Serangan Jantung dan Stroke Mengancam Penderita Impotensi

Serangan Jantung dan Stroke Mengancam Penderita Impotensi

Lihat juga videonya: Serangan Jantung dan Stroke Mengancam Penderita Impotensi

Bahaya dibalik impotensi, bukan hanya ancaman serangan jantung atau stroke, ada banyak lagi.

Impotensi adalah ketidakmampuan pria untuk ereksi
ED: erectile dysfunction / DE: disfungsi ereksi … alias impotens!

Ada 3 posisi ED:

* ED mild: masih mampu, sesekali tidak mampu
* ED medium: sesekali mampu lebih sering tak mampu
* ED parah: tidak mampu ereksi sama sekali.

Penyebab ED

ED hadir disebabkan berbagai kemungkinan, fisik/psikis/lain:
* diabetes Mellitus (DM, kadar gula tinggi), hipertensi, penyempitan pembuluh darah, penyumbatan pembuluh darah, pengerasan pembuluh darah (atherosclerosis, hardening of the arteries), rendahnya kadar testosterone, kolesterol, dll
* ada yang disebabkan karena sakit jantung, rusaknya ginjal atau liver, dll
* stress, emosi, dll
* ada yang bilang, karena banyak merokok, dll.

Usia Penderita

Dulu, sekitar 40 tahun lalu ED menyerang pria diatas 50 tahun, dasawarsa demi dasawarsa berlalu, pria 40 tahun sudah ED, kemudian pria 30 tahun, kemudian pria 20 tahun dan sekarang pria remaja usia belasan tahun sudah ED.

Waspadalah!

Berhati hatilah dengan ED. kebahagiaan pasangan akan dipertaruhkan, kehidupan rumah tangga tergantung pada ED. Dalam waktu 3-5 tahun setelah ED hadir, serangan jantung atau stroke mengancam kehidupan Anda dan ada banyak ancaman lain.

Suami dengan ED berfikir dia tidak bisa ereksi karena sang istri sudah tidak menarik, dianggap gemuk tak sexy, sudah lecek kurang dandan tak mengurus diri, kurang perhatian dlsb. Maka sang suami bisa saja mencoba mencari kebangkitan di luar rumah dalam berbagai cara, mulai menggoda wanita lain yang lebih sexy lebih muda lebih menarik, mencoba ‘jajan sate’ sampai memelihara ‘kambing muda’, kawin siri, istri piaraan, sampai usaha berpoligami dengan diam-diam tanpa sepengetahuan istrinya.

Mungkin Anda (istri) kecewa dengan prestasi suami (pasangan) Anda dalam hal 4X4. Jangan buru-buru meninggalkan suami Anda dan mencari pria pengganti yang mungkin bisa memberikan kepuasan, karena pria lain belum tentu bebas ED bahkan pria yang jauh lebih muda sekalipun sudah berkemungkinan kena ED. Hal ini sudah diuraikan di bagian ‘Usia Penderita’ dimana pria remaja sudah ada yang terpapar ED! Jangan tergoda rayuan pria lain apalagi suami orang, karena pria tersebut bisa saja sedang mencari kebangkitan di luar rumah, mencoba bangkit melalui angan-angan padahal ED.

Kaum istri perlu waspada, bukan saja karena sang suami bisa mencoba bangkit di luar rumah, tetapi ada bahaya mengancam kesehatan sang suami, dalam 3-5 tahun sejak ED medium apalagi parah dia bisa kena serangan jantung atau stroke. Bila itu terjadi dan harus masuk rumah sakit, ada biaya perawatan yang akan membebani perekonomian keluarga. Dan bisa saja sampai harus operasi perawatan jantung bernilai ratusan juta rupiah. Bukan hanya itu, bahaya kematian juga mengancam.

Hadirnya ED memberikan gambaran adanya penyakit kritis seperti DM, hipertensi, penyempitan & penyumbatan pembuluh darah, pengerasan pembuluh darah, kolesterol, sakit jantung, rusaknya ginjal atau liver, dlsb.

Pria sebagai pencari nafkah keluarga

Kalau sang pencari nafkah sampai terkena penyakit parah, meninggal atau cacad karena amputasi akibat DM tentu akan memberatkan kehidupan keluarganya.

ED bukan sekedar penyakit bagi sang pria, tetapi bisa merusak kehidupan keluarga, mengganggu keharmonisan rumah tangga, menggoyang perekonomian keluarga, dan bisa menyebabkan kematian.

Padahal ED bisa dengan mudah disembuhkan!!!

Rebuslah kulit pete, minumlah air hasil rebusan kulit pete. Lihat videonya:
* Kulit Pete sebagai Obat Impotensi, jangan buang kulit pete, itu obat mujarab

PERLU DIKETAHUI, saat ini diabetes Mellitus (DM) sudah menjadi GLOBAL DIABETES EPIDEMIC … sekitar 70% penderita DM akan kena ED … sekitar 70% dari yang ED akan berpindah alam lebih cepat.

Jadi WASPADALAH!!!

Jakarta, 14 September 2017

REFERENSI:

* WHO: Diabetes

* Global Diabetes Epidemic

* True impact of global diabetes epidemic is vastly underestimated

* Diabetes and Erectile Dysfunction

* Erectile Dysfunction Statistics

* How Many Americans Experience Erectile Dysfunction

* The prevalence and associations of erectile dysfunction in a South African male diabetic urban population

* Erectile Dysfunction and Your Age

* Young Men Lead Surge In VIAGRA Use

* A red flag for heart attack or strokes

* Der Penis ist die Antenne des Herzens

* Springer – Der Penis ist die Antenne des Herzens

* Der Penis ist die Antenne des Herzens

* Der Penis ist die Antenne des Herzens

* Der Penis – Antenne des Gefässsystems, 29. Juni 2011

* Why erectile dysfunction is emotionally painful for men

* Erectile dysfunction ‘linked to risk of early death’

* Men suffering with erectile dysfunction 70 per cent MORE likely to DIE prematurely

Masih banyak lagi referensi untuk masalah ED …

Benarkah pete bermanfaat bagi kesehatan kita?

Setelah sekian lama surfing di internet, di tahun 2017 saya mendapatkan informasi dari beberapa web-page para peneliti barat, mereka berhasil menggali informasi dari berbagai kelompok masyarakat di Asia Tenggara, yang menyatakan pete sudah dikenal sejak ratusan tahun lampau sebagai bagian dari folk medicine yang berarti sudah dikenal atau biasa digunakan oleh berbagai masyarakat itu untuk pengobatan, untuk kesehatan.

Kemampuan pete yang sudah dikenal sebagai folk medicine oleh para pendahulu kita sejak ratusan tahun lampau itu seharusnya disosialisasikan oleh lembaga terkait yang berwenang kepada masyarakat banyak, agar bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk membantu memberikan kesehatan, kehidupan, kebahagiaan dan kesejahteraan rakyat banyak. Seharusnya!

Jadi penelitian saya selama 22 tahun itu menjadi pembuktian atas pernyataan bahwa pete sebenarnya adalah obat herbal yang sudah dikenal sejak ratusan tahun lampau, atau bahwa penelitian pete yang saya lakukan itu benar bermanfaat dan sudah digunakan sejak ratusan tahun lalu, seperti yang ditulis para peneliti mancanegara itu. Pernyataan para peneliti mancanegara bahwa pete sudah dikenal sebagai folk medicine sejak ratusan tahun lalu menjadi pendukung kebenaran penelitian saya.

Benar! Pete bermanfaat bagi kesehatan!

Dari penelusuran di internet, pete yang dinyatakan sebagai ‘folk medicine’ sudah dikenal sejak ratusan tahun lampau oleh berbagai kelompok masyarakat di Asia Tenggara, lebih lanjut dikatakan oleh para peneliti bahwa pete punya potensi menjadi Phytomedicine alias herbal dari tanaman untuk preventive ataupun untuk pengobatan.

Phytomedicine itu adalah satu jenis tanaman atau kombinasi dari berbagai tanaman yang bisa digunakan untuk preventive ataupun untuk pengobatan penyakit tertentu.

Referensi:
* www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23956777
Parkia speciosa Hassk., or stink bean, is a plant indigenous to Southeast Asia. It is consumed either raw or cooked. It has been used in folk medicine to treat diabetes, hypertension, and kidney problems.

* www.stuartxchange.org/Upang
Folkloric
– No reported medicinal use in the Philippines.
– In folk medicine, used for diabetes, hypertension, and kidney problems
– Seeds used to treat diabetes, kidney pain, and cholera.
– In Malaysia, aboriginal tribes use raw bean pod and seeds orally for diabetes; root decoction used for hypertension and diabetes.

* www.unboundmedicine.com/medline/citation
It has been used in folk medicine to treat diabetes, hypertension, and kidney problems. … With ongoing research conducted on the plant extracts, Parkia speciosa has a potential to be developed as a phytomedicine.

Testimoni Pete & Penelitian Lebih Lanjut

Testimoni keberhasilan Terapi Pete menyembuhkan bermacam penyakit sudah banyak saya terima.

Yang sembuh dari Asam Urat (GOUT), rematik (rheumatic), diabetes (kencing manis) dan lain-lain akibat diabetes, itu sudah banyak; yang berhasil bangkit dari kelumpuhan: seluruh anggota badan atau sebagian anggota badan sudah ada beberapa. Kelumpuhan itu bisa karena diabetes tinggi atau karena trauma urat saraf karena kecelakaan.

Testimoni yang terakhir: seorang ibu berumur sekitar 40-tahun, dia mendapatkan perubahan yang lumayan menggembirakan, payudara kembali sintal (kenyal) setelah 2 minggu terapi pete. Testimoni yang seperti ini memang jarang, karena biasanya ibu-ibu merasa malu (risih) untuk menceritakan hal itu, dan juga nggak mungkin buat saya untuk melihat perubahan itu. Tetapi ibu itu benar merasa yakin, perubahan itu terjadi setelah dia menjalankan terapi pete. Untuk hal ini, saya berharap akan ada ibu-ibu (cukup umur) yang sudah mengalami penurunan fisik (payudara) bisa ikut memantau kemungkinan ini.

Tetapi, kalau kita melihat kemampuan Pete melakukan Cell-regenerative, menggalakkan penggantian sel-sel tua dengan yang muda, berarti kemungkinan itu benar adanya. Cell-regenerative itu kembali melenturkan pembuluh darah yang sudah mulai tua dan mengeras (tidak lentur), mengembalikan saraf yang trauma karena kecelakaan, fatigue, tua, rapuh, kembali muda, lentur dan bisa digerakkan dengan bebas, begitu juga organ tubuh yang lain … maka kemungkinan besar pernyataan ibu itu benar adanya. Bagi sebagian peserta terapi, memang terlihat lebih muda, lebih fresh … karena cell-regenerative itu. Fakta yang bisa langsung dilihat dari penampilan para peserta terapi. Semoga benar adanya …

Ada berita dari sumber yang cukup terpercaya, ada pengusaha dari negara Matahari Terbit memborong pete 1 container, katanya untuk kosmetik. Ini yang membangkitkan antusias saya untuk mencoba khasiat pete lebih lanjut.

Saya mencoba menggunakan ampas kulit pete itu untuk membersihkan kulit leher dan wajah saya … bagian putih dari kulit pete itu saya oleskan ke leher dan wajah, menjadi semacam masker … memang terasa ada daya tarik di wajah, mungkin semacam facelift. Dan memang kemudian leher (setelah 3X uji-coba) terlihat lebih bersih, begitu juga wajah (baru 1X uji-coba) ternyata juga bersih dan terasa lebih halus dan sedikit mengencang.

Terapi pete, buahnya dimakan, air rebusan kulit pete diminum akan melakukan cell-regenerative, menjadikan si peserta terlihat lebih muda … pete bekerja dari dalam tubuh si peserta, dan mungkin juga bisa digunakan langsung sebagai obat yang dioleskan, diborehkan dari luar. Semoga benar adanya …

Saya berharap akan ada lebih banyak lagi orang-orang yang bersedia mencoba terapi pete ini, sebagai obat untuk menyembuhkan bermacam penyakit, juga untuk kecantikan.

Artikel terapi pete itu sudah dibaca pengunjung dari mancanegara: Amerika, Canada, Australia, Swiss, Jerman, Jepang, New Zealand, Arab Saudi, dll, dan tentu saja dari negara tetangga Malaysia. Yang paling banyak datang dari Amerika, kemudian Malaysia, yang lain bervariasi.

Pesan saya, buat pembaca dari Indonesia, segera ikut terapi pete, mumpung pete masih murah. Kalau sampai orang luar negeri itu mulai memborong pete, harga di dalam negeri pasti melonjak. Jangan telat …

Jakarta, 28 Oktober 2013, jam 12:48