Kasih Sayang dan Terapi Pete

Kasih Sayang dan Terapi Pete

Cover Pete - Terapi Pete Kasih Sayang

Lihat videonya: Terapi Pete dan Kasih Sayang (Welas Asih)

Tuhan YMK menciptakan segala sesuatu dalam keseimbangan, menciptakan alam semesta, menciptakan berbagai mahluk, berbagai binatang, tanaman, mineral, bakteri, virus dan penyakit … TENTU SAJA penawar untuk berbagai penyakit itu sudah disediakan.

Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang mempersiapkan segala sesuatu demi kebaikan bagi semua ciptaanNYA. Berbagai mata rantai kehidupan telah disiapkan sedemikian rupa untuk menjaga keseimbangan kehidupan semua ciptaanNYA.

Adanya Kasih Sayang dalam diri manusia akan mendorong manusia untuk saling bantu membantu satu sama lainnya. Manusia dengan Kasih Sayang tidak egois hanya memikirkan dirinya sendiri, tidak hanya memikirkan dirinya dan keluarganya saja, tidak juga hanya memikirkan dirinya dan kelompoknya saja, tetapi akan peduli kepada setiap orang tanpa membedakan keluarga, kelompok, partai, golongan, etnis, suku, bangsa, agama ataupun tingkat ekonomi orang lain. Apalagi bila orang itu menjadi pemimpin suatu kelompok, suatu lembaga, suatu bangsa (negara), maka orang itu akan peduli kepada setiap anggota, setiap warga dari kelompok/lembaga/negara yang dia pimpin.

Jangan sampai sang pemimpin hanya memikirkan dirinya sendiri, takut akan ancaman kesehatan dirinya pribadi tapi tak peduli akan kesulitan yang dihadapi warganya, seperti pemimpin yang lalu, yang pernah ada, dia kemana-mana membawa mobil ambulance dalam konvoi kendaraannya. Membawa mobil khusus yang berisi dokter pribadi, suster-perawat, peraLatan canggih penopang kehidupan, obat-obatan khusus pribadi … tapi … warganya dibiarkan menderita dalam kesusahan, dalam kehidupan yang tak ada kepastian, dalam menghadapi biaya perawatan kesehatan yang lumayan besar dan memberatkan bagi rakyat kebanyakan.

Pemimpin yang demikian itu … tidak kenal Kasih Sayang!

Kasih Sayang yang ada, telah mendorong munculnya pengobatan dengan terapi pete, menggunakan pete yang mudah diperoleh dimanapun juga di Indonesia, tersedia sepanjang waktu, hanya perlu direbus, dikonsumsi selama beberapa hari (minggu) maka bermacam penyakit pun GOOD BYE!

Selanjutnya, setiap orang yang telah mendapatkan keberhasilan dalam pelaksanaan terapi pete, terdorong untuk meyebarkan terapi ini kepada warga di lingkungannya. Terapi pete disebar-luaskan sebagai tampilan dari rasa Kasih Sayang orang-orang itu.

Kasih Sayang memunculkan Terapi Pete, Terapi Pete memunculkan Kasih Sayang

Pete hanya satu dari sekian ribu obat herbal yang ada di Indonesia. Indonesia punya potensi sebagai penyedia obat dari tanaman untuk dunia, kita bisa menjual obat herbal ke mancanegara. Potensi yang terbesar di dunia itu bisa disiapkan menjadi program padat karya bagi rakyat Indonesia.

Keberadaan Kasih-Sayang yang akan membuka kotak pandora rahasia obat/pengobatan leluhur itu. Ketiadaan Kasih-Sayang tidak akan pernah membawa kita ke kotak itu.

Hanya pemimpin dan orang-orang yang punya Kasih-Sayang yang akan bersedia melakukan penggalian rahasia obat/pengobatan leluhur itu … bukan demi popularitas pribadi, bukan demi keuntungan ekonomi, tetapi demi Kesehatan, Kehidupan, Kebahagiaan dan Kesejahteraan orang banyak, rakyat Indonesia.

Jakarta, 1 Oktober 2017

TEXT & NARASI versi lengkap Terapi Pete dan Kasih Sayang (Welas Asih)

 

SIAPA BILANG TERAPI PETE HOAX!?

SIAPA BILANG TERAPI PETE HOAX!?

Baca text lengkap di Ada Yang Bilang: Terapi Pete HOAX
Lihat videonya Siapa Bilang Terapi Pete Hoax

Cover Terapi Pete Hoax #8

Ada beberapa tulisan di MEDSOS yang menyatakan TERAPI PETE HOAX! MANFAAT PETE HOAX! KHASIAT PETE HOAX!

Ada yang berusaha mempengaruhi orang banyak:

  • agar tidak percaya kalau pete bermanfaat
  • bahwa pete tidak ada khasiatnya
  • agar warga tidak percaya herbal terutama pete
  • agar tidak menggunakan terapi pete
  • agar orang menggunakan obat lain selain pete.

Kemungkinan besar tulisan itu hasil kerja JOKI bayaran yang tidak ingin dagangan mereka merosot karena hadirnya herbal terutama terapi pete.

Omzet dagangan mereka setahun sekitar 50-60 triliun, sekitar 40% dari nilai itu dijadikan bancakan oleh orang/lembaga terkait. ASIIIK kan!? Siapa yang mau kenikmatan itu berhenti karena hadirnya herbal termasuk hadirnya terapi pete. Jadi, segala cara akan dilakukan agar warga tidak percaya kepada herbal terutama pete!

Padahal negara-negara di dunia sudah kembali ke obat herbal (OH) dan cara pengobatan kuno (CPK), bermacam OH dan CPK dari India (Ayurveda), China (TCM), Brasil, dan bermacam OH dari setiap negara kembali dihidupkan … sementara kita di Indonesia dengan potensi OH yang mungkin terbesar di dunia malah ingin menjauhkan diri dari OH, banyak yang ingin menghancurkan reputasi OH, ada yang melepaskan berita-berita HOAX tentang pete, dan lembaga berwajib terus membiarkan berita-berita ketidak-benaran OH!

Muncullah HOAX tentang pete. Terapi Pete Hoax, Manfaat Pete Hoax, Khasiat Pete Hoax!

Tidak sulit untuk menerka siapa yang ingin meng-HOAX-kan OH, menjelek-jelekkan OH dan terutama menegativekan PETE, TERAPI PETE!

Ada 2 orang ahli kesehatan yang mengatakan OH itu tidak baik, tidak benar, berbahaya, dst. Kegelisahan mereka sangat jelas, ketakutan mereka juga jelas, bancakan mereka terancam dengan hadirnya OH, dengan adanya Terapi Pete!

Kalau ada yang masih ragu dengan herbal, tidak percaya dengan terapi pete, masih ingin bertahan dengan obat konvensional, silahkan saja … itu pilihan setiap orang … tidak ada paksaan, tidak ada keharusan untuk menggunakan herbal apalagi menggunakan terapi pete … setiap orang bebas menentukan obat yang mana untuk kesehatan mereka, untuk kehidupan mereka.

Indonesia dengan potensi OH terbesar di dunia sebenarnya punya kesempatan besar mengelola OH yang masih merupakan harta karun tersembunyi, kita bisa menjadi penyedia OH bagi warga dunia, kesempatan besar tersedia di depan mata, peluang padat karya bagi rakyat Indonesia juga ada, peluang besar mendatangkan devisa juga ada … peluang untuk membangun kesejahteraan melalui OH jelas ada.

OH jelas bisa membantu rakyat Indonesia dalah hal KESEHATAN, KEHIDUPAN, KEBAHAGIAAN dan KESEJAHTERAAN. Jadi … apa lagi yang ditunggu, kenapa takut dengan OH!? Siapa sih yang takut dengan Obat Herbal!?!?!?!?

Jakarta, 23 September 2017

Cinta-Kasih-Sayang (CKS) dan Obat Herbal

Cinta-Kasih-Sayang (CKS) dan Obat Herbal

Adakah agama yang mengajarkan kedengkian, kebencian, kemarahan, peperangan, pembunuhan, permusuhan, perbudakan atau penindasan antar manusia?

Tidak akan ada yang mengaku kalau agama mereka mengajarkan kedengkian, kebencian, kemarahan, peperangan, permusuhan, pembunuhan, perbudakan atau penindasan. Bahkan kelompok (bangsa) yang sudah melakukan peperangan, penindasan, pembunuhan, perbudakan terhadap kelompok (bangsa) lain tetap mengatakan bahwa agama mereka tidak mengajarkan hal-hal negative itu. Mereka pasti mengatakan agama mereka adalah yang terbaik, penuh kasih sayang! cinta damai!

Semua agama pasti mengajarkan Cinta, Kasih, dan Sayang (CKS). Rasa Cinta dalam hubungan manusia dengan Tuhan, rasa Kasih dalam hubungan antar manusia, dan rasa Sayang dalam hubungan manusia dengan alam. Tidak hanya agama yang mengajarkan CKS, kepercayaan kepada YMK, atau agama lama, agama asli kedaerahan juga mengajarkan CKS.

Cinta kepada YMK membawa tanggung jawab, yaitu menerapkan kasih sayang, memberikan rasa kasih kepada sesama manusia tanpa perbedaan SARA, memberikan rasa sayang kepada alam lingkungan.

Rasa Cinta kepada YMK ditampilkan dengan menjalankan aturan ataupun ritual agama dengan penuh semangat dan penuh keyakinan. Rasa Kasih dan rasa Sayang akan mendorong kepada perilaku, sikap, pengambilan langkah dalam segala aspek kehidupan termasuk dalam saat membuat peraturan, perundang-undangan, hukum, kebijakan, keputusan dlsb.

Rasa cinta kepada YMK berjalan seiring dengan rasa kasih dan rasa sayang. Kalau hanya sekedar mengikuti aturan dan menjalankan ritual, tetapi tidak ada rasa kasih, cinta itu hanya sekedar cinta egois belaka, bagaikan cinta anak remaja yang belum tahu akan tanggung jawab.

Penerapan kasih sayang itu sesuai dengan posisi / jabatan seseorang. Semakin tinggi posisi sesorang dalam masyarakat, maka sebaran rasa kasih juga semakin luas, begitu juga dengan rasa sayang, semakin tinggi posisi maka sebaran rasa sayang juga semakin luas.

Bila para pengemban amanat rakyat itu punya kasih, maka berbagai kekayaan bangsa / negara akan sepenuhnya dipergunakan, dikelola, dipersiapkan untuk menunjang kehidupan rakyat untuk pencapaian kesejahteraan rakyat. Tetapi nyatanya, SDA diberikan kepada para ALIEN, hutan dengan potensi obat herbal malah dibiarkan dibabat, digunduli, ditanami produk mono-kultur, lautan yang luas dibiarkan dirampok oleh nelayan asing yang bekerja sama dengan para kolaborator oknum petugas, dll dlsb … sudah begitu lama bangsa – negara ini kehilangan kekayaannya, rakyat tidak menerima manfaat dari kekayaan negara ini, hanya memperoleh bagian dalam bentuk ROYALTI sebesar 1% selama 40 tahun lebih. Para oknum itu menjadi anggota ARISAN – BANCAKAN komisi hasil kolaborasi mereka dengan para pencuri kekayaan itu. Segala aspek kehidupan dipersiapkan menjadi halangan bagi setiap warganegara, banyak hal dibikin susah, dibikin mahal, dibikin berbelit-belit, dibikin ruwet, dibikin tumpang tindih, dibikin panjang berlama-lama … dst dst. Pendidikan dijadikan komoditi perdagangan, kesempatan kerja dan pencari kerja dibiarkan berjalan sendiri-sendiri paling jauh dipertemukan dalam bursa kerja, kesehatan dijadikan ajang mencari komisi jualan obat dari luar negeri, dlsb … semua orang harus berjuang untuk diri sendiri … rasa sosial dikesampingkan, keuntungan pribadi (oknum pejabat) dinomor-satukan … dst dst.

Kenyataan yang sudah terjadi berpuluh tahun selama ini, para pengemban amanat rakyat yang agamis itu sebenarnya tak punya rasa kasih dan rasa sayang dan hal itu bisa dilihat dari pembiaran pengerukan SDA oleh para ALIEN, pencurian ikan di lautan oleh kapal ALIEN, pembiaran berbagai aspek kehidupan yang berjalan sendiri-sendiri … LIHATLAH SENDIRI, semua itu nyata terjadi … para oknum itu tak punya kasih-sayang, mereka memang beragama tetapi cuma sekedar menjalankan aturan yang berbau ritual belaka. Sebenarnya mereka tak CINTA kepada YMK.

Lihatlah pimpinan agama yang terlihat dengan kehidupan glamour menggunakan kendaraan super mahal, memiliki rumah mewah, bagaikan para raja yang tak perlu kerja tapi hidup mewah … mereka tak peduli kalau umatnya tak sekolah, tak punya rumah, tak punya pekerjaan, sakit tak punya biaya, hidup susah kekurangan … mereka tak punya KASIH SAYANG, berarti CINTA mereka bohong belaka, hanya sekedar tampilan ritual agama, mereka tak berTuhan, tak beragama.

Agama mengajarkan agar manusia mau berbagi kasih, saling membantu satu sama lain, bersifat dan bersikap sosial, tidak memikirkan diri sendiri tetapi berusaha mencapai satu kesejahteraan bersama, kebersamaan dalam hidup, kebahagiaan bersama … dst. Itulah sosialis religius!

Pembahasan Cinta-Kasih-Sayang bisa panjang lebar … buku “Menebar Kasih Sayang, Menuai Cinta” setebal 100 halaman sudah saya selesaikan per Agustus 2014, belum diterbitkan.

Saya tampilkan sebuah contoh penerapan rasa kasih untuk kemaslahatan umat, untuk kesejahteraan orang banyak, untuk kesehatan, kehidupan dan kebahagiaan rakyat.

Obat Herbal di China dan India, dan Sistem Kesehatan Nasional

Saya membaca di internet, ada 3 negara besar yang terus menjaga warisan leluhur mereka yang sudah ribuan tahun, yaitu obat-obatan herbal (OH) dan cara pengobatan kuno (CPK), yaitu: India, China dan Brasil. 3 negara ini tidak hanya menjaga keberadaan OH dan CPK tetapi juga menerapkan OH + CPK kedalam sistem kesehatan nasional (SKN) mereka.

Saya fokus kepada 2 negara yang ada di Asia, yaitu China dan India, 2 negara dengan penduduk terbesar di dunia. India jelas beragama hindu, sementara China dicap sebagai negara atheis, komunis … sosialis komunis. Dulu China ditakuti karena dianggap komunis, tetapi sekarang begitu banyak negara maju mengikuti cara pengobatan China, menggunakan OH dan CPK, ada yang memasukkan OH dan CPK dari China kedalam SKN mereka. Banyak universitas besar di berbagai negara dunia menyiapkan jurusan TCM (Tradional Chinese Medicine) mempelajari OH dan CPK dari China. Berbagi kasih tidak hanya berlaku di suatu negara (China ataupun India) tetapi menyebar ke seluruh dunia.

Banyak negara di Eropa yang terlihat begitu kapitalis ternyata sosialis, mereka menyiapkan berbagai penunjang kehidupan warganya, pendidikan, kesempatan kerja, kesehatan, perumahan. Mereka bukan sosialis komunis tetapi lebih ke sosialis religius.

Bagaimana dengan kita!?

Padahal hutan Indonesia punya potensi OH yang begitu besar!

Jakarta, 8 Desember 2016

******

Untuk membaca artikel klik=>  Obat Herbal di China dan India, dan Sistem Kesehatan Nasional

Silahkan download ebooknya: Obat Herbal (PDF).