Obat Herbal di China dan India, dan Sistem Kesehatan Nasional
China dan India merupakan 2 negara Asia dengan penduduk terbesar di dunia, kedua negara ini dikenal memiliki banyak obat-obatan herbal (OH) dan cara pengobatan kuno (CPK), disebut juga sebagai obat dan pengobatan tradisional. Mereka tidak hanya menggunakan OH dan CPK itu secara per-orang-an, OH dan CPK juga diterapkan kedalam sistem kesehatan nasional (SKN) mereka, meski tidak 100% tradisional, mereka menggabungkan obat dan pengobatan tradisional dengan obat modern dan cara pengobatan modern.
Kalau kita melihat India, negara yang dikenal beragama hindu, maka bisalah diterima adanya rasa kasih di antara mereka yang beragama hindu itu dan dengan rasa kasih itulah mereka berusaha mengedepankan OH dan CPK dalam kehidupan mereka dan dalam SKN mereka.
Saya tidak mengamati India dengan Ayurvedanya, karena mereka negara beragama … tentu punya kasih! Bagaimana dengan China?
Saya ingin membahas negeri China, negeri komunis atheis yang dibenci banyak orang Indonesia terutama ditampilkan oleh banyak umat beragama X … apalagi belakangan ini, sikap itu terlihat jelas dalam banyak ucapan dan ungkapan sebagian tokoh garis keras agama utama itu dan juga sebagian umat agama itu. Mereka membenci para kafir (etnis China), begitu benci seakan-akan para kafir itu hanyalah demon-demon (iblis) komunis yang atheis, yang tak kenal agama. Lihatlah slogan, ucapan, sikap penuh kebencian yang tidak bisa ditutup-tutupi belakangan ini … kebencian buta!
Orang dengan mudah mengatakan negeri China sebagai negeri komunis atau negeri para atheis tak beragama, mungkin dikatakan sebagai negeri tak punya norma, tak punya rasa kasih, tidak ada kebebasan, penuh penindasan, penuh kekejaman, atau hal jahat lainnya, sesuai sebutannya sebagai negeri komunis atheis. Tetapi pada kenyataannya negeri itu punya rasa kasih, masih saling bantu-membantu di antara mereka, karena mereka memang negeri sosialis … yang kemudian diimbuhi dengan kata komunis => sosialis komunis! Seakan-akan begitu menyeramkan, komunis!!!
Jelas terlihat bahwa warga negeri sosialis komunis itu masih punya kasih di antara mereka, lihatlah mereka mengedepankan OH dan CPK dalam kehidupan mereka, bahkan diterapkan dalam SKN mereka. Tentu harga OH produksi negeri sendiri pasti lebih terjangkau daripada obat kimia buatan luar negeri.
Jelas masih ada rasa peduli satu sama lainnya, mereka masih berusaha mempertahankan sistem pengobatan tradisional warisan nenek moyang (leluhur) mereka, masih menjaga resep-resep OH dan CPK warisan nenek moyang mereka. Kepedulian mereka terhadap OH dan CPK itu jelas memudahkan rakyat China dalam menjaga kesehatan mereka, memudahkan dan memurahkan pengobatan. Bentuk kasih untuk menjaga kesehatan mereka, demi perekonomian mereka, dan demi kesejahteraan warganegara.
OH dan CPK itu tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri China saja, malah menjadi tamu yang sangat diharapkan di berbagai penjuru dunia, diundang ke berbagai penjuru dunia. Banyak warga dari berbagai negara di dunia berusaha mendapatkan OH dan CPK itu, banyak universitas terkenal di Eropa, Amerika, Australia, dlsb … membuka jurusan pendidikan herbology, pendidikan pengobatan tradisional China, mereka berusaha mempelajari bagaimana cara membuat OH, cara menggunakan OH, bagaimana menerapkan CPK a’la China.
Aneh sekali, warga dunia pernah begitu takut kepada negeri komunis (atheis) ternyata sekarang ini warga dunia begitu berharap banyak kepada produk dari negeri China, yaitu OH dan CPK itu … jelas sesuatu yang sangat jauh dari gambaran mengerikan komunis atheis di masa lalu.
Bukankah keadaan menjadi terbalik, negara komunis atheis yang begitu dibenci ternyata punya kasih, sekarang malah diharapkan keberadaannya oleh negara-negara non komunis yang ternyata hanya mengejar ego masing-masing, kasih mereka dikalahkan oleh kepentingan duniawi, kapitalis liberalis!
Di China, mereka menyiapkan SKN berbasis kekayaan negara (rakyat) sendiri, sementara yang begitu getol mengatakan negaranya beragama bahkan dengan agama yang paling dibanggakan ternyata tidak menjaga OH yang sebenarnya merupakan kekayaan bangsa – negara itu, tidak menyiapkan SKN berbasis kekayaan asli negara ini. Ini yang sedang terjadi di Indonesia, orang lebih suka belanja obat kimia dari negeri kafir dengan nilai belanja sekitar 60 trilliun rupiah pertahun. Coba kalau setengah obat kimia itu dikonversi ke OH yang sebenarnya melimpah di negeri ini … bayangkan, sekitar 30 trilliun rupiah bisa digelontorkan kepada para pelaku budidaya tanaman herbal, management OH, pelaku pembuatan (penyiapan) OH, para pedagang OH, dst.
Orang China yang dibilang kafir-komunis-atheis malah lebih punya kasih dibanding para non kafir sarat agama.
Kenapa para non kafir begitu benci kepada orang China … padahal kualitas kemanusiaan mereka jauh lebih baik daripada para non kafir!?
**********
Obat herbal China
Chinese Herbology
https://en.wikipedia.org/wiki/Chinese_herbology
Raw materials
There are roughly 13,000 medicinals used in China and over 100,000 medicinal recipes recorded in the ancient literature.
China punya 13 ribu jenis herbal, dan lebih dari 100 ribu resep obat herbal.
**********
Sejak lebih dari 4000 tahun, mereka mengumpulkan OH, CPK, resep-resep lama untuk kepentingan rakyatnya. Mereka begitu menghargai warisan leluhur mereka, mereka menyimpan resep-resep itu, mengumpulkannya, mendokumentasikan dan menggunakan dalam kehidupan mereka, diterapkan dalam SKN mereka, digabungkan dengan obat dan cara pengobatan modern.
Sejak ribuan tahun lalu, nenek moyang bangsa Cina telah menggunakan bagian tanaman, bagian hewan, dan mineral untuk meramu obat-obatan. Hal itu terbukti dengan adanya kitab pengobatan kuno yang bernama Huang Di Nei Jing (Kitab Kaisar Kuning) dan Wai Tai Mi Yao (Resep Rahasia).
Tentu sangat berbeda dengan kita yang mengaku beragama bahkan begitu bersemangat mengurusi agama, sampai lupa untuk melakukan dokumentasi obat-obat warisan leluhur atau malah mengabaikan warisan leluhur itu, meninggalkan cara pengobatan kuno warisan leluhur … lebih suka menggunakan cara pengobatan modern dan minum obat buatan pabrik dari negeri barat … kita dengan sadar meng-anak-tiri-kan herbal warisan leluhur, dan meng-anak-emas-kan obat dan pengobatan dari negeri kafir di arah sebelah barat sana.
Ternyata negeri kafir China terlihat punya kasih dibandingkan dengan negara mayoritas non kafir itu.
Kenyataan yang tak terbantahkan, mengaku beragama tetapi tidak peduli akan warisan leluhur, bahkan terlihat membenci warisan leluhurnya sendiri, seakan-akan karakter budaya leluhur itu tidaklah cukup bernilai dibandingkan dengan agama mereka yang sekarang ini. Catatan-catatan, buku-buku, lontar-lontar yang berisikan banyak hal dari kebudayaan, kesehatan, ajaran leluhur yang ditulis dalam huruf Jawa kuno (Sansekerta) telah hilang entah kemana … dibiarkan dimakan rayap atau dihancurkan atau dibakar?
Tidaklah mungkin kalau para penguasa Nusantara yang dulu punya kebudayaan tinggi, punya armada perang yang ditakuti, penguasaan Nusantara yang begitu luas … kalau semua itu tidak ditunjang dengan sistem kesehatan yang mumpuni, tidak mungkin kalau mereka (leluhur) tidak punya catatan obat-obatan dari alam, tidak punya cara pengobatan kuno untuk mengatasi bermacam penyakit atau dalam menangani kecelakaan atau luka-luka dalam peperangan. Tidaklah mungkin mereka tidak membuat catatan-catatan itu … mereka sudah berbudaya tinggi, mereka sudah kenal budaya tulis menulis.
Kenapa catatan-catatan itu tidak ada?
Apakah ada ketakutan kalau catatan yang ditulis dengan huruf Jawa kuno (Sansekerta) itu akan mengajarkan agama Hindu … padahal catatan itu juga mengandung falsafah leluhur, budaya leluhur, obat kuno, cara pengobatan kuno dan banyak lagi, bukan hanya agama!?
Kebencian kepada leluhur terus menerus dikobarkan sampai sekarang, leluhur dikatakan kafir, musrik, sirik, penyembah berhala … padahal mereka sudah berbudaya jauh jauh hari, lihatlah situs gunung Padang yang dikatakan berumur 25 ribu tahun sudah menampilkan adanya kebudayaan tinggi sementara di daerah lain, yang jauh dari Nusantara ini masih berada di pra-peradaban.
Lucu sekali, kita merasa sebagai yang terbaik dalam hal beragama tetapi toh terlihat tak punya kasih, tak peduli akan resep-resep leluhur yang ditulis untuk menjaga kesehatan, untuk pengobatan dari penyakit ataupun luka peperangan … catatan-catatan itu entah kemana … tak terlihat. Kita telah menisbikan obat-obatan dari alam yang telah dikumpulkan leluhur kita, kita telah menyia-nyiakan cara pengobatan para leluhur, menyia-nyiakan warisan nenek moyang kita. Ingat, leluhur kita dulu sudah berbudaya tinggi, kenapa dinihilkan begitu saja … apakah karena leluhur dianggap kafir, musrik, sirik, penyembah berhala?
Lalu kita malah mengedepankan obat-obatan yang dibuat oleh para kafir dari negeri barat … diperjual-belikan dengan harga yang tinggi, membuat susah rakyat kecil untuk mendapatkan obat dan pengobatan murah yang seharusnya sudah tersedia selama ini, dari alam dari warisan para leluhur.
Dan ingat obat dari negeri kafir itu penuh dengan efek negative, penuh racun … berbeda dengan obat alami dari bagian tanaman, bagian hewan dan mineral yang merupakan ciptaan Tuhan YMK.
Dimanakah rasa kasih kita!?
**********
Saya membaca di internet, ada 3 negara yang memasukkan OH dan CPK warisan leluhurnya kedalam SKN mereka, yaitu: China, India, dan Brasil. Ada banyak negara maju yang mulai menerapkan OH dan CPK dari India dan China kedalam SKN mereka.
**********
Kita terlalu sibuk bicara agama, sibuk menohok kesana kemari karena perbedaan persepsi terhadap agama, terhadap Tuhan, sibuk mengedepankan upaya-upaya pembelaan agama, pembelaan Tuhan, mengkerdilkan agama yang lain, menisbikan kepercayaan kelompok lain terhadap YME, sibuk mengKAFIRkan orang tak seagama … sibuk membuat fatwa pengharaman segala sesuatu dalam kehidupan ini … tetapi tidak menerapkan RASA KASIH secara nyata, RASA KASIH yang merupakan UNSUR / SIFAT UTAMA TUHAN!
* Bukan rasa KASIH yang diarahkan kepada sesama tetapi rasa cinta egois yang terbatas
* sekedar mengedepankan monopoli cinta kepada Tuhan … hanya kelompok tertentu saja yang boleh terlihat mencintai dan dicintai Tuhan, sementara yang lain tidak boleh mencintai Tuhan apalagi dicintai Tuhan.
Tulisan ini bukan bermaksud membanggakan negeri tetangga sekaligus menjelekkan negeri sendiri … tetapi inilah kenyataannya, kita terlalu bangga dengan keber-agama-an kita tetapi melupakan rasa kasih yang sebenarnya, kita terlalu mengejar penampilan seakan-akan kita lebih baik, kenyataannya setiap warga dipaksa untuk memenuhi kebutuhan masing-masing dalam semua aspek kehidupan secara sendiri-sendiri. Saya iri dengan cara-cara 3 negara dunia itu, China, India dan Brasil yang terus berusaha mengedepankan obat herbal dan cara pengobatan kuno warisan leluhurnya, sementara kita kurang menghargai warisan leluhur itu. Jangan penampilan ber-agama yang tampil kedepan, seharusnya rasa kasih yang dikedepankan! Paling tidak, hargailah warisan leluhur, berbanggalah dengan OH dan CPK yang ada, kedepankan, terapkan dalam kehidupan pribadi dan terutama dalam SKN negara ini.
**********
Obat Herbal Indonesia Memiliki Potensi Sangat Besar
http://www.lingkunganhidup.co/obat-herbal-indonesia-potensi-besar/
Menurut peneliti dari Studi Ayurweda Fakultas Kesehatan Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Prof dr I Gusti Ngurah Nala, terdapat sekitar 9.606 spesies tumbuhan yang mengandung khasiat tinggi untuk pengadaan obat-obatan alami guna menyembuhkan berbagai jenis penyakit, bebas dari efek samping.
“Hutan tropis yang dimiliki Indonesia sekitar 120 juta hektar. Di kawasan itu tumbuh spesies yang diketahui dan dipercaya mempunyai khasiat obat yang selama ini belum dimanfaatkan maksimal,” ungkap Prof. Nala seperti dikutip dari situs Biotek LIPI (24/5) mengenai potensi obat herbal Indonesia.
**********
YMK telah memberikan kita alam yang begitu bernilai tinggi, ada potensi OH yang begitu besar, masih belum digali dengan optimal, belum dilakukan penelitian yang mendalam, masih belum dipandang dengan serius, padahal itulah kekayaan kita yang terbesar dibanding negara-negara lain di dunia. Seharusnya kita menjaga alam yang diberikan YMK kepada kita dengan penuh rasa sayang, hutan tropis itu penuh dengan OH yang belum diteliti, jangan digunduli, jangan diganti dengan tanaman mono-kultur, gunung-gunung dipelihara, jangan digunduli, tanah dimanapun jangan dibeton habis, sediakan ruang untuk peresapan air hujan. Kita jaga alam Indonesia agar tetap asri, menjadi paru-paru dunia, menjadi sumber OH dunia, menjadi tujuan wisata alam yang indah, menjadi sumber pangan dunia … semua dilakukan dengan penuh rasa sayang! Karena alam adalah pemberian Tuhan YMK.
Dengan menjaga alam dengan penuh rasa sayang, berarti kita memberikan kasih kepada umat manusia, kita menjaga alam agar tidak rusak, agar tidak menyebabkan bencana (longsor, banjir, kekeringan, global warming, dll) bagi manusia.
Rasa Sayang => rasa Kasih => Cinta kepada YMK!
Itulah CKS: Cinta Kasih Sayang!
Anda Cinta kepada Tuhan YMK, berikanlah rasa Kasih kepada sesama, karena semua manusia itu ciptaan Tuhan YMK, berikanlah rasa Sayang kepada alam, tempat dimana manusia hidup. Tanpa rasa sayang, berarti tidak ada rasa kasih, tanpa rasa kasih berarti tidak ada cinta kepada Tuhan YMK.
Jakarta, 29 November 2016
**** Referensi dari internet:
* Traditional Chinese Medicine Benefits, Herbs & Therapies
https://draxe.com/traditional-chinese-medicine/
* AN INTRODUCTION TO CHINESE HERBS by Subhuti Dharmananda, Ph.D., Institute for Traditional Medicine, Portland, Oregon
http://www.itmonline.org/arts/herbintro.htm
* NEGARA-NEGARA YANG MELESTARIKAN PENGOBATAN HERBAL By Nurdina Bestari
http://segiempat.com/aneh-unik/ilmu-pengetahuan/negara-negara-yang-melestarikan-pengobatan-herbal/
* TRADITIONAL CHINESE MEDICINE
http://www.ibiblio.org/chineseculture/contents/heal/p-heal-c01s08.html
* My Trip To The Traditional Chinese Medicine Doctor
https://lifebehindthewall.wordpress.com/2011/07/22/my-trip-to-the-traditional-chinese-medicine-doctor/
* Chinese Herbal Medicine – Results Acupuncture & Healing Arts Center
http://resultsacupuncture.com/services/chinese-herbal-medicine/
* The Spring Yoga & Natural Health
http://www.thespringnaturalhealth.com/new-page/
Herbal medicine, terutama yang ber-embel-embel Chinese medicine telah menyebar ke seluruh dunia, ke Eropa, Amerika, Australia … ada begitu banyak penawaran sekolah tinggi untuk menguasai berbagai obat atau pengobatan tradisional itu.
Di Dublin, London, Lausanne … dlsb.
* Master of Applied Science (Chinese Herbal Medicine) – RMIT University
https://www.rmit.edu.au/study-with-us/levels-of-study/postgraduate-study/masters-by-coursework/mc138
* Massachusetts College of Pharmacy and Health Sciences
https://www.mcphs.edu/
* California School of Herbal Studies
http://www.cshs.com/
* Connecticut Institute for Herbal Studies
http://www.ctherbschool.com/
* University of Bridgeport USA
Chinese Herbology (M.S.) Degree
http://www.bridgeport.edu/academics/graduate/masters-science-chinese-herbology/
* Northwestern Health Sciences University
http://www.nwhealth.edu/acupuncture-oriental-medicine/
* Phoenix Academy of Acupuncture and Herbal Medicine
http://www.phoenixtcm.org.uk/
* Master Degrees in CTM
http://www.finlanduniversity.com/masters-degrees/programmes/
* Danube University Krems in Lower Austria
Traditional Chinese Medicine
http://www.donau-uni.ac.at/en/studium/tcm/index.php
* Acupuncture in the Netherlands
https://acupuncturenowfoundation.org/2015/04/acupuncture-in-the-netherlands-the-first-in-an-anf-global-initiative/
* New York College’s Graduate School of Oriental Medicin
http://www.nycollege.edu/academics/school-of-oriental-medicine
* University of Maryland Medical Center (UMMC)
http://umm.edu/health/medical/altmed/treatment/herbal-medicine
Dan banyak lagi …
Di Italy telah diintegrasikan ke Sistem Kesehatan Modern
CHINESE MEDICINE IN ITALY
Integrated into the Modern Medical System
by Subhuti Dharmananda, Ph.D., Director, Institute for Traditional Medicine, Portland, Oregon
http://www.itmonline.org/arts/italy.htm
* Obat Herbal Indonesia Memiliki Potensi Sangat Besar
http://www.lingkunganhidup.co/obat-herbal-indonesia-potensi-besar/
* Potensi Herbal Indonesia Menjanjikani
http://investor.id/digital-life/digital-life/wawancara/nasional/kesehatan/kesehatan/395192-potensi-herbal-indonesia-menjanjikan.html
* ‘Potensi Obat Herbal di Indonesia Luar Biasa’
Rep: Dyah Ratna Meta Novi/ Red: Yudha Manggala P Putra
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/15/01/15/ni6md6-potensi-obat-herbal-di-indonesia-luar-biasa
* Raymond Tjandrawinata_ Melihat Potensi Obat Herbal di Indonesia
http://www.suara.com/wawancara/2016/10/17/070000/raymond-tjandrawinata-melihat-potensi-obat-herbal-di-indonesia
**********
