Site icon Bambang Subaktyo's Blog

Terapi Pete dan Kasih Sayang (Welas Asih)

Terapi Pete dan Kasih Sayang atau Welas Asih

(Artikel ini merupakan TEXT & NARASI dari video “Terapi Pete dan Kasih Sayang atau Welas Asih”)

Bagaimana Kasih Sayang telah mendorong munculnya Terapi Pete dan Terapi Pete menjadi sarana penampilan Kasih Sayang

YMK menciptakan Alam Semesta dalam Keseimbangan

Tuhan YMK yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang telah menciptakan segala sesuatu dalam keseimbangan, menciptakan alam semesta, menciptakan berbagai mahluk, berbagai binatang, tanaman, mineral, bakteri, virus dan penyakit. Ada gelap, ada terang, ada panas, ada dingin, ada positive, ada negative, ada penyakit … pasti ada disediakan penawar untuk berbagai penyakit itu, sudah ada diciptakan di alam lingkungan kehidupan manusia.

Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang mempersiapkan segala sesuatu demi kebaikan bagi semua ciptaanNYA. Berbagai mata rantai kehidupan telah disiapkan sedemikian rupa untuk menjaga keseimbangan kehidupan semua ciptaanNYA.

Setiap orang harus punya rasa Kasih dan rasa Sayang

Setiap orang, apalagi yang berada dalam posisi sebagai penguasa (pimpinan) suatu wilayah, pimpinan lembaga/institusi/perusahaan, sebagai kepala organisasi apapun, dari yang tertinggi sampai yang terbawah, harus punya sifat Pengasih (Kasih) dan Penyayang (Sayang), harus memberikan Kasih-Sayang kepada anggota/warga yang ada dalam lingkup wilayah kekuasaan yang dia pimpin.

Pemimpin harus punya rasa Kasih dan rasa Sayang

Para Penguasa suatu negara (wilayah) harus memiliki sifat Pengasih dan Penyayang kepada warga yang ada dalam wilayah penguasaannya, harus mempersiapkan segala sesuatu dalam keseimbangan, membuat kehidupan warganya dalam keseimbangan, menerapkan hukum dan keadilan yang seimbang bagi semua warganya, memberikan kesempatan hidup yang adil bagi setiap warganya, menjaga alam lingkungan dengan bijaksana agar mata rantai kehidupan berjalan dalam keseimbangan.

Penguasa tidak boleh mengutamakan dirinya sendiri, tidak boleh hanya memikirkan kehidupan dirinya sendiri, asalkan dirinya selamat dan sehat sementara warganya dibiarkan menderita dalam kesusahan, dalam kehidupan yang tak ada kepastian, dalam menghadapi biaya perawatan kesehatan yang lumayan besar dan memberatkan bagi rakyat kebanyakan.

Kasih Sayang = peduli kepada sesama tanpa perbedaan

Setiap orang harus punya rasa Kasih dan rasa Sayang kepada segala sesuatu yang ada di wilayah kehidupan masing-masing, bukan sekedar memikirkan dirinya sendiri, dirinya bersama keluarganya saja, atau dirinya bersama kelompoknya saja … sementara orang lain yang berbeda keluarga, beda kelompok, beda partai, beda golongan, beda etnis, beda suku, beda bangsa, beda agama … tidak dipedulikan olehnya.

Setiap orang tidak boleh egois, hanya mementingkan diri sendiri,hanya mengedepankan keluarganya, hanya memikirkan kelompoknya saja, tetapi setiap kegiatan, setiap kebijakan, setiap perencanaan, setiap peraturan harus adil bagi semua orang. Apalagi bila orang itu berada pada suatu kedudukan utama dalam suatu kelompok masyarakat, sebagai pimpinan suatu bangsa maka segala sesuatu harus diterapkan dalam keadilan … bahkan seorang pimpinan keluarga pun harus adil kepada setiap anggota keluarganya, tidak ada yang dimanjakan berlebihan sementara ada anggota keluarga yang tidak dia pedulikan.

Kasih kepada sesama dan Sayang kepada alam lingkungan

Jadi, Kasih itu berlaku kepada setiap anggota masyarakat dalam keadilan, tidak ada pilih kasih, yang satu diberi berlebih-lebih sementara ada anggota masyarakat yang kekurangan dalam kesusahan penderitaan. Begitu juga dengan rasa Sayang. Setiap orang harus punya rasa Sayang kepada alam lingkungan dimana dia berada, karena kelestarian alam akan memberikan kebaikan bagi sesama mahluk ciptaanNYA. Sebaliknya, tanpa rasa Sayang, alam akan rusak dan keburukan akan muncul menghadang.

Anda tentu bertanya tanya, “Ada kaitan apa Kasih Sayang dengan Terapi Pete?”

Untuk menjawab pertanyaan tersebut:

Kapan penelitian pete dimulai?

Penelitian terapi pete dimulai pada tahun 1995, 22 tahun yang lampau. Ketertarikan saya kepada obat herbal sudah dimulai jauh sebelumnya. Sejak kecil saya sudah punya pengalaman mengkonsumsi beberapa obat alternative yang diberikan oleh orang tua, seperti air beras kencur, daun sirih untuk mimisan, air rebusan brotowali untuk obat gatal, daun pucuk jambu biji untuk diaree, dan pengalaman iseng-iseng pribadi olesan remasan bunga untuk mengobati sengatan lebah, dan banyak lagi.

Kenapa saya mencari obat herbal, apa alasannya?

Ada 3 alasan kuat untuk mencari obat herbal:

  1. Jauh sebelum tahun 1995 saya sudah tertarik kepada obat dan pengobatan alternatif terutama obat herbal dari tanaman, saya mencoba mempelajari tanaman herbal, mengumpulkan buku tanaman obat, membeli di pasar loak (di Senen, di Black Bridge Jakarta Timur), di toko buku antik juga di toko buku mutakhir.
  2. Sebelum 1995, saya melihat ketimpangan dalam sistem pengobatan kesehatan rakyat, dimana sang pemimpin waktu itu terlihat kemana-mana selalu disertai dengan mobil ambulance berisi dokter ahli khusus dirinya, lengkap dengan suster-perawat, dengan peralatan canggih dan tentu penuh dengan obat-obat-an khusus. Sang pemimpin saja tidak percaya dengan sistem kesehatan yang dia rancang sendiri … juga berobat ke luar negeri!? Lihatlah peraturan yang mereka buat waktu itu yang memberikan kesempatan bagi kelompok khusus itu untuk melakukan wisata kesehatan sampai keluar negeri dan dibiayai negara! Sementara rakyat dibiarkan mencari jalan masing-masing untuk bisa sehat, untuk bisa berobat, untuk bisa dirawat di rumah orang sakit itu.
  3. Saya yakin, YMK sudah menyediakan berbagai obat dari bagian tanaman, dari bagian hewan, dari mineral. Itulah obat alami/alternative, dan Indonesia punya potensi besar untuk itu.

Apa tujuan dan maksud dari penelitian terapi pete?

Dari buku-buku yang saya kumpulkan, saya tahu ada begitu banyak tanaman obat, tetapi kebanyakan merupakan tanaman eksotis yang hanya ada di tempat tertentu, tidak tersedia di semua daerah apalagi di kota besar. Saya harus mendapatkan obat alternative murah dengan proses sederhana yang bisa disiapkan oleh orang biasa tanpa pengetahuan khusus. Obat herbal yang bisa diperoleh dengan mudah dimanapun juga, baik di desa, di gunung maupun di kota besar. Kemudian muncullah satu artikel pendek dari Professor Hembing tentang pete: “Pete bagus untuk mencuci darah”, hanya kalimat itu tanpa pemberitahuan lebih lanjut, tidak dikatakan apa, kenapa, bagaimana caranya ataupun berapa banyak. Saya tertarik untuk mencoba pete. Langsung merebus pete berikut kulit di air mendidih selama 2 menit. Mengkonsumsi pete rebus selama beberapa hari, dan mendapatkan perubahan kesehatan. Uji coba secara empiris berlangsung selama 15 tahun dan saya mendapatkan terapi pete!

Saya melihat ketimpangan saat itu

Saya harus mendapatkan satu herbal yang bermanfaat untuk mengobati penyakit, untuk menjaga kesehatan, harus mudah diperoleh, tersedia sepanjang waktu, dengan prosesi persiapan yang mudah – sederhana dan efektive untuk menghadapi bermacam penyakit.

Untuk siapa penelitian pete?

Penelitian pete memang dilakukan untuk membantu orang banyak, untuk rakyat Indonesia dan warga dunia secara umum, terutama untuk warga kelas menengah bawah. Memang sudah begitu, pete sudah dikenal sebagai Stink bean, buah NDESOO, makanan kampungan, mereka yang merasa elite akan sulit untuk menerima tawaran terapi pete.

Adakah manfaat yang didapatkan dari penelitian terapi pete?

Penelitian Terapi Pete berhasil menemukan kemungkinan penyembuhan bermacam penyakit menggunakan Terapi Pete, baik Terapi Buah Pete (TBP) maupun Terapi Air Pete (TAP). Penyakit seperti asam urat, hipertensi, sakit jantung, diabetes Mellitus, impotensi, trauma otot, maag, sakit lambung, diaree, dlsb. Berbagai penyakit yang terkait dengan darah, sistem peredaran darah dan sistem pencernaan bisa disembuhkan dengan Terapi Pete, termasuk kawanan penyakit yang datang bersama diabetes Mellitus. Banyak peserta telah melaporkan hasil pelaksanaan terapi pete mereka. Kesembuhan bisa diperoleh dalam waktu relative cepat. Asam urat hanya perlu waktu 5 hari, impotensi dengan TAP bisa bangun berdua dalam hitungan jam, trauma otot dalam 11 hari (TAP), batal operasi jantung setelah 3 bulan terapi full (TBP + TAP), diabetes dalam waktu 3 bulan … dll.

Untuk bisa sembuh tidak perlu mahal, untuk hidup sehat tidak perlu biaya mahal, untuk bisa berbahagia dalam urusan 4X4 juga tidak perlu mahal, tidak perlu bersusah payah, hanya perlu menjalankan terapi pete.

Siapakah yang mendapatkan keuntungan dari terapi pete?

Banyak orang mendapatkan keuntungan dari terapi pete, rakyat bisa menjaga kesehatan secara preventive dengan rutin makan pete rebus atau minum air pete. Untuk bisa sembuh dari bermacam penyakit tak perlu mahal, dst. Para petani pemilik pohon pete yang berada di daerah pedalaman mendapatkan penghasilan dari penjualan buah pete, harga pete akan terus meningkat seiring dengan dikenalnya terapi pete. Permintaan pete terus meningkat, para pengepul terus merambah ke daerah daerah yang sebelumnya tidak tersentuh, mereka mencari sampai jauh ke daerah pedalaman. Penjualan pete sudah tidak lagi secara borongan, banyak pemilik pohon pete sudah tahu melonjaknya kebutuhan pete, mereka menjual pete dalam jumlah bukan secara borongan. Sudah ada pemilik pohon pete yang menerima sekitar 4-6 juta rupiah per bulan per pohon pete. Sudah banyak peserta terapi yang menanam pohon pete, ada yang menanam beberapa batang, ada yang puluhan batang, ada yang ingin menukar kebun sengon beberapa hektar dengan pohon pete. Beberapa pohon yang ditanam sekitar 4-5 tahun lalu sudah mulai berbuah.

Antusiasme masyarakat terhadap terapi pete

Dalam 3 tahun terakhir, kunjungan ke blog terus meningkat, selama tahun 2015 = 105 ribu hit, 2016 = 110 ribu hit, dan sampai September 2017 = 120 ribu hit … trend-nya naik terus. Pengenalan (sosialisasi) pete untuk pengobatan sudah berlangsung sejak 2010-2011, penyebaran informasi terapi pete telah dilakukan banyak orang melalui berbagai media sosial, SMS, email, melalui media cetak, media televisi, dari mulut ke mulut, getok tular, dan terus berlanjut. Mereka melakukan atas inisiative mereka sendiri. Pengunjung blog datang dari 91 negara, kebanyakan membaca soal terapi pete … jadi, hanya soal waktu, pete pasti menjadi komoditi internasional.

Siapakah yang merasa terancam usahanya dengan hadirnya terapi pete?

Terapi pete sudah disosialisasikan sejak 2010-2011, sudah berlangsung selama 7 tahun. Kebenaran manfaat pete sudah dibuktikan oleh banyak orang. Peserta terapi yang pernah menghubungi saya secara langsung ada di seluruh Indonesia, dan dari luar negeri seperti Australia, Malaysia, India dan Amerika.

Manfaat dan keampuhan pete sudah dibuktikan oleh banyak peserta. Getok tular dari satu peserta kepada orang-orang di lingkungan masing masing terjadi setelah mereka mendapatkan bukti keampuhan pete. Terjadilah proses MLM, multi level menyebarkan terapi pete. Warga saling membantu satu sama lain, mereka secara sukarela melakukan penyebaran terapi pete sampai akhirnya terapi ini menjadi viral, banyak group di media sosial yang saling share terapi ini. Keampuhan terapi ini terbukti dengan tampilnya antusiasme masyarakat untuk saling bantu membantu menyehatkan satu sama lain dengan terapi pete.

Di satu sisi, banyak warga masyarakat bergembira mendapatkan obat dan pengobatan murah, di sisi lain ada kelompok yang marah karena penjualan obat mereka terpengaruh oleh kehadiran terapi pete.

Banyak warga memilih membeli pete yang relative lebih murah daripada membeli obat mahal, lagipula keampuhan pete jelas terbukti dan itu dialami oleh banyak orang, mereka saling bercerita tentang keampuhan terapi pete, apalagi para pria yang berhasil menemukan power dan stamina mereka meningkat tajam setelah menjalankan terapi pete … satu kebanggaan yang akan dipromosikan dengan penuh semangat … bagaimana permainan mereka dalam urusan 4X4 telah meningkat, bagaimana mereka bisa membahagiakan pasangan mereka … itu promosi yang tidak bisa dihalangi dengan cara apapun, kegembiraan dan kebahagiaan seperti itu menyebar dengan cepat dan tidak bisa dibendung.

ED (erectile dysfunction) alias Impotensi yang membawa bendera tanda bahaya serangan jantung atau stroke dapat dengan mudah dihilangkan dengan terapi pete, dalam 4-10 jam dengan TAP dan 4-7 hari dengan TBP, ED pun pergi, kebahagiaan pun menghampiri, risiko serangan jantung atau stroke bisa dihindari.

Biaya murah, prosesi sederhana, hasilnya cepat, efektive.

Keadaan ED yang sebelumnya di klinik tertentu perlu biaya jutaan rupiah dengan hasil yang entah (!?), dapat diperoleh dengan cepat menggunakan kulit pete 1 lanjar seharga Rp5.000,-. Bandingkan juga bila menggunakan pil biru pemacu ereksi, hanya setelah minum pil itu ereksi hadir, setelah itu padam lagi … dan pil itu bisa menjadi pemicu serangan jantung atau stroke. Kebahagiaan didampingi dengan bahaya kematian! Pete membawakan kebahagiaan dan menjauhkan bahaya serangan jantung atau stroke.

Asam urat juga tidak perlu berlama-lama, cukup kulit pete 2-3 lanjar saja, dalam hitungan 4 hari sampai seminggu, asam urat pun pergi. Bandingkan dengan biaya dan waktu yang diperlukan untuk mengurangi penderitaan asam urat, bila hal ini ditangani oleh ahli kesehatan konvensional. Hanya mengurangi rasa sakit! Ada yang bertahun tahun menderita karena asam urat, beberapa ahli kesehatan sudah ditemui, hasilnya tetap sama. Penderitaan tetap mengiringi kehidupan mereka. Dengan pete, hanya dalam seminggu asam urat pun Good Bye!!!

Banyak penyakit bisa disembuhkan dalam waktu relative cepat.

Kesederhanaan terapi pete, keampuhan yang terbukti, telah menakutkan banyak produsen obat konvensional. Mereka marah besar. Jelas … warga akan mencoba mengambil pilihan yang jelas lebih murah daripada yang jelas cuma mahal … itu tidak bisa dihindarkan.

Kenapa mereka membenci Obat Herbal terutama terapi pete?

Obat konvensional dibuat di pabrik. Dibutuhkan:

Perlu waktu panjang mulai dari penelitian, uji coba dalam beberapa tahapan sampai satu produk obat konvensional bisa diproduksi. Perlu banyak langkah dari persiapan, penyesuaian, kesepakatan dengan standard, sesuai dengan berbagai ketentuan, perlu ada perlindungan agar produk mereka tidak bisa dijiplak begitu saja oleh perusahaan lain.

Agar obat konvensional bisa mencapai nilai jual yang ekonomis:

Setelah obat diproduksi, perlu menempuh jalan panjang dari pabrik ke distributor ke penyalur di berbagai negara, didaftarkan di lembaga perlindungan kesehatan di negara tujuan, masuk sistem perdagangan, masuk ke rumah obat, diperkenalkan kepada para ahli kesehatan agar dituliskan di resep yang mereka buat, dst.

Beban biaya diluar biaya produksi

Pabrikan perlu memberi kompensasi kepada setiap orang yang ada didalam sistem pemasaran obat:

Suatu perjalanan panjang yang rumit dan mahal untuk bisa menjual obat konvensional. Sementara obat tradisional dan terapi pete sangat jauh berbeda!

Jelas berbeda antara obat konvensional dengan obat tradisional

Apalagi terapi pete!

Obat konvensional jelas sulit melawan pete

Kembali ke pertanyaan: “Ada kaitan apa Kasih Sayang dengan Terapi Pete?”

Pete hanya satu dari sekian ribu obat herbal yang ada di Indonesia. Indonesia punya potensi sebagai penyedia obat dari tanaman untuk dunia, kita bisa menjual obat herbal ke mancanegara. Potensi yang terbesar di dunia itu bisa disiapkan menjadi program padat karya bagi rakyat Indonesia.

Kenapa selama ini para pemegang kekuasaan tidak pernah mengusahakan potensi ini menjadi satu kegiatan untuk mencapai tingkat kesehatan yang lebih baik, untuk kehidupan rakyat yang lebih baik, untuk kebahagiaan banyak orang, untuk kesejahteraan rakyat Indonesia!? Kenapa mereka lebih mengurus obat konvensional!?

Lihat saja, pemimpin yang lalu lebih suka membawa mobil ambulance dalam konvoi kendaraannya, kemana-mana diiringi mobil ambulance yang berisi perawat, dokter ahli, peralatan teknologi kesehatan, obat-obatan mahal … kenapa!? Tidak peduli akan kesehatan rakyat, tidak tahu bagaimana mahalnya biaya perawatan dan pengobatan yang harus ditanggung rakyat! Bahkan tidak percaya kepada sistem kesehatan yang dia persiapkan untuk rakyatnya sendiri! Seharusnya, sebagai orang tertinggi di negara ini, kapan saja dia sakit dia bisa mampir langsung masuk ke ruang VVIP rumah orang sakit dimanapun … tidak perlu selalu membawa mobil ambulance sendiri, tidak perlu membawa dokter pribadi … siapa yang berani bertanya UANG MUKA perawatan kepada sang pimpinan tertinggi bila dia harus masuk UGD!?

Terlihat jelas, tidak ada KASIH-SAYANG di diri para pimpinan bangsa, mereka selalu minta fasilitas berlebih (PRIVILEGES), minta kenikmatan kenikmatan, tapi tak memikirkan kehidupan rakyat, kesehatan rakyat, apalagi kesejahteraan rakyat. Itu jelas terlihat dari tampilan konvoi berikut mobil ambulance dan peraturan yang mengijinkan wisata kesehatan ke luar negeri … itulah mereka saat itu. Tidak ada KASIH-SAYANG!

Karena adanya rasa kasih kepada orang banyak, saya mencoba mencari obat herbal murah yang bisa digunakan untuk menyembuhkan, untuk menjaga kesehatan, memberikan kehidupan yang lebih baik, demi kebahagiaan dan kesejahteraan orang banyak. Saya mencari, membeli buku buku tanaman obat, mempelajari buku buku itu … dan akhirnya mendapatkan satu artikel pendek tentang pete. Sejak itu penelitian pete dilakukan, dan ternyata benar, pete bisa menjadi obat ampuh untuk kesehatan, kehidupan, kebahagiaan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Berkat rasa Kasih rasa Sayang, saya mendapatkan kesempatan meneliti pete, sebuah karunia yang sangat besar bagi rakyat Indonesia.

Banyak warga setelah merasakan keampuhan terapi pete, dengan rasa Kasih-Sayang yang ada dalam diri, mereka terpicu untuk membagikan pengalaman terapi pete mereka, memperkenalkan terapi pete kepada warga di lingkungan mereka masing-masing, mengajak orang lain untuk ikut terapi bahkan ada yang menyelenggarakan presentasi terapi pete, demo mempersiapkan pete.

Pete telah membangkitkan rasa Kasih-Sayang dalam diri banyak orang, mereka saling bantu satu sama lain, memberikan informasi terapi pete.

Pete hanya satu obat yang sebenarnya sudah lama ada, sudah dipergunakan oleh para leluhur di banyak negara di Asia Tenggara. Pete telah membuka wawasan banyak orang, termasuk saya sendiri, bahwasanya leluhur punya banyak obat herbal yang selama ini diacuhkan oleh para pemimpin bangsa ini. Leluhur yang dulu menguasai kawasan yang begitu besar (Nusantara), begitu luas, dengan armada dan tentara perang yang besar … tidak mungkin kalau leluhur tidak punya obat dan sistem pengobatan, pasti ada! Saya dan banyak orang mendengar banyak cerita bagaimana resep resep obat/pengobatan leluhur yang begitu manjur telah digunakan oleh para orang orang tua. Pete telah membukakan mata banyak orang ke arah obat/pengobatan leluhur. Kita harus menggali rahasia obat/pengobatan leluhur itu.

Keberadaan Kasih-Sayang yang akan membuka kotak pandora rahasia obat/pengobatan leluhur itu. Ketiadaan Kasih-Sayang tidak akan pernah membawa kita ke kotak itu.

Untuk apa kita menggali kembali obat/pengobatan leluhur itu!?

Demi Kasih-Sayang, demi Welas-Asih!

Hanya pemimpin dan orang-orang yang punya Kasih-Sayang yang akan bersedia melakukan penggalian rahasia obat/pengobatan leluhur itu … bukan demi popularitas pribadi, bukan demi keuntungan ekonomi, tetapi demi Kesehatan, Kehidupan, Kebahagiaan dan Kesejahteraan orang banyak, rakyat Indonesia.

Mari kita kumpulkan kembali harta warisan leluhur itu … demi Kasih-Sayang, demi Welas-Asih!

Kasih Sayang memunculkan Terapi Pete, Terapi Pete memunculkan Kasih Sayang

Saya mohon maaf bila ada pernyataan saya kurang berkenan di hati

Terima kasih

Jakarta, 26 September 2017

Exit mobile version