Artikel ini dibuat di minggu kedua bulan Agustus.
‘Gobal Climate Change’ (perubahan cuaca global) bukan sekedar jargon, atau dianggap tidak terjadi. Kondisi itu benar berlangsung, bisa kita lihat dan rasakan sendiri, suhu udara begitu panas tak menyenangkan.
Memang bagi sebagian orang, suhu udara panas itu tidak dirasakan, apalagi buat mereka yang hidup di rumah full A/C. Lain cerita buat mereka yang tinggal di rumah bedeng saling berhimpitan, tidak ada sirkulasi udara, udara panas – sumpek membawa derita. Dan bagi orang Indonesia, yang sepanjang tahun merasakan panas matahari, memang tidak terasa berbeda dari tahun ke tahun, hampir tidak terasa perbedaan suhu itu.

Mari kita lihat ke luar Indonesia, bagaimana kondisi Global Climate Change ini menghantam Eropa, Amerika, Timur Tengah, Asia, Afrika, Australia, juga negara negara pulau di samudara Pacific – apa yang terjadi!?
Temperatur per 12 Agustus 2022
Secara global, temperatur tertinggi: 50,1°C di Ahwaz Iran, Omidieh Iran, 49,8°C di Jahra Kuwait, 49,7°C di Basrah Int. Airport Iraq, dst.
Di Eropa: 41,4°C Batman Turkey, 40,5°C Mont-De-Marsan France, 40,3°C Irurita Spain, 40,2°C Dax France, 39,9°C Agen France, 39,6°C Bilbao/Sondica Spain, 39,5°C Arroyo Del Ojanco Spain, 39,5°C Zaragoza – Valdesparte Spain, 39,4°C Bordeaux/Merignac France, dst.
Di Amerika: 40,6°C Phoenix, 39,4°C Rapid City, 38,9°C Austin Tx, 38,9°C Del Rio Int. Airport, 38,9°C Waco Regional Int. Airport, 38,3°C San Angelo, dst.
Di Southern Hemisphere: 40,3°C Ondangwa Namibia, 38,9°C Balsas Brazil, 38,8°C S Joao Do Piaui Brazil, 38,5°C Picos Brazil, dst.
Temperatur sampai 51°C telah melanda Jacobabad – Pakistan pada Saptu, 14 Mei 2022. Temperatur ini 5-6°C lebih tinggi daripada normalnya disana.
Canada baru pertama kalinya mengalami 30°C di bulan Mei 2022, itu = 10-15°C lebih tinggi daripada normalnya disana.
Inggris baru pertama kali mengalami 40°C pada 18 Juli 2022.
Pemanasan global telah mengacaukan banyak faktor dalam kehidupan manusia:
- kekeringan, 2,3 milliar orang akan kesulitan air – 160 juta anak-anak akan jadi korban, jumlah korban bisa diprediksi dengan melihat lokasi geografis dan kontur area,
- banjir (bandang) ada dibalik kekeringan. Banyak kawasan di bumi mengalami kekeringan – terjadi karena proses penguapan air semakin kuat – membentuk awan tebal berisi partikel (uap) air yang selanjutnya turun sebagai hujan lebat, daerah tertentu bisa tertimpa hujan sangat deras dalam waktu panjang, menjadi banjir dan banjir bandang yang menenggelamkan dan menghancurkan. Jumlah korban banjir bandang tidak mudah diprediksi karena area bencana tergantung arah angin dan awan,
- sungai-sungai di Eropa kering, airnya dangkal tidak bisa digunakan sebagai media transportasi, permukaan air sungai sudah begitu rendah atau malah tidak ada airnya, air sungai tidak bisa digunakan untuk mengairi pertanian yang sudah kekeringan lebih dulu,
- pertanian: lahan pertanian terkena panas lebih tinggi dari biasanya, tanahnya kering, retak-retak, air sungai tidak bisa digunakan, persediaan air menipis – ternak tidak mendapat air minum,
- salju: lama waktu pembentukan salju sudah lebih pendek, volume salju lebih sedikit, waktu mencairnya juga menjadi lebih pendek => sungai hanya mendapat sedikit air => dangkal => tidak bisa mengairi pertanian; pegunungan Alpine terlihat terbuka tidak ada salju, peternak kehilangan sumber air; helicopter Swiss Army harus membantu membawakan air ke peternakan di Alpine; di kawasan Amerika utara juga kekurangan air – yang biasanya disupply dari lelehan salju,
- kebakaran hutan terjadi di Eropa dan di Amerika,
- dan berbagai bencana alam lainnya.
PERTANIAN, PETERNAKAN, PERIKANAN TERDAMPAK
Banyak pertanian gagal panen karena kekeringan, tidak ada air, air sungai tidak bisa digunakan karena sungainya kering.
Banyak ternak tidak mendapatkan pasokan air, seperti di Amerika utara, peternak terpaksa membawa sapi-sapi mereka ke selatan, lebih baik dijual cepat daripada kehilangan ternak karena mati kekurangan air minum.
Di Alpine Swiss, peternak sapi susu kekurangan stock air minum untuk sapi. Produksi susu, keju mereka akan terdampak. Ternak terpaksa dibawa turun ke padang rumput di bagian bawah pegunungan yang sebenarnya merupakan rumput cadangan untuk musim dingin, rumput terpaksa diberikan ke ternak di musim panas. Stock cadangan rumput (jerami) musim dingin pun terancam.
Di Italy, petani beras Risotto mengalami kegagalan. Tanah pertanian mereka kekeringan, sungai kering, mereka tidak mendapatkan air.
Di Perancis dan Jerman banyak ikan mati mengambang.
Di sungai Amazone, air menyusut drastis, jutaan ikan mati mengambang, mencemari pasokan air bagi ribuan warga di sekitarnya.
KEADAAN BURUK TAHUN 2010
Ada banyak keadaan buruk akibat global climate tersebar di seluruh dunia.
Pemanasan global ini bukan terjadi setahun dua tahun belakangan, tetapi sudah hadir sejak 10 tahun lalu dan dampaknya sudah cukup buruk.
Clobal Climate change, naiknya temperatur di negara maju terlihat parah, apalagi di negara-negara dunia ke-3 yang relatif miskin, keadaan sudah lebih dulu buruk, bahkan kondisi pemanasan global ini telah mendorong terjadinya Arab Spring. (Apa itu Arab Spring? Tanya mbah Google lah)
Di bulan Mei – Juni 2010, 7 negara berikut memecahkan rekor tingginya temperatur: Pakistan, Myanmar (Burma), Iraq, Saudi Arabia, Chad, Niger and Kuwait. Pada 15 Juni 2020, di Abdali Kuwait tercatat suhu mencapai 52.6°C. Sementara di Pakistan tercatat suhu sampai 53.5°C.
Amazon Brazil kekeringan. Bagian terbesar dari sungai Amazon, Rio Negro mengalami penurunan permukaan yang cukup parah di bulan Oktober, temperatur pun naik dan membunuh jutaan ikan yang mengkontaminasi persediaan air bagi ribuan orang yang hidup di kawasan tersebut.
APA PENYEBAB GLOBAL CLIMATE?
A) CO2 => LAPISAN RUMAH KACA MENJEBAK PANAS
Banyak scientist mengatakan kenaikan suhu dunia ini diakibatkan oleh CO2 hasil pembakaran bahan bakar fossil (minyak bumi). CO2 naik ke atmosfer membentuk lapisan selubung rumah kaca di atmosfer bumi dan menjadi perangkap (menjebak) panas. Greenhouse effect!
Berdasarkan Emisi by sector https://ourworldindata.org/emissions-by-sector
- Energy (electricity, heat and transport): 73.2%
- Direct Industrial Processes: 5.2%
- Waste: 3.2%
- Agriculture, Forestry and Land Use: 18.4%.
Besaran CO2 yang dihasilkan akan berbeda dari satu negara ke negara lain.
Sektor Penghasil CO2 terbesar (misal di US):
- Transportasi 29%
- Listrik (pembangkit listrik) 28%
- Industri 22%
- Gedung perkantoran, perdagangan, dan perumahan 12%
- Agriculture (pertanian, perkebunan, peternakan) 9%.
B) TIDAK CUKUP PENEDUH PERMUKAAN TANAH
Dari daftar temperatur diatas, terlihat banyak daerah di kawasan Timur Tengah menampilkan temperatur tinggi. Kawasan tersebut jelas lebih tandus dari kawasan lain di dunia, hanya ada sedikit tanaman peneduh. Seperti Iran, Irak, Arab Saudi dan sekitarnya, pada Juli 2022 mendapatkan temperatur sekitar 49-50°C atau pada tahun 2010 Abdali Kuwait mencapai 52.6°C atau kawasan di Pakistan mencapai 53.5°C.
Permukaan tanah tanpa peneduh (tanaman atau pohon) jelas membiarkan sinar matahari langsung menerpa permukaan tanah. Permukaan tanah itu menyerap panas lebih kuat. Ditambah efek rumah kaca, daerah tersebut jelas panas tinggi. Panas tinggi, penguapan terjadi dengan kuat.
C) PENGGUNDULAN HUTAN (DEFORESTASI), KURANG TANAMAN
Tanaman sebagai peneduh permukaan tanah juga berfungsi sebagai penangkap (absorb) dan penyimpan CO2. Kawasan di equator terutama kawasan hutan tropik tadah hujan merupakan penyeimbang temperatur, menjaga permukaan tanah dari terpaan sinar matahari, sebagai penyimpan air tanah hasil tangkapan dari hujan yang turun, dan sebagai penyerap CO2.
MENGATASI GLOBAL CLIMATE CHANGE
Para scientist mengatakan, untuk menurunkan temperatur bumi kita perlu mengatur efek rumah kaca sedemikian rupa dimana konsentrasi CO2 di udara (atmosfer) perlu diturunkan/direndahkan.
Ada 2 cara menurunkan konsentrasi CO2:
1) Menghentikan pembentukan CO2 dengan mencegah pembakaran bahan bakar fossil, mengurangi bahkan menghentikan secara drastis,
2) memperbesar penyerapan (absorbtion) CO2 yang ada dengan menambah tanaman (pohon) di kawasan yang memberikan daya absorb tinggi yaitu di kawasan equator terutama di Brazil, Indonesia, dan kawasan lain. Dan atau membuat mesin penyerap CO2, Carbon Capture Technology,
dan pilihan 3) gabungan dari 1) dan 2): melakukan kedua cara bersamaan: menghentikan penggunaan bahan bakar fossil dan penanaman pohon dengan massiv sesegera mungkin.
1) MENGHENTIKAN PEMBENTUKAN CO2
Pada point 1) mencegah atau bahkan menghentikan penggunaan bahan bakar fossil memang bagus, tetapi memerlukan biaya besar untuk menukar semua mesin bakar yang ada digantikan dengan mesin listrik. Apalagi penerapan point ini di Indonesia, masih jauh lah. Kita masih bergantung pada negara lain.
SISTEM TRANSPORTASI
Sistem transportasi disini masih boros bahan bakar. Jangankan menghentikan penggunaan bahan bakar, menghemat saja sulit sekali. Seharusnya transportasi orang dan barang itu sejak lama dipindahkan ke sistem transportasi massal yaitu menggunakan kereta api orang / barang. Lihat saja, yang dibangun belakangan ini ribuan kilometer jalan tol bukan sistem kereta api!
MESIN PERTANIAN
Mesin pertanian di desa masih belum dipikirkan untuk digantikan dengan mesin listrik! Apalagi kendaraan pengangkut hasil bumi. Masih jauh lah! Di negara maju saja, truk jalur panjang bermesin listrik atau kapal laut dan pesawat terbang bermesin listrik masih dalam uji coba belum dipasarkan secara massal.
KENDARAAN SEDERHANA, SEPEDA LISTRIK
Cobalah lihat kendaraan paling sederhana yang sebenarnya bisa mulai digunakan rakyat bawah untuk menggantikan kendaraan bermotor bakar, sepeda listrik bisa dijadikan jembatan transportasi orang per-orang ke transportasi massal bermesin listrik. Peraturan pemerintah daerah yang tidak mengijinkan penggunaan sepeda listrik di jalan umum karena tidak ada pemasukan bagi pemda dari sepeda listrik, tidak ada biaya yang bisa dibebankan kepada para pengguna, tidak perlu SIM karena itu sepeda, tidak ada STNK, BPKB dan pajak tahunan karena itu sepeda! Atau desas-desus pengendara motor listrik harus menggunakan SIM C-X bukan SIM C biasa, akan ada biaya pergantian kartu!
Bukankah kita seharusnya mendorong masyarakat berpindah ke kendaraan yang bebas CO2 – jangan menghalangi!? Kalau pemerintah masih berfikir mencari pendapatan dari setiap kesempatan tetapi tidak memikirkan kehidupan dunia – dalam hal ini masalah menghentikan pembentukan CO2 – menukar kendaraan mesin bahan bakar dengan mesin listrik – perpindahan dari mesin bahan bakar ke mesin listrik akan terhambat.
PEMBANGKIT LISTRIK
Pembangkit listrik perlu mulai berpindah ke energi terbarukan. Generator dengan bahan bakar fossil harus sudah dikurangi atau dihentikan, digantikan dengan penggunaan energi terbarukan seperti energi sinar matahari, energi air (hydropower), energi panas bumi (geothermal), energi gerakan ombak laut, energi angin – yang kebetulan ada berkecukupan di negeri ini.
Kerja besar dan berat dalam menghentikan pembentukan CO2. Perlu segera dimulai jangan sampai negara barat menetapkan denda CO2 ke negara kita karena terlambat berpindah ke kendaraan mesin listrik. Walaupun kendaraan bermesin listrik menggunakan baterai itu tidak sepenuhnya tidak menghasilkan CO2 karena pembangkit listriknya masih tetap membakar bahan bakar fossil!
2) MEMPERBESAR ABSORBTION CO2
Point 2) ini merupakan kesempatan emas bagi Indonesia dan negara-negara lain yang berada di equator seperti Brazil, Brunei, Malaysia, dan banyak negara lainnya di Asia / Afrika.
Hutan tropis hujan di Indonesia memiliki peluang besar sebagai penyerap CO2 karena 2 hal penting: a) Sinar matahari 12 jam sepanjang tahun, dan b) Kelembaban (humid) yang tinggi yang bisa memperkuat proses photosynthesis penyerapan CO2.
Kita perlu melihat kondisi IST dan kondisi SOLL
Kondisi IST: kondisi kegundulan lahan, menghilangnya hutan tropis di equator, kurangnya tanaman yang bisa menaungi permukaan tanah, kurangnya daun-daun peneduh yang bisa menghalangi sinar matahari menerpa permukaan tanah untuk mencegah atau mengurangi pemanasan bumi / mengurangi penguapan permukaan bumi.
Kondisi SOLL: penanaman secara massiv di seluruh Indonesia terutama mengembalikan hutan tropis yang selama ini digunduli (dihancurkan) atau malah dikonversi menjadi hutan monogen. Bagaimana caranya, bagaimana biayanya, siapa yang akan melakukan, bagaimana agar rakyat tertarik untuk melakukan penanaman, apa keuntungan bagi Indonesia dan bagi dunia!?
KEUNTUNGAN BUAT DUNIA
Dunia akan menerima manfaat dari penanaman kembali lahan di Indonesia, terjadi penyerapan CO2 dalam jumlah besar – maka Indonesia bisa meminta bayaran kepada UN untuk penanaman itu. Sama seperti penerapan denda bagi setiap kendaraan yang tidak bermesin listrik, maka ganti biaya penanaman itu diterapkan kepada semua negara terutama negara industri yang selama ini telah menghasilkan CO2. Besarannya bisa dihitung berdasarkan jumlah volume CO2 yang dihasilkan selama ini dan besaran yang akan diserap di Indonesia.
Ada yang mengatakan, setiap pohon secara umum bisa menyerap 1 ton carbon dioxide selama hidupnya. Pada penelitian lain dikatakan setiap hektar hutan bisa menyerap antara 4,5 sampai 40,7 ton CO2 per tahun. Sementara untuk setiap hektar hutan mangrove bisa menyerap 23,1 ton CO2 per tahun.
Tinggal menghitung berapa luas lahan yang akan diserahkan kepada dunia sebagai penyerap CO2. Belum lagi lahan pertanian, perkebunan dan semua taman yang akan dihijaukan. Jangan lupa, pembentukan taman-taman hijau di segala pojok kehidupan di kota!
BIAYA PELAKSANAAN BISA DIANGGAP ADA TERSEDIA
Dunia harus membantu pembiayaan pelaksanaan penghijauan Indonesia!
Dunia harus membayar biaya pelaksanaan penghijauan Indonesia! 🙂
Kalau dunia tak mau membantu pembiayaan!? Silahkan dijawab sendiri! 🙂
BERAPA BIAYA PENGHIJAUAN INI?
Sebelum melihat biaya penghijauan, kita lihat biaya yang diperlukan untuk menyerap per ton CO2:
Biaya Reforestation di China
Menurut data dari The Carbon Removal XPrize, sebuah lomba yang diselenggarakan oleh Elon Musk berhadiah $100.000.000 dikatakan biaya penghijauan hutan (diambil contoh di China), biaya untuk menyerap satu ton CO2 adalah sebesar $6,67. Lihat: Elon Musk XPrize dibawah
DAC
Atau Direct Air carbon Capture technology dengan biaya sekitar 100$ per ton of captured CO2. Lihat: DAC dibawah
CDR
Atau Carbon Dioxide Removal system, alias DAC (direct air capture) memerlukan biaya antara $250 – $600 per ton CO2. Lihat: DAC & CDR dibawah
Kembali ke Biaya Reforestation di China
China melakukan reforestation dengan nilai sekitar $1000 per acre atau sekitar $2500 per hektar. Lihat: Elon Musk XPrize dibawah
Apakah biaya penghijauan di Indonesia nanti bisa lebih murah atau lebih mahal, ditanggung oleh pemerintah Indonesia atau dibantu oleh United Nations alias banyak negara dunia – itu tergantung perencanaan dan perhitungan lebih lanjut.
BAGAIMANA CARANYA, APA YANG DITANAM, dan SIAPA!?
Menanami kembali setiap jengkal tanah itu gampang, syaratnya cuma satu! Apa!?
Syaratnya: Terimalah apa yang sudah disediakan Tuhan!
Tuhan telah menyediakan BAHAN KESEHATAN di Indonesia, sebanyak 35.000 jenis tanaman berpotensi sebagai obat. Dan kata para scientists, gudang obat itu ada di hutan tropik (Indonesia tentu, yang utama!). Lihat artikel GOD’S MEDICINE (3)
Terimalah kenyataan itu, jangan pernah melarang penggunaan obat alami, karena bahan kesehatan itu – obat alami – herbal itu telah disediakan oleh Tuhan. Jangan lagi menyebarkan stigma negatif (buruk) soal herbal, bahwa herbal berbahaya, tidak bermanfaat, tidak melalui penelitian, hanya sebatas intuisi, hanya sekedar coba-coba!
Terimalah bahwa herbal itu merupakan bentuk Kasih Sayang Tuhan kepada manusia – ciptaanNYA.
Kalau Anda percaya Tuhan, maka Anda akan menerima syarat ini. Lain halnya kalau Anda memang tak ber-TUhan – pasti akan menghina-dina obat alami.
Herbal atau obat dari tanaman obat dikatakan tidak melalui penelitian!? Kenapa Anda tidak melakukan penelitian herbal!?
Tidak mau melakukan penelitian herbal karena tidak bisa dipatentkan, karena tidak memberikan keuntungan!? Anda jelas tak punya Kasih Sayang – tidak ber-Tuhan!
Selama ratusan tahun belakangan, obat alami itu telah diberi stigma buruk, ratusan ribu jenis tanaman telah diabaikan, dihancurkan, hutan dibabat – digunduli karena cuma dianggap kumpulan kayu gelondongan tidak berharga. Padahal di hutan tropis itulah terdapat gudang obat alami – ada 35.000 tanaman berpotensi obat di Nusantara ini! Lihat artikel GOD’S MEDICINE, linknya dibawah.
Siapa yang harus menerima syarat itu!?
Syarat tersebut berlaku global bukan hanya bagi warga Indonesia! Terutama WHO, FDA dan komisi kesehatan Uni Eropa harus menyatakan menerima syarat ini, bersedia melakukan penelitian lebih jauh, bersedia menggunakan berbagai herbal itu, membuang stigma negatif yang pernah ada!
Dengan diterimanya pernyataan bahwa Tuhan sudah menyediakan obat di alam, dititipkan di Nusantara ini, maka orang akan berusaha untuk menanam berbagai tanaman itu, menanami hutan tropis, menanami hutan mangrove, menanam berbagai herbal tanaman obat di kebun, di taman, di pekarangan, di pinggir jalan raya / jalan tol. Semua lahan diikut-sertakan.
Di Indonesia ada 35.000 tanaman berpotensi obat, ada didalam hutan tropis. Pemerintah Indonesia harus melakukan sosialisasi tentang herbal – obat alami yang sudah disediakan Tuhan.
Apa yang ditanam!?
Jelas ada banyak sekali, di Indonesia ada 350.000 jenis tanaman dengan 35.000 jenis tanaman obat. Buatkan saja pembagian ruang untuk setiap tanaman itu.
Siapa yang akan menanam!?
Pelaksana penghijauan ini bukan hanya warga Indonesia yang berada di dekat kawasan penanaman, juga warga dari luar negeri: para aktivis lembaga swadaya masyarakat dunia, para ahli, sukarelawan dari luar negeri sebagai sumbangan jasa mereka dan sebagai bagian dari pengawasan pelaksanaan penghijauan.
Jadi – negara lain bisa mengirim dana, peralatan, teknologi, pelaksana (sukarelawan), pengawas, para ahli, peneliti, dlsb.
Pelaksanaan penghijauan ini tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi mengikut sertakan negara-negara lain yang berada di equator, dengan tanaman yang sesuai dengan kawasan mereka.
INSENTIF APA YANG DITERIMA RAKYAT?
Warga peserta penghijauan akan menerima upah dalam pelaksanaan penghijauan ini, sejak persiapan kawasan, penanaman, pemeliharaan, dan pengawasan. Selanjutnya setelah tanaman itu dewasa memberikan hasil, warga bisa menjadi pengepul berbagai tanaman obat, menjadi bagian dari managemen obat alami. Akan ada banyak jenis pekerjaan terbentuk. Inilah MEGA PROYEK PADAT KARYA.
Untuk jangka panjang – jelas, mereka bisa menjadi petani bahan herbal.
APA YANG PERLU DILAKUKAN PEMERINTAH?
Pemerintah bisa memperhitungkan semua lahan yang dihijaukan dengan intensif sebagai kawasan yang diserahkan ke dunia sebagai penyerap CO2, berupa kawasan hutan tropis, kawasan hutan mangrove, kawasan perkebunan, semua lahan yang dihijaukan termasuk kawasan pertanian tanaman obat.
Berapa penyerapan per hektar kawasan hutan tropis, hutan mangrove, dll itu bisa menggunakan gambaran dari link Tree Absorbtion dibawah.
HAL-HAL LAIN
Perlu diperhitungkan antara beban Indonesia dalam pembentukan CO2 dari mesin bakar kendaraan, generator, peralatan atau mesin lain berbahan bakar fossil dengan kemampuan penyerapan CO2 di wilayah Indonesia. Nilai penyerapan pasti akan jauh lebih besar dari nilai pembentukan CO2. Nilai kelebihan absorb inilah yang harus dibayar dunia. Ketetapan denda penggunaan kendaraan berbahan bakar fossil tidak/belum berlaku di Indonesia karena nilai penyerapan yang lebih besar.
Bukan berarti, Indonesia akan mempertahankan kendaraan berbahan bakar fossil. Tetap berpindah ke kendaraan ber-energi terbarukan. Dimulai dengan kendaraan umum massal seperti kereta listrik, bus listrik, taxi listrik, dlsb. Memindahkan moda transportasi barang ke moda kereta barang.
Yang lebih penting, memperbanyak pembangunan generator listrik energi terbarukan baik versi nasional, kedaerahan ataupun versi lokal berdasarkan inisiatif pribadi yang kemudian bisa digabungkan ke jaringan nasional/daerah.
Perubahan aturan
Seperti aturan penggunaan sepeda listrik yang terlihat dipersulit karena berbagai alasan, harus disiapkan agar memberikan kesempatan warga berpindah ke kendaraan bebas CO2; permudah kesempatan orang ingin merubah kendaraannya sendiri dari mesin bakar ke mesin listrik; ijinkan SIM motor untuk pengendara motor listrik – tak perlu SIM khusus extra; dll.
Akhir kata, Indonesia akan menjadi pembawa kesegaran dunia, “MEMAYU HAYUNING BAWONO” (lihat link GITA-8).
Anggaplah tulisan ini sebuah mimpi besar – mungkin terlalu besar – tetapi lebih baik bermimpi daripada tidak melakukan apa-apa.
Jakarta, 17 Agustus 2022, jam 12:50
Bambang Subaktyo
Referensi
Video GITA – GOD IS THE ALMIGHTY:
- GITA-1
- GITA-2
- GITA-3 Modal Kehidupan disediakan Tuhan
- GITA-4 Itulah Cinta Kasih Sayang Tuhan
- GITA-5
- GITA-6
- GITA-7
- GITA-8 Memayu Hayuning Bawono
Artikel GOD’S MEDICINE:
Link berikut ini sekedar contoh, silahkan lihat di Google

