Site icon Bambang Subaktyo's Blog

#9 Rahasia Pete – Gaib

#9 Rahasia Pete – Gaib

Buat mereka yang percaya hal gaib, saya bukakan satu rahasia pete terkait masalah gaib.

Buah pete dan air pete bisa digunakan untuk menangkal serangan gaib, bisa digunakan untuk menolak serangan gaib, untuk membersihkan diri dari sisa sisa gaib yang pernah bersarang dalam diri seseorang, baik karena pernah mengisi atau diisi dengan hal hal gaib atau karena terkena ‘spliter-an’, terpapar hal gaib karena tidak disengaja.

Apa yang dimaksud menangkal, menolak, membersihkan, terkena ‘spliter-an’ dan terpapar hal gaib akan diterangkan di akhir cerita.

AIR PETE UNTUK PENANGKAL TUYUL

Di Kendal, tahun 2012, seorang teman pernah membawa seorang tetangganya ke seorang Kyai untuk minta bantuan menangkal serangan tuyul yang setiap hari mengambil uang lembaran 50ribu atau 100ribu rupiah dari lemari yang terkunci. Ternyata sang Kyai malah memberi nasihat menggunakan pete untuk menangkal serangan tuyul itu.

Ini caranya:

Ambil pete 1 lanjar (buah + kulit), hancurkan atau lumatkan, boleh diiris iris, boleh ditumbuk, masukkan ke ketel air, isi dengan air sampai penuh, aduk aduk agar air dan pete itu bercampur. Lalu bacakan doa, terserah doa apa yang dihafal. Tuangkan air itu di tanah (di halaman rumah) mengelilingi rumah, dari satu titik awal, keliling rumah sampai kembali bertemu dengan titik awal. Semacam lingkaran air pete.
[Rumah si tetangga di Kendal memang cukup luas, masih ada halaman di sekitar rumah.]

Ternyata hal ini berhasil menangkal si tuyul. Sejak itu sang tetangga tidak kehilangan uang lagi.

MENANGKAL GANGGUAN GAIB

Cara yang hampir sama (seperti diatas) dilakukan seorang teman saat dia bertugas di Cerenti, Riau.

Seorang nenek yang kebetulan punya kemampuan supranatural, setiap malam merasa diajak oleh seseorang (gaib) untuk ikut ke laut. Entah ada perjanjian apa si nenek dengan gaib yang mengajaknya itu. Setiap malam si nenek harus dijaga, kalau lengah, si nenek dalam keadaan tidak sadar, seperti berjalan dalam keadaan tidur, dia akan berjalan menuju ke jalan raya dan terus berjalan mengarah ke laut. Padahal jarak Cerenti ke laut itu cukup jauh, mungkin 2 hari perjalanan dengan mobil.

Para tetangga sudah maklum akan hal ini, dan mereka yang sedang ronda malam, sudah beberapa kali mendapatkan sang nenek sedang berjalan di tengah malam, dan saat ditemukan dan ditanya mau kemana si nenek, si nenek selalu mengatakan dia diajak si Datuk anu (nama sang pengajak) mau ke laut anu.

Sang teman, di tahun 2014 bertugas di Cerenti dan menyewa kamar di salah satu rumah keluarga sang nenek, dia mendengar soal panggilan malam itu dari sang pemilik rumah. Dia ingat akan cerita air pete untuk menangkal serangan tuyul. Dia ingin mencoba prosesi sederhana itu.

Lalu dia ambil pete dan juga bengle. Bengle, sejenis kunyit, sama sama berwarna kuning tetapi baunya agak berbeda, biasanya oleh orang zaman baheula (dulu) digunakan untuk menjaga bayi yang baru lahir dari gangguan gaib. Sepotong (satu sayatan) bengle dipasang dengan peniti ke baju si bayi.

Pete dan bengle ditumbuk sampai halus, dimasukkan ke ketel air, ditambahkan air, diaduk aduk, dan dituangkan ke halaman rumah mengelilingi rumah dari satu titik kembali ke titik semula.

Ternyata berhasil! Sejak itu sang nenek tidak lagi menerima panggilan malam, dia tidak diganggu lagi. Alhamdulilah! Satu lagi rahasia manfaat pete (juga bengle!).

4 CERITA TERKAIT HAL GAIB

Cerita 1) dan 2) hampir mirip.

1) Seorang paman dari istri, sejak usia muda sering melakukan perjalanan spiritual ke berbagai tempat keramat di Jawa dan Sumatra. Dari perjalanan spiritual itu dia mendapatkan pengetahuan soal gaib. Didalam dirinya telah menumpang satu gaib dan itu dia sadari. Dengan gaib itu dia mengerjakan banyak pekerjaan terkait hal hal gaib juga.

Apa saja yang dia kerjakan, saya tidak pernah bertanya, tapi saya tahu itu bukan hal yang tidak baik adanya. Saya yakin akan hal ini.

Sebagai seorang ahli spiritual dia memang ahli, tetapi sebagai manusia biasa, dia punya penyakit kencing manis, kadar gula darah sudah pernah mencapai angka 500. Di tahun 2013 saya tawarkan si paman untuk ikut terapi pete.

Khusus untuk itu saya bawakan pete untuk dia gunakan menjalankan terapi pete selama beberapa hari. Beberapa lanjar pete berikut mug besi saya kirim ke rumah dia biasa tinggal di daerah Jakarta Selatan. Beberapa hari kemudian saya tanyakan langsung bagaimana hasilnya. Dia bilang belum sempat. Sampai satu hari saya bertemu dia, dia bilang dia tidak bisa makan buah pete itu, dia muntah muntah. Besoknya dia coba lagi, kembali muntah muntah. Saya sarankan mencoba air pete saja. Dia mencoba lagi, cuma minum air pete, kembali muntah muntah lagi.

Saya cukup kaget dengan keadaan dia, biasanya orang yang punya sakit maag kemudian ikut terapi pete, tidak ber-reaksi seperti itu malah bisa sembuh dari penyakit itu, jadi saya yakin, ini bukan maag, ini bukan hal biasa.

Saya ingat reaksi air daun sirih untuk membersihkan diri dari serangan gaib, juga bisa menyebabkan muntah muntah. Saya langsung bilang, itu yang ikut numpang di dirinya tidak tahan dengan pete ataupun air pete, ‘dia’ menolak terapi pete.

Jadi saya bilang, tolong diusahakan agar ‘dia’ cuti dulu, minta supaya ‘dia’ beberapa hari pergi dulu, dan selama cuti itu jalankan terapi pete, setelah sembuh ‘dia’ bisa kembali lagi. Si paman bilang, dia baru bisa mencutikan si kakek yang menumpang di badannya itu nanti, kira kira beberapa bulan lagi, karena si paman ada banyak jobs terkait masalah gaib.

Setiap ada kesempatan saya usahakan untuk bertanya, apakah sudah mengambil cuti dari masalah gaib? Si paman bilang, belum sempat, masih ada jobs!

Ternyata sang paman tidak pernah berhenti mengejar jobs. Dia sendiri akhirnya mengambil cuti panjang, dia telah berpulang pada tanggal 31 Desember 2014 lalu.

Saya cuma bisa bilang, selamat jalan, semoga amal ibadahnya diterima Sang Maha Kuasa. Terima kasih atas banyak hal.

2) Desember 2014, seorang pria berinitial DA menghubungi saya lewat telpon, dia ingin ikut terapi pete, dia punya darah tinggi. Usianya sekitar 35 tahun. Dia trauma melihat ibunya yang meninggal karena darah tinggi, sementara dia sendiri sudah punya gejala darah tinggi, dia begitu sering terserang rasa pusing, boleh dikatakan tiada hari tanpa rasa pusing, dia trauma dan ingin berobat.

Cerita punya cerita, setelah beberapa kali pembicaraan per SMS, lewat LINE (online), terungkaplah kalau dia pernah mengisi dirinya dengan ilmu gaib. Itulah kenapa pada awal terapi pete dia muntah muntah terus. Memang pada awalnya dia tidak bercerita tentang hal gaib ini, tetapi saya berikan pengertian kalau seseorang yang pernah mengisi dirinya dengan hal gaib, berdasarkan keinginan sendiri ataupun karena guru spiritualnya yang menginginkan hal itu, tetap sama saja, gaib yang diisikan akan menolak terapi pete, akan muntah muntah.

Meski isi gaib itu telah dikeluarkan, seperti cerita DA, dia sudah melakukan upaya membuang isi itu beberapa tahun yang lalu. Tetapi … di dalam badan (wadag) orang yang telah mengisi diri dengan hal gaib, ada semacam rongga, di rongga itulah diisikan sesuatu dan rongga itu akan terbuka saat isinya dikeluarkan, dan setiap saat tanpa kita ketahui, sesuatu yang gaib lainnya bisa masuk dan mengisi rongga itu tanpa disadari.

Saya tekankan kepada DA, kalau dia ingin membersihkan badannya dari hal gaib yang numpang di rongga itu, jalankan saja terapi pete, biarpun muntah muntah, jalankan saja terus. Jalankan terapi pete sambil berdoa …

DA cukup bertekad, dia jalankan terus, dan akhirnya dia berhenti muntah muntah, mungkin sang gaib penumpang gelap itu yang muntah muntah akhirnya menyerah. Semoga saja begitu. DA bilang dia sudah mulai sehat, pusing pusing yang sering menghantui setiap hari sebelumnya telah berangsur hilang, dia sudah cukup lega.

Semoga saja, DA akan terus menjalankan terapi pete, paling tidak seminggu sekali, untuk refill, menjaga diri dari sang penumpang gelap (gaib) itu.

3) Seorang ipar, Profesor dokter ahli saraf, tinggal di Bali
Saya lupa pastinya, di bulan Juli atau Agustus tahun 2014 dia dan istrinya datang ke rumah, saya langsung memberikan presentasi terapi pete, bagaimana mengolah pete menjadi obat herbal, dia langsung mencoba minum air pete. Kemudian saya bawakan 2 botol kecil air pete. Keesokan harinya dia pulang ke Bali dengan pesawat malam, dia bawa 2 botol air pete itu.

Di Bali, dia coba minum air pete itu, dan dia muntah muntah. Dicoba lagi, kembali muntah muntah. Dia pun berhenti minum air pete. Istrinya menceritakan hal itu, dan mengira itu karena perut sang suami tidak kuat dengan air pete, dia bilang mungkin maagnya kambuh.

Saya tidak bisa bilang apa apa, saya sih yakin, itu bukan karena maag akutnya kambuh. Tapi saya tidak berani bilang, kalau itu bukan karena maag. Saya tidak berani cerita kalau ada kemungkinan itu karena ulah kiriman gaib alias santet, dan itu berasal dari Bali. Memang mereka sedang ada masalah keluarga, soal tanah waris yang dikuasai oleh adik sang profesor.

Saat si profesor minum air pete di rumah saya, dia tidak muntah sama sekali, tetapi saat di Bali, dia minum langsung muntah muntah. Perlu diketahui, santet itu biasanya tidak bisa menyeberang pulau, jadi santet di Bali akan menyerang kalau sang target berada di Bali. Saya tidak berani membukakan hal ini, mereka di Bali saya di Jakarta, tidak enak rasanya untuk menceritakan hal ini by phone, harus langsung tatap muka.

Ternyata di bulan Oktober 2014, si professor terkena serangan stroke ringan, dan saya khusus terbang kesana untuk membantu, tapi saya tetap tidak berani menceritakan soal serangan gaib itu. Si professor masih lemah, berbahaya kalau saya bukakan hal itu. Jadi saya cuma membantu beberapa hari, dengan memberi pijatan agar dia agak merasa enak. Sebelum memberi pijatan (massage), tentu saja saya bacakan doa, dan mintakan agar serangan itu pergi. 2 hari saya disana, si professor sudah bisa berdiri, bisa jalan jalan, dan sudah mulai menandatangani surat menyurat urusan kantornya.

Saya pulang tanpa sempat bercerita. Harus mencari kesempatan lain, mungkin di bulan Februari yad.

4) Penggunaan beras + bengle + garam + pete
Adik (perempuan) seorang teman punya masalah, sejak pertengahan Desember 2014 selalu meracau, berteriak teriak, dan terus membaca doa. Diperkirakan si adik ini ‘ketumpangan’ gaib dan menurut beberapa orang ‘pintar’ dikatakan ada jin Islam yang numpang di wadag si adik.

Sudah beberapa kali dicoba dirawat dan dirujuk ke rumah sakit di Cawang. Ternyata semua pasien di kamar itu memiliki gejala yang sama, mereka dikatakan kehilangan kesadaran, meracau, berteriak teriak. Setelah beberapa hari dirawat, meski diberi obat penenang tetap tidak ada pengaruh apapun, dia tetap bisa meracau, mengajak semua anggota keluarga ikut membaca doa, dan membaca doa tanpa henti. Pihak rumah sakit tidak bisa berbuat apa apa, kecuali memberi obat penenang yang tidak berfungsi itu.

Setelah beberapa hari di rumah sakit, pihak rumah sakit mengatakan kalau pagu (batasan) jaminan kesehatan sudah terlewati, pasien diminta untuk pulang dulu, dan nanti setelah 3 hari terlewati bisa kembali menjalankan proses perawatan dari awal lagi. Kembali ke pusat perawatan kesehatan paling dasar, minta rujukan ke rumah sakit dan kembali masuk perawatan lagi. Perawatan orang sakit juga bisa cuti dulu! Cuti 3 hari. Inilah adanya.

Sang teman sudah mencoba minta bantuan beberapa orang pintar, baik semacam dukun ataupun ahli agama, ada yang didatangkan ke rumah, ada yang dimintakan air ‘suci’, entah air apa. Setiap kali diproses oleh orang pintar memang bisa reda, si adik berhenti meracau, tetapi begitu si orang pintar itu pergi, atau setelah air itu terminum habis, beberapa waktu kemudian si adik kembali meracau seperti semula. Ada orang pintar yang tahu keadaan itu, tidak mau membantu, ada yang malah berkata, si adik akan begitu terus, biarkan saja, dia akan meninggal dalam keadaan begitu. Tega nian.

Selasa, tanggal 13 Januari 2015, sang teman menceritakan keadaan adiknya dan minta bantuan untuk menangani masalah adiknya.

Saya suruh dia membeli bengle 2 potong sebesar jempol orang dewasa, dan garam kasar.

Bengle pun dibersihkan, diparut, garam sebanyak 3 sendok sayur, beras 5 sendok sayur ditambahkan ke parutan bengle. Lalu saya ambilkan ampas kulit pete sisa proses pembuatan air pete. Kulit pete (dari 4 lanjar pete) itu sudah dihancurkan (diblender), lalu disaring, ampas kulit pete itu kemudian dimasukkan ke campuran bengle + garam + beras. Diaduk sampai tercampur rata, berwarna kuning (bengle).

Campuran itu lalu dijemur.

Campuran beras + bengle + garam + ampas kulit pete itu kemudian sore itu saat magrib tiba disebarkan sejumput demi sejumput di setiap sudut rumah, di lahan sebelah rumah dan dilemparkan ke atap rumah. Sebelum disebar dibacakan doa dulu. Setelah penyebaran campuran itu, si adik masih meracau tapi tidak separah sebelumnya.

Hari Kemis siang tanggal 15, si teman datang ke rumah menceritakan keadaan si adik yang sudah mulai tenang. Tapi saya ingat, besok itu hari Jumat (16-01-15) adalah Kliwon, itu masa kritis. Jadi saya minta hari Kemis sore itu saat magrib kembali campuran itu ditebarkan di setiap sudut rumah dst. Dan saya beri pesan, kalau Kemis malam Jumat Kliwon ini tidak mereda, masih terus meracau, saya minta dia menjemput saya, nanti saya bantu upayakan semampu saya.

Ternyata dia tidak datang menjemput. Saya tidak tahu apakah berhasil atau tidak, karena memang malam itu saya ada keperluan dan pulang larut malam dan si teman juga tidak menelpon.

Selasa tanggal 20 Januari, dia datang ke rumah, dan saya tanyakan keadaan adiknya. Si adik pada Kemis malam Jumat Kliwon sudah berhenti meracau, sudah tenang. Hanya saja kondisi kesehatannya yang lemah, perlu ditingkatkan, setelah beberapa minggu meracau tak mau makan, dan si adik tidak mau makan banyak.

Ternyata campuran beras, bengle, garam dan ampas kulit pete itu manjur menjadi benteng penangkal gaib. Sukurlah.

* * *

Resume dari cerita saya kali ini

Anda mau sehat, jalankan terapi pete, jangan terlambat. Lebih baik preventif (berjaga jaga) daripada harus mencari pengobatan setelah terserang penyakit.

Begitu juga, buat siapa saja yang punya kans untuk mendapatkan serangan gaib, lebih baik segera mengisi diri dengan pertahanan (terapi pete) daripada terlambat. Kalau sudah kena serangan, mahal biayanya! Tidak hanya uang, tetapi nyawa bisa melayang.

Saya anggap, inilah rahasia pete yang utama.

Sesuatu yang tidak kita duga, sesuatu yang tidak dipandang, dianggap sekedar “Stink bean” atau “Evil smelling bean” ternyata punya manfaat besar untuk menjaga diri dari serangan penyakit dan dari serangan gaib.

Perlu diingat, kita hidup di alam fana yang penuh iri, dengki, cemburu dan kebencian yang bisa membuat seseorang yang membenci kita akan tergiur untuk bersekutu dengan gaib jahat untuk mencelakakan diri kita.

Demikianlah, inilah akhir dari Misteri Buah Pete.

* * *

Selama beberapa bulan saya tangguhkan untuk melepas cerita Misteri Buah Pete ke-9 ini. Saya pertimbangkan baik buruknya rahasia yang satu ini, akhirnya saya pikir hal ini penting untuk diketahui oleh masyarakat, ada lebih banyak kebaikan daripada keburukan saat saya melepaskan cerita ini. Jadi saya lepaskan saja, maka lepas juga beban saya menyimpan misteri ini. Selanjutnya terserah kepada para pembaca, mau percaya boleh, tidak percaya juga tak apa apa.

Sekali lagi, untuk mengingatkan kita …

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (QS. Al-Baqarah : 216)

* Tambahan Informasi *

Apa maksud menangkal, menolak, membersihkan, terkena ‘spliter-an’, terpapar hal gaib, dll.

Gaib, mahluk gaib

Tidak banyak orang yang tidak percaya akan adanya gaib, mahluk gaib . . . karena hanya ada sedikit orang yang tak percaya adanya TUHAN, hanya sedikit orang yang mengatakan dirinya ATHEIST. Jadi jelas, ada banyak yang bilang dirinya beragama, mengatakan percaya adanya TUHAN, Sang Maha Gaib, percaya adanya berbagai gaib, adanya berbagai mahluk gaib seperti malaikat, setan, jin, iblis, dedemit, kuntilanak, tuyul, memedi, dlsb.

Memang ada yang begitu tegas mengatakan dia beragama, percaya adanya TUHAN, tetapi tegas mengatakan tidak percaya adanya berbagai mahluk gaib itu . . . mungkin dia tidak pernah bisa melihat mahluk gaib itu, maka dia tidak percaya akan adanya mahluk gaib itu . . . tetapi dia percaya adanya TUHAN!? Sang Maha Gaib!

Jadi, saya berani mengatakan, seseorang yang begitu taat menyembah Sang Maha Gaib, pasti juga percaya adanya gaib atau mahluk gaib itu.

Manusia dan berbagai mahluk gaib itu sama sama hidup, dalam dimensi yang berbeda, tetapi ruang waktu yang sama. Seharusnya sih, tidak saling mengganggu, tetapi ada orang-orang yang mampu berkomunikasi dengan berbagai mahluk gaib bahkan bisa menggunakan kekuatan mahluk gaib untuk melakukan sesuatu hal yang tidak bisa dilakukan manusia biasa, bisa digunakan untuk mengganggu seseorang, untuk mencelakai seseorang, untuk mempengaruhi seseorang, untuk membunuh seseorang . . . itulah hal hal yang biasa disebut santet.

Masih tidak percaya adanya santet???

Pemerintah dan DPR saja akan menyetujui UU Anti Santet!!!

Saya tidak mengikuti permainan mereka dalam hal pembuatan UU Anti Santet, apakah sudah disetujui, atau dibatalkan, tetapi jelas itu sudah ada dibuat mereka.

Jelas, gaib, mahluk gaib, santet itu ada! Undang undang anti santet mungkin satu satunya di dunia, ada di Indonesia. So, mau tidak mau, kita harus percaya adanya hal hal itu. Presiden, pemerintah dan DPR yang ahli ahli itu percaya adanya santet . . . kok Anda tidak percaya!?

Kita tidak bisa menghindar atau menafikan hal hal itu, paling tidak kita harus tahu bagaimana menangkal, menolak, membersihkan diri dan menjaga agar tidak terkena permainan mereka.

Menangkal serangan gaib:

Menangkal disini adalah memasang satu benteng (dinding) penahan serangan gaib, memasang pagar agar gaib itu tidak bisa masuk ke rumah, ke halaman rumah.

Ada banyak cara untuk membentengi rumah kita dari kunjungan gaib tak diundang. Saya pernah mendengar banyak cara untuk itu, ada yang menanam telur angsa busuk, ada yang menanam kertas dengan rajah atau tulisan doa, atau benda lain, dll. Maaf saya bukan ahli soal benteng membentengi rumah dari serangan gaib.

Salah satu cara yang paling mudah: buah pete dan air pete … bisa!

Menolak serangan gaib:

Ada banyak cara untuk menolak serangan gaib, yang paling manjur (kata orang!) adalah mendekatkan diri ke Sang Maha Gaib, dengan rajin, disiplin menjalankan ritual agama, rajin berdoa (berbicara) kepada Yang Maha Kuasa, rajin tirakat, rajin mewirid, selalu ingat kepada YMK.

Salah satu yang paling sederhana: isilah diri dengan buah pete dan air pete. Secara alami badan kita membentuk daya tolak dari berbagai gaib itu. Tapi doa dan ritual tetap harus dijalankan yaaaa!

Membersihkan diri dari sisa sisa gaib:

Sudah banyak warga yang berguru kepada ahli spiritual yang kemudian memasang atau menanam sesuatu yang gaib dalam diri sang murid, sebagai benteng dari berbagai iri, dendam, cemburu, benci, sebagai benteng dari gaib yang disuruh seseorang yang iri, punya dendam, cemburu, atau penuh kebencian.

Maksud baik si guru itu bukan tidak ada konsekuensi (risiko), karena sejak itu sang murid punya pantangan pantangan yang tidak boleh dilanggar, bila dilanggar maka isi yang gaib itu akan pergi, dan dalam wadag sang murid tertinggal sebuah rongga gaib, yang bisa diisi oleh gaib yang tidak pernah diinginkan, gaib yang memang iseng, gaib yang diutus seseorang, dlsb.

Untuk membersihkan diri juga tidak susah, paling cuma muntah muntah saja. Gunakan saja terapi pete untuk membersihkan diri.

Kemudian ada ‘spliter-an’, terpapar hal gaib karena tidak disengaja. Seseorang bisa saja terkena ‘spliter-an’ atau terpapar hal gaib karena suatu kondisi, keadaan tertentu, itu bisa saja terjadi. Yang dituju mungkin suami atau istri seseorang, tetapi saat dikirim yang dituju tidak ada di lokasi itu, yang ada Anda, dan bisa saja karena order sudah dibayar, maka pekerjaan harus dituntaskan, kiriman hadiah itupun diarahkan kepada Anda.

Bisa saja yang dituju itu orang lain, Anda kebetulan berada di ruangan yang dipasangi gaib, dan Anda tidak cukup dekat dengan YMK, Anda bisa kena ‘spliter-an’, itu kena sedikit, atau malah terpapar radiasi gaib cukup berat.

Untuk menghindarkan diri dari ‘spliter-an’ agar tak terpapar saat Anda kesasar ke tempat angker, jalankan terapi pete. Sederhana saja.

Dan bisa saja, Anda terlihat seperti sakit-sakit-an, dan para ahli kesehatan telah mencari dengan segala cara untuk menemukan jenis penyakit apa yang bersarang dalam diri Anda, tetapi tidak satu obat atau diagnosa yang tepat yang menyembuhkan. Anda malah menjadi bahan uji coba berbagai obat, barangkali obat ini bisa, barangkali obat itu bisa, dst. Padahal mungkin saja Anda sudah terkena ‘spliter-an’ atau terpapar tak sengaja, atau memang sengaja diarahkan ke Anda. Cuma saja si ahli kesehatan itu tidak mau berterus terang, kalau itu bukan bagian profesi dia, mereka senang senang saja, menjadikan Anda sebagai bagian coba coba, uji coba obat-obat itu.

Obatnya tentu sederhana, bersihkan dengan buah pete atau air pete, terapi pete!

Sekali lagi, lebih baik sedia payung sebelum hujan.

* End of Tambahan Informasi *

Semoga cerita Misteri Buah Pete ini bermanfaat bagi teman teman semua. Inilah bukti betapa kuatnya Kuasa Tuhan, sudah disediakan olehNYA berbagai hal bagi kehidupan manusia, untuk bisa sehat, untuk bisa bahagia, untuk bisa sejahtera dan untuk menjaga diri dari urusan gaib juga sudah tersedia.

Yakinlah dan berdoalah, berterima kasih kepadaNYA untuk kemampuan buah pete, saya hanya sekedar membukakan rahasia (misteri) buah pete. Tanpa ijinNYA, tak akan terbuka rahasia ini.

Sementara ini, buku Terapi Pete V7 sedang dalam taraf pemeriksaan di editor, semoga layak naik cetak dan bisa dijual di toko buku. Saya mohon doa teman teman semua.

Hampir semua tulisan yang ada di Misteri Buah Pete ada di buku “Terapi Pete V7”, kecuali cerita Misteri Buah Pete ke-9 ini, hanya ada di Facebook page “Pete Therapy 4 Love” dan di blog ini. Saya tidak berani menaruh tulisan soal gaib ini di buku “Terapi Pete V7”.

Ditulis s/d 20 Januari 2015 jam 23:53

Sabtu, 24 Januari 2015, 20:25 diupload ke PT4L

Exit mobile version