050 PARIWISATA

050 PARIWISATA

22 Juli 2000 (edit terakhir!)

Apa, Siapa, Kenapa, Bagaimana, Kapan, Dimana, Berapa,

1) Apa yang menjadi Objek Pariwisata yang akan ditawarkan? Dimana saja Objek tsb?

Sebagai permulaan kita dapat mengambil beberapa kata seperti: Animals, Bikes, Birds, Cars, Fish, Flowers, Nature, Places, Plane, Tour dsb.
Jadi Objek Pariwisata itu dapat berupa banyak hal,

  • mulai dari binatang baik jinak maupun liar, burung (unggas), ikan, tanaman, bunga, flora atau fauna yang memang khas untuk daerah yang akan dipasarkan,
  • atau produk hasil daerah tsb. misal saja patung, pisau, keris, hiasan dinding, patung, keramik, kerajinan tangan, yang spezifik,
  • kebudayaan seperti kehidupan suku terasing, pertanian konvensional, pakaian, tarian, kesenian, bahasa, atau peninggalan kebudayaan lama yang menarik,
  • atau tempat dan daerah yang dapat dijadikan sebagai satu paket lengkap perjalanan yang menyenangkan dan menarik melalui beberapa objek diatas, mulai dari pegunungan, pedesaan, perkebunan, pantai, sekolah, sampai tempat belanja (Plaza, Mall, pasar lama dan khusus) di kota atu daerah tertentu, sekaligus mengunjungi daerah yang memiliki kekayaan alam, kekayaan budaya, dsb.

2) Siapa Subjek target dari pemasaran Pariwisata ini?

Ada 2 kelompok Subjek: Turis Lokal (Nusantara) dan Turis Mancanegara, yang kemudian dibagi kedalam beberapa katagori lain, seperti benua (lokasi), iklim, usia, pendidikan, dan status sosial mereka. Kombinasi dari Subjek ini, akan membawa kepada perbedaan strategi pemasaran Pariwisatanya, misal saja Turis lokal berpendidikan, status sosial menengah dan berusia dibawah 30 tahun, kepada mereka dapat ditawarkan perjalanan ke pegunungan atau ke pantai yang indah, sedangkan bagi Turis mancanegara dengan kondisi yang serupa (mirip) ditawarkan perjalanan menuju daerah-daerah kebudayaan, dst.

3) Kenapa kita perlu membicarakan Pariwisata?

Pariwisata merupakan suatu kekayaan Indonesia yang dapat dijual kepada para Turis, terutama dari mancanegara, dengan target mendapatkan devisa (pemasukan/pendapatan) daerah setempat.

Kita perlu mencari Objek-objek Pariwisata yang dapat dijual, mencari Subjek yang akan kita bidik, mencari bagaimana kita dapat mempertemukan Pasar: antara Objek (Pariwisata) dengan Subjek pelaku pasar, baik pelaku pasar sebagai pembeli langsung ataupun pembeli perantara (tour & travel Agency). Kita perlu melakukan pengenalan, pembenahan, penjagaan, perawatan dan pengembangan dari objek pariwisata yang ada, agar objek ini tetap ada dan bila mungkin berkembang. Berbagai cara perlu dilakukan agar objek pariwisata yang kita miliki tetap ada dan tidak hilang oleh gangguan perubahan jaman, dimana banyak orang tidak perduli akan lingkungan dan merusak banyak objek pariwisata yang ada.

4) Apakah kelemahan yang ada dalam ke-pariwisataan di Indonesia?

5) Bagaimana kita dapat mengembangkan potensi alam, budaya yang ada?

6) Bagaimana kita dapat menjaga potensi yang ada agar tidak dirusak oleh masyarakat sekitar?

7) Bagaimana kita dapat merangsang minat masyarakat agar menjaga dan sekaligus mengembangkan potensi alam, budaya yang ada?

8) Bagaimana kita dapat mengembangkan kesadaran masyarakat dalam ke-pariwisataan Indonesia?

9) Bagaimana kita dapat menjual Objek Pariwisata yang ada?

10) Kapan waktu yang tepat untuk mulai dengan semua kegiatan diatas? Apa saja kegiatan yang perlu dilakukan?

11) Dimana kegiatan itu akan dilakukan?

12) Berapa nilai dari semua kegiatan diatas, baik sebagai biaya maupun sebagai kemungkinan pemasukan daerah? Berapa nilai peralatan yang akan dipergunakan? Berapa nilai media/sarana komunikasi yang akan digunakan?

Ketentuan:
Untuk setiap Objek pariwisata perlu diadakan pendekatan yang rinci, yang membahas mengenai banyak hal, mulai dari lokasi yang memiliki Objek yang sama atau mendekati sama, tingkat potensi yang dimiliki, kelemahan ataupun kekurangan yang dimiliki, apa yang dapat diperbaiki, sampai pada hal-hal bagaimana pemasaran yang baik dari Objek ini, kemana, dan dengan cara apa pemasaran ini dilakukan.

SDM perlu Teknologi Informasi & Komputer

Untuk menunjang kelancaran dalam ke-pariwisata-an, maka SDM Dinas Pariwisata perlu mendapatkan pendidikan Sistem Informasi Managemen & Komputer. Hal ini perlu dilakukan segera, karena:

  • Pembahasan ke-pariwisata-an ini harus dilakukan secara intensif menggunakan teknologi komputer, baik dalam hal pencatatan, pengarsipan file text, pengambilan gambar menggunakan scanner dan foto dengan camera digital, melakukan study banding secara International menggunakan teknologi Informasi,
  • dan bila waktunya sudah tepat, dimana pembahasan dilakukan cukup matang, data-data objek wisata sudah terkumpul cukup lengkap, subjek sudah ditentukan, beberapa metode pemasaran sudah ditentukan, perjanjian dengan beberapa medium pemasaran telah dilakukan, sarana dan prasarana sudah ditentukan, maka teknologi informasi & komputer yang mutakhir akan kembali digunakan sebagai satu media pemasaran,
  • selain pengolahan data: file dan gambar pada awal pembahasan ke-pariwisata-an daerah, diperlukan juga pengembangan, pengaturan, perawatan, dan penjagaan dari objek yang sudah ada tersebut, agar dapat terus berkembang dengan baik, yang tentu saja akan di-manage menggunakan teknologi informasi & komputer.

Jelas teknologi informasi & komputer (TI&K) yang akan diterapkan bukan lagi sekadarnya tetapi masuk katagori lengkap dan mutakhir, dengan teknologi jaringan komputer dan jaringan Internet. Pengenalan dan pendidikan Sistem Informasi Managemen & Komputer perlu dilaksanakan dengan segera dan tidak hanya sebatas mengenal saja, tetapi sampai pada tingkat kemahiran yang cukup tinggi dan handal dalam pengolahan semua hal diatas tadi, terutama pengenalan sarana Multi-media.

Sarana & prasarana TI&K perlu segera disiapkan.

PUSDIKLAT SWASTA – Dinas Pariwisata – Dep. Pendidikan & Kebudayaan
Target lain: menjadikan Dinas Pariwisata Tangerang sebagai tuan rumah dari TI&K bagi Dinas Pariwisata dari daerah lain, dan menawarkan paket pengenalan & pendidikan TI&K ini secara lengkap dan terpadu. PUSDIKLAT ini dapat dilaksanakan oleh pihak swasta bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Tangerang dan Departemen Pendidikan & Kebudayaan Tangerang. (sebagai contoh saja)

Pariwisata, Era Teknologi Informasi & Komputer, Era Globalisasi dunia di tahun 2000-an, Era Reformasi Indonesia.

Sebuah kombinasi yang pasti datang dan tidak bisa dihindari oleh bangsa Indonesia, dan hal ini tidak dapat dijalani dengan setengah hati, tetapi harus dipahami oleh banyak Instansi (Institusi) baik swasta apalagi pemerintahan. Dunia internasional akan datang tanpa bisa dihindari lagi, baik kita siap ataupun tidak, dan hanya mereka yang telah siap dengan sarana dan prasarana yang cukup yang dapat bertahan. Mereka akan datang dari segala arah, dari segala bidang, baik sebagai per-orangan ataupun dalam bentuk institusi, yang akan dapat mengambil alih semua kegiatan yang ada di Indonesia.

Hal ini cukup riskan bagi Indonesia, terutama dunia pariwisata, kalau kita terlambat bisa-bisa kita hanya menjadi pemilik alam-budaya, atau pelaku tingkat dasar, sedangkan pelaku tingkat dunia akan diambil alih oleh institusi International, menjadi organisator dan pelaksana pemasaran, harga dan biaya ditentukan oleh mereka, sedangkan kita hanya mendapatkan penerimaan dalam porsi yang kecil dari harga jual yang ditentukan.

Bila kita ingin ikut dalam era globalisasi dunia di tahun 2000-an yang tinggal ratusan hari lagi, maka kita perlu mencoba mengejar ketertinggalan di bidang Teknologi Informasi & Komputer dengan mengikuti pengenalan dan bahkan pendidikan ilmu TI&K. TI&K perlu segera diterapkan di segala bidang usaha baik swasta apalagi pemerintah, dalam kapasitas & kualitas yang baik, dan bukan dalam tahapan coba-coba ataupun main-main, tetapi harus dalam kadar profesionalisme yang tinggi dengan jaminan yang cukup dalam pelayanan sekarang dan masa mendatang.

TI&K saat ini sudah mencapai tingkat multi-media, dimana hampir segala bidang ilmu dan usaha ataupun kegiatan sudah tercapai. Kita dapat menggabungkan text dengan gambar, suara, animasi, ataupun dengan film. Tidak lagi hanya tampilan text sederhana, tetapi sudah lengkap dengan bermacam-macam bentuk tampilan, baik dari jenis font, warna, maupun bentuk-bentuk grafis (gambar, animasi, film, design, dll). Hal ini jelas memerlukan keterampilan dan kemahiran yang cukup tinggi untuk dapat menghasilkan TI&K tingkat multi-media, yang jelas tidak dapat diambil atau diserap dari pendidikan atau kursus komputer yang sederhana, melainkan harus dari pendidikan atau kursus komputer yang dijalankan oleh profesional yang berpengalaman.

One thought on “050 PARIWISATA

Leave a Reply