EV (electric vehicle) dan RE (renewable energy)

 

Baca juga tulisan terkait: Mau beli mobil?

Apa efek / dampak dari kehadiran EV (electric vehicle) dan RE (renewable energy) untuk kita di Indonesia?

Ada banyak efek / dampak yang muncul akibat EV dan RE … bukan hanya sektor transportasi darat yg terkena, banyak sekali rentetan domino efeknya.

Tahukah kita?
Siapa yg terkena?
Siap kah?
Langkah apa yang harus diambil?
Kapan mau disosialisasikan?

Atau, kita biarkan saja hal ini berlangsung, seperti yang biasa terjadi di negeri ini … harus / sampai ada yg mati menabrak tembok … baru diambil langkah pengamanan sekedarnya juga … seperti pemasangan beton pemisah jalur busway … tiba-tiba ada di tengah-tengah jalan yg kalau malam hari tidak terlihat, tidak terduga kalau ada tembok berdiri tegar di tengah jalan. Setelah kejadian demi kejadian, satu demi satu motor juga mobil menabrak tembok kekar pemisah jalan, diambil inisiatif oleh warga setempat, mereka menaruh barang (karton, ranting / cabang pohon, kain / bendera) … sekedar tanda adanya bahaya … yg tidak juga mengurangi kejadian ciuman antara motor dengan tembok … lalu lembaga terkait mengambil inisiatif, memasang poster diatas tembok tersebut … “Awas hati-hati, berbahaya, sudah banyak yang jadi korban karena menabrak tembok ini!” …. ujung tembok dicat warna terang … tetap saja ciuman terjadi dan terjadi … dipasang ban bekas … sama saja!

Itulah contoh ketiadaan KASIH dalam kegiatan sehari hari, lembaga terkait sekedar memasang tembok, memasang pemberitahuan yg bisa dibaca setelah ciuman terjadi … benar juga sih … yg mencium tembok tidak bisa menuntut lembaga terkait! Kan sudah diberi pemberitahuan! … management daerah juga nggak peduli … mau ciuman mobilnya rusak, motornya rusak, pengemudi luka-luka, penumpang terpental bahkan mati … siapa suruh mencium tembok!!!???

Karena ke-terbiasa-an menjadikan orang abai akan bahaya … dan bila hal ini dipermasalahkan, maka ybs malah dicibirkan, dibilang ALAY, PEKOK, GILA … kayak gitu aja diributkan.

Jakarta 4 September 2018

**************

Silahkan dipertimbangkan apa, siapa saja yang terkena dampak dari EV & RE.

Banyak negara mulai tahun 2025 melarang mobil bermesin bahan bakar minyak  (combustion engine) dilarang masuk kota, tahun 2030 atau tahun 2040 tidak ada lagi penjualan mobil combustion engine. Minyak bumi dikatakan akan habis dalam 53 tahun yang akan datang. Banyak negara berlomba-lomba menggunakan RE. Research & Development ke arah RE terus digalakkan.

Tahun 2019, banyak pabrikan mulai melepas EV mereka,  warga negara maju mulai berpindah ke EV.

Bagaimana dengan kita di Indonesia? Apakah kita hanya berdiam diri? Apa yang perlu kita persiapkan? Apakah tenaga kerja untuk perawatan EV sudah ada, bagaimana dengan masalah pendidikan tinggi terkait bidang itu, bagaimana dengan sekolah ketrampilan untuk perawatan EV, sudahkah kita memikirkan hal ini?
Bagaimana dengan kendaraan lama dengan mesin konvensional (combustion engine) apakah dibesi-tua-kan atau boleh diconversi? Bagaimana dengan perijinannya, karena nantinya tidak ada lagi nomor mesin (combustion engine) tetapi sekedar mesin listrik (dinamo) penggerak?
Bagaimana dengan kendaraan traktor pertanian?
Dan banyak pertanyaan lain terkait EV, RE dan ketersediaan bahan bakar minyak di negeri ini … mari kita pikirkan bersama …