Site icon Bambang Subaktyo's Blog

PENYESUAIAN RESEP TERAPI PETE

PENYESUAIAN RESEP TERAPI PETE

STANDARD PEREBUSAN PETE

Selama 15 tahun menjalankan penelitian terapi pete saya menggunakan mug 8 cm sebagai alat untuk merebus buah pete dan merebus kulit pete, air 200 ml untuk 1 lanjar (papan, lonjor) pete. Saat air dituangkan kedalam mug, tinggi air sekitar 3 cm, dan saat potongan pete dimasukkan ke dalam mug, air yang ada akan mengisi celah di antara pete, pete itu benar benar berada dalam air.

1 lanjar pete, air 200 ml, mug 8 cm dan kompor gas api biru yang dapat disetel. Inilah STANDARD PEREBUSAN BUAH PETE / KULIT PETE yang saya pakai dalam RESEP TERAPI PETE!

Tahun 2010/2011 dimulai sosialisasi terapi pete, RESEP terapi pete diupload ke blog, ratusan exemplar cetakan buku resep dibagikan kepada banyak orang. Saya ajak banyak orang, resep itu saya ajarkan kepada mereka. Banyak yang meniru cara merebus pete seperti yang digambarkan di resep itu dan berhasil mendapatkan kesehatan, kesembuhan, dan kebahagiaan.

Banyak yang membuat tafsiran (perubahan) dari resep yang sudah saya siapkan, mereka merubah proses perebusan, menggunakan panci besar dengan air tetap 200 ml, ada yang merebus 10 lanjar dengan waktu yang sama seperti merebus 1 lanjar, ada yang menggunakan kompor listrik, dll.

MINUM AIR PETE REBUSAN 6 LANJAR

Ada peserta di Kendal begitu antusias ingin segera minum air pete, dia merebus kulit pete sebanyak 6 lanjar yang menghasilkan air pete sebanyak 1 gelas, seluruh air pete itu dia minum sekaligus. Orang ini langsung tergeletak, jantung berdebar keras, keringat dingin mengucur deras, badan lemas, kepala pusing, hampir pingsan … yang hadir mengira orang itu bisa tewas karena minum air pete konsentrat tinggi.

Dia kira air pete hanya air jamu biasa, sekedar pahit tanpa risiko seperti itu.
AIR PETE BUKAN JAMU BIASA!

BUAH PETE MENTAH

Pete mentah yang biasa dimakan sebagai lalapan atau dicocolkan ke sambal itu sebenarnya mengandung risiko, apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak dan dilakukan selama beberapa hari berturut. Tensi langsung naik, muncul rasa pegal di badan, rasa sakit di pinggang, di punggung, di leher, dan kadar kolesterol yang juga naik. Banyak orang takut dengan bau pesing, padahal bukan itu yang seharusnya ditakuti, karena kalau seseorang makan buah pete rebus (sesuai resep) selama beberapa hari, maka bau pesing itu akan berangsur menghilang.

Jangan tertipu dengan tampilan buah pete yang terlihat begitu menawan, begitu sederhana, begitu imut … ada 2 sisi yang saling bertentangan (saling berseberangan) pada buah pete: BERMANFAAT sekaligus BERBAHAYA.
JANGAN ANGGAP REMEH BUAH PETE MENTAH!!!

Beberapa contoh pelaksanaan terapi yang salah:
1) Beberapa orang salah mengerti, mereka memasukkan pete (dengan kulit) ke air dingin kemudian merebus selama 3-4 menit. Air belum mendidih, buah pete hanya berada di air hangat selama 3-4 menit, buah pete masih mentah.

Seharusnya, air direbus dulu sampai mendidih, baru pete itu masuk ke air mendidih, rebuslah terus selama waktu yang telah ditentukan.

2) Satu keluarga (5 orang) ikut terapi, mereka memasak 10 lanjar sekaligus menggunakan panci besar dengan air cukup banyak, air dimasak sampai mendidih kemudian 10 lanjar pete masuk ke panci … dimasak selama 3 menit … pete itu masih mentah!

Sudah benar dimulai dengan memasak air 1 liter di panci besar, kemudian 10 lanjar pete dikeluarkan dari kulkas, pete-nya dingin, pete dicuci dengan air dingin, pete dingin dan sejumlah air dingin masuk ke air mendidih … temperatur air di panci langsung turun cukup jauh … perebusan pete selama 3 menit! … pete berada dalam air panas selama 3 menit, air belum sempat mendidih lagi. Pete itu masih mentah!

3) Seorang peserta bertanya banyak hal terkait terapi lewat email, saya terangkan bagaimana prosesi terapi. Ibu ini menjalankan terapi beberapa hari, hari ke-4 dia merasakan beban berat di badan, rasa pegal dst … dari komunikasi email dapatlah digali penyebabnya. Ibu ini merebus pete menggunakan kompor listrik, panci dengan diameter cukup besar sama seperti diameter permukaan kompor, dan air 200 ml. Prosesi awal sudah benar air direbus sampai mendidih, kemudian pete dimasukkan, direbus selama 3 menit … tapi itu panci besar, air 200 ml cuma sekedar ada di dasar panci, pete tidak ter-rendam di air. Pete itu mentah.

4) Seorang peserta ingin mempercepat proses terapi, dia makan pete dan minum air pete 3 kali sehari (pagi-siang-malam), di pagi hari dia minum air pete sebelum sarapan. Tidak sampai seminggu prosesi itu berlangsung, perutnya sakit sekali, dia harus ke dokter.

Di buku Terapi Pete dan di resep sudah dilarang minum air pete di pagi hari. Dari perbincangan dengan ybs, dia pikir air pete itu seperti air jamu (gendong) yang biasa diminum di pagi hari sebelum sarapan.

***
Setelah melihat ada banyak tafsiran yang bermacam ragam dengan ancaman bahaya yang bisa muncul dan kemungkinan kegagalan terapi, saya buatkan Penyesuaian Resep Terapi Pete untuk menghindari kesalahan proses terapi pete.
***

PERUBAHAN UKURAN VOLUME & WAKTU

Jangan merubah resep tanpa perhitungan matang, jangan sampai terjadi hal hal yang tidak kita inginkan. Tidak perlu ter-obsesi dengan terapi ini, tidak perlu meningkatkan dosis buah pete dan dosis air pete lebih dari yang disarankan, apa yang terlalu berlebihan tidaklah baik malah bisa membawa bahaya.

Kalau bisa cobalah tiru apa yang diuraikan di RESEP TERAPI PETE, alat yang dipakai, air, kompor yg bisa disetel dan waktu yang sesuai. Merebus pete adalah memanaskan pete didalam air mendidih, jadi pete harus benar benar tenggelam di dalam air mendidih, bukan tersembul keluar atau airnya keburu habis menguap.

Kalau menggunakan panci besar:

BAGAIMANA MENGAKALI RESEP TERAPI PETE?

Sejak awal, saya merebus pete menggunakan mug 8 cm, air 200 ml, pete 1 lanjar, merebus air sampai mendidih, memasukkan pete kedalam air mendidih dan merebusnya. Dengan cara itu saya mendapatkan buah pete yang cukup aman untuk dikonsumsi selama beberapa hari berturut turut.

Pada kenyataannya, bermacam perubahan resep terjadi, ada yang salah mengerti, ada yang punya tafsiran sendiri, ada yang terhalang oleh teknologi yang ada (kompor listrik), ada yang ingin cepat, ada yang terobsessi, dlsb.

Tentu saja saya tidak bisa membatasi agar peserta hanya menggunakan mug 8 cm, tidak banyak orang punya mug seukuran itu, tidak bisa saya melarang mereka menggunakan panci besar atau hanya boleh merebus dengan kompor gas api biru, bukan dengan kompor listrik. Mereka ingin menjalankan terapi pete, ada yang serius, berusaha menyamakan (meniru) proses perebusan, membeli mug 8 cm, dan ada banyak orang sekedar mencoba terapi pete, lalu menggunakan panci besar yang ada di dapur mereka.

Resep itu masih bisa diakali, bisa disesuaikan! Untuk mereka yang hanya punya panci besar apalagi tak punya tutupnya, boleh menggunakan air lebih banyak, bisa 500 ml sampai 1 liter. Rebuslah air itu sampai mendidih, masukkan pete kedalam air mendidih itu, pete akan tenggelam di air yang banyak, perebusan akan berlangsung ideal, rebuslah terus sesuai ketentuan agar buah pete yang dihasilkan cukup matang. Apalagi mereka yang hidup di kota besar, hanya punya kompor listrik yang hanya punya 2 setelan panas, 100 derajat dan 160 derajat. Gunakan air yang banyak, setel kompor pada panas 160 derajat, rebuslah pete sesuai ketentuan. Penguapan memang cukup besar, tetapi pete masih bisa tetap berada dalam air.

Merebus pete juga tidak dibatasi hanya 1-2 lanjar sekali rebus, boleh sekaligus banyak. Untuk mereka yang ingin memasak 4, 6 atau 10 lanjar sekaligus: gunakan air yang cukup banyak agar pete tenggelam dalam air, bisa 1 liter atau lebih (untuk 10 lanjar). Rebuslah air sampai mendidih, masukkan pete ke air mendidih dan rebuslah dengan waktu sbb:

Perebusan 1-2 menit lebih lama lebih aman daripada mengkonsumsi buah pete yang masih cukup mentah.

BAGAIMANA DENGAN AIR PETE?

Air pete adalah hasil rebusan kulit pete. Ada perbedaan manfaat pada perebusan yang berbeda waktu. Waktu standard adalah perebusan selama 20 menit, ini yang paling aman bagi bermacam keadaan. Selain perebusan kulit pete selama 20 menit, ada pilihan lain: 11 menit, 5 menit dan 3 menit, manfaatnya berbeda, tetapi yang paling aman tetap yang 20 menit!

Sejak awal penelitian saya menggunakan mug 8 cm, air 200 ml untuk perebusan 1 lanjar pete. Setelah pete (+ kulit) direbus 3 menit (3-4 menit), pete dikeluarkan dari mug, dimasukkan ke air dingin (tambahkan es batu), segera pisahkan buah dari kulit-nya. Kulit pete langsung digunting tipis tipis, dan dimasukkan ke air yang sebelumnya digunakan untuk merebus pete 3 menit itu, air itu masih cukup panas. Air dengan guntingan kulit pete saya rebus selama 20 menit. Saat air kembali mendidih, api saya kecilkan sekedar agar air itu tetap mendidih. Hasilnya air pete itu masih cukup banyak, sekitar 170-180 ml.

Air pete yang dihasilkan dengan peralatan standard itulah yang saya anggap standard. DOSIS yang diijinkan untuk sekali minum maximal 1/3 volume yang dihasilkan, atau sekitar 50-60 ml (1/3 X 170-180 ml) setara 10-12 SDM (sendok makan). Secara umum, cukuplah minum 5 SDM … buat yang ingin minum air pete yang lebih kuat boleh sampai 10 SDM dengan syarat sudah makan cukup banyak … kalau ingin minum lagi, boleh dilakukan setelah jeda 2-3 jam. Siapkan pisang 2 buah untuk jaga jaga kalau terasa pusing, jantung berdebar, keringat dingin dan rasa lemas menyerang, bila kondisi ini muncul makanlah pisang itu.

Dosis standard minum air pete:

Pada awal tulisan, ada peserta dari Kendal minum segelas air pete hasil rebusan 6 lanjar (hasil proses itu cuma segelas) … air pete terlihat biasa saja, seperti sekedar air jamu biasa, sekedar pahit di lidah … tetapi segelas air pete itu sangat kuat! Hasil rebusan dari 6 lanjar itu sekitar 18 X dosis standard! Penurunan tensi berlangsung cepat, jantung berdebar keras, keringat dingin mengucur di sekujur tubuh, kepala pusing, badan lemas! HORROR!!!

UJI COBA AIR PETE

Air pete tidak hanya sebagai obat untuk menghadapi bermacam penyakit, tetapi juga bisa digunakan untuk kegiatan bersih bersih peralatan rumah tangga atau membersihkan perhiasan emas, perak, dlsb. Kalau mau coba melihat kekuatan air pete, lakukan experiment:

Selain untuk hal hal tersebut diatas, air pete telah saya gunakan untuk membersihkan kacamata, mencuci peralatan, membersihkan velg mobil berbahan aluminium, dll, hasilnya lumayan kinclong. Air pete bukan air biasa, ia sangat kuat, berhati hatilah!

DOSIS & FREKUENSI TERAPI PETE

Saat orang makan buah pete sesekali, maka esok paginya puff, urine dan keringat akan berbau pesing, kalau cuma makan sedikit maka bau pesing itu hanya sekedarnya tapi kalau makan cukup banyak pete maka bau pesing itu akan begitu kuat dan susah untuk dihilangkan. Lantai kamar mandi disiram berkali kali pun bau itu masih tercium.

Tetapi saat seseorang makan pete rebus selama beberapa hari, maka bau pesing itu dari hari ke hari berangsur angsur menghilang dan pada suatu hari setelah makan pete, puff, urine dan keringat tidaklah berbau lagi, badan terasa segar, saat orang itu melakukan kegiatan fisik (berolahraga) tenaga terasa seperti punya cadangan lebih, terasa lebih kuat daripada sebelum menjalankan terapi … saat berkeringat malah terasa segar.

Jadi badan yang terasa segar, output pagi hari yang tak bau pesing, tenaga yang terasa berlipat ganda, gerakan anggota badan terasa ringan … itu merupakan hasil proses terapi pete. Pada kebanyakan peserta yang masih sehat, pada pagi hari ke-5 bau pesing itu telah hilang, saat itu TPD (toxin poison dan dirt) telah dikeluarkan dari tubuh kita … pada beberapa peserta yang punya kompilasi penyakit, sudah minum obat segenggam selama beberapa tahun sebelumnya, telah menumpuk TPD selama bertahun tahun, dia (mereka) perlu 7 hari terapi baru pada pagi hari ke-8 bau pesing itu menghilang. Ada satu kasus terakhir, peserta ini termasuk ‘obesitas’, 90 kg alias gemuk, punya kompilasi penyakit dan dia perlu sampai 14 hari untuk lepas dari bau pesing.

Secara umum saya menganjurkan untuk menjalankan terapi pete utama selama 2 minggu, bagi yang masih sehat cukup 1 lanjar per hari, boleh makan pete bersama makan siang ataupun makan malam … dan bagi yang sudah mulai punya penyakit (apalagi kompilasi penyakit), perlu makan 2 lanjar per hari, 1 lanjar saat makan siang dan 1 lanjar saat makan malam.

Untuk meningkatkan dosis makan buah pete, jumlahnya diperbanyak dari 1 lanjar per hari menjadi 2 lanjar per hari, dan untuk menurunkan dosis makan buah pete, jumlahnya dikurangi, dari 2 lanjar per hari menjadi 1 lanjar per hari, dari 14 butir per hari menjadi 8 butir per hari.

Pete mentah memiliki kekuatan yang besar, perebusan buah pete akan menurunkan kekuatan buah pete, semakin lama direbus, semakin matang maka kekuatannya akan menurun, buah pete perlu dijinakkan, direbus agar cukup matang – tidak mentah. Waktu perebusan yang paling aman adalah 3-4 menit, berlaku untuk penggunaan panci ataupun mug, lebih lama dari itu pete lebih matang, lebih rendah kekuatannya, kurang dari itu misal 2 menit maka buah pete bisa jadi masih mentah atau mendekati mentah, berbahaya. Meningkatkan kekuatan pete bukan menambah kekuatan setiap butir pete, tetapi menambah jumlah butiran atau lanjar yang direbus dalam waktu yang cukup sesuai batasan waktu diatas.

Untuk air pete, waktu standard adalah 20 menit … inilah yang ideal, relative aman bagi setiap orang dalam kondisi tensi apapun … kekuatan air pete bisa ditingkatkan dengan menurunkan lama perebusan dari 20 menit menjadi 11 menit, sementara jumlah dosisnya bisa ditingkatkan dari 1/3 volume yang dihasilkan menjadi 1/2 atau seluruh hasil perebusan diminum sekaligus. Dosis aman itu 5 SDM air pete standard, bisa dinaikkan ke 10 SDM atau maximal 1/3 volume yang dihasilkan.

Bagi orang paska stroke boleh menjalankan terapi full, makan buahnya dan minum air pete. Buat yang lemah, tidak punya kekuatan, tidak mampu untuk mengunyah, lumpuh layu … hanya boleh diberikan air pete sebanyak 3 SDM, tidak boleh lebih dari itu … kekuatan air pete harus dibatasi, kalau terlalu banyak, bukan rasa lega, bukan rasa bebas untuk bergerak yang diperoleh malah bisa jadi debaran jantung yang lebih keras, keringat dingin, kepala pusing dan badan lemas yang diperoleh.

Bila air pete yang dihasilkan hanya sedikit, airnya berkurang banyak karena penguapan yang besar, boleh ditambahkan air panas, agar konsentrat-nya turun alias diencerkan.

Perhitungan maximal dosis air pete terlihat rumit, sebetulnya sederhana:

Encerkan air pete itu sampai ke volume yang mudah untuk dibagi sesuai dosis maximalnya.

Dosis maximal itu hanya untuk peserta yang masih cukup sehat … untuk yang sudah cukup lemah, paska stroke harus lebih rendah dari dosis maximal! Dosis untuk peserta paska stroke perlu dibatasi agar tidak mengalami hentakan dari kekuatan air pete. Begitu juga dengan peserta yang memiliki kelemahan jantung, ginjal dan lever, dosisnya sama seperti peserta paska stroke. Selama peserta itu bisa mengunyah, dosis makan buah pete rebus sesuai dengan ketentuan … tidak perlu diturunkan.

Buat calon peserta terapi pete, yang terpenting rebuslah buah pete sesuai ketentuan, gunakan air yang banyak bila menggunakan panci besar, bila kurang yakin dengan peralatan yang dipakai, karena panci besar tanpa tutup, karena kompor tidak ber-api biru atau hanya ada kompor listrik, maka rebuslah pete 1-2 menit lebih lama dari ketentuan diatas. Sedikit lebih matang lebih aman daripada mengkonsumsi pete yang masih mentah.

Demikianlah, semoga bermanfaat dan lebih jelas adanya.

Jakarta, 20 Januari 2016

Kalau mau download, klik disini PENYESUAIAN RESEP TERAPI PETE

Ini yang terbaru, 2017: RESEP TERAPI PETE v8 [PDF]

Silahkan lihat video Terapi Pete:

Video 1) PRESENTASI TERAPI PETE

Video 2) DETOX-TPD-PESING

Exit mobile version