GOD’S MEDICINE (4)

Saya berharap GM (4) ini akan menutup topik GOD’S MEDICINE.

Kita kembali ke awal dulu, ke masa penciptaan alam semesta. Cerita penciptaan ini tidak perlu sama dengan yang diceritakan di ajaran manapun, apalagi dengan ajaran dari barat sana.

The One menciptakan alam semesta dengan kesempurnaan. Seperti DNA yang menurut para scientist merupakan karya yang sangat rinci sempurna, bagaikan suatu program komputer yang begitu njlimet! DNA yang kecil itu berisikan 3 milyar data. Pasti ada mahluk super (Super Being) yang memprogram hal itu. Pasti sangat canggih. Itulah SUPREME BEING – Yang Maha Kuasa – GOD The Almighty!

The One pasti mempersiapkan segalanya dengan sempurna. Ada tanah ada air, ada panas ada dingin, ada siang ada malam, ada matahari ada bulan, dst, dlsb. Ada berbagai mahluk (entah apa saja!?, terserah lah, beda keyakinan akan beda pemahaman) telah diciptakan – dan tentu saja The One tidak akan melupakan kebutuhan hidup bagi para mahluk itu – MODAL KEHIDUPAN bagi mereka. DNA sekecil itu merupakan karya sempurna, tak mungkin The One lupa akan BAHAN PANGAN dan BAHAN KESEHATAN.

Para scientist percaya akan adanya The One yang Maha Super, saya pun yakin – MODAL KEHIDUPAN telah ada sejak awal penciptaan.

MODAL KEHIDUPAN
Begitu banyak orang yang menyebut The One sebagai Yang Maha Kuasa, GOD The Almighty, Yang Maha-Maha-Maha, jelas BAHAN PANGAN dan BAHAN KESEHATAN itu ada disediakan di alam kehidupan ini! Ada dalam berbagai bentuk, dari tanaman, dari hewan, dari dalam tanah, dari dalam samudra (atau sungai atau danau), bahkan sinar matahari, air laut, air panas gunung, pasir, lumpur juga berfungsi sebagai bahan kesehatan.

Percaya lah – BAHAN PANGAN dan BAHAN KESEHATAN itu sudah disediakan, karena The One – bukan – mahluk goib loyo dongo bodoh tak pedulian tak mampu mengetahui kemungkinan hadirnya penyakit … !?!?!? Lihat video GITA-4

60.000 TAHUN
Dari bukti archaeological dapat dikatakan manusia sejak 60.000 tahun lalu sudah menggunakan herbal – dulu tidak ada apotik! 🙂 – dan menurut bukti catatan, penggunaan herbal itu ada sejak lebih dari 5.000 tahun lampau. Lihat di WIKIPEDIA-Herbal Medicine

Berbagai kelompok masyarakat tua di dunia sudah menggunakan herbal sejak ribuan tahun lalu – pengetahuan itu diajarkan turun temurun, atau diajarkan melalui catatan/buku herbal, tulisan di batu prasasti, dinding batu (huruf hieroglyp – Mesir), lembaran kulit binatang, lembaran papyrus, daun lontar, plat metal, lempengan tanah atau di media lainnya.

Di setiap kelompok tradisional itu biasanya terdapat beberapa orang ahli pengobatan, ada yang belajar dari buku atau diturunkan dari orang tua, ada yang mendapatkan semacam pencerahan dan terpilih menjadi seorang ahli pengobatan. Mereka dikenal sebagai shinshe, dukun, shaman, healer, sage, druid, balian Usada, dan entah sebutan apa lagi dari berbagai kawasan di dunia.

Apa – dimana Modal Kehidupan itu?
Sejak 2,5 juta tahun lalu manusia mulai memakan daging Manusia, tetapi bila dilihat dari susunan giginya, sebenarnya manusia adalah pemakan tanaman (herbivora).
[Kenapa manusia makan daging, silahkan lihat di Eat Meat]

Modal Kehidupan yang disediakan itu berupa flora – fauna yang ada di alam. Setiap kawasan memiliki flora – fauna yang karakteristik (sesuai) kawasan tersebut. Kawasan equator (khatulistiwa) memiliki variant flora – fauna paling banyak. Di dunia terdapat sekitar 430.000 tanaman, khusus kawasan Nusantara di khatulistiwa terdapat sekitar 350.000 jenis tanaman, dan sekitar 10% atau 35.000 merupakan tanaman berpotensi obat.

Indonesia memiliki MEGA BIODIVERSITY yang tinggi karena posisinya di khatulistiwa, dengan kontur geografis yang bervarian – ada ribuan pulau, ada banyak gunung berapi dengan muntahan lahar yang bisa memberikan kesuburan tanah, jauh berbeda daripada Brazil ataupun Kongo. Dengan posisi di antara benua Asia dan Australia saja telah memberikan variasi flora – fauna yang lebih tinggi dari kawasan lain. Pandangan saya, MEGA BIODIVERSITY terbesar itu ya disini bukan di Brazil ataupun Kongo.

Jumlah tanaman yang bisa hidup di kawasan utara (atau selatan) khatulistiwa jelas lebih sedikit daripada di kawasan tropis yang persis berada di khatulistiwa. Semakin ke utara (atau ke selatan) semakin sedikit tanaman yang bisa hidup sepanjang tahun, sedikit pohon keras yang bisa bertahan hidup di musim dingin, kebanyakan tanaman akan tumbuh dan berkembang (berbunga) pada musim semi (spring) – panas (summer), dan kembali menghilang di musim rontok (fall).

Di khatulistiwa tumbuh tanaman obat dalam jumlah (dan variasi) besar sepanjang tahun. Di kawasan barat dan jauh ke utara (selatan) dari khatulistiwa hanya tumbuh sedikit tanaman, maximal 6 bulan. Kaum yang berada di khatulistiwa itu lebih berpengalaman dengan tanaman obat: telah mengenal, memahami, melakukan uji coba (empirik), menganalisa dan menulis buku tentang tanaman obat.

Ada 3 catatan herbal utama yang saya kenal

  • Herbal Ayurveda, sejak 6000 tahun lalu,
  • TCM (Tradisional Chinese Medicine), sejak 5000 tahun lalu,
  • Herbal Nusantara (entah kapan ?).

Selain ketiga catatan diatas, ada banyak catatan atau buku (encyclopedia) tentang tanaman obat. Lihat/baca Herbal – Revolusi Mental

Beberapa negara di dunia memiliki buku herbal mereka sendiri, membahas herbal sesuai kondisi kedaerahan mereka. Di barat, ada buku ‘Materia Medica’ (alias ‘bahan kesehatan’) yang lengkap tentang herbal. Tetapi, suatu kaum yang tak punya tanaman obat tertentu tak bisa membicarakan manfaat tanaman tersebut kecuali ada peneliti mereka yang melakukan expedisi penelitian ke daerah lain yang memiliki berbagai tanaman tersebut. Kemungkinan terbesar, mereka melakukan copy-paste dari buku herbal yang sudah ada sebelumnya, atau membuat terjemahan dari Ayurveda atau dari Primbon.

TANAMAN OBAT TUHAN
Lihatlah, ketiga kelompok herbal itu sama saja

This picture gives you the summary of herbal in Ayurveda
HerbalAyurveda 2022-07-12 17-41-03.jpg
And this picture gives you the summary of herbal of Indonesia (Nusantara)
HerbalNusantara 2022-07-12 17-37-57.jpg
And this are the herbal of TCM
HerbalTCM 2022-07-12 17-33-24.jpg

KAUM BARAT TIDAK KONSISTEN
Pimpinan (kepala) keagamaan dari barat tidak berani menyatakan bahwa The One sudah menyediakan BAHAN KESEHATAN, mereka malah menampilkan doa-doa sebagai obat -> GOD’S MEDICINE berupa GOD’S WORDS dari surat/ayat/scripture tertentu. Mereka tidak yakin kalau The One sudah menyediakan herbal sebagai obat alami. Lihat GM (1) dan GM (2).

Kepala negara uni Eropa secara tersembunyi menolak herbal, membuat larangan penjualan herbal, membuat aturan pendaftaran herbal dengan biaya tinggi (sampai €50.000 per produk) – dengan alasan keselamatan dan meragukan tingkat keampuhan herbal – herbal dikatakan berbeda dengan obat farmasi yang telah menempuh uji klinis. Lihat Herbal Registration

Mereka membuat pernyataan kalau obat alami (herbal) dari tanaman itu berbahaya, tidak scientific, tidak bermanfaat, kemudian mereka melarang penjualan obat alami, melarang penggunaannya, hanya obat patent yang boleh diperjual-belikan, yang boleh diresepkan para ahli kesehatan.

Dari Wikipedia Herbal Medicine dikatakan: obat modern itu berawal dari obat herbal juga. WHO tahu pasti akan herbal, sejak kapan digunakan, kaum mana yang punya catatan herbal, dimana pusat tanaman obat. Pasti tahu!

Banyak obat farmasi merupakan contekan dari obat alami (herbal). Mereka teliti obat dari tanaman obat, lalu mereka bentuk menjadi obat artifisial, dipatentkan, diproduksi secara massal di pabrik.

Dibawah ini kutipan dari seri video GITA:

Dari Video GITA-5
1) Tidak dikenal karena sengaja ditutup-tutupi
Ada banyak pihak yang ingin menutup kebenaran herbal: menyembunyikan manfaat herbal, menyebarkan berita negatif tentang herbal, membesar-besarkan adanya efek negatif herbal – berbahaya, merendahkan herbal, menjadikan herbal tak bernilai.

Dengan strategi itu, mereka bisa mendapatkan tanaman obat dengan harga rendah, menggunakan bahan obat yang ada di tanaman obat, diextract dan dijadikan obat farmasi yang sudah mereka patentkan, diproduksi secara massal, dijual ke mancanegara tentu dengan pemberitaan seperti tukang obat jalanan, penuh rayuan, mulut manis dan tak lupa membagikan komisi penjualan kepada kelompok pendukung mereka yang berada di berbagai negara juga di Indonesia.

Kalau mereka memproduksi obat herbal yang merupakan sekumpulan bahan dari bermacam tanaman obat dan dinyatakan sebagai obat herbal, mereka tidak bisa mengajukan patent untuk obat yang bahannya diperoleh dari alam. Mereka tidak bisa memonopoli produksi dan penjualan. Meski sebenarnya masih ada keuntungan dari produksi obat herbal dan dari penjualannya, tetapi keuntungannya tidak sebesar dari penjualan monopoli obat farmasi yang telah di-patent-kan.

Jadi, niat mereka sebenarnya hanya ingin mendapatkan keuntungan dari penguasaan pasar obat farmasi yang telah di-patent-kan, yang sebenarnya tetap berbahan dari tanaman obat.

2) Tidak dikenal maka tidak disayang
Berkat pemberitaan negatif tentang herbal menyebabkan nilai tanaman obat menjadi rendah. Karena nilai rendah, masyarakat kurang antusias untuk membudidayakan tanaman obat, mereka tidak menghargai lingkungan dimana terdapat banyak tanaman obat – seperti hutan hujan tropik Indonesia yang telah menjadi korban karena dianggap cuma sekumpulan semak belukar tak bernilai.

Karena tak mengenal manfaat tanaman obat, penguasa daerah di Indonesia tidak punya rasa sayang terhadap lingkungan, membiarkan pembalakan hutan, membiarkan konversi hutan heterogen menjadi hutan homogen. Produk hasil hutan hanya sebatas batang-batang pohon besar, rotan atau hasil hutan homogen yang bisa masuk industri tertentu. Sementara berbagai tanaman obat (ada puluhan ribu jenis) didalam hutan heterogen … tidak diperhitungkan sama sekali, dihancurkan karena tidak dikenal!

3) Tak kenal maka tak sayang
Tanaman obat telah diabaikan, pengetahuan akan tanaman obat tidak disampaikan kepada rakyat, pernyataan bahwa obat herbal tidak aman, berbahaya, tidak scientific terus dikobarkan, obat farmasi dimasukkan kedalam SKN sementara obat dari tanaman obat di-anak-tiri-kan, dikucilkan, diabaikan, disembunyikan.

Rakyat Indonesia secara umum tidak mengenal tanaman obat. Tanaman obat yang ada di alam menjadi bernilai rendah atau tak berharga, tak ada rasa sayang akan tanaman obat, tidak ada daya tarik untuk membudidayakan tanaman obat, tidak muncul keinginan untuk menjaga alam, mempertahankan hutan, rakyat dengan mudah melakukan pembalakan, menghancurkan hutan hanya untuk mendapatkan batang-batang kayu. Manusia (rakyat Indonesia) tidak punya rasa sayang kepada tanaman, kepada hutan, kepada alam lingkungan.

End of GITA-5

Dari Video GITA-7
Di zaman pertengahan, antara tahun 1400 sampai 1700 di Eropa terjadi pembunuhan sekitar 100.000 wanita praktisi pengobatan tradisional. Wanita-wanita itu diberi julukan The Witcher, tukang sihir, dukun black magic, penipu … mereka ditahan, diadili, dijatuhi hukuman mati, dibakar hidup hidup.

100.000 orang yang dituduh sebagai Witcher (penyihir, dukun black magic, tukang sihir) itu bisa saja mendapatkan pengetahuan tentang obat dan pengobatan dari pendahulunya, diajarkan orang tuanya, atau mendapatkan dari orang pintar atau orang suci. Bisa saja si pendahulu (bapak, ibu, kakek, leluhurnya), atau si orang pintar atau orang suci itu telah mendapatkan ilmu dari The One lewat intuisi.

The One Yang Maha Kuasa bisa memberikan informasi (wisikan, wangsit, intuisi) tentang ilmu obat dan pengobatan kepada orang yang diinginkan. Manusia bahkan seorang kepala keagamaan manapun tak boleh menolak kemungkinan itu terutama bila ia sendiri ternyata tak mampu berkomunikasi dengan The One. Pembunuhan atas 100.000 orang “the Witcher” itu diprakarsai kepala keagamaan disana, cuma berdasarkan kedengkian karena dirinya tak mampu berkomunikasi dengan The One.

End of GITA-7

Dari Video GITA-6
Kemungkinan terbesar, mereka takut akan tergantung dengan produksi herbal dari negara-negara pemilik BAHAN KESEHATAN – sedangkan mereka hanya punya beberapa jenis bunga-bunga-an sebagai herbal. Mereka tidak mau menerima kenyataan kalau mereka tidak punya cukup persediaan tanaman obat! Tanaman obat itu adanya di daerah tropik dan sub-tropik, terutama di Indonesia.

HARGAI HERBAL HADIAH THE ONE
Dimulai dengan diterimanya herbal oleh semua orang di berbagai negara di dunia, karena herbal memang sudah disediakan oleh The One. Semua orang menggunakan herbal, penelitian obat herbal dilakukan bersama, hasilnya dipublikasikan secara luas, pasar bahan herbal akan meriah, tanaman obat menjadi bernilai, setiap orang akan berusaha melakukan budidaya herbal, menanam tanaman obat, sumber tanaman obat seperti hutan tropik akan dijaga, tak perlu menebang batang pohon tetapi memanen bahan herbal yang ada di hutan. Penghijauan akan terus meluas, semua lahan tidak akan dibiarkan kosong, bumi akan menjadi lebih dingin. Kehidupan manusia tentu akan menjadi lebih baik, dunia akan lebih adem, polusi carbon di udara akan diserap oleh berbagai tanaman, tanaman akan meredam pemanasan – penguapan air di permukaan bumi, uap air akan lebih sedikit, hujan akan kembali normal demikian juga berbagai kondisi cuaca lainnya.

KERJASAMA GLOBAL
Kita bersama hidup di dunia ini, semua orang seluruh dunia harus mau bekerjasama mengembalikan kondisi alam lingkungan tempat tinggal kita.

  • Dimulai dengan menghargai tanaman obat, perlakukan obat herbal dengan penuh rasa hormat karena hal itu sudah disiapkan The One sejak awal penciptaan,
  • berikan informasi yang benar tentang herbal dari tanaman obat, lakukan penelitian tanaman obat, sampaikan kepada masyarakat herbal apa untuk apa, perkenalkan jenis tanaman yang berpotensi obat (ada 35 ribu di Indonesia), integrasikan herbal kedalam SKN (sistem kesehatan nasional),
  • dengan naiknya nilai tanaman obat, antusias warga di daerah tropik akan terbangunkan,
  • mereka dengan penuh semangat akan kembali memperbaiki alam, menjaga hutan, memperbaiki hutan yang telah dirusak, mengembalikan hutan homogen menjadi hutan heterogen,
  • semua negara bisa ikut ambil bagian dalam mengembalikan kondisi alam yang telah rusak akibat wacana negatif yang telah disebarkan orang barat selama ini, setiap negara bisa mengirim bantuan dalam bentuk peralatan, teknologi, dana, tenaga pelaksana atau pengawasan dll, dst.

GLOBAL CLIMATE
Mencegah pemanasan bumi bukan hanya dengan menekan produksi carbon tetapi dengan menghargai obat herbal … itu berarti menghargai The One sebagai Sang Maha Pencipta. Menghargai The One, menghargai tanaman obat, akan mendorong penanaman berbagai tanaman, mengembalikan hutan … dst. Pada akhirnya, akan memperbaiki cuaca dunia, mencegah pemanasan berlebih, menahan penguapan air, mengurangi pembentukan awan uap air, menurunkan pergerakan udara, mengurangi risiko badai, angin topan, mengurangi derasnya hujan turun, mengurangi banjir bandang, risiko longsor dst.

Temperatur dunia akan turun seiring dengan penanaman kembali Indonesia dan semua kawasan lain di equator, cuaca akan membaik, bencana alam akan berkurang, badai topan akan berkurang.

Dengan penghargaan terhadap herbal, terjadilah gerakan penghijauan yang akan membuka lapangan pekerjaan skala besar – proyek MEGA PADAT KARYA di bidang herbal. Bukan hanya di Indonesia tetapi di berbagai kawasan lain yang berada di equator, di Asia, Afrika, dan Amerika akan terjadi gerakan penghijauan dunia.

Inilah ‘Memayu Hayuning Bawono’GITA-8

Jakarta, 22 Juli 2022

Kembali ke tulisan God’s Medicine (3)
Kembali ke tulisan God’s Medicine (2)
Kembali ke tulisan God’s Medicine