gubernur yang ahli, serahkan pada sang ahliSERAHKAN KEPADA AHLINYA: BABA ALI
Selama kampanye Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta, ada banyak media kampanye yang berisi kata-kata: “serahkan kepada ahlinya”, terpampang di berbagai sudut kota. Maka terpilihlah ‘sang ahli’ sebagai gubernur. Mari kita lihat apa yang terjadi dengan Jakarta, ibukota negara Republik Indonesia ini. Kita lihat didalam kegiatan sehari-hari:
* Jalan banyak yang rusak, banyak lubang disana-sini, perbaikan sedikit disana, disini masih rusak, disini diperbaiki, di sisi yang lain rusak juga,
* ada banyak kecelakaan karena terjebak lubang di jalan, yang mati juga ada,
* kemacetan terus terjadi, dan tidak kenal waktu,
* anak sekolah dimajukan jam belajarnya, kemacetan tidak juga lenyap,
* busway tetap saja jadi busetway, tidak menyelesaikan masalah, sering merepotkan penumpangnya, menunggu berpuluh menit tanpa kejelasan,
* jalan-jalan khusus busway yang sudah dibangun dibiarkan menganggur, armadanya tidak ditambah, sudah ada busway yang terbakar, jalan-jalan khusus itu juga sudah tidak rata, bergelombang, rusak di berbagai ruas,
* banjir atau genangan air terus terjadi,
* monorail terkatung-katung tidak diteruskan, tiang-tiang pancang setengah jadi dibiarkan berkarat, belakangan ini malah ada gagasan mau bikin subway.
Apakah benar gubernur kita ini seorang ahli?
Saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu.
Saya mengirim sebuah SMS dalam sebuah acara interaktif di radio, di minggu 2 Februari 2008.
Isi SMS itu:
“Warga bertanya: ‘BAPAK AHLI?’. Dijawab: ‘iya saya BABA ALI’.
Saya tidak perlu melakukan apa-apa untuk menangani segala permasalahan yang ada. Cukup dengan SIMSALABIM ABAKADABRA, maka masalah, banjir, macet, dll akan segera beres. Karena saya adalah ALIBABA”
Bagaikan sebuah dongeng 1001 malam, dimana nasib seseorang bisa berubah dalam sekejab. Orang itu hanya perlu mengucapkan mantera ‘SIMSALABIM ABAKADABRA’ maka segala sesuatu bisa diselesaikan. Orang itu bisa kaya, bisa makmur, sejahtera, dihormati dst.
Sebuah dongeng tentang seorang bapak yang ahli, bisa membereskan berbagai persoalan warga Jakarta dalam sekejab. Sebuah janji bila si bapak yang ahli terpilih, maka berbagai persoalan akan terselesaikan. SIMSALABIM ABAKADABRA. Jalanan bisa mulus, banjir tak datang lagi, warga sejahtera, hidup aman dan nyaman.
Nyatanya kita hidup di alam Indonesia. Hanya dongeng (janji seorang ahli) tidak menyelesaikan permasalahan yang ada tidak. Kapan dongeng perubahan menjadi kenyataan?
