082 Back To Nature, Kembali Ke Alam

082 Back To Nature, Kembali Ke Alam

19 November 2014

Kita kembali kepada kekuatan modal yang kita miliki yaitu Bumi Pertiwi, tanah dan air, alam lingkungan yang kita punya yang mungkin tidak ada duanya di bumi ini, kita punya berbagai variasi kekuatan alam yang bisa kita explor, bisa kita exploitasi, bisa kita kembangkan, bisa kita kedepankan, bisa kita jadikan bahan jualan kepada dunia.

Indonesia, Nusantara berada di khatulistiwa, sebagai sebuah area di muka bumi ini yang menjadi pengatur suhu bumi, suhu naik 1 derajat celsius di khatulistiwa maka di belahan utara dan belahan selatan bumi akan naik lebih tinggi, semakin ke utara dan semakin ke selatan akan jauh lebih tinggi lagi, bisa mencapai belasan derajat celsius. Lihat artikel “Kerusakan Lingkungan dan Kesehatan”.

Dengan sebuah rencana mengembalikan alam (Back to Nature) dimulai dari lingkungan Indonesia, menghijaukan kembali Indonesia, merubah cara hidup masyarakat di seluruh daerah di Indonesia, kembali menanami hutan-hutan dengan berbagai pepohonan, mengganti semua kebun kebun monokultur kembali menjadi hutan heterogen, hutan tropis seperti sebelumnya.

Kegiatan mengembalikan alam ini bisa memberikan kekuatan bagi Indonesia untuk menuntut semua negara di dunia membayar ongkos ‘Back To Nature’ ini. Rakyat Indonesia menjadi pekerja-pekerja pengelola hutan tropis, menjadi pekerja-pekerja yang menanami semua hutan-hutan yang telah digunduli oleh orang-orang tak bertanggung jawab selama ini, yang terus dibiarkan oleh para pemimpin dunia, tanpa keberanian mereka mengajukan keberatan kepada orang-orang tak bertanggung jawab yang bersembunyi dibelakang para penguasa Indonesia.

Indonesia akan menjadi negara yang akan mengembalikan suhu global kembali ke suhu yang menyenangkan bagi kehidupan, tentu dengan biaya bersama, ditanggung oleh semua penduduk dunia, kita akan menghentikan pengrusakan alam yang telah dilakukan oleh pengusaha (perusahaan) multi nasional yang selama ini telah merampok bangsa dan negara Indonesia dalam satu skenario keji antara penguasa dan pengusaha itu. Kita hentikan pengrusakan itu, kita kembalikan alam lingkungan Indonesia menjadi asri, hijau, nyaman, dan aman. Dan tentu saja semua negara-negara dunia yang telah menyaksikan skenario keji dan terus membiarkan hal itu terjadi selama 40 tahun lebih itu, mereka harus membayar dalam bentuk dana sumbangan bagi rakyat Indonesia yang akan bekerja sebagai pengendali alam lingkungan Indonesia, menjadi pekerja yang menanami hutan, menjadi perawat alam, menjadi penjaga alam, dst.

Misalkan Saja, Mereka Tidak Mau Membayar

Misalkan saja, negara-negara besar dunia tidak merasa bersalah dalam perampokan kekayaan bangsa Indonesia selama beberapa puluh (ratus) tahun belakangan ini, yang telah merusak alam lingkungan Indonesia, yang telah membiarkan rakyat Indonesia hanya menerima bagian dalam bentuk Royalti yang besarnya hanya 1% dan juga belum tentu dibayarkan, yang memberikan kesempatan kong-kalikong antara pengusaha alien dan para penguasa bermain mata, bermain petak umpet, berbagi kekayaan hasil rampokan selama ini, dan mereka negara-negara besar itu tidak juga sadar akan perbuatan mereka, dan tetap bersiteguh tidak mau membayar ganti rugi atas kerusakan yang telah mereka perbuat, maka rakyat Indonesia akan tetap seperti sekarang ini, mereka akan terus kehilangan jati diri, mereka akan tidak terkendali dan akan terus melanjutkan pengrusakan alam dan lingkungan dalam usaha usaha mereka mencari kesempatan untuk hidup, untuk bertahan hidup dalam kemiskinan karena dirampok oleh para pengusaha alien yang datang dari negara-negara besar dunia itu. Boleh jadi, alam dan lingkungan akan terus dihancurkan, suhu dunia akan terus naik, global warming pasti lebih parah lagi, dan bumi ini akan hancur, semakin banyak daerah di muka bumi akan kekeringan, semakin banyak kematian karena kelaparan dan serangan penyakit, semakin banyak penyakit menjalar dari daerah tropis naik ke sub-tropis dan terus makin ke utara atau ke selatan, dan rakyat di daerah utara pasti tidak punya daya tahan tubuh yang sama dengan orang-orang yang selama ini telah terbiasa dengan keadaan alamnya, dengan berbagai penyakit tropis selama ini. Daya tahan (daya imun) tubuh warga tropis jelas lebih baik dalam menghadapi berbagai penyakit itu, sementara warga utara jelas tidak terbiasa dan akan mengalami serangan penyakit yang biasanya ada di daerah tropis, seperti malaria, demam berdarah, chikunguya, diaree, dlsb.

Di satu sisi, kekeringan akan terjadi di berbagai wilayah di dunia, dan di sisi lain, banjir besar akan datang, menenggelamkan banyak wilayah, mungkin termasuk Indonesia, dan itu berarti tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki suhu global. Kalau itu terjadi, sudah terlambat, suhu dunia akan semakin tinggi dan tidak akan nyaman bagi seluruh umat manusia. Kekacauan iklim pasti terjadi lebih parah, penyakit tropis pasti akan naik terus ke utara dan bercokol disana.

Atau, masih juga warga bagian utara itu merasa sebagai warga utama dunia, sementara warga di bagian selatan (khatulistiwa) adalah warga kelas tiga atau seperti yang mereka sebut sebagai warga ‘untermenschen’, silahkan saja. Mereka menyebut warga kulit berwarna sebagai ‘untermenschen’, warga yang direndahkan oleh Tuhan, memang sengaja dibuat demikian, seperti paham yang mereka anut selama ini, sementara mereka yang berkulit putih sebagai warga utama.

Tetapi, kenapa Atlantis ada di khatulistiwa?

Atlantis dikatakan ada di sekitar Indonesia!?

Kenapa tidak berada di utara?

Dan lihatlah, bukti Situs Gunung Padang yang memperlihatkan peradaban kuno berbudaya tinggi yang ada sekitar 25.000 tahun yang lalu, bukankah itu berarti leluhur kita sudah berbudaya sementara yang lain mungkin masih bar-bar. Akankah sikap dan sifat bar-bar itu diteruskan ke abad 21 ini dengan cara cara yang tidak ‘manusiawi’, melakukan perampokan sumber daya alam Indonesia selama 40 tahun lebih dengan bekerja sama dengan para penguasa lalim yang lalu lalu!? Rakyat Indonesia hanya diberi bagian dalam bentuk Royalti sebesar 1%, sudah selama 40 tahun lebih dan belum tentu dibayarkan!?

Kolaborasi Pengusaha Alien dengan Penguasa Lalim

Perampokan kekayaan SDA Indonesia oleh pengusaha Alien bersama penguasa lalim selama 40 tahun lebih, hampir tidak memberikan manfaat bagi bangsa ini, malah kerusakan alam yang mereka terus lakukan sampai sekarang. Rakyat Indonesia yang begitu pasrah dan tawakal, nrimo (kata orang Jawa), membiarkan semua kejadian itu dan terus berusaha untuk tetap hidup dengan berbagai cara, mereka mencoba dan mencoba, tetapi dengan cara cara yang tentu ketinggalan teknologi, karena memang ada skenario pembodohan dari penguasa lalim yang lalu, agar rakyat tidak mengerti, tidak paham apa yang sedang mereka (pengusaha Alien dan penguasa Lalim) sedang lakukan, yaitu menjarah kekayaan SDA Indonesia.

Dalam keterbatasan pengetahuan, ketertinggalan teknologi, rakyat berusaha sebisa mungkin, mereka mencoba bercocok tanam untuk mendapatkan makanan. Dalam usaha mereka itu mendapatkan kehidupan, sebagian di antara mereka melakukan pengrusakan alam, mereka menanami segala area yang mungkin ditanami, mereka menebangi pohon karena membutuhkan tanah untuk bercocok tanam. Lihatlah ada banyak bencana longsor, karena daerah di sebelah atas bukit atau gunung telah digunduli untuk bercocok tanam. Mereka melakukan itu karena kekurangtahuan mereka, karena memang tidak ada usaha pamong masa lalu untuk memberikan pengetahuan soal bercocok tanam yang aman bagi lingkungan. Para pamong sibuk sendiri dalam kegiatan mereka sebagai anggota arisan – bancakan berbagi komisi kolaborasi pengusaha Alien dengan penguasa Lalim, mereka tidak peduli dengan kehidupan rakyat kecil di pedesaan.

Kemudian datang lagi pengusaha dari negeri lain, yang dengan kekuatan modal dan kedekatan dengan pamong mereka mendapatkan konsesi jutaan hektar, menghancurkan hutan tropis, membabat hutan tropis, menggunduli jutaan hektar hutan, membakarnya juga, dan mengganti pohon-pohon heterogen itu dengan tanaman monokultur. Tanaman monokultur yang berjarak renggang satu sama lain, tidak mengikat air hujan, tidak menahan panas, merusak siklus alam, merusak lingkungan, akhirnya pemanasan terjadi berlanjut ke global warming.

Kerusakan alam Indonesia, menyebabkan kerusakan cuaca dunia, global warming … jadi mereka yang telah mengacau itu harus membayar segala biaya perbaikan alam Indonesia, agar kembali asri, kembali memberikan kenyamanan bagi seluruh penduduk dunia … kalau mereka tidak mau membayar segala biaya itu, rakyat Indonesia dibiarkan merusak alam Indonesia, menjadikan cuaca dunia semakin extrim … itu pilihan bagi mereka: membayar atau KIAMAT dunia!

Target dari tulisan ini:

  • mengingatkan rakyat Indonesia akan kejahatan pengusaha negara Alien, mereka telah merampok rakyat Indonesia, mereka hanya memberikan bagian dalam bentuk Royalti sebesar 1%, dan kata ketua KPK, itupun tidak terbayarkan,
  • memberitahu rakyat Indonesia akan kejahatan para penguasa di masa lalu, mereka telah berkolaborasi dengan pengusaha Alien dalam perampokan segala SDA Indonesia, lihat di buku “Yang Di Depan Menjadi Panutan”, artikel “Kekayaan Alam Indonesia”,
  • memperingatkan dunia agar berhenti mengeruk kekayaan SDA Indonesia tanpa memberikan manfaat terbesar bagi bangsa ini, sudah sangat kurang ajar apa yang mereka lakukan selama ini, membiarkan penjajahan terselubung selama 40 tahun lebih, dimana kekayaan SDA bangsa ini telah dibiarkan dirampok oleh pengusaha Alien, bahkan PBB membiarkan ketimpangan itu, membiarkan penjajahan itu, kondisi ini malah lebih buruk daripada penjajahan Belanda dengan Strategi Tanam Paksa yang masih memberikan keuntungan bagi rakyat Indonesia waktu itu,
  • memberi warning kepada seluruh umat manusia, harus ada rasa KASIH satu sama lain, rasa kasih antara sesama umat manusia, tidak ada yang berbeda di mata Tuhan, semua sama, janganlah warga dunia bagian utara merasa menjadi warga utama karena berkulit putih, sementara warga kulit berwarna hanya sekedar “Untermenschen” yang tidak berhak hidup layak, termasuk bangsa Indonesia. Bukankah itu yang mereka lakukan selama puluhan tahun itu, sampai sekarang. Mereka hidup senang diatas penderitaan rakyat Indonesia sebagai pemilik kekayaan yang sah. Warga dunia harus punya rasa SAYANG kepada alam – lingkungan, termasuk kepada Alam – Lingkungan Indonesia. Ketahuilah, kegiatan pengusaha Alien itu mengatasnamakan warga dunia bagian utara, mereka telah menjarah Indonesia, telah merusak alam Indonesia. Kita berharap mereka (warga dunia) yang selama ini tidak sadar telah setuju dengan para pengusaha Alien itu tersadarkan dan mulai menuntut pemerintah mereka sendiri yang telah ikutan merusak alam – lingkungan Indonesia, telah menghancurkan kehidupan rakyat Indonesia, telah membuat kerusakan dunia, telah menjadikan cuaca dunia semakin memburuk, global warming …

Keserakahan Warga Belahan Utara

Selama ini keserakahan untuk menguasai negara lain, menguras kekayaan negara lain itu telah ditampilkan, dilakukan oleh warga dunia terutama warga dunia bagian utara melalui wakil mereka yaitu pengusaha Alien itu. Mereka sama sekali tidak punya rasa KASIH, apalagi punya rasa SAYANG, mereka hanya mengedepankan nafsu belaka, nafsu perut dan nafsu bawah perut mereka saja.

Mereka telah dengan licik (culas) berkolaborasi dengan penguasa lalim dengan menyiapkan kontrak kerja yang jelas hanya memberikan bagian kepada bangsa ini dalam bentuk Royalti sebesar 1% yang sudah berlangsung selama 40 tahun lebih, dan itupun tidak terbayarkan!!!

Jadi, untuk menjadikan hidup di dunia menjadi lebih baik, tidak hanya warga Indonesia saja yang melakukan perubahan mental – moral, tetapi warga dunia juga harus melakukan perubahan, janganlah menutup mata saat wakil mereka, perusahaan Alien itu menjarah kekayaan SDA Indonesia, sadarilah penjarahan dan penindasan itu pasti berdampak negatif tidak hanya bagi warga Indonesia yang telah dijarah dan dirusak alam – lingkungannya tetapi juga akan dirasakan warga dunia yang lain dimanapun mereka berada.

Ternyata REVOLUSI MENTAL – MORAL ini tidak hanya perlu dijalankan oleh warga Indonesia saja, tetapi juga warga dunia!

Leave a Reply