SEKARANG JAMAN EDAN

SEKARANG JAMAN EDAN

Sekarang ini memang sudah JAMAN EDAN dan hal ini bisa dilihat dari berbagai pertanda yang ada dalam kehidupan kita. Ada banyak penampilan pertanda (ciri-ciri) yang sesuai dengan ramalan (Jongko) Joyoboyo, pertanda itu jelas bisa kita lihat sendiri langsung dalam kehidupan sehari-hari atau dari berbagai sumber:

  • berita di mass media,
  • dari internet,
  • dari obrolan di berbagai media sosial, dan
  • dari berbagai sumber lainnya.

Kehadiran jaman edan tidak bisa ditolak, tidak bisa dihindari … ke-gila-an itu pasti hadir dan sudah hadir! … sudah jelas merupakan suatu perputaran keadaan, roda kehidupan, JONGKO … ada kebaikan di satu sisi, roda berputar, kebaikan perlahan menghilang, muncullah sedikit keburukan menggantikan kebaikan sampai akhirnya kita tiba pada titik puncak keburukan zaman edan, roda terus berputar, muncullah tanda-tanda perbaikan menggantikan keburukan … sampailah pada puncak kebaikan … roda berputar terus … berputar silih berganti, dari posisi baik ke posisi buruk kemudian ke posisi baik lagi … dst … terjadilah pengulangan sepanjang masa.

Pada masa buruk saat begitu banyak orang menghadapi berbagai masalah, setiap orang berharap mendapatkan perbaikan kondisi kehidupan, mereka berharap roda segera berputar dari posisi buruk ke posisi baik … tetapi pada saat orang berada dalam posisi kejayaan punya harta kekayaan, sejahtera, merasa berbahagia tak kekurangan apapun maka orang itu tidak menginginkan keburukan, mereka ingin tetap dalam ‘status quo’, ingin bertahan pada posisi baik itu.

Keadaan pada masa yang sedang dihadapi disebut IST … dan keadaan yang diharapkan hadir di masa mendatang disebut SOLL.

IST adalah segala sesuatu yang terlihat, dirasakan, dinikmati ataupun tidak dinikmati orang pada satu masa (waktu) yaitu saat ini kebelakang. IST yang ada pada satu saat akan dirasakan berbeda antara orang yang satu dengan orang yang lain, hal ini bisa berbeda berdasarkan persepsi orang tersebut yang tergantung tingkat intelegensi, logika, wawasan, pengetahuan, etika, moral, budaya, agama masing-masing, tingkat ekonomi-sosial, dlsb. Persepsi itulah yang membentuk pandangan seseorang terhadap IST yang sedang berlangsung pada suatu saat.

SOLL adalah segala sesuatu yang menjadi harapan orang-per-orang, harapan banyak orang; gambaran yang akan terjadi (rencana, ramalan, jongko) yang pernah dikatakan, dinyatakan, disosialisasikan, diumumkan, diberitakan oleh seseorang ataupun oleh suatu masyarakat tertentu.

Dari IST menuju SOLL

Pandangan (persepsi) seseorang yang terbentuk dari berbagai faktor itu akan memberikan pandangan yang berbeda antara orang-per-orang terhadap kondisi kehidupan saat ini, dan dengan pandangan itulah rencana yang diharapkan akan terbentuk. Mereka yang sedang berada dalam kesusahan, terbelenggu dalam kemelaratan, sedang sakit-sakitan tak punya uang untuk biaya pengobatan, tertimpa bermacam permasalahan tentu punya mimpi yang mereka idam-idam-kan (SOLL) yang akan melepaskan mereka dari berbagai kesulitan hidup selama ini, mencapai suatu kesejahteraan, kebahagiaan, kesehatan, mendapatkan suatu kehidupan yang berbeda dengan yang ada saat ini. Mereka membayangkan suatu masa yang penuh perubahan yang akan berpihak kepada mereka, yang akan menggantikan rasa sedih menjadi senang, rasa sedih menjadi gembira, rasa tertekan menjadi bebas lepas, kemiskinan menjadi berkecukupan, dst … dst.

Sementara itu, orang-orang yang saat ini merasa berbahagia bergelimang harta, punya berbagai asset mewah penunjang kehidupan yang serba wah, tak kekurangan suatu apapun, bisa sekolah ke luar negeri atau di lembaga pendidikan termahal dimanapun, bisa berwisata kesehatan ke rumah sakit termahal dimanapun berada bahkan sampai ke mancanegara, sudah berhasil mendapatkan harta itu dari hasil korupsi yang tak habis sampai 7 turunan sekalipun … maka orang-orang ini punya harapan yang berbeda dengan para warga miskin yang penuh derita itu … impian mereka adalah agar mereka bisa terus “berbahagia”, bisa terus menikmati kekayaan hasil jarahan itu tanpa harus tersangkut kasus hukum, agar tidak ada yang berani mengusut kejahatan mereka, tidak ada yang mampu mengungkit kejahatan mereka, mereka tetap dipandang sebagai warga terhormat, borjuis penuh kehormatan … maka rencana mereka adalah agar ‘status-quo’ tetap berlangsung, tidak ada perubahan bagi diri mereka yang saat ini enak menyenangkan, akan tetap terus begitu dan biarlah orang lain yang mengalami kesulitan karena ulah mereka itu tetap seperti biasanya … tidak perlu berubah … ‘Status quo’! Soll mereka ini tentu saja ‘Status quo’!

MEMUNCAKNYA KEBURUKAN = TANDA-TANDA JAMAN EDAN

Jaman edan telah mencapai puncaknya, hal ini dapat dilihat dari keadaan saat ini, keburukan sudah tampil dengan jelas, terjadi di berbagai sisi kehidupan, tak bisa disembunyikan meski dicoba disamarkan, terjadi di berbagai kalangan masyarakat, dari tingkat bawah sampai ke para elite, dari kalangan tak berpendidikan sampai kalangan beragama … hampir semua orang tercemar, sangat sulit menemukan seseorang yang tak tercemar, yang baik telah kalah dari orang jahat, yang jahat bisa hidup lebih bergaya dari orang baik, semua sudah terbalik-balik.

Jaman edan dapat diihat dari:
A – Pertanda Awal
O – Per-orangan, Sifat, Keadaan, Mental, Moral
P – Pemimpin, Lembaga, Institusi Pemerintahan, Keadilan, Hukum, Perang, Peperangan
M – Masyarakat
W – Wanita/Pria, Hubungan Pria dengan Wanita, Perkawinan, Pernikahan, Keluarga
L – Lingkungan, Alam, Kerusakan Alam, Bencana Alam, Cuaca, Iklim, Global Warming
S – Spiritual, Agama

* * *

A – Pertanda Awal

Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran [kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda]
Tanah Jawa kalungan wesi [tanah Jawa berkalung besi]
Nugel tanah Jawa kaping pindho [memotong Pulau Jawa dua kali]
Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang [perahu berlayar di ruang angkasa]
Kali ilang kedhunge [sungai kehilangan lubuk]
Pasar ilang kumandhang [pasar kehilangan suara]
Jaran doyan mangan sambel [kuda suka makan sambal]
Iku tandha yen tekane jaman Jayabaya wis cedhak [itulah pertanda jaman Jayabaya telah mendekat]
Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman [itu pertanda orang akan mengalami jaman terbolak-balik]

  • ==> Satu saat ketika kereta berjalan bukan ditarik kuda tetapi dengan kekuatan teknologi baru, inilah masa kereta api, kereta diesel, kereta listrik. Kemudian tanah jawa sudah berkalung besi, yaitu jalur kereta sudah dipasang dari ujung timur ke barat, dari ujung selatan ke utara. Ada perahu besar melayang diatas awan, itulah pesawat terbang.
  • > Satu saat, air sungai tidak selalu berawal dari hulu, dari mata air, mungkin air yang mengisi sungai itu berasal dari berbagai kegiatan manusia yang menyedot air dari begitu banyak sumur bor lalu disalurkan ke sungai.
  • > Pasar ilang kumandhang, inilah saat pasar konvensional sudah mulai tergusur oleh pasar modern. Pasar konvensional yang terdiri dari pedagang yang menawarkan barang kepada pelanggan dilakukan dengan tawar menawar yang sengit antara penjual dan pembeli, sudah tergantikan dengan brosur daftar barang dagangan dengan label harga pasti untuk setiap barang. Sudah tidak ada tawar menawar. Kemudian datanglah pasar online yang tidak memerlukan perjumpaan antara penjual dengan pembeli secara tatap muka, semua transaksi berjalan dengan hening.
  • > Saat segala makanan sudah tersedia, apapun ada, yang tak pernah ditemui di suatu daerah bisa saja datang dari negara antah berantah, menjadi makanan yang disukai karena berbeda. Makanan yang dulu makanan kuda sekarang malah dimakan manusia karena ternyata bahan makanan itu bergizi, multi vitamin dan tinggi kalorie.
  • > Itulah tanda datangnya jaman yang dikatakan oleh Joyoboyo, itulah pertanda bahwa manusia akan segera menemui perubahan jaman, pembalikan keadaan.

* * *

O – Per-orangan, Sifat, Keadaan, Mental, Moral

Pancen wolak-waliking jaman [memang jaman penuh perubahan]
Amenangi jaman edan [menampilkan jaman gila]
Ora edan ora keduman [tidak ikut gila tidak kebagian]
Sing waras padha nggagas [yang sehat akalnya sedih hatinya]
Wong mulya dikunjara [orang yang mulia dipenjara]
Sing curang garang [yang curang berkuasa]
Sing jujur kojur [yang jujur sengsara]
Wong pinter diingar-ingar [si pandai direcoki]
Wong ala diuja [si jahat dimanjakan]
Wong waras lan adil uripe ngenes lan kepencil [orang sehat akal dan adil hidup susah & terpencil]
Sing ora abisa maling digethingi [yang tidak bisa / tidak mau mencuri dibenci]
Sing pinter duraka dadi kanca [yang pandai berbuat jelek jadi teman]
Wong bener sangsaya thenger-thenger [orang benar semakin termangu]
Wong salah sangsaya bungah [orang bersalah semakin gembira]
Wong tani padha ditaleni [para petani diikat]
Wong dora padha ura-ura [penjahat berkeliaran]
Wong main akeh sing ndadi [penjudi banyak merajalela]
Wong ngerti mangan ati [orang yang mengerti makan hati]
Pedagang akeh sing keplarang [pedagang banyak yang tenggelam, bangkrut, gagal usaha]
Akeh bandha musna tan karuan larine [banyak harta musnah tak jelas kemana]
Bandha dadi memala [harta benda menjadi penyakit]

  • ==> Itulah pertanda datangnya perubahan jaman. Semua yang ada memang sudah kacau. Orang jujur, orang baik hidupnya susah, sementara yang jahat, curang, jahil, suka mencuri hak orang lain malah hidup senang. Orang jujur semakin sengsara, orang pintar selalu diganggu, sebaliknya orang jahat malah dimanjakan. Orang baik dan adil hidupnya susah dan terpencil, yang tak mau ikut nyolong (mencuri / korupsi) dibenci dan dikucilkan, yang durhaka malah dijadikan teman. Orang benar, tidak tahu akan melakukan apa, sementara orang bersalah semakin bergembira. Para petani dijirat para ijon / tengkulak / pemberi kredit dengan bunga besar. Penjahat semakin banyak, berkeliaran, para penjudi semakin merajalela. Orang yang tahu kebenaran direndahkan, diacuhkan. Pedagang banyak yang bangkrut, gagal usaha, tenggelam dalam keterpurukan. Banyak harta hilang tak jelas kemana, punya harta benda malah menjadi beban (pelaporan harta benda pada ‘tax amnesty’).

Akeh wong mbambung [banyak orang berulah dungu, hanya bermalas-malasan]
Wegah nyambut gawe [malas/tak mau bekerja]
Kepingin urip mewah [inginnya hidup mewah]
Akeh wong injir, akeh centhil [banyak orang bakhil dan kikir]
Akeh wong limbung [banyak orang limbung, stress, gila, kehilangan kesadaran, tidak waras]
Timah dianggep perak [timah dianggap perak]
Emas diarani tembaga [emas dibilang tembaga]
Dandang dikandakake kuntul [gagak disebut bangau; gagak hitam dibilang bangau putih]

  • ==> Banyak orang terlihat malas, tak mau bekerja, tak mau bersusah-payah, tetapi ingin hidup mewah dengan cara gampang. Banyak orang stress, frustasi karena merasa patah harapan, tak punya semangat. Tipu-menipu terjadi dengan kasar, ibaratnya tembaga dikatakan sebagai emas, timah dikatakan perak. Semua hal bisa digambarkan sangat berbeda jauh dengan kenyataannya, yang hitam legam bisa saja dikatakan sebagai putih mulus.

Manungsa padha seneng ngalap [orang banyak yang suka ngawur]
Wong padha mangan wong [manusia memakan manusia]
Akeh pangkat lan drajat padha minggat tan karuan sebabe [jabatan hilang begitu saja]
Akeh wong janji ora ditepati [banyak orang tidak menepati janji]
Akeh wong nglanggar sumpahe dhewe [banyak orang melanggar sumpahnya sendiri]
Tan anindakake hukuming Allah [tidak melaksanakan perintah Allah]
Kayu gligan lan wesi hiya padha doyan [kayu gelondongan dan besi juga dimakan]
Dirasa enak kaya roti bolu [dianggap rasanya enak seperti roti bolu]

  • ==> Banyak yang orang berlaku semaunya sendiri, ngawur, orang-orang saling menghantam satu sama lain. Banyak pangkat dan jabatan yang hilang tanpa diketahui sebab-musababnya. Banyak yang melanggar sumpahnya sendiri, ketentuan Tuhan dilanggar begitu saja, orang suka mencuri, korupsi ibaratnya kayu glondongan bahkan besi akan dimakan karena dirasa enak.

Akeh omah ndhuwur kuda [banyak orang berpindah menggunakan kendaraan, tidur, makan, bekerja didalamnya]
Yen wengi padha ora bisa turu [kalau malam tidak bisa tidur]
Sing anggak ketenggak, sing wedi padha mati [yang berani terjungkal, yang takut jadi mati]
Nanging sing ngawur padha makmur [tapi yang ngawur jadi makmur]
Sing ngati-ati padha sambat kepati-pati [yang hati-hati menderita bathin]

  • ==> Orang mencari rejeki dengan segala cara tanpa melihat benar dan salah, dan tanpa mengenal waktu sampai tidak tidur atau bahkan tidur didalam kendaraan karena perjalanan begitu panjang dan lama. Orang mencari rejeki tidak memakai aturan benar & salah, baik & buruk. Para pedagang berhasil menjual barangnya, tetapi uangnya habis juga.

Sing eman ora keduman [yang berhemat (menyimpan) tidak kebagian]
Sing keduman ora eman [yang mendapat bagian tidak bisa berhemat(menyimpan)]
Beja-bejane sing lali, [se-beruntung-nya orang yang lupa]
Isih beja kang eling lan waspadha [masih beruntung orang yang ingat dan waspada]

  • ==> Yang terus berpelit-pelit malah tidak sejahtera (keduman??) yang sejahtera merasa tidak aman. Yang lupa bisa saja punya keberuntungan, tetapi yang terbaik adalah mereka yang sadar dan waspada.
  • > Keadaan jaman serba kacau, memang sudah jaman edan, yang tidak ikut edan tidak kebagian.
  • > Keadaan yang membuat orang baik menjadi malu, tersisih, menderita, susah.

* * *

P – Pemimpin, Lembaga, Institusi Pemerintahan, Keadilan, Hukum, Perang, Peperangan

Ratu ora netepi janji [rajanya tidak menepati janji]
Ukuman ratu ora adil [hukuman raja tidak adil]
Musna kuwasa lan prabawane [musnah kekuasaan dan kewibawaannya]
Akeh pangkat sing jahat lan jahil (ganjil) [pejabat hatinya jahat]
Kelakuan padha ganjil [tingkahnya semakin aneh]
Sing apik padha kepencil [yang baik dikucilkan]
Akarya apik manungsa isin [melakukan perbuatan baik malah memunculkan rasa malu]
Luwih utama ngapusi [lebih suka menipu]
Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka [melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka]
Kana-kene saya angkara murka [angkara murka semakin menjadi-jadi]
Angkara murka saya ndadi [angkara murka semakin menjadi]
Sing gedhe rame, gawe sing cilik keceklik [para pejabat bikin kegiatan besar, membuat orang kecil tergencet]

Pangkat dadi pemikat [pangkat menjadi pemukau]
Sing sawenang-wenang rumangsa menang [yang sewenang-wenang merasa menang]
Sing ngalah rumangsa kabeh salah [yang mengalah merasa serba salah]
Ana Bupati saka wong sing asor imane [ada pejabat asalnya orang beriman rendah]
Patihe kepala judhi [perdana menterinya benggol judi]

Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit [Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit]
Lan duwe prajurit [punya peralatan perang, teknologi penghancur, persenjataan mutakhir]
Negarane ambane saprawolon [lebar negeri seperdelapan dunia]
Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi [para pemimpin negara itu berunding negeri mana yang dipilih dan disukai]

  • ==> Pemimpin mengingkari janji. Sumpah di hadapan Tuhan yang pernah diucapkan dianggap tidak ada. Hukuman diberikan tidak adil, pencuri kelas kakap (koruptor) mendapatkan hukuman yang lebih ringan daripada pencuri singkong, sudah mencuri uang rakyat lalu mereka mendapatkan fasilitas yang menyenangkan, bisa tersenyum, bisa tertawa-tawa, terlihat bahagia, bisa membayar pengacara mahal, bisa menunda-nunda hukuman, bisa melarikan diri, setelah masuk tahanan bisa mendapatkan kebebasan keluar masuk penjara sesuka hati, karena uang mereka bisa digunakan untuk membuka pintu penjara. Koruptor kakap pasti pejabat tinggi … mereka kehilangan kewibawaan dan kehormatan, kehilangan kekuasaannya, tetapi mereka tidak punya rasa malu, mereka tak kenal malu. Mereka lebih suka berbohong.
  • > Pejabat ramai-ramai mencuri, mereka akan saling tolong menolong, sementara pejabat yang berusaha jujur tidak ikutan mencuri akan dikucilkan. Setiap program yang baik untuk rakyat banyak malah menjadi kegiatan yang memalukan buat mereka, sementara program yang memberatkan kehidupan rakyat menjadi kegiatan yang menyenangkan buat mereka … dengan kata lain: program yang bisa menguntungkan pribadi mereka akan dikedepankan, sementara program yang baik untuk rakyat sekaligus tidak memberikan keuntungan pribadi akan dikesampingkan.
  • > Begitu banyak pamong dan aparat yang senang menikmati fasilitas istimewa, mereka menggunakan keistimewaan untuk bersimaharajalela, melakukan kekerasan, melakukan kecurangan, melakukan kejahatan, melakukan pelanggaran hukum, menabrak peraturan ataupun undang-undang.
  • > Banyak penjabat yang akhirnya terjerat kasus hukum (KPK) karena korupsi, mereka melakukan kejahatan secara berjamaah bersama para bawahan mereka, berkolusi dengan banyak orang dari berbagai lembaga yang saling terkait.
  • ==> Satu waktu ada pemimpin negara adidaya dengan luas negara 1/8 luas dunia, mereka punya peralatan perang, punya teknologi perang canggih, punya managemen yang jagoan, mereka datang ke negara ini dan mengambil alih kekuasaan sekaligus berkuasa atas berbagai sumber daya alam negeri ini. Pemimpin pemimpin banyak negara asing itu saling berkompromi untuk menguasai berbagai negara di dunia, mengambil kekayaan yang ada di setiap negara ‘jajahan’ itu untuk kesenangan mereka.
  • > Para pejabat yang ada cuma banyak bicara soal kesejahteraan rakyat, tapi tidak melakukan apa-apa. Mereka malah membuat rakyat kecil terjepit, mereka berkolaborasi dengan para pemimpin negara asing itu untuk mengambil kekayaan negara dan dibagi di antara mereka sendiri (arisan dan bancakan), sementara rakyat tidak mendapatkan bagian dari keberadaan sumber kekayaan alam yang ada, rakyat Indonesia cuma diberi bagian dalam bentuk ROYALTI sebesar 1% yang juga tak terbayarkan (kata Abraham Samad, mantan ketua KPK).

* * *

M – Masyarakat

Bagaimana keadaan masyarakat di jaman edan ini sudah bisa dibaca langsung dalam kehidupan kita saat ini … sebenarnya sudah tak perlu ditafsirkan lagi.

Wong apik-apik padha kapencil [orang-orang baik justru tersisih]
Wong (sing atine) suci dibenci [yang (berhati) suci dibenci]
Wong apik ditampik-tampik [orang baik ditolak ditampik]
Wong lugu kebelenggu [orang yang lugu (naiv) dibelenggu]
Wong jahat ditampa [orang jahat diterima]
Wong jahat munggah pangkat [orang jahat naik pangkat]
Sing ambangkang padha bisa nggalang [para pemberontak bergabung (berkumpul)]
Omah gedhong magrong-magrong [rumah mereka gedung besar dan megah tapi kosong]
Pengkhianat nikmat [pengkhianat nikmat]
Durjana saya sempurna [durjana semakin sempurna]
Wong sregep krungkep [orang tekun terjerembab]
Wong dosa sentosa [orang berdosa sentosa]
Wong agung kasinggung [yang mulia dilecehkan]
Wong ala kapuja [yang jahat dipuji-puji]
Wong salah dianggep bener [orang salah dikira benar]
Wong nganggur kesungkur [si penganggur tersungkur]
Wong cilik disalahake [rakyat jelata dipersalahkan]
Wong cilik akeh sing kepencil [rakyat kecil banyak tersingkir]
Amarga dadi korbane si jahat sing jajil [karena menjadi kurban si jahat si laknat]
Buruh mangluh [buruh menangis]

  • ==> Jelas terlihat dalam kehidupan masyarakat saat ini, orang-orang baik justru tersisih, yang berhati suci dibenci, orang baik ditolak ditampik, orang lugu dibelenggu. Sebaliknya orang jahat malah mendapatkan kehormatan, mendapatkan posisi dan jabatan basah empuk. Para pembangkang justru bersatu padu, mereka punya rumah besar megah tapi kosong, para pengkhianat hidup enak, durjana hidup senang dan sejahtera.
  • > Orang tekun terjerembab, orang penuh dosa malah sentosa. Orang mulia dilecehkan, yang jahat dipuji-puji, yang salah dinyatakan benar, yang tak punya pekerjaan terus diremehkan, diacuhkan.
  • > Rakyat kecil selalu dipersalahkan, selalu dikalahkan, hidupnya tersingkir, tertinggal, susah, tertindas, mengalami ke-tidak-adilan, menjadi korban orang jahat dan culas, sementara para pekerja kasar cuma bisa mengeluh saja.

Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi [banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi]
Akeh wong ngutamakake royal [banyak orang suka menghamburkan harta, foya-foya]
Tukang mangan suap saya ndadra [pemakan suap semakin merajalela]
Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat [yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa]
Senenge wong jahat [si jahat berbahagia]
Susahe wong cilik [rakyat kecil bersusah hati]

  • ==> Banyak orang menjadi gila, jahat dan kehilangan akal budi, kebanyakan orang hanya berfikir untuk mencari uang dan menghamburkannya. Ada begitu banyak orang yang suka berbuat curang, menyuap sana-sini agar mendapatkan fasilitas keistimewaan.
  • > Ada begitu banyak orang jahat yang pintar menjilat berhasil mendapatkan posisi kedudukan (jabatan), mereka berbahagia, bersenang-senang sementara rakyat kecil bersusah hati karena menjadi korban dari para penjahat berdasi.

Akeh wong dakwa dinakwa [banyak orang saling tuduh/fitnah]
Akeh wong ijir, akeh wong cethil [banyak orang kikir, banyak orang bakhil]
Sing edan padha bisa dandan [orang gila tampil modis; yang gila bisa berdandan]
Sing weruh kebubuhan [barangsiapa tahu terkena beban]
Sing ora weruh ketutuh [yang tak tahu disalahkan]
Wong nyengit kesengit [orang busuk hati dibenci]
Akeh laknat [banyak kutuk]
Akeh pengkianat [banyak pengkhianat]
Akeh wong becik saya sengsara [banyak orang baik makin sengsara]
Wong jahat saya seneng [sedang yang jahat makin bahagia]

Akeh janji ora ditetepi [banyak janji tidak ditepati]
Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe [banyak orang berani melanggar sumpah sendiri]
Manungsa padha seneng nyalah [orang-orang saling lempar kesalahan]
Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit [banyak orang hanya mementingkan uang]
Akeh wong ngedol ngelmu [banyak orang berdagang ilmu]

Tindake manungsa saya kuciwa [perilaku manusia semakin tercela]
Pemerasan saya ndadra [pemerasan merajalela]
Maling lungguh wetenge mblenduk [pencuri duduk berperut gendut]
Pitik angrem saduwure pikulan [ayam mengeram di atas pikulan]
Maling wani nantang sing duwe omah [pencuri menantang si empunya rumah]
Begal pada ndhugal [penyamun semakin kurang ajar]
Rampok padha keplok-keplok [perampok semua bersorak-sorai]
Wong momong mitenah sing diemong [si pengasuh memfitnah yang diasuh]
Wong jaga nyolong sing dijaga [si penjaga mencuri yang dijaga]
Wong njamin njaluk dijamin [si penjamin minta dijamin]

Wong dagang barang sangsaya laris, bandhane ludes [pedagang, barangnya laris tapi hartanya habis]
Akeh wong mati kaliren gisining panganan [banyak orang mati karena makanan kurang gizi]
Akeh wong nyekel bendha ning uriping sengsara [banyak orang berusaha mempertahankan harta tetapi hidupnya sengsara]
Wong sugih krasa wedi [orang kaya ketakutan]
Wong wedi dadi priyayi [orang takut jadi priyayi]

Akeh kelakuan sing ganjil [banyak ulah-tabiat ganjil]
Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin [banyak orang kerja halal justru malu]
Luwih utama ngapusi [lebih mengutamakan menipu]
Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka [melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka]

Lali kamanungsane, lali kebecikane [lupa kemanusiaannya, lupa kebaikan]
Akeh manungsa lali asale [manusia lupa kepada asalnya]
Lali sanak lali kadang [lupa terhadap famili]
Akeh bapa lali anak [banyak bapak lupa anaknya]
Akeh anak nundhung biyung [banyak anak mengusir ibunya]
Nantang bapa [menantang bapaknya]
Anak mangan bapak [anak makan bapak]
Sedulur padha cidra [saudara saling bertengkar]
Keluarga padha curiga [keluarga saling curiga]
Kanca dadi mungsuh [teman menjadi musuh]
Guru disatru [guru dimusuhi]
Tangga padha curiga [tetangga saling curiga]
Sedulur mangan sedulur [saudara makan saudara]
Akeh anak wani nglawan ibu [banyak anak berani melawan ibu]
Kana-kene saya angkara murka [angkara murka semakin menjadi-jadi]

  • ==> Orang-oramg dewasa terus menerus menampilkan panutan buruk, mereka tidak peduli dengan masa depan generasi penerus, akhirnya generasi penerus tak peduli ibu pertiwi.
  • > Sesama saudara saling melukai, anggota keluarga saling curiga, teman berubah jadi musuh, manusia lupa akan asal-usul.
  • > Keputusan pimpinan tidak adil, banyak orang berpangkat menjadi jahat dan jahil.
  • > Hanya sedikit orang yang memegang teguh kebenaran, janji banyak diingkari, sumpah pun dilanggar.
  • > Orang yang baik tidak diterima, yang jahat malah diberi jabatan (pangkat). Orang mulia dibuat susah, dihina, direndahkan (harassment, bullying), orang tak bermoral dipuja-puja.
  • > Orang lugu (naive) tak bisa apa-apa, orang mulia dipenjara, yang curang lebih garang (galak), yang jujur malah sengsara.
  • > Yang berdagang kehilangan uang, banyak orang ikut berjudi.
  • > Orang takut menjadi korban, tapi yang ngawur malah sejahtera, yang berhati-hati terus terbentur kendala.
  • > Bentrokan fisik dengan kekerasan terjadi dimana-mana, antar saudara, antar tetangga, antar kelompok … sampai antar agama juga terjadi.
  • > Keadaan kocar-kacir, semua berantakan, kacau balau apalagi orang-orang yang dianggap pendatang di suatu daerah, orang-orang yang belum ‘in’ belum ber-simbiose dengan warga setempat akan merasa takut, ketakutan menjadi korban kerusuhan, mereka pontang panting kesana kemari takut dianiaya, takut terkena kekerasan fisik ataupun psikis. Mereka mencari perlindungan kepada warga setempat yang punya rasa kasih, yang Cinta Tuhan.

Cina alang-alang keplantrang dibandhem nggendring [Orang Cina dilempari lari ketakutan]
Mlayu-mlayu kaya maling kena tuding [berlarian seperti maling ketahuan]
Mangro tingal padha digething [ingatlah untuk pulang kampung sesegera mungkin]
Eling mulih padha manjing [ingat pulang ke tanah leluhurnya]
Melu Jawa sing padha eling [ikut Orang Jawa yang ingat – kepada Tuhan]
Sing tan eling miling-miling [yang tidak mau sadar, tengok kanan-kiri]

  • ==> Orang Cina bingung kena gebukan, dihantam babak belur, merasa rindu pulang kampung, lalu ikut orang Jawa yang ingat Tuhan. Yang tidak percaya pusing kepala, lari kesana kemari seperti maling, teriak kesana teriak kesini mencari perlindungan.

* * *

W – Wanita/Pria, Hubungan Pria dengan Wanita, Perkawinan, Pernikahan, Keluarga

Kasusilan ditinggal [tata susila diabaikan]
Wanita nglamar pria [wanita melamar pria]
Isih bayi padha mbayi [masih kecil melahirkan]
Sing pria padha ngasorake drajate dhewe [pria kurang menghargai diri sendiri]
Wong wadon nganggo panganggo lanang [wanita berpakaian pria]
Iku pertandhane yen bakal nemoni [itu tandanya jika akan menemui]
Wolak-walike zaman [perubahan jaman]

Akeh prawan tuwa [banyak perawan tua]
Akeh randha nglairake anak [banyak janda melahirkan bayi]
Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne [banyak anak lahir mencari bapanya]
Wong wadon lacur ing ngendi-endi [di mana-mana perempuan melacurkan diri]

Wong wadon ilang kawirangane [perempuan hilang malu]
Wong lanang ilang kaprawirane [laki-laki hilang perwira]
Akeh wong wadon ora setya marang bojone [banyak perempuan ingkar pada suami]
Akeh ibu padha ngedol anake [banyak ibu menjual anak]
Akeh wong wadon ngedol awake [banyak perempuan menjual diri]
Akeh wong ijol bebojo [banyak orang tukar pasangan]
Wong wadon nunggang jaran [perempuan menunggang kuda]
Wong lanang linggih plangki [laki-laki naik tandu]
Randha seuang loro [janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen)]
Prawan seaga lima [perawan senilai lima picis]
Dhudha pincang laku sembilan uang [duda pincang laku sembilan uang]

  • ==> Kesusilaan telah ditinggalkan, orang (pria/wanita) semakin senang mengumbar hawa nafsu badani, wanita kehilangan sikap kewanitaan, para pria kehilangan keperkasaannya.
  • > Wanita gagah menyetir kendaraan sendiri, pria malah cuma bisa numpang (nebeng), pria-pria malah merendahkan derajadnya sendiri.
  • > Banyak pria berkelas tetap melajang. Wanita-wanita terlihat tidak bisa setia, perilaku gila malah dianggap gagah.
  • > Banyak ibu-ibu menjual anaknya, banyak wanita menjajakan dirinya. Istri laku jual diri dikatakan malah bagus, dibanggakan.
  • > Janda ataupun perawan dianggap tak bernilai. Banyak yang hanya dijadikan objek sex, dijadikan istri simpanan, istri siri, gundik, pemuas sex, dijadikan budak sex, dijual menjadi pelacur, wanita penghibur … masih mending yang dipoligami secara resmi. Begitupun pria, menjadi budak sex para wanita tua kaya yang tak mendapatkan kepuasan dari pasangannya. Fenomena ‘wanita Cougar’ pernah menggejala di berbagai penjuru dunia, dimana wanita-wanita mapan mature mencari pria lebih muda bahkan sampai seumuran anak lelaki mereka. Ada beberapa kasus wanita tua bercinta dengan anak lelaki dibawah umur, seperti seorang guru wanita berumur 26 tahun di Texas yang akhirnya hamil setelah bercinta hampir setiap hari selama beberapa bulan dengan anak muridnya yang berumur 13 tahun. Begitu juga ‘Perawan’ remaja sudah mengidam. Masih kecil sudah punya bayi.
  • > Ada cerita wanita simpanan pejabat tinggi, diberi rumah gedong mewah, kendaraan mewah, gaji bulanan yang jelas tinggi, akhirnya wanita ini juga memelihara pria muda (brondong!) untuk mendapatkan kepuasan sex yang tidak dia peroleh dari sang pria pejabat.
  • > Ada banyak cerita di daerah tertentu, lokasi daerahnya agak tinggi (pegunungan), agak dingin, yang kemudian menjadi daerah tujuan wisata ‘kawin siri’ bagi para pria dari Timur Tengah. Mereka datang dalam jumlah yang lumayan dengan bus wisata, dari bandara tidak berhenti lagi, langsung menuju daerah itu. Disana sudah ditunggu oleh pemandu wisata ‘kawin siri’, para mempelai wanita sudah dipesan jauh hari, barangkali dipilih melalui buku katalog atau secara ‘online’, para ‘tuan kadi’ sudah siap di tempat akan mengkawinkan, lengkap dengan para saksi. Prosesi langsung berjalan, serah terima mahar pun berlangsung … pasangan baru itu pun bisa segera masuk kamar melepaskan birahi, mereka menikah untuk waktu tertentu sesuai perjanjian dan sesuai dengan mahar yang disepakati. Setelah waktu itu tercapai, pulanglah para wisatawan ‘kawin siri’ itu kembali ke negerinya masing-masing. Tinggallah sang wanita muda, masih muda sekali, remaja sekedar lewat batasan usia untuk bisa kawin siri … mereka ditinggalkan dengan bibit-bibit baru di rahim mereka, mereka pun mengidam dan kemudian punya bayi … bapaknya!?!?!? Entah siapa, dimana!?

* * *

L – Lingkungan, Alam, Kerusakan Alam, Bencana Alam, Cuaca, Iklim, Global Warming

Bumi sangsaya suwe sangsaya mengkeret [bumi makin lama semakin mengecil]
Sakilan bumi dipajeki [sejengkal tanah ditarik pajaknya]
Akeh udan salah mangsa [banyak hujan salah musim]
Banjir bandang ana ngendi-endi [bencana banjir bandang terjadi dimana-mana]
Gunung njeblug tan anjarwani, tan angimpeni [gunung meletus secara tiba-tiba tidak memberikan pertanda]

Besuk yen ana peperangan [kelak jika terjadi perang]
Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor [datang dari timur, barat, selatan, dan utara]
Ana peperangan ing njero [terjadi perang di dalam]
Akeh wong mati jalaran saka peperangan [banyak orang mati karena perang]

  • ==> Bumi semakin sempit, jumlah penduduk dunia mencapai 7 milliar orang, lahan untuk produksi makanan semakin berkurang, sementara itu setiap jengkal tanah dikenakan pajak. Cuaca telah berubah, sudah salah musim, terjadi berbagai bencana alam di seluruh dunia, tidak hanya di Nusantara, kekeringan, banjir bandang, hujan bola es, serangan panas, angin topan, angin puting beliung, gunung-gunung meletus tiba-tiba tanpa aba-aba sebelumnya, … dlsb.
  • > Perebutan sumber energi terjadi dimana-mana, negara yang satu akan berusaha menginvansi negara lain yang kaya akan energi, banyak yang mati menjadi korban perang. Tentara asing dari berbagai penjuru akan menyerbu untuk menguasai daerah (negara) pemilik sumber energi.

* * Kerusakan lingkungan, kerusakan alam, rusaknya cuaca, rusaknya iklim, membawa berbagai permasalahan bagi kehidupan masyarakat … hal ini bisa dibaca di bagian “PRA HADIRNYA SANG PEMBAHARU (ORANG, MASA (WAKTU), JAMAN)” …

* * *

S – Spiritual, Agama

Ora ngendahake hukum Allah [tak peduli akan hukum Allah]
Gethinge kepathi-pati marang pandhita kang oleh pati geni [kebencian sangat dalam kepada para pandita yang menuntut ilmu gaib]
Marga wedi kapiyak wadine sapa sira sing sayekti [karena rasa takut ketahuan siapa sebenarnya yang sakti]
Agama akeh sing nantang [Agama banyak ditentang]
Omah suci dibenci [Rumah suci dijauhi]
Omah ala saya dipuja [Rumah maksiat makin dipuja]
Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul [Ketika itu burung gagak dibilang bangau]

Akeh wong mendem donga [Banyak orang mabuk doa]
Njabane putih njerone dhadhu [Di luar putih di dalam jingga]
Ngakune suci, nanging sucine palsu [Mengaku suci, tapi palsu belaka]
Para tapa padha ora wani [para pertapa semua tidak berani]
Padha wedi ngajarake piwulang adi [semua takut mengajarkan ajaran kebaikan]
Salah-salah anemani pati [salah-salah bisa dijemput kematian]

Kana-kene rebutan unggul [Di mana-mana berebut menang]
Angkara murka ngombro-ombro [Angkara murka menjadi-jadi]
Agama ditantang [Agama ditantang]
Akeh wong angkara murka [Banyak orang angkara murka]
Nggedhekake duraka [Membesar-besarkan durhaka]
Ukum agama dilanggar [Hukum agama dilanggar]
Prikamanungsan di-iles-iles [Perikemanusiaan diinjak-injak]
Prikamanungsan saya ilang [Perikemanusiaan semakin hilang]

Akeh wong ngaku-aku [banyak orang mengaku diri]
Njabane putih njerone dhadhu [di luar putih di dalam jingga]
Ngakune suci, nanging sucine palsu [mengaku suci, tapi palsu belaka]
Akeh bujuk akeh lojo [banyak tipu banyak muslihat]

  • ==> Hukum Tuhan sudah tidak dianggap apalagi hukum dunia (manusia), agama pun disepelekan, tidak dipedulikan banyak orang. Banyak ancaman terhadap pandita/tokoh agama. Kebencian, ke-tidak-suka-an kepada para orang alim karena dianggap menuntut ilmu gaib, karena rasa takut ketahuan siapa sebenarnya yang paling alim di masyarakat dan siapa yang sebenarnya jahat dan salah. Agama yang ada pun ditentang, dianggap salah, dianggap musrik, dianggap kafir, dianggap beda Tuhan bahkan dianggap tak berTuhan.
  • > Rumah suci ditinggalkan, tetapi tempat nista malah tumbuh subur dimana-mana, sudah terbolak balik, hitam dan putih sudah tertukar.
  • > Banyak orang yang terpaku pada ayat-ayat, doa-doa, mabuk agama. Tokoh agama malah bersembunyi, tidak berani mengatakan atau mengajarkan kebenaran, mereka takut mati.
  • > Begitu banyak bentrokan antar agama, mereka saling mengunggulkan agamanya masing-masing, mereka malah mengumbar angkara murka, saling menantang agama yang lain. Angkara murka menjadi-jadi, hukum agama sudah tak berarti, perikemanusiaan telah diinjak-injak, seakan sudah tak hadir dalam kehidupan.
  • > Banyak yang mengaku orang baik, terlihat seperti malaikat padahal dalamnya setan. Mengaku orang suci padahal palsu. Banyak penghasutan, bicara yang bagus-bagus menggunakan ayat-ayat agama padahal cuma tipu muslihat untuk menguntungkan diri pribadi mereka.

** Kesusahan lahir dan bathin bagi masyarakat terutama bagi orang alim, benar dan jujur.

* * *

PRA HADIRNYA SANG PEMBAHARU (ORANG, MASA / WAKTU, JAMAN)

Rusaknya mental/moral banyak orang, bersamaan dengan rusaknya lingkungan, rusaknya tatanan masyarakat, rusaknya keber-agama-an, hancurnya kesusilaan, maka muncullah berbagai kejadian yang membawa banyak korban jiwa manusia.

Banyak orang mati digigit serangga … banyak penyakit yang dibawa serangga
Akeh wong dicakot lemut mati [banyak orang digigit nyamuk bisa mati]
Akeh wong dicakot semut sirna [banyak orang digigit semut bisa sirna/musnah]

  • ==> Orang digigit semut mati = Demam Berdarah – disebabkan gigitan nyamuk Aides Aigepty (tahun 2002-2004, sekarang semakin parah). Orang digigit semut musnah = Flu Burung & Flu Babi (tahun 2005-2010) – disebabkan gigitan “semut” yang mengalami “Mutasi GEN”.

** Lihat majalah Jerman ‘Der Spiegel’ 16 Juli 2016 (halaman 44) dengan cover page: “Das Gefaehrlichste Tier Der Welt” [binatang paling berbahaya di dunia] alias NYAMUK!!!, binatang mini yang merupakan pembawa berbagai penyakit berbahaya yang belum ada obatnya. Penyakit: malaria, demam berdarah dengue, chikunguya sampai virus Zika yang terakhir muncul. Iklim yang rusak karena lingkungan hidup secara global telah rusak membawa bumi kepada pemanasan global, mengakibatkan musim panas di daerah utara maupun selatan bumi menjadi lebih panjang, lebih panas … memberikan kesempatan bagi berbagai binatang pembawa penyakit itu dengan lebih leluasa terbang (migrasi) ke daerah yang lebih utara atau selatan di musim panas yang lebih panjang … maka hadirlah mereka (nyamuk) di negara-negara Eropa utara, hadirlah berbagai penyakit dari daerah tropis (sub-tropis) ke belahan utara bumi ataupun ke selatan. Penyakit yang belum ada vaksinnya, belum ada obatnya itu hadir dalam kehidupan orang-orang Eropa utara maupun selatan bumi yang tidak terbiasa dengan penyakit itu. Kematian per tahun akibat penyakit yang dibawa nyamuk mencapai 500.000 orang pertahun dan akan terus meningkat lagi dan lagi.

** Selain itu ada banyak penyakit lain yang juga belum ada obatnya: HIV/AIDS, EBOLA, West Nile, flu burung, flu babi, dll.

Akeh swara aneh tanpa rupa [banyak suara aneh tanpa rupa]

  • ==> Banyak pernyataan (suara) aneh tak jelas kebenarannya, hanya “katanya”, berita sumbang/miring di mass media dan fitnah politik saling serang, saling memojokkan dan saling menjatuhkan. Teori konspirasi telah digunakan oleh banyak negara untuk menghancurkan negara lain demi penguasaan berbagai sumber energi di negara tujuan. Ideologi tipu-tipu terus dilancarkan, orang yang tak paham akan terjerat dalam teori konspirasi, saling serang, saling bunuh, saling menghancurkan kehidupan satu sama lain.

Prihatine manungsa kelantur-lantur [penderitaan manusia berlarut-larut]
Iku tandane putra Bethara Indra wus katon [itu tandanya putra Betara Indra sudah terlihat]
Tumeka ing arcapada ambebantu wong Jawa [datang di Bumi membantu orang Jawa]

  • ==> Keprihatinan umat manusia semakin menjadi-jadi, mental/moral secara umum rusak, lingkungan rusak, cuaca kacau, tatanan masyarakat rusak, keber-agama-an rusak, kesusilaan semakin sirna, terjadilah kekeringan, kerusakan alam, gagal panen, banyak yang kelaparan (1 milliar manusia) yang pergi tidur dalam keadaan perut kosong, penyakit aneh-aneh muncul, banyak penyakit yang tak ada obatnya seperti yang dibawa nyamuk, banyak penyakit semakin menjadi-jadi karena bahan makanan yang telah rusak tercampur toxin-poison, ditaburi berbagai insektisida, pestisida, herbisida, fungisida, kemudian ada borax, formalin, penyedap artificial, pewarna kimia, dlsb. Lalu dimasak oleh berbagai orang di berbagai tempat di dunia, ditambahkan berbagai bahan tak layak konsumsi –> TPD (toxin, poison, dirt) yang kemudian menyebabkan berbagai penyakit parah seperti diabetes mellitus, penyakit jantung, gagal ginjal, asam urat, kanker kulit, alzheimer, dll.
  • > Kematian karena lingkungan, kelaparan, penyakit, kemudian ditambah dengan kematian korban kerusuhan, korban peperangan karena perebutan sumber energi, korban teori (bukan lagi teori!) konspirasi yang saling adu ideologi agar kelompok yang satu saling bentrok dengan yang lain, saling menghancurkan, saling bunuh … karena gagal paham agama muncul prilaku extrim, terror, bom bunuh diri … dst – dst.
  • > Itulah pertanda akan hadirnya sang pembaharu yang akan membantu umat manusia terutama orang Jawa.

Iki dalan kanggo sing eling lan waspada [ini jalan bagi yang ingat dan waspada]
Ing zaman kalabendu Jawa [di Jaman Kalabendu Jawa]

Aja nglarang dalem ngleluri (nglari) wong apengawak dewa [jangan melarang orang mencari manusia bagaikan Dewa]
Dewa apangawak manungsa [dewa menjelma menjadi manusia]
Sapa sing ngalang-ngalangi bakal cures ludhes sabraja jelma (dlama) kumara [Anda akan hancur lebur luluh lantak]

Aja kleru pandhita samusana (samudana) [jangan sampai keliru mencari Pendeta atau Ulama]
Larinen pandhita asenjata trisula wedha [carilah Pendeta bersenjata Trisula Wedha]

  • ==> Inilah jalan perubahan bagi mereka yang ingat kepada YMK, memberikan bantuan perubahan kepada mereka yang telah berusaha menjaga diri mereka dari pengaruh jahat dalam kehidupan mereka selama mengarungi masa buruk (Kalabendu).
  • > Janganlah melarang atau menghalang-halangi orang yang ingin mengikuti orang itu, karena orang itu menjalankan tugas dari YMK. Mereka yang mencoba melarang, menghalangi akan hancur lebur.
  • > Jangan salah lagi dalam mencari PANUTAN yang sebenarnya, carilah seorang panutan yang membawa Trisula Wedha = tiga prinsip suci: CINTA, KASIH DAN SAYANG anugerah dari YMK yang merupakan perwakilan dari KEBENARAN, KEADILAN dan KEJUJURAN.

Selot-selote mbesuk wolak waliking jaman teka [Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman]

  • ==> Cepat atau lambat sang pembaharu akan tiba dan tidak bisa ditolak lagi.

MUNCULNYA SANG PEMBAHARU, APA YANG DIBAWA, ALAT (SENJATA), MEDIA, CARA

Harapan orang banyak kepada SANG PEMBAHARU, bagaimana pembaharuan itu akan terjadi, apa saja yang menjadi senjata untuk melakukan pembaharuan, siapa yang bisa ikut menjalankan pembaharuan, siapa yang tak mau ikut gelombang pembaharuan, risiko yang ada bila tidak ikut gelombang pembaharuan, siapakah tokoh utama pembaharuan (Sang Pembaharu) … dst.

Jinejer wolak-waliking zaman [sebagai pertanda perubahan jaman]

  • ==> Sang pembaharu akan muncul sebagai pertanda perubahan jaman.

Waktu
Tempat
Ciri … Siapa
Visi, Misi

WAKTU

Selet-selete yen mbesuk ngancik tutuping tahun [selambat-lambatnya akhir tahun]
Sinungkalan dewa wolu, ngasta manggalaning ratu [Candra Sengkala – sekitar 1998 ???]
Sadurunge ana tetenger lintang kemukus [sebelumnya ada tanda bimtang berekor – 1996 ???]
Lawa ngalu-ngalu tumanja ana kidul wetan bener [ekornya panjang di sebelah tenggara]
Lawase pitung bengi [selama 7 tujuh malam]
Parak esuk bener ilange [terlihat sampai pagi, lalu hilang]
Bethara surya njumedhul [di saat matahari terbit]
Bebarengan sing wis mungkur [bersamaan dengan yang sudah lewat]

  • ==> Selambat-lambatnya suatu waktu pada akhir ‘tahun’ (????), akan muncul sang pembaharu bagaikan dewa yang turun ke bumi menjadi manusia. Sebelumnya akan tampil komet ber-ekor pajang yang terlihat di langit sebelah tenggara selama 7 malam, terlihat di malam hari sampai pagi, lalu menghilang saat matahari terbit.

** Soal waktu, kapan munculnya sang pembaharu tidak bisa ditetapkan tanggalnya, tetapi kita bisa lihat dari berbagai tanda-tanda yang ada dalam jaman edan seperti yang diuraikan diatas. Bila ke-EDAN-an itu memuncak, mencapai titik kulminasi atas maka sang pembaharu akan muncul dengan sendirinya … tidak bisa dipercepat, tidak bisa ditunda.

TEMPAT

Dunungane ana sikil redi Lawu sisih wetan [letaknya di kaki Gunung Lawu sebelah timur]
Wetane bengawan banyu [sebelah timurnya sungai]

  • ==> Rumahnya di kaki Gunung Lawu sebelah timur, ada sungai besar di sebelah timur-nya.

Andhedukuh pindha Raden Gatotkaca [rumahmya seperti Raden Gatutkaca]
Arupa pagupon dara tundha tiga [berupa pagupon burung dara susun tiga]
Kaya manungsa asring angleledha [seperti manusia yang menoleh ke kanan – ke kiri]

  • ==> Rumahnya tinggi tetapi sederhana, banyak rusak disana-sini, butuh banyak perbaikan.

** Ada yang menterjemahkan sbb: “Raden Gatutkaca adalah Satria Pringgondani – rumahnya dari bahan Pring = Bambu. Kata “tundha” disini beralias “tundhung”= mengusir, karena rumah tersebut merupakan warisan dari orang tua, maka rumah tersebut dimiliki setelah “mengusir” yaitu membeli dari 3 [tiga] saudaranya. Rumah tersebut tidak diubah hanya diperbaiki jika perlu [di-dandani], karena banyak lobangnya [dinding dari anyaman bambu] sehingga terlihat dari luar – kanan & kiri”.

** Dimana tempat tinggal sang pembaharu juga tidak bisa ditetapkan dengan pasti, bila disebut di kaki gunung Lawu, itu hanyalah kiasan. Yang digambarkan disini hanyalah tampilan kesederhanaan dan keadaan tempat tinggal sang pembaharu.

CIRI … SIAPA

** Kalimat-kalimat yang menggambarkan ciri sang pembaharu ini juga merupakan kiasan, jangan diterjemahkan begitu saja.

Bakal ana dewa ngejawantah [akan ada Dewa turun ke bumi]
Apengawak manungsa [berbadan manusia]
Apasurya padha bethara Kresna [berwajah seperti Batara Krisna – hitam manis]
Awatak Baladewa [berwatak seperti Baladewa – tegas, keras, berani karena benar]
Apasuryan padha Bathara Kresna. Berwatak seperti Baladewa, membawa Trisula Wedha.
Putra kinasih swargi kang jumeneng ing gunung Lawu [putra kesayangan leluhur penguasa gunung Lawu]
Hiya yayi bethara mukti (Kyai Brajamusthi), hiya Krisna, hiya Herumukti [dia itu Batara Mukti, Kresna, Herumukti]
Mumpuni sakabehing laku [menguasai semua “lelaku”]

  • ==> Akan ada seorang lelaki sebagai pembawa pembaharuan, manusia yang telah dipersiapkan dengan berbagai sifat (laku) yang merupakan perpaduan dari sifat-sifat dan punya kesaktian seperti yang dimiliki: Bathara Indra, Kresna, Baladewa, juga Gatotkaca.
  • > Senjata yang dibawa sebenarnya adalah Trisula Wedha, ajaran pembaharuan.
  • > Sang pembaharu akan (telah) muncul dan akan membantu umat manusia terutama orang Jawa.
  • > Kehadiran sang pembaharu itu memang sudah ditetapkan oleh YMK, dia sudah menjalankan banyak hal dalam kehidupannya sebelum muncul sebagai sang pembaharu.

Aja gumun, aja ngungun [jangan heran, jangan bingung]
Hiya iku putrane Bathara Indra kang pambayun [ya itulah putra Batara Indra yang pertama]
Tur isih kuwasa nundhung setan [mampu mengusir setan]
Tumurune tirta brajamukti, pisah kaya ngundhuh [turunnya air “brajamusti” terpisah]

Hiya siji iki kang bisa paring pituduh [ya satu ini yang bisa memberi petunjuk]
Ya siji iki kang bisa njarwakake
Marang jarwane jangka kalaningsun [kepada maksudnya ramalanku ini]
Utawa paring pituduh jangka kalaningsun.

  • ==> Tak usah heran, tak usah bingung, memang itu sudah kehendak YMK dan atas izin YMK bila perlu dia bisa mengusir berbagai mahluk jahat, menghabisi para penjahat dengan kemampuan dan kesaktiannya.
  • > Ya, inilah orang yang bisa memberi petunjuk ataupun mengejawantahkan Jongko ini, yang bisa menerangkan dan mengaplikasikan ramalan itu.

Tan karsa sinuyudan wong sak tanah Jawa [tidak berkehendak agar dipuja-puja orang banyak (se-Jawa)]

  • ==> Meski begitu, orang ini tidak ingin TERKENAL, tidak juga ingin DISANJUNG orang.

Idune idu geni, sabdane malati [ludahnya ludah api, sabdanya “malati” – terjadi nyata]
Sing mbregendhul mesti mati [yang menantang pasti mati]
Ora tuwo, enom padha dene bayi [tidak hanya orang tua, muda bahkan bayi]
Wong ora ndayani nyuwun apa bae mesthi sembada [orang yang tidak berdaya bila minta sesuatu pasti terkabul]
Garis sabda ora gentalan dina [kekuatan sabda-nya tidak perlu menunggu bergantinya hari]
Beja-bejane sing yakin lan tuhu setya sabdanira [beruntunglah yang meyakini sabdanya]
Nanging mung pilih-pilih sapa [tetapi hanya memilih beberapa orang saja]

  • ==> Perkataannya manjur, apa yang diucapkan bisa terjadi, barangsiapa yang menantang akan sirna (mati atau sesuai ucapan/kutukan), semua orang akan tunduk.
  • > Barangsiapa mengajukan permintaan, permintaan tersebut bisa terkabul secara nyata dan segera.
  • > Beruntunglah orang yang yakin dan percaya. Tetapi hanya bagi orang-orang tertentu yang “terpilih” dengan syarat khusus, minimal memahami makna “JATI DIRI”.

Pendhak Suro nguntapake kumara [sudah setahun dari bulan Sura ke Sura, menjauhi kejahatan]
Kumara kang wus katam nebus dosanira [yang sudah jelas menebus dosanya]
Kaadhepake ngarsane kang Kuwasa [ke hadirat Yang Maha Kuasa]
Isih timur kaceluk wong tuwa [masih muda dipanggil “orang tua”= dukun]

  • ==> Setelah lama berpuasa, membersihkan diri, “menghadap” Tuhan Yang Maha Kuasa, menjalani berbagai kejadian, mengarungi gelombang kehidupan pasang surut, dia terus menjauhi kejahatan, tibalah masa untuk memperbaiki keadaan, menebus dosa, melakukan pembaharuan.
  • > Walau dia terlihat muda usia, sudah dipanggil orang tua, dianggap dukun oleh masyarakat sekitarnya karena kelebihannya dapat mengobati berbagai penyakit dan memberikan solusi berbagai masalah. Padahal sebenarnya bukan dukun dan tidak mau di-cap sebagai seorang dukun.

Waskita pindha dewa [tahu segalanya seperti dewa]
Pindha lahir bareng sadina [mengenal seperti lahir bersama – teman akrab]
Tan kena den apusi amarga bisa manjing jroning ati [tidak dapat ditipu karena bisa membaca isi hati]
(ora bisa diapusi amarga bisa maca ati)
Wasis, wegig, waskita, [cerdas, cerdik, pandai]
Ngerti sakdurunge winarah [mengetahui apa yang belum terjadi]
Bisa pirsa mbah-mbahira [bisa mengetahui “keadaan” nenek moyang kita]
Bisa nyumurupi laire embahira, buyutira, canggahira, pindha lair bareng sadina [bisa tahu lahirnya nenek moyang]
Angawuningani jantraning zaman Jawa [mengetahui perkembangan dari jaman ke jaman]
Ngerti garise siji-sijining umat [mengetahui takdir setiap manusia]
Tan kewran sasuruping zaman [tidak pernah terpengaruh perubahan jaman]

  • ==> Memiliki semua sifat dan kemampuan seperti dewa, mengetahui seluruh rahasia alam semesta, mengetahui masa lalu dan masa yang akan datang. Tidak bisa dibohongi karena dia bisa membaca isi hati. Dia punya inteligensi tinggi, logika, wawasan terbuka, pengetahuan luas. Dia mengetahui keadaan (keberadaan) para leluhur yang telah mendahului, mengetahui berbagai kejadian yang berlangsung dalam waktu yang tak terbatas waktu, dari dulu ke masa depan, tak terbatas ruang, tahu apa itu takdir kehidupan umat manusia, tidak terpengaruh oleh berbagai keadaan maupun perubahan jaman.

Sirik den wenehi [tidak mau pemberian yang tidak jelas]
Ati malati bisa kesiku [siapa yang berprasangka buruk bisa celaka]
Senenge anggodha anjejaluk cara nistha [senang menggoda meminta dengan memelas]
Ngertiyo yen iku coba [ketahuilah jika itu ujian]
Aja kaino [jangan dihina]
Ana beja-bejane sing den pundhuti [ada keberuntungan yang diambil]
Ateges jantrane kaemong sira sebrayat [berarti ditakdirkan terpelihara kalian sekeluarga]

  • ==> Orang ini tidak mau menerima hadiah yang tidak jelas, jangan salah sangka dengan sikapnya itu. Dia bisa terlihat seakan serius meminta sesuatu padahal sekedar menggoda orang, maksudnya adalah menguji agar orang itu agak menjauh sementara sebagai ujian akan kesediaan seseorang, ujian akan rasa kasih seseorang. Dan jika ada yang diterima olehnya, berarti orang itu akan mendapatkan berkah keselamatan dan kesejahteraan.

Ing ngarsa begawan wong dudu pandhita [tampil bagai begawan padahal bukan pendeta]
Dudu pandhita sinebut pandhita [bukan pendeta disebut pendeta]
Dudu dewa sinebut dewa [bukan dewa disebut dewa]
Kaya dene manungsa [seperti manusia biasa]
Sinebut dewa kaya manungsa,
Kinen kaanggep manungsa sing seje daya.
Tan ana pitakonan binalekake,
Tan ana jantra binalekake.
Dudu seje daya kajawaake kanti jlentreh [tidak salah lagi, kekuatan diterangkan dengan jelas]
Gawang-gawang terang ndrandhang [nyata sejelas-jelasnya]

  • ==> Walau dia berperilaku seperti seorang pendeta, sebenarnya dia bukan seorang tokoh agama (pendeta atau ulama) tetapi dia dianggap sebagai pendeta, bukan dewa [malaikat] tetapi punya kemampuan seperti dewa, memang nyatanya dia itu manusia biasa yang masih menjalankan kegiatan seperti manusia biasa, dia butuh makan, minum, menikah, memiliki anak dll. Tetapi dia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh manusia biasa pada umumnya.

Apeparap pangeraning prang [menjabat panglima perang]
Tan pakra anggone anyenyandhang [tidak pantas cara berpakaiannya]
Nanging bisa nyembadani ruwet-rentenge wong sakpirang-pirang [tapi bisa menuntaskan masalahnya banyak orang]

  • ==> Meskipun ditakdirkan sebagai “Panglima Perang” – sehari-hari pakaiannya sangat sederhana meski begitu dia bisa memberikan solusi bagi permasalahan ruwet yang menimpa umat manusia.

Momongane padha dadi nayaka perang [banyak orang yang diasuhnya dijadikan senopati perang]
Perange tanpa bala [perangnya tanpa pasukan]
Ngluruge tanpa wadyabala (bala) [menyerang tanpa membawa pasukan]
Yen menang tan ngasorake liyan [jika menang tidak mempermalukan (merendahkan) musuh]
Sakti mandraguna tanpa aji-aji [sakti tanpa ajimat]
Pangiride Gathutkaca sayuta [memiliki ilmu kesaktian Gatutkaca sejuta]

  • ==> Beberapa orang yang telah mengikutnya telah bersiap menjadi senapati perang, tetapi dia maju perang tanpa pasukan, karena dia sakti mandraguna tanpa perlu membaca mantra. Saat menang perang dia tidak merendahkan musuhnya. Dengan kelebihannya, dia dapat menyelesaikan berbagai masalah tanpa membutuhkan bantuan dari pasukan (orang lain) karena memiliki “Aji-aji Sayuto” senjata milik Gatutkaca.

Bala prewangan makhluk halus padha baris, [pasukan makhluk halus berbaris]
Tan kasat mata, tan arupa [tidak kelihatan, tidak berupa]
Pada rebut benere garis [berebut kebenaran]
Sing madhegani putrane Bethara Indra [yang memimpin putra Batara Indra]
Agegaman trisula wedha [bersenjata Trisula Wedha]

  • ==> Berbagai mahluk halus (gaib) yang tidak kelihatan juga ikut berbaris, merapatkan barisan dalam peperangan mencapai kebenaran, dibawah pimpinan sang pembaharu yang membawa Trisula Wedha.

Hiya iku pinaringaning dewa [itulah pemberian dari Dewa]
Para kawula padha suka-suka [rakyat semua senang]
Amarga adiling pangeran wus teka [karena keadilan Tuhan sudah tiba]
Ratune nyembah kawula, agegaman trisula wedha [rajanya menghormati rakyatnya, memegang teguh trisula Wedha]

  • ==> Itulah tugas dari YMK, rakyat bergembira, keadilan sudah tiba, rajanya menghormati rakyatnya.

Sing padha nyembah reca ndhaplang [yang suka menyembah berhala]
Cina eling, syeh-syeh pinaringan sabda hiya gidrang-gidrang [Orang Cina dan para syeh setelah diberi petunjuk menjadi senang sekali]
Para pandhita hiya padha muja [para Pendeta juga mendukung dengan do’a]

  • ==> Semua kalangan, semua golongan, semua bangsa merasa senang setelah diberi petunjuk, para pendeta pun ikut mendukung.

Hiya iku momongane kaki Sabdopalon [itulah “momongan” Sabdopalon]
Sing wis adu wirang nanging kondhang [yang sudah menahan malu tetapi terkenal]
Genaha kacetha kanthi njingglang [jelaslah dengan sejelas-jelasnya]
Nora ana wong ngresula kurang [tidak ada orang mengeluh]
Hiya iku tandane kalabendu wis minger [ya itulah tandanya Kalabendu sudah belok arah]
Centi wektu jejering kalamukti [sudah tiba waktunya Kalamukti]
Andayani indering jagad raya [meliputi seluruh dunia]
Padha asung bhekti [semua memberi hormat]

  • ==> Itulah orang yang merupakan momongan Sabdapalon, seseorang yang telah menjalankan hidupnya yang berat, dan dia telah dikenal dengan kegiatannya sebelumnya. Setelah kemunculannya, jelaslah sudah bagi banyak orang, orang tidak ada yang mengeluh, kemakmuran akan menjadi kenyataan, jaman Kalabendu telah berganti dengan jaman Kalamukti, negara-negara seluruh dunia pun menghormati.

Wasis wegig waskitha
Ngreti sadurunge winarah [mengetahui sesuatu yang belum/akan terjadi]
Bisa priksa embah-embahira [bisa mengetahui silsilah leluhurnya]
Ngawuningani jaman tanah Jawa [yang berkuasa di jaman dulu di tahan Jawa]
Ngreti garise siji-sijining umat [mengerti maksud tujuan kehidupan umat manusia]
Tan kalepyan sumuruping gegaman […..]
Kabeh kajarwakake nganti jlentreh [semua terbuka sejelas-jelasnya]
Gawang-gawang terang ndrandang [segala sesuatu terang benderang, tidak ada yang ditutup-tutupi]
Para pandhita ya padha ngreja [para pendeta pun tunduk padanya]
Yaiku momongane Kaki sabdopalon sing wus adus wirang [kepada momongan Ki Sabdopalon yang sudah bermandi malu]

  • ==> Menguasai banyak ilmu pengetahuan, punya kemampuan mengetahui sesuatu yang belum/akan terjadi, dia bisa mengetahui silsilah leluhurnya yang telah berkuasa di tanah Jawa, memahami apa maksud tujuan kehidupan umat manusia di dunia. Berbekal ilmu yang dibawanya, dia bisa membuka takbir dan menjelaskan segala sesuatu sejelas-jelasnya, terang benderang, tidak ada yang ditutup-tutupi. Para pendeta berbagai agama pun tunduk kepadanya … itulah momongan Ki Sabdopalon.

Mula den udia (upadinen) satriya iku [maka carilah sang kesatria itu]
Wus tan bapa, tan bibi, lola [sudah tidak berbapak, tak ber-bibi, hidup terlunta]
Awus aputus weda Jawa [sudah lulus Pemahaman Jawa]
Mula ngendelake trisula wedha [hanya mengandalkan Trisula]
Landhepe trisula pucuk [tajamnya Ujung Trisula]
Pucuk arupa gegawe sirik agawe pepati utawa utang nyawa [bisa menyebabkan kematian atau hutang nyawa]

  • ==> Maka dari itu, carilah sang pembaharu itu, dia sudah tidak ber-bapak, tidak ber-bibi, hidupnya susah, sudah memahami ilmu Jawa, yang membawa Trisula Wedha. Begitu tajamnya Trisula itu, mereka yang tak mau ikutan akan hancur atau tewas.

Sing tengah sirik agawe kapitunaning liyan [yang sedang berusaha merugikan orang lain]
Sing pinggir-pinggir tolak colong njupuk winanda [yang dipinggirkan karena tidak mau mencuri]
!? sing pinggir tulak talak colong jupuk winaleran.
Sirik den wenehi ati melathi, bisa kasiku.
Senenge anyenyoba, aja kaina-ina.
Begja-begjane sing dipundhut,
Ateges jantrane kaemong sira sabrayat.

Ora tuwa ora enom,
Semono uga bayu wong ora ndayani.
Nyuwun apa bae mesthi sembada,
Garise sabda ora gantalan dina.
Begja-begjane sing yakin
Lan setya sabdanira.

  • ==> Buat setiap orang yang ingin minta sesuatu pasti akan diberikan, disiapkan dalam waktu singkat. Yang beruntung adalah mereka yang percaya dan menjalankan perintahnya.

Mula sing amenangi gek enggala den leluri [maka, siapa mengetahui segeralah mendekat jangan ketinggalan atau terlewat]
Aja nganti jaman kandhas [jangan sampai terhambat tak ikutan perubahan jaman]
Aja kongsi zaman kendhata madhepa den amarikelu [jangan sampai kehabisan waktu, segeralah maju kedepan dan mengikuti]
Beja-bejane anak putu, iku dalan sing eling lan waspada ing jaman Kalabendu nyawa [keberuntungan bagi para anak cucuku]

  • ==> Barangsiapa telah mengetahui sosok sang pembaharu, segeralah mengikutinya, jangan sampai ketinggalan atau terlewatkan, jangan sampai Anda berada dalam ‘status quo’, jangan sampai kehabisan waktu, segeralah ikut maju kedepan dan mengikutinya. Keberuntungan bagi para anak cucuku, itulah jalan bagi mereka yang waspada dalam jaman Kalabendu.

Ana manungsa kaiden katemu [ada manusia yang ditakdirkan bertemu]
Uga ana jalma sing durung kalamangsane [juga ada mahluk yang belum tiba masanya untuk bertemu]
Aja sirik aja gela [jangan iri jangan sakit hati]
Iku dudu wektunira [itu bukan waktu anda]
Ngangsua simbol ratu tanpa makutha [menemukan seorang raja tanpa mahkota]

  • ==> Ada manusia yang diberikan kesempatan untuk bertemu, tapi banyak mahluk yang memang belum bisa bertemu, jangan iri dan marah karena memang tidak mudah, kalau bukan waktunya. Carilah sang pembaharu yang seperti raja tanpa mahkota.

VISI – MISI

Agegaman trisula wedha [bersenjata Trisula Wedha – Benar, Tegak dan Jujur]
Wong nyilih mbalekake, [orang pinjam mengembalikan]
Wong utang mbayar [orang hutang membayar]
Utang nyawa bayar nyawa [utang nyawa dibayar nyawa]
Utang wirang nyaur wirang [hutang malu dibayar malu]

  • ==> Berpedoman kepada Trisula Wedha, Cinta-Kasih-Sayang yang merupakan wakil dari Benar, Tegak dan Jujur. Semua ketimpangan akan diseimbangkan, ibarat berhutang harus membayar kembali, berhutang nyawa membayar dengan nyawa, yang mempermalukan orang lain akan dipermalukan.

Kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong [diiringi oleh Sabdopalon dan Noyogenggong]
Ngerehake sakabehing para jim, setan, kumara, prewangan.
Ngerahake jin setan [mengerahkan jin setan]
Kumara prewangan, para lelembut ke bawah perintah saeko proyo [semua makhluk halus diperintahkan bersama-sama]
Kinen ambantu manungso Jawa padha asesanti trisula weda [agar membantu manusia Jawa dengan senjata Trisula Wedha]
Landhepe triniji suci [Ketajamannya Kesatuan Tritunggal Suci]
Bener, jejeg, jujur [yaitu: Benar, Tegak, Jujur]

  • ==> Diiringi Sabdopalon dan Noyogenggong dia akan mengerahkan segala mahluk, semua diperintahkan untuk membantu umat manusia terutama orang Jawa untuk mengamalkan Trisula Wedha.

 

*********************************
Hasil akhir dari perubahan jaman:
*********************************

Wong Jawa kari separo [Orang Jawa tersisa separuhnya]
Landa-Cina kari sejodho [Belanda – Cina hanya tersisa tinggal sepasang]

  • ==> Orang Jawa hanya tersisa separuhnya, sementara bangsa lain akan mengalami pengurangan yang jauh lebih banyak.

Yen karsa sinuyutan wong satanah Jawa,
Nanging pilih-pilih sapa waskitha pindha dewa.

  • ==> Kalau mungkin orang seluruh Jawa akan diselamatkan, tetapi hal itu tergantung kepada kehendak YMK.

Polahe wong Jawa kaya gabah diinteri [seperti gabah ditampi]
Endi sing bener endi sing sejati [mana yang benar mana yang sejati]

  • ==> … seperti gabah sedang ditempi!!! … hanya yang benar dan yakin kepada YMK yang akan diselamatkan.

Meski seseorang telah berhasil bertemu dengan sang pembaharu, sudah mendapatkan arahan, tuntunan, pesan, nasihat, wanti-wanti, dlsb … tapi kalau orang itu tak ‘percaya sepenuh hati’ (KEPADA YMK!!! bukan kepada sang pembaharu), maka orang itu belum tentu berhasil lolos saat menjalani proses ‘gabah diinteri’ … orang bisa saja hanya menjadi sekedar ‘gabah kopong’ yang akan terlontar keluar dari tampah (alat menampi gabah), terbang tertiup angin, dan hanya akan menjadi sekam, sekedar dibakar menjadi abu gosok (gosong) yang sudah tak laku dijual … karena sekarang orang sudah menggunakan bahan-bahan buatan pabrik untuk mencuci piring, abu gosok (gosong) itu sudah ditinggalkan.

Yang dimaksud ‘percaya sepenuh hati’ adalah yakin akan kehendak, ketentuan, rencana YMK, bahwa YMK akan memberikan jalan kebahagiaan kepada manusia yang percaya dengan tulus sepenuh hati akan semua rencana YMK. Percaya sepenuhnya bahwa YMK tidak akan tinggal diam saat manusia baik, jujur, punya rasa Kasih, punya rasa Sayang itu sedang menderita akibat ulah manusia durhaka … percayalah YMK akan menyiapkan pembaharuan, yaitu suatu masa (era, waktu, jaman) yang akan jauh berbeda dari jaman edan sebelumnya.

JONGKO JOYOBOYO, NOSTRADAMUS dan The New World Order (NWO)

Ingat … wong Jowo hanya tersisa separuhnya … ‘Wong Jawa kari separo’ … itu sudah sangat bagus. Jadi, walau orang Jawa itu mendapatkan kesempatan terbaik, karena sang pembaharu berada di Jawa, tetap saja akan ada banyak yang menjadi korban, karena sudah banyak orang Jawa yang tak percaya kepada YMK, tak percaya kepada leluhurnya, tak percaya kepada nenek moyangnya, sudah terlanjur terbenam terpengaruh budaya asing, sudah ikutan durhaka berjamah … bahkan banyak yang tak mengenal leluhurnya, antipati kepada kebudayaan leluhurnya yang sudah jauh lebih maju pada 25 ribu tahun yang lampau sementara bangsa lain masih pada tahapan tak berbudaya atau malah masih barbar.

Sang pembaharu yang berada di Jawa, akan (sudah) memberikan petunjuk untuk bisa masuk ke jaman perubahan, tetapi banyak orang Jawa yang tidak lolos melewati jembatan perubahan … ‘Wong Jawa kari separo’!!!

Meski tersisa separuhnya, itu masih jauh lebih baik daripada bangsa lainnya … yang digambarkan kalimat ‘Landa-Cina kari sejodho’ … dan gambaran ramalan ini bisa kita kaitkan dengan ramalan Nostradamus yang mengatakan bahwa nanti suatu masa, 2/3 umat manusia akan tewas … ada yang bilang 75% yang tewas. Yang tersisa antara 25% sampai 33,3% saja. Wong Jowo sisa separuh alias 50% jelas jauh lebih baik.

Kalau Nostradamus meramalkan 2/3 umat manusia yang tewas atau 75% yang tewas, tersisa antara 25% sampai 33,3% … lain lagi rencana kelompok Aryan di negeri barat yang kemudian dikenal dengan kelompok NWO (New World Order). NWO malah membuat target yang lebih extrim lagi … NWO ingin penduduk dunia dibatasi hanya sebanyak 500 juta manusia saja! Sekitar 6,5 milliar akan dihabisi dengan berbagai cara / strategi, ada yang menggunakan kondisi alam – lingkungan yang dibuat rusak / hancur sedemikian rupa sehingga orang tidak bisa memperoleh panen bahan makanan, terjadi kerusakan alam, kekeringan, kelaparan … dan saat ini sudah ada 1 milliar penduduk dunia yang sedang kelaparan (famine), mereka pergi tidur dengan perut kosong … setiap tahun tewas sekitar 50 juta karena kelaparan, kekurangan gizi … kemudian ada begitu banyak macam penyakit yang tidak ada obatnya … dst – dst.

NWO akan menghabisi sekitar 90% sampai 95% penduduk dunia! Mereka akan membagi penduduk dunia dalam 2 kelas: 1) kelas ELITE (itulah mereka para ARYAN) dan 2) kelas SLAVE atau penduduk non ARYA yang diijinkan hidup sekedar menjadi budak, menjadi pekerja kasar, melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar, kotor untuk memberikan kenikmatan hidup para ELITE. Rencananya, para SLAVE akan ditanami CHIP khusus yang akan dapat memantau gerakan orang-per-orang, bisa melumpuhkan pemberontak dari jarak jauh atau bahkan membunuhnya melalui remote, melalui pantauan satelite.

Jadi rencana NWO menghabisi 90-95% penduduk dunia, mensisakan sekitar 500 juta manusia saja. Nostradamus meramalkan akan terjadi berbagai bencana kerusuhan malapetaka sehingga 2/3 atau 75% penduduk dunia akan tewas atau tersisa 25-33,3% penduduk dunia … sementara dari JONGKO dikatakan ‘Wong Jawa kari separo’ … separuh tewas, separuhnya selamat.

JONGKO JOYOBOYO

Ada banyak artikel tentang jongko Joyoboyo, bisa dicari di internet … ada banyak tergantung kata kunci, dengan Joyoboyo bisa diperoleh sekitar 435 ribu hasil, dengan kata kunci ‘jongko joyoboyo’ diperoleh sekitar 4000 hasil, dengan ‘ramalan joyoboyo’ diperoleh 82 ribu hasil.

**********
Ramalan Jayabaya

JONGKO JOYOBOYO -Ramalan Jayabaya.


**********
Jongko Joyoboyo
http://wahyu-chemie.blogspot.co.id/2010/10/jongko-joyoboyo.html
**********

New World Order

Berita, tulisan, artikel tentang NWO ini ada banyak sekali … carilah. Dengan kata kunci ‘new world order’ bisa diperoleh sekitar 76,7 juta hasil. Disini hanya saya tampilkan beberapa saja.

**********
New World Order Definition
http://www.threeworldwars.com/new-world-order.htm
**********
Prince: Speaker of Dangerous Truths, Silenced By The New World Order
http://yournewswire.com/prince-speaker-of-dangerous-truths-silenced-by-the-new-world-order/
**********
The Coming New World Order
http://www.nowtheendbegins.com/pages/new_world_order/the-coming-new-world-order.htm
**********
NWO Plans 10 World Regions: “Ten Horns of the Beast”
http://www.bibliotecapleyades.net/sociopolitica/master_file/tenworldregions.htm
**********
New World Order’s Eugenic Population Reduction Agenda
http://www.overlordsofchaos.com/html/world_depopulation_agenda.html
**********
NWO Plans To Depopulate The Earth
http://www.abovetopsecret.com/forum/thread570867/pg1
**********
United Nations NWO Plan to Depopulate the Earth
http://www.flu-defense.com/item.php?item_id=274&page=5
**********
Is This Proof Of A Massive Depopulation Plan?
By conspiracyclub – Jun 20, 2015
http://www.conspiracyclub.co/2015/06/20/massive-depopulation-plan/
**********
Mass Depopulation, Genocide, WW-3?
http://www.bibliotecapleyades.net/sociopolitica/esp_sociopol_nwo89.htm
**********
GEORGIA GUIDESTONES AND THE KISSINGER/ROCKEFELLER PLAN OF DEPOPULATION
http://www.greatdreams.com/food/food-depopulation.html
**********
Eyre International – Bringing You The News No One Else Wants To Bring You
The Hidden Truth Behind The News
The Horrific New World Order Master Plan that has full UN approval

The Horrific New World Order Master Plan that has full UN approval


**********
Will Humanity Survive the Depopulation Agenda of the Global Elite?, by Dave Hodges
http://www.thecommonsenseshow.com/2014/04/26/will-humanity-survive-the-depopulation-agenda-of-the-global-elite/
**********
Depopulation of the Masses Has Begun, by Dave Hodges
http://www.thecommonsenseshow.com/2013/12/03/depopulation-of-the-masses-has-begun/
**********
Is Zika Virus The Next Tool For Forced Sterilization, Vaccination And Depopulation?
http://www.activistpost.com/2016/01/is-zika-virus-the-next-tool-for-forced-sterilization-vaccination-and-depopulation.html
**********
World bank oligarchs give orders for U.N. to chip refugee population, By Shepard Ambellas – March 21, 2016
https://www.intellihub.com/u-n-now-chipping-refugees-tracking-them-global-database-separate-from-governments-upon-world-banker-orders/
**********
Microchip Implants, Mind Control and Cybernetics, by Rauni-Leena Luukanen-Kilde, MD
https://anticorruptionsociety.com/2011/02/20/microchip-implants-mind-control-and-cybernetics/
**********
Silent Weapons for Quiet Wars [pdf]
https://danieltowsey.wordpress.com/2010/05/24/they-want-you-dead-is-written-in-stone/silent-weapons-for-quiet-wars/
**********
Tag Archives: Illuminati’s Depopulation Plan Exposed
THEY WANT YOU DEAD IS WRITTEN IN STONE
https://danieltowsey.wordpress.com/tag/illuminatis-depopulation-plan-exposed/
**********
The World Depopulation Agenda
http://www.depopulation.newworldorderuniversity.com/Wordpress/
**********
United Nations Climate Czar reveals depopulation plan for humanity
https://www.intellihub.com/united-nations-climate-czar-reveals-depopulation-plan-for-humanity/
**********
UN Agenda 21 … Depopulation of 95% of world has begun
http://www.surviveunagenda21depopulation.com/
**********
Depopulation conspiracy theory
http://rationalwiki.org/wiki/Depopulation_conspiracy_theory
**********
The Globalists’ New World Order: Soft and Hard Kill Methods. An Unknown and Uncertain Future
http://www.globalresearch.ca/the-globalists-new-world-order-soft-and-hard-kill-methods-an-unknown-and-uncertain-future/5451356
**********
6 Billion People Humans To Be Killed By The Elite – New World Order Depopulation Agenda
http://beforeitsnews.com/self-sufficiency/2015/09/6-billion-people-humans-to-be-killed-by-the-elite-new-world-order-depopulation-agenda-2494968.html
**********
NWO Plans To Depopulate The Earth, By Steve Jones
http://rense.com/general64/pordc.htm

Plans are underway now, implemented by the New World Order Elite, to depopulate the planet’s 6-7 billion people to a manageable level of between 500 million and 2 billion.
**********
New World Order (conspiracy theory)
https://en.wikipedia.org/wiki/New_World_Order_(conspiracy_theory)
**********
Father Of Lies Satan NWO illuminati Freemasons
https://archive.org/details/WestonWarrenFatherOfLies_201605
**********
rothschild_thugfamily_dossier
https://archive.org/details/rothschild_thugfamily_dossier
**********

Nostradamus

**********
Carilah tentang Nostradamus di internet, dengan kata kunci ‘nostradamus’ bisa diperoleh sekitar 7,7 juta hasil, cobalah dengan ‘Nostradamus prophecy’, ‘ramalan Nostradamus’, dst.
**********
Nostradamus
https://en.wikipedia.org/wiki/Nostradamus
**********