SPAM … MENGGODA / MENGGANGGU

Lantai kolam renang hotel Guci

SPAM … MENGGODA / MENGGANGGU

Banyak komentar / pertanyaan atau permintaan konsultasi terapi pete telah diajukan, ditulis di kolom komentar artikel terkait. Banyak yang benar-benar memerlukan konsultasi, ada yang memberikan apresiasi atas isi artikel tsb, ada yang sekedar menggoda, ada yang berniat mengganggu melalui komentar yang telah diapprove.

Sekali seorang SPAMMER ter-approve, orang itu bisa melakukan banyak hal negative, menulis komentar negative di semua artikel yang ada di blog ini. Pernah satu waktu ada ratusan komentar SPAM, beberapa ter-approve … dan saya mendapat pemberitahuan tentang hal ini dari admin WordPress. Sejak itu saya perlu berhati-hati.

Terpaksa saya batasi kemungkinan sebuah pertanyaan/komentar untuk bisa diapprove.

Dengan ini saya mohon ber-ribu maaf karena tidak bisa menjawab langsung melalui kolom komentar di artikel terkait, di salah satu artikel yang ada di blog ini. Terlalu banyak SPAM yang ingin MENGGODA saya, sekedar memasang link iklan dan yang bertujuan menjelekkan PETE/TERAPI PETE.

Banyak pertanyaan/komentar ataupun permintaan konsultasi yang masuk dan sudah dijawab secara langsung melalui komunikasi email. Dengan cara ini saya bisa membantu yang membutuhkan konsultasi dan bisa mengetahui apakah suatu pertanyaan/komentar itu SPAM atau bukan.

Silahkan bagi siapa yang butuh konsultasi … ajukan pertanyaan di kolom komentar artikel terkait, nanti saya jawab langsung melalui email ybs. Tolong gunakan alamat email yang riil, yang benar bukan yang palsu.

Ada banyak orang yang mengirim pertanyaan / minta konsultasi dan telah terbantu melalui komunikasi lewat email, mereka telah menjalankan terapi pete, mereka mendapatkan kesehatan mereka. Komunikasi tersebut tidak perlu ditampilkan di blog, jadi pertanyaan /komentar itu tak perlu di-approve. Sebagian dari mereka memerlukan bantuan yang cukup sensitif dan perlu dijaga kerahasiaannya, tak perlu ditampilkan di blog.

Kalau perlu konsultasi lebih intens, lebih jelas, ajukan pertanyaan melalui artikel terkait, nanti saya jawab per email, kemudian jawablah email tsb, tuliskan no HP / WA, selanjutnya bisa melalui WA. Saya bantu sebisa mungkin … gratis.

Saya meneliti pete sejak 1995  bukan untuk medapatkan keuntungan materi tetapi untuk membantu orang banyak dan terapi ini gratis, ini adalah wujud amal bakti saya kepada sesama manusia … tolong jangan sia-sia-kan waktu yang sudah saya sediakan dengan mengirimkan SPAM untuk MENGGODA atau MENGGANGGU.

Terima kasih … mohon maaf!

Bagaikan makan buah SIMALAKAMA

(Hanya buat yg logikanya normal yaaa!)
SIMALAKAMA

Bagaikan makan buah SIMALAKAMA

hanya ada 2 pilihan bagi kelompok RS cs:
1) super bloon, bertingkah bloon-bloon-an,
2) super jahat, super bohong!

Bagaimana mungkin sekelompok elite berpendidikan tinggi menerima dongeng RS begitu saja tanpa berusaha mencari tahu kebenaran kejadiannya, dimana, kenapa.

Tak mungkin RS bisa melupakan kejadian itu, kan ada asisten dan ada HP … hari gini ada orang kagak pamer diri sedang ngapain dimana bersama siapa kepada seorangpun … NONSEN … IMPOSIBLE, tidak mungkin lah!

Dongeng RS digebukin di Bandung itu sangat tak masuk akal! … 1) Mereka bilang tertipu oleh dongeng RS, karena mereka super bloon!

Kalau mereka memang membiarkan dongeng itu naik ke permukaan dengan tujuan memojokkan pemerintah, padahal mereka sebenarnya tahu bahwa RS tidak digebukin di Bandung, tahu kalau RS lebam karena OPLAS! … 2) Mereka kelompok super jahat, super bohong!

Silahkan pilih 1) atau 2) … jangan pilih ‘atau’ … itu bukan opsi!

Jakarta, 20 Oktober 2018 06:10

APAKAH PETE BERBAHAYA?

APAKAH PETE BERBAHAYA?

Tidak benar dan juga tidak salah!

Banyak benda bisa memiliki 2 sifat yang saling bertolak-belakang, ada sisi baik dan ada sisi buruk, ada racun bisa menjadi obat, ada bisa ular menjadi obat, ada obat menjadi racun, ada hal baik yang bisa menjadi hal buruk. Kemungkinan itu ada, kita yang perlu waspada kapan sesuatu itu menjadi buruk berbahaya dan kapan bisa menjadi baik bermanfaat.

Ada obat yang dilarang beredar bebas, hanya bisa diperoleh melalui resep yang ditulis oleh ahli kesehatan, karena obat itu bisa menjadi racun bila salah dosis. Bila kita ke toko obat ingin membeli obat semacam itu tanpa resep, si pelayan toko akan melotot dan melihat kita dari atas sampai ke bawah. Kalau bisa dipercaya akan diberikan, kalau diragukan akan ditolak. Itulah obat keras yang bisa menjadi racun.

Ada ilmu totok (akupressure) dan ilmu tusuk jarum (akupuncture) bisa digunakan untuk menyembuhkan juga bisa digunakan untuk melumpuhkan, bila disalahgunakan bahkan bisa mematikan.

Untuk menjaga peredaran obat keras berbahaya itu negara perlu membuat lembaga BNN. Lembaga ini menjaga peredaran obat yang sebenarnya berguna sekaligus berbahaya.

Ada juga tanaman Ganja yang sebenarnya sangat bermanfaat bagi kesehatan toh terpaksa dilarang karena dicurigai bisa membuat orang terlena. Banyak negara mulai melegalkan tanaman ini untuk pengobatan, sementara di Indonesia masih terus dilarang. Obat ini dikatakan untuk pengobatan kanker. Di daerah empat musim (di luar negeri) memang cukup sulit menanam pohon ganja, dibutuhkan ruangan khusus (glass house), tidak semua orang bisa menyiapkan ruang khusus itu, setiap ‘petani’ ganja perlu ijin untuk itu dan diawasi. Penjualan juga hanya terjadi di toko khusus, tidak setiap orang bisa berdagang ganja begitu saja. Lain dengan di Indonesia, setiap orang yang punya lahan dimanapun bisa bercocok tanam ganja dengan mudah, tak perlu ruang khusus, sebar saja di tanah, pohon ini akan tumbuh lebat. Mudah bercocok tanam, mudah juga dijual dimanapun. Jadi jelas harus dilarang. Entah sampai kapan!? Karena sebenarnya extract biji ganja itu sudah dipakai dalam beberapa obat yang dijual bebas, orang bisa memperolehnya dengan mudah.

Ada juga bahan-bahan yang sebenarnya adalah racun, tetapi digunakan dengan leluasa di negeri ini untuk membuat tanaman pangan bisa tumbuh ‘sehat‘, bebas hama, berbuah banyak memberikan hasil panen yang melimpah. Itulah insektisida, fungisida, herbisida, pestisida. Dan kemudian bahan-bahan ini ikut masuk ke bahan makanan itu. Berbagai masakan berbahan tanaman mengandung bahan-bahan itu telah dikonsumsi manusia, jadilah bahan-bahan itu meracuni tubuh manusia. Bahan-bahan ini adalah racun yang berguna sebagai ‘obat untuk pertanian kemudian kembali menjadi racun bagi manusia!

Ada banyak benda yang dianggap obat sebenarnya juga racun, dan sebaliknya ada racun yang bisa dijadikan obat … itulah dua sisi keajaiban obat <> racun … sudah disiapkan oleh YMK bagi manusia. Yang perlu dilakukan adalah mengetahui bagaimana mengolah racun menjadi obat, dan menghindari obat yang bisa menjadi racun.

Ada banyak hal yang bisa berada di 2 sisi bertolak belakang, ada beberapa saya taruh di bagian akhir artikel ini.

KEMBALI KE PETE YANG BERBAHAYA

Ada banyak orang yang terbiasa makan pete dalam jumlah banyak, ternyata tidak merasakan perbedaan dalam dirinya … tetapi biasanya orang yang doyan pete tidak makan pete setiap hari berturut-turut selama 7 hari berturut-turut apalagi sampai 2 minggu setiap hari makan pete.

Mengkonsumsi pete mentah dalam jumlah cukup banyak untuk sehari-dua hari itu masih cukup aman, tetapi akan berbahaya bila dilakukan dalam beberapa hari berturut. Pete mentah akan berbahaya kalau dimakan selama 7 hari berturut-turut, kekuatan pete mentah cukup istimewa, bisa melunakkan daging!

Ada bermacam keluhan dari beberapa peserta terapi pete yang disampaikan kepada saya selama ini, terutama mereka yang salah resep, menjalankan terapi dengan mengkonsumsi pete mentah. Saya sudah memberikan resep terapi pete, yaitu mengkonsumsi pete rebus selama 7 hari atau 2 minggu atau sesuai kebutuhan, sampai si peserta merasakan kesembuhan. Keluhan muncul karena selama 7 hari mereka makan pete mentah!

Peserta terapi pete ada banyak, dari seluruh Indonesia sudah pernah menghubungi saya, mereka minta konsultasi terapi pete. Ada juga dari mancanegara, Malaysia, Australia, India, Amerika, Jerman, Singapore, dll.

Selama peserta itu mengikuti aturan yang benar, sesuai resep yang diberikan, terapi pete bisa memberikan bantuan kesembuhan, tetapi kalau tidak sesuai aturan, malah memperberat penyakit mereka.

Buat mereka yang sudah mulai punya penyakit seperti sakit jantung, hipertensi, asam urat, kolesterol, osteophorosis, pegal-pegal di tubuh … kalau mereka mengkonsumsi pete mentah dalam 7 hari, maka berbagai penyakit itu menjadi lebih kuat, lebih menyiksa. Jantung terasa sakit, asam urat semakin menjadi-jadi, pegal-pegal menjadi lebih keras, tekanan darah semakin tinggi.

Beberapa peserta yang salah dalam melakukan perebusan menghasilkan pete yang masih mentah, dan mereka mengkonsumsi pete mentah selama 7 hari … bukan kesembuhan yang mereka dapatkan malah penyakitnya semakin menyiksa. ITULAH BAHAYA dari pete mentah!

Bagi orang yang terbiasa makan pete mentah, sering dan cukup banyak, mereka biasanya sudah ter-sehat-kan secara otomatis, jadi pete mentah bukan menjadi ancaman bagi mereka. Tetapi bagi orang yang sudah berpenyakit, maka pete mentah dalam jumlah banyak dan dikonsumsi selama beberapa hari berturut malah berbahaya.

Jadi, pete berbahaya disini ditujukan bagi orang yang ingin menjalankan terapi pete, dan orang tersebut pasti sudah punya penyakit tertentu … kalau orang itu makan pete mentah => bisa menambah berat penyakit mereka!

Ada banyak nasehat dari para ahli kesehatan kepada pasien mereka, agar tidak mengkonsumsi pete selama perawatan penyakit mereka … nasehat itu jelas bisa diterima, dan dijalankan para pasien itu. Karena para ahli kesehatan itu tidak mengenal pete rebus, mereka mengenal pete mentah yang berbahaya untuk kesehatan.

Berikut ini, transkrip dari video PETE BERBAHAYA!

Berbahaya bagi kesehatan

  • Banyak orang bilang bahwa pete berbahaya bagi kesehatan
  • Banyak yang menderita setelah makan pete
  • Asam urat langsung naik, jari susah ditekuk
  • Tensi darah ikut naik, kepala pusing
  • Badan pegal di sekujur tubuh, terutama di pinggang, di punggung, di bahu dan di leher
  • Jantung pun berdebar keras, terasa berat
  • Ginjal terasa sakit
  • Ada yang seluruh mulut bengkak, bibir bengkak.

Pete memang berbahaya

  • Kalau makan pete MENTAH dalam jumlah banyak dan dilakukan dalam beberapa hari berturut-turut
  • Maka berbagai penderitaan tsb diatas akan segera muncul
  • Semakin hari akan semakin berat.

PETE MENTAH memang berbahaya

  • Pete mentah memang sangat kuat
  • Membuat daging menjadi empuk membengkak.

Bagi penggemar pete mentah

  • Kalau memang suka makan lalapan pete mentah
  • Jangan makan banyak banyak dan jangan setiap hari
  • 1 lanjar pete mentah sehari sudah terasa berat
  • Apalagi kalau lebih dari itu atau dilakukan dalam beberapa hari berturut-turut
  • Memang nikmat tapi bisa membawa penderitaan.

Pete: Folk Medicine

  • Di Asia Tenggara pete dikenal sebagai FOLK MEDICINE
  • Digunakan oleh para Great Great Great … Grand Father/Mother masyarakat Asia Tenggara
  • Digunakan sejak ratusan tahun silam
  • Sebagai obat jantung, ginjal dan darah tinggi.

Pete, sebagai obat jantung?

  • Kok malah menjadi obat jantung, ginjal dan darah tinggi?
  • Bagaimana bisa?

Pete rebus bukan pete mentah

  • Tentu bisa … tetapi jumlah yang dikonsumsi harus dibatasi
  • Atau caranya berbeda, bukan MAKAN PETE MENTAH tetapi MAKAN PETE REBUS
  • Pete direbus sesuai RESEP TERAPI PETE
  • Pete direbus di air mendidih selama 4 menit
  • Pete rebus dimakan 1 lanjar setiap hari
  • Selama 2 minggu atau sesuai kebutuhan.

Sembuh berkat pete rebus

  • Bermacam keberhasilan diperoleh mereka yang rutin mengkonsumsi pete rebus
  • Sembuh dari asam urat dalam hitungan hari
  • Ada yang batal operasi jantung
  • Jantung kembali sehat, ginjal kembali normal
  • Tensi darah pun menjadi normal
  • Diabetes Mellitus (DM) juga pergi
  • ED (Erectile dysfunction, DE: disfungsi ereksi) alias impotensi, akan terselesaikan dalam waktu 4 sampai 7 hari terapi
  • Dan banyak lagi.

Tidak mau menderita?

  • Anda tentu tidak mau menderita karena pete?
  • Jangan makan pete mentah
  • Kalau memang gemar makan pete mentah, batasi jumlahnya, jangan makan dalam beberapa hari berturut-turut.

Anda mau sehat?

  • Mau sembuh dari berbagai penyakit: jantung, ginjal, DM, hipertensi, ED dan banyak lagi?
  • Ingin bebas dari asam urat, dari trauma otot?
  • Maka rebuslah pete berikut kulitnya didalam air mendidih selama 4 menit
  • Pete rebus akan menDETOX tubuh Anda
  • DETOX dimulai dari sistem pencernaan, kemudian ke seluruh tubuh
  • Darah akan bersih dan mengalir lancar sampai ke organ penting manapun tanpa halangan, penuh kekuatan
  • Power, stamina, rasa segar, rasa bebas akan muncul
  • Anda akan hidup sehat dan berbahagia.

Jadi PETE berbahaya!?

  • Betul, PETE MENTAH memang penuh bahaya!
  • TIDAK, PETE REBUS malah menjadi obat!

Semoga artikel ini bisa membawa kebaikan bagi kita semua, harap berhati-hati, pete membawa manfaat dan juga cukup berbahaya bagi mereka yang sudah punya penyakit. Jalankan sesuai resep jangan makan pete mentah!

Jakarta, 16 Oktober 2018 14:19

Daftar OBAT <> RACUN:

1) Semua Obat Bisa Jadi Racun, 4 Hal Ini yang Harus Kamu Perhatikan
https://www.idntimes.com/health/fitness/marthalif/4-cara-aman-mengonsumsi-obat-obatan-c1c2
“Semua Obat Adalah Racun, yang membedakan hanyalah dosisnya.”

Ada banyak benda berbahaya yang sekaligus punya manfaat untuk kesehatan, seperti:

2) Racun Kalajengking Berharga Ratusan Miliar
https://sains.kompas.com/read/2018/05/04/113417123/berharga-ratusan-miliar-ini-3-keistimewaan-racun-kalajengking.

3) Tak Melulu Berbahaya, Ini 4 Manfaat dari Bisa Ular yang Disulap Jadi Obat
https://www.liputan6.com/global/read/3595075/tak-melulu-berbahaya-ini-4-manfaat-dari-bisa-ular-yang-disulap-jadi-obat

4) Alquran dan Science, Lalat Membawa Racun Sekaligus Obat di Sayapnya
https://techno.okezone.com/read/2017/04/16/56/1668826/alquran-dan-science-lalat-membawa-racun-sekaligus-obat-di-sayapnya

5) Jarak Pagar Tanaman yang Bisa Jadi Obat Sekaligus Racun Mematikan
https://www.liputan6.com/citizen6/read/2669415/jarak-pagar-tanaman-yang-bisa-jadi-obat-sekaligus-racun-mematikan

6) Kecubung Punya khasiat obat sekaligus bisa menjadi racun
https://alamendah.org/2011/03/19/kecubung-punya-khasiat-obat-bisa-jadi-racun/

7) Mahkota Dewa, Buah Obat yang Sekaligus Mengandung Racun
https://www.viva.co.id/blog/kesehatan/450652-mahkota-dewa-buah-obat-yang-sekaligus-mengandung-racun

8) Inilah 3 Jenis Tanaman Beracun yang Dapat Dijadikan Obat
https://www.jurnalpost.com/inilah-3-jenis-tanaman-beracun-yang-dapat-dijadikan-obat/1132/

9) Racun Siput Ini Bisa Jadi Obat Kanker
https://mepnews.id/2017/10/16/racun-siput-ini-bisa-jadi-obat-kanker/

 

LOGIKA HUKUM

LOGIKA HUKUM

Sy punya pengalaman dan sedikit pengetahuan soal hukum / logika hukum. Ada 3 syarat (unsur) untuk menentukan apakah seseorang atau sekelompok orang melakukan kejahatan atau tidak:
* WISSEN … tahu, sadar, pengetahuan, kesadaran
* WILLEN … niat, rencana, ingin, berniat, punya rencana, ada keinginan
* COOPERATION … kerjasama, berkomplot

WISSEN

Apakah orang itu tahu hal yang menyebabkan terjadinya pelanggaran hukum, sadar bahwa hal itu tidak benar, hal itu tidak baik atau sebaliknya hal itu benar dan baik. Bila orang tahu akan hal baik, tidak perlu dipertanyakan … tapi bila tahu dan sadar hal itu tidak baik, tak perlu dilanjutkan (seharusnya).

WILLEN

Apakah orang itu punya niat untuk melakukan kejahatan, sengaja melakukan perbuatan melanggar hukum, membuat rencana pelanggaran hukum … atau tidak sengaja, tidak ada keinginan melakukan kejahatan … atau malah berniat menghentikan kemungkinan terjadinya kejahatan?

COOPERATION

Seseorang tidak bisa dikaitkan dengan kejahatan yg dilakukan oleh suatu kelompok, kalau orang itu tidak terkait sama sekali dengan kelompok itu. Orang itu sama sekali tidak berada dalam kelompok kejahatan … ini jelas. Tetapi sekelompok orang yang bekerja sama, berkomplot, bersama sama membuat rencana kejahatan, maka setiap orang yg ada dalam kelompok itu termasuk pelaku kejahatan.

Mari kita gunakan 3 unsur itu untuk memahami DRAMA PENGANIAYAAN RS.

Adakah mereka sadar, tahu akan hal penganiayaan itu? Yakin? Yakin bahwa telah terjadi penganiayaan kepada RS! Darimana mereka tahu bahwa RS telah dibogemi? Sadar se-sadar-sadarnya bahwa hal itu terjadi! Atau sebenarnya hal yg tidak pasti itu telah mereka nyatakan sebagai kebenaran? Bagaimana mungkin sekelompok orang pintar, berpendidikan tinggi bahkan selevel profesor bisa menerima kejadian yg tak pasti sebagai suatu kebenaran? Mereka tidak tahu lokasi kejadiannya, mereka tidak bisa menyebutkan konferensi apa, di hotel apa, dirawat di rumah sakit mana … tanpa kepastian hukum kok dikatakan sebagai benar terjadi penganiayaan!?

WISSEN mereka (-) karena kejadian itu tidak benar terjadi!

Mereka mengaku sebagai tokoh-tokoh bangsa, seharusnya mereka menjaga ketentraman bangsa dan negara, tetapi yg terlihat malah sebaliknya, mereka begitu ber-api api dan berbusa busa meyebar fitnah memanaskan suasana dan bergantian menggoreng dongeng tak pasti! Terlihat dan ter-rasa kalau mereka ingin membuat chaos di negeri ini.

Bila mereka benar tokoh bangsa tulen, mereka harus punya niat untuk menjaga ketentraman bangsa negara, harus punya keinginan untuk mem-PASTI-kan kebenaran kejadian itu. Jelas tidak terlihat ada keinginan untuk menegasikan pemberitaan itu malah ingin membuat suasana semakin panas semakin keruh!?

WILLEN mereka (-), niatan/keinginan mereka jahat!

Kenyataan: mereka tidak bisa memastikan kejadian itu benar terjadi, tidak ada kepastian hukum dalam drama itu, tetepi mereka telah berkomplot, bekerjasama secara sistematis melakukan penyebaran dongeng itu, menggoreng, mendramatisir, melakukan konferensi pers berkali-kali, dilakukan oleh setiap anggota komplotan dengan pernyataan yg berbau fitnah, mempersiapkan poster, pamflet, merencanakan demo berjilid … terlihat dan terasa dengan pasti mereka sengaja membuat panas situasi dan diarahkan ke situasi chaos.

COOPERATION mereka (-), ada kerjasama (berkomplot) untuk melakukan kejahatan!

Kesimpulan:

WISSEN (-), WILLEN (-) dan COOPERATION (-) … sangat jelas!

Silahkan … perhatikan kejadian yg ada, mereka silaf atau ada unsur sengaja berbuat jahat (kejahatan berjamaah, berkomplot)!?

Jakarta, 10 Oktober 2018 09:15

Bambang Subaktyo

DIBOGEM JADI KINCLONG

DIBOGEM JADI KINCLONG

NenekRS

Sy jadi naik darah membaca dongeng RS cs

… mereka orang-orang gendeng.

RS memang aktor kawakan, dia ahli bersandiwara, cukup sulit untuk bisa membaca dongeng RS ditambah riuh rendah teriakan dari berbagai arah, marah-marah menyerang pemerintah. Politikus tua, badut-badut sampai emak-emak ikut bermain theater seakan-akan kejadian yang menimpa RS adalah benar terjadi penuh kekejian. Teriakan perlawanan dari warga yang tak percaya juga cukup keras, netizen dari berbagai sisi ikut meramaikan suasana.

Jelas tidak mudah membuat analisa dongeng ini, dan setelah dilepas juga bikin mumet orang yang membaca untuk memahami analisa ini, maka terpaksa saya edit sedikit, saya tambahkan cara saya menganalisa dongeng RS ini.

Dongeng RS saya jawab dengan analisa 3 BABAK.

Sejak awal, kita membuat asumsi bahwa RS benar di-BOGEM-i seperti yang dia ceritakan. RS bercerita dia pergi ke Bandung mengikuti konferensi internasional di suatu hotel, kemudian di jalan dekat bandara Husein Sastranegara dia di-BOGEM-i oleh 3 orang, selanjutnya dia mengatakan dia lupa dan tidak ingat karena trauma. Saya mengarah kepada pertanyaan: “Bagaimana mungkin dia tidak bisa mengatakan lokasinya?” … itulah DONGENG BABAK 1.

Setelah itu kita beranjak ke hipotesa di BABAK 2, masih dengan asumsi bahwa benar dia di-BOGEM-i di Bandung pada tanggal 21 September, dan setelah beberapa hari istirahat, recovery, dia melaporkan keadaannya kepada sang BOSS. Tidak mungkin kan sang BOSS percaya begitu saja, tidak mungkin sekedar cerita di awang awang diterima. Toh kelihatan sang BOSS percaya banget DONGENG RS. RS dikatakan tidak ingat lokasi konferensi dan nama hotelnya, padahal ada waktu cukup panjang untuk istirahat dan kebenaran kegiatan RS pasti bisa ditelusuri lewat sang asisten atau lewat HP. Masih berdasarkan asumsi BABAK 1, dia benar di-BOGEM-I … masa sih sang BOSS menerima begitu saja!?

Di BABAK 3 muncul gosip-gosip di media sosial, kemudian fakta-fakta dari kepolisian.

Di bagian akhir, 2 alinea terakhir merupakan kesimpulan.

 

BABAK 1)

RS ini bukan single fighter. Seorang single fighter tidak punya asisten, segala urusan dilakukan sendiri, mengurus segalanya sendiri bahkan makan minum dia siapkan sendiri, kemana mana jalan sendiri, beli tiket pesawat sendiri, berangkat ke bandara sendiri, nyetir sendiri, nelpon RSVP acara konferensi sendiri, terima undangan acara sendiri … dst dst … hanya dia sendiri yg tahu apa yg dia lakukan.

IMPOSIBLE lah kalau RS ini single fighter.

Terus … sebagai single fighter, RS tidak akan pernah ngerumpi dia akan kemana, tidak pamer ke orang lain dia berada dimana, semua dia keep sendiri. Padahal … dia jelas suka nge-tag sana sini, itu jelas keinginan pamer. Dan … RS pasti punya asisten!

Terkait dongeng yg dia lepas: RS bilang lupa acaranya apa, lupa nama hotelnya, lupa rumah sakit nya … oke lah kalau lupa nama tempat dia dirawat. TETAPI … Tidak mungkin kan dia tidak bilang ke asistennya dia mau ikut acara apa di hotel mana. Asisten pasti mencatat kegiatan dia, asisten yg membelikan tiket, melakukan RSVP ke panitia dst.

Anggap saja dia gegar otak sampai lupa semuanya, masih trauma jadi tidak berani ke polisi.

Boleh saja dia tidak sempat lapor polisi … tapi nama acara dan nama hotel itu bisa dia tanya kepada asistennya atau dilihat di HP. Jadi, tanpa lapor pada hari kejadian, dia tetap bisa memberikan kepastian kebenaran keberadaan dia di Bandung … tinggal dikatakan, dia berada disini, disini, disitu dan itu bisa dicek kebenarannya.

Dari gelagatnya saja … mengatakan “lupa, lupa, lupa, tidak ingat” … sudah jelas itu pembohongan publik. Karena dia tetap bisa menggali informasi itu dari asisten atau sekedar periksa di HP dan itu jelas bisa disuguhkan kapanpun juga.

Mungkin RS gegar otak … asistennya juga! Terus, RS tidak pernah pamer dia di acara tsb di hotel anu. Jaman now, tidak meninggalkan jejak digital … tidak selfie, tidak kirim status, tidak ngerumpi, tidak ngetag di medsos … WOW! WOW! IMPOSIBLE!

JADI … JADI … Tanpa melihat adanya berita / data / fakta tentang operasi plastik, apa yg diceritakan RS bahwa dia dianiaya tengah malam setelah acara konferensi pers internasional di hotel di Bandung itu tidak bisa diterima. Itu PEMBOHONGAN BRUTAL!

BABAK 2)

PS menerima dongeng itu?
Begitu saja?
PS juga tidak bertanya kepada asistennya RS?

Jelas konspirasi …

PS sebagai seorang  presiden (to be) menerima begitu saja dongeng itu!?
Langsung bikin konferensi pers tembak kiri kanan!

… nggak layak lah!

Seharusnya sebagai presiden (to be) dia harus dorong RS melaporkan kejadian itu ke polisi, tentu dengan kejelasan bukti konferensi apa, hotel apa … untuk cross check, PS juga bisa langsung cross check! Nelpon kek, suruh siapa kek! Nggak mampu!? atau memang sengaja!?

Kalaupun tidak ada visum dari rumah sakit, kebenaran keberadaan RS di Bandung bisa di-cross check, acaranya, hotelnya, kemudian dicari rumah sakitnya.

Nyatanya, PS tidak melakukan penjernihan situasi, dia tidak minta penjelasan kepada RS, dia tidak melakukan cross check, dia tidak mampu memberikan fakta kebenaran, dia malah menutup kebenaran itu! Dia bergerak tanpa kebenaran, membuat pernyataan yg menguatkan, melakukan konferensi pers mendukung RS, menembak kiri kanan dengan peluru bodong!

Kalau sebagai presiden (to be … if … if jadi!) menerima dongeng pepesan kosong tanpa kebenaran lalu dia bela mati-matian … ini mah presiden (teleTUBiEs) … nggak layak *to be!*_

BABAK 3)

Ada gosip RS operasi plastik, dia dirawat dari tgl 21 sampai tgl 24 … gosip ini sangat mungkin benar terjadi, ada potongan data muncul di berbagai penjuru. Gosip ini klop dengan pernyataan “lupa, lupa, lupa … tidak ingat”. Gosip ini lebih menjurus ke kebenaran, ini mematahkan pernyataan RS berada di Bandung, bahwa dia dianiaya orang. RS tidak bisa memberi bukti keberadaan dia di Bandung, tak berani menyebut acaranya, tak bisa menyebutkan hotelnya … kalau saja dia bisa sebutkan acaranya, hotelnya, tanpa nama dan lokasi rumah sakit, dia bisa lepas dari gosip oplas.

Di point ini, sy bikin MEME DIBOGEM JADI KINCLONG, sekitar jam 12 siang sy upload dan share ke beberapa group.

Kemudian siang (sore) tgl 3 September, polisi memberikan klarifikasi keberadaan RS di rumah sakit sulap wajah alias oplas alias operasi plastik dalam rentang waktu dari tgl 21 jam 17 sampai tgl 24 jam 21 RS berada didalam ruang perawatan … sama sekali bukan dianiaya, bukan berada di Bandung.

Akhirnya …
Terjawablah sudah … kecurigaan saya benar adanya. RS berbohong, dia membuat cerita palsu. PS, FZ, FH, AR atau siapapun mereka … kelihatan sengaja mendongkrak dongeng itu seakan-akan benar terjadi penganiayaan. Tak mungkin mereka tidak tahu RS membuat dongeng, mereka sengaja melakukan itu.

Kalau mereka percaya begitu saja tanpa cross check, tidak mencari kebenarannya lewat asisten si RS, atau melihat di HP si RS, mereka terlalu bodoh! Tetapi kalau mereka sebenarnya tahu dan mendongkrak dongeng itu menjadi suatu gambaran ancaman dari pihak lawan … maka mereka terlalu jahat!

Jakarta, 4 September 2018, jam 12:39

EV (electric vehicle) dan RE (renewable energy)

 

Baca juga tulisan terkait: Mau beli mobil?

Apa efek / dampak dari kehadiran EV (electric vehicle) dan RE (renewable energy) untuk kita di Indonesia?

Ada banyak efek / dampak yang muncul akibat EV dan RE … bukan hanya sektor transportasi darat yg terkena, banyak sekali rentetan domino efeknya.

Tahukah kita?
Siapa yg terkena?
Siap kah?
Langkah apa yang harus diambil?
Kapan mau disosialisasikan?

Atau, kita biarkan saja hal ini berlangsung, seperti yang biasa terjadi di negeri ini … harus / sampai ada yg mati menabrak tembok … baru diambil langkah pengamanan sekedarnya juga … seperti pemasangan beton pemisah jalur busway … tiba-tiba ada di tengah-tengah jalan yg kalau malam hari tidak terlihat, tidak terduga kalau ada tembok berdiri tegar di tengah jalan. Setelah kejadian demi kejadian, satu demi satu motor juga mobil menabrak tembok kekar pemisah jalan, diambil inisiatif oleh warga setempat, mereka menaruh barang (karton, ranting / cabang pohon, kain / bendera) … sekedar tanda adanya bahaya … yg tidak juga mengurangi kejadian ciuman antara motor dengan tembok … lalu lembaga terkait mengambil inisiatif, memasang poster diatas tembok tersebut … “Awas hati-hati, berbahaya, sudah banyak yang jadi korban karena menabrak tembok ini!” …. ujung tembok dicat warna terang … tetap saja ciuman terjadi dan terjadi … dipasang ban bekas … sama saja!

Itulah contoh ketiadaan KASIH dalam kegiatan sehari hari, lembaga terkait sekedar memasang tembok, memasang pemberitahuan yg bisa dibaca setelah ciuman terjadi … benar juga sih … yg mencium tembok tidak bisa menuntut lembaga terkait! Kan sudah diberi pemberitahuan! … management daerah juga nggak peduli … mau ciuman mobilnya rusak, motornya rusak, pengemudi luka-luka, penumpang terpental bahkan mati … siapa suruh mencium tembok!!!???

Karena ke-terbiasa-an menjadikan orang abai akan bahaya … dan bila hal ini dipermasalahkan, maka ybs malah dicibirkan, dibilang ALAY, PEKOK, GILA … kayak gitu aja diributkan.

Jakarta 4 September 2018

**************

Silahkan dipertimbangkan apa, siapa saja yang terkena dampak dari EV & RE.

Banyak negara mulai tahun 2025 melarang mobil bermesin bahan bakar minyak  (combustion engine) dilarang masuk kota, tahun 2030 atau tahun 2040 tidak ada lagi penjualan mobil combustion engine. Minyak bumi dikatakan akan habis dalam 53 tahun yang akan datang. Banyak negara berlomba-lomba menggunakan RE. Research & Development ke arah RE terus digalakkan.

Tahun 2019, banyak pabrikan mulai melepas EV mereka,  warga negara maju mulai berpindah ke EV.

Bagaimana dengan kita di Indonesia? Apakah kita hanya berdiam diri? Apa yang perlu kita persiapkan? Apakah tenaga kerja untuk perawatan EV sudah ada, bagaimana dengan masalah pendidikan tinggi terkait bidang itu, bagaimana dengan sekolah ketrampilan untuk perawatan EV, sudahkah kita memikirkan hal ini?
Bagaimana dengan kendaraan lama dengan mesin konvensional (combustion engine) apakah dibesi-tua-kan atau boleh diconversi? Bagaimana dengan perijinannya, karena nantinya tidak ada lagi nomor mesin (combustion engine) tetapi sekedar mesin listrik (dinamo) penggerak?
Bagaimana dengan kendaraan traktor pertanian?
Dan banyak pertanyaan lain terkait EV, RE dan ketersediaan bahan bakar minyak di negeri ini … mari kita pikirkan bersama …

Video Presentasi Terapi Pete

Video Presentasi Terapi Pete

Sudah biasa, orang lebih suka menonton video daripada membaca buku, jadi saya siapkan video Presentasi Terapi Pete di YouTube.

Untuk melihat VIDEO di YouTube silahkan klik link berikut PRESENTASI TERAPI PETE

Terima kasih untuk LIKE dan SHARE-nya.

Saya akan menyiapkan video untuk berbagai hal yang dibahas dalam blog ini. Tidak mudah memang, tetap akan diusahkan, yang bisa dirubah menjadi visual akan saya rubah menjadi video, yang perlu pembahasan panjang tetap dibahas di blog ini.

Terima kasih.

HERBAL, KESEHATAN dan REVOLUSI MENTAL

HERBAL, KESEHATAN dan REVOLUSI MENTAL

Beberapa hari terakhir saya googling di internet mencari berita terkait herbal, WHO, Uni Eropa dll. Saya menemukan banyak informasi terkait beberapa kata kunci itu, begitu banyak, dengan kata kunci herbal saja didapatkan 150 juta web-site dalam 0,48 detik, dengan kata kunci gabungan 2 kata: ‘traditional medicine’ ada 31,7 juta web-site, ‘WHO herbal’ ada 77 juta web-site, ‘using herbal’ ada 61,1 juta web-site, ‘european herbal’ ada 39,1 juta web-site, dengan kata kunci gabungan 3 kata: ‘WHO traditional medicine’ ada 49 juta web-site, ‘european traditional medicine’ ada 5,65 juta web-site. Ada banyak hasil googling yang bisa kita peroleh di internet.

Apakah herbal itu?

Dari Wikipedia (https://en.wikipedia.org/wiki/Herbal) didapatkan deskripsi herbal, yaitu satu kumpulan dari tanaman yang digunakan untuk pengobatan tertentu. Lebih jauh, itu adalah buku (daftar) berisikan bermacam tanaman yang bermanfaat untuk pengobatan tertentu, cairan, makanan, racun, efek halusinasi, aroma atau kekuatan magis dan juga cerita legenda yang terkait dengannya.

Dari informasi yang diperoleh, dikatakan bahwa orang Mongol memiliki sejarah penggunaan herbal sejak 2500 tahun yang lampau, sedangkan China dikatakan berhasil mengumpulkan catatan lebih dari 12ribu resep herbal sejak ribuan tahun yang lampau. Lebih jauh lagi, dari catatan yang tersimpan, penelitian herbal telah terjadi 5000 tahun lalu pada masa Sumerians. Di zaman Mesir kuno, sekitar 1552 SM ada catatan diatas papyrus tentang penggunaan pengobatan dengan herbal dan praktek pengobatan dengan sihir. Dalam Perjanjian Lama juga dikatakan adanya pengggunaan herbal. Di candi Borobudur juga ada relief tanaman herbal.

Herbal dan mineral yang digunakan dalam Ayurveda diungkapkan oleh herbalist India seperti Charaka dan Sushruta pada masa 1 millenium SM. Buku herbal China, Shennong Bancao Jing, telah disusun pada masa dinasti Han, yang berasal dari masa yang lebih dini lagi.

Jadi penggunaan herbal sudah ada sejak ribuan tahun sebelum Masehi, ada pada bermacam masyarakat yang disampaikan dari satu generasi kepada generasi berikutnya, hanya ada beberapa catatan atau buku atau tulisan yang bisa ditemui setelah penggalian oleh para ilmuwan. Dan ada banyak catatan yang tersimpan masih belum bisa diterjemahkan karena berbagai faktor, bisa berisikan cerita sejarah kejadian, kepahlawanan, dan atau juga berisikan cara dan bahan pengobatan tertentu. Seperti juga di Indonesia, ada buku buku kuno ditulis dalam bahasa Jawi kuno yang belum diterjemahkan karena keterbatasan waktu, kesempatan dan dana untuk melakukan itu.

OBAT KONVENSIONAL dan OBAT ALTERNATIVE

Sejak sekitar abad 15-17, dimulailah dipakai kata pharmacy (farmasi) yaitu sebuah ilmu yang menggabungkan ilmu pengobatan dengan ilmu kimia (https://en.wikipedia.org/wiki/Pharmacy) yang kemudian menumbuh-kembangkan pembuatan obat kimia yang memberikan kebebasan bagi si produsen untuk memproduksi obat secara massal, murah, dan bisa dikirimkan ke seluruh penjuru dunia. Tentu saja kemampuan para ahli pharmacy dan pabrik pembuatan obat ini bisa melewati kemampuan obat herbal yang produksinya tergantung panen kedaerahan, kesediaan bahan baku herbal yang terbatas. Pabrik pharmacy bisa membuat obat secara massal, dalam kemasan yang lebih tahan, dalam bentuk yang lebih mudah untuk didistribusikan ke seluruh penjuru dunia, terlepas dari ketergantungan bahan seperti herbal, dan selanjutnya obat yang diproduksi massal ini disebut sebagai obat konvensional.

Tetapi sebenarnya, kata ‘pharmacy’ dalam bahasa Yunani berasal dari kata ‘pharmakos’ yang berarti ‘sorcery’ atau kekuatan magik, sihir bahkan berarti ‘poison’ atau racun (dari wikipedia!).

Jadi obat konvensional adalah obat yang dibuat oleh pabrikan, obat farmasi, obat yang dirancang, dibuat secara kimiawi dan cara pengobatan konvensional adalah pengobatan yang dilakukan oleh ahli pengobatan (dokter) menggunakan obat farmasi.

Obat obat-an yang bukan buatan pabrik farmasi, disebut sebagai obat alternative, salah satunya adalah obat herbal berasal dari bagian tanaman, bagian hewan atau mineral tertentu. Pengobatan alternative itu: pengobatan suatu penyakit yang tidak dilakukan oleh seorang dokter, tetapi bisa dilakukan oleh seorang ahli alternative, ada yang menyebut orang itu dengan nama dukun, shaman, orang pintar, ahli alternative, folk healer, dlsb, atau suatu cara pengobatan yang tidak menggunakan cara-cara konvensional tetapi menggunakan cara-cara tradisional yang kembali digali ulang, seperti cara pengobatan menggunakan batu panas, batu magnet, massage, totok, akupuncture, akupressure, resonansi, kerokan, bekam, sinar UV, dlsb. Kemudian ada cara alternative baru seperti sedot lintah, penggunaan sengatan lebah, mandi lumpur, dll.

Ada juga pengobatan alternative yang menggunakan unsur spiritual (gaib), menggunakan air putih yang diberi doa, pembacaan doa doa tertentu dalam jumlah dan waktu tertentu, penggunaan telur dan binatang untuk memindahkan penyakit (benarkah!?), penggunaan ranting dan daun kelor untuk mengobati penyakit jiwa, penggunaan batu meteor (Ponari?), dll.

Banyak masyarakat negara maju yang berusaha mengurangi penggunaan obat konvensional, mereka ber-alih ke pengobatan alternative, baik penggunaan cara terapi seperti massage, akupuncture, resonansi, dll itu, juga penggunaan bahan bahan dari alam seperti herbal. Sebelum tahun 2004, banyak warga di Eropa yang menggunakan obat herbal, dan waktu itu saya pernah membaca ada negara barat yang sudah menggantikan 60% obat konvensional dengan obat herbal, tetapi kemudian Komisi Kesehatan Eropa membuat larangan penggunaan obat herbal, larangan peredaran obat herbal. Larangan itu dimulai di tahun 2004 dengan masa transisi selama 7 tahun, dan sejak 1 Mei 2011, tidak ada lagi bahan bahan herbal yang dijual di toko toko obat di negara negara Uni Eropa.

Obat herbal hanya boleh dijual di Eropa bila sudah menjalani masa uji pakai selama 30 tahun dan 15 tahun di antaranya berada di Eropa, obat itu harus didaftarkan dan mendapat lisensi dari badan kesehatan Eropa, kemudian si pengusaha harus mendaftarkan setiap herbal untuk uji penelitian kelayakan keamanan kebenaran obat herbal yang nilainya lebih dari £80,000 sampai £120,000 per satuan jenis tanaman herbal.

Dari informasi yang bisa diperoleh, yang disebut herbal di Uni Eropa itu adalah herbal dari China dan India.

http://www.bbc.com/news/health-13215010

http://www.independent.co.uk/life-style/health-and-families/health-news/europe-to-ban-hundreds-of-herbal-remedies-2171781.html

PENGOBATAN ALTERNATIVE

Negara China terlihat (dari berbagai literatur) jelas sebagai negara yang menerapkan pengobatan alternative yang digabungkan dengan pengobatan modern, mereka terus berusaha memperbaiki teknologi pengobatan tetapi tetap mempertahankan penggunaan pengobatan alternative bahkan menerapkannya dengan lebih intensif: dokter dokter di China diharuskan menulis resep herbal, mahasiswa kedokteran diberi mata kuliah pengetahuan herbal dan mata kuliah penulisan resep herbal, juga terus menerapkan cara pengobatan alternative seperti akupuncture, akupresure, massage, dll.

Negara China merupakan negara yang paling rajin dalam menghimpun (menggali, mencatat) obat herbal warisan leluhur mereka. Mereka berhasil membuat catatan ribuan resep herbal. Dan dalam menjaga kelestarian resep herbal ini, ada begitu banyak ahli peracik obat (Shinshe) yang sudah bekerja secara turun temurun, mereka inilah bagian dari pelestari resep herbal itu, mereka menyimpan bahan-bahan, meracik, meneruskan ilmu mereka kepada anak keturunan mereka.

China punya catatan lebih dari 12.000 bahan herbal yang dipakai dalam pengobatan alternativ (traditional healer), mereka punya banyak ahli peracik herbal (shinshe), pabrik-pabrik mereka memproduksi berbagai jenis obat herbal untuk berbagai macam penyakit, mereka menerapkan pengobatan herbal kedalam sistem kesehatan mereka, menerapkan pengobatan alternativ, para dokter menulis resep herbal untuk berbagai penyakit, dan terus memperharui teknologi pengobatan modern mereka. Banyak pejabat dari Indonesia yang berobat sampai ke China karena sistem pengobatan mereka yang terlihat lebih baik. China mengekspor bermacam obat herbal ke mancanegara, dan setelah pembatasan oleh Komisi Kesehatan Uni Eropa maka penjualan obat herbal itu menurun.

Dari literature yang saya baca, di Uni Europa dikenal obat herbal dari China dan India, obat herbal dalam berbagai bentuk (sudah dikemas atau masih bahan mentah) dari kedua negara itu saja yang banyak beredar. Kemudian pemerintah China bekerja sama dengan Republic Of Moldova membangun the Chinese Traditional Medical Cente yang berhasil diselesaikan di tahun 2013, China juga melakukan kerjasama dengan The Kyrzygstan dalam pembangunan industri farmasi berbahan herbal. Kyrzigstan juga membuat kerjasama dengan perusahaan Adjanta-Pharma dari India membangun industri farmasi dengan produksi sebanyak 70 jenis obat, dalam bentuk tablets, racikan, ramuan siap minum dan bahan mentah herbal.

Di bagian benua yang lain, di Amerika Latin juga ada gerakan mengedepankan herbal, pengobatan alternativ, penggunaan obat tradisional. Dalam rangka menjaga kelestarian pengobatan alternative, ada sekelompok penyembuh alternative (shaman, penyembuh rakyat, folk healer) dari suku Matsés di sekitar sungai Amazone (di kawasan Brazil dan Peru) berkumpul dan menuliskan informasi tentang traditional medicine, penyembuhan (cara) alternative, tanaman obat, mantra, dlsb, menjadi satu buku The Matsés Traditional Medicine Encyclopedia setebal 500 halaman, ditulis dalam bahasa mereka agar pengetahuan itu bisa diteruskan kepada para penyembuh yang baru belajar dan hanya ditulis dalam bahasa mereka agar tidak dicuri oleh orang luar seperti yang pernah terjadi di waktu yang lalu.

Dengan buku encyclopedia ini dapatlah diajarkan kepada masyarakat setempat akan adanya banyak tanaman obat didalam hutan, dan dengan kesadaran masyarakat akan kebutuhan akan tanaman obat diharapkan masyarakat mau menjaga keberadaan hutan tropis disana dari penghancuran.

Amazon tribe creates 500-page traditional medicine encyclopedia

Para ahli pengobatan alternative telah menginisiasi pembuatan buku encyclopedia, dan pemerintah Brazil juga menetapkan penggunaan herbal medicine dalam sistem kesehatan masyarakat. Brazil memiliki hutan tropis dengan sejumlah besar species tanaman yang dapat dijadikan tanaman obat. Dengan penetapan penggunaan herbal medicine, penyebaran pengetahuan akan tanaman obat yang ada di hutan, raktyat diajak untuk menjaga hutan mereka.

BRAZIL: Public Health Embraces Herbal Medicines

Bagaimana dengan Indonesia?

Sebelum kita berbicara soal herbal di Indonesia, kita buat rekapitulasi tentang herbal di dunia: herbal sudah dikenal sejak 5000 tahun yang lalu, catatan penggunaan sekitar 2500 tahun yang lalu seperti di Mongol, China punya catatan lebih dari 12.000 obat alternative, China menerapkan penggunaan obat alternative dalam sistem kesehatan rakyat mereka, China memproduksi sekitar 5000 obat alternative, di Eropa dikenal obat alternative dari China dan India, banyak orang di Eropa yang sebenarnya lebih suka menggunakan obat herbal daripada obat konvensional, Komisi kesehatan Uni Eropa sejak 2004 (2011) melarang penggunaan atau penjualan obat alternative, China melakukan kerjasama pembangunan the Chinese Traditional Medical Cente di Moldova dan Kyrzigstan, China dan India bekerja sama dengan Kyrzigstan, Brazil menerapkan penggunaan obat alternative di dalam sistem kesehatan masyarakat mereka, para dukun suku Matsés di Brazil dan Peru membuat buku ‘The Matsés Traditional Medicine Encyclopedia’. Dari artikel Traditional Medicine di Wikipedia disebutkan adanya praktek penggunaan traditional medicine seperti Ayurveda (India), Siddha medicine, Unani, Iranian medicine, Irani, Islamic medicine, Chinese medicine, Korean medicine, acupuncture, Muti, Ifá, dan traditional African medicine. Di banyak negara herbal disebut sebagai food supplements, 80% penduduk Afrika yang menggunakan traditional herbal medicine, ada beberapa negara yang memasukkan traditional herbal medicine kedalam sistem kesehatan mereka. Nilai pasar dunia obat alternative ini sekitar US$60miliar. Riset herbal intensif dilakukan di China, India, Nigeria, America Serikat (USA), WHO dan industri farmasi. Di Amerika, riset lembaga National Center for Complementary and Alternative Medicine telah menghabiskan sekitar US$33juta di tahun anggaran 2005; dan di tahun 2004, lembaga National Cancer Institute menyatakan telah menghabiskan hampir US$89juta untuk mempelajari penggunaan terapi traditional untuk menghadapi kanker. Di Afrika dilakukan uji coba penggunaan herbal untuk melawan HIV-AIDS. Industri farmasi Novartis di tahun 2006 menganggarkan lebih dari US$100juta untuk mempelajari traditional medicine yang dilakukan di Shanghai … dan banyak lagi usaha internasional terkait traditional medicine (pengobatan alternative).

… lalu bagaimana dengan Indonesia???

  • Adakah kita mempertahankan herbal yang kita punya, menerapkan penggunaan herbal dalam sistem kesehatan rakyat Indonesia?
  • Adakah kita punya obat herbal warisan LELUHUR?
  • Apakah kita telah menjaga warisan LELUHUR itu, menyimpannya di tempat terhormat, menjaga setiap resep itu?
  • Apakah kita peduli akan obat obat herbal itu atau dibiarkan lenyap tak berbekas?
  • Sudahkah kita mengumpulkan pengetahuan pengobatan alternative warisan leluhur itu, menggalinya, menterjemahkannya dan mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat?

… atau hanya sekedar mengurus pengobatan konvensional dengan obat konvensional saja!?

Potensi Herbal di Indonesia

Kita punya lahan yang begitu luas dengan iklim yang hampir sama sepanjang tahun, matahari bersinar sepanjang tahun, hujan turun hampir sepanjang tahun, hutan tropis ada di banyak pulau, keragaman hayati terbesar di dunia, kita punya begitu besar keragaman tekstur alam dengan berbagai ragam temperatur, keragaman kelembaban daerah, keragaman komposisi tanah, keragaman laut dan pantai, dst. Jelas sekali, kita punya potensi kepemilikan obat herbal yang sangat besar. Kita lihat ke Brazil, alam kita mirip Brazil, mereka punya banyak tanaman obat, mereka menggunakan obat alternative dalam sistem kesehatan mereka, kita punya tanaman obat yang paling tidak sama banyak seperti Brazil dan mungkin lebih banyak, dan yang pasti lebih banyak dari negara manapun di dunia ini. Mungkin kita boleh sedikit sombong atas karunia yang kita miliki … tapi, apakah potensi ini telah kita gunakan dengan benar!?

Herbal, Warisan leluhur

Lalu kita lihat ke masa lalu, budaya Leluhur sudah tinggi pada masa ribuan tahun yang lampau, di situs Gunung Padang malah sudah terlihat peradaban maju dari masa 10ribu tahun yang lalu, itu masa yang jauh lebih tua dari masa kejayaan Mesir dengan pyramida Giza (2500 tahun SM), lebih tua dari masa kejayaan dari situs Goebekli Tepe di Turki yang ber-usia 9000-9500 tahun lampau. Lihatlah kawasan (situs) Gunung Padang yang dikatakan berada pada kurun waktu antara 10ribu-25ribu tahun yang silam, terlihat dari hasil penelitian dimasa itu disana sudah ada masyarakat yang berbudaya tinggi sementara pada kurun waktu yang sama masyarakat di daerah lain masih jauh dari keberadaban.

Sampai dengan masa 500 tahun yang lalu, agama leluhur yang dianut kebanyakan Hindu (Shiwa – Budha), mereka punya ‘WELAS ASIH’ yang tinggi, mereka sudah berbudaya tinggi, jelas mereka pasti menggunakan berbagai sumber alam sebagai alternative medicine, mereka punya berbagai terapi pengobatan alternative termasuk punya doa – mantra untuk pengobatan, dan mereka menggunakan primbon (encyclopedia) ataupun catatan (lontar, lembaran kulit, dll) yang dapat dipakai sebagai patokan untuk menghadapi berbagai situasi keadaan termasuk masalah kesehatan waktu itu. Kemanakah (dimanakah) record (catatan) herbal itu!?

Memang ada banyak primbon, ada banyak catatan di berbagai daerah, ada serat Centhini ada cerita lisan penggunaan herbal yang disampaikan dari orang tua kepada anak anak mereka secara turun temurun, tetapi adakah lembaga negara terkait kesehatan sudah membuat database soal herbal, soal pengobatan alternative, soal terapi pengobatan, soal mantra dan doa yang menjadi warisan leluhur itu!?

Ataukah karena pergantian kekuasaan berdasarkan agama di masa 500 tahun yang silam banyak buku buku kuno, primbon, catatan, pelaku folk healer, pelaku traditional healer itu dihilangkan? Karena dianggap bertentangan dengan apa yang dianut oleh penguasa waktu itu, dianggap aliran sesat, dianggap musrik, dianggap berbahaya karena terkait dengan agama lama?

Sungguh aneh, dunia mengenal herbal China, India, Iran, Afrika, Korea dll tetapi tidak mengenal herbal Indonesia, padahal kita punya potensi ‘terbesar’ bahan herbal, kita dulu, dulu, pada masa 10ribu tahun SM sudah berbudaya tinggi sementara daerah lain saat itu masih belum memiliki keberadaban, tentu negeri atau kerajaan atau masyarakat saat itu sudah juga punya sistem kesehatan yang MAPAN! yang tentu saja berbasis herbal, karena waktu itu tidak ada industri farmasi, semua dari alam. Dan pasti pengetahuan akan herbal itu sudah diwariskan turun temurun, per lisan ataupun tertulis. Kenapa sekarang Indonesia tidak ada dalam daftar WHO sebagai pemilik atau pengguna herbal terbesar di dunia!? Apakah karena semua catatan itu telah dihancurkan, telah dibakar, dicuri, di’tiada’kan karena ketakutan akan sejarah masa silam!?

China punya catatan sekitar 12ribuan jenis obat alternativ, Mongol dikatakan punya sejarah herbal lebih dari 2500 tahun, Nusantara punya budaya yang tinggi di masa 10ribu tahun lalu, seharusnya paling tidak kita punya catatan seperti China atau lebih banyak lagi … kemanakah catatan itu? Apakah hilang begitu saja, atau dihancurkan pada 500 tahun yang lalu, dihancurkan karena dianggap catatan orang kafir, musrik tidak beragama? Atau kita yang malas untuk mendokumentasikan, mengarsipkan, menyimpan semua catatan itu?

Apakah herbal dianggap tidak bernilai???

Belanda telah menjajah Indonesia selama 350 tahun, melalui VOC mereka menguasai perdagangan rempah-rempah (herb), dan dari hasil perdagangan rempah-rempah ini mereka berhasil membangun negara mereka. Dari posisi nieder-land atau tanah rendah, berada dibawah permukaan air laut menjadi sebuah daratan sehingga menjadi negara Belanda. Itu hasil dari berdagang rempah-rempah, mereka berhasil membangun negaranya, padahal cuma berdagang rempah-rempah sebagai bumbu masak! Bayangkan kalau kita bisa memperdagangkan berbagai herbal yang ada di Indonesia ke mancanegara … bayangkan juga saat ini tidak hanya rempah-rempah yang bisa diperoleh dari alam, ada berbagai sumber tambang berharga, kemanakah hasil penyedotan dari berbagai tambang itu!?

Kenapa kita tidak berusaha mengelola potensi herbal yang kita miliki?

Kenapa kita lebih banyak dicekoki dengan obat konvensional?

Kenapa sistem kesehatan rakyat tidak menggunakan pengobatan alternative (herbal) yang kita miliki dalam jumlah tak ternilai itu tetapi menggunakan obat artificial konvensional yang penuh risiko, ada yang ber-racun, menyehatkan sekaligus menyusahkan sementara China dan Brazil bisa menerapkan pengobatan alternative didalam sistem kesehatan rakyat mereka?

Kenapa di negeri ini pamong terkait lebih menerapkan pengobatan konvensional daripada pengobatan alternative?

Untuk menjawab pertanyaan itu, saya coba ungkapkan:

  • bukan masalah GREEDY yang berperan dalam hal pemaksaan penggunaan obat konvensional yang sekaligus menolak penggunaan obat tradisional TETAPI lebih ke arah penolakan akan adanya karunia YMK kepada manusia dalam bentuk obat alami (tradisional),
  • bukan masalah adanya MAFIA farmasi yang ingin mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dari konspirasi para pamong pemerintahan dengan para pelaku bisnis farmasi TETAPI karena ada banyak manusia yang menolak kasih sayang dari YMK dan lebih memilih mendekat kepada iblis dan setan dalam mengejar nafsu perut dan nafsu bawah perut mereka,
  • yang lebih parah, banyak orang terutama mereka yang menjadi pamong, punya kedudukan (jabatan) sebagai penentu kebijakan terutama dalam hal kesehatan, tidak pernah PERCAYA kepada LELUHURnya yang pada ribuan tahun yang silam telah memiliki banyak obat tradisional, orang-orang ini, entah karena salah agama yang dianut atau salah paham dalam menjalankan agama mereka yang sudah benar atau memang sekedar mengejar NAFSU,
  • yang paling parah, banyak yang menolak adanya ‘KESAKTIAN’ leluhur dalam hal pengobatan alternativ karena penolakan akan existensi budaya agama kepercayaan leluhur yang sudah ada ribuan tahun yang lampau. Penolakan itu berakibat pada penghancuran budaya lama yang sudah ada berikut dengan berbagai buku yang ada termasuk buku-buku catatan pengobatan alami.

Padahal:

YMK memberikan kasih sayang dalam bentuk penciptaan yang seimbang, semua telah disiapkan termasuk adanya virus, bakteri dan penyakit … maka sudah barang tentu disiapkan olehNYA berbagai obat untuk menghadapi berbagai penyakit itu. YMK tidak menunggu sampai ada PABRIK FARMASI untuk menusia menghadapi berbagai penyakit yang ada. Obat-obat-an sudah tersedia dalam berbagai tanaman, mineral, atau hal lain yang merupakan ciptaanNYA.

YMK sudah menciptakan alam semesta sejak jutaan tahun yang lampau, keberadaan TUHAN, ALLAH atau sebutan lain itu bukan baru ada pada 2000 tahun atau 1500 tahun yang lalu, tetapi sudah lebih lebih jauh dari itu! LELUHUR pasti percaya kepada YMK, mereka menerima akan adanya YMK, menerima akan adanya segala ciptaanNYA, mereka mengelola dan mengolah alam sedemikian rupa agar diperoleh keseimbangan dalam kehidupan mereka di masa itu, mereka cari (siapkan) berbagai obat dari alam karena mereka punya rasa ‘WELAS ASIH’ atau sekarang disebut ‘KASIH-SAYANG’, karena itulah SIFAT utama YMK, Yang MAHA Pengasih dan Yang MAHA Penyayang.

Sebetulnya masih ada banyak hal yang bisa dituliskan dalam hal suatu negara, suatu masyarakat menentukan menggunakan obat tradisional dari alam yang ASLI karya cipta YMK yang disediakan olehNYA untuk menjaga keseimbangan kehidupan umat manusia atau menggunakan obat artificial (konvensional) buatan pabrik farmasi itu.

Memang obat tradisional tidak 100% benar dan obat konvensional tidak 100% salah. Pilah pilih lah, ambil yang terbaik dan buang yang jelek, lakukan penelitian, jagalah alam dan lingkungan dengan baik dan benar karena disanalah tersimpan berbagai obat alami.

Rasa Kasih dan rasa Sayang lah yang menentukan yang terbaik bukan GREEDY (kerakusan, ketamakan)!

Adakah nilai positif dalam penggunaan obat tradisional dari alam?

Ada begitu banyak nilai positif dari pengelolaan alam, dalam pengolahan obat dari alam:

  • ada banyak jenis pekerjaan yang dapat ditimbulkan dalam kegiatan pengelolaan alam dan pengolahan obat dari alam, ada banyak petani tanaman obat, ada banyak penjaga hutan, ada banyak pencari tanaman obat di hutan, ada banyak pengepul yang mengumpulkan panen tanaman obat dari petani ataupun dari pencari tanaman obat di hutan, ada banyak pekerja persiapan dari bahan mentah menjadi setengah jadi, ada pekerja managemen, ada pekerja pengangkut hasil panen (hutan), ada pekerja peracik bahan setengah jadi menjadi bahan jamu atau obat herbal, ada pekerja pengepakan, dan lain sebagainya …
  • ada begitu banyak orang yang bisa ikut serta dalam kegiatan penyediaan obat herbal, padat karya, dari hulu ke hilir,
  • ada orang yang bekerja sebagai pengawas, sebagai pembimbing, sebagai penyedia perlengkapan industri herbal, ada yang bekerja di managemen pemasaran, bekerja di bagian promosi, dlsb …
  • ada banyak yang bekerja di penelitian (kalau memang sudah sadar dan mau meneliti!), ada teknisi permesinan, ada yang di bagian support (IT, komunikasi) dlsb …
  • ada banyak yang menjadi penjual herbal di pasar, di supermarket, di warung herbal racikan, di warung jamu siap minum, dlsb …

Ada begitu banyak kesempatan kerja yang bisa dibangun dari kegiatan ini untuk jangka waktu yang panjang kedepan.

Benarkah ada manfaat dari herbal?

Dari http://umm.edu/health/medical/altmed/treatment/herbal-medicine, herbal bisa digunakan untuk menyembuhkan [asthma, eczema, premenstrual syndrome, rheumatoid arthritis, migraine, menopausal symptoms, chronic fatigue, irritable bowel syndrome, and cancer] dan dari pengamatan saya sendiri (15 tahun penelitian pete dan 5 tahun sosialisasi terapi pete) saya bisa menambahkan kemampuan herbal (buah pete dan kulit pete) untuk menyembuhkan asam urat (gout), ostheoporosis, trauma otot (saraf), lumpuh karena pasca stroke, hipertensi, migren, sakit jantung, sakit ginjal, Diabetes mellitus (dan kawan-kawan-nya!), lemah syahwat (impotensi, erectile dysfunction = ED atau DE = Disfungsi Ereksi), menambah stamina / power, diaree, muntaber, chikunguya, dan banyak lagi. Link ke buku Terapi Pete V7: https://drive.google.com/open?id=0B_8eHNuflTi8SGhKYUlkaWZ6dE0

Dari pengamatan/penelitian selama 20 tahun dari buah (pete) kita bisa mencapai ‘Kesehatan, Kehidupan, Kebahagiaan dan Kesejahteraan’, padahal kita punya puluhan ribu atau ratusan ribu jenis tanaman lain yang siap untuk diteliti, dicari manfaatnya, dicari resep (portion), dicari bahayanya, diolah, dikemas, dijual ke mancanegara, dan saat ini sudah ada begitu banyak tanaman obat yang sudah dipasarkan dalam berbagai bentuk dan kemasan, tinggal bagaimana memasukkan herbal itu kedalam sistem kesehatan kita, untuk menjaga kesehatan (preventif), untuk meningkatkan stamina/power, untuk menyembuhkan, untuk menambah kebahagiaan rumah tangga dan pastinya akan membawakan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

Apakah yang perlu dilakukan untuk mengangkat potensi BUMI PERTIWI?

Untuk bisa mendapatkan berbagai obat herbal yang bisa digunakan dalam sistem kesehatan rakyat Indonesia dan tentu bisa dijual ke mancanegara, kita membutuhkan banyak kerja keras, kita butuh penelitian berbagai tanaman obat agar bisa diketahui manfaatnya, portion (resep), batasan penggunaan, bahayanya, campuran (racikan) dengan herbal yang lain untuk mendapatkan kemampuan pengobatan yang sesuai. Diperlukan uji klinik untuk setiap herbal itu, dilihat dicatat dan dimodifikasi agar mendapatkan keamanan bagi orang banyak. Diperlukan penelitian bagaimana membudidayakan berbagai tanaman obat agar terdapat kemampuan pengadaan tanaman yang berkelanjutan bukan mengambil yang liar di alam, panen yang menjaga kelestarian alam, bagaimana menyiapkan bibit tanaman, bagaimana menjaga pertumbuhan tanaman obat, mencari berbagai penyakit tanaman itu dan mencari pencegahan atau penyembuhan tanaman dari serangan penyakit, mencari lokasi yang cocok untuk tanaman tertentu, dlsb. Diperlukan penelitian bagaimana memindahkan tanaman obat, mendistribusikan produk herbal baik ke pelosok Indonesia maupuan ke mancanegara dengan baik dan aman.

Kemudian, diperlukan persiapan orang-orang yang akan membimbing para petani, rakyat sebagai pemburu (pengumpul) tanaman obat liar, pembimbing operasional pengolahan, pembimbing managemen, dlsb. Selanjutnya disiapkan kelas-kelas bimbingan bagi petani, para calon pekerja dalam berbagai tingkatan pekerjaan pengolahan tanaman herbal, kelas bimbingan peracikan herbal, kelas bimbingan penjualan herbal siap minum atau konsumsi (warung jamu, a’la shinshe), kelas bimbingan dan pelatihan terapi alternativ (akupressure, massage, bekam, dll), dlsb. Diperlukan sarana prasarana lain untuk pemasaran dalam negeri dan ke luar negeri, dll.

Jangan ketinggalan, kita perlu ahli bahasa Jawa kuno (sansekerta), ahli bahasa daerah di Indonesia, ahli sejarah, dan berbagai ahli terkait untuk menggali warisan kekayaan LELUHUR Nusantara yang tersebar di seluruh Indonesia, kumpulkan semua buku-buku, primbon, lontar, serat dlsb itu, jadikan satu database primbon nasional dalam bahasa Indonesia. Cetak primbon nasional itu, jual di toko buku, taruh di setiap perpustakaan daerah, dan upload ke homepage Herbal Indonesia, juga ajarkan di sekolah dan universitas. Siapkan mata kuliah herbal, mata kuliah persiapan atau peracikan herbal, mata kuliah penulisan resep herbal, dll.

REVOLUSI MENTAL

Herbal, tanaman obat, pengobatan tradisional bisa menjadi satu point penting dalam REVOLUSI MENTAL, dimana banyak orang bisa ikut bergabung dalam sistem pengolahan herbal nasional, dalam pengadaan obat herbal untuk digunakan dalam sistem kesehatan rakyat Indonesia, banyak perubahan perilaku rakyat dilakukan/dicapai dalam berbagai kegiatan bimbingan tersebut diatas, banyak orang akan mendapatkan pekerjaan, terjadi perubahan wawasan/wacana dalam mensikapi alam lingkungan, dalam memandang BUMI PERTIWI, banyak yang mendapatkan manfaat (kesehatan, kehidupan, kebahagiaan), mendapatkan kesejahteraan. Maaf, bukan seperti yang dilakukan seorang MENKO yang hanya menampilkan dirinya minum jamu lalu mengatakan inilah Revolusi Mental.

DASAR PEMIKIRAN, MORAL dari tulisan ini:

Saat melihat orang lain sengsara dalam menghadapi masalah kesehatan mereka, dengan biaya perawatan dan pengobatan yang cukup tinggi saat ini, diperlukan rasa KASIH antar manusia. Kehadiran rasa Kasih inilah yang membawa kepada kepedulian banyak orang, seperti juga para LELUHUR dulu yang melakukan pencarian obat herbal, yang melakukan pencatatan, menuliskan primbon, serat, yang menyampaikan resep herbal dari orang tua kepada anaknya turun temurun. Tanpa rasa Kasih, akan terjadi pembiaran pembiaran, ketidak-pedulian satu sama lain, keacuhan pamong pemerintah terhadap penderitaan rakyat, ketidak-hadiran kebijakan yang mengatur kesehatan ataupun kesejahteraan rakyat. Adanya rasa Kasih inilah yang mendorong penelitian dan pengamatan saya selama 20 tahun sampai mendapatkan satu terapi pete.

Dengan kehadiran rasa KASIH berarti seseorang punya rasa CINTA kepada YMK, ada rasa hormat kepada YMK, ada rasa menghargai akan karya ciptaNYA, yaitu tanaman obat (herbal). TANPA RASA KASIH, maka sebenarnya orang itu TIDAK PUNYA RASA CINTA kepada YMK … kalaupun orang itu beragama, hanya sekedar RITUAL belaka.

Biasanya, bila orang punya rasa KASIH, maka dia juga akan punya rasa SAYANG, rasa SAYANG kepada alam dimana dia dan manusia lainnya (umat dunia) itu berada, maka orang itu akan berusaha menjaga agar alam – lingkungan berada dalam keseimbangan, tidak merusak alam, menjaga proses alam itu berjalan seperti seharusnya, tidak merusak alam, tidak mengganggu proses alam, dst. Sebagai contoh: seseorang yang punya sebidang (lahan) tanah, maka dia tidak akan membangun seluruh lahan itu, tidak menutup seluruh lahan itu, dia akan membiarkan air hujan meresap di lahan bagian dia, karena itulah proses yang alami, dia tidak akan membiarkan seluruh air hujan itu mengalir ke jalanan, mengalir ke tanah yang lebih rendah kemudian menggenang disana menjadi banjir.

Tetapi orang yang tidak punya rasa SAYANG, dia akan menguasai seluruh lahan yang dia katakan hak milik itu, … [padahal! … kapan orang itu bertransaksi jual beli lahan dengan SANG MAHA PEMILIK ALAM SEMESTA!?] … orang itu akan menutup seluruh lahannya, dijadikan bangunan, dibeton, difloor, kemudian saat air hujan turun, tidak ada secelah lubang pun bagi air hujan itu untuk meresap kedalam tanah, air mengalir ke parit pembuangan, mengalir menuju daerah yang rendah, menjadi genangan dan banjir. MAKA orang yang tidak punya RASA SAYANG itu sebenarnya TIDAK PUNYA RASA KASIH … dan orang yang TIDAK PUNYA RASA KASIH, jelas TIDAK PUNYA RASA CINTA kepada YMK … orang itu tidak beragama, kalaupun beragama cuma RITUAL … sebenarnya orang itu lebih bisa disebut sebagai ATHEIS karena tidak peduli kepada YMK, mengangkangi karya cipta YMK.

Seseorang yang beragama baik dan benar akan menjalankan CKS, Cinta Kasih Sayang.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua, mohon dimaafkan bila ada kata-kata yang tak berkenan di hati, tapi cobalah resapi dengan penuh Cinta Kasih Sayang … akan ada pencerahan di hati.

SALAM CKS

Jakarta, 5 Agustus 2015

Bambang Subaktyo EDV.F.T.