Site icon Bambang Subaktyo's Blog

GENDER BENDING 2 => LGBT

Banyak negara mengetahui adanya pencemaran lingkungan yang menyebabkan gender bending. Mereka telah melakukan penelitian, mendapatkan banyak informasi dari penelitian itu, mereka mencoba melakukan pencegahan agar berbagai bahan kimia itu tidak mencemari alam lingkungan.

Memang penelitian soal ini masih terasa kurang, hasil penelitian itupun kurang disosialisasikan, atau terlihat sengaja ditutup-tutupi karena ada banyak pihak yang merasa kepentingan mereka terancam.

Penggunaan bahan kimia berbahaya didalam proses produksi bahan pangan sudah dilarang, sudah dikurangi, sudah banyak yang menyadari bahayanya, banyak yang mencoba kembali ke proses produksi secara organik (menggunakan bahan alami tanpa bahan kimia), sudah terjadi di banyak negara: pelarangan import bahan pangan yang mengandung bahan kimia (produk non organik), dst dst.

Orang-orang yang sadar akan adanya bahaya bahan (zat) tambahan kimia mulai mencari produk bahan pangan organik, mereka mencari bahan pangan organik di pasar modern atau berusaha menanam sendiri produk organik itu.

Bahan pangan organik dijual dengan harga lebih tinggi daripada bahan pahan non organik (tercemar bahan kimia). Sesuatu yang diberi label produk organik itupun sulit diketahui kebenarannya, karena suatu lahan yang pernah tercemar bahan kimia akan perlu waktu panjang (cukup lama, > 25 tahun) untuk bisa terbebas dari endapan bahan kimia. Suatu lahan yang cukup lama tercemar bahan non organik tak bisa disulap menjadi lahan organik dalam waktu sekejap begitu saja.

Bagaimana kita bisa mengurangi masuknya berbagai bahan kimia itu kedalam air dan tanah!?

Bagaimana kita bisa mencegah pencemaran itu!?

Ada banyak barang-barang terbuat dari plastik, ada banyak pupuk kimia ber-racun, ada banyak obat tak terpakai (masih dalam masa pakai ataupun kadaluwarsa) yang dibuang ke tanah (air), ada proses industri yang mengeluarkan polutant berbahaya dan tidak melalui proses waste water treatment yang benar, dlsb.

Semua bahan-bahan itu perlu diawasi, penggunaan dan produksinya dikurangi, yang sudah ada perlu dicegah agar tidak mencemari lingkungan.

Banyak negara sudah mulai mengurangi pencemaran lingkungan, dan banyak negara masih awam soal itu, masih acuh tak acuh, tak peduli, tidak memperhatikan adanya pencemaran, tidak memikirkan adanya dampak dari pencemaran itu yang bisa mendorong terjadinya gender-bending – dan ada negara yang lebih sibuk dengan urusan transgender terkait agama daripada urusan pencemaran lingkungan yang menyebabkan gender-bending.

Ada banyak organisasi lingkungan yang melakukan pembersihan sungai, pantai dan laut. Ada usaha mengurangi penggunaan tas kresek plastik, diganti dengan tas berbahan kain atau kertas (karton) yang mudah didaur ulang. Ada usaha mengganti botol plastik dengan wadah yang dapat dipakai berulang kali … dlsb.

Ada banyak pertanian yang mulai beralih ke pupuk organik, ke pestisida alami, mengurangi penggunaan bahan kimia.

Yang terakhir, soal obat farmasi. Banyak negara maju yang mulai merancang peraturan untuk mengurangi pencemaran obat bekas (sisa, tak terpakai, kadaluwarsa). Meski akhirnya cuma sekedar mengatur bagaimana caranya menghindarkan agar obat tak terpakai itu tidak masuk ke tanah, ke air, ke sungai, ke laut. Hanya mencegah saja! Produksi obat artifisial itu tetap terus berlangsung! Padahal – The One sudah menyediakan obat alami yang ada di alam lingkungan hidup. Bisa diambil sesuai kebutuhan kalau berlebih kemungkinan besar akan terserap oleh alam tanpa dampak yang berarti – dibanding dengan obat artifisial itu yang diproduksi besar-besaran agar dapat profit besar – tapi sisanya menjadi racun bagi lingkungan.

Kenapa tidak kembali saja ke produk alami, pupuk organik, obat alami – dll !?

Atau masih tetap tidak peduli!? Lebih suka meributkan ayat soal transgender daripada mencegah gender-bending!?

*-*-*

Satu hal lagi, sudah dibahas di terapi pete!

Sudah biasa, sejak lama, produksi bahan pangan telah tercemar berbagai bahan kimia – sejak awal, di sumber produksi bahan pangan sudah tercemar dengan DDT, pesticide, insecticide, fungisida, dlsb. Kemudian diberi tambahan pengawet kimia (borax, formalin), disimpan dalam keadaan tidak bersih – tercemar salmonela, bakteri e-coli. Lalu dipersiapkan menjadi masakan, ditambahkan bahan: penambah rasa artifisial (kimia), pewarna (non food grade, untuk textil), pengawet kimia, dan paling konyol: ditambahkan dengan bahan-bahan kadaluwarsa, bahkan sampai ditambahkan bukan bahan makanan untuk memperbesar volume. Selanjutnya digoreng dengan minyak bekas atau dicampurkan plastik agar terasa garing (krenyes krenyes) … dst dlsb.

Semua penambahan bahan-bahan pencemar masakan (makanan) itu saya sebut sebagai TPD (toxin poison dirt). TPD ini masuk kedalam tubuh setiap hari!

Akibat pencemaran masakan (makanan), karena TPD, banyak pria yang mengalami erectile dysfunction (ED / DE, disfungsi ereksi, impotensi) di usia muda, atau terkena DM (diabetes mellitus). Dulu, sebelum tahun 1980-an, pria usia diatas 55 tahun yang terserang ED (DE), satu dekade kemudian (1990-an) usia pria turun ke 50 tahun sudah terserang ED, satu dekade berikutnya (2000-an) turun lagi ke 45, dst. Dan belakangan ini, berdasarkan permintaan konsultasi terapi pete, saya menemukan, pria di usia 35, 30, 25, 20 bahkan yang masih remaja sudah terkena ED.

*-*-*

TAK SUKA LAWAN JENIS? LEBIH TERTARIK SESAMA!?

Bayangkan, remaja pria usia 16 tahun sudah kena ED. Kalaupun dirangsang dengan tampilan seronok super sexy tak mampu bangkit, tak muncul gairah. Ia bisa salah sangka, dia pikir dirinya tidak tertarik kepada lawan jenis – mungkin sudah terkena ‘gender-bending’ padahal dirinya terkena ED di usia muda karena makan masakan penuh TPD sejak kecil bahkan sejak bayi!

Dia pikir dia tak suka lawan jenis, mungkin lebih suka sesama!?

Kalau yang galau ini jatuh ke tangan predator sesama jenis, tenggelam lah mereka di arus LGBT.

*-*-*

Bagaimana mengatasi serangan ED!?

Yang lebih penting:

– Bagaimana menghindarkan TPD masuk kedalam makanan?

– Bagaimana mencegah TPD masuk kedalam tubuh?

– Bagaimana men-DETOX TPD didalam tubuh!?

Bagaimana mencegah TPD masuk ke sistem produksi bahan pangan!?

End of ‘GENDER BENDING 2 => LGBT’ – bersambung…

Lanjut ke GENDER BENDING 3

Kembali ke GENDER BENDING 1

Exit mobile version