#6B Penelitian Pete Selama 15 Tahun
Uji coba minum jus pete mentah
Saya sering mendengar dari orang-orang tentang ke-enggan-an mereka memakan buah pete, rasa tidak enak saat mengunyah buah pete. Saya setuju soal itu, tapi … saya yakin (waktu itu), pasti ada cara sederhana menkonsumsi pete … jus pete!
Usaha membuat jus pete … ternyata malah mendapatkan pengetahuan tentang kemampuan pete yang lain.
Di tahun 2010 uji-coba ini dilakukan, saya tidak ingat secara pasti. Karena ingin mempermudah menkonsumsi pete, saya mencoba membuat jus pete. Waktu itu, saya membuatkan jus lobak untuk anak yang sakit batuk. Setelah disaring, masih tersisa sedikit jus lobak dan ampas lobaknya. Jadi saya pikir, kenapa tidak mencoba membuat jus pete – lobak saja. Maka saya ambil 4 butir pete mentah, saya masukkan kedalam jus lobak itu, sekali lagi saya hidupkan mesin pembuat jus (blender) itu.
Jus pete-lobak langsung saya minum, pelan-pelan, karena saya ingin mengenal rasa/sensasi jus pete-lobak itu. Dalam hitungan detik, saya merasakan seluruh bagian mulut, lidah dan gusi terasa tebal/baal, seakan gigi-gigi akan copot (lepas). Sensasi ini mirip seperti saat dulu sebelum operasi cabut gigi geraham, saat setelah diberi suntikan anastesi untuk menghilangkan sakit. Saya segera minum banyak air, kumur-kumur agar bisa menghilangkan sensasi tebal/baal itu. Saya curiga hal itu bukan ulah lobak tetapi ulah pete!
Untuk meyakinkan diri, saya coba lagi seminggu kemudian, hanya 4 butir pete mentah dan sedikit air, di-jus dan diminum pelan pelan, ternyata sensasi tebal/baal seakan gigi-gigi akan copot itu kembali lagi. Masih belum yakin juga, seminggu kemudian saya ulangi lagi! Dan benar sensasi itu muncul kembali.
Cukup 3X uji-coba jus pete mentah! Saya tahu kekuatan pete mentah, saya yakin pete bisa melunakkan daging (gusi), inilah kekuatan pete. Saya juga yakin kekuatan pete lebih dari daun pepaya yang biasa digunakan untuk melunakkan daging sebelum dimasak / dijadikan sate. Tapi saya tidak berani mencoba jus daun pepaya, rasanya pasti lebih tidak enak daripada jus pete. Pasti pahitnya!
Dari pengalaman jus pete mentah inilah saya menjadi lebih yakin akan kekuatan pete untuk membersihkan darah, membersihkan badan, menghancurkan granula dalam pembuluh darah, ataupun menghancurkan kolesterol yang ada dalam darah. Saya berfikir bagaimana merendahkan kekuatan si pete tetapi meng-optimal-kan/mengintensifkan kemampuannya: pete direbus 2 menit, tetapi volumenya diperbanyak dan frekuensinya diperbanyak, didapatkan: makan 1 lanjar siang, 1 lanjar malam, selama 2 minggu. Hasilnya: TERAPI PETE ini.
Pesan saya, jangan makan pete mentah terlalu banyak apalagi selama beberapa hari berturut-turut. Kurangi kekuatannya, rebuslah 2 – 3 menit.
Soal mempermudah mengkonsumsi buah pete dengan menjadikannya jus-pete, tetap boleh dilakukan asalkan pete itu telah direbus dulu. Dan, memang ada beberapa orang yang tidak begitu suka makan buah pete, tetapi ingin menjalankan terapi pete, mereka minum jus-pete (rebus).
Kesimpulan dari penelitian 15 tahun
Setelah menjalankan sendiri terapi pete ini selama 15 tahun, dengan berbagai kondisi yang di-uji-coba-kan, dengan beberapa kombinasi waktu percobaan antara makan dan tidak makan pete, antara makan buah pete dan minum air pete, dst. Saya bisa menarik kesimpulan, bahwa terapi ini benar bermanfaat.
Terapi pete benar bisa membersihkan darah, bisa membuang berbagai TPD yang ada di dalam sistem pencernaan, di dalam darah, di dalam pembuluh darah. Setelah makan pete, akan muncul bau pesing pada pagi hari setelahnya, bau pesing itu merupakan indikasi adanya TPD yang dikelola oleh pete, ditangkap dan dihancurkan oleh pete kemudian dikeluarkan melalui puff, urine dan keringat. Bau pesing itulah tanda keluarnya TPD yang selama ini ditimbun di dalam badan. Bau puff, urine dan keringat akan berkurang dari hari ke hari dan menghilang apabila kita menjalankan terapi itu selama 4 hari berturut. Setelah saya menjalankan terapi selama seminggu (atau 2 minggu), lalu saya berhenti makan pete selama seminggu atau 2 minggu, kemudian saya kembali makan pete, puff, urine dan keringat tetap tidak berbau pesing … kecuali bila saya sengaja mengkonsumsi makanan (masakan) yang berisi TPD. Dan kondisi itu juga sudah beberapa kali saya uji-coba.
Toxin dan poison itu bisa berupa bermacam bahan pengawet, bahan penyedap, zat pewarna textil, insektisida, pestisida, dll. Kotoran itu seperti bahan makanan kadaluarsa, yang sudah rusak, basi, busuk dll yang dicampurkan oleh para pengusaha bahan pangan yang tidak jujur.
Darah yang bersih tentu dapat mengikat oksigen, nutrisi dengan lebih optimal, sementara pembuluh darah yang bersih menjamin kelancaran peredaran darah sampai ke saluran yang paling kecil dan paling jauh dengan mudah, maka jantung tidak perlu bekerja terlalu keras untuk mendorong stamina dan power pada saat-saat yang dibutuhkan, jantung bisa bekerja optimal tanpa paksaan. Pete memberikan tenaga tambahan, baik untuk berolahraga, kerja fisik, ataupun menghadapi saat-saat romantis bersama istri. Pete bisa menghancurkan kolesterol, granula, TPD yang ada di dalam pencernaan, di darah, di pembuluh darah dan kemungkinan besar juga menghancurkan timbunan-timbunan TPD yang terbawa dan tersimpan di berbagai organ tubuh, maka dari itu saya yakin pete bisa menyembuhkan bermacam penyakit, seperti asam urat, gejala rhematik, darah tinggi, diabetes, impotensi, dlsb.
Dari 1995 sampai 2010/2011, 15 tahun lamanya saya menguji coba terapi pete, antara rutin makan pete dan tidak makan pete dalam beberapa kombinasi waktu tersebut diatas, akhirnya saya yakin akan kemampuan pete, saya memutuskan untuk mulai menyebarkan terapi ini secara luas dan terbuka agar terapi ini bisa digunakan oleh banyak orang untuk menjaga kesehatan dan menyembuhkan bermacam penyakit. Untuk sehat tidak harus mahal, tidak harus sulit, tidak harus berbelit-belit, tidak harus berlama-lama … bisa murah, mudah, sederhana dan singkat saja … TERAPI PETE!
Sabtu, 12 Juli 2014, 13:13 diupload ke PT4L


Anda berani mempertanggung jawabkan tulisan anda?
Terima kasih kepada Peneliti@gmail.com atas pertanyaannya
Apa yang saya tuliskan sudah saya coba sendiri … dan saya tahu efek positif dan ada efek negative-nya.
Kenapa saya berani menawarkan terapi pete???
Karena saya percaya kepada YMK (Tuhan, Allah SWT, Sang Hyang Widhi, Yahwe atau apapun sebutan lainnya di agama agama yang ada) … saya percaya bahwa YMK berjuta tahun silam telah menciptakan alam semesta dalam keseimbangan, diciptakan berbagai mahluk, ada manusia, ada jin, tuyul, dlsb, ada berbagai tanaman, ada berbagai hewan, ada mineral, ada bakteri, ada virus, ada penyakit dan tentu YMK juga menciptakan obat-obat-an sebagai penyeimbangnya, ada dari bagian tanaman, ada dari bagian hewan, dari mineral … dan itu sudah disiapkan olehNYA. Jadi, barang siapa percaya akan KEBESARAN, KEKUATAN, KEMAMPUAN YMK, dia tidak akan ragu untuk mencari obat-obat-an bagi penyakitnya dari bahan alam yang sudah ada di alam semesta ini …
Saya yakin akan hal ini, karena saya percaya akan KEBESARAN, KEKUATAN, KEKUASAAN, KEMAMPUAN YMK.
Saya menjalankan penelitian selama 15 + 5 tahun sosialisasi (pengamatan), telah diuji oleh banyak peserta, dengan banyak manfaat positiv dan beberapa efek negative, maka saya berani menceritakan pengalaman saya. Terapi pete, benar bisa menyehatkan, bisa membantu menyembuhkan, bisa membawa kebahagiaan, dan pada akhirnya akan bisa menyejahterakan rakyat.
20 tahun bukan waktu yg pendek untuk mengamati pete, tetapi itu belum semuanya, masih banyak lagi yang perlu diteliti dari pete bahkan sangat diperlukan kepastian akan kebenaran terapi ini secara medis, dan itu diluar kemampuan saya, karena saya tidak punya peralatan untuk bisa melakukan penelitian lebih mendalam, saya tidak punya dana untuk itu. Zat apa yg ada di pete, kenapa pete bisa menyembuhkan, kenapa pengobatan dengan terapi pete bisa jauh lebih cepat menyembuhkan penyakit tertentu, kenapa dengan cara konvensional hal itu tidak bisa terjadi, itu sudah diluar pemikiran saya … barangkali ANDA sebagai ‘peneliti’ bisa melanjutkan penelitian tentang pete ini … saya akan sangat berterima kasih banyak, bila ada peneliti yang mau melanjutkan usaha saya ini, bahkan saya tidak berkeberatan bila setelah itu orang itu mengakui penelitian itu sebagai miliknya. Untuk kelanjutan penelitian ini dan untuk keabsahan penelitian ini, saya telah mengirimkan penelitian ini ke beberapa lembaga penelitian di Jakarta, Bogor, Bandung, Bali bahkan ke luar negeri dan mungkin bapak/ibu Peneliti@gmail.com ada di salah satu lembaga itu.
Mungkin ada yang berfikir saya mencari sensasi dengan terapi pete ini!?
Untuk apa? Saya hanya menuliskan pengalaman saya, apa yang saya alami, apa yang saya lihat, apa yang baik untuk masyarakat, apa yang buruk untuk masyarakat, tidak ada pemikiran untuk mengambil keuntungan dari tulisan tulisan saya … atau mungkinkah ada?
Apa yang saya tulis disini, terutama terapi pete, sama seperti obat bebas yang bisa diperoleh seseorang di warung kakilima, kalau percaya, silahkan jalani, kalau tidak percaya juga tidak ada paksa memaksa, kalau berhasil sembuh silahkan berterima kasih kepada YMK, karena apa yang saya lakukan, yang saya jalani cuma atas dasar RASA KASIH, bukan demi PROFIT, demi kebaikan banyak orang … bila ada peneliti yang bisa membuktikan kebenaran terapi pete, dan kemudian mengambil alih terapi ini, saya juga tidak akan berkeberatan, karena penelitian ini dan penelitian berikutnya pasti demi kebaikan orang banyak.
Jadi, demi Allah Tuhan YMK, saya berani bertanggung jawab atas apa yang saya tulis.
Apa yang saya tulis disini, akan saya pertanggung jawabkan di hadapan Allah Tuhan YMK, karena hanya DIA-lah yang tahu kebenaran dan ketidakbenaran yang hakiki, DIA-lah yang tahu kalau saya tidak berbohong.
Lebih lanjut, saya siap membantu memberikan pengetahuan saya kepada setiap lembaga yang berani mengambil alih penelitian ini … dengan sukarela tanpa iming iming apapun … kepada lembaga manapun juga, baik nasional maupun internasional, silahkan … asalkan hasil penelitian itu akan menjadi milik orang banyak (rakyat, umat manusia, bukan milik pribadi, bukan milik saya). Adakah yang tertarik untuk membuktikan kebenaran terapi pete???
Memang bukan hal yang menyenangkan bagi pabrikan obat konvensional yang omzetnya di Indonesia saja mencapai 60T untuk menerima kenyataan adanya obat obat dari bahan alam yang bisa menjawab permasalahan umat manusia saat ini, dan terapi pete ini sangat mengusik perdagangan bisnis mereka … kenapa mereka harus takut kepada pete. Pete kan cuma makanan orang kampung, bukan makanan para executive, saya tak pernah menawarkan terapi ini kepada mereka … itu tanggung jawab setiap orang untuk memilih saat menentukan mau obat yang mana, pilihan ada ditangan masing masing … bahkan saat Tuhan mengatakan ini tidak boleh karena dosa, atau itu tidak boleh karena haram, itupun terserah kepada manusia itu … Tuhan saja memberikan pilihan, saya hanya melanjutkan saja, inilah salah satu obat yang sudah ada selama ini, sejak lama ada, bahkan beberapa orang tua lama juga tahu akan hal ini … sudah warisan leluhur, kenapa tidak. Pilihan ada di tangan Anda … bahkan saat orang kaya pergi berobat ke LN kemudian tak sembuh juga bahkan tewas disana juga ada.