Video Presentasi Terapi Pete

Video Presentasi Terapi Pete

Sudah biasa, orang lebih suka menonton video daripada membaca buku, jadi saya siapkan video Presentasi Terapi Pete di YouTube.

Untuk melihat VIDEO di YouTube silahkan klik link berikut PRESENTASI TERAPI PETE

Terima kasih untuk LIKE dan SHARE-nya.

Saya akan menyiapkan video untuk berbagai hal yang dibahas dalam blog ini. Tidak mudah memang, tetap akan diusahkan, yang bisa dirubah menjadi visual akan saya rubah menjadi video, yang perlu pembahasan panjang tetap dibahas di blog ini.

Terima kasih.

Buku Terapi Pete versi 7

Buku Terapi Pete versi 7

Untuk memenuhi janji saya, hari ini saya taruh buku “Terapi Pete versi 7” di Google Drive dan link ke file ebook itu saya taruh disini.

Buat teman teman, saudara saudara yang punya koneksi internet cepat boleh langsung mengunduh buku versi lengkap (TerapiPeteV7.pdf, 244 halaman), buat yang hanya punya koneksi internet lamban atau tidak cukup aman (putus putus), bisa mengunduh per bagian: TerapiPeteV7-A.pdf s/d TerapiPeteV7-J.pdf

Ebook lengkap, 6,7 MB 244 hal.:TerapiPeteV7.pdf

Dengan demikian selesailah pembahasan buah pete (terapi pete).

Bilamana ada pertanyaan mengenai terapi pete, silahkan ajukan, saya akan usahakan untuk menjawabnya.

Jakarta, 21 April 2015

Sudah ada buku resep yang lebih aktual

Ini yang terbaru, 2017: RESEP TERAPI PETE v8 [PDF]

Silahkan lihat video Terapi Pete:
Video 1) PRESENTASI TERAPI PETE
Video 2) DETOX-TPD-PESING

Lama Waktu Merebus Pete

LAMA WAKTU MEREBUS PETE

Teman teman penggemar pete dan peserta terapi pete …

# WAKTU dan JUMLAH AIR sudah dirubah!
# Waktu perebusan menjadi 4 menit, jumlah air boleh banyak, >400 ml!
# Banyak peserta tidak punya mug kecil, mereka menggunakan PANCI BESAR maka waktu dan jumlah air harus disesuaikan!

Waktu tahun 1995 saya mulai mencoba makan pete, waktu itu saya merebus pete 1 lanjar di mug 10 cm dengan air 200 ml. Begitu air mendidih, pete digunting 2 mata, dimasukkan ke air mendidih itu, lalu direbus selama 2 menit.

Karena cuma 1 lanjar, saya cuma merebus pete selama 2 menit, buah pete itu sudah cukup matang, sudah mulai terlihat lembek. Kalau mentah buah itu masih terasa keras.

Dalam keseharian saya, saya sering merebus 3-4 lanjar sekaligus, demi praktisnya saja, dan pete sebanyak itu akan dikonsumsi oleh beberapa orang anggota keluarga. Rasanya para peserta yang lain juga akan melakukan hal yang sama, demi praktisnya, tidak melulu memasak 1 lanjar untuk sekali konsumsi, bisa 2 sampai 4 lanjar sekaligus. Dengan volume pete yang lebih besar, diperlukan waktu perebusan yang lebih panjang, bisa 3-4 menit.

Dengan melihat kebiasaan itu, maka saya menuliskan di buku resep agar merebus pete selama 2-3 menit! Ini ketentuan untuk merebus antara 1-4 lanjar!

Ternyata ada seorang teman, merebus sekaligus 10 lanjar, mungkin untuk dikonsumsi banyak orang (seluruh anggota keluarga) atau untuk 2 kali konsumsi. Dan dia merebus 10 lanjar itu selama 3 menit!!! Setelah 5 hari, dia merasakan pegal pegal di badan!!! Dia menelpon saya menceritakan hal itu.

Maaf, pete itu masih cukup mentah! Kenapa?

Meski air yang digunakan hampir 1 liter, dimasak sampai mendidih, kemudian ke 10 lanjar pete dimasukkan ke air mendidih, temperatur air pasti langsung turun, dan perlu waktu lebih panjang untuk kembali mendidih. Jadi kalau hanya 3 menit sejak 10 lanjar itu masuk ke air (mendidih), maka buah pete itu pasti masih cukup mentah, air berikut 10 lanjar pete itu belum tentu sudah kembali mendidih dalam 3 menit.

Untuk itu, rebuslah selama 6 menit atau sedikit lebih lama (7-8 menit). Tolong dilihat, dirasakan sendiri, apakah pete itu sudah mulai lembek, sudah tidak mentah lagi. Perbedaan antara 6-8 menit itu tergantung alat masak (panci, mug atau kendil), juga tergantung besaran api yang digunakan alias kompor yang dipakai.

Berhati hatilah, rebuslah cukup lama jangan sampai buah pete itu masih mentah. Agar aman, lebih baik merebus sedikit lebih lama daripada makan yang mentah.

Jadi, patokan 2-3 menit itu hanya untuk 1-4 lanjar pete.

Untuk 10 lanjar tentu butuh waktu lebih lama, antara 6-8 menit.

Cobalah mencari waktu yang pas, disesuaikan dengan peralatan yang dipakai untuk perebusan pete itu.

Semoga bermanfaat … dan selamat mencoba…

RESEP TERAPI PETE

CoverResep2P

RESEP TERAPI PETE

WORDPRESS menampilkan informasi berbagai hal terkait blog ini, jumlah kunjungan, apa yang dicari seseorang sampai akhirnya mendarat ke blog ini, apa saja yang dibaca pengunjung, darimana pengunjung itu berasal, dlsb. Dari informasi itu, saya bisa melihat berbagai pertanyaan yang diajukan orang sehingga akhirnya diarahkan oleh “search engine” ke blog ini.

Selama setahun ke belakang tercatat ada sekitar 500 pertanyaan yang menghasilkan sekitar 3000 kunjungan ke blog ini. Untuk hal ini akan saya tulis khusus di satu posting atau page.

Salah satu pertanyaan yang cukup bagus yang saya temukan minggu ini: “bagaimana merebus kulit pete”. Pertanyaan yang bagus, yang mengusik saya untuk menganalisa blog ini, bagaimana seseorang bisa mendapatkan informasi dengan mengajukan kata kunci pencarian di “search engine” maka dia akan dibawa ke suatu alamat di ‘World Wide Web’ (dunia internet), dan meski orang itu punya kalimat yang tepat untuk bisa mengantar dia ke blog ini yang seharusnya memberikan jawaban yang diperlukan orang itu, menuju informasi RESEP TERAPI PETE, tetapi RESEP itu ada ‘bersembunyi’ didalam salah satu artikel, tidak mudah untuk ditemukan orang awam. Saya kira masih ada orang yang tidak cukup jeli untuk meng’klik’ disana, klik disini, klik … klik dan klik sehingga orang itu sampai ke artikel yang seharusnya memberi jawaban, seperti informasi RESEP TERAPI PETE yang masih merupakan sebuah ebook dalam bentuk PDF.

Dari pertanyaan “bagaimana merebus pete” membawa saya kepada pertimbangan untuk merilis RESEP TERAPI PETE yang terbaru dan bisa langsung dibaca dengan minimal klik. RESEP TERAPI PETE saya jadikan sebuah page dan sebuah posting.

KLIK “RESEP TERAPI PETE” untuk membaca resepnya.

Artikel RESEP TERAPI PETE ini merupakan bagian dari buku TERAPI PETE V7. Buku TERAPI PETE yang saya taruh di GOOGLE-drive masih buku V5. Saya perlu beberapa hari untuk menambahkan beberapa hal di buku V7, baru setelah itu saya akan taruh di GOOGLE-drive.

Per Juli 2017, sudah ada buku resep yang lebih aktual
Ini yang terbaru, 2017: RESEP TERAPI PETE v8 [PDF]

Silahkan lihat video Terapi Pete:
Video 1) PRESENTASI TERAPI PETE
Video 2) DETOX-TPD-PESING

Beberapa buku yang bisa didownload:

Buku TERAPI PETE

Buku RESEP TERAPI PETE V.7

Buku Terapi Pete 4 ImPOTENSI

Artikel Terapi Pete 4 ImPOTENSI

Buku PeteTherapyEnglish

Buku PETE4ImPOTENSIEnglish

Buku MEMBUKA MISTERI BUAH PETE

Dari pengamatan selama sosialisasi Terapi Pete, terapi ini benar-benar manjur menghadapi banyak penyakit, seperti Diabetes Mellitus (DM) dan teman-temannya. Lihat posting saya di:

Posting Diabetes mellitus

Page Diabetes mellitus

Jakarta, 28 Februari 2015, 08:48

Prestasi Jumlah Kunjungan

Prestasi Jumlah Kunjungan

Pada 30 Desember 2014, The WordPress.com membuatkan sebuah Annual Report (Laporan Tahunan), untuk blog ini. Dalam laporan itu ditampilkan: 9000 kunjungan ke blog ini dari 31 negara.

Sampai hari Minggu, 15 Februari 2015, hari Valentine, saya baca summary kunjungan pembaca berdasarkan artikel (post ataupun page) yang saya tulis:

1) 6345 Manfaat buah Pete (Parkia speciosa)

2) 3782 3 MONYET BIJAKSANA, TEORI KEBIJAKSANAAN ATAU TEORI KEMONYETAN

3) 975 Home page / Archives

4) 961 PETE, PETAI (Parkia speciosa) untuk kesehatan

5) 537 MENGHENTIKAN KORUPSI

6) 346 BUKU CETAK PELAJARAN SEKOLAH

7) 339 OBAMA – SBY: SEBUAH PERBANDINGAN ATAU ANEKDOT?

8) 330 KEREZIMAN KOMUNIS: PEMERINTAHAN GAYA KOMUNIS

9) 244 BRAINSTORMING: TOPIK-TOPIK

10) 223 Sumber Daya Alam Indonesia

11) 209 PHITECANTROPUS ERECTUS MOTORITUS

12) 185 KTBK: KEHIDUPAN TIDAK BEBAS KORUPSI

13) 161 ISLAM: KARTUN PENGHINAAN: MULTILEVEL PENGHINAAN

Kunjungan berdasarkan negara selama 1 tahun sampai 16 Februari 2015:
6946 Indonesia
923 United States
110 Malaysia
80 Singapore
17 Australia
14 Israel
12 Germany
11 Saudi Arabia
10 Taiwan
9 China, Republic of Korea
6 Timor-Leste, Hong Kong
5 Netherlands
4 Japan, Ukraine
3 Canada, United Kingdom, Norway
2 United Arab Emirates, Switzerland, Brunei Darussalam, Kenya
1 Thailand, Algeria, Russian Federation, Philippines, Papua New Guinea, Chad, South Africa, France

Jakarta, 16 Februari 2015

Mengungkap Misteri Buah Pete

gaMisteri Buah Pete Main

Mengungkap Misteri Buah Pete

Pembuka: Mengungkap Misteri Buah Pete

Artikel #1 Stinky Evil Smelling Beans

Artikel #2 Makan Pete Tak Bau Pesing

Artikel #3 Herbal, Obat Dari Alam

Artikel #4 Menu Masakan Berbahan Pete

Artikel #5 Obat Bagi Yang Percaya KepadaNYA

Artikel #6A Penelitian Pete Selama 15 Tahun

Artikel #6B Penelitian Pete Selama 15 Tahun

Artikel #7 Sosialisasi Terapi Pete

Artikel #8 Keberhasilan Terapi Pete

Artikel #9 Rahasia Pete – Gaib

Penutup: Mengungkap Misteri Buah Pete

Pembuka: Mengungkap Misteri Buah Pete

Kita sering menjumpai benda-benda yang memiliki sifat yang tidak disukai banyak orang, kita tidak berani menyentuhnya, kita berusaha menjauhi benda itu, dan kepada orang-orang yang kebetulan suka akan benda itu, maka orang itu dinyatakan orang aneh yang perlu di jauhi … seperti buah pete, dikatakan buah kampungan, tidak berkelas, ndeso, stinky (bau pesing!), evil smelling bean, dlsb. Ditambah dengan mitos-mitos pete yang menyesatkan, yang setengah benar juga setengah salah, menyebabkan buah pete dijauhi banyak orang.

Atau kotoran sapi (ternak), benda yang bau dan menjijikkan, ternyata bisa digunakan untuk memasak!? Bukan langsung dicampurkan kedalam makanan! Kotoran sapi itu dimasukkan ke dalam silo, tabung semacam septic-tank, mungkin diberi tambahan bakteri pembusuk, maka dari lubang yang dibuat khusus akan mengeluarkan gas, disalurkan ke kompor gas, dinyalakan dan digunakan untuk memasak.

Saya belum mencari info lebih lanjut, apakah gas yang keluar itu masih berbau kotoran sapi atau tidak, atau dapur itu menjadi berbau kotoran sapi … saya belum punya pengalaman untuk itu.

[Ternyata di majalah “New Internationalist” edisi January/February 2015, halaman 11, Artikel: “‘Poo’ bus leaves no waste”, ada bus (‘Bio-Bus’) antara kota Bristol – Bath (di Inggris) yang menggunakan bahan bakar biomethane berasal dari food … human waste (kotoran manusia).]

Yakinlah, masih ada banyak benda yang biasanya tidak disukai, kurang disukai atau bahkan dibenci orang, padahal benda itu punya suatu manfaat yang berguna bagi kehidupan kita. Kita perlu mencari, mengungkap misteri yang ada dibalik benda-benda itu. Setiap benda, tidak akan hanya menjadi sesuatu yang tak berarti, tidak mungkin YMK menciptakan suatu benda tanpa ada sebab-akibat, aksi-reaksi, ada keterkaitan satu sama lain, secara langsung ataupun tidak langsung, pasti ada suatu manfaat yang dikandung setiap benda.

Nah, berkat keisengan dan keingin-tahu-an (rasa penasaran) saya di tahun 1995, saya berhasil mengungkap manfaat yang ada terkandung didalam buah pete dan kulit pete. Ada banyak hal yang bisa diungkap dari penelitian (atau pengamatan) saya selama 15 tahun itu, ada ber-ragam kemampuan buah pete, air rebusan kulit pete, untuk kesehatan, untuk menyembuhkan impotensi, sebagai ‘SLOW VIXGRX’, untuk menangkal atau membersihkan hal gaib. Saya berhasil mengungkap misteri buah pete, dan mungkin saja apa yang saya temukan itu belum seluruh misteri, ada juga peserta yang dengan iseng ataupun tak sengaja berhasil menemukan resep yang lain. Itulah adanya.

Tulisan ‘Mengungkap Misteri Buah Pete’ ini sudah saya upload ke internet, di Facebook Page ‘Pete Therapy 4 Love’ (PT4L).

‘Pete Therapy 4 Love’ adalah sebuah Facebook Page, sebuah web-site dibawah naungan Facebook. Di Page itu saya tuliskan banyak informasi terkait pete, herbal, kesehatan dll. Silahkan berkunjung ke page itu … mungkin ada manfaat yang bisa diambil dari sana.

Tulisan ‘Mengungkap Misteri Buah Pete’ saya upload ke Page ‘Pete Therapy 4 Love’ sebagian-sebagian, sebagai cerita bersambung agar pembaca tidak bosan. Tidak banyak orang Indonesia yang suka membaca buku serius, meski senang sekali chatting (BBM-an, twitter, FB, dll), jadi saya ikuti saja trend itu. Dengan melepas sepotong demi sepotong, saya tidak perlu menunggu satu buku selesai semuanya, tetapi bisa diselesaikan bagian demi bagian. Bagian yang selesai bisa langsung di-upload, sementara bagian yang lain masih terus direvisi. Tulisan ini merupakan cikal-bakal buku Terapi Pete versi 6

Ebook sudah tersedia, silahkan download:

Buku MEMBUKA MISTERI BUAH PETE PETE

Jakarta, 14 Mei 2014 (tanggal penulisan dan diupload ke PT4L)

Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus (DM) akan menjadi penyakit no 7 di dunia sebagai penyebab kematian. Saat ini, ada sekitar 347 juta warga dunia di berbagai negara menderita DM, dan mungkin ada lebih banyak lagi pada kondisi pradiabetes (prediabets) yang tidak/belum disadari.

DM tidak hadir sendirian, tetapi membawa bermacam penyakit lainnya, mulai dari kehilangan penglihatan (katarak, glaucoma,dll), kehilangan pendengaran, penyakit jantung, darah tinggi (hypertensi), komplikasi kaki (sampai harus amputasi), komplikasi kulit, menyerang saraf,  Erectile dysfunction (male impotence, impotensi!), dll sampai menyerang kesehatan mental. Lihat tulisan tentang 347 JUTA PENDERITA DIABETES MELLITUS (DM)


DM … TIDAK ADA OBATNYA!?

Saya pernah membaca beberapa artikel dari lembaga kesehatan negara maju bahkan ada juga dari badan PBB, yang menyatakan bahwa DM tidak bisa disembuhkan, tidak bisa diobati dan hanya bisa dijaga dengan aturan makan dan pola hidup sehat.

Obat DM jelas mahal, ada yang per hari perlu biaya 20ribu sampai 40ribu dan mungkin lebih lagi. Jangan lupa, berapa biaya extra untuk mengobati/merawat gerombolan teman-teman si DM itu!? Habis biaya toh tetap sengsara.

TERAPI PETE untuk menyembuhkan Diabetes Mellitus
Kita punya alternatif pengobatan DM yang lebih murah, lebih aman, efek samping-nya malah menyenangkan (tambah tenaga dalam), tidak membuat kantong sobek, dan supply (persediaan) dari alam ada cukup tersedia, kecuali sedang tidak musim, yaitu PETE. Terapi pete perhari 2 lanjar @ Rp.5.000,- = Rp.10.000,- relatif murah dan memberikan kestabilan gula darah dalam waktu relatif cepat. Setelah sehat, tidak perlu setiap hari, bisa direfilling sebulan sekali untuk perawatan saja.

Dari kumpulan testimoni (pengalaman) para peserta terapi pete selama 3 tahun terakhir ini, saya dapat menyatakan kalau terapi pete ini memang benar manjur untuk mengatasi DM dan teman-teman si DM itu. Berdasarkan pengalaman banyak penderita DM yg ikut terapi pete, mereka mendapatkan kestabilan tingkat gula darah dalam waktu yang bervariasi. Umur penderita DM yang ikut terapi pete itu bervariasi, dari sekitar 40-an sampai 90 tahun. Dalam waktu 4-5 hari terapi, peserta sudah mengetahui awal perubahan kesehatan, sudah terasa ada perbedaan di badan, jari tangan yang sebelumnya begitu susah untuk mengepal (kepalan) menjadi lancar, kaki yang sebelum tidur terasa berat dan susah tidur menjadi ringan dan tidak sulit tidur, badan menjadi lebih segar … etc.

Setelah 7 hari terapi, perubahan kesehatan yang signifikan sudah dapat diketahui, sudah dapat merasakan perubahan besar dalam hidup mereka. Sementara, waktu untuk sembuh itu bervariasi, dari 3 minggu sampai 6 bulan. Ada yang ikut terapi lengkap, makan buah pete dan minum air rebusan kulit. Tetapi ada beberapa peserta berumur lanjut, sudah tidak bisa mengunyah, hanya diberikan air rebusan kulit pete.

Saya tidak bisa memantau setiap peserta terapi pete, karena terapi ini begitu mudah dijalankan, resepnya sederhana, waktu proses persiapan relatif singkat, sehingga setiap orang yang sudah punya pengalaman (berhasil, sehat) dengan terapi ini, banyak yang menjadi agen penyebaran, menyebar-luaskan resep terapi pete kepada teman, saudara atau siapapun. Mereka yang berhasil akan bercerita kepada yang lain, menjadi MLM (multi level menyebarkan) kebaikan/kesehatan. Saya sudah tidak tahu lagi, berapa jumlah peserta terapi ini.
Saya hanya bisa meminta testimoni dari orang-orang di level terdekat saja, dan testimoni beberapa orang itu akan saya masukkan ke e-book terapi pete yang berikutnya.

Saya sudah menyiapkan buku terapi pete, 3 dalam bahasa Indonesia, 1 dalam bahasa Inggris (Pete 4 Impotensi), dan satu lagi dalam proses penterjemahan ke bahasa Inggris (Pete Therapy).