. Baru setelah minum air rebusan kulit pete yang 11 menit itulah saya terbebas dari pembatasan gerak itu.

Selanjutnya, air kulit pete saya sebut sebagai air pete.

Perhatian, buat pemula terapi pete yang sehat, jangan gunakan waktu 11 menit untuk merebus kulit pete … gunakan cara-cara yang disebutkan di bagian RESEP TERAPI PETE. Air pete yang 11 menit itu hanya untuk penderita hipertensi, dan biasanya hanya 4 hari pertama, setelah itu gunakan air pete yang 15 menit atau 20 menit.

Minggu, 29 Juni 2014, 20:40 diupload ke PT4L

Exit mobile version