Serangan Jantung dan Stroke Mengancam Penderita Impotensi

Serangan Jantung dan Stroke Mengancam Penderita Impotensi

Lihat juga videonya: Serangan Jantung dan Stroke Mengancam Penderita Impotensi

Bahaya dibalik impotensi, bukan hanya ancaman serangan jantung atau stroke, ada banyak lagi.

Impotensi adalah ketidakmampuan pria untuk ereksi
ED: erectile dysfunction / DE: disfungsi ereksi … alias impotens!

Ada 3 posisi ED:

* ED mild: masih mampu, sesekali tidak mampu
* ED medium: sesekali mampu lebih sering tak mampu
* ED parah: tidak mampu ereksi sama sekali.

Penyebab ED

ED hadir disebabkan berbagai kemungkinan, fisik/psikis/lain:
* diabetes Mellitus (DM, kadar gula tinggi), hipertensi, penyempitan pembuluh darah, penyumbatan pembuluh darah, pengerasan pembuluh darah (atherosclerosis, hardening of the arteries), rendahnya kadar testosterone, kolesterol, dll
* ada yang disebabkan karena sakit jantung, rusaknya ginjal atau liver, dll
* stress, emosi, dll
* ada yang bilang, karena banyak merokok, dll.

Usia Penderita

Dulu, sekitar 40 tahun lalu ED menyerang pria diatas 50 tahun, dasawarsa demi dasawarsa berlalu, pria 40 tahun sudah ED, kemudian pria 30 tahun, kemudian pria 20 tahun dan sekarang pria remaja usia belasan tahun sudah ED.

Waspadalah!

Berhati hatilah dengan ED. kebahagiaan pasangan akan dipertaruhkan, kehidupan rumah tangga tergantung pada ED. Dalam waktu 3-5 tahun setelah ED hadir, serangan jantung atau stroke mengancam kehidupan Anda dan ada banyak ancaman lain.

Suami dengan ED berfikir dia tidak bisa ereksi karena sang istri sudah tidak menarik, dianggap gemuk tak sexy, sudah lecek kurang dandan tak mengurus diri, kurang perhatian dlsb. Maka sang suami bisa saja mencoba mencari kebangkitan di luar rumah dalam berbagai cara, mulai menggoda wanita lain yang lebih sexy lebih muda lebih menarik, mencoba ‘jajan sate’ sampai memelihara ‘kambing muda’, kawin siri, istri piaraan, sampai usaha berpoligami dengan diam-diam tanpa sepengetahuan istrinya.

Mungkin Anda (istri) kecewa dengan prestasi suami (pasangan) Anda dalam hal 4X4. Jangan buru-buru meninggalkan suami Anda dan mencari pria pengganti yang mungkin bisa memberikan kepuasan, karena pria lain belum tentu bebas ED bahkan pria yang jauh lebih muda sekalipun sudah berkemungkinan kena ED. Hal ini sudah diuraikan di bagian ‘Usia Penderita’ dimana pria remaja sudah ada yang terpapar ED! Jangan tergoda rayuan pria lain apalagi suami orang, karena pria tersebut bisa saja sedang mencari kebangkitan di luar rumah, mencoba bangkit melalui angan-angan padahal ED.

Kaum istri perlu waspada, bukan saja karena sang suami bisa mencoba bangkit di luar rumah, tetapi ada bahaya mengancam kesehatan sang suami, dalam 3-5 tahun sejak ED medium apalagi parah dia bisa kena serangan jantung atau stroke. Bila itu terjadi dan harus masuk rumah sakit, ada biaya perawatan yang akan membebani perekonomian keluarga. Dan bisa saja sampai harus operasi perawatan jantung bernilai ratusan juta rupiah. Bukan hanya itu, bahaya kematian juga mengancam.

Hadirnya ED memberikan gambaran adanya penyakit kritis seperti DM, hipertensi, penyempitan & penyumbatan pembuluh darah, pengerasan pembuluh darah, kolesterol, sakit jantung, rusaknya ginjal atau liver, dlsb.

Pria sebagai pencari nafkah keluarga

Kalau sang pencari nafkah sampai terkena penyakit parah, meninggal atau cacad karena amputasi akibat DM tentu akan memberatkan kehidupan keluarganya.

ED bukan sekedar penyakit bagi sang pria, tetapi bisa merusak kehidupan keluarga, mengganggu keharmonisan rumah tangga, menggoyang perekonomian keluarga, dan bisa menyebabkan kematian.

Padahal ED bisa dengan mudah disembuhkan!!!

Rebuslah kulit pete, minumlah air hasil rebusan kulit pete. Lihat videonya:
* Kulit Pete sebagai Obat Impotensi, jangan buang kulit pete, itu obat mujarab

PERLU DIKETAHUI, saat ini diabetes Mellitus (DM) sudah menjadi GLOBAL DIABETES EPIDEMIC … sekitar 70% penderita DM akan kena ED … sekitar 70% dari yang ED akan berpindah alam lebih cepat.

Jadi WASPADALAH!!!

Jakarta, 14 September 2017

REFERENSI:

* WHO: Diabetes

* Global Diabetes Epidemic

* True impact of global diabetes epidemic is vastly underestimated

* Diabetes and Erectile Dysfunction

* Erectile Dysfunction Statistics

* How Many Americans Experience Erectile Dysfunction

* The prevalence and associations of erectile dysfunction in a South African male diabetic urban population

* Erectile Dysfunction and Your Age

* Young Men Lead Surge In VIAGRA Use

* A red flag for heart attack or strokes

* Der Penis ist die Antenne des Herzens

* Springer – Der Penis ist die Antenne des Herzens

* Der Penis ist die Antenne des Herzens

* Der Penis ist die Antenne des Herzens

* Der Penis – Antenne des Gefässsystems, 29. Juni 2011

* Why erectile dysfunction is emotionally painful for men

* Erectile dysfunction ‘linked to risk of early death’

* Men suffering with erectile dysfunction 70 per cent MORE likely to DIE prematurely

Masih banyak lagi referensi untuk masalah ED …

RESEP TERAPI PETE V8 (RTPV8)

RESEP TERAPI PETE V8 (RTPV8)

Saat saya menyelesaikan Buku Terapi Pete v7 (BTPV7) dan melepas buku itu kepada umum, saya pikir semua hal telah ter-cover di buku itu. Saya kira saya sudah bisa bebas dari urusan Terapi Pete.

Ternyata, ada begitu banyak permasalahan yang muncul dalam 2 tahun terakhir, ada begitu banyak kegagalan peserta karena improvisasi mereka, karena mereka tidak punya panci kecil, salah resep, penggunaan air yang sedikit, merebus dalam waktu yang salah, cara proses yang salah, ingin merebus sekaligus banyak, dlsb.

Peserta yang menemui kegagalan, mendapatkan hasil yang mengecewakan, merasakan pegal di seluruh tubuh, merasakan reaksi HORROR, dlsb itu kemudian bertanya melalui email, WA, telpon langsung, fasilitas komentar di blog ataupun di FB, dlsb dan ada yang secara tatap muka langsung.

Setelah saya gali, saya temukan permasalahan mereka. Perbaikan cara, perubahan waktu dll itu langsung saya sampaikan kepada mereka. Setelah itu mereka mendapatkan keberhasilan.

Berbagai permasalahan itu menjadi masukan berharga untuk saya, untuk TERAPI PETE, dan untuk semua orang … dan berbagai perubahan, solusi itu telah dimasukkan kedalam buku RESEP TERAPI PETE V8.

Buku RESEP TERAPI PETE V8 (RTPV8) baru sudah saya taruh di GOOGLE Drive.

Silahkan menggunakan RTPV8 … jangan gunakan versi sebelumnya.

Jakarta, 9 Juli 2017

 

Untuk baca dan download bukunya: RESEP TERAPI PETE v8 [PDF]

Silahkan lihat video Terapi Pete:

Video 1) PRESENTASI TERAPI PETE

Video 2) DETOX-TPD-PESING

Video Presentasi Terapi Pete

Video Presentasi Terapi Pete

Sudah biasa, orang lebih suka menonton video daripada membaca buku, jadi saya siapkan video Presentasi Terapi Pete di YouTube.

Untuk melihat VIDEO di YouTube silahkan klik link berikut PRESENTASI TERAPI PETE

Terima kasih untuk LIKE dan SHARE-nya.

Saya akan menyiapkan video untuk berbagai hal yang dibahas dalam blog ini. Tidak mudah memang, tetap akan diusahkan, yang bisa dirubah menjadi visual akan saya rubah menjadi video, yang perlu pembahasan panjang tetap dibahas di blog ini.

Terima kasih.

PENYESUAIAN RESEP TERAPI PETE

PENYESUAIAN RESEP TERAPI PETE

STANDARD PEREBUSAN PETE

Selama 15 tahun menjalankan penelitian terapi pete saya menggunakan mug 8 cm sebagai alat untuk merebus buah pete dan merebus kulit pete, air 200 ml untuk 1 lanjar (papan, lonjor) pete. Saat air dituangkan kedalam mug, tinggi air sekitar 3 cm, dan saat potongan pete dimasukkan ke dalam mug, air yang ada akan mengisi celah di antara pete, pete itu benar benar berada dalam air.

1 lanjar pete, air 200 ml, mug 8 cm dan kompor gas api biru yang dapat disetel. Inilah STANDARD PEREBUSAN BUAH PETE / KULIT PETE yang saya pakai dalam RESEP TERAPI PETE!

Tahun 2010/2011 dimulai sosialisasi terapi pete, RESEP terapi pete diupload ke blog, ratusan exemplar cetakan buku resep dibagikan kepada banyak orang. Saya ajak banyak orang, resep itu saya ajarkan kepada mereka. Banyak yang meniru cara merebus pete seperti yang digambarkan di resep itu dan berhasil mendapatkan kesehatan, kesembuhan, dan kebahagiaan.

Banyak yang membuat tafsiran (perubahan) dari resep yang sudah saya siapkan, mereka merubah proses perebusan, menggunakan panci besar dengan air tetap 200 ml, ada yang merebus 10 lanjar dengan waktu yang sama seperti merebus 1 lanjar, ada yang menggunakan kompor listrik, dll.

MINUM AIR PETE REBUSAN 6 LANJAR

Ada peserta di Kendal begitu antusias ingin segera minum air pete, dia merebus kulit pete sebanyak 6 lanjar yang menghasilkan air pete sebanyak 1 gelas, seluruh air pete itu dia minum sekaligus. Orang ini langsung tergeletak, jantung berdebar keras, keringat dingin mengucur deras, badan lemas, kepala pusing, hampir pingsan … yang hadir mengira orang itu bisa tewas karena minum air pete konsentrat tinggi.

Dia kira air pete hanya air jamu biasa, sekedar pahit tanpa risiko seperti itu.
AIR PETE BUKAN JAMU BIASA!

BUAH PETE MENTAH

Pete mentah yang biasa dimakan sebagai lalapan atau dicocolkan ke sambal itu sebenarnya mengandung risiko, apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak dan dilakukan selama beberapa hari berturut. Tensi langsung naik, muncul rasa pegal di badan, rasa sakit di pinggang, di punggung, di leher, dan kadar kolesterol yang juga naik. Banyak orang takut dengan bau pesing, padahal bukan itu yang seharusnya ditakuti, karena kalau seseorang makan buah pete rebus (sesuai resep) selama beberapa hari, maka bau pesing itu akan berangsur menghilang.

Jangan tertipu dengan tampilan buah pete yang terlihat begitu menawan, begitu sederhana, begitu imut … ada 2 sisi yang saling bertentangan (saling berseberangan) pada buah pete: BERMANFAAT sekaligus BERBAHAYA.
JANGAN ANGGAP REMEH BUAH PETE MENTAH!!!

Beberapa contoh pelaksanaan terapi yang salah:
1) Beberapa orang salah mengerti, mereka memasukkan pete (dengan kulit) ke air dingin kemudian merebus selama 3-4 menit. Air belum mendidih, buah pete hanya berada di air hangat selama 3-4 menit, buah pete masih mentah.

Seharusnya, air direbus dulu sampai mendidih, baru pete itu masuk ke air mendidih, rebuslah terus selama waktu yang telah ditentukan.

2) Satu keluarga (5 orang) ikut terapi, mereka memasak 10 lanjar sekaligus menggunakan panci besar dengan air cukup banyak, air dimasak sampai mendidih kemudian 10 lanjar pete masuk ke panci … dimasak selama 3 menit … pete itu masih mentah!

Sudah benar dimulai dengan memasak air 1 liter di panci besar, kemudian 10 lanjar pete dikeluarkan dari kulkas, pete-nya dingin, pete dicuci dengan air dingin, pete dingin dan sejumlah air dingin masuk ke air mendidih … temperatur air di panci langsung turun cukup jauh … perebusan pete selama 3 menit! … pete berada dalam air panas selama 3 menit, air belum sempat mendidih lagi. Pete itu masih mentah!

3) Seorang peserta bertanya banyak hal terkait terapi lewat email, saya terangkan bagaimana prosesi terapi. Ibu ini menjalankan terapi beberapa hari, hari ke-4 dia merasakan beban berat di badan, rasa pegal dst … dari komunikasi email dapatlah digali penyebabnya. Ibu ini merebus pete menggunakan kompor listrik, panci dengan diameter cukup besar sama seperti diameter permukaan kompor, dan air 200 ml. Prosesi awal sudah benar air direbus sampai mendidih, kemudian pete dimasukkan, direbus selama 3 menit … tapi itu panci besar, air 200 ml cuma sekedar ada di dasar panci, pete tidak ter-rendam di air. Pete itu mentah.

4) Seorang peserta ingin mempercepat proses terapi, dia makan pete dan minum air pete 3 kali sehari (pagi-siang-malam), di pagi hari dia minum air pete sebelum sarapan. Tidak sampai seminggu prosesi itu berlangsung, perutnya sakit sekali, dia harus ke dokter.

Di buku Terapi Pete dan di resep sudah dilarang minum air pete di pagi hari. Dari perbincangan dengan ybs, dia pikir air pete itu seperti air jamu (gendong) yang biasa diminum di pagi hari sebelum sarapan.

***
Setelah melihat ada banyak tafsiran yang bermacam ragam dengan ancaman bahaya yang bisa muncul dan kemungkinan kegagalan terapi, saya buatkan Penyesuaian Resep Terapi Pete untuk menghindari kesalahan proses terapi pete.
***

PERUBAHAN UKURAN VOLUME & WAKTU

Jangan merubah resep tanpa perhitungan matang, jangan sampai terjadi hal hal yang tidak kita inginkan. Tidak perlu ter-obsesi dengan terapi ini, tidak perlu meningkatkan dosis buah pete dan dosis air pete lebih dari yang disarankan, apa yang terlalu berlebihan tidaklah baik malah bisa membawa bahaya.

Kalau bisa cobalah tiru apa yang diuraikan di RESEP TERAPI PETE, alat yang dipakai, air, kompor yg bisa disetel dan waktu yang sesuai. Merebus pete adalah memanaskan pete didalam air mendidih, jadi pete harus benar benar tenggelam di dalam air mendidih, bukan tersembul keluar atau airnya keburu habis menguap.

Kalau menggunakan panci besar:

  • perlu air yang lebih banyak agar pete tenggelam dalam air,
  • semakin besar diameter panci penguapan akan terjadi lebih cepat maka diperlukan air lebih banyak,
  • ukuran waktu yang ditampilkan di RESEP adalah ukuran untuk 1-2 lanjar pete, kalau ingin merebus lebih banyak perlu waktu lebih panjang,
  • kalau menggunakan kompor listrik, usahakan air lebih banyak, pasang pada setelan yang lebih dari 100 C, lakukan uji coba merebus sampai sisa airnya masih cukup banyak tapi tidak terlalu banyak.

BAGAIMANA MENGAKALI RESEP TERAPI PETE?

Sejak awal, saya merebus pete menggunakan mug 8 cm, air 200 ml, pete 1 lanjar, merebus air sampai mendidih, memasukkan pete kedalam air mendidih dan merebusnya. Dengan cara itu saya mendapatkan buah pete yang cukup aman untuk dikonsumsi selama beberapa hari berturut turut.

Pada kenyataannya, bermacam perubahan resep terjadi, ada yang salah mengerti, ada yang punya tafsiran sendiri, ada yang terhalang oleh teknologi yang ada (kompor listrik), ada yang ingin cepat, ada yang terobsessi, dlsb.

Tentu saja saya tidak bisa membatasi agar peserta hanya menggunakan mug 8 cm, tidak banyak orang punya mug seukuran itu, tidak bisa saya melarang mereka menggunakan panci besar atau hanya boleh merebus dengan kompor gas api biru, bukan dengan kompor listrik. Mereka ingin menjalankan terapi pete, ada yang serius, berusaha menyamakan (meniru) proses perebusan, membeli mug 8 cm, dan ada banyak orang sekedar mencoba terapi pete, lalu menggunakan panci besar yang ada di dapur mereka.

Resep itu masih bisa diakali, bisa disesuaikan! Untuk mereka yang hanya punya panci besar apalagi tak punya tutupnya, boleh menggunakan air lebih banyak, bisa 500 ml sampai 1 liter. Rebuslah air itu sampai mendidih, masukkan pete kedalam air mendidih itu, pete akan tenggelam di air yang banyak, perebusan akan berlangsung ideal, rebuslah terus sesuai ketentuan agar buah pete yang dihasilkan cukup matang. Apalagi mereka yang hidup di kota besar, hanya punya kompor listrik yang hanya punya 2 setelan panas, 100 derajat dan 160 derajat. Gunakan air yang banyak, setel kompor pada panas 160 derajat, rebuslah pete sesuai ketentuan. Penguapan memang cukup besar, tetapi pete masih bisa tetap berada dalam air.

Merebus pete juga tidak dibatasi hanya 1-2 lanjar sekali rebus, boleh sekaligus banyak. Untuk mereka yang ingin memasak 4, 6 atau 10 lanjar sekaligus: gunakan air yang cukup banyak agar pete tenggelam dalam air, bisa 1 liter atau lebih (untuk 10 lanjar). Rebuslah air sampai mendidih, masukkan pete ke air mendidih dan rebuslah dengan waktu sbb:

  • 1 – 2 lanjar, gunakan waktu 3-4 menit
  • 3 – 4 lanjar, gunakan waktu 4-5 menit
  • 5 – 8 lanjar, gunakan waktu 6-8 menit
  • 9 lanjar atau lebih gunakan waktu 10 menit.

Perebusan 1-2 menit lebih lama lebih aman daripada mengkonsumsi buah pete yang masih cukup mentah.

BAGAIMANA DENGAN AIR PETE?

Air pete adalah hasil rebusan kulit pete. Ada perbedaan manfaat pada perebusan yang berbeda waktu. Waktu standard adalah perebusan selama 20 menit, ini yang paling aman bagi bermacam keadaan. Selain perebusan kulit pete selama 20 menit, ada pilihan lain: 11 menit, 5 menit dan 3 menit, manfaatnya berbeda, tetapi yang paling aman tetap yang 20 menit!

Sejak awal penelitian saya menggunakan mug 8 cm, air 200 ml untuk perebusan 1 lanjar pete. Setelah pete (+ kulit) direbus 3 menit (3-4 menit), pete dikeluarkan dari mug, dimasukkan ke air dingin (tambahkan es batu), segera pisahkan buah dari kulit-nya. Kulit pete langsung digunting tipis tipis, dan dimasukkan ke air yang sebelumnya digunakan untuk merebus pete 3 menit itu, air itu masih cukup panas. Air dengan guntingan kulit pete saya rebus selama 20 menit. Saat air kembali mendidih, api saya kecilkan sekedar agar air itu tetap mendidih. Hasilnya air pete itu masih cukup banyak, sekitar 170-180 ml.

Air pete yang dihasilkan dengan peralatan standard itulah yang saya anggap standard. DOSIS yang diijinkan untuk sekali minum maximal 1/3 volume yang dihasilkan, atau sekitar 50-60 ml (1/3 X 170-180 ml) setara 10-12 SDM (sendok makan). Secara umum, cukuplah minum 5 SDM … buat yang ingin minum air pete yang lebih kuat boleh sampai 10 SDM dengan syarat sudah makan cukup banyak … kalau ingin minum lagi, boleh dilakukan setelah jeda 2-3 jam. Siapkan pisang 2 buah untuk jaga jaga kalau terasa pusing, jantung berdebar, keringat dingin dan rasa lemas menyerang, bila kondisi ini muncul makanlah pisang itu.

Dosis standard minum air pete:

  • maximal 1/3 volume rebusan 1 lanjar pete, 50 ml dari 150 ml, 60 ml dari 180 ml
  • maximal 1/6 volume rebusan 2 lanjar pete, 25 ml dari 150 ml, 30 ml dari 180 ml
  • maximal 1/9 volume rebusan 3 lanjar pete … seterusnya.

Pada awal tulisan, ada peserta dari Kendal minum segelas air pete hasil rebusan 6 lanjar (hasil proses itu cuma segelas) … air pete terlihat biasa saja, seperti sekedar air jamu biasa, sekedar pahit di lidah … tetapi segelas air pete itu sangat kuat! Hasil rebusan dari 6 lanjar itu sekitar 18 X dosis standard! Penurunan tensi berlangsung cepat, jantung berdebar keras, keringat dingin mengucur di sekujur tubuh, kepala pusing, badan lemas! HORROR!!!

UJI COBA AIR PETE

Air pete tidak hanya sebagai obat untuk menghadapi bermacam penyakit, tetapi juga bisa digunakan untuk kegiatan bersih bersih peralatan rumah tangga atau membersihkan perhiasan emas, perak, dlsb. Kalau mau coba melihat kekuatan air pete, lakukan experiment:

  • ambillah perhiasan perak yang menghitam … taruhlah di wadah berisi air pete, biarkan setengah jam, lihatlah bagaimana air pete membersihkan bercak hitam itu,
  • atau semprotkan air pete ke kaca mobil yang berjamur, kemudian bersihkan,
  • atau dasar botol beling yang berjamur, tuangkan sedikit air pete, biarkan 15 menit, kemudian bersihkan dengan sabut atau alat pembersih botol / gelas, jamur hilang dengan mudah,
  • basahi bak cuci stainless steel di dapur dengan sedikit air pete, gosoklah dengan sabut, lihatlah bak stainless steel itu terlihat bersih kinclong.

Selain untuk hal hal tersebut diatas, air pete telah saya gunakan untuk membersihkan kacamata, mencuci peralatan, membersihkan velg mobil berbahan aluminium, dll, hasilnya lumayan kinclong. Air pete bukan air biasa, ia sangat kuat, berhati hatilah!

DOSIS & FREKUENSI TERAPI PETE

Saat orang makan buah pete sesekali, maka esok paginya puff, urine dan keringat akan berbau pesing, kalau cuma makan sedikit maka bau pesing itu hanya sekedarnya tapi kalau makan cukup banyak pete maka bau pesing itu akan begitu kuat dan susah untuk dihilangkan. Lantai kamar mandi disiram berkali kali pun bau itu masih tercium.

Tetapi saat seseorang makan pete rebus selama beberapa hari, maka bau pesing itu dari hari ke hari berangsur angsur menghilang dan pada suatu hari setelah makan pete, puff, urine dan keringat tidaklah berbau lagi, badan terasa segar, saat orang itu melakukan kegiatan fisik (berolahraga) tenaga terasa seperti punya cadangan lebih, terasa lebih kuat daripada sebelum menjalankan terapi … saat berkeringat malah terasa segar.

Jadi badan yang terasa segar, output pagi hari yang tak bau pesing, tenaga yang terasa berlipat ganda, gerakan anggota badan terasa ringan … itu merupakan hasil proses terapi pete. Pada kebanyakan peserta yang masih sehat, pada pagi hari ke-5 bau pesing itu telah hilang, saat itu TPD (toxin poison dan dirt) telah dikeluarkan dari tubuh kita … pada beberapa peserta yang punya kompilasi penyakit, sudah minum obat segenggam selama beberapa tahun sebelumnya, telah menumpuk TPD selama bertahun tahun, dia (mereka) perlu 7 hari terapi baru pada pagi hari ke-8 bau pesing itu menghilang. Ada satu kasus terakhir, peserta ini termasuk ‘obesitas’, 90 kg alias gemuk, punya kompilasi penyakit dan dia perlu sampai 14 hari untuk lepas dari bau pesing.

Secara umum saya menganjurkan untuk menjalankan terapi pete utama selama 2 minggu, bagi yang masih sehat cukup 1 lanjar per hari, boleh makan pete bersama makan siang ataupun makan malam … dan bagi yang sudah mulai punya penyakit (apalagi kompilasi penyakit), perlu makan 2 lanjar per hari, 1 lanjar saat makan siang dan 1 lanjar saat makan malam.

Untuk meningkatkan dosis makan buah pete, jumlahnya diperbanyak dari 1 lanjar per hari menjadi 2 lanjar per hari, dan untuk menurunkan dosis makan buah pete, jumlahnya dikurangi, dari 2 lanjar per hari menjadi 1 lanjar per hari, dari 14 butir per hari menjadi 8 butir per hari.

Pete mentah memiliki kekuatan yang besar, perebusan buah pete akan menurunkan kekuatan buah pete, semakin lama direbus, semakin matang maka kekuatannya akan menurun, buah pete perlu dijinakkan, direbus agar cukup matang – tidak mentah. Waktu perebusan yang paling aman adalah 3-4 menit, berlaku untuk penggunaan panci ataupun mug, lebih lama dari itu pete lebih matang, lebih rendah kekuatannya, kurang dari itu misal 2 menit maka buah pete bisa jadi masih mentah atau mendekati mentah, berbahaya. Meningkatkan kekuatan pete bukan menambah kekuatan setiap butir pete, tetapi menambah jumlah butiran atau lanjar yang direbus dalam waktu yang cukup sesuai batasan waktu diatas.

Untuk air pete, waktu standard adalah 20 menit … inilah yang ideal, relative aman bagi setiap orang dalam kondisi tensi apapun … kekuatan air pete bisa ditingkatkan dengan menurunkan lama perebusan dari 20 menit menjadi 11 menit, sementara jumlah dosisnya bisa ditingkatkan dari 1/3 volume yang dihasilkan menjadi 1/2 atau seluruh hasil perebusan diminum sekaligus. Dosis aman itu 5 SDM air pete standard, bisa dinaikkan ke 10 SDM atau maximal 1/3 volume yang dihasilkan.

Bagi orang paska stroke boleh menjalankan terapi full, makan buahnya dan minum air pete. Buat yang lemah, tidak punya kekuatan, tidak mampu untuk mengunyah, lumpuh layu … hanya boleh diberikan air pete sebanyak 3 SDM, tidak boleh lebih dari itu … kekuatan air pete harus dibatasi, kalau terlalu banyak, bukan rasa lega, bukan rasa bebas untuk bergerak yang diperoleh malah bisa jadi debaran jantung yang lebih keras, keringat dingin, kepala pusing dan badan lemas yang diperoleh.

Bila air pete yang dihasilkan hanya sedikit, airnya berkurang banyak karena penguapan yang besar, boleh ditambahkan air panas, agar konsentrat-nya turun alias diencerkan.

  • Misal air yang dipakai 200 ml untuk merebus kulit 1 lanjar dengan mug 8 cm menggunakan kompor yang bisa disetel apinya, air pete yang dihasilkan 180 ml, maka dosis maximal yang diijinkan: 1/3 X 180 ml => 60 ml setara 12 SDM.
  • Misal air yang dipakai 400 ml untuk merebus kulit 2 lanjar, air pete hasil akhirnya sedikit, katakanlah cuma 150 ml, tambahkan saja air panas sebanyak 150 ml, menjadi 300 ml. Dosis maximal untuk 2 lanjar: 1/6 X 300 ml => 50 ml setara 10 SDM.
  • Misal saja merebus kulit 6 lanjar dengan air 600 ml menggunakan kompor listrik dengan setelan panas tertinggi (160 derajat C), kemudian air pete diperoleh cuma 150 ml, tambahkan saja air sebanyak 450 ml agar menjadi 600 ml. Maka dosis maximal untuk 6 lanjar: 1/18 X 600 ml => sekitar 33,33 ml setara 6-7 SDM.

Perhitungan maximal dosis air pete terlihat rumit, sebetulnya sederhana:

  • untuk air pete hasil perebusan 1 lanjar: dosis maximal adalah 1/3 volume yang dihasilkan,
  • dari perebusan 2 lanjar: dosis maximalnya 1/3 X 1/2 = 1/6 volume yang dihasilkan,
  • dari perebusan 6 lanjar: dosis maximalnya 1/3 X 1/6 = 1/18 volume yang dihasilkan.

Encerkan air pete itu sampai ke volume yang mudah untuk dibagi sesuai dosis maximalnya.

Dosis maximal itu hanya untuk peserta yang masih cukup sehat … untuk yang sudah cukup lemah, paska stroke harus lebih rendah dari dosis maximal! Dosis untuk peserta paska stroke perlu dibatasi agar tidak mengalami hentakan dari kekuatan air pete. Begitu juga dengan peserta yang memiliki kelemahan jantung, ginjal dan lever, dosisnya sama seperti peserta paska stroke. Selama peserta itu bisa mengunyah, dosis makan buah pete rebus sesuai dengan ketentuan … tidak perlu diturunkan.

Buat calon peserta terapi pete, yang terpenting rebuslah buah pete sesuai ketentuan, gunakan air yang banyak bila menggunakan panci besar, bila kurang yakin dengan peralatan yang dipakai, karena panci besar tanpa tutup, karena kompor tidak ber-api biru atau hanya ada kompor listrik, maka rebuslah pete 1-2 menit lebih lama dari ketentuan diatas. Sedikit lebih matang lebih aman daripada mengkonsumsi pete yang masih mentah.

Demikianlah, semoga bermanfaat dan lebih jelas adanya.

Jakarta, 20 Januari 2016

Kalau mau download, klik disini PENYESUAIAN RESEP TERAPI PETE

Ini yang terbaru, 2017: RESEP TERAPI PETE v8 [PDF]

Silahkan lihat video Terapi Pete:

Video 1) PRESENTASI TERAPI PETE

Video 2) DETOX-TPD-PESING

Lama Waktu Merebus Pete

LAMA WAKTU MEREBUS PETE

Teman teman penggemar pete dan peserta terapi pete …

# WAKTU dan JUMLAH AIR sudah dirubah!
# Waktu perebusan menjadi 4 menit, jumlah air boleh banyak, >400 ml!
# Banyak peserta tidak punya mug kecil, mereka menggunakan PANCI BESAR maka waktu dan jumlah air harus disesuaikan!

Waktu tahun 1995 saya mulai mencoba makan pete, waktu itu saya merebus pete 1 lanjar di mug 10 cm dengan air 200 ml. Begitu air mendidih, pete digunting 2 mata, dimasukkan ke air mendidih itu, lalu direbus selama 2 menit.

Karena cuma 1 lanjar, saya cuma merebus pete selama 2 menit, buah pete itu sudah cukup matang, sudah mulai terlihat lembek. Kalau mentah buah itu masih terasa keras.

Dalam keseharian saya, saya sering merebus 3-4 lanjar sekaligus, demi praktisnya saja, dan pete sebanyak itu akan dikonsumsi oleh beberapa orang anggota keluarga. Rasanya para peserta yang lain juga akan melakukan hal yang sama, demi praktisnya, tidak melulu memasak 1 lanjar untuk sekali konsumsi, bisa 2 sampai 4 lanjar sekaligus. Dengan volume pete yang lebih besar, diperlukan waktu perebusan yang lebih panjang, bisa 3-4 menit.

Dengan melihat kebiasaan itu, maka saya menuliskan di buku resep agar merebus pete selama 2-3 menit! Ini ketentuan untuk merebus antara 1-4 lanjar!

Ternyata ada seorang teman, merebus sekaligus 10 lanjar, mungkin untuk dikonsumsi banyak orang (seluruh anggota keluarga) atau untuk 2 kali konsumsi. Dan dia merebus 10 lanjar itu selama 3 menit!!! Setelah 5 hari, dia merasakan pegal pegal di badan!!! Dia menelpon saya menceritakan hal itu.

Maaf, pete itu masih cukup mentah! Kenapa?

Meski air yang digunakan hampir 1 liter, dimasak sampai mendidih, kemudian ke 10 lanjar pete dimasukkan ke air mendidih, temperatur air pasti langsung turun, dan perlu waktu lebih panjang untuk kembali mendidih. Jadi kalau hanya 3 menit sejak 10 lanjar itu masuk ke air (mendidih), maka buah pete itu pasti masih cukup mentah, air berikut 10 lanjar pete itu belum tentu sudah kembali mendidih dalam 3 menit.

Untuk itu, rebuslah selama 6 menit atau sedikit lebih lama (7-8 menit). Tolong dilihat, dirasakan sendiri, apakah pete itu sudah mulai lembek, sudah tidak mentah lagi. Perbedaan antara 6-8 menit itu tergantung alat masak (panci, mug atau kendil), juga tergantung besaran api yang digunakan alias kompor yang dipakai.

Berhati hatilah, rebuslah cukup lama jangan sampai buah pete itu masih mentah. Agar aman, lebih baik merebus sedikit lebih lama daripada makan yang mentah.

Jadi, patokan 2-3 menit itu hanya untuk 1-4 lanjar pete.

Untuk 10 lanjar tentu butuh waktu lebih lama, antara 6-8 menit.

Cobalah mencari waktu yang pas, disesuaikan dengan peralatan yang dipakai untuk perebusan pete itu.

Semoga bermanfaat … dan selamat mencoba…

TERAPI PETE dan KEBAHAGIAAN RUMAH TANGGA

TERAPI PETE dan KEBAHAGIAAN RUMAH TANGGA

Penelitian 15 tahun ditambah 4 tahun sosialisasi telah membuktikan bahwa terapi pete benar bisa menyehatkan, menjaga kesehatan, menambah kebahagiaan dan dalam jangka panjang akan membawakan kesejahteraan bagi banyak orang, terutama bagi rakyat Indonesia di daerah yang telah membudidayakan pete sebagai penyedia buah pete bagi pasar Indonesia dan dunia (nantinya), dan bagi rakyat Indonesia secara umum karena bisa mendapatkan penghematan biaya kesehatan.

Salah satu kemampuan pete adalah membangkitkan kembali kekuatan dan kemampuan dalam urusan 4X4, lihat artikel/page “Penelitian Berdasarkan Waktu”. Kebangkitan kemampuan itu punya dua kemungkinan: 1) membawakan kebahagiaan ke dalam rumah tangga peserta terapi, menjaga keutuhan pernikahan mereka, bisa menjauhkan mereka dari perselingkuhan dan perzinahan, 2) tetapi juga bisa sebaliknya, malah menjerumuskan dan menghancurkan. Untuk bisa menjauhkan dari hal negatif, pernikahan perlu dijaga oleh setiap pasangan sedini mungkin bahkan sejak saat menentukan akan menikah. Hal ini akan dibahas di artikel/page “Kesehatan dan Kebahagiaan”.

Pasangan yang telah mempersiapkan berbagai aspek dengan benar sejak saat menikah, kemudian mendapatkan kebahagiaan, memiliki anak anak, mereka bersama sama bisa membentuk anak anak mereka menjadi bagian dari generasi penerus yang jempolan, sementara pasangan yang tidak berbahagia akan sulit dalam pembentukan karakter mental moral anak anak mereka (di Indonesia!). Sistem yang berjalan di Indonesia saat ini sungguh menyulitkan para single-parent, berbeda di negara maju yang sudah mempersiapkan sistem kehidupan yang baik dimana single parent bisa lebih mudah dalam pembentukan anak anak mereka, karena sistem yang ada bisa membantu mereka.

Seorang pria bisa kehilangan daya pada usia sekitar 45 tahun seperti yang saya alami. Berdasarkan informasi dari majalah luar negeri, pria berumur 20-30 tahun juga sudah mulai mengalami kehilangan daya ereksi (DE, dyfungsi ereksi). DE bisa hinggap di usia lebih dini itu disebabkan gaya hidup, pola makan, penyakit DM (Diabetes mellitus), stress, dlsb.

Yang tidak punya DM, hidup cukup sehat, pola makan sehat tetap bisa terkena DE, apalagi yang punya DM, hidup tidak sehat, pola makan tidak sehat. Semakin tua seseorang, maka kemungkinan terkena DE semakin besar. Dari pengamatan saya ada yang berumur 61 dan 67 tahun sudah belasan tahun tidak bisa ‘berdiri’ lagi.

Tetapi … dengan terapi pete, terapi buah pete ataupun terapi air pete, kondisi DE ini bisa disembuhkan, bisa dirawat agar terus bisa aktif. Hanya dalam hitungan hari ikut terapi pete, kondisi ini bisa diperbaiki. Tetapi dibalik berhasil digapainya kemampuan ini, tetap ada bahayanya.

Artikel “Penelitian Berdasarkan Waktu” dan “Kesehatan dan Kebahagiaan” sudah saya upload ke Facebook Page “Pete Therapy 4 Love” dan kali ini saya upload ke blog. Untuk membaca kedua artikel, silahkan klik di link berikut:

==> Penelitian Berdasarkan Waktu

==> Kesehatan dan Kebahagiaan

Ini ebooknya: Terapi Pete untuk Kebahagiaan Rumah Tangga

Maaf, judul ebook berubah dari ‘dan’ menjadi ‘untuk’.

Jakarta, 24 Maret 2015

RESEP TERAPI PETE

CoverResep2P

RESEP TERAPI PETE

WORDPRESS menampilkan informasi berbagai hal terkait blog ini, jumlah kunjungan, apa yang dicari seseorang sampai akhirnya mendarat ke blog ini, apa saja yang dibaca pengunjung, darimana pengunjung itu berasal, dlsb. Dari informasi itu, saya bisa melihat berbagai pertanyaan yang diajukan orang sehingga akhirnya diarahkan oleh “search engine” ke blog ini.

Selama setahun ke belakang tercatat ada sekitar 500 pertanyaan yang menghasilkan sekitar 3000 kunjungan ke blog ini. Untuk hal ini akan saya tulis khusus di satu posting atau page.

Salah satu pertanyaan yang cukup bagus yang saya temukan minggu ini: “bagaimana merebus kulit pete”. Pertanyaan yang bagus, yang mengusik saya untuk menganalisa blog ini, bagaimana seseorang bisa mendapatkan informasi dengan mengajukan kata kunci pencarian di “search engine” maka dia akan dibawa ke suatu alamat di ‘World Wide Web’ (dunia internet), dan meski orang itu punya kalimat yang tepat untuk bisa mengantar dia ke blog ini yang seharusnya memberikan jawaban yang diperlukan orang itu, menuju informasi RESEP TERAPI PETE, tetapi RESEP itu ada ‘bersembunyi’ didalam salah satu artikel, tidak mudah untuk ditemukan orang awam. Saya kira masih ada orang yang tidak cukup jeli untuk meng’klik’ disana, klik disini, klik … klik dan klik sehingga orang itu sampai ke artikel yang seharusnya memberi jawaban, seperti informasi RESEP TERAPI PETE yang masih merupakan sebuah ebook dalam bentuk PDF.

Dari pertanyaan “bagaimana merebus pete” membawa saya kepada pertimbangan untuk merilis RESEP TERAPI PETE yang terbaru dan bisa langsung dibaca dengan minimal klik. RESEP TERAPI PETE saya jadikan sebuah page dan sebuah posting.

KLIK “RESEP TERAPI PETE” untuk membaca resepnya.

Artikel RESEP TERAPI PETE ini merupakan bagian dari buku TERAPI PETE V7. Buku TERAPI PETE yang saya taruh di GOOGLE-drive masih buku V5. Saya perlu beberapa hari untuk menambahkan beberapa hal di buku V7, baru setelah itu saya akan taruh di GOOGLE-drive.

Per Juli 2017, sudah ada buku resep yang lebih aktual
Ini yang terbaru, 2017: RESEP TERAPI PETE v8 [PDF]

Silahkan lihat video Terapi Pete:
Video 1) PRESENTASI TERAPI PETE
Video 2) DETOX-TPD-PESING

Beberapa buku yang bisa didownload:

Buku TERAPI PETE

Buku RESEP TERAPI PETE V.7

Buku Terapi Pete 4 ImPOTENSI

Artikel Terapi Pete 4 ImPOTENSI

Buku PeteTherapyEnglish

Buku PETE4ImPOTENSIEnglish

Buku MEMBUKA MISTERI BUAH PETE

Dari pengamatan selama sosialisasi Terapi Pete, terapi ini benar-benar manjur menghadapi banyak penyakit, seperti Diabetes Mellitus (DM) dan teman-temannya. Lihat posting saya di:

Posting Diabetes mellitus

Page Diabetes mellitus

Jakarta, 28 Februari 2015, 08:48

Prestasi Jumlah Kunjungan

Prestasi Jumlah Kunjungan

Pada 30 Desember 2014, The WordPress.com membuatkan sebuah Annual Report (Laporan Tahunan), untuk blog ini. Dalam laporan itu ditampilkan: 9000 kunjungan ke blog ini dari 31 negara.

Sampai hari Minggu, 15 Februari 2015, hari Valentine, saya baca summary kunjungan pembaca berdasarkan artikel (post ataupun page) yang saya tulis:

1) 6345 Manfaat buah Pete (Parkia speciosa)

2) 3782 3 MONYET BIJAKSANA, TEORI KEBIJAKSANAAN ATAU TEORI KEMONYETAN

3) 975 Home page / Archives

4) 961 PETE, PETAI (Parkia speciosa) untuk kesehatan

5) 537 MENGHENTIKAN KORUPSI

6) 346 BUKU CETAK PELAJARAN SEKOLAH

7) 339 OBAMA – SBY: SEBUAH PERBANDINGAN ATAU ANEKDOT?

8) 330 KEREZIMAN KOMUNIS: PEMERINTAHAN GAYA KOMUNIS

9) 244 BRAINSTORMING: TOPIK-TOPIK

10) 223 Sumber Daya Alam Indonesia

11) 209 PHITECANTROPUS ERECTUS MOTORITUS

12) 185 KTBK: KEHIDUPAN TIDAK BEBAS KORUPSI

13) 161 ISLAM: KARTUN PENGHINAAN: MULTILEVEL PENGHINAAN

Kunjungan berdasarkan negara selama 1 tahun sampai 16 Februari 2015:
6946 Indonesia
923 United States
110 Malaysia
80 Singapore
17 Australia
14 Israel
12 Germany
11 Saudi Arabia
10 Taiwan
9 China, Republic of Korea
6 Timor-Leste, Hong Kong
5 Netherlands
4 Japan, Ukraine
3 Canada, United Kingdom, Norway
2 United Arab Emirates, Switzerland, Brunei Darussalam, Kenya
1 Thailand, Algeria, Russian Federation, Philippines, Papua New Guinea, Chad, South Africa, France

Jakarta, 16 Februari 2015

Mengungkap Misteri Buah Pete

gaMisteri Buah Pete Main

Mengungkap Misteri Buah Pete

Pembuka: Mengungkap Misteri Buah Pete

Artikel #1 Stinky Evil Smelling Beans

Artikel #2 Makan Pete Tak Bau Pesing

Artikel #3 Herbal, Obat Dari Alam

Artikel #4 Menu Masakan Berbahan Pete

Artikel #5 Obat Bagi Yang Percaya KepadaNYA

Artikel #6A Penelitian Pete Selama 15 Tahun

Artikel #6B Penelitian Pete Selama 15 Tahun

Artikel #7 Sosialisasi Terapi Pete

Artikel #8 Keberhasilan Terapi Pete

Artikel #9 Rahasia Pete – Gaib

Penutup: Mengungkap Misteri Buah Pete

Pembuka: Mengungkap Misteri Buah Pete

Kita sering menjumpai benda-benda yang memiliki sifat yang tidak disukai banyak orang, kita tidak berani menyentuhnya, kita berusaha menjauhi benda itu, dan kepada orang-orang yang kebetulan suka akan benda itu, maka orang itu dinyatakan orang aneh yang perlu di jauhi … seperti buah pete, dikatakan buah kampungan, tidak berkelas, ndeso, stinky (bau pesing!), evil smelling bean, dlsb. Ditambah dengan mitos-mitos pete yang menyesatkan, yang setengah benar juga setengah salah, menyebabkan buah pete dijauhi banyak orang.

Atau kotoran sapi (ternak), benda yang bau dan menjijikkan, ternyata bisa digunakan untuk memasak!? Bukan langsung dicampurkan kedalam makanan! Kotoran sapi itu dimasukkan ke dalam silo, tabung semacam septic-tank, mungkin diberi tambahan bakteri pembusuk, maka dari lubang yang dibuat khusus akan mengeluarkan gas, disalurkan ke kompor gas, dinyalakan dan digunakan untuk memasak.

Saya belum mencari info lebih lanjut, apakah gas yang keluar itu masih berbau kotoran sapi atau tidak, atau dapur itu menjadi berbau kotoran sapi … saya belum punya pengalaman untuk itu.

[Ternyata di majalah “New Internationalist” edisi January/February 2015, halaman 11, Artikel: “‘Poo’ bus leaves no waste”, ada bus (‘Bio-Bus’) antara kota Bristol – Bath (di Inggris) yang menggunakan bahan bakar biomethane berasal dari food … human waste (kotoran manusia).]

Yakinlah, masih ada banyak benda yang biasanya tidak disukai, kurang disukai atau bahkan dibenci orang, padahal benda itu punya suatu manfaat yang berguna bagi kehidupan kita. Kita perlu mencari, mengungkap misteri yang ada dibalik benda-benda itu. Setiap benda, tidak akan hanya menjadi sesuatu yang tak berarti, tidak mungkin YMK menciptakan suatu benda tanpa ada sebab-akibat, aksi-reaksi, ada keterkaitan satu sama lain, secara langsung ataupun tidak langsung, pasti ada suatu manfaat yang dikandung setiap benda.

Nah, berkat keisengan dan keingin-tahu-an (rasa penasaran) saya di tahun 1995, saya berhasil mengungkap manfaat yang ada terkandung didalam buah pete dan kulit pete. Ada banyak hal yang bisa diungkap dari penelitian (atau pengamatan) saya selama 15 tahun itu, ada ber-ragam kemampuan buah pete, air rebusan kulit pete, untuk kesehatan, untuk menyembuhkan impotensi, sebagai ‘SLOW VIXGRX’, untuk menangkal atau membersihkan hal gaib. Saya berhasil mengungkap misteri buah pete, dan mungkin saja apa yang saya temukan itu belum seluruh misteri, ada juga peserta yang dengan iseng ataupun tak sengaja berhasil menemukan resep yang lain. Itulah adanya.

Tulisan ‘Mengungkap Misteri Buah Pete’ ini sudah saya upload ke internet, di Facebook Page ‘Pete Therapy 4 Love’ (PT4L).

‘Pete Therapy 4 Love’ adalah sebuah Facebook Page, sebuah web-site dibawah naungan Facebook. Di Page itu saya tuliskan banyak informasi terkait pete, herbal, kesehatan dll. Silahkan berkunjung ke page itu … mungkin ada manfaat yang bisa diambil dari sana.

Tulisan ‘Mengungkap Misteri Buah Pete’ saya upload ke Page ‘Pete Therapy 4 Love’ sebagian-sebagian, sebagai cerita bersambung agar pembaca tidak bosan. Tidak banyak orang Indonesia yang suka membaca buku serius, meski senang sekali chatting (BBM-an, twitter, FB, dll), jadi saya ikuti saja trend itu. Dengan melepas sepotong demi sepotong, saya tidak perlu menunggu satu buku selesai semuanya, tetapi bisa diselesaikan bagian demi bagian. Bagian yang selesai bisa langsung di-upload, sementara bagian yang lain masih terus direvisi. Tulisan ini merupakan cikal-bakal buku Terapi Pete versi 6

Ebook sudah tersedia, silahkan download:

Buku MEMBUKA MISTERI BUAH PETE PETE

Jakarta, 14 Mei 2014 (tanggal penulisan dan diupload ke PT4L)

Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus (DM) akan menjadi penyakit no 7 di dunia sebagai penyebab kematian. Saat ini, ada sekitar 347 juta warga dunia di berbagai negara menderita DM, dan mungkin ada lebih banyak lagi pada kondisi pradiabetes (prediabets) yang tidak/belum disadari.

DM tidak hadir sendirian, tetapi membawa bermacam penyakit lainnya, mulai dari kehilangan penglihatan (katarak, glaucoma,dll), kehilangan pendengaran, penyakit jantung, darah tinggi (hypertensi), komplikasi kaki (sampai harus amputasi), komplikasi kulit, menyerang saraf,  Erectile dysfunction (male impotence, impotensi!), dll sampai menyerang kesehatan mental. Lihat tulisan tentang 347 JUTA PENDERITA DIABETES MELLITUS (DM)


DM … TIDAK ADA OBATNYA!?

Saya pernah membaca beberapa artikel dari lembaga kesehatan negara maju bahkan ada juga dari badan PBB, yang menyatakan bahwa DM tidak bisa disembuhkan, tidak bisa diobati dan hanya bisa dijaga dengan aturan makan dan pola hidup sehat.

Obat DM jelas mahal, ada yang per hari perlu biaya 20ribu sampai 40ribu dan mungkin lebih lagi. Jangan lupa, berapa biaya extra untuk mengobati/merawat gerombolan teman-teman si DM itu!? Habis biaya toh tetap sengsara.

TERAPI PETE untuk menyembuhkan Diabetes Mellitus
Kita punya alternatif pengobatan DM yang lebih murah, lebih aman, efek samping-nya malah menyenangkan (tambah tenaga dalam), tidak membuat kantong sobek, dan supply (persediaan) dari alam ada cukup tersedia, kecuali sedang tidak musim, yaitu PETE. Terapi pete perhari 2 lanjar @ Rp.5.000,- = Rp.10.000,- relatif murah dan memberikan kestabilan gula darah dalam waktu relatif cepat. Setelah sehat, tidak perlu setiap hari, bisa direfilling sebulan sekali untuk perawatan saja.

Dari kumpulan testimoni (pengalaman) para peserta terapi pete selama 3 tahun terakhir ini, saya dapat menyatakan kalau terapi pete ini memang benar manjur untuk mengatasi DM dan teman-teman si DM itu. Berdasarkan pengalaman banyak penderita DM yg ikut terapi pete, mereka mendapatkan kestabilan tingkat gula darah dalam waktu yang bervariasi. Umur penderita DM yang ikut terapi pete itu bervariasi, dari sekitar 40-an sampai 90 tahun. Dalam waktu 4-5 hari terapi, peserta sudah mengetahui awal perubahan kesehatan, sudah terasa ada perbedaan di badan, jari tangan yang sebelumnya begitu susah untuk mengepal (kepalan) menjadi lancar, kaki yang sebelum tidur terasa berat dan susah tidur menjadi ringan dan tidak sulit tidur, badan menjadi lebih segar … etc.

Setelah 7 hari terapi, perubahan kesehatan yang signifikan sudah dapat diketahui, sudah dapat merasakan perubahan besar dalam hidup mereka. Sementara, waktu untuk sembuh itu bervariasi, dari 3 minggu sampai 6 bulan. Ada yang ikut terapi lengkap, makan buah pete dan minum air rebusan kulit. Tetapi ada beberapa peserta berumur lanjut, sudah tidak bisa mengunyah, hanya diberikan air rebusan kulit pete.

Saya tidak bisa memantau setiap peserta terapi pete, karena terapi ini begitu mudah dijalankan, resepnya sederhana, waktu proses persiapan relatif singkat, sehingga setiap orang yang sudah punya pengalaman (berhasil, sehat) dengan terapi ini, banyak yang menjadi agen penyebaran, menyebar-luaskan resep terapi pete kepada teman, saudara atau siapapun. Mereka yang berhasil akan bercerita kepada yang lain, menjadi MLM (multi level menyebarkan) kebaikan/kesehatan. Saya sudah tidak tahu lagi, berapa jumlah peserta terapi ini.
Saya hanya bisa meminta testimoni dari orang-orang di level terdekat saja, dan testimoni beberapa orang itu akan saya masukkan ke e-book terapi pete yang berikutnya.

Saya sudah menyiapkan buku terapi pete, 3 dalam bahasa Indonesia, 1 dalam bahasa Inggris (Pete 4 Impotensi), dan satu lagi dalam proses penterjemahan ke bahasa Inggris (Pete Therapy).