Obat Herbal sudah ada sejak 5000 tahun lalu

Obat Herbal sudah ada sejak 5000 tahun lalu

Lihat juga videonya: Obat Herbal sudah ada sejak 5000 tahun lalu

Herbal digunakan sejak awal kehidupan manusia. Catatan tentang penggunaan herbal itu sudah ada sejak >5000 tahun yang lalu. Setiap bangsa atau masyarakat memiliki herbal yang spezifik sesuai dengan kondisi alam lingkungan dimana mereka berada, di daerah tropis dengan sinar matahari sepanjang tahun dan curah hujan yang tinggi terdapat banyak variasi tanaman berpotensi herbal dan dalam jumlah yang besar, sementara di daerah jauh ke utara (selatan) dari katulistiwa yang punya 4 musim ada tanaman herbal yang hidup di alam itu dalam jumlah dan variasi tertentu tetapi jelas tidak sebanyak di daerah tropis seperti Indonesia.

Zaman dulu belum ada pabrik farmasi, belum ada dokter, belum ada apotik, cuma herbal dan cara pengobatan kuno yang digunakan oleh para ‘dukun’ penyembuh.

Kita perlu belajar dari bangsa lain, China, India atau Brasil.

China sejak 3000 BC (SM, Sebelum Masehi) sudah melakukan pengumpulan, pencatatan (dokumentasi) berbagai herbal. China punya sekitar 13,000 jenis herbal dan >100,000 resep pengobatan yang merupakan kombinasi dari ribuan herbal itu.

Sejak 5,000 tahun lalu, nenek moyang bangsa China telah menggunakan bagian tanaman, bagian hewan, dan mineral untuk meramu obat-obatan. Hal itu terbukti dengan adanya kitab pengobatan kuno Huang Di Nei Jing (Kitab Kaisar Kuning) dan Wai Tai Mi Yao (Resep Rahasia). Pemerintah China melakukan pengumpulan Obat Herbal (OH) dan Cara Pengobatan Kuno (CPK) itu demi menjaga kesehatan rakyatnya dan demi menghargai warisan leluhur.

OH dan CPK itu digunakan dalam kehidupan sehari-hari rakyat China dan memasukkan OH dan CPK kedalam Sistem Kesehatan Nasional mereka, digabungkan dengan Obat & Pengobatan Modern (O&PM)

Punyakah Rasa Kasih?

Ironis memang! Negeri yang di-cap ‘komunis’ itu begitu menjaga warisan leluhur mereka, sementara masyarakat yang begitu bersemangat mengurusi agama, tidak melakukan dokumentasi obat dan pengobatan warisan leluhur, malah mengabaikan dan meninggalkan warisan leluhur.

Bangsa ini dikatakan punya sumber daya herbal yang begitu besar, kita punya hutan tropis yang sangat luas, sekitar 120 juta hektar, dengan potensi sekitar 10 ribu tanaman obat. Padahal dari satu species tanaman bisa diperoleh bermacam kemungkinan obat: daun, kulit, bunga, buah, kulit buah, akar, umbi, dlsb. Bahkan benalu pohon tertentu bisa menjadi herbal!

Leluhur Nusantara sudah berbudaya pada 25 ribu tahun silam (lihat Situs Gunung Padang) sementara diluar sana masih tidak berada. Tidak mungkin kalau leluhur tidak punya catatan OH dan CPK! Pasti ada, mereka sudah lama punya budaya tulis menulis, mereka telah menyiapkan banyak primbon dalam aksara Sansekerta untuk berbagai hal dalam kehidupan.

Tapi kok sulit sekali menemukan catatan (primbon) OH dan CPK itu?

Kemanakah primbon catatan OH dan CPK itu?

Hancur dimakan rayap atau terbakar/dibakar?

TANYA KENAPA!?

Kenapa hilang, kenapa tidak disimpan, kenapa tidak digunakan!?!?!?!?!?

Terlalu ???

  • Kenapa banyak orang lebih suka menggunakan cara pengobatan modern, minum obat buatan pabrik dari negeri barat?
  • Kenapa kita meng-anak-tiri-kan OH & CPK warisan leluhur, dan meng-anak-emas-kan obat dan pengobatan dari luar negeri?

Sistem Kesehatan Nasional

China, India dan Brazil sudah menerapkan penggunaan (OH) + teknologi kesehatan dari warisan leluhur / (CPK) kedalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN) mereka, digabungkan dengan Obat dan Pengobatan Modern (O&PM).

OH + CPK + O&PM => SKN

Memang terlalu!!! … entahlah, terlalu goblok atau terlalu malas!?

negara-negara di dunia yang mencoba kembali ke alam alias Back to Nature, kembali ke terapi pengobatan warisan leluhur. Kembali ke OH & CPK yang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Karena herbal jelas efektive, lebih aman dan cukup tersedia, sudah disediakan oleh YMK.

TCM & SKN

Negara-negara Eropa, Rusia, Australia dan Amerika juga mempelajari dan menggunakan Traditional Chinese Medicine (TCM) yang merupakan kumpulan berbagai penyembuhan alternatif seperti acupuncture, acupressure (massage, pijat), resonansi (dengung gong), terapi panas-dingin, dan berbagai jenis terapi/cara lainnya.

Banyak negara di dunia mulai menerapkan OH + CPK + O&PM

Banyak universitas di negara maju yang menyiapkan fakultas khusus TCM, Ayurveda, herbal, atau OH / CPK lainnya. Lihatlah sendiri di mbah Google, begitu banyak penawaran pendidikan terkait OH dan CPK.

RESUME:

  1. Penggunaan herbal sebagai obat sudah berlangsung ribuan tahun, sudah teruji secara langsung, tidak perlu ragu atau curiga terutama kepada herbal yang sudah jelas selama ini.
  2. Kita harus kembali ke OH dan CPK warisan leluhur, menggali, mengumpulkan, mendokumentasikan, menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dimasukkan kedalam SKN.
  3. Kita punya potensi besar, kita punya sumber daya herbal yang mungkin terbesar di dunia, akan ada banyak kegiatan terbentuk dalam pengelolaan, dalam pengolahan, dalam managemen OH, dalam pemasaran OH.
  4. Kita bisa menjual OH ke luar negeri, semua warga dunia sedang gandrung OH, pasar sudah terbuka, ini saatnya!
  5. Rubahlah wawasan kita, jangan ‘luar negeri minded’, karena leluhur sudah menyiapkan banyak hal … dan YMK sudah menyediakan berbagai obat bagi berbagai penyakit, itu semua ada di alam raya, di gunung, di desa, di kota, di hutan tropis. Peliharalah alam dengan lebih baik, jangan hancurkan hutan tropis karena disanalah gudang herbal … jadikan sumber devisa, bukan dengan merubah hutan tropis heterogen menjadi hutan homogen industri tanpa keseimbangan alam, tapi jadikan sumber OH!
  6. Para ahli kesehatan perlu belajar OH dan CPK, perlu belajar menulis resep OH seperti yang diajarkan oleh negara-negara maju belakangan ini … jangan bersiteguh bahwa OH itu tidak valid, penuh racun, berbahaya … terbalik deh … yang penuh racun dan berbahaya itu obat yang lain itu!

Referensi:
Chinese Herbology,Obat herbal China
https://en.wikipedia.org/wiki/Chinese_herbology

Traditional Chinese Medicine Benefits, Herbs & Therapies
https://draxe.com/traditional-chinese-medicine/

TRADITIONAL CHINESE MEDICINE
http://www.ibiblio.org/chineseculture/contents/heal/p-heal-c01s08.html

AN INTRODUCTION TO CHINESE HERBS
http://www.itmonline.org/arts/herbintro.htm

Master of Applied Science (Chinese Herbal Medicine) – RMIT University
https://www.rmit.edu.au/study-with-us/levels-of-study/postgraduate-study/masters-by-coursework/mc138

California School of Herbal Studies

Home

Connecticut Institute for Herbal Studies
http://www.ctherbschool.com/

University of Bridgeport USA, Chinese Herbology (M.S.) Degree
http://www.bridgeport.edu/academics/graduate/masters-science-chinese-herbology/

Northwestern Health Sciences University
http://www.nwhealth.edu/acupuncture-oriental-medicine/

Phoenix Academy of Acupuncture and Herbal Medicine

Home

CHINESE MEDICINE IN ITALY, Integrated into the Modern Medical System
http://www.itmonline.org/arts/italy.htm

Danube University Krems, Traditional Chinese Medicine
http://www.donau-uni.ac.at/en/studium/tcm/index.php

New York College’s Graduate School of Oriental Medicin
http://www.nycollege.edu/academics/school-of-oriental-medicine

University of Maryland Medical Center (UMMC)
http://umm.edu/health/medical/altmed/treatment/herbal-medicine

Toronto School of Traditional Chinese Medicine
http://www.tstcm.com/html/tcm_education.html

Shenzhou Open University of Traditional Chinese Medicine, Leiden, Amsterdam, Netherland

Education in Chinese Medicine

Cinta-Kasih-Sayang (CKS) dan Obat Herbal

Cinta-Kasih-Sayang (CKS) dan Obat Herbal

Adakah agama yang mengajarkan kedengkian, kebencian, kemarahan, peperangan, pembunuhan, permusuhan, perbudakan atau penindasan antar manusia?

Tidak akan ada yang mengaku kalau agama mereka mengajarkan kedengkian, kebencian, kemarahan, peperangan, permusuhan, pembunuhan, perbudakan atau penindasan. Bahkan kelompok (bangsa) yang sudah melakukan peperangan, penindasan, pembunuhan, perbudakan terhadap kelompok (bangsa) lain tetap mengatakan bahwa agama mereka tidak mengajarkan hal-hal negative itu. Mereka pasti mengatakan agama mereka adalah yang terbaik, penuh kasih sayang! cinta damai!

Semua agama pasti mengajarkan Cinta, Kasih, dan Sayang (CKS). Rasa Cinta dalam hubungan manusia dengan Tuhan, rasa Kasih dalam hubungan antar manusia, dan rasa Sayang dalam hubungan manusia dengan alam. Tidak hanya agama yang mengajarkan CKS, kepercayaan kepada YMK, atau agama lama, agama asli kedaerahan juga mengajarkan CKS.

Cinta kepada YMK membawa tanggung jawab, yaitu menerapkan kasih sayang, memberikan rasa kasih kepada sesama manusia tanpa perbedaan SARA, memberikan rasa sayang kepada alam lingkungan.

Rasa Cinta kepada YMK ditampilkan dengan menjalankan aturan ataupun ritual agama dengan penuh semangat dan penuh keyakinan. Rasa Kasih dan rasa Sayang akan mendorong kepada perilaku, sikap, pengambilan langkah dalam segala aspek kehidupan termasuk dalam saat membuat peraturan, perundang-undangan, hukum, kebijakan, keputusan dlsb.

Rasa cinta kepada YMK berjalan seiring dengan rasa kasih dan rasa sayang. Kalau hanya sekedar mengikuti aturan dan menjalankan ritual, tetapi tidak ada rasa kasih, cinta itu hanya sekedar cinta egois belaka, bagaikan cinta anak remaja yang belum tahu akan tanggung jawab.

Penerapan kasih sayang itu sesuai dengan posisi / jabatan seseorang. Semakin tinggi posisi sesorang dalam masyarakat, maka sebaran rasa kasih juga semakin luas, begitu juga dengan rasa sayang, semakin tinggi posisi maka sebaran rasa sayang juga semakin luas.

Bila para pengemban amanat rakyat itu punya kasih, maka berbagai kekayaan bangsa / negara akan sepenuhnya dipergunakan, dikelola, dipersiapkan untuk menunjang kehidupan rakyat untuk pencapaian kesejahteraan rakyat. Tetapi nyatanya, SDA diberikan kepada para ALIEN, hutan dengan potensi obat herbal malah dibiarkan dibabat, digunduli, ditanami produk mono-kultur, lautan yang luas dibiarkan dirampok oleh nelayan asing yang bekerja sama dengan para kolaborator oknum petugas, dll dlsb … sudah begitu lama bangsa – negara ini kehilangan kekayaannya, rakyat tidak menerima manfaat dari kekayaan negara ini, hanya memperoleh bagian dalam bentuk ROYALTI sebesar 1% selama 40 tahun lebih. Para oknum itu menjadi anggota ARISAN – BANCAKAN komisi hasil kolaborasi mereka dengan para pencuri kekayaan itu. Segala aspek kehidupan dipersiapkan menjadi halangan bagi setiap warganegara, banyak hal dibikin susah, dibikin mahal, dibikin berbelit-belit, dibikin ruwet, dibikin tumpang tindih, dibikin panjang berlama-lama … dst dst. Pendidikan dijadikan komoditi perdagangan, kesempatan kerja dan pencari kerja dibiarkan berjalan sendiri-sendiri paling jauh dipertemukan dalam bursa kerja, kesehatan dijadikan ajang mencari komisi jualan obat dari luar negeri, dlsb … semua orang harus berjuang untuk diri sendiri … rasa sosial dikesampingkan, keuntungan pribadi (oknum pejabat) dinomor-satukan … dst dst.

Kenyataan yang sudah terjadi berpuluh tahun selama ini, para pengemban amanat rakyat yang agamis itu sebenarnya tak punya rasa kasih dan rasa sayang dan hal itu bisa dilihat dari pembiaran pengerukan SDA oleh para ALIEN, pencurian ikan di lautan oleh kapal ALIEN, pembiaran berbagai aspek kehidupan yang berjalan sendiri-sendiri … LIHATLAH SENDIRI, semua itu nyata terjadi … para oknum itu tak punya kasih-sayang, mereka memang beragama tetapi cuma sekedar menjalankan aturan yang berbau ritual belaka. Sebenarnya mereka tak CINTA kepada YMK.

Lihatlah pimpinan agama yang terlihat dengan kehidupan glamour menggunakan kendaraan super mahal, memiliki rumah mewah, bagaikan para raja yang tak perlu kerja tapi hidup mewah … mereka tak peduli kalau umatnya tak sekolah, tak punya rumah, tak punya pekerjaan, sakit tak punya biaya, hidup susah kekurangan … mereka tak punya KASIH SAYANG, berarti CINTA mereka bohong belaka, hanya sekedar tampilan ritual agama, mereka tak berTuhan, tak beragama.

Agama mengajarkan agar manusia mau berbagi kasih, saling membantu satu sama lain, bersifat dan bersikap sosial, tidak memikirkan diri sendiri tetapi berusaha mencapai satu kesejahteraan bersama, kebersamaan dalam hidup, kebahagiaan bersama … dst. Itulah sosialis religius!

Pembahasan Cinta-Kasih-Sayang bisa panjang lebar … buku “Menebar Kasih Sayang, Menuai Cinta” setebal 100 halaman sudah saya selesaikan per Agustus 2014, belum diterbitkan.

Saya tampilkan sebuah contoh penerapan rasa kasih untuk kemaslahatan umat, untuk kesejahteraan orang banyak, untuk kesehatan, kehidupan dan kebahagiaan rakyat.

Obat Herbal di China dan India, dan Sistem Kesehatan Nasional

Saya membaca di internet, ada 3 negara besar yang terus menjaga warisan leluhur mereka yang sudah ribuan tahun, yaitu obat-obatan herbal (OH) dan cara pengobatan kuno (CPK), yaitu: India, China dan Brasil. 3 negara ini tidak hanya menjaga keberadaan OH dan CPK tetapi juga menerapkan OH + CPK kedalam sistem kesehatan nasional (SKN) mereka.

Saya fokus kepada 2 negara yang ada di Asia, yaitu China dan India, 2 negara dengan penduduk terbesar di dunia. India jelas beragama hindu, sementara China dicap sebagai negara atheis, komunis … sosialis komunis. Dulu China ditakuti karena dianggap komunis, tetapi sekarang begitu banyak negara maju mengikuti cara pengobatan China, menggunakan OH dan CPK, ada yang memasukkan OH dan CPK dari China kedalam SKN mereka. Banyak universitas besar di berbagai negara dunia menyiapkan jurusan TCM (Tradional Chinese Medicine) mempelajari OH dan CPK dari China. Berbagi kasih tidak hanya berlaku di suatu negara (China ataupun India) tetapi menyebar ke seluruh dunia.

Banyak negara di Eropa yang terlihat begitu kapitalis ternyata sosialis, mereka menyiapkan berbagai penunjang kehidupan warganya, pendidikan, kesempatan kerja, kesehatan, perumahan. Mereka bukan sosialis komunis tetapi lebih ke sosialis religius.

Bagaimana dengan kita!?

Padahal hutan Indonesia punya potensi OH yang begitu besar!

Jakarta, 8 Desember 2016

******

Untuk membaca artikel klik=>  Obat Herbal di China dan India, dan Sistem Kesehatan Nasional

Silahkan download ebooknya: Obat Herbal (PDF).