SATRIA PININGIT SANG PENYELAMAT
Cerita/Mitos Sang Penyelamat (SP)
Ada keyakinan/kepercayaan/agama pada masyarakat (bangsa) di berbagai penjuru dunia akan munculnya seseorang yang disebut sebagai sang penyelamat (SP). Setiap kelompok masyarakat memiliki sebutan yang berbeda untuk sang penyelamat itu, ada yang menyebutnya dengan Satria Piningit (juga SP), Ratu Adil, Herutjokro, Juru Penyelamat, Yesus, Imam Mahdi, dan banyak sebutan lainnya sesuai keyakinan/kepercayaan/agama yang berlaku di daerah/kawasan/negara tertentu.
Kelompok Yahudi punya kepercayaan itu, Islam dan Kristen punya tokoh yang sama (Yesus/Nabi Isa) sekaligus berbeda (Yesus dan Imam Mahdi), Hindu punya tokoh sendiri, Budha juga berbeda, Zoroaster punya tokoh/cerita tentang SP, berbagai suku/bangsa: Indian Hopi, Lakota, Maya, Yunani, Ethiopia (Rastafari dengan Haile Selassie), dlsb. Banyak mitos atau legenda tentang SP di berbagai penjuru dunia yang akan datang pada saat mereka menghadapi begitu banyak kesulitan dalam kehidupan mereka.
Sosok SP banyak dimonopoli oleh kelompok agama-agama yang memiliki banyak pengikut, dikatakan bahwa SP adalah keturunan junjungan kelompok mereka, dengan ciri-ciri yang sesuai dengan ajaran mereka. Terjadilah pertentangan akan sosok SP yang disetujui oleh kelompok yang berbeda … padahal gambaran utamanya: SP akan muncul saat umat manusia sedang mengalami begitu banyaknya kesulitan hidup. Setiap kelompok mengatakan kalau SP tertentu hanya akan melindungi kelompok mereka saja, sementara yang diluar kelompok tidak akan dilindungi.
Kehidupan manusia di dunia semakin sulit, bencana alam muncul dimana-mana karena manusia tidak peduli akan alam-lingkungan, hutan dibakar, digunduli, ditanami hanya tanaman mono-kultur, kerusakan alam-lingkungan jelas merusak siklus kehidupan alami, siklus terputus atau terhenti, hama merajalela, gagal panen karena gangguan alam, gangguan cuaca, banjir bandang sekonyong konyong karena lahan di hulu telah gundul, teleh berubah fungsi, kehilangan daya serap atau daya penahan air hujan, pemanasan global terjadi, kekeringan, kehilangan tanaman bahan pangan membawa dampak kekurangan bahan pangan sampai kelaparan melanda dunia, saat ini ada sekitar 1 milliar orang pergi tidur dalam keadaan perut kosong alias kelaparan!, penyakit aneh muncul, penyakit langka muncul kembali, ada banyak penyakit yang belum ada obatnya … dst. Peperangan, pertikaian antar kelompok antar negara karena beda ideology, karena yang satu ingin menguasai sumber daya/energi yang ada di negara lain, teror kekerasan muncul di berbagai penjuru dunia, pembunuhan, penganiayaan terus terjadi karena ketiadaan keadilan dalam kehidupan berbangsa-bangsa, karena fanatisme buta … dst. Kematian karena perang di abad 20 saja >200 juta orang, kematian karena penyakit dll juga sama banyak atau malah lebih banyak … dan dengan munculnya penyakit aneh tanpa obat, kecenderungan kematian akan meningkat terus, terjadinya penghentian kehamilan karena orang takut akan Zikka yang merusak janin dan bayi manusia, yang sudah terlanjur hamil akan menghadapi risiko kelahiran bayi dengan cacat di kepala (otak) menjadikan bayi yang lahir akan cacat seumur hidup …, air bersih menjadi sulit diperoleh, air danau dan laut telah terkena polusi, ikan laut juga tercemar berbagai racun/polutan, es di kutub utara dan selatan terus tergerus mencair karena pemanasan global, permukaan air laut terus meningkat, pulau-pulau kecil mulai tenggelam, negara pulau sudah ada yang dievakuasi ke negara lain karena pulau itu sudah tergenang air laut … dst, dlsb.
Ketidakadilan terjadi di berbagai penjuru dunia, kejahatan terus meningkat dan semakin canggih, kecurangan terjadi di berbagai bidang, korupsi juga terjadi di negara maju apalagi di negara yang sedang berkembang … dst, dlsb.
Agama tidak berhasil menjadi fasilisator keadilan, kedamaian, kesejahteraan karena ada begitu banyak oknum yang memakai agama sebagai topeng untuk melakukan pemenuhan hasrat pribadi belaka … peperangan karena alasan agama terus terjadi, pembunuhan dengan membawa nama Tuhan terus dilakukan, seakan akan Tuhan mengijinkan hal itu … seakan akan Tuhan menginginkan hal itu dilakukan oleh kelompok tertentu. Kelompok yang satu menghalangi kelompok yang lain untuk melakukan ritual agamanya, kelompok yang satu memaksakan kehendak kepada kelompok yang lain … pembenaran ketidakadilan atas nama agama, kekerasan dilakukan dengan topeng agama … dst, dlsb.
Setiap kelompok masyarakat menggantungkan harapan perubahan kepada sosok SP, seakan akan SP akan menyelesaikan semua kerusakan yang telah terjadi, memperbaiki segala keruwetan akibat ulah manusia … menyelesaikan berbagai masalah yang ada. SP digadang gadang agar segera hadir, tetapi orang tak mau melakukan pembenahan dari berbagai kerusakan yang telah mereka perbuat … tidak mau juga manusia melakukan perubahan gaya hidup, melakukan perbaikan mental moral … setiap orang mengejar hawa nafsunya masing masing, mencapai satu posisi jabatan dan kekayaan untuk dirinya, untuk kelompoknya sendiri … tak peduli akan orang lain apalagi berbeda suku/bangsa, agama dan ideologi.
Semua tahu, semua kerusakan itu ulah manusia yang tak kenal Cinta Kasih Sayang … semua tak peduli, hanya mengikuti hawa nafsu masing masing … dan di ujung akhir mereka berharap SP akan membereskan itu semua.
Sungguh manusiawi … ?
Jakarta, 24 Januari 2017
Versi lengkap artikel ini: SATRIA PININGIT SANG PENYELAMAT
Untuk download artikel ini: SATRIA PININGIT.pdf
Link:
https://id.wikipedia.org/wiki/Akhir_zaman
https://id.wikipedia.org/wiki/Haile_Selassie
