Serangan Jantung dan Stroke Mengancam Penderita Impotensi

Serangan Jantung dan Stroke Mengancam Penderita Impotensi

Lihat juga videonya: Serangan Jantung dan Stroke Mengancam Penderita Impotensi

Bahaya dibalik impotensi, bukan hanya ancaman serangan jantung atau stroke, ada banyak lagi.

Impotensi adalah ketidakmampuan pria untuk ereksi
ED: erectile dysfunction / DE: disfungsi ereksi … alias impotens!

Ada 3 posisi ED:

* ED mild: masih mampu, sesekali tidak mampu
* ED medium: sesekali mampu lebih sering tak mampu
* ED parah: tidak mampu ereksi sama sekali.

Penyebab ED

ED hadir disebabkan berbagai kemungkinan, fisik/psikis/lain:
* diabetes Mellitus (DM, kadar gula tinggi), hipertensi, penyempitan pembuluh darah, penyumbatan pembuluh darah, pengerasan pembuluh darah (atherosclerosis, hardening of the arteries), rendahnya kadar testosterone, kolesterol, dll
* ada yang disebabkan karena sakit jantung, rusaknya ginjal atau liver, dll
* stress, emosi, dll
* ada yang bilang, karena banyak merokok, dll.

Usia Penderita

Dulu, sekitar 40 tahun lalu ED menyerang pria diatas 50 tahun, dasawarsa demi dasawarsa berlalu, pria 40 tahun sudah ED, kemudian pria 30 tahun, kemudian pria 20 tahun dan sekarang pria remaja usia belasan tahun sudah ED.

Waspadalah!

Berhati hatilah dengan ED. kebahagiaan pasangan akan dipertaruhkan, kehidupan rumah tangga tergantung pada ED. Dalam waktu 3-5 tahun setelah ED hadir, serangan jantung atau stroke mengancam kehidupan Anda dan ada banyak ancaman lain.

Suami dengan ED berfikir dia tidak bisa ereksi karena sang istri sudah tidak menarik, dianggap gemuk tak sexy, sudah lecek kurang dandan tak mengurus diri, kurang perhatian dlsb. Maka sang suami bisa saja mencoba mencari kebangkitan di luar rumah dalam berbagai cara, mulai menggoda wanita lain yang lebih sexy lebih muda lebih menarik, mencoba ‘jajan sate’ sampai memelihara ‘kambing muda’, kawin siri, istri piaraan, sampai usaha berpoligami dengan diam-diam tanpa sepengetahuan istrinya.

Mungkin Anda (istri) kecewa dengan prestasi suami (pasangan) Anda dalam hal 4X4. Jangan buru-buru meninggalkan suami Anda dan mencari pria pengganti yang mungkin bisa memberikan kepuasan, karena pria lain belum tentu bebas ED bahkan pria yang jauh lebih muda sekalipun sudah berkemungkinan kena ED. Hal ini sudah diuraikan di bagian ‘Usia Penderita’ dimana pria remaja sudah ada yang terpapar ED! Jangan tergoda rayuan pria lain apalagi suami orang, karena pria tersebut bisa saja sedang mencari kebangkitan di luar rumah, mencoba bangkit melalui angan-angan padahal ED.

Kaum istri perlu waspada, bukan saja karena sang suami bisa mencoba bangkit di luar rumah, tetapi ada bahaya mengancam kesehatan sang suami, dalam 3-5 tahun sejak ED medium apalagi parah dia bisa kena serangan jantung atau stroke. Bila itu terjadi dan harus masuk rumah sakit, ada biaya perawatan yang akan membebani perekonomian keluarga. Dan bisa saja sampai harus operasi perawatan jantung bernilai ratusan juta rupiah. Bukan hanya itu, bahaya kematian juga mengancam.

Hadirnya ED memberikan gambaran adanya penyakit kritis seperti DM, hipertensi, penyempitan & penyumbatan pembuluh darah, pengerasan pembuluh darah, kolesterol, sakit jantung, rusaknya ginjal atau liver, dlsb.

Pria sebagai pencari nafkah keluarga

Kalau sang pencari nafkah sampai terkena penyakit parah, meninggal atau cacad karena amputasi akibat DM tentu akan memberatkan kehidupan keluarganya.

ED bukan sekedar penyakit bagi sang pria, tetapi bisa merusak kehidupan keluarga, mengganggu keharmonisan rumah tangga, menggoyang perekonomian keluarga, dan bisa menyebabkan kematian.

Padahal ED bisa dengan mudah disembuhkan!!!

Rebuslah kulit pete, minumlah air hasil rebusan kulit pete. Lihat videonya:
* Kulit Pete sebagai Obat Impotensi, jangan buang kulit pete, itu obat mujarab

PERLU DIKETAHUI, saat ini diabetes Mellitus (DM) sudah menjadi GLOBAL DIABETES EPIDEMIC … sekitar 70% penderita DM akan kena ED … sekitar 70% dari yang ED akan berpindah alam lebih cepat.

Jadi WASPADALAH!!!

Jakarta, 14 September 2017

REFERENSI:

* WHO: Diabetes

* Global Diabetes Epidemic

* True impact of global diabetes epidemic is vastly underestimated

* Diabetes and Erectile Dysfunction

* Erectile Dysfunction Statistics

* How Many Americans Experience Erectile Dysfunction

* The prevalence and associations of erectile dysfunction in a South African male diabetic urban population

* Erectile Dysfunction and Your Age

* Young Men Lead Surge In VIAGRA Use

* A red flag for heart attack or strokes

* Der Penis ist die Antenne des Herzens

* Springer – Der Penis ist die Antenne des Herzens

* Der Penis ist die Antenne des Herzens

* Der Penis ist die Antenne des Herzens

* Der Penis – Antenne des Gefässsystems, 29. Juni 2011

* Why erectile dysfunction is emotionally painful for men

* Erectile dysfunction ‘linked to risk of early death’

* Men suffering with erectile dysfunction 70 per cent MORE likely to DIE prematurely

Masih banyak lagi referensi untuk masalah ED …

Kulit Pete sebagai Obat Impotensi, jangan buang kulit pete, itu obat mujarab

Kulit Pete sebagai Obat Impotensi, jangan buang kulit pete, itu obat mujarab

Lihat juga videonya: Kulit Pete sebagai Obat Impotensi

Mulai sekarang, bila memasak menu makanan berbahan pete, jangan buang kulit pete, rebuslah kulit pete. Air pete merupakan obat mujarab untuk mengobati impotensi, untuk menjaga kesehatan, dan tentu menjauhkan impotensi.

Informasi selanjutnya silahkan lihat di video tersebut.

Cara membuat AIR PETE:

Lihat di video tersebut atau di video ‘TERAPI PETE #1 Resep merebus pete dan kulit pete, obat jantung, ginjal, asam urat, dll‘. klik link dibawah.

Ambil kulit pete 1 lanjar
Gunting kulit pete selebar 5 – 10 mm
Rebuslah air sebanyak 400 ml sampai mendidih
Setelah air mendidih, masukkan guntingan kulit pete kedalam air mendidih
Rebuslah kulit pete selama 20 menit

Proses kebangkitan kembali bisa terjadi di keesokan pagi hari, pada banyak peserta kebangkitan itu bisa terjadi 6 – 10 jam setelah minum air pete.

Air pete diminum siang atau malam setelah cukup makan. Jangan minum air pete di pagi hari!

Inilah TAP atau Terapi Air Pete!

Demikianlah
Jakarta 9-9-2017

Lihat juga:
* TERAPI PETE #1 Resep merebus pete dan kulit pete, obat jantung, ginjal, asam urat, dll

* TERAPI PETE #2 Manfaat pete membersihkan tubuh dari toxin poison dirt

* Pete Berbahaya Jangan Makan Pete Mentah, dampak negative pete

* Buku Resep Terapi Pete v8

Buku versi English, sudah OLD, belum sempat diedit lagi … maaf
* Buku PeteTherapyEnglish

* Buku PETE4ImPOTENSIEnglish

KOMENTAR & SPAM

KOMENTAR & SPAM

Saya mohon maaf, komentar yang muncul di blog terpaksa saya acuhkan, karena ada banyak SPAM yang berusaha masuk ke blog. Sebagian SPAM umum dan sebagian lagi khusus mengarah ke terapi pete.

Sebagian pertanyaan yang muncul di komentar itu telah saya jawab langsung melalui email, tetapi sebagian lagi tidak mendapatkan kesempatan untuk dijawab.

Mohon maaf yang sebesar-besarnya dari mereka yang tidak terjawab selama ini.

PETE dan TERAPI PETE telah mengalami perjalanan panjang selama 22 tahun, pembuktian manfaat pete / terapi pete telah terbukti dalam penelitian secara EMPIRIS selama ini. Begitu banyak keberhasilan telah dicapai oleh banyak peserta selama masa sosialisasi yang berjalan sejak 2010/2011 … blog ini telah mendapatkan kunjungan cukup banyak, 2015: 107.442; 2016: 120.330; 2017: 78.694 … dari 90 negara.

Sudah banyak testimoni yang diberikan para peserta, ada yang tertulis, ada yang ada yang lisan langsung disampaikan kepada saya, ada yang disampaikan lewat perantaraan orang yang menularkan terapi ini kepada ybs.

Kebenaran kemampuan pete (terapi pete) sudah cukup valid. Uji coba tahap pertama selama 15 tahun dengan 20-30 orang peserta memberikan hasil yang memuaskan, kemudian berlanjut pada uji coba tahap kedua mulai 2010/2011 sampai hari ini, telah diikuti oleh begitu banyak orang (peserta).

Uji coba/penelitian telah berlangsung secara EMPIRIS, dimulai dari makan pete rebus dan atau minum air pete kemudian reaksi selama terapi berlangsung dan setelah terapi dijalankan dapat dilihat dan dirasakan oleh para peserta terapi pete.

Ada bermacam penyakit yang bisa dibantu-sembuhkan dengan terapi pete ini, dari asam urat, hipertensi, diabetes Mellitus, jantung, ginjal, ED (erectile dysfunction) atau DE (disfungsi ereksi) atau impotensi, paska stroke, trauma otot, rhematik, osteoporosis, lumpuh paska stroke … dll. Semua hasil itu bisa diperoleh peserta dalam waktu yang relatif cepat. Ada yang hanya butuh 4 hari, ada yang 7 hari, ada yang dalam 2 minggu, ada yang 3 – 4 bulan … tergantung kondisi kesehatan si peserta. Bila masih sehat, seminggu – 2 minggu sudah dapat dirasakan perbedaan di badan, untuk yang punya kompilasi penyakit bisa memerlukan 3 – 4 bulan terapi.

Jadi, kalau ada komentar SPAM untuk membuat citra negatif soal pete atau terapi pete, sudah tidak perlu dipermasalahkan lagi. Kalau para JOKI bayaran para mafia itu masih nekad juga … biarkan saja! Mereka bukan manusia yang beragama, tidak berTuhan, hanya mengejar profit dari permainan kata/kalimat busuk.

Perlu diketahui … jauh sebelum 1995 (awal penelitian) saya sudah mencari kemungkinan pengobatan menggunakan tanaman obat, rasa kasihan kepada orang banyak yang telah mendorong saya untuk mencari obat murah meriah dari bagian tanaman. Dulu, sang pemimpin negara ini dalam perjalanan darat kemana-mana selalu diiringi mobil ambulans khusus bagi dirinya, ambulans yang berisikan dokter ahli spesialis, perawat, obat-obat spesial, peralatan canggih … dan saya anggap kenyataan itu sebagai rasa minder dari orang tsb. Tidak percaya kepada sistem kesehatan yang dia rancang sendiri. Ditambah dengan undang-undang yang mereka persiapkan waktu itu, agar mereka (para pejabat) bisa berwisata kesehatan (pengobatan/perawatan) ke luar negeri dan biayanya ditanggung negara. Sementara rakyatnya tidak dipedulikan!!!

Saya berhasil mendapatkan obat murah meriah NDESOO yang disebut pete (Parkia speciosa) ini … proses persiapan sederhana, khasiatnya top, reaksinya relatif cepat … kurang apa lagi!? Kalau para JOKI bayaran itu tidak suka dengan kebenaran pete/terapi pete … masih ingin mengganggu blog ini … silahkan saja.

  • Kalau sakit jantung harus operasi akan butuh biaya sampai 300 juta rupiah, bandingkan dengan terapi pete 3 bulan, hanya akan menghabiskan dana kurang dari 500 ribu rupiah.
  • Kalau ED terpaksa melakukan ‘penile implant’ akan butuh dana antara 150 juta sampai 500 juta … cukup dengan terapi pete 2 minggu sudah bisa diatasi.
  • Kalau sudah kena DM parah, 70% kemungkinan ED, kemungkinan amputasi kaki bila terkena luka sampai membusuk … itu bisa diatasi/dihindari dengan terapi pete.

Untuk bisa HIDUP SEHAT BERBAHAGIA tidak perlu mahal … untuk bisa SEJAHTERA akan juga bisa dicapai orang banyak … dengan terapi pete.

Sejak postingan ini, komentar yang ada akan saya jawab langsung melalui blog, kecuali yang khusus akan ditindak-lanjuti melalui email.

Kalau ada yang butuh konsultasi terutama yang malu permasalahannya terbuka kepada umum, atau ingin segera dibalas silahkan kirim email ke subaktyo-at-gmail.com. Pertanyaan yang dikirim ke email itu akan muncul di HP saya, sementara komentar/pertanyaan yang lewat blog WordPress perlu extra dibuka melalui komputer.

Sekali lagi … mohon maaf sebesar-besarnya bila komentar/pertanyaan yang diajukan lewat blog telah terlewatkan selama ini.

 

Jakarta, 10 Juli 2017

Bambang Subaktyo

Email: subaktyo-at-gmail.com (gantilah -at- dengan @)

 

Video Presentasi Terapi Pete

Video Presentasi Terapi Pete

Sudah biasa, orang lebih suka menonton video daripada membaca buku, jadi saya siapkan video Presentasi Terapi Pete di YouTube.

Untuk melihat VIDEO di YouTube silahkan klik link berikut PRESENTASI TERAPI PETE

Terima kasih untuk LIKE dan SHARE-nya.

Saya akan menyiapkan video untuk berbagai hal yang dibahas dalam blog ini. Tidak mudah memang, tetap akan diusahkan, yang bisa dirubah menjadi visual akan saya rubah menjadi video, yang perlu pembahasan panjang tetap dibahas di blog ini.

Terima kasih.

PENYESUAIAN RESEP TERAPI PETE

PENYESUAIAN RESEP TERAPI PETE

STANDARD PEREBUSAN PETE

Selama 15 tahun menjalankan penelitian terapi pete saya menggunakan mug 8 cm sebagai alat untuk merebus buah pete dan merebus kulit pete, air 200 ml untuk 1 lanjar (papan, lonjor) pete. Saat air dituangkan kedalam mug, tinggi air sekitar 3 cm, dan saat potongan pete dimasukkan ke dalam mug, air yang ada akan mengisi celah di antara pete, pete itu benar benar berada dalam air.

1 lanjar pete, air 200 ml, mug 8 cm dan kompor gas api biru yang dapat disetel. Inilah STANDARD PEREBUSAN BUAH PETE / KULIT PETE yang saya pakai dalam RESEP TERAPI PETE!

Tahun 2010/2011 dimulai sosialisasi terapi pete, RESEP terapi pete diupload ke blog, ratusan exemplar cetakan buku resep dibagikan kepada banyak orang. Saya ajak banyak orang, resep itu saya ajarkan kepada mereka. Banyak yang meniru cara merebus pete seperti yang digambarkan di resep itu dan berhasil mendapatkan kesehatan, kesembuhan, dan kebahagiaan.

Banyak yang membuat tafsiran (perubahan) dari resep yang sudah saya siapkan, mereka merubah proses perebusan, menggunakan panci besar dengan air tetap 200 ml, ada yang merebus 10 lanjar dengan waktu yang sama seperti merebus 1 lanjar, ada yang menggunakan kompor listrik, dll.

MINUM AIR PETE REBUSAN 6 LANJAR

Ada peserta di Kendal begitu antusias ingin segera minum air pete, dia merebus kulit pete sebanyak 6 lanjar yang menghasilkan air pete sebanyak 1 gelas, seluruh air pete itu dia minum sekaligus. Orang ini langsung tergeletak, jantung berdebar keras, keringat dingin mengucur deras, badan lemas, kepala pusing, hampir pingsan … yang hadir mengira orang itu bisa tewas karena minum air pete konsentrat tinggi.

Dia kira air pete hanya air jamu biasa, sekedar pahit tanpa risiko seperti itu.
AIR PETE BUKAN JAMU BIASA!

BUAH PETE MENTAH

Pete mentah yang biasa dimakan sebagai lalapan atau dicocolkan ke sambal itu sebenarnya mengandung risiko, apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak dan dilakukan selama beberapa hari berturut. Tensi langsung naik, muncul rasa pegal di badan, rasa sakit di pinggang, di punggung, di leher, dan kadar kolesterol yang juga naik. Banyak orang takut dengan bau pesing, padahal bukan itu yang seharusnya ditakuti, karena kalau seseorang makan buah pete rebus (sesuai resep) selama beberapa hari, maka bau pesing itu akan berangsur menghilang.

Jangan tertipu dengan tampilan buah pete yang terlihat begitu menawan, begitu sederhana, begitu imut … ada 2 sisi yang saling bertentangan (saling berseberangan) pada buah pete: BERMANFAAT sekaligus BERBAHAYA.
JANGAN ANGGAP REMEH BUAH PETE MENTAH!!!

Beberapa contoh pelaksanaan terapi yang salah:
1) Beberapa orang salah mengerti, mereka memasukkan pete (dengan kulit) ke air dingin kemudian merebus selama 3-4 menit. Air belum mendidih, buah pete hanya berada di air hangat selama 3-4 menit, buah pete masih mentah.

Seharusnya, air direbus dulu sampai mendidih, baru pete itu masuk ke air mendidih, rebuslah terus selama waktu yang telah ditentukan.

2) Satu keluarga (5 orang) ikut terapi, mereka memasak 10 lanjar sekaligus menggunakan panci besar dengan air cukup banyak, air dimasak sampai mendidih kemudian 10 lanjar pete masuk ke panci … dimasak selama 3 menit … pete itu masih mentah!

Sudah benar dimulai dengan memasak air 1 liter di panci besar, kemudian 10 lanjar pete dikeluarkan dari kulkas, pete-nya dingin, pete dicuci dengan air dingin, pete dingin dan sejumlah air dingin masuk ke air mendidih … temperatur air di panci langsung turun cukup jauh … perebusan pete selama 3 menit! … pete berada dalam air panas selama 3 menit, air belum sempat mendidih lagi. Pete itu masih mentah!

3) Seorang peserta bertanya banyak hal terkait terapi lewat email, saya terangkan bagaimana prosesi terapi. Ibu ini menjalankan terapi beberapa hari, hari ke-4 dia merasakan beban berat di badan, rasa pegal dst … dari komunikasi email dapatlah digali penyebabnya. Ibu ini merebus pete menggunakan kompor listrik, panci dengan diameter cukup besar sama seperti diameter permukaan kompor, dan air 200 ml. Prosesi awal sudah benar air direbus sampai mendidih, kemudian pete dimasukkan, direbus selama 3 menit … tapi itu panci besar, air 200 ml cuma sekedar ada di dasar panci, pete tidak ter-rendam di air. Pete itu mentah.

4) Seorang peserta ingin mempercepat proses terapi, dia makan pete dan minum air pete 3 kali sehari (pagi-siang-malam), di pagi hari dia minum air pete sebelum sarapan. Tidak sampai seminggu prosesi itu berlangsung, perutnya sakit sekali, dia harus ke dokter.

Di buku Terapi Pete dan di resep sudah dilarang minum air pete di pagi hari. Dari perbincangan dengan ybs, dia pikir air pete itu seperti air jamu (gendong) yang biasa diminum di pagi hari sebelum sarapan.

***
Setelah melihat ada banyak tafsiran yang bermacam ragam dengan ancaman bahaya yang bisa muncul dan kemungkinan kegagalan terapi, saya buatkan Penyesuaian Resep Terapi Pete untuk menghindari kesalahan proses terapi pete.
***

PERUBAHAN UKURAN VOLUME & WAKTU

Jangan merubah resep tanpa perhitungan matang, jangan sampai terjadi hal hal yang tidak kita inginkan. Tidak perlu ter-obsesi dengan terapi ini, tidak perlu meningkatkan dosis buah pete dan dosis air pete lebih dari yang disarankan, apa yang terlalu berlebihan tidaklah baik malah bisa membawa bahaya.

Kalau bisa cobalah tiru apa yang diuraikan di RESEP TERAPI PETE, alat yang dipakai, air, kompor yg bisa disetel dan waktu yang sesuai. Merebus pete adalah memanaskan pete didalam air mendidih, jadi pete harus benar benar tenggelam di dalam air mendidih, bukan tersembul keluar atau airnya keburu habis menguap.

Kalau menggunakan panci besar:

  • perlu air yang lebih banyak agar pete tenggelam dalam air,
  • semakin besar diameter panci penguapan akan terjadi lebih cepat maka diperlukan air lebih banyak,
  • ukuran waktu yang ditampilkan di RESEP adalah ukuran untuk 1-2 lanjar pete, kalau ingin merebus lebih banyak perlu waktu lebih panjang,
  • kalau menggunakan kompor listrik, usahakan air lebih banyak, pasang pada setelan yang lebih dari 100 C, lakukan uji coba merebus sampai sisa airnya masih cukup banyak tapi tidak terlalu banyak.

BAGAIMANA MENGAKALI RESEP TERAPI PETE?

Sejak awal, saya merebus pete menggunakan mug 8 cm, air 200 ml, pete 1 lanjar, merebus air sampai mendidih, memasukkan pete kedalam air mendidih dan merebusnya. Dengan cara itu saya mendapatkan buah pete yang cukup aman untuk dikonsumsi selama beberapa hari berturut turut.

Pada kenyataannya, bermacam perubahan resep terjadi, ada yang salah mengerti, ada yang punya tafsiran sendiri, ada yang terhalang oleh teknologi yang ada (kompor listrik), ada yang ingin cepat, ada yang terobsessi, dlsb.

Tentu saja saya tidak bisa membatasi agar peserta hanya menggunakan mug 8 cm, tidak banyak orang punya mug seukuran itu, tidak bisa saya melarang mereka menggunakan panci besar atau hanya boleh merebus dengan kompor gas api biru, bukan dengan kompor listrik. Mereka ingin menjalankan terapi pete, ada yang serius, berusaha menyamakan (meniru) proses perebusan, membeli mug 8 cm, dan ada banyak orang sekedar mencoba terapi pete, lalu menggunakan panci besar yang ada di dapur mereka.

Resep itu masih bisa diakali, bisa disesuaikan! Untuk mereka yang hanya punya panci besar apalagi tak punya tutupnya, boleh menggunakan air lebih banyak, bisa 500 ml sampai 1 liter. Rebuslah air itu sampai mendidih, masukkan pete kedalam air mendidih itu, pete akan tenggelam di air yang banyak, perebusan akan berlangsung ideal, rebuslah terus sesuai ketentuan agar buah pete yang dihasilkan cukup matang. Apalagi mereka yang hidup di kota besar, hanya punya kompor listrik yang hanya punya 2 setelan panas, 100 derajat dan 160 derajat. Gunakan air yang banyak, setel kompor pada panas 160 derajat, rebuslah pete sesuai ketentuan. Penguapan memang cukup besar, tetapi pete masih bisa tetap berada dalam air.

Merebus pete juga tidak dibatasi hanya 1-2 lanjar sekali rebus, boleh sekaligus banyak. Untuk mereka yang ingin memasak 4, 6 atau 10 lanjar sekaligus: gunakan air yang cukup banyak agar pete tenggelam dalam air, bisa 1 liter atau lebih (untuk 10 lanjar). Rebuslah air sampai mendidih, masukkan pete ke air mendidih dan rebuslah dengan waktu sbb:

  • 1 – 2 lanjar, gunakan waktu 3-4 menit
  • 3 – 4 lanjar, gunakan waktu 4-5 menit
  • 5 – 8 lanjar, gunakan waktu 6-8 menit
  • 9 lanjar atau lebih gunakan waktu 10 menit.

Perebusan 1-2 menit lebih lama lebih aman daripada mengkonsumsi buah pete yang masih cukup mentah.

BAGAIMANA DENGAN AIR PETE?

Air pete adalah hasil rebusan kulit pete. Ada perbedaan manfaat pada perebusan yang berbeda waktu. Waktu standard adalah perebusan selama 20 menit, ini yang paling aman bagi bermacam keadaan. Selain perebusan kulit pete selama 20 menit, ada pilihan lain: 11 menit, 5 menit dan 3 menit, manfaatnya berbeda, tetapi yang paling aman tetap yang 20 menit!

Sejak awal penelitian saya menggunakan mug 8 cm, air 200 ml untuk perebusan 1 lanjar pete. Setelah pete (+ kulit) direbus 3 menit (3-4 menit), pete dikeluarkan dari mug, dimasukkan ke air dingin (tambahkan es batu), segera pisahkan buah dari kulit-nya. Kulit pete langsung digunting tipis tipis, dan dimasukkan ke air yang sebelumnya digunakan untuk merebus pete 3 menit itu, air itu masih cukup panas. Air dengan guntingan kulit pete saya rebus selama 20 menit. Saat air kembali mendidih, api saya kecilkan sekedar agar air itu tetap mendidih. Hasilnya air pete itu masih cukup banyak, sekitar 170-180 ml.

Air pete yang dihasilkan dengan peralatan standard itulah yang saya anggap standard. DOSIS yang diijinkan untuk sekali minum maximal 1/3 volume yang dihasilkan, atau sekitar 50-60 ml (1/3 X 170-180 ml) setara 10-12 SDM (sendok makan). Secara umum, cukuplah minum 5 SDM … buat yang ingin minum air pete yang lebih kuat boleh sampai 10 SDM dengan syarat sudah makan cukup banyak … kalau ingin minum lagi, boleh dilakukan setelah jeda 2-3 jam. Siapkan pisang 2 buah untuk jaga jaga kalau terasa pusing, jantung berdebar, keringat dingin dan rasa lemas menyerang, bila kondisi ini muncul makanlah pisang itu.

Dosis standard minum air pete:

  • maximal 1/3 volume rebusan 1 lanjar pete, 50 ml dari 150 ml, 60 ml dari 180 ml
  • maximal 1/6 volume rebusan 2 lanjar pete, 25 ml dari 150 ml, 30 ml dari 180 ml
  • maximal 1/9 volume rebusan 3 lanjar pete … seterusnya.

Pada awal tulisan, ada peserta dari Kendal minum segelas air pete hasil rebusan 6 lanjar (hasil proses itu cuma segelas) … air pete terlihat biasa saja, seperti sekedar air jamu biasa, sekedar pahit di lidah … tetapi segelas air pete itu sangat kuat! Hasil rebusan dari 6 lanjar itu sekitar 18 X dosis standard! Penurunan tensi berlangsung cepat, jantung berdebar keras, keringat dingin mengucur di sekujur tubuh, kepala pusing, badan lemas! HORROR!!!

UJI COBA AIR PETE

Air pete tidak hanya sebagai obat untuk menghadapi bermacam penyakit, tetapi juga bisa digunakan untuk kegiatan bersih bersih peralatan rumah tangga atau membersihkan perhiasan emas, perak, dlsb. Kalau mau coba melihat kekuatan air pete, lakukan experiment:

  • ambillah perhiasan perak yang menghitam … taruhlah di wadah berisi air pete, biarkan setengah jam, lihatlah bagaimana air pete membersihkan bercak hitam itu,
  • atau semprotkan air pete ke kaca mobil yang berjamur, kemudian bersihkan,
  • atau dasar botol beling yang berjamur, tuangkan sedikit air pete, biarkan 15 menit, kemudian bersihkan dengan sabut atau alat pembersih botol / gelas, jamur hilang dengan mudah,
  • basahi bak cuci stainless steel di dapur dengan sedikit air pete, gosoklah dengan sabut, lihatlah bak stainless steel itu terlihat bersih kinclong.

Selain untuk hal hal tersebut diatas, air pete telah saya gunakan untuk membersihkan kacamata, mencuci peralatan, membersihkan velg mobil berbahan aluminium, dll, hasilnya lumayan kinclong. Air pete bukan air biasa, ia sangat kuat, berhati hatilah!

DOSIS & FREKUENSI TERAPI PETE

Saat orang makan buah pete sesekali, maka esok paginya puff, urine dan keringat akan berbau pesing, kalau cuma makan sedikit maka bau pesing itu hanya sekedarnya tapi kalau makan cukup banyak pete maka bau pesing itu akan begitu kuat dan susah untuk dihilangkan. Lantai kamar mandi disiram berkali kali pun bau itu masih tercium.

Tetapi saat seseorang makan pete rebus selama beberapa hari, maka bau pesing itu dari hari ke hari berangsur angsur menghilang dan pada suatu hari setelah makan pete, puff, urine dan keringat tidaklah berbau lagi, badan terasa segar, saat orang itu melakukan kegiatan fisik (berolahraga) tenaga terasa seperti punya cadangan lebih, terasa lebih kuat daripada sebelum menjalankan terapi … saat berkeringat malah terasa segar.

Jadi badan yang terasa segar, output pagi hari yang tak bau pesing, tenaga yang terasa berlipat ganda, gerakan anggota badan terasa ringan … itu merupakan hasil proses terapi pete. Pada kebanyakan peserta yang masih sehat, pada pagi hari ke-5 bau pesing itu telah hilang, saat itu TPD (toxin poison dan dirt) telah dikeluarkan dari tubuh kita … pada beberapa peserta yang punya kompilasi penyakit, sudah minum obat segenggam selama beberapa tahun sebelumnya, telah menumpuk TPD selama bertahun tahun, dia (mereka) perlu 7 hari terapi baru pada pagi hari ke-8 bau pesing itu menghilang. Ada satu kasus terakhir, peserta ini termasuk ‘obesitas’, 90 kg alias gemuk, punya kompilasi penyakit dan dia perlu sampai 14 hari untuk lepas dari bau pesing.

Secara umum saya menganjurkan untuk menjalankan terapi pete utama selama 2 minggu, bagi yang masih sehat cukup 1 lanjar per hari, boleh makan pete bersama makan siang ataupun makan malam … dan bagi yang sudah mulai punya penyakit (apalagi kompilasi penyakit), perlu makan 2 lanjar per hari, 1 lanjar saat makan siang dan 1 lanjar saat makan malam.

Untuk meningkatkan dosis makan buah pete, jumlahnya diperbanyak dari 1 lanjar per hari menjadi 2 lanjar per hari, dan untuk menurunkan dosis makan buah pete, jumlahnya dikurangi, dari 2 lanjar per hari menjadi 1 lanjar per hari, dari 14 butir per hari menjadi 8 butir per hari.

Pete mentah memiliki kekuatan yang besar, perebusan buah pete akan menurunkan kekuatan buah pete, semakin lama direbus, semakin matang maka kekuatannya akan menurun, buah pete perlu dijinakkan, direbus agar cukup matang – tidak mentah. Waktu perebusan yang paling aman adalah 3-4 menit, berlaku untuk penggunaan panci ataupun mug, lebih lama dari itu pete lebih matang, lebih rendah kekuatannya, kurang dari itu misal 2 menit maka buah pete bisa jadi masih mentah atau mendekati mentah, berbahaya. Meningkatkan kekuatan pete bukan menambah kekuatan setiap butir pete, tetapi menambah jumlah butiran atau lanjar yang direbus dalam waktu yang cukup sesuai batasan waktu diatas.

Untuk air pete, waktu standard adalah 20 menit … inilah yang ideal, relative aman bagi setiap orang dalam kondisi tensi apapun … kekuatan air pete bisa ditingkatkan dengan menurunkan lama perebusan dari 20 menit menjadi 11 menit, sementara jumlah dosisnya bisa ditingkatkan dari 1/3 volume yang dihasilkan menjadi 1/2 atau seluruh hasil perebusan diminum sekaligus. Dosis aman itu 5 SDM air pete standard, bisa dinaikkan ke 10 SDM atau maximal 1/3 volume yang dihasilkan.

Bagi orang paska stroke boleh menjalankan terapi full, makan buahnya dan minum air pete. Buat yang lemah, tidak punya kekuatan, tidak mampu untuk mengunyah, lumpuh layu … hanya boleh diberikan air pete sebanyak 3 SDM, tidak boleh lebih dari itu … kekuatan air pete harus dibatasi, kalau terlalu banyak, bukan rasa lega, bukan rasa bebas untuk bergerak yang diperoleh malah bisa jadi debaran jantung yang lebih keras, keringat dingin, kepala pusing dan badan lemas yang diperoleh.

Bila air pete yang dihasilkan hanya sedikit, airnya berkurang banyak karena penguapan yang besar, boleh ditambahkan air panas, agar konsentrat-nya turun alias diencerkan.

  • Misal air yang dipakai 200 ml untuk merebus kulit 1 lanjar dengan mug 8 cm menggunakan kompor yang bisa disetel apinya, air pete yang dihasilkan 180 ml, maka dosis maximal yang diijinkan: 1/3 X 180 ml => 60 ml setara 12 SDM.
  • Misal air yang dipakai 400 ml untuk merebus kulit 2 lanjar, air pete hasil akhirnya sedikit, katakanlah cuma 150 ml, tambahkan saja air panas sebanyak 150 ml, menjadi 300 ml. Dosis maximal untuk 2 lanjar: 1/6 X 300 ml => 50 ml setara 10 SDM.
  • Misal saja merebus kulit 6 lanjar dengan air 600 ml menggunakan kompor listrik dengan setelan panas tertinggi (160 derajat C), kemudian air pete diperoleh cuma 150 ml, tambahkan saja air sebanyak 450 ml agar menjadi 600 ml. Maka dosis maximal untuk 6 lanjar: 1/18 X 600 ml => sekitar 33,33 ml setara 6-7 SDM.

Perhitungan maximal dosis air pete terlihat rumit, sebetulnya sederhana:

  • untuk air pete hasil perebusan 1 lanjar: dosis maximal adalah 1/3 volume yang dihasilkan,
  • dari perebusan 2 lanjar: dosis maximalnya 1/3 X 1/2 = 1/6 volume yang dihasilkan,
  • dari perebusan 6 lanjar: dosis maximalnya 1/3 X 1/6 = 1/18 volume yang dihasilkan.

Encerkan air pete itu sampai ke volume yang mudah untuk dibagi sesuai dosis maximalnya.

Dosis maximal itu hanya untuk peserta yang masih cukup sehat … untuk yang sudah cukup lemah, paska stroke harus lebih rendah dari dosis maximal! Dosis untuk peserta paska stroke perlu dibatasi agar tidak mengalami hentakan dari kekuatan air pete. Begitu juga dengan peserta yang memiliki kelemahan jantung, ginjal dan lever, dosisnya sama seperti peserta paska stroke. Selama peserta itu bisa mengunyah, dosis makan buah pete rebus sesuai dengan ketentuan … tidak perlu diturunkan.

Buat calon peserta terapi pete, yang terpenting rebuslah buah pete sesuai ketentuan, gunakan air yang banyak bila menggunakan panci besar, bila kurang yakin dengan peralatan yang dipakai, karena panci besar tanpa tutup, karena kompor tidak ber-api biru atau hanya ada kompor listrik, maka rebuslah pete 1-2 menit lebih lama dari ketentuan diatas. Sedikit lebih matang lebih aman daripada mengkonsumsi pete yang masih mentah.

Demikianlah, semoga bermanfaat dan lebih jelas adanya.

Jakarta, 20 Januari 2016

Kalau mau download, klik disini PENYESUAIAN RESEP TERAPI PETE

Ini yang terbaru, 2017: RESEP TERAPI PETE v8 [PDF]

Silahkan lihat video Terapi Pete:

Video 1) PRESENTASI TERAPI PETE

Video 2) DETOX-TPD-PESING

HERBAL: KESEMPATAN DALAM KESEMPITAN

HERBAL: KESEMPATAN DALAM KESEMPITAN

Setelah saya periksa ulang: ternyata obat (produk) herbal telah dilarang di Eropa sejak 2004 dengan masa transisi selama 7 tahun sampai 30 April 2011. Setelah tanggal tersebut, semua bahan obat herbal atau produk herbal tidak boleh lagi ada di rak penjualan toko toko obat di Eropa.

Obat herbal hanya boleh dijual di Eropa bila sudah menjalani masa uji pakai selama 30 tahun dan 15 tahun di antaranya berada di Eropa, obat itu harus didaftarkan dan mendapat lisensi dari badan kesehatan Eropa.

Jelas sulit bagi obat herbal Indonesia yang sedang booming saat ini untuk bisa masuk pasar Eropa. Untuk bisa masuk pasar Eropa suatu herbal harus punya pengalaman uji pakai 30 tahun seperti diuraikan di atas, atau mendaftar untuk uji penelitian kelayakan keamanan kebenaran obat herbal yang nilainya lebih dari £80,000 sampai £120,000.

* New EU regulations on herbal medicines come into force
* EUROPE TO BAN HUNDREDS OF HERBAL REMEDIES

Ada gambaran pelarangan obat herbal itu terjadi karena campur tangan mafia farmasi yang sudah menggurita disana, mereka berhasil melobi petinggi Uni Eropa untuk menerbitkan larangan peredaran obat herbal dengan berbagai alasan, a.l. keamanan masyarakat dari bahaya obat herbal.

Dari gambaran di atas, obat herbal dalam berbagai bentuk seperti pil, kapsul, bubuk, teh sachet, cairan, dll yang merupakan produksi pabrik rumahan Indonesia dengan teknologi sederhana itu akan sulit masuk pasar Eropa.

Memang ada obat herbal anti angin dari SM yang dibuat di pabrik modern, berhasil dijual di negara negara barat, tapi baru satu itu saja.

Obat herbal Indonesia akan sulit menembus pasar negara Eropa atau Amerika, kecuali bisa memenuhi persyaratan yang ada: 1) telah mengalami uji pakai selama 30 tahun dengan 15 tahun diantaranya di Eropa; 2) telah menjalani uji penelitian kelayakan dengan biaya £80,000 sampai £120,000.

Kedua kemungkinan itu sama sama sulit untuk ditempuh oleh perusahaan obat herbal Indonesia berskala usaha kecil menengah kecuali perusahaan sekelas SM itu yang juga baru punya satu produk (anti angin) yang berhasil menembus pasar negara barat.

Meski begitu sulit untuk bisa masuk pasar obat herbal Eropa, masih ada pengecualian yaitu import bahan natura sebagai bumbu dapur rempah yang memang disebut sebagai HERB. Herbal dalam bentuk natura inilah yang bebas dijual di pasar Eropa, Amerika, Australia atau ke negara mana pun di dunia. Seperti merica, paprika, pala, jahe, vanilla, kunyit, kayu manis, cengkeh, dll, yang bisa terus dijual ke mancanegara.

Jadi pete bisa dikirim ke Eropa sebagai buah atau bumbu dapur, bahan makanan yang kemudian bisa mereka rebus sendiri sesuai kebutuhan sebagai sayur (lauk, makanan) atau sebagai obat.

Khusus buah pete kupas yang dikemas dalam plastik, sudah banyak terdapat di toko toko makanan eksotis orientalis di Eropa, Amerika, Australia dll. Selanjutnya, tinggal bagaimana bisa mengirimkan buah pete utuh berikut kulit ke pasar mancanegara karena ada satu permasalahan kecil saat pengiriman buah pete utuh yaitu adanya penyelundup kecil didalam buah pete yaitu ULAT. Sejauh mana kemungkinan pengiriman buah pete yang mengandung ulat itu? Akan dilarang, dimusnahkan, atau sampai harus masuk karantina dulu??? Hal ini yang belum diketahui.

Ada hambatan lain lagi untuk berbagai bahan obat herbal yang berasal dari negara di luar Eropa, apakah dibudidayakan secara organik, bebas dari pestisida, diambil dengan cara yang berkelanjutan dan tidak merusak lingkungan?

Jelas tidak mudah untuk bisa menjual obat herbal ke Eropa, tapi saya yakin, pete dapat dijual ke pasar Eropa sebagai buah atau bahan makanan, sebagai produk natura yang memenuhi beberapa persyaratan di atas, bebas pestisida (karena ada ulat), tidak merusak lingkungan dan berkelanjutan. Dengan pembungkus yang sesuai, pete bisa dikirim ke Eropa atau Amerika dan akan tetap fresh untuk waktu 3-4 minggu.

Sementara herbal yang lain akan sulit dijual ke pasar internasional. Pete jelas bisa membawakan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia…

TERAPI PETE dan KEBAHAGIAAN RUMAH TANGGA

TERAPI PETE dan KEBAHAGIAAN RUMAH TANGGA

Penelitian 15 tahun ditambah 4 tahun sosialisasi telah membuktikan bahwa terapi pete benar bisa menyehatkan, menjaga kesehatan, menambah kebahagiaan dan dalam jangka panjang akan membawakan kesejahteraan bagi banyak orang, terutama bagi rakyat Indonesia di daerah yang telah membudidayakan pete sebagai penyedia buah pete bagi pasar Indonesia dan dunia (nantinya), dan bagi rakyat Indonesia secara umum karena bisa mendapatkan penghematan biaya kesehatan.

Salah satu kemampuan pete adalah membangkitkan kembali kekuatan dan kemampuan dalam urusan 4X4, lihat artikel/page “Penelitian Berdasarkan Waktu”. Kebangkitan kemampuan itu punya dua kemungkinan: 1) membawakan kebahagiaan ke dalam rumah tangga peserta terapi, menjaga keutuhan pernikahan mereka, bisa menjauhkan mereka dari perselingkuhan dan perzinahan, 2) tetapi juga bisa sebaliknya, malah menjerumuskan dan menghancurkan. Untuk bisa menjauhkan dari hal negatif, pernikahan perlu dijaga oleh setiap pasangan sedini mungkin bahkan sejak saat menentukan akan menikah. Hal ini akan dibahas di artikel/page “Kesehatan dan Kebahagiaan”.

Pasangan yang telah mempersiapkan berbagai aspek dengan benar sejak saat menikah, kemudian mendapatkan kebahagiaan, memiliki anak anak, mereka bersama sama bisa membentuk anak anak mereka menjadi bagian dari generasi penerus yang jempolan, sementara pasangan yang tidak berbahagia akan sulit dalam pembentukan karakter mental moral anak anak mereka (di Indonesia!). Sistem yang berjalan di Indonesia saat ini sungguh menyulitkan para single-parent, berbeda di negara maju yang sudah mempersiapkan sistem kehidupan yang baik dimana single parent bisa lebih mudah dalam pembentukan anak anak mereka, karena sistem yang ada bisa membantu mereka.

Seorang pria bisa kehilangan daya pada usia sekitar 45 tahun seperti yang saya alami. Berdasarkan informasi dari majalah luar negeri, pria berumur 20-30 tahun juga sudah mulai mengalami kehilangan daya ereksi (DE, dyfungsi ereksi). DE bisa hinggap di usia lebih dini itu disebabkan gaya hidup, pola makan, penyakit DM (Diabetes mellitus), stress, dlsb.

Yang tidak punya DM, hidup cukup sehat, pola makan sehat tetap bisa terkena DE, apalagi yang punya DM, hidup tidak sehat, pola makan tidak sehat. Semakin tua seseorang, maka kemungkinan terkena DE semakin besar. Dari pengamatan saya ada yang berumur 61 dan 67 tahun sudah belasan tahun tidak bisa ‘berdiri’ lagi.

Tetapi … dengan terapi pete, terapi buah pete ataupun terapi air pete, kondisi DE ini bisa disembuhkan, bisa dirawat agar terus bisa aktif. Hanya dalam hitungan hari ikut terapi pete, kondisi ini bisa diperbaiki. Tetapi dibalik berhasil digapainya kemampuan ini, tetap ada bahayanya.

Artikel “Penelitian Berdasarkan Waktu” dan “Kesehatan dan Kebahagiaan” sudah saya upload ke Facebook Page “Pete Therapy 4 Love” dan kali ini saya upload ke blog. Untuk membaca kedua artikel, silahkan klik di link berikut:

==> Penelitian Berdasarkan Waktu

==> Kesehatan dan Kebahagiaan

Ini ebooknya: Terapi Pete untuk Kebahagiaan Rumah Tangga

Maaf, judul ebook berubah dari ‘dan’ menjadi ‘untuk’.

Jakarta, 24 Maret 2015

RESEP TERAPI PETE

CoverResep2P

RESEP TERAPI PETE

WORDPRESS menampilkan informasi berbagai hal terkait blog ini, jumlah kunjungan, apa yang dicari seseorang sampai akhirnya mendarat ke blog ini, apa saja yang dibaca pengunjung, darimana pengunjung itu berasal, dlsb. Dari informasi itu, saya bisa melihat berbagai pertanyaan yang diajukan orang sehingga akhirnya diarahkan oleh “search engine” ke blog ini.

Selama setahun ke belakang tercatat ada sekitar 500 pertanyaan yang menghasilkan sekitar 3000 kunjungan ke blog ini. Untuk hal ini akan saya tulis khusus di satu posting atau page.

Salah satu pertanyaan yang cukup bagus yang saya temukan minggu ini: “bagaimana merebus kulit pete”. Pertanyaan yang bagus, yang mengusik saya untuk menganalisa blog ini, bagaimana seseorang bisa mendapatkan informasi dengan mengajukan kata kunci pencarian di “search engine” maka dia akan dibawa ke suatu alamat di ‘World Wide Web’ (dunia internet), dan meski orang itu punya kalimat yang tepat untuk bisa mengantar dia ke blog ini yang seharusnya memberikan jawaban yang diperlukan orang itu, menuju informasi RESEP TERAPI PETE, tetapi RESEP itu ada ‘bersembunyi’ didalam salah satu artikel, tidak mudah untuk ditemukan orang awam. Saya kira masih ada orang yang tidak cukup jeli untuk meng’klik’ disana, klik disini, klik … klik dan klik sehingga orang itu sampai ke artikel yang seharusnya memberi jawaban, seperti informasi RESEP TERAPI PETE yang masih merupakan sebuah ebook dalam bentuk PDF.

Dari pertanyaan “bagaimana merebus pete” membawa saya kepada pertimbangan untuk merilis RESEP TERAPI PETE yang terbaru dan bisa langsung dibaca dengan minimal klik. RESEP TERAPI PETE saya jadikan sebuah page dan sebuah posting.

KLIK “RESEP TERAPI PETE” untuk membaca resepnya.

Artikel RESEP TERAPI PETE ini merupakan bagian dari buku TERAPI PETE V7. Buku TERAPI PETE yang saya taruh di GOOGLE-drive masih buku V5. Saya perlu beberapa hari untuk menambahkan beberapa hal di buku V7, baru setelah itu saya akan taruh di GOOGLE-drive.

Per Juli 2017, sudah ada buku resep yang lebih aktual
Ini yang terbaru, 2017: RESEP TERAPI PETE v8 [PDF]

Silahkan lihat video Terapi Pete:
Video 1) PRESENTASI TERAPI PETE
Video 2) DETOX-TPD-PESING

Beberapa buku yang bisa didownload:

Buku TERAPI PETE

Buku RESEP TERAPI PETE V.7

Buku Terapi Pete 4 ImPOTENSI

Artikel Terapi Pete 4 ImPOTENSI

Buku PeteTherapyEnglish

Buku PETE4ImPOTENSIEnglish

Buku MEMBUKA MISTERI BUAH PETE

Dari pengamatan selama sosialisasi Terapi Pete, terapi ini benar-benar manjur menghadapi banyak penyakit, seperti Diabetes Mellitus (DM) dan teman-temannya. Lihat posting saya di:

Posting Diabetes mellitus

Page Diabetes mellitus

Jakarta, 28 Februari 2015, 08:48

Mengungkap Misteri Buah Pete

gaMisteri Buah Pete Main

Mengungkap Misteri Buah Pete

Pembuka: Mengungkap Misteri Buah Pete

Artikel #1 Stinky Evil Smelling Beans

Artikel #2 Makan Pete Tak Bau Pesing

Artikel #3 Herbal, Obat Dari Alam

Artikel #4 Menu Masakan Berbahan Pete

Artikel #5 Obat Bagi Yang Percaya KepadaNYA

Artikel #6A Penelitian Pete Selama 15 Tahun

Artikel #6B Penelitian Pete Selama 15 Tahun

Artikel #7 Sosialisasi Terapi Pete

Artikel #8 Keberhasilan Terapi Pete

Artikel #9 Rahasia Pete – Gaib

Penutup: Mengungkap Misteri Buah Pete

Pembuka: Mengungkap Misteri Buah Pete

Kita sering menjumpai benda-benda yang memiliki sifat yang tidak disukai banyak orang, kita tidak berani menyentuhnya, kita berusaha menjauhi benda itu, dan kepada orang-orang yang kebetulan suka akan benda itu, maka orang itu dinyatakan orang aneh yang perlu di jauhi … seperti buah pete, dikatakan buah kampungan, tidak berkelas, ndeso, stinky (bau pesing!), evil smelling bean, dlsb. Ditambah dengan mitos-mitos pete yang menyesatkan, yang setengah benar juga setengah salah, menyebabkan buah pete dijauhi banyak orang.

Atau kotoran sapi (ternak), benda yang bau dan menjijikkan, ternyata bisa digunakan untuk memasak!? Bukan langsung dicampurkan kedalam makanan! Kotoran sapi itu dimasukkan ke dalam silo, tabung semacam septic-tank, mungkin diberi tambahan bakteri pembusuk, maka dari lubang yang dibuat khusus akan mengeluarkan gas, disalurkan ke kompor gas, dinyalakan dan digunakan untuk memasak.

Saya belum mencari info lebih lanjut, apakah gas yang keluar itu masih berbau kotoran sapi atau tidak, atau dapur itu menjadi berbau kotoran sapi … saya belum punya pengalaman untuk itu.

[Ternyata di majalah “New Internationalist” edisi January/February 2015, halaman 11, Artikel: “‘Poo’ bus leaves no waste”, ada bus (‘Bio-Bus’) antara kota Bristol – Bath (di Inggris) yang menggunakan bahan bakar biomethane berasal dari food … human waste (kotoran manusia).]

Yakinlah, masih ada banyak benda yang biasanya tidak disukai, kurang disukai atau bahkan dibenci orang, padahal benda itu punya suatu manfaat yang berguna bagi kehidupan kita. Kita perlu mencari, mengungkap misteri yang ada dibalik benda-benda itu. Setiap benda, tidak akan hanya menjadi sesuatu yang tak berarti, tidak mungkin YMK menciptakan suatu benda tanpa ada sebab-akibat, aksi-reaksi, ada keterkaitan satu sama lain, secara langsung ataupun tidak langsung, pasti ada suatu manfaat yang dikandung setiap benda.

Nah, berkat keisengan dan keingin-tahu-an (rasa penasaran) saya di tahun 1995, saya berhasil mengungkap manfaat yang ada terkandung didalam buah pete dan kulit pete. Ada banyak hal yang bisa diungkap dari penelitian (atau pengamatan) saya selama 15 tahun itu, ada ber-ragam kemampuan buah pete, air rebusan kulit pete, untuk kesehatan, untuk menyembuhkan impotensi, sebagai ‘SLOW VIXGRX’, untuk menangkal atau membersihkan hal gaib. Saya berhasil mengungkap misteri buah pete, dan mungkin saja apa yang saya temukan itu belum seluruh misteri, ada juga peserta yang dengan iseng ataupun tak sengaja berhasil menemukan resep yang lain. Itulah adanya.

Tulisan ‘Mengungkap Misteri Buah Pete’ ini sudah saya upload ke internet, di Facebook Page ‘Pete Therapy 4 Love’ (PT4L).

‘Pete Therapy 4 Love’ adalah sebuah Facebook Page, sebuah web-site dibawah naungan Facebook. Di Page itu saya tuliskan banyak informasi terkait pete, herbal, kesehatan dll. Silahkan berkunjung ke page itu … mungkin ada manfaat yang bisa diambil dari sana.

Tulisan ‘Mengungkap Misteri Buah Pete’ saya upload ke Page ‘Pete Therapy 4 Love’ sebagian-sebagian, sebagai cerita bersambung agar pembaca tidak bosan. Tidak banyak orang Indonesia yang suka membaca buku serius, meski senang sekali chatting (BBM-an, twitter, FB, dll), jadi saya ikuti saja trend itu. Dengan melepas sepotong demi sepotong, saya tidak perlu menunggu satu buku selesai semuanya, tetapi bisa diselesaikan bagian demi bagian. Bagian yang selesai bisa langsung di-upload, sementara bagian yang lain masih terus direvisi. Tulisan ini merupakan cikal-bakal buku Terapi Pete versi 6

Ebook sudah tersedia, silahkan download:

Buku MEMBUKA MISTERI BUAH PETE PETE

Jakarta, 14 Mei 2014 (tanggal penulisan dan diupload ke PT4L)

Kesehatan: Mensana in korpore sano

Mensana in korpore sano … yang berarti: dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat!

Ideal sekali … !?
Kenyataannya:
Banyak orang terlihat sehat tetapi toh berjiwa maling, Lihat saja para penjahat kelas kakap, koruptor yang terlihat sehat-sehat, kecuali tentu saja saat mereka akan dibawa ke pengadilan … mereka langsung memperlihatkan badan yang tidak sehat, mulai dari stroke sampai lupa ingatan dijadikan alasan, sampai harus di-kursi-roda-kan saat disidangkan. Padahal mereka itu sepatutnya di-kursi-listrik-kan!

Kenyataan lainnya, banyak orang yang tidak berjiwa maling, terpaksa sakit-sakit-an, karena mereka tidak punya uang untuk biaya ber-obat … semua orang sudah tahu itu … kecuali belakangan ini, di Jakarta sudah mulai ada Kartu Sehat a’la Jokowi. Begitu kan!? … Nah, kapan kartu sehat itu bisa menggapai seluruh Nusantara!? Apa nunggu Jokowi jadi presiden dulu!?
Kita harus menerima keadaan yang masih berlaku di seluruh Indonesia (minus Solo, Jakarta, dan beberapa daerah yang sudah menerapkan kartu sehat/berobat gratis) … kenyataan daerah yang lain itu masih ambur-adul, nggak jelas, semua masih coba-coba … coba-coba tapi berkepanjangan … berbagai masalah kesehatan muncul dimana-mana … sampai akhirnya kita bisa lihat masyarakat juga coba-coba mencari kesembuhan/kesehatan kepada Ponari, kepada ‘dukun tiban’ (yang tiba-tiba menjadi dukun pengobatan), melalui batu-batu atau pusaka atau cara-cara ‘klenik’ lainnya.
Buat yang berada di sekitar garis miskin (kemiskinan!) masih bagus, bisa dapat Kartu Sehat, nah buat yang sedikit di atas garis miskin itu … apa harus jadi miskin dulu baru bisa berobat murah?

Kesehatan memang masalah pelik, bahkan Obama-pun dibuat repot oleh hal ini. Tidak mudah buat negara sekelas Amerika, tidak mudah buat seorang Obama … apalagi buat negara seperti Indonesia ini dengan para penyelenggara negara yang malah tidak percaya dengan sistem kesehatan-nya sendiri … mereka lebih suka pergi berobat ke luar negeri … banyak kok berita tentang kepergian mereka ke luar negeri mencari penyembuhan, mulai dari mantan menteri kesehatan yang berobat ke Cina, mantan-mantan pejabat yang mati di luar negeri saat mencari penyembuhan … juga mereka yang berjiwa maling yang kabur ke luar negeri dengan alasan mencari penyembuhan.

Nah … apa Anda juga ingin mencari sehat ke luar negeri?
Punya uang banyak? … nggak! … jangan bermimpi pergi ber-obat ke LN ya!
Miskin!? … nggak juga … hehehe Anda tidak berkesempatan dapat Kartu Sehat … kudu miskin dulu!
Cari Ponari atau pengobatan alternativ? … hiii … apa ada jaminan? … atau ke klinik Tong Seng!? … nggak jelas deh!
Terus gimana!?

Lebih baik mencegah daripada mengobati penyakit. Lebih baik menjalani hidup sehat, pola makan sehat, olahraga cukup dst … dst. Untuk itu, saya siapkan pencegahan sekaligus penyembuhan alternativ, herbal yang murah meriah => TERAPI PETE … lihat di artikel tentang PETE, ada ebook (PDF), silahkan download, boleh dicetak, boleh diberikan kepada teman, kerabat atau siapapun yang membutuhkan. Khusus buat para pria yang masih aktiv 4X4, ada ebook PETE4IMpotensi juga. Untuk yang ini, banyak yang ketagihan … jadi getol makan pete setiap hari … demi, demi, demi … itulah.
*) Buat mereka yang nggak suka makan pete, ada pilihan lain, minum saja air rebusan kulit pete (direbus 20 menit), diminum 3X sehari … kalau pagi sarapan yang cukup sebelum minum air ini ya … efeknya lebih pelan daripada terapi FULL, tetapi bisa berhasil juga.

Kembali ke soal makan-makan … kita harus berhati-hati memilih makanan, kurangi fast food (junk food), kurangi makanan yang digoreng, perbanyak yang hijau atau yang merah, kurangi daging (hahaha … memang lagi mahal!) lebih ke vegetarian … ingat juga, di televisi/media/koran sudah banyak berita/artikel tentang makanan yang diolah dengan berbagai racun seperti bahan pengawet (formalin, borax, dll), zat pewarna, zat penyedap sintetis … dst – dst.
Kalau memang ingin makan enak tapi penuh racun itu … setelah makan enak itu, segera makan pete (rebus 2 menit) untuk mengeluarkan racun/toxin itu, dijamin OUTPUT esok pagi akan berbau harum …

Silahkan mencoba terapi pete itu … semoga tetap sehat … dan semoga dalam badan yang sehat tetap ada jiwa yang sehat … Mensana in korpore sano