Site icon Bambang Subaktyo's Blog

SATRIA PININGIT SANG PENYELAMAT

SATRIA PININGIT SANG PENYELAMAT

Suatu waktu yang lalu, menjelang pendaftaran calon gubernur daerah tertentu, seorang teman (AV) yang biasa bermeditasi, bertapa, semedi berpanjang-panjang menelpon saya dari Banyuwangi, dia mengatakan telah mendapatkan wisikan (bisikan) soal Satria Piningit (SP). Dia bilang: “Tolong segera hubungi X (salah satu calon), dia itu seseorang yang telah mendapat wahyu, terpilih sebagai Satria Piningit” … selanjutnya AV minta saya menemani dia bertemu dengan X untuk menyerahkan tombak dan bendera sebagai lambang pe-wahyu-an X sebagai SP.

Beberapa kali AV menelpon dan minta ditelpon balik untuk membahas perjalanan AV ke rumah keluarga besar X, dia minta saya menghubungi keluarga X lebih dulu, menjadi pembuka jalan bagi AV dan X agar mereka bisa bertemu. Saya menolak permintaan AV dan terus menolak meski AV bersikeras untuk menemui X. Saya katakan: “… kalau AV ingin menjumpai X, silahkan saja, saya tidak akan membantu apapun, silahkan lakukan perjalanan sendiri ke tempat X. Tapi ingat … sekali Anda (AV) ber-rencana melakukan perjalanan menjumpai X, sejak itu juga saya anggap Anda tidak pernah ada!”

Saya menolak permintaan AV karena saya melihat X tidak punya kompetensi apa-apa dalam membereskan permasalahan bangsa, saya tak pernah melihat X melakukan gerakan yang mengarah kepada perubahan mental-moral bangsa, latar belakang X juga tidak mendukung, bagaimana mungkin anggota dari keluarga yang tak jelas kejujurannya akan menghasilkan seorang ksatria yang mumpuni yang tegar dalam menghadapi begitu banyak hadangan, yang tegas dan tidak ragu dalam bersikap, yang adil dalam membuat keputusan tanpa embel-embel kepentingan dirinya, keluarganya ataupun kelompoknya … satu kenyataan yang saya lihat jauh dari kemungkinan dirinya bisa menjadi seorang SP yang sesungguhnya. Maaf, saya tak berkenan sama sekali, karena X sangat jauh dari gambaran seorang ksatria bahkan ksatria abal-abal sekalipun.

Apa dikira kalau seseorang telah mendapat wahyu, mendapatkan penunjukan sebagai SP, maka orang itu akan muncul sebagai pemimpin, kemudian saat berada di kursi singgasana kepemimpinan, maka dalam sekejap semua hal akan beres begitu saja, “Sim Salabim Abra Kadaba” bagaikan mukzizat, seperti sihir atau dongeng a’la HC Andersen? Begitu seseorang menjadi SP, maka dia akan berubah menjadi manusia dengan karakter terbaik, sakti mandraguna, mumpuni dalam berbagai ilmu, bijaksana dalam mengambil keputusan, bersikap adil, dlsb?

Cerita/Mitos Sang Penyelamat (juga SP)

Ada keyakinan/kepercayaan/agama pada masyarakat (bangsa) di berbagai penjuru dunia akan munculnya seseorang yang disebut sebagai sang penyelamat (SP). Setiap kelompok masyarakat memiliki sebutan yang berbeda untuk sang penyelamat itu, ada yang menyebutnya dengan Satria Piningit, Ratu Adil, Herutjokro, Juru Penyelamat, Yesus, Imam Mahdi, dan banyak sebutan lainnya sesuai keyakinan/kepercayaan/agama yang berlaku di daerah/kawasan/negara tertentu.

Semua kelompok masyarakat itu berharap akan datangnya SP.

Dengan kehadiran SP, orang berharap:

Hal tersebut diatas merupakan harapan yang ingin dicapai rakyat dalam kehidupan pribadi mereka. Masih ada banyak lagi harapan yang terkait kepada alam-lingkungan:

Mungkinkah semua itu akan tercapai dengan ditetapkannya seseorang sebagai SP, kemudian orang ini menjadi pimpinan dan semua itu beres dengan begitu saja!?

Mimpi yang terlalu muluk!!!

Jangan terbuai dengan cerita dongeng a’la HC Andersen, seperti pangeran kodok yang minta dicium dan saat dicium oleh seorang wanita maka sang kodok berubah menjadi pangeran gagah ganteng tinggi pewaris tahta kerajaan besar yang kaya raya … kemudian sang pangeran menikahi wanita yang menciumnya tadi. Mereka hidup bahagia bersama selamanya. Itu salah satu dongeng HC Andersen.

Bisa saja dongeng itu berubah arah. Saat seorang putri cantik jelita bertemu dengan seekor kodok jantan yang bisa berbicara, sang kodok mengatakan dirinya adalah pangeran gagah ganteng tinggi pewaris tahta kerajaan besar yang terkena kutukan, dan hanya bisa terlepas dari kutukan bila ada seorang wanita yang dengan ikhlas mencium dirinya dengan penuh cinta. Maka sang putri segera mencium sang kodok … hufff … terjadilah mukzizat … sang putri berubah menjadi kodok betina yang lalu dikawini oleh sang kodok jantan. Pasangan kodok itupun hidup bahagia bersama selamanya.

Jangan terbuai dengan cerita a’la 1001 malam seperti dongeng Alibaba apalagi dongeng Baba Ali dari pusat kota. Cerita tentang Alibaba yang menemukan gua penuh harta karun milik para perampok. Dongeng seperti itu hanya untuk menghibur anak-anak menjelang tidur!

Dalam kehidupan nyata tidak ada yang mudah, semua berdasarkan proses yang memerlukan waktu panjang, tidak bisa tiba-tiba semua menjadi begitu ideal, adil, makmur, sejahtera, damai, bahagia, teratur, tertib, berdisiplin, tidak ada yang miskin, tidak ada yang menganggur, tidak ada maling/rampok/copet/korupsi … itu mukzizat yang mustahil muncul di zaman bathil ini.

Bisa jadi, suatu waktu akan muncul SP atau siapapun dengan sebutan yang lain sesuai kepercayaan yang berlaku di daerah/kawasan/negara tertentu. Saat SP muncul, segala aspek kehidupan akan berubah menjadi baik, seperti harapan banyak orang, tidak ada hal yang menyusahkan kehidupan: adil makmur sentosa, damai, aman, nyaman, semua tersedia, suhu udara nyaman menyenangkan, tidak ada bencana, …

Begitu banyak orang yang mengharapkan munculnya SP itu, orang-orang berdoa agar masa itu segera tiba, semua ingin mendapatkan kenikmatan hidup …

Ada yang bermimpi, berangan-angan bisa mencapai masa itu … itulah kehidupan yang paling menyenangkan … bila orang bisa berada dalam masa itu, akan sangat menyenangkan, semua teratur, semua berdisiplin, semua tercukupi, tidak perlu ada: pertengkaran, perselisihan, keributan, perkelahian untuk merebutkan sesuatu … ada cukup pangan, sandang dan papan bagi semua orang yang ada.

Kalau sampai pada masa itu, bisa saja terjadi, dimana semua yang buruk dilenyapkan dari muka bumi, penjahat, perampok, maling, pencopet, penzinah, pembunuh, pemerkosa, perusuh, … dlsb itu hilang / sirna dari muka bumi, hanya orang baik-baik saja yang hidup di dunia ini.

Siapakah yang melakukan kerja besar itu?

Banyak yang bermimpi akan hadirnya SP yang akan membolak-balikkan keadaan dalam waktu singkat dari keadaan tak menyenangkan menjadi begitu menyenangkan, yang sebelumnya tak beradab menjadi beradab, yang kesusahan akan bersenang-senang, yang kesulitan akan dimudahkan, yang kekurangan akan berkecukupan, yang bersedih akan bergembira, yang menderita akan berbahagia, dst … dst. Banyak yang bermimpi, banyak yang ragu-ragu, ada yang pesimis dan ada yang optimis, dlsb.

Tak salah orang bermimpi … yang salah itu penjual mimpi indah yang tidak realistis. Banyak yang terbuai dengan mimpi indah itu, dan ada banyak yang berusaha mengambil kesempatan dari adanya mimpi massal itu. Ada yang sengaja mengumbar cerita bahwa dirinya lah sang tokoh SP itu, ada yang mengumandangkan bahwa dirinya memang bernama ‘Satria Piningit’, bersiap menjadi ratu dan telah mendirikan partai ‘Satria Piningit’, ada yang menghembuskan berita seakan-akan dunia gaib telah mengusung dirinya sebagai sang SP, berita itu disebar terutama kepada para ‘orang pintar’ menggunakan teknologi alam gaib, juga diusahakan disebar ke berbagai kelompok masyarakat menggunakan berbagai media teknologi dunia nyata … dst.

Beberapa gelintir orang menggunakan ‘mimpi indah masyarakat’ untuk mendapatkan kesempatan mengambil posisi kepemimpinan, mengambil manfaat dari besarnya harapan orang banyak, mengeruk dukungan dalam pemilihan umum, mengambil keuntungan financial, menjual mimpi pengangkatan harta terpendam, menggandakan uang, dlsb.

Bukan hanya mimpi akan hadirnya sang SP yang digadang-gadang rakyat banyak, tetapi ada mimpi akan munculnya harta nusantara dari alam gaib ke dunia nyata.

Gabungkan kedua mimpi itu sekaligus, maka mimpi itu menjadi jauh lebih indah lagi! Nanti kan ada SP yang akan memperbaiki segala yang berantakan, menjadikan segala aspek kehidupan itu begitu menyenangkan … dan beberapa kelompok yang selama ini berkecimpung di urusan harta karun akan berbagi harta yang muncul itu di antara mereka, siapa yang telah menyumbang banyak untuk kegiatan persiapan pengangkatan harta, tentu akan mendapatkan porsi yang lebih banyak daripada yang cuma menyumbang sedikit, dan buat rakyat banyak yang tidak pernah ikutan andil, cuma dibagi sekedarnya saja. Enak sekali, beberapa kelompok itu akan sibuk berbagi harta, sementara soal beres-beres biarkan sang SP yang melakukan. Atau jangan jangan orang yang menyebut dirinya sebagai SP sebenarnya hanya mengincar penguasaan harta yang ada … tipu-tipu kelas tinggi!!!

Apakah cerita Satria Piningit/Sang Penyelamat ini cuma sekedar mimpi?

Percaya boleh, tak percaya juga boleh.

Anda percaya, bahwa segala sesuatu akan menjadi begitu indah? Hanya yang baik baik yang diberikan kesempatan untuk menikmati dunia yang lebih indah itu. Lalu, apakah Anda termasuk yang diberi kesempatan atau malah sebagai orang orang yang terpaksa berhenti / tidak lanjut ke babak baru yang indah itu!?

Sebaiknya, jangan cuma menunggu:

Janganlah berharap SP yang akan membereskan itu semua sementara kalian semakin ber-asik-masyuk bersama kelompok kalian berpesta pora mempertengkarkan pembagian harta. Sadarlah, semua kekacauan itu disebabkan oleh kalian yang tidak mengenal Cinta Kasih Sayang.

Kalau SP tak muncul sama sekali, kalian tidak peduli?

Keadaan bumi ini sudah begitu berantakan, gempa semakin sering terjadi, dengan kekuatan yang semakin kuat. Banjir bahkan banjir bandang bisa muncul di berbagai daerah yang tak pernah terjadi sebelumnya, hujan salah musim, cuaca tak menentu, longsor banyak terjadi, lubang bumi muncul di tengah perkotaan, kebakaran hutan terjadi karena temperatur semakin tinggi, pemanasan global terjadi, es di kutub utara dan selatan terus mencair, permukaan air laut semakin tinggi … dst, dlsb. Kedengkian, kebencian, permusuhan, peperangan, kekerasan semakin meningkat antara kelompok satu dengan kelompok yang lain, karena perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan; antar bangsa dengan bangsa yang lain karena berbagai isu, karena negara yang satu ingin menguasai sumber daya / energi yang ada di kawasan (negara) lain … pembunuhan manusia di abad 20 saja mencapai >200 juta karena berbagai peperangan dengan berbagai alasan … manusia yang terbunuh karena berbagai penyakit juga hampir sama atau lebih banyak daripada korban perang. Kekacauan ini semakin parah … karena setiap orang ingin menang sendiri, setiap bangsa / negara juga sama egoisnya, agama tidak berhasil mengajarkan kasih sayang, umat lebih memilih tindakan egois, saling hujat, saling caci, saling menjelek-jelekkan umat yang lain, yang satu menganiaya yang lain.

Semua orang tak peduli dengan keadaan itu … semua ber-asik-masyuk dengan kehidupan masing-masing, tak peduli kepada orang lain, terus melakukan perusakan alam lingkungan … dst dst. Peduli amat, itu kan kerjaan SP!!!

Banyak yang percaya akan munculnya SP di saat semua berantakan, semua orang berharap SP akan membenahi segala hal … tetapi … orang-orang yang percaya akan datangnya masa dimana semua berantakan, semua kacau, alam bergejolak, dlsb itu … malah tak peduli akan keadaan alam … semua merusak alam, semua tak peduli akan keruwetan itu … semua sibuk mencari pembenaran bagi dirinya masing-masing, bagi kelompoknya sendiri, bagi golongan mereka sendiri, tak peduli akan orang lain, apalagi kalau beda suku, beda agama, beda ideologi … semua mencari kesempatan untuk mendapatkan power, memperoleh posisi penting, menumpuk harta bagi dirinya masing-masing, bagi kelompok dan golongan masing-masing.

Banyak yang percaya bahwa SP muncul karena semua sudah berantakan, SP akan membereskan semua itu … tetapi yang percaya itu malah terus berusaha mengedepankan dirinya sendiri, mengedepankan ego masing-masing … menambah keruwetan dan tidak berusaha untuk memperbaiki keadaan.

Lebih parah lagi, setiap kepercayaan/agama/masyarakat mengatakan bahwa SP akan melindungi dan menyelamatkan kelompok kepercayaan/agama/masyarakat tersebut sementara orang yang berada diluar kelompok mereka tidak akan diselamatkan. Bila tidak ikut dalam kelompok mereka, maka orang akan menderita, hanya anggota kelompok tertentu saja yang akan diselamatkan. Setiap kelompok itu menggambarkan SP sebagai seseorang keturunan junjungan utama kelompok itu, karakter dan pribadi SP digambarkan begitu idealis sebagai perwakilan kelompok tersebut

Ego perorangan dan ego kelompok telah membatasi penyelamatan manusia hanya berdasarkan kelompok tertentu saja, seakan-akan manusia yang diluar kelompok itu bukan ciptaan Tuhan YME, maka tak perlu diselamatkan.

Saya percaya akan adanya siklus kehidupan manusia yang terus berputar, ada masa baik, masa buruk, sangat buruk, kembali ke baik dan sangat baik. Saya percaya, pada masa paling kritis (buruk) akan muncul seorang pahlawan yang memperbaiki keadaan buruk merubahnya menjadi satu kondisi yang terbaik. Itu normal dan biasa terjadi saat suatu masyarakat terperosok kedalam jurang kehidupan maka hadirlah seorang penyelamat di antara mereka. Jadi, saya yakin SP akan hadir dalam kehidupan kita terutama pada kondisi yang sudah begitu berantakan.

Yang jadi pemikiran/perhatian saya: jangan sampai ada orang memonopoli keberadaan SP itu hanya menjadi milik suatu kelompok saja, bahwa hanya kelompok tertentu saja yang akan mendapatkan manfaat dari kehadiran SP, bahwa SP hanya akan menolong kelompok itu saja sementara orang yang tidak berada dalam kelompok itu akan dibiarkan perlaya menjadi korban, apalagi pemikiran para fanatik yang menyatakan bahwa kelompok mereka lah yang paling baik yang mendapatkan restu dari Sang Penguasa alam semesta, kemudian kelompok ini boleh melakukan kekerasan kepada kelompok lain seakan-akan perbuatan itu adalah hal yang diijinkan oleh Sang Penguasa, bahwa mereka-lah yang paling baik, yang berhak hidup, boleh menguasai segala hal yang ada di muka bumi, yang menentukan boleh dan tidaknya kelompok lain melakukan kegiatan apalagi melakukan kegiatan menyembah Sang Penguasa yang berbeda cara, seakan-akan Sang Penguasa adalah hak milik kelompok itu semata. Kelompok lain tidak boleh menyebut namaNYA, tidak boleh melakukan ibadah menyembah Sang Penguasa, tidak boleh membangun rumah ibadah, tidak boleh menjalankan ritual khusus kelompok … dst.

Anggota kelompok lain dianggap sebagai mahluk kelas rendah yang boleh diperlakukan dengan tidak adil, boleh dicaci-maki, boleh dianiaya bahkan diperbudak, diperkosa, dan dibunuh.

Kelompok keras kepala itu juga percaya akan hadirnya SP, yakin SP akan hadir saat puncak perselisihan, penuh kebencian, permusuhan marak terjadi, kekerasan muncul dimana-mana, perbudakan, perkosaan, pembunuhan menjadi hal yang lazim terjadi, bencana alam pun mendera silih berganti … dst. Semua itu akibat sifat/tabiat manusia yang suka merusak, merusak kehidupan, merusak alam … dst.

Mereka percaya akan SP, mereka tahu kerusakan terjadi di berbagai segi kehidupan, mereka tahu alam telah mereka perkosa … TETAPI mereka hanya bermimpi akan kehadiran SP … SP akan memperbaiki itu semua!!! Sementara itu mereka terus merusak alam-lingkungan, terus mengumbar nafsu, terus menebar kebencian, terus melakukan hal-hal buruk.

Mereka terus menggelorakan impian datangnya SP, SP akan membantu mereka, SP akan menyelamatkan mereka, SP akan merubah keadaan buruk menjadi yang terbaik, SP akan mengubah keadaan buruk menjadi yang terbaik … mereka terus melempar kesalahan kepada kelompok lain, kelompok lain yang salah, yang bertabiat buruk … dst, dlsb.

Mereka tak mau memperbaiki keadaan, malah merusak lebih lanjut … kemudian mereka orang per orang melakukan berbagai usaha untuk menambah kekayaan pribadi sebagai modal untuk masa kedatangan SP agar hidup mereka tercukupi atau lebih baik dari orang lain.

Inilah kenyataan yang sedang berlangsung saat ini, dan itu sudah dituliskan dalam Jongko Joyoboyo, dikatakan oleh Sabdapalon Noyogenggong, dinyatakan dalam Uga Wasiat Eyang Prabu Siliwangi, diramalkan oleh Nostradamus dan sesuai dengan rencana NWO (New World Order). Memang akan ada masa dimana jumlah manusia akan berkurang banyak. Di Jongko dikatakan, ‘Wong Jowo kari separoh’, ‘Wong Chino karo Londo kari sejodo’ … Nostradamus meramalkan terjadi berbagai bencana yang menghabiskan 2/3 sampai 75% umat manusia … NWO memiliki rencana hanya mensisakan 5-10% penduduk dunia yang dibagi dalam 2 kelompok: the Master dan the Slave.

Apakah itu masa dimana SP hadir???
Entahlah …

Jakarta, 20 Januari 2017

Untuk download artikel ini: Satria Piningit.pdf

Exit mobile version