Kasih Sayang dan Terapi Pete

Kasih Sayang dan Terapi Pete

Cover Pete - Terapi Pete Kasih Sayang

Lihat videonya: Terapi Pete dan Kasih Sayang (Welas Asih)

Tuhan YMK menciptakan segala sesuatu dalam keseimbangan, menciptakan alam semesta, menciptakan berbagai mahluk, berbagai binatang, tanaman, mineral, bakteri, virus dan penyakit … TENTU SAJA penawar untuk berbagai penyakit itu sudah disediakan.

Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang mempersiapkan segala sesuatu demi kebaikan bagi semua ciptaanNYA. Berbagai mata rantai kehidupan telah disiapkan sedemikian rupa untuk menjaga keseimbangan kehidupan semua ciptaanNYA.

Adanya Kasih Sayang dalam diri manusia akan mendorong manusia untuk saling bantu membantu satu sama lainnya. Manusia dengan Kasih Sayang tidak egois hanya memikirkan dirinya sendiri, tidak hanya memikirkan dirinya dan keluarganya saja, tidak juga hanya memikirkan dirinya dan kelompoknya saja, tetapi akan peduli kepada setiap orang tanpa membedakan keluarga, kelompok, partai, golongan, etnis, suku, bangsa, agama ataupun tingkat ekonomi orang lain. Apalagi bila orang itu menjadi pemimpin suatu kelompok, suatu lembaga, suatu bangsa (negara), maka orang itu akan peduli kepada setiap anggota, setiap warga dari kelompok/lembaga/negara yang dia pimpin.

Jangan sampai sang pemimpin hanya memikirkan dirinya sendiri, takut akan ancaman kesehatan dirinya pribadi tapi tak peduli akan kesulitan yang dihadapi warganya, seperti pemimpin yang lalu, yang pernah ada, dia kemana-mana membawa mobil ambulance dalam konvoi kendaraannya. Membawa mobil khusus yang berisi dokter pribadi, suster-perawat, peraLatan canggih penopang kehidupan, obat-obatan khusus pribadi … tapi … warganya dibiarkan menderita dalam kesusahan, dalam kehidupan yang tak ada kepastian, dalam menghadapi biaya perawatan kesehatan yang lumayan besar dan memberatkan bagi rakyat kebanyakan.

Pemimpin yang demikian itu … tidak kenal Kasih Sayang!

Kasih Sayang yang ada, telah mendorong munculnya pengobatan dengan terapi pete, menggunakan pete yang mudah diperoleh dimanapun juga di Indonesia, tersedia sepanjang waktu, hanya perlu direbus, dikonsumsi selama beberapa hari (minggu) maka bermacam penyakit pun GOOD BYE!

Selanjutnya, setiap orang yang telah mendapatkan keberhasilan dalam pelaksanaan terapi pete, terdorong untuk meyebarkan terapi ini kepada warga di lingkungannya. Terapi pete disebar-luaskan sebagai tampilan dari rasa Kasih Sayang orang-orang itu.

Kasih Sayang memunculkan Terapi Pete, Terapi Pete memunculkan Kasih Sayang

Pete hanya satu dari sekian ribu obat herbal yang ada di Indonesia. Indonesia punya potensi sebagai penyedia obat dari tanaman untuk dunia, kita bisa menjual obat herbal ke mancanegara. Potensi yang terbesar di dunia itu bisa disiapkan menjadi program padat karya bagi rakyat Indonesia.

Keberadaan Kasih-Sayang yang akan membuka kotak pandora rahasia obat/pengobatan leluhur itu. Ketiadaan Kasih-Sayang tidak akan pernah membawa kita ke kotak itu.

Hanya pemimpin dan orang-orang yang punya Kasih-Sayang yang akan bersedia melakukan penggalian rahasia obat/pengobatan leluhur itu … bukan demi popularitas pribadi, bukan demi keuntungan ekonomi, tetapi demi Kesehatan, Kehidupan, Kebahagiaan dan Kesejahteraan orang banyak, rakyat Indonesia.

Jakarta, 1 Oktober 2017

TEXT & NARASI versi lengkap Terapi Pete dan Kasih Sayang (Welas Asih)

 

SIAPA BILANG TERAPI PETE HOAX!?

SIAPA BILANG TERAPI PETE HOAX!?

Baca text lengkap di Ada Yang Bilang: Terapi Pete HOAX
Lihat videonya Siapa Bilang Terapi Pete Hoax

Cover Terapi Pete Hoax #8

Ada beberapa tulisan di MEDSOS yang menyatakan TERAPI PETE HOAX! MANFAAT PETE HOAX! KHASIAT PETE HOAX!

Ada yang berusaha mempengaruhi orang banyak:

  • agar tidak percaya kalau pete bermanfaat
  • bahwa pete tidak ada khasiatnya
  • agar warga tidak percaya herbal terutama pete
  • agar tidak menggunakan terapi pete
  • agar orang menggunakan obat lain selain pete.

Kemungkinan besar tulisan itu hasil kerja JOKI bayaran yang tidak ingin dagangan mereka merosot karena hadirnya herbal terutama terapi pete.

Omzet dagangan mereka setahun sekitar 50-60 triliun, sekitar 40% dari nilai itu dijadikan bancakan oleh orang/lembaga terkait. ASIIIK kan!? Siapa yang mau kenikmatan itu berhenti karena hadirnya herbal termasuk hadirnya terapi pete. Jadi, segala cara akan dilakukan agar warga tidak percaya kepada herbal terutama pete!

Padahal negara-negara di dunia sudah kembali ke obat herbal (OH) dan cara pengobatan kuno (CPK), bermacam OH dan CPK dari India (Ayurveda), China (TCM), Brasil, dan bermacam OH dari setiap negara kembali dihidupkan … sementara kita di Indonesia dengan potensi OH yang mungkin terbesar di dunia malah ingin menjauhkan diri dari OH, banyak yang ingin menghancurkan reputasi OH, ada yang melepaskan berita-berita HOAX tentang pete, dan lembaga berwajib terus membiarkan berita-berita ketidak-benaran OH!

Muncullah HOAX tentang pete. Terapi Pete Hoax, Manfaat Pete Hoax, Khasiat Pete Hoax!

Tidak sulit untuk menerka siapa yang ingin meng-HOAX-kan OH, menjelek-jelekkan OH dan terutama menegativekan PETE, TERAPI PETE!

Ada 2 orang ahli kesehatan yang mengatakan OH itu tidak baik, tidak benar, berbahaya, dst. Kegelisahan mereka sangat jelas, ketakutan mereka juga jelas, bancakan mereka terancam dengan hadirnya OH, dengan adanya Terapi Pete!

Kalau ada yang masih ragu dengan herbal, tidak percaya dengan terapi pete, masih ingin bertahan dengan obat konvensional, silahkan saja … itu pilihan setiap orang … tidak ada paksaan, tidak ada keharusan untuk menggunakan herbal apalagi menggunakan terapi pete … setiap orang bebas menentukan obat yang mana untuk kesehatan mereka, untuk kehidupan mereka.

Indonesia dengan potensi OH terbesar di dunia sebenarnya punya kesempatan besar mengelola OH yang masih merupakan harta karun tersembunyi, kita bisa menjadi penyedia OH bagi warga dunia, kesempatan besar tersedia di depan mata, peluang padat karya bagi rakyat Indonesia juga ada, peluang besar mendatangkan devisa juga ada … peluang untuk membangun kesejahteraan melalui OH jelas ada.

OH jelas bisa membantu rakyat Indonesia dalah hal KESEHATAN, KEHIDUPAN, KEBAHAGIAAN dan KESEJAHTERAAN. Jadi … apa lagi yang ditunggu, kenapa takut dengan OH!? Siapa sih yang takut dengan Obat Herbal!?!?!?!?

Jakarta, 23 September 2017

Serangan Jantung dan Stroke Mengancam Penderita Impotensi

Serangan Jantung dan Stroke Mengancam Penderita Impotensi

Lihat juga videonya: Serangan Jantung dan Stroke Mengancam Penderita Impotensi

Bahaya dibalik impotensi, bukan hanya ancaman serangan jantung atau stroke, ada banyak lagi.

Impotensi adalah ketidakmampuan pria untuk ereksi
ED: erectile dysfunction / DE: disfungsi ereksi … alias impotens!

Ada 3 posisi ED:

* ED mild: masih mampu, sesekali tidak mampu
* ED medium: sesekali mampu lebih sering tak mampu
* ED parah: tidak mampu ereksi sama sekali.

Penyebab ED

ED hadir disebabkan berbagai kemungkinan, fisik/psikis/lain:
* diabetes Mellitus (DM, kadar gula tinggi), hipertensi, penyempitan pembuluh darah, penyumbatan pembuluh darah, pengerasan pembuluh darah (atherosclerosis, hardening of the arteries), rendahnya kadar testosterone, kolesterol, dll
* ada yang disebabkan karena sakit jantung, rusaknya ginjal atau liver, dll
* stress, emosi, dll
* ada yang bilang, karena banyak merokok, dll.

Usia Penderita

Dulu, sekitar 40 tahun lalu ED menyerang pria diatas 50 tahun, dasawarsa demi dasawarsa berlalu, pria 40 tahun sudah ED, kemudian pria 30 tahun, kemudian pria 20 tahun dan sekarang pria remaja usia belasan tahun sudah ED.

Waspadalah!

Berhati hatilah dengan ED. kebahagiaan pasangan akan dipertaruhkan, kehidupan rumah tangga tergantung pada ED. Dalam waktu 3-5 tahun setelah ED hadir, serangan jantung atau stroke mengancam kehidupan Anda dan ada banyak ancaman lain.

Suami dengan ED berfikir dia tidak bisa ereksi karena sang istri sudah tidak menarik, dianggap gemuk tak sexy, sudah lecek kurang dandan tak mengurus diri, kurang perhatian dlsb. Maka sang suami bisa saja mencoba mencari kebangkitan di luar rumah dalam berbagai cara, mulai menggoda wanita lain yang lebih sexy lebih muda lebih menarik, mencoba ‘jajan sate’ sampai memelihara ‘kambing muda’, kawin siri, istri piaraan, sampai usaha berpoligami dengan diam-diam tanpa sepengetahuan istrinya.

Mungkin Anda (istri) kecewa dengan prestasi suami (pasangan) Anda dalam hal 4X4. Jangan buru-buru meninggalkan suami Anda dan mencari pria pengganti yang mungkin bisa memberikan kepuasan, karena pria lain belum tentu bebas ED bahkan pria yang jauh lebih muda sekalipun sudah berkemungkinan kena ED. Hal ini sudah diuraikan di bagian ‘Usia Penderita’ dimana pria remaja sudah ada yang terpapar ED! Jangan tergoda rayuan pria lain apalagi suami orang, karena pria tersebut bisa saja sedang mencari kebangkitan di luar rumah, mencoba bangkit melalui angan-angan padahal ED.

Kaum istri perlu waspada, bukan saja karena sang suami bisa mencoba bangkit di luar rumah, tetapi ada bahaya mengancam kesehatan sang suami, dalam 3-5 tahun sejak ED medium apalagi parah dia bisa kena serangan jantung atau stroke. Bila itu terjadi dan harus masuk rumah sakit, ada biaya perawatan yang akan membebani perekonomian keluarga. Dan bisa saja sampai harus operasi perawatan jantung bernilai ratusan juta rupiah. Bukan hanya itu, bahaya kematian juga mengancam.

Hadirnya ED memberikan gambaran adanya penyakit kritis seperti DM, hipertensi, penyempitan & penyumbatan pembuluh darah, pengerasan pembuluh darah, kolesterol, sakit jantung, rusaknya ginjal atau liver, dlsb.

Pria sebagai pencari nafkah keluarga

Kalau sang pencari nafkah sampai terkena penyakit parah, meninggal atau cacad karena amputasi akibat DM tentu akan memberatkan kehidupan keluarganya.

ED bukan sekedar penyakit bagi sang pria, tetapi bisa merusak kehidupan keluarga, mengganggu keharmonisan rumah tangga, menggoyang perekonomian keluarga, dan bisa menyebabkan kematian.

Padahal ED bisa dengan mudah disembuhkan!!!

Rebuslah kulit pete, minumlah air hasil rebusan kulit pete. Lihat videonya:
* Kulit Pete sebagai Obat Impotensi, jangan buang kulit pete, itu obat mujarab

PERLU DIKETAHUI, saat ini diabetes Mellitus (DM) sudah menjadi GLOBAL DIABETES EPIDEMIC … sekitar 70% penderita DM akan kena ED … sekitar 70% dari yang ED akan berpindah alam lebih cepat.

Jadi WASPADALAH!!!

Jakarta, 14 September 2017

REFERENSI:

* WHO: Diabetes

* Global Diabetes Epidemic

* True impact of global diabetes epidemic is vastly underestimated

* Diabetes and Erectile Dysfunction

* Erectile Dysfunction Statistics

* How Many Americans Experience Erectile Dysfunction

* The prevalence and associations of erectile dysfunction in a South African male diabetic urban population

* Erectile Dysfunction and Your Age

* Young Men Lead Surge In VIAGRA Use

* A red flag for heart attack or strokes

* Der Penis ist die Antenne des Herzens

* Springer – Der Penis ist die Antenne des Herzens

* Der Penis ist die Antenne des Herzens

* Der Penis ist die Antenne des Herzens

* Der Penis – Antenne des Gefässsystems, 29. Juni 2011

* Why erectile dysfunction is emotionally painful for men

* Erectile dysfunction ‘linked to risk of early death’

* Men suffering with erectile dysfunction 70 per cent MORE likely to DIE prematurely

Masih banyak lagi referensi untuk masalah ED …

Kulit Pete sebagai Obat Impotensi, jangan buang kulit pete, itu obat mujarab

Kulit Pete sebagai Obat Impotensi, jangan buang kulit pete, itu obat mujarab

Lihat juga videonya: Kulit Pete sebagai Obat Impotensi

Mulai sekarang, bila memasak menu makanan berbahan pete, jangan buang kulit pete, rebuslah kulit pete. Air pete merupakan obat mujarab untuk mengobati impotensi, untuk menjaga kesehatan, dan tentu menjauhkan impotensi.

Informasi selanjutnya silahkan lihat di video tersebut.

Cara membuat AIR PETE:

Lihat di video tersebut atau di video ‘TERAPI PETE #1 Resep merebus pete dan kulit pete, obat jantung, ginjal, asam urat, dll‘. klik link dibawah.

Ambil kulit pete 1 lanjar
Gunting kulit pete selebar 5 – 10 mm
Rebuslah air sebanyak 400 ml sampai mendidih
Setelah air mendidih, masukkan guntingan kulit pete kedalam air mendidih
Rebuslah kulit pete selama 20 menit

Proses kebangkitan kembali bisa terjadi di keesokan pagi hari, pada banyak peserta kebangkitan itu bisa terjadi 6 – 10 jam setelah minum air pete.

Air pete diminum siang atau malam setelah cukup makan. Jangan minum air pete di pagi hari!

Inilah TAP atau Terapi Air Pete!

Demikianlah
Jakarta 9-9-2017

Lihat juga:
* TERAPI PETE #1 Resep merebus pete dan kulit pete, obat jantung, ginjal, asam urat, dll

* TERAPI PETE #2 Manfaat pete membersihkan tubuh dari toxin poison dirt

* Pete Berbahaya Jangan Makan Pete Mentah, dampak negative pete

* Buku Resep Terapi Pete v8

Buku versi English, sudah OLD, belum sempat diedit lagi … maaf
* Buku PeteTherapyEnglish

* Buku PETE4ImPOTENSIEnglish

KOMENTAR & SPAM

KOMENTAR & SPAM

Saya mohon maaf, komentar yang muncul di blog terpaksa saya acuhkan, karena ada banyak SPAM yang berusaha masuk ke blog. Sebagian SPAM umum dan sebagian lagi khusus mengarah ke terapi pete.

Sebagian pertanyaan yang muncul di komentar itu telah saya jawab langsung melalui email, tetapi sebagian lagi tidak mendapatkan kesempatan untuk dijawab.

Mohon maaf yang sebesar-besarnya dari mereka yang tidak terjawab selama ini.

PETE dan TERAPI PETE telah mengalami perjalanan panjang selama 22 tahun, pembuktian manfaat pete / terapi pete telah terbukti dalam penelitian secara EMPIRIS selama ini. Begitu banyak keberhasilan telah dicapai oleh banyak peserta selama masa sosialisasi yang berjalan sejak 2010/2011 … blog ini telah mendapatkan kunjungan cukup banyak, 2015: 107.442; 2016: 120.330; 2017: 78.694 … dari 90 negara.

Sudah banyak testimoni yang diberikan para peserta, ada yang tertulis, ada yang ada yang lisan langsung disampaikan kepada saya, ada yang disampaikan lewat perantaraan orang yang menularkan terapi ini kepada ybs.

Kebenaran kemampuan pete (terapi pete) sudah cukup valid. Uji coba tahap pertama selama 15 tahun dengan 20-30 orang peserta memberikan hasil yang memuaskan, kemudian berlanjut pada uji coba tahap kedua mulai 2010/2011 sampai hari ini, telah diikuti oleh begitu banyak orang (peserta).

Uji coba/penelitian telah berlangsung secara EMPIRIS, dimulai dari makan pete rebus dan atau minum air pete kemudian reaksi selama terapi berlangsung dan setelah terapi dijalankan dapat dilihat dan dirasakan oleh para peserta terapi pete.

Ada bermacam penyakit yang bisa dibantu-sembuhkan dengan terapi pete ini, dari asam urat, hipertensi, diabetes Mellitus, jantung, ginjal, ED (erectile dysfunction) atau DE (disfungsi ereksi) atau impotensi, paska stroke, trauma otot, rhematik, osteoporosis, lumpuh paska stroke … dll. Semua hasil itu bisa diperoleh peserta dalam waktu yang relatif cepat. Ada yang hanya butuh 4 hari, ada yang 7 hari, ada yang dalam 2 minggu, ada yang 3 – 4 bulan … tergantung kondisi kesehatan si peserta. Bila masih sehat, seminggu – 2 minggu sudah dapat dirasakan perbedaan di badan, untuk yang punya kompilasi penyakit bisa memerlukan 3 – 4 bulan terapi.

Jadi, kalau ada komentar SPAM untuk membuat citra negatif soal pete atau terapi pete, sudah tidak perlu dipermasalahkan lagi. Kalau para JOKI bayaran para mafia itu masih nekad juga … biarkan saja! Mereka bukan manusia yang beragama, tidak berTuhan, hanya mengejar profit dari permainan kata/kalimat busuk.

Perlu diketahui … jauh sebelum 1995 (awal penelitian) saya sudah mencari kemungkinan pengobatan menggunakan tanaman obat, rasa kasihan kepada orang banyak yang telah mendorong saya untuk mencari obat murah meriah dari bagian tanaman. Dulu, sang pemimpin negara ini dalam perjalanan darat kemana-mana selalu diiringi mobil ambulans khusus bagi dirinya, ambulans yang berisikan dokter ahli spesialis, perawat, obat-obat spesial, peralatan canggih … dan saya anggap kenyataan itu sebagai rasa minder dari orang tsb. Tidak percaya kepada sistem kesehatan yang dia rancang sendiri. Ditambah dengan undang-undang yang mereka persiapkan waktu itu, agar mereka (para pejabat) bisa berwisata kesehatan (pengobatan/perawatan) ke luar negeri dan biayanya ditanggung negara. Sementara rakyatnya tidak dipedulikan!!!

Saya berhasil mendapatkan obat murah meriah NDESOO yang disebut pete (Parkia speciosa) ini … proses persiapan sederhana, khasiatnya top, reaksinya relatif cepat … kurang apa lagi!? Kalau para JOKI bayaran itu tidak suka dengan kebenaran pete/terapi pete … masih ingin mengganggu blog ini … silahkan saja.

  • Kalau sakit jantung harus operasi akan butuh biaya sampai 300 juta rupiah, bandingkan dengan terapi pete 3 bulan, hanya akan menghabiskan dana kurang dari 500 ribu rupiah.
  • Kalau ED terpaksa melakukan ‘penile implant’ akan butuh dana antara 150 juta sampai 500 juta … cukup dengan terapi pete 2 minggu sudah bisa diatasi.
  • Kalau sudah kena DM parah, 70% kemungkinan ED, kemungkinan amputasi kaki bila terkena luka sampai membusuk … itu bisa diatasi/dihindari dengan terapi pete.

Untuk bisa HIDUP SEHAT BERBAHAGIA tidak perlu mahal … untuk bisa SEJAHTERA akan juga bisa dicapai orang banyak … dengan terapi pete.

Sejak postingan ini, komentar yang ada akan saya jawab langsung melalui blog, kecuali yang khusus akan ditindak-lanjuti melalui email.

Kalau ada yang butuh konsultasi terutama yang malu permasalahannya terbuka kepada umum, atau ingin segera dibalas silahkan kirim email ke subaktyo-at-gmail.com. Pertanyaan yang dikirim ke email itu akan muncul di HP saya, sementara komentar/pertanyaan yang lewat blog WordPress perlu extra dibuka melalui komputer.

Sekali lagi … mohon maaf sebesar-besarnya bila komentar/pertanyaan yang diajukan lewat blog telah terlewatkan selama ini.

 

Jakarta, 10 Juli 2017

Bambang Subaktyo

Email: subaktyo-at-gmail.com (gantilah -at- dengan @)

 

Cinta-Kasih-Sayang (CKS) dan Obat Herbal

Cinta-Kasih-Sayang (CKS) dan Obat Herbal

Adakah agama yang mengajarkan kedengkian, kebencian, kemarahan, peperangan, pembunuhan, permusuhan, perbudakan atau penindasan antar manusia?

Tidak akan ada yang mengaku kalau agama mereka mengajarkan kedengkian, kebencian, kemarahan, peperangan, permusuhan, pembunuhan, perbudakan atau penindasan. Bahkan kelompok (bangsa) yang sudah melakukan peperangan, penindasan, pembunuhan, perbudakan terhadap kelompok (bangsa) lain tetap mengatakan bahwa agama mereka tidak mengajarkan hal-hal negative itu. Mereka pasti mengatakan agama mereka adalah yang terbaik, penuh kasih sayang! cinta damai!

Semua agama pasti mengajarkan Cinta, Kasih, dan Sayang (CKS). Rasa Cinta dalam hubungan manusia dengan Tuhan, rasa Kasih dalam hubungan antar manusia, dan rasa Sayang dalam hubungan manusia dengan alam. Tidak hanya agama yang mengajarkan CKS, kepercayaan kepada YMK, atau agama lama, agama asli kedaerahan juga mengajarkan CKS.

Cinta kepada YMK membawa tanggung jawab, yaitu menerapkan kasih sayang, memberikan rasa kasih kepada sesama manusia tanpa perbedaan SARA, memberikan rasa sayang kepada alam lingkungan.

Rasa Cinta kepada YMK ditampilkan dengan menjalankan aturan ataupun ritual agama dengan penuh semangat dan penuh keyakinan. Rasa Kasih dan rasa Sayang akan mendorong kepada perilaku, sikap, pengambilan langkah dalam segala aspek kehidupan termasuk dalam saat membuat peraturan, perundang-undangan, hukum, kebijakan, keputusan dlsb.

Rasa cinta kepada YMK berjalan seiring dengan rasa kasih dan rasa sayang. Kalau hanya sekedar mengikuti aturan dan menjalankan ritual, tetapi tidak ada rasa kasih, cinta itu hanya sekedar cinta egois belaka, bagaikan cinta anak remaja yang belum tahu akan tanggung jawab.

Penerapan kasih sayang itu sesuai dengan posisi / jabatan seseorang. Semakin tinggi posisi sesorang dalam masyarakat, maka sebaran rasa kasih juga semakin luas, begitu juga dengan rasa sayang, semakin tinggi posisi maka sebaran rasa sayang juga semakin luas.

Bila para pengemban amanat rakyat itu punya kasih, maka berbagai kekayaan bangsa / negara akan sepenuhnya dipergunakan, dikelola, dipersiapkan untuk menunjang kehidupan rakyat untuk pencapaian kesejahteraan rakyat. Tetapi nyatanya, SDA diberikan kepada para ALIEN, hutan dengan potensi obat herbal malah dibiarkan dibabat, digunduli, ditanami produk mono-kultur, lautan yang luas dibiarkan dirampok oleh nelayan asing yang bekerja sama dengan para kolaborator oknum petugas, dll dlsb … sudah begitu lama bangsa – negara ini kehilangan kekayaannya, rakyat tidak menerima manfaat dari kekayaan negara ini, hanya memperoleh bagian dalam bentuk ROYALTI sebesar 1% selama 40 tahun lebih. Para oknum itu menjadi anggota ARISAN – BANCAKAN komisi hasil kolaborasi mereka dengan para pencuri kekayaan itu. Segala aspek kehidupan dipersiapkan menjadi halangan bagi setiap warganegara, banyak hal dibikin susah, dibikin mahal, dibikin berbelit-belit, dibikin ruwet, dibikin tumpang tindih, dibikin panjang berlama-lama … dst dst. Pendidikan dijadikan komoditi perdagangan, kesempatan kerja dan pencari kerja dibiarkan berjalan sendiri-sendiri paling jauh dipertemukan dalam bursa kerja, kesehatan dijadikan ajang mencari komisi jualan obat dari luar negeri, dlsb … semua orang harus berjuang untuk diri sendiri … rasa sosial dikesampingkan, keuntungan pribadi (oknum pejabat) dinomor-satukan … dst dst.

Kenyataan yang sudah terjadi berpuluh tahun selama ini, para pengemban amanat rakyat yang agamis itu sebenarnya tak punya rasa kasih dan rasa sayang dan hal itu bisa dilihat dari pembiaran pengerukan SDA oleh para ALIEN, pencurian ikan di lautan oleh kapal ALIEN, pembiaran berbagai aspek kehidupan yang berjalan sendiri-sendiri … LIHATLAH SENDIRI, semua itu nyata terjadi … para oknum itu tak punya kasih-sayang, mereka memang beragama tetapi cuma sekedar menjalankan aturan yang berbau ritual belaka. Sebenarnya mereka tak CINTA kepada YMK.

Lihatlah pimpinan agama yang terlihat dengan kehidupan glamour menggunakan kendaraan super mahal, memiliki rumah mewah, bagaikan para raja yang tak perlu kerja tapi hidup mewah … mereka tak peduli kalau umatnya tak sekolah, tak punya rumah, tak punya pekerjaan, sakit tak punya biaya, hidup susah kekurangan … mereka tak punya KASIH SAYANG, berarti CINTA mereka bohong belaka, hanya sekedar tampilan ritual agama, mereka tak berTuhan, tak beragama.

Agama mengajarkan agar manusia mau berbagi kasih, saling membantu satu sama lain, bersifat dan bersikap sosial, tidak memikirkan diri sendiri tetapi berusaha mencapai satu kesejahteraan bersama, kebersamaan dalam hidup, kebahagiaan bersama … dst. Itulah sosialis religius!

Pembahasan Cinta-Kasih-Sayang bisa panjang lebar … buku “Menebar Kasih Sayang, Menuai Cinta” setebal 100 halaman sudah saya selesaikan per Agustus 2014, belum diterbitkan.

Saya tampilkan sebuah contoh penerapan rasa kasih untuk kemaslahatan umat, untuk kesejahteraan orang banyak, untuk kesehatan, kehidupan dan kebahagiaan rakyat.

Obat Herbal di China dan India, dan Sistem Kesehatan Nasional

Saya membaca di internet, ada 3 negara besar yang terus menjaga warisan leluhur mereka yang sudah ribuan tahun, yaitu obat-obatan herbal (OH) dan cara pengobatan kuno (CPK), yaitu: India, China dan Brasil. 3 negara ini tidak hanya menjaga keberadaan OH dan CPK tetapi juga menerapkan OH + CPK kedalam sistem kesehatan nasional (SKN) mereka.

Saya fokus kepada 2 negara yang ada di Asia, yaitu China dan India, 2 negara dengan penduduk terbesar di dunia. India jelas beragama hindu, sementara China dicap sebagai negara atheis, komunis … sosialis komunis. Dulu China ditakuti karena dianggap komunis, tetapi sekarang begitu banyak negara maju mengikuti cara pengobatan China, menggunakan OH dan CPK, ada yang memasukkan OH dan CPK dari China kedalam SKN mereka. Banyak universitas besar di berbagai negara dunia menyiapkan jurusan TCM (Tradional Chinese Medicine) mempelajari OH dan CPK dari China. Berbagi kasih tidak hanya berlaku di suatu negara (China ataupun India) tetapi menyebar ke seluruh dunia.

Banyak negara di Eropa yang terlihat begitu kapitalis ternyata sosialis, mereka menyiapkan berbagai penunjang kehidupan warganya, pendidikan, kesempatan kerja, kesehatan, perumahan. Mereka bukan sosialis komunis tetapi lebih ke sosialis religius.

Bagaimana dengan kita!?

Padahal hutan Indonesia punya potensi OH yang begitu besar!

Jakarta, 8 Desember 2016

******

Untuk membaca artikel klik=>  Obat Herbal di China dan India, dan Sistem Kesehatan Nasional

Silahkan download ebooknya: Obat Herbal (PDF).

Video Presentasi Terapi Pete

Video Presentasi Terapi Pete

Sudah biasa, orang lebih suka menonton video daripada membaca buku, jadi saya siapkan video Presentasi Terapi Pete di YouTube.

Untuk melihat VIDEO di YouTube silahkan klik link berikut PRESENTASI TERAPI PETE

Terima kasih untuk LIKE dan SHARE-nya.

Saya akan menyiapkan video untuk berbagai hal yang dibahas dalam blog ini. Tidak mudah memang, tetap akan diusahkan, yang bisa dirubah menjadi visual akan saya rubah menjadi video, yang perlu pembahasan panjang tetap dibahas di blog ini.

Terima kasih.

Don’t Judge The Books By It’s Cover

“Don’t Judge The Books By It’s Cover”

Orang terbiasa melihat dan menilai segala hal dari tampilan luar, dari citra yang terlihat pertama, dari kemasan luar, dari kata-kata yang tertera di bagian depan sebuah kemasan. Saat melihat yang indah, cantik, ganteng, berwibawa, penuh senyum, kaya berpendidikan, naik mobil mewah, tinggal di rumah mewah di kawasan elite, maka seseorang terlihat punya isi yang bagus dengan kemungkinan punya karakter yang bagus, terlihat baik, terlihat sopan, terlihat sebagai orang alim, dll. Seperti juga penawaran suatu barang dalam bentuk iklan, dalam kemasan yang begitu indah penuh warna, dengan kata kata yang begitu menarik, maka barang yang ditawarkan akan dipercaya sebagai barang yang bagus.

Banyak orang salah nilai saat melihat seorang pejabat (oknum kah?) yang memiliki tampilan (citra) yang begitu menawan, terlihat berpendidikan tinggi, punya pengetahuan luas, agama-is, dst. Padahal, apa yang ada dalam hati orang itu belum tentu sama seperti tampilannya. Lihatlah begitu banyak oknum pejabat yang tertangkap karena korupsi, ternyata tampilan yang begitu menawan itu hanya sekedar tipuan. Ada pejabat partai yang mengusung agama malah kesandung susu dan sapi. Cobalah minta mereka membuat perhitungan antara nilai gaji yang mereka terima dengan besaran kekayaan yang mereka punya, benarkah kekayaan itu merupakan hasil tabungan dari gaji resmi mereka? Kita semua tahu, pencapaian nilai kekayaan yang fantastis itu tidak mungkin bisa dicapai karena tabungan gaji resmi mereka … tidak mungkin bisa segala kehidupan yang begitu menawan, rekening yang begitu fantastis merupakan hasil dari gaji resmi. Ada pamong keamanan sipil yang punya uang triliunan rupiah, apakah pejabat pamong itu memang begitu rajin menabung selama ratusan tahun!? Ada banyak rekening gendut milik para pamong … tak mungkin merupakan tabungan gaji resmi kan!?

Orang mudah terpesona dengan penampilan luar, seakan akan tampilan luar itu pasti menggambarkan isinya, sesuai dengan sifat dan karakter dari sesuatu (orang, dlsb). Kalau melihat seorang tokoh terkenal naik mobil mewah, berpakaian perlente, dengan tampilan agama-is (penuh pernak-pernik yang mencerminkan keber-agama-an, busana, perhiasan, ditambah dengan sikap yang terlihat patuh dan sesuai aturan agama), bertitel pendidikan tinggi dari universitas berkelas dunia, terlihat begitu sering tampil dalam kegiatan agama, dengan aksi aksi memberikan sumbangan (amal, sedekah, dll), apalagi yang bergelar agama-is berikut ritual ber-ulang kali cuci dosa, maka orang yang melihat sang tokoh seperti itu segera menggambarkan sang tokoh sebagai orang yang baik baik adanya.

Seperti kita ketahui bersama, ada begitu banyak oknum pejabat (sipil ataupun militer) yang memiliki penampilan seperti itu, padahal mereka cuma sekedar penjahat penjahat culas belaka, tapi lihat bagaimana mereka memberi tampilan cover luar mereka, begitu indah, begitu menawan, tak terlihat ada cela, begitu sempurna, begitu agama-is, begitu bernilai tinggi. Padahal, maaf, itu hanya tampilan luar (cover depan) yang menipu, hanya fatamorgana, hanya manipulatif, hanya akting (sandiwara) aktor aktor kelas kakap karena kebanyakan dari mereka cuma penjahat dan perampok adanya.

Sebaliknya kepada orang yang tampil sederhana dengan kehidupan sederhana, rumah sederhana, kendaraan sederhana atau naik angkutan umum, tidak banyak gaya, tidak banyak bicara, tidak suka mencari perhatian orang, mencoba hidup dengan uang halal yang ada, dst … orang seperti ini tidak diperhatikan orang banyak, tidak dianggap bernilai karena tidak terlihat punya ‘sesuatu’ yang bisa diambil dari dirinya. Sebuah hidup penuh kejujuran tidak mendapat perhatian dari masyarakat, tetapi gaya hidup seorang oknum pejabat yang glamour (mewah) malah mendapatkan perhatian masyarakat meski penuh dengan gambaran tindakan korupsi, karena dari si kaya itu masih bisa diambil keuntungan duniawi … semacam mutualis simbiosis antara banyak pihak.

Begitu juga pada penawaran barang, ada barang yang dibungkus dalam kemasan yang begitu pancawarna (penuh warna), design yang menarik, import dari luar negeri. Apakah barang itu bisa tahan lama!? Sangat mungkin ada jebakan disana sini. Coba saja lihat para pedagang kecil saat ini, mereka berusaha mendapatkan bentuk (tampilan) makanan yang begitu menarik dengan warna warna yang sebetulnya sulit diperoleh dengan cara biasa, dengan rasa yang begitu ‘krenyes’ saat makanan itu digigit, dengan rasa yang begitu legit, harga yang terjangkau dan tahan lama. Sebuah cara menawarkan (marketing) barang dengan segala cara, segala daya, penuh tipu tipu, karena menggunakan berbagai bahan artificial, ada pewarna artificial, ada penambah rasa artificial, digoreng dengan minyak goreng yang ditambahkan zat zat lain yang sebenarnya bukan untuk bahan makanan, bisa tahan lama karena diberi bahan pengawet, dlsb. Dan sebenarnya akal-akal-an seperti itu bukan monopoli pedagang kecil saja, yang besar pun juga mencari berbagai cara untuk mendapatkan untung besar. Soal si pelanggan (pembeli) itu bisa sakit, bisa tewas, tidak jadi pertimbangan mereka.

Sesuatu yang indah dilihat, begitu menarik perhatian, begitu menggoda … itu yang terlihat dari tampilan luar, padahal belum tentu bagus untuk kesehatan, mengandung berbagai bahan ber-racun atau sesuatu yang seharusnya dilarang untuk diperjual-belikan sebagai bahan makanan, tetapi karena tidak ada yang peduli atau karena ketidak-tahuan orang, maka hal ini bisa terus berlangsung.

Orang mengutamakan tampilan luar yang terlihat lebih dulu daripada melihat latar belakang atau isinya. Mereka terpesona dengan penampilan luar, seakan akan tampilan luar itu pasti menggambarkan isinya, padahal di zaman modern ini, tampilan itu bisa dipulas, dipersolek, diperindah, dimark-up, operasi plastik, dimanipulasi, artificial, dlsb. Hal ini berlaku tidak hanya pada barang (benda) tetapi juga pada manusia. Saat ini ada banyak tampilan luar (cover depan) yang menipu, hanya fatamorgana, artificial dan manipulatif, dan bagi manusia tampilan seperti itu bisa berupa akting (sandiwara) dari keadaan yang sebenarnya, sebagian lagi merupakan kompensasi atau keinginan untuk balas dendam dari keadaan yang sebelumnya. Tampilan luar itu seakan akan menggambarkan seorang elite kelas atas, penuh kebaikan, begitu agamais, begitu baik hati dengan sumbangan sumbangan besar ke banyak lembaga agama, padahal cuma sekedar polesan untuk menutupi kejahatan mereka selama ini.

Pete, citra atau manfaat

Saat saya menyodorkan terapi pete kepada masyarakat, perlu perjuangan untuk bisa meyakinkan orang untuk menerima terapi pete ini … KARENA, tampilan sang pete selama ini yang begitu sederhana, makanan kelas rendahan cenderung kampungan, dibenci karena bau pesing … citra bawaan yang tidak cukup bagus padahal punya manfaat yang begitu besar. Banyak orang lebih percaya kepada sesuatu yang bergengsi, obat mahal dari luar negeri, obat yang resepnya ditulis profesional berkelas dari lembaga elite kelas atas, sekali kunjungan bisa senilai 1/4 UMP (upah minimum propinsi, gaji buruh) bahkan lebih, dst. Bagaimana dengan terapi pete!? Cuma hasil penelitian dari orang yang tidak dikenal, hanya orang biasa saja dalam banyak hal, dan terapi ini ditawarkan gratis tanpa biaya … dst. Mana mungkin terapi itu bisa bermanfaat kan!? Mana mungkin buah pete bisa bertanding dengan obat obat bergengsi itu?

Sudah biasa, orang memang lebih suka melihat bagian depan (cover, tampilan, pencitraan) tapi tidak suka mencoba memahami apa yang ada di bagian dalam, orang mau sesuatu yang instan, langsung terlihat begitu indah, begitu bagus, begitu menjanjikan lengkap dengan kalimat penuh rayuan. Orang tidak peduli apa yang terkandung di bagian dalam, apakah itu bermanfaat atau tidak, benar menyehatkan atau malah penuh racun, yang penting adalah mendapatkan gengsi saat memiliki sesuatu yang penuh gaya penuh gengsi, bahkan orang lebih suka menuliskan status (update) di media sosial bahwa dirinya sedang menjalani perawatan di sebuah rumah sakit bergengsi kelas atas dalam rangka penyembuhan penyakit kronis tapi bergengsi yang bernilai ratusan juta rupiah dibanding mencoba menjaga kesehatan dengan sebuah terapi pete yang murah meriah.

Memang tidak mudah, untuk membujuk orang mencoba terapi pete, karena tampilannya yang kelas rendahan padahal punya banyak manfaat bagi kesehatan. Saya dan banyak orang yang tahu akan manfaat pete tidak akan pernah berhenti berusaha untuk meyakinkan banyak orang, kami bermaksud membantu orang banyak, kami ingin memperlihatkan bagian dalam (apa yang terkandung) di pete yang bisa membantu umat manusia, dan kami lakukan hal ini dengan sungguh sungguh dan ikhlas.

Sebaiknya, jangan lihat segala sesuatu cuma dari cover depan saja, cobalah perhatikan apa yang ada didalamnya. Seperti kata pepatah orang barat: “Don’t Judge The Books By It’s Cover”, bukalah bukunya, baca dan simak isinya, perhatikan apa yang ada didalamnya, benarkah ada berlian didalamnya atau malah cuma berisi lumpur kotor penuh racun.

Tidak mudah untuk merubah kebiasaan orang banyak yang sudah terbiasa hanya melihat cover buku tetapi tidak suka membaca bukunya, inilah kondisi masyarakat saat ini yang lebih suka segala sesuatu a’la instan dan tidak sabar menunggu suatu proses, makanan instan, mie instan, minuman instan, obat instan, dlsb, mereka kurang suka dengan segala sesuatu yang harus dibuat, diproses secara mandiri. Terapi pete jelas bukan herbal instan, perlu proses, meski sederhana dan relatif sebentar, tetap dianggap merepotkan.

Kalau saja kita mau menggali sedikit lebih dalam soal pete, sekedar searching dengan nama latin dari pete: “Parkia speciosa”, maka kita akan menemukan sekitar 66 ribu web-page, dari sejumlah itu, ada banyak penelitian terkait Parkia speciosa yang dilakukan oleh berbagai lembaga, berbagai univeristas di mancanegara. Ada banyak hasil penelitian yang mereka tampilkan, dari manfaat, ke budidaya sampai penyait yang menyerang pohon pete. Mereka mendapatkan zat (nutrisi) yang dikandung pete, mereka berhasil menemukan berbagai kemampuan dari pete, ada banyak kemungkinan pete untuk pengobatan berbagai penyakit … tetapi mereka baru melakukan uji laboratorium, dimana extract (sari) pete diadu dengan sel kanker, diberikan kepada binatang percobaan, dlsb … belum sampai kepada pemberian pete kepada manusia untuk pengobatan tertentu, dan mereka masih tetap berada pada penyebutan pete sebagai “Stink Bean” atau “Evil Smelling Bean”. Jadi mereka belum mengetahui secara pasti kenapa pete menyebabkan bau pesing, tidak sampai kepada ‘makan pete tidak menyebabkan bau pesing’, karena penelitian mereka masih lebih banyak kepada binatang percobaan.

Penelitian yang saya lakukan bertujuan menemukan kemampuan pete dalam beberapa variasi pemanasan (memasak) pete dan kulit pete, hanya beberapa variasi yang paling jelas perbedaan waktunya. Ada yang 3 menit pemanasan, 5 menit, 11 menit, 15 menit dan 20 menit. Bagi peserta biasa, saya hanya memberikan patokan: 1) merebus pete berikut kulit selama 3 menit, 2) merebus kulit pete selama 11 menit hanya bagi penderita hipertensi, dan 3) merebus kulit pete selama 20 menit bagi peseta non hipertensi. Sebenarnya ada perbedaan hasil dari perbedaan waktu pemanasan: semakin lama pemanasan maka semakin besar antioxidant yang dihasilkan, tetapi pada pemanasan kulit pete selama 11 menit itu, menghasilkan air pete yang paling kuat dalam menurunkan tekanan darah, yang bermanfaat bagi penderita hipertensi tetapi berbahaya bagi peserta non hipertensi. Bila ada yang tertarik dengan penelitian/pengamatan saya, bisa mengunduh buku “Terapi Pete Versi 7”, dan bagi peserta biasa cukup mengunduh “Resep Terapi Pete Versi 7”.

Memang tidak mudah memberikan terapi pete ini kepada orang yang sudah terbiasa dengan segala hal yang bersifat instan, mereka tidak suka menjalankan suatu proses meski yang sederhana, mereka juga kurang suka membaca, mungkin lebih suka menonton (melihat) atau mendengar tapi kemudian sering lupa. Jadi, meski disiapkan suatu buku terapi pete yang lengkap dengan berbagai keterangan, berbagai warning, berbagai cerita kesaksian, tetap sulit diterima, karena ‘nama buruk’ yang selama ini melekat di pete, karena banyak orang tidak mau bersusah susah, lebih memilih yang instan, seperti membeli obat KW-3 itu, meski harus antri berlama lama berkali kali, toh mereka kan cuma duduk duduk membuang waktu sambil nonton sinetron di televisi yang ada di ruang tunggu daripada harus membuang waktu sekitar 30 menit di dapur untuk menyiapkan buah pete dan air pete.

Kesimpulan

Sesuatu yang sederhana seperti terapi pete akan disepelekan, tidak dianggap, tidak dipandang, tidak dipedulikan, tidak berharga padahal terapi pete punya begitu banyak manfaat, bisa menyehatkan, bisa menjaga kesehatan, bisa membawakan kebahagian dan kesejahteraan bagi banyak orang.

Orang sederhana akan segera disepelekan, tidak dianggap, tidak dipandang, tidak didengar, tidak dipedulikan, tidak berharga, tidak bisa dimintai sumbangan yang besar, tidak ada kemungkinan untuk bisa menghisap kekayaannya (tidak terlihat punya uang, tidak punya jabatan, tidak punya fasilitas, tidak punya hubungan yang bisa memberikan keuntungan), tidak terlihat ada untungnya bergaul dengan orang seperti itu.

Orang terbiasa mendekat kepada orang yang punya tampilan hebat, punya rumah mewah, mobil mewah, terkenal, punya kekayaan melimpah, dengan harapan, barangkali saja bisa kecipratan kekayaan itu, siapa tahu bisa dapat sumbangan, mungkin ada kesempatan proyek, atau barangkali bisa dapat surat sakti untuk keperluan khusus, atau paling tidak bisa berbangga ‘status update’ di media sosial sedang ber-haha-hihi dengan orang terkenal nan kaya itu.

Memang sebuah gejala normal sih, ada gula pasti ada semut-nya, tidak peduli bahwa gula gula yang terhimpun itu berasal dari urusan haram, uang curian, uang korupsi, hasil rampokan, dlsb. Yang penting bisa ikutan … kalau perlu lakukan ‘jilat pantat’, ‘cari muka’, ‘muka setia’, membungkuk bungkuk sampai ‘jalan ndodok’ akan dilakukan demi mendapatkan sedikit gula gula dari sang tokoh itu.

Keadaan saat ini memang sudah seperti yang diramalkan oleh Joyoboyo, sudah banyak wong edan (orang gila), yang nggak ikut edan nggak kebagian, maka banyaklah orang orang mendekati ‘wong edan’ itu, agar ikut kebagian. Sebetulnya juga sudah dikatakan, sebaik-baik-nya wong edan … lebih bejo sing waras. Saat ini tidak banyak orang yang mau ikut orang waras, mayoritas lebih memilih mendekat kepada wong edan … begitulah gambaran ramalan yang sudah ada ribuan tahun lalu itu. Ternyata terbukti!!!

Yang waras, akan mencoba mengajak orang orang yang suka mengikuti wong edan agar menjauhi sikap edan, wong waras pasti mencoba mendekati wong edan, tidak untuk minta gula gula dari wong edan itu, tapi untuk mencoba memperbaiki karakter wong edan. Lalu, sing waras yang sederhana tapi baik hati mencoba memberikan jalan keluar bagi masyarakat … nah disinilah muncul persoalan, masyarakat tidak mau menerima apa yang diusulkan wong waras itu, karena wong waras biasanya tampil sederhana. Mau coba coba membereskan wong edan!? … Itu adalah ‘Mission imposible’!!!

Orang lebih suka mendekat kepada wong edan, lebih suka mengengar apa yang dikatakan wong edan, karena ada banyak gula gula yang bisa dihisap dari wong edan. Yang edan ada begitu banyak, malah mayoritas, maka yang mayoritas itulah secara aklamasi demokratis menganggap diri mereka sebagai sing waras, sementara yang tidak mau ikut bergabung dalam gerbong mayoritas edan dianggap tidak normal (ab-normal ataupun up-normal) maka yang sedikit inilah yang dianggap sebagai wong edan. Apalagi wong waras yang menawarkan terapi pete, wah orang ini dianggap dua kali edan-nya!!!

Inilah adanya …

Lama Waktu Merebus Pete

LAMA WAKTU MEREBUS PETE

Teman teman penggemar pete dan peserta terapi pete …

# WAKTU dan JUMLAH AIR sudah dirubah!
# Waktu perebusan menjadi 4 menit, jumlah air boleh banyak, >400 ml!
# Banyak peserta tidak punya mug kecil, mereka menggunakan PANCI BESAR maka waktu dan jumlah air harus disesuaikan!

Waktu tahun 1995 saya mulai mencoba makan pete, waktu itu saya merebus pete 1 lanjar di mug 10 cm dengan air 200 ml. Begitu air mendidih, pete digunting 2 mata, dimasukkan ke air mendidih itu, lalu direbus selama 2 menit.

Karena cuma 1 lanjar, saya cuma merebus pete selama 2 menit, buah pete itu sudah cukup matang, sudah mulai terlihat lembek. Kalau mentah buah itu masih terasa keras.

Dalam keseharian saya, saya sering merebus 3-4 lanjar sekaligus, demi praktisnya saja, dan pete sebanyak itu akan dikonsumsi oleh beberapa orang anggota keluarga. Rasanya para peserta yang lain juga akan melakukan hal yang sama, demi praktisnya, tidak melulu memasak 1 lanjar untuk sekali konsumsi, bisa 2 sampai 4 lanjar sekaligus. Dengan volume pete yang lebih besar, diperlukan waktu perebusan yang lebih panjang, bisa 3-4 menit.

Dengan melihat kebiasaan itu, maka saya menuliskan di buku resep agar merebus pete selama 2-3 menit! Ini ketentuan untuk merebus antara 1-4 lanjar!

Ternyata ada seorang teman, merebus sekaligus 10 lanjar, mungkin untuk dikonsumsi banyak orang (seluruh anggota keluarga) atau untuk 2 kali konsumsi. Dan dia merebus 10 lanjar itu selama 3 menit!!! Setelah 5 hari, dia merasakan pegal pegal di badan!!! Dia menelpon saya menceritakan hal itu.

Maaf, pete itu masih cukup mentah! Kenapa?

Meski air yang digunakan hampir 1 liter, dimasak sampai mendidih, kemudian ke 10 lanjar pete dimasukkan ke air mendidih, temperatur air pasti langsung turun, dan perlu waktu lebih panjang untuk kembali mendidih. Jadi kalau hanya 3 menit sejak 10 lanjar itu masuk ke air (mendidih), maka buah pete itu pasti masih cukup mentah, air berikut 10 lanjar pete itu belum tentu sudah kembali mendidih dalam 3 menit.

Untuk itu, rebuslah selama 6 menit atau sedikit lebih lama (7-8 menit). Tolong dilihat, dirasakan sendiri, apakah pete itu sudah mulai lembek, sudah tidak mentah lagi. Perbedaan antara 6-8 menit itu tergantung alat masak (panci, mug atau kendil), juga tergantung besaran api yang digunakan alias kompor yang dipakai.

Berhati hatilah, rebuslah cukup lama jangan sampai buah pete itu masih mentah. Agar aman, lebih baik merebus sedikit lebih lama daripada makan yang mentah.

Jadi, patokan 2-3 menit itu hanya untuk 1-4 lanjar pete.

Untuk 10 lanjar tentu butuh waktu lebih lama, antara 6-8 menit.

Cobalah mencari waktu yang pas, disesuaikan dengan peralatan yang dipakai untuk perebusan pete itu.

Semoga bermanfaat … dan selamat mencoba…

TERAPI PETE dan KEBAHAGIAAN RUMAH TANGGA

TERAPI PETE dan KEBAHAGIAAN RUMAH TANGGA

Penelitian 15 tahun ditambah 4 tahun sosialisasi telah membuktikan bahwa terapi pete benar bisa menyehatkan, menjaga kesehatan, menambah kebahagiaan dan dalam jangka panjang akan membawakan kesejahteraan bagi banyak orang, terutama bagi rakyat Indonesia di daerah yang telah membudidayakan pete sebagai penyedia buah pete bagi pasar Indonesia dan dunia (nantinya), dan bagi rakyat Indonesia secara umum karena bisa mendapatkan penghematan biaya kesehatan.

Salah satu kemampuan pete adalah membangkitkan kembali kekuatan dan kemampuan dalam urusan 4X4, lihat artikel/page “Penelitian Berdasarkan Waktu”. Kebangkitan kemampuan itu punya dua kemungkinan: 1) membawakan kebahagiaan ke dalam rumah tangga peserta terapi, menjaga keutuhan pernikahan mereka, bisa menjauhkan mereka dari perselingkuhan dan perzinahan, 2) tetapi juga bisa sebaliknya, malah menjerumuskan dan menghancurkan. Untuk bisa menjauhkan dari hal negatif, pernikahan perlu dijaga oleh setiap pasangan sedini mungkin bahkan sejak saat menentukan akan menikah. Hal ini akan dibahas di artikel/page “Kesehatan dan Kebahagiaan”.

Pasangan yang telah mempersiapkan berbagai aspek dengan benar sejak saat menikah, kemudian mendapatkan kebahagiaan, memiliki anak anak, mereka bersama sama bisa membentuk anak anak mereka menjadi bagian dari generasi penerus yang jempolan, sementara pasangan yang tidak berbahagia akan sulit dalam pembentukan karakter mental moral anak anak mereka (di Indonesia!). Sistem yang berjalan di Indonesia saat ini sungguh menyulitkan para single-parent, berbeda di negara maju yang sudah mempersiapkan sistem kehidupan yang baik dimana single parent bisa lebih mudah dalam pembentukan anak anak mereka, karena sistem yang ada bisa membantu mereka.

Seorang pria bisa kehilangan daya pada usia sekitar 45 tahun seperti yang saya alami. Berdasarkan informasi dari majalah luar negeri, pria berumur 20-30 tahun juga sudah mulai mengalami kehilangan daya ereksi (DE, dyfungsi ereksi). DE bisa hinggap di usia lebih dini itu disebabkan gaya hidup, pola makan, penyakit DM (Diabetes mellitus), stress, dlsb.

Yang tidak punya DM, hidup cukup sehat, pola makan sehat tetap bisa terkena DE, apalagi yang punya DM, hidup tidak sehat, pola makan tidak sehat. Semakin tua seseorang, maka kemungkinan terkena DE semakin besar. Dari pengamatan saya ada yang berumur 61 dan 67 tahun sudah belasan tahun tidak bisa ‘berdiri’ lagi.

Tetapi … dengan terapi pete, terapi buah pete ataupun terapi air pete, kondisi DE ini bisa disembuhkan, bisa dirawat agar terus bisa aktif. Hanya dalam hitungan hari ikut terapi pete, kondisi ini bisa diperbaiki. Tetapi dibalik berhasil digapainya kemampuan ini, tetap ada bahayanya.

Artikel “Penelitian Berdasarkan Waktu” dan “Kesehatan dan Kebahagiaan” sudah saya upload ke Facebook Page “Pete Therapy 4 Love” dan kali ini saya upload ke blog. Untuk membaca kedua artikel, silahkan klik di link berikut:

==> Penelitian Berdasarkan Waktu

==> Kesehatan dan Kebahagiaan

Ini ebooknya: Terapi Pete untuk Kebahagiaan Rumah Tangga

Maaf, judul ebook berubah dari ‘dan’ menjadi ‘untuk’.

Jakarta, 24 Maret 2015