Penelitian Berdasarkan Waktu
Dalam penelitian selama 15 tahun, saya ingin tahu, bila saya tidak makan pete (terapi), berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai kesehatan, stamina + power terasa menurun, dropping. Saya mencoba dalam variasi waktu yang berbeda-beda. Saya buat jeda waktu yang berbeda: 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun dan 1,5 tahun berhenti makan pete. Pada jeda 1 bulan setelah terapi utama, badan masih aman-aman saja. Pada jeda 3 bulan juga masih aman. Pada jeda 6 bulan masih aman. Pada jeda 1 tahun sudah mulai ada penurunan daya tapi belum cukup drastis. Baru pada jeda 1,5 tahun terasa benar bedanya.
Jeda waktu 1,5 tahun
Saya berhenti mengkonsumsi pete, dan ternyata setelah 1,5 tahun lebih tidak makan pete sama sekali, saya merasakan kesehatan saya menurun jauh. Badan dan tenaga menjadi LOYO sampai ke masalah 4X4 juga bermasalah karena kehilangan stamina + power. Segera saya jalankan terapi pete, makan pete selama seminggu berturut, siang 1 lanjar dan malam 1 lanjar … perubahan kesehatan terasa benar, stamina + power kembali datang, segar bugar dan berjaya lagi. Kembali saya rutin makan pete selama beberapa lama, sambil terus mencoba variasi jeda waktu yang berbeda.
Untuk pembuktian lebih lanjut, agar meyakinkan saya, saya ulangi lagi percobaan berhenti mengkonsumsi pete selama setahun lebih. Dan setelah selama 1,5 tahun tidak makan pete, saya merasakan penurunan berbagai hal, sampai ke masalah 4X4.
Ternyata benar!
Untuk badan saya sendiri, kalau tidak mengkonsumsi pete selama 1,5 tahun, kesehatan pasti menurun jauh. Mungkin untuk orang lain akan berbeda beda waktu jeda itu, bisa lebih panjang atau lebih pendek daripada 1,5 tahun yang saya alami, tergantung pola makan dan pola hidup yang dijalani orang itu.
3 kali saya menjalankan prosedur tersebut, tidak secara berturut, di antara prosedur itu ada waktu yang panjang untuk kembali memulihkan kesehatan. Variasi jeda 1 bulan sampai 3 bulan terus saya jalankan. Saya yakin bahwa terapi ini memang benar benar bisa menambah kekuatan, bisa menyehatkan, bisa mengobati bermacam penyakit. Saya pikir, untuk aman-nya, setelah 3 bulan jeda waktu kita harus menjalankan terapi, paling lambat 6 bulan sekali.
Selama 15 tahun saya menguji terapi pete di kalangan terbatas, dengan saya sendiri sebagai kelinci percobaan, kemudian istri, anak-anak, pembantu, teman dekat, saudara (kerabat) dekat yang bersedia. Satu hal lain yang saya catat, sejak saya menjalankan terapi dengan berbagai variasi itu, saya tidak pernah sakit berat, sampai harus bertemu dengan ahli kesehatan atau berkunjung ke lembaga perawatan. Memang ada 2 kali terkena demam berdarah (DB) tapi bisa diatasi menggunakan obat herbal. Cerita tentang ini ada di buku terapi pete.
Jakarta, 20 April 2014
Baca juga 2 artikel terkait penelitian 15 tahun:
1) #6A Penelitian Pete Selama 15 Tahun
2) #6B Penelitian Pete Selama 15 Tahun
Tambahan 1:
Jadi, setelah kita rutin menjalankan terapi pete … setelah darah dibersihkan, pembuluh darah dan organ tubuh diregenerasi oleh pete … ketahanan tubuh sudah terpelihara … minimal setelah 6 bulan terapi … kemudian kita berhenti sama sekali makan pete … maka kemungkinan setelah 1,5 tahun tidak terapi, barulah penurunan itu terjadi. Kalau baru saja ikut terapi seminggu, tentu akan berbeda situasinya. Karena kondisi badan belum stabil, belum tuntas dibersihkan / diregenerasi oleh pete.
Jakarta, 21 April 2014
Tambahan 2:
Pada saat usia 40 tahun Saya mulai menjalankan terapi pete, dan sekitar usia 47-48 tahun saya mulai uji coba 1,5 tahun tidak makan pete sama sekali, ternyata saya kehilangan daya sama sekali, terutama dalam hal 4X4 itu. Padahal sejak remaja saya menjalankan hidup cukup sehat, mencoba selalu makan makanan rumah dengan bumbu dapur olahan rumah, menghindari zat penambah rasa artificial, toh ternyata pada usia 48 tahun itu saya sudah merasakan hilangnya stamina & power. 3 kali saya melakukan uji coba tidak makan pete selama 1,5 tahun, dan rasa hilangnya stamina & power itu nyata terjadi.
Kesimpulan dari uji coba 3 kali 1,5 tahun tidak makan pete sama sekali ini: pete benar bisa menjaga stamina & power (PRIA), kesehatan terjaga, tetap fit, tetap berjaya … jadi, bagi pria yang ingin tetap berjaya dalam urusan 4X4, jangan lupa menjalankan terapi pete secara teratur, minimal seminggu sekali makan pete + minum air pete, atau 6 bulan sekali menjalankan TERAPI PETE UTAMA yaitu 1-2 minggu berturut makan pete + minum air pete.
Kenapa dalam terapi ini saya selalu menyinggung kesehatan pria?
Karena penurunan kesehatan pada pria lebih mudah terlihat dengan hilangnya stamina & power itu, bukan dimaksudkan bahwa terapi pete ini hanya khusus bagi pria, tetapi juga punya banyak manfaat bagi wanita.
Bagi pria terapi pete akan mengundurkan masa datangnya ANDROPAUSE, dan bagi wanita mengundurkan masa datangnya MENOPAUSE. Pria dan wanita yang menjalankan terapi pete akan mendapatkan tubuh yang lebih fit, lebih segar, lebih SEKEL (montok, seperti berotot) seperti orang yang rutin menjalankan fitness. Mereka yang sebelumnya ‘rada gemuk’ agak gombyor akan kembali singset, dada (wanita) kembali montok, dst …
Jakarta, 11 Maret 2015

