KEHANCURAN BANGSA – NEGARA INDONESIA

Suatu bangsa – negara itu akan hancur, apabila para pemimpin, para pemegang mandat rakyat negara itu sudah bermoral bejad, bermental bobrok, suka korupsi, suka berbohong, culas, hanya mengejar pemenuhan nafsu pribadi. Yg dimaksud dengan pemimpin-2 dan para pemegang mandat itu ya semua orang yg berada di tingkat pemerintahan suatu bangsa-negara, para APARAT, APARATUR suatu bangsa-negara.

Kalau APARATURnya bobrok, rusak, maka semua orang (rakyat) akan terkena virus kebejadan dan kebobrokan, kebohongan, keculasan dan berbagai kejelekan lainnya.

Apa dan bagaimana kita bisa melihat kebobrokan moral-mental aparatur suatu negara!?

Berkali-kali saya coba mempertanyakan apakah para aparat negara sudah hidup bebas korupsi? Adakah yg berani maju menyatakan dirinya hidup bebas korupsi?

Ternyata sampai saat ini, tidak ada satupun yg berani menyatakan dirinya hidup bersih, hidup jujur, tidak curang, tidak culas, tidak korupsi,

Jadi kesimpulannya: tidak ada satu aparat-pun yg hidup bersih!

Maka dari itu, janganlah heran kalau belakangan ini terjadi pemindahan Opera Van J ke operan van MK, opera van DPR, opera van yang lainnya. Kita sedang disuguhkan lakon-lakon sandiwara dagelan yg tidak lucu malah menyebalkan, bagaimana para aparat negara menggambarkan dirinya bersih dari kebejadan, jauh dari kebobrokan. Bukankah seperti SBY sering ucapkan: slogan ‘BERSAMA KITA BISA!’, maka rakyat sudah terbiasa dan bisa menerima dagelan-dagelan tak lucu itu, rakyat sudah terbiasa dan bisa membiarkan adegan-adegan yang memuakkan itu ditampilkan berulang-kali di berbagai media . . . BISA KARENA TERBIASA . . . SBY benar dalam hal ini, bersama kita bisa!

Wahai para pelawak judicativ, executiv, legislativ yg tak lucu! KAPAN KALIAN SADAR!

Kapan kalian berjuang untuk rakyat? Kapan semua Sumber Daya Alam (SDA) yg kalian serahkan kepada pihak ASING itu dikembalikan kepada bangsa dan negara?

Sampai kapan bangsa-negara ini hanya menerima ROYALTI (hanya 4,5%!!!) dari semua SDA itu?

Kapan bangsa ini menikmati SDA-nya secara penuh, bukan hanya sebesar ROYALTI (seperti jualan kaset-lagu aja!!!), seharusnya mendapatkan 95% dan hanya membayar 5% kepada pihak asing.

Kalau aparatur ini hanya ingin dagelan di televisi, kenapa tidak mendaftar saja ke AZIZ GAGAP agar di-ikut-serta-kan di opera van java-nya Kang Parto, mungkin lebih lucu.

Apapun yg kalian lakukan untuk menampilkan diri sebagai orang baik-baik, orang jujur, orang beriman-beragama, tetap saja di hadapan saya kalian bejad-bobrok, karena tak seorang-pun di-antara kalian yg pernah berani menyatakan hidup kalian benar-benar bersih, jujur . . . dengan pembuktian bagaimana kalian membayar semua biaya-biaya hidup kalian, apakah dengan uang gaji kalian atau dari hasil korupsi!

Jangan dibalik agar kami, rakyat yang harus membawa bukti-bukti kalau kalian korupsi, tetapi kalian-lah yang harus membuktikan kalau hidup kalian benar-benar bebas korupsi.

ADAKAH? TAK SEORANG-PUN YANG BERANI!?

JELAS KAN . . . mereka sudah bobrok! Bejad! Culas!