Saya yakin, Tuhan menyediakan obat alami sejak awal penciptaan. Semua sudah tersedia. Manusia hanya perlu mencari bahan apa untuk obat apa. Itu pandangan saya, mari kita lihat bagaimana pandangan orang lain!?
Judul artikel ini sengaja dipilih dalam bahasa Inggris: “GOD’S MEDICINE – Medicine From GOD“, bukan judul dalam bahasa Indonesia: “Obat Tuhan – Tuhan Menyediakan Obat Alami“.
Sebelum memastikan judul yang akan dipakai, saya coba mencari di GOOGLE tentang kedua judul (keywords) tersebut. Keyword (1)/kalimat/judul “GOD’S MEDICINE” memberikan sekitar 20,6 juta results dan untuk keyword (2)/judul “Obat Tuhan“, GOOGLE memberikan sekitar 12,5 juta results. Hasilnya lumayan beda banyak. Meski demikian, link atau webpage yang ditampilkan kedua keyword itu punya persamaan, sama-sama menampilkan:
- God’s Medicine Bottle atau Botol Obat Tuhan dari Derek Prince,
- penyembuhan menggunakan doa-doa tertentu,
- pembacaan ayat atau surat tertentu untuk pengobatan suatu penyakit,
- pernyataan bahwa keadaan tidak sehat merupakan pemberian Tuhan, sebagai cobaan.
[Cobalah sendiri di Google untuk kedua keyword itu]
Dari searching itu, ada muncul pernyataan ilmuwan yang memberikan gambaran adanya obat-obatan yang telah disediakan Tuhan. Lihat page: [https://www.universitypressscholarship.com/view/10.7208/chicago/9780226547855.001.0001/upso-9780226547718-chapter-001] yang berisikan penawaran sebuah buku “The Ethnobotany of Eden: Rethinking the Jungle Medicine Narrative” karya Robert A. Voeks. DOI:10.7208/chicago/9780226547855.003.0001.
Website tsb menyampaikan narasi:
God’s Medicine Chest (Peti/Kotak Obat-obatan Tuhan)
Terjemahan kasar: Hutan tropis di Asia, Afrika, Oceania, dan Amerika telah cukup lama dianggap oleh orang barat hanya sebagai cerita mitos dan dongeng belaka. Baru beberapa dekade terakhir orang barat melihat bahwa kawasan equator merupakan gudang dari obat farmasi yang berpotensi.
God’s Medicine Cabinet (Lemari Obat-obatan Tuhan)
Website berikut: [https://healinginstitute.org/gods-medicine-cabinet/] mengatakan adanya masyarakat tertentu yang memiliki banyak obat di lemari obat mereka dan GOD juga punya lemari obat khusus untuk menyembuhkan melalui surat-surat (scripture) dari kitab mereka.
Image godsmedicine
Pencarian informasi dilanjutkan. Pada saat menuliskan “GOD’S MEDICINE” ada pilihan yang diusulkan GOOGLE, salah satunya “god’s medicine healing herbs“. Setelah usulan ini diklik, muncul tampilan berikut:
Terjemahan kasar dari image diatas: Hanya ada 5 jenis tanaman didalam Bible yang dianggap sebagai medicinal plants. Data: Dari https://ethnobiomed.biomedcentral.com/ – Nov 27, 2019.
Dan saat link tersebut diklik, muncul informasi berikut:
Medicinal plants of the Bible — revisited
Amots Dafni & Barbara Böck
Journal of Ethnobiology and Ethnomedicine volume 15, Article number: 57 (2019)
https://doi.org/10.1186/s13002-019-0338-8
Pada page tersebut diatas, dikatakan ada catatan 5 jenis tanaman berpotensi obat, dan pada link yang lain mengatakan kalau di kitab agama tertentu disebutkan ada beberapa obat herbal yang biasa mereka gunakan.
Pencarian dilanjutkan, saya pernah membaca sebuah artikel mengenai satu keluarga Mormons yang menolak pengobatan dengan obat sintetis, dan ada berita: banyak anggota itu yang menolak vaksinasi Covid-19, mereka memilih rasa percaya kepada Tuhan (faith) dan pengobatan yang sesuai anjuran Tuhan untuk menghadapi penyakit dan Covid-19.
Kali ini pencarian dengan keyword: “god’s medicine mormon” yang menghasilkan sekitar 5,64 juta results.
Dari https://scholarlypublishingcollective.org/uip/dial/article/12/3/37/244027
Seorang penulis, N Lee Smith menulis sebuah artikel “Herbal Remedies: God’s Medicine?”, menceritakan pengalamannya berhubungan dengan kelompok Mormon. Silahkan baca langsung di website itu.
Ada pertanyaan “Can Christianity & Herbalism Mix?“, yang selintas menampilkan sedikit keraguan apakah herbalism itu bertentangan dengan agama!? Karena memang pada agama tertentu hanya dijumpai 5 jenis tanaman obat dan pada agama yang lain malah lebih sedikit lagi.
Dalam penulisan artikel ini ataupun dengan pertanyaan yang ada, saya tidak bermaksud merendahkan agama apapun atau siapapun, itu kenyataan. Saya ambil pertanyaan diatas (dari kelompok tersebut) karena mereka lebih bisa menerima kritikan sementara di agama tertentu akan sulit menerima kenyataan yang bertolak belakang. Mereka sudah terbentuk demikian, terdoktrin, terima saja yang sudah disampaikan, tak perlu membuat pemikiran negatif – akhirnya mereka terbawa ke jaringan obat farmasi buatan Yahudi.
Di awal artikel ini, saya membuat pernyataan bahwa Tuhan sudah menyediakan obat alami sejak awal penciptaan – karena keyakinan saya akan ke-Maha-Maha-an Tuhan. A Supreme Being, Mahluk Yang Maha Sempurna tak mungkin membuat kreasi (penciptaan) yang tak sempurna, pasti sudah mempertimbangkan segala kemungkinan yang akan hadir di kemudian hari seperti: kebutuhan akan makanan, akan hadirnya penyakit – tentu The One (saya lebih suka dengan nama itu!) telah menyediakan bahan pangan dan bahan kesehatan bagi semua mahluk ciptanNYA.
Lalu – Kenapa beberapa buku agama hanya menyebutkan beberapa tanaman (bahan) obat!? Apakah The One tidak paham akan kreasiNYA sendiri, atau The One melupakan bahan-bahan (Modal Kehidupan) saat menyampaikan pesan-pesan kepada manusia, atau mungkin manusia sebagai editor buku itulah yang tak paham pesan-pesan The One???
Bagaimanapun, buku itu pasti dirangkai oleh manusia dengan keterbatasan ilmu pengetahuan mereka saat itu, apalagi buku yang ditulis di barat pada ribuan tahun lalu. Belum ada Google perambah internet yang bisa membantu membuka wawasan. Buku itu bukan karya The One, lalu “Apa buku itu dikirim sudah tercetak rapi indah full color?”. Kalau buku itu karya The One, mungkin akan tertulis pesan di buku itu dimana manusia seharusnya mencari bahan kesehatan.
Seperti yang dikatakan ilmuwan pada “God’s Medicine Chest” diatas, ternyata gudang bahan kesehatan itu ada di kawasan equator! Memang benar, MODAL KEHIDUPAN (bahan kesehatan dan bahan pangan) itu berada di seputaran kawasan equator karena disitulah sinar matahari bersinar sepanjang tahun. Meski tidak disebutkan dalam kitab tertentu itu – jelas bukan karena The One lupa akan hal itu!
Pandangan ilmuwan tentang God’s Medicine berbeda dengan pandangan orang yang melihatnya melalui buku agama. Banyak ilmuwan yang sebelumnya tak percaya akan adanya Tuhan akhirnya menerima keberadaan Sang Maha Pencipta Yang Maha Sempurna, berubah dari Atheis menjadi percaya setelah melalui penelitian dan melihat bagaimana sesuatu (contohnya: DNA) telah dirancang sedemikian sempurna – canggih. Ada perancang dari berbagai hal, itulah Sang Maha Kuasa – Maha Sempurna.
Jakarta, 3 Juli 2022
Berlanjut ke God’s Medicine (2)
