041 MOTOR GADUNGAN
Suatu hari, saat saya berkendaraan di jalan Senen Raya, terlihat sebuah motor yang tidak dilengkapi dengan PLAT NOMOR, melaju dengan santai. Pikiran saya waktu itu bermacam-macam:
- O. . . mungkin plat nomor motor itu jatuh, kasihan dia, mungkin baru saja terjatuh dan dia tidak tahu,
- atau mungkin memang sudah lama terjatuh, dan dia tidak bisa membeli plat pengganti,
- atau memang dia sengaja mencabut plat nomornya karena dia tidak bisa membayar pajak kendaraan,
- atau . . . atau yang lain.
Tetapi pengendara motor itu memakai seragam hijau, lengkap dengan sepatu boot, dan assesories ketentaraan, sehingga saya terpaksa berpikir hal-hal lain:
- O. . . mungkin dia tentara gadungan, sengaja bermotor tanpa plat nomor agar tidak diketahui siapa dia,
- atau mungkin dia tentara tulen, tetapi sengaja bermotor tanpa plat nomor agar tidak diketahui siapa dia, karena itu motor pribadi, dan dia mungkin sedang dalam operasi pengintaian,
- atau memang dia sengaja menghilangkan plat nomor tersebut karena motor tersebut memang bukan hak-miliknya, yang mungkin ditemukan saat kerusuhan atau hasil sitaan dari kejadian kriminal yang tertangkap, dan saat itu dia terpaksa menunggangi motor tersebut karena kendaraan umum biayanya mahal dan tidak nyaman.
Wah banyak juga pikiran aneh-aneh muncul saat itu, dari perkiraan bahwa orang itu sedang kesusahan karena tidak punya uang untuk membeli plat nomor pengganti, sampai kepada pemikiran bahwasanya orang itu terkait dengan pencurian secara langsung ataupun tidak langsung, ataupun pemikiran bahwasanya kendaraan itu sedang disita oleh alat negara dan mungkin sedang diproses perkaranya, dan orang/pengendara itu ‘terpaksa’ mengendarainya.
Walau kendaraan itu hasil sitaan dari pencurian/perampokan/penjarahan orang lain sekalipun, yang kemudian disita oleh alat negara . . . wah kasihan sekali si pemilik kendaraan yang sebenarnya, kendaraannya jelas ada tetapi tidak dikembalikan . . . . AH . . . kenapa dipikirin serius sih . . . itu kan motor orang, dan barangkali itu tentara gadungan . . . jangan-jangan itu bukan motor, barangkali cuma bayangan lewat . . . bayangan tentara gadungan naik motor gadungan. TERSERAH deh, Anda mau berpikir apa saja, kan boleh saja . . . wong demokrasi!!
21 Maret 2000

