Prestasi Jumlah Kunjungan

Prestasi Jumlah Kunjungan

Pada 30 Desember 2014, The WordPress.com membuatkan sebuah Annual Report (Laporan Tahunan), untuk blog ini. Dalam laporan itu ditampilkan: 9000 kunjungan ke blog ini dari 31 negara.

Sampai hari Minggu, 15 Februari 2015, hari Valentine, saya baca summary kunjungan pembaca berdasarkan artikel (post ataupun page) yang saya tulis:

1) 6345 Manfaat buah Pete (Parkia speciosa)

2) 3782 3 MONYET BIJAKSANA, TEORI KEBIJAKSANAAN ATAU TEORI KEMONYETAN

3) 975 Home page / Archives

4) 961 PETE, PETAI (Parkia speciosa) untuk kesehatan

5) 537 MENGHENTIKAN KORUPSI

6) 346 BUKU CETAK PELAJARAN SEKOLAH

7) 339 OBAMA – SBY: SEBUAH PERBANDINGAN ATAU ANEKDOT?

8) 330 KEREZIMAN KOMUNIS: PEMERINTAHAN GAYA KOMUNIS

9) 244 BRAINSTORMING: TOPIK-TOPIK

10) 223 Sumber Daya Alam Indonesia

11) 209 PHITECANTROPUS ERECTUS MOTORITUS

12) 185 KTBK: KEHIDUPAN TIDAK BEBAS KORUPSI

13) 161 ISLAM: KARTUN PENGHINAAN: MULTILEVEL PENGHINAAN

Kunjungan berdasarkan negara selama 1 tahun sampai 16 Februari 2015:
6946 Indonesia
923 United States
110 Malaysia
80 Singapore
17 Australia
14 Israel
12 Germany
11 Saudi Arabia
10 Taiwan
9 China, Republic of Korea
6 Timor-Leste, Hong Kong
5 Netherlands
4 Japan, Ukraine
3 Canada, United Kingdom, Norway
2 United Arab Emirates, Switzerland, Brunei Darussalam, Kenya
1 Thailand, Algeria, Russian Federation, Philippines, Papua New Guinea, Chad, South Africa, France

Jakarta, 16 Februari 2015

Mengungkap Misteri Buah Pete

gaMisteri Buah Pete Main

Mengungkap Misteri Buah Pete

Pembuka: Mengungkap Misteri Buah Pete

Artikel #1 Stinky Evil Smelling Beans

Artikel #2 Makan Pete Tak Bau Pesing

Artikel #3 Herbal, Obat Dari Alam

Artikel #4 Menu Masakan Berbahan Pete

Artikel #5 Obat Bagi Yang Percaya KepadaNYA

Artikel #6A Penelitian Pete Selama 15 Tahun

Artikel #6B Penelitian Pete Selama 15 Tahun

Artikel #7 Sosialisasi Terapi Pete

Artikel #8 Keberhasilan Terapi Pete

Artikel #9 Rahasia Pete – Gaib

Penutup: Mengungkap Misteri Buah Pete

Pembuka: Mengungkap Misteri Buah Pete

Kita sering menjumpai benda-benda yang memiliki sifat yang tidak disukai banyak orang, kita tidak berani menyentuhnya, kita berusaha menjauhi benda itu, dan kepada orang-orang yang kebetulan suka akan benda itu, maka orang itu dinyatakan orang aneh yang perlu di jauhi … seperti buah pete, dikatakan buah kampungan, tidak berkelas, ndeso, stinky (bau pesing!), evil smelling bean, dlsb. Ditambah dengan mitos-mitos pete yang menyesatkan, yang setengah benar juga setengah salah, menyebabkan buah pete dijauhi banyak orang.

Atau kotoran sapi (ternak), benda yang bau dan menjijikkan, ternyata bisa digunakan untuk memasak!? Bukan langsung dicampurkan kedalam makanan! Kotoran sapi itu dimasukkan ke dalam silo, tabung semacam septic-tank, mungkin diberi tambahan bakteri pembusuk, maka dari lubang yang dibuat khusus akan mengeluarkan gas, disalurkan ke kompor gas, dinyalakan dan digunakan untuk memasak.

Saya belum mencari info lebih lanjut, apakah gas yang keluar itu masih berbau kotoran sapi atau tidak, atau dapur itu menjadi berbau kotoran sapi … saya belum punya pengalaman untuk itu.

[Ternyata di majalah “New Internationalist” edisi January/February 2015, halaman 11, Artikel: “‘Poo’ bus leaves no waste”, ada bus (‘Bio-Bus’) antara kota Bristol – Bath (di Inggris) yang menggunakan bahan bakar biomethane berasal dari food … human waste (kotoran manusia).]

Yakinlah, masih ada banyak benda yang biasanya tidak disukai, kurang disukai atau bahkan dibenci orang, padahal benda itu punya suatu manfaat yang berguna bagi kehidupan kita. Kita perlu mencari, mengungkap misteri yang ada dibalik benda-benda itu. Setiap benda, tidak akan hanya menjadi sesuatu yang tak berarti, tidak mungkin YMK menciptakan suatu benda tanpa ada sebab-akibat, aksi-reaksi, ada keterkaitan satu sama lain, secara langsung ataupun tidak langsung, pasti ada suatu manfaat yang dikandung setiap benda.

Nah, berkat keisengan dan keingin-tahu-an (rasa penasaran) saya di tahun 1995, saya berhasil mengungkap manfaat yang ada terkandung didalam buah pete dan kulit pete. Ada banyak hal yang bisa diungkap dari penelitian (atau pengamatan) saya selama 15 tahun itu, ada ber-ragam kemampuan buah pete, air rebusan kulit pete, untuk kesehatan, untuk menyembuhkan impotensi, sebagai ‘SLOW VIXGRX’, untuk menangkal atau membersihkan hal gaib. Saya berhasil mengungkap misteri buah pete, dan mungkin saja apa yang saya temukan itu belum seluruh misteri, ada juga peserta yang dengan iseng ataupun tak sengaja berhasil menemukan resep yang lain. Itulah adanya.

Tulisan ‘Mengungkap Misteri Buah Pete’ ini sudah saya upload ke internet, di Facebook Page ‘Pete Therapy 4 Love’ (PT4L).

‘Pete Therapy 4 Love’ adalah sebuah Facebook Page, sebuah web-site dibawah naungan Facebook. Di Page itu saya tuliskan banyak informasi terkait pete, herbal, kesehatan dll. Silahkan berkunjung ke page itu … mungkin ada manfaat yang bisa diambil dari sana.

Tulisan ‘Mengungkap Misteri Buah Pete’ saya upload ke Page ‘Pete Therapy 4 Love’ sebagian-sebagian, sebagai cerita bersambung agar pembaca tidak bosan. Tidak banyak orang Indonesia yang suka membaca buku serius, meski senang sekali chatting (BBM-an, twitter, FB, dll), jadi saya ikuti saja trend itu. Dengan melepas sepotong demi sepotong, saya tidak perlu menunggu satu buku selesai semuanya, tetapi bisa diselesaikan bagian demi bagian. Bagian yang selesai bisa langsung di-upload, sementara bagian yang lain masih terus direvisi. Tulisan ini merupakan cikal-bakal buku Terapi Pete versi 6

Ebook sudah tersedia, silahkan download:

Buku MEMBUKA MISTERI BUAH PETE PETE

Jakarta, 14 Mei 2014 (tanggal penulisan dan diupload ke PT4L)

ROYALTI SDA cuma 1% selama 40 tahun lebih !?

Sejak tahun 1970-an pengelolaan SDA Indonesia diberikan kepada investor luar negeri, itu berarti sudah 40 tahun lebih!

Berapakah besaran bagi hasil yang diterima bangsa Indonesia?

Ternyata cuma 1% … dan itu sudah berjalan selama 40 tahun lebih!
Memang pernah di saat Megawati sebagai presiden, nilai itu dinaikkan menjadi 3,75%, tetapi, kata Abraham Samad, yang berlaku adalah tetap 1%, dan itupun tidak dibayar!

Kita tentu berharap agar kekayaan bumi pertiwi tidak 99% dikuasai oleh ENTAH SIAPA itu. Apa rakyat Indonesia cuma akan diberi bagian 1% terus menerus, bukankah seharusnya SDA itu dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat, bukan cuma 1%??? … itu jelas sudah melanggar pasal 33 UUD ’45.

Nah saat ini kita menghadapi pemilihan calon wakil rakyat dan calon pemimpin Indonesia. Adakah di antara para caleg atau capres yang mau membahas masalah ini?

Rasanya tidak satupun calon calon itu yang mau membahas hal ini.
Mereka itu TIDAK TAHU atau PURA PURA TIDAK TAHU?
Kalau mereka TIDAK TAHU … alangkah BODOHnya!
Kalau PURA PURA TIDAK TAHU … alangkah CULASnya

Silahkan baca yang lebih lengkap di ROYALTI SDA (sumber daya alam) Bumi Pertiwi

Apakah mereka yang sedang ditampilkan dalam Pesta Demokrasi kali ini sebenar-benarnya ingin membela kepentingan rakyat, atau mereka sekedar akan merotasi kelompok ARISAN – BANCAKAN, yang satu menjadi KETUA ARISAN-BANCAKAN, yang lain jadi anggota. Mereka akan berbagi komisi PAT-GULIPAT hasil kolaborasi dengan pengusaha asing.

Buat rakyat, cukup 1% saja. ?????????

Membeberkan hal ini pun mereka tidak mau, membahas hal ini jelas tidak, lalu … memikirkan rakyat dan mengembalikan kekayaan itu sesuai pasal 33 UUD ’45???? … JAUH!!!!

Jakarta, 8 April 2014 jam 10:45

Testimoni Pete & Penelitian Lebih Lanjut

Testimoni keberhasilan Terapi Pete menyembuhkan bermacam penyakit sudah banyak saya terima.

Yang sembuh dari Asam Urat (GOUT), rematik (rheumatic), diabetes (kencing manis) dan lain-lain akibat diabetes, itu sudah banyak; yang berhasil bangkit dari kelumpuhan: seluruh anggota badan atau sebagian anggota badan sudah ada beberapa. Kelumpuhan itu bisa karena diabetes tinggi atau karena trauma urat saraf karena kecelakaan.

Testimoni yang terakhir: seorang ibu berumur sekitar 40-tahun, dia mendapatkan perubahan yang lumayan menggembirakan, payudara kembali sintal (kenyal) setelah 2 minggu terapi pete. Testimoni yang seperti ini memang jarang, karena biasanya ibu-ibu merasa malu (risih) untuk menceritakan hal itu, dan juga nggak mungkin buat saya untuk melihat perubahan itu. Tetapi ibu itu benar merasa yakin, perubahan itu terjadi setelah dia menjalankan terapi pete. Untuk hal ini, saya berharap akan ada ibu-ibu (cukup umur) yang sudah mengalami penurunan fisik (payudara) bisa ikut memantau kemungkinan ini.

Tetapi, kalau kita melihat kemampuan Pete melakukan Cell-regenerative, menggalakkan penggantian sel-sel tua dengan yang muda, berarti kemungkinan itu benar adanya. Cell-regenerative itu kembali melenturkan pembuluh darah yang sudah mulai tua dan mengeras (tidak lentur), mengembalikan saraf yang trauma karena kecelakaan, fatigue, tua, rapuh, kembali muda, lentur dan bisa digerakkan dengan bebas, begitu juga organ tubuh yang lain … maka kemungkinan besar pernyataan ibu itu benar adanya. Bagi sebagian peserta terapi, memang terlihat lebih muda, lebih fresh … karena cell-regenerative itu. Fakta yang bisa langsung dilihat dari penampilan para peserta terapi. Semoga benar adanya …

Ada berita dari sumber yang cukup terpercaya, ada pengusaha dari negara Matahari Terbit memborong pete 1 container, katanya untuk kosmetik. Ini yang membangkitkan antusias saya untuk mencoba khasiat pete lebih lanjut.

Saya mencoba menggunakan ampas kulit pete itu untuk membersihkan kulit leher dan wajah saya … bagian putih dari kulit pete itu saya oleskan ke leher dan wajah, menjadi semacam masker … memang terasa ada daya tarik di wajah, mungkin semacam facelift. Dan memang kemudian leher (setelah 3X uji-coba) terlihat lebih bersih, begitu juga wajah (baru 1X uji-coba) ternyata juga bersih dan terasa lebih halus dan sedikit mengencang.

Terapi pete, buahnya dimakan, air rebusan kulit pete diminum akan melakukan cell-regenerative, menjadikan si peserta terlihat lebih muda … pete bekerja dari dalam tubuh si peserta, dan mungkin juga bisa digunakan langsung sebagai obat yang dioleskan, diborehkan dari luar. Semoga benar adanya …

Saya berharap akan ada lebih banyak lagi orang-orang yang bersedia mencoba terapi pete ini, sebagai obat untuk menyembuhkan bermacam penyakit, juga untuk kecantikan.

Artikel terapi pete itu sudah dibaca pengunjung dari mancanegara: Amerika, Canada, Australia, Swiss, Jerman, Jepang, New Zealand, Arab Saudi, dll, dan tentu saja dari negara tetangga Malaysia. Yang paling banyak datang dari Amerika, kemudian Malaysia, yang lain bervariasi.

Pesan saya, buat pembaca dari Indonesia, segera ikut terapi pete, mumpung pete masih murah. Kalau sampai orang luar negeri itu mulai memborong pete, harga di dalam negeri pasti melonjak. Jangan telat …

Jakarta, 28 Oktober 2013, jam 12:48

 

347.000.000 people in the world got DIABETES MELLITUS

Diabetes Mellitus (DM) in 2030 will be the No. 7 disease that cause death.

Number of patients would be 2-fold in 2030, as well as the number of deaths due to diabetes will double.

Number of citizens of the world who are in status or prediabets likely more than 347 million people.

For more information, please follow link 347 JUTA PENDERITA DIABETES MELLITUS (DM) (sorry, just bahasa Indonesia)

Also read this posting Dabetes Mellitus, about the possibility of treating diabetes mellitus with pete therapy.

Download buku >>ResepTerapiPete.pdf<<

Download buku (87 hal) >>TERAPI PETE v5 (PDF)<<

Download the English version >>PETE 4 IMPOTENSI Englih version (PDF)<< Pete for curing impotence.

I’m still translating the book “Pete Therapy” to English.

Jakarta, September 8, 2013

Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus (DM) akan menjadi penyakit no 7 di dunia sebagai penyebab kematian. Saat ini, ada sekitar 347 juta warga dunia di berbagai negara menderita DM, dan mungkin ada lebih banyak lagi pada kondisi pradiabetes (prediabets) yang tidak/belum disadari.

DM tidak hadir sendirian, tetapi membawa bermacam penyakit lainnya, mulai dari kehilangan penglihatan (katarak, glaucoma,dll), kehilangan pendengaran, penyakit jantung, darah tinggi (hypertensi), komplikasi kaki (sampai harus amputasi), komplikasi kulit, menyerang saraf,  Erectile dysfunction (male impotence, impotensi!), dll sampai menyerang kesehatan mental. Lihat tulisan tentang 347 JUTA PENDERITA DIABETES MELLITUS (DM)


DM … TIDAK ADA OBATNYA!?

Saya pernah membaca beberapa artikel dari lembaga kesehatan negara maju bahkan ada juga dari badan PBB, yang menyatakan bahwa DM tidak bisa disembuhkan, tidak bisa diobati dan hanya bisa dijaga dengan aturan makan dan pola hidup sehat.

Obat DM jelas mahal, ada yang per hari perlu biaya 20ribu sampai 40ribu dan mungkin lebih lagi. Jangan lupa, berapa biaya extra untuk mengobati/merawat gerombolan teman-teman si DM itu!? Habis biaya toh tetap sengsara.

TERAPI PETE untuk menyembuhkan Diabetes Mellitus
Kita punya alternatif pengobatan DM yang lebih murah, lebih aman, efek samping-nya malah menyenangkan (tambah tenaga dalam), tidak membuat kantong sobek, dan supply (persediaan) dari alam ada cukup tersedia, kecuali sedang tidak musim, yaitu PETE. Terapi pete perhari 2 lanjar @ Rp.5.000,- = Rp.10.000,- relatif murah dan memberikan kestabilan gula darah dalam waktu relatif cepat. Setelah sehat, tidak perlu setiap hari, bisa direfilling sebulan sekali untuk perawatan saja.

Dari kumpulan testimoni (pengalaman) para peserta terapi pete selama 3 tahun terakhir ini, saya dapat menyatakan kalau terapi pete ini memang benar manjur untuk mengatasi DM dan teman-teman si DM itu. Berdasarkan pengalaman banyak penderita DM yg ikut terapi pete, mereka mendapatkan kestabilan tingkat gula darah dalam waktu yang bervariasi. Umur penderita DM yang ikut terapi pete itu bervariasi, dari sekitar 40-an sampai 90 tahun. Dalam waktu 4-5 hari terapi, peserta sudah mengetahui awal perubahan kesehatan, sudah terasa ada perbedaan di badan, jari tangan yang sebelumnya begitu susah untuk mengepal (kepalan) menjadi lancar, kaki yang sebelum tidur terasa berat dan susah tidur menjadi ringan dan tidak sulit tidur, badan menjadi lebih segar … etc.

Setelah 7 hari terapi, perubahan kesehatan yang signifikan sudah dapat diketahui, sudah dapat merasakan perubahan besar dalam hidup mereka. Sementara, waktu untuk sembuh itu bervariasi, dari 3 minggu sampai 6 bulan. Ada yang ikut terapi lengkap, makan buah pete dan minum air rebusan kulit. Tetapi ada beberapa peserta berumur lanjut, sudah tidak bisa mengunyah, hanya diberikan air rebusan kulit pete.

Saya tidak bisa memantau setiap peserta terapi pete, karena terapi ini begitu mudah dijalankan, resepnya sederhana, waktu proses persiapan relatif singkat, sehingga setiap orang yang sudah punya pengalaman (berhasil, sehat) dengan terapi ini, banyak yang menjadi agen penyebaran, menyebar-luaskan resep terapi pete kepada teman, saudara atau siapapun. Mereka yang berhasil akan bercerita kepada yang lain, menjadi MLM (multi level menyebarkan) kebaikan/kesehatan. Saya sudah tidak tahu lagi, berapa jumlah peserta terapi ini.
Saya hanya bisa meminta testimoni dari orang-orang di level terdekat saja, dan testimoni beberapa orang itu akan saya masukkan ke e-book terapi pete yang berikutnya.

Saya sudah menyiapkan buku terapi pete, 3 dalam bahasa Indonesia, 1 dalam bahasa Inggris (Pete 4 Impotensi), dan satu lagi dalam proses penterjemahan ke bahasa Inggris (Pete Therapy).

 

Kesehatan: Mensana in korpore sano

Mensana in korpore sano … yang berarti: dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat!

Ideal sekali … !?
Kenyataannya:
Banyak orang terlihat sehat tetapi toh berjiwa maling, Lihat saja para penjahat kelas kakap, koruptor yang terlihat sehat-sehat, kecuali tentu saja saat mereka akan dibawa ke pengadilan … mereka langsung memperlihatkan badan yang tidak sehat, mulai dari stroke sampai lupa ingatan dijadikan alasan, sampai harus di-kursi-roda-kan saat disidangkan. Padahal mereka itu sepatutnya di-kursi-listrik-kan!

Kenyataan lainnya, banyak orang yang tidak berjiwa maling, terpaksa sakit-sakit-an, karena mereka tidak punya uang untuk biaya ber-obat … semua orang sudah tahu itu … kecuali belakangan ini, di Jakarta sudah mulai ada Kartu Sehat a’la Jokowi. Begitu kan!? … Nah, kapan kartu sehat itu bisa menggapai seluruh Nusantara!? Apa nunggu Jokowi jadi presiden dulu!?
Kita harus menerima keadaan yang masih berlaku di seluruh Indonesia (minus Solo, Jakarta, dan beberapa daerah yang sudah menerapkan kartu sehat/berobat gratis) … kenyataan daerah yang lain itu masih ambur-adul, nggak jelas, semua masih coba-coba … coba-coba tapi berkepanjangan … berbagai masalah kesehatan muncul dimana-mana … sampai akhirnya kita bisa lihat masyarakat juga coba-coba mencari kesembuhan/kesehatan kepada Ponari, kepada ‘dukun tiban’ (yang tiba-tiba menjadi dukun pengobatan), melalui batu-batu atau pusaka atau cara-cara ‘klenik’ lainnya.
Buat yang berada di sekitar garis miskin (kemiskinan!) masih bagus, bisa dapat Kartu Sehat, nah buat yang sedikit di atas garis miskin itu … apa harus jadi miskin dulu baru bisa berobat murah?

Kesehatan memang masalah pelik, bahkan Obama-pun dibuat repot oleh hal ini. Tidak mudah buat negara sekelas Amerika, tidak mudah buat seorang Obama … apalagi buat negara seperti Indonesia ini dengan para penyelenggara negara yang malah tidak percaya dengan sistem kesehatan-nya sendiri … mereka lebih suka pergi berobat ke luar negeri … banyak kok berita tentang kepergian mereka ke luar negeri mencari penyembuhan, mulai dari mantan menteri kesehatan yang berobat ke Cina, mantan-mantan pejabat yang mati di luar negeri saat mencari penyembuhan … juga mereka yang berjiwa maling yang kabur ke luar negeri dengan alasan mencari penyembuhan.

Nah … apa Anda juga ingin mencari sehat ke luar negeri?
Punya uang banyak? … nggak! … jangan bermimpi pergi ber-obat ke LN ya!
Miskin!? … nggak juga … hehehe Anda tidak berkesempatan dapat Kartu Sehat … kudu miskin dulu!
Cari Ponari atau pengobatan alternativ? … hiii … apa ada jaminan? … atau ke klinik Tong Seng!? … nggak jelas deh!
Terus gimana!?

Lebih baik mencegah daripada mengobati penyakit. Lebih baik menjalani hidup sehat, pola makan sehat, olahraga cukup dst … dst. Untuk itu, saya siapkan pencegahan sekaligus penyembuhan alternativ, herbal yang murah meriah => TERAPI PETE … lihat di artikel tentang PETE, ada ebook (PDF), silahkan download, boleh dicetak, boleh diberikan kepada teman, kerabat atau siapapun yang membutuhkan. Khusus buat para pria yang masih aktiv 4X4, ada ebook PETE4IMpotensi juga. Untuk yang ini, banyak yang ketagihan … jadi getol makan pete setiap hari … demi, demi, demi … itulah.
*) Buat mereka yang nggak suka makan pete, ada pilihan lain, minum saja air rebusan kulit pete (direbus 20 menit), diminum 3X sehari … kalau pagi sarapan yang cukup sebelum minum air ini ya … efeknya lebih pelan daripada terapi FULL, tetapi bisa berhasil juga.

Kembali ke soal makan-makan … kita harus berhati-hati memilih makanan, kurangi fast food (junk food), kurangi makanan yang digoreng, perbanyak yang hijau atau yang merah, kurangi daging (hahaha … memang lagi mahal!) lebih ke vegetarian … ingat juga, di televisi/media/koran sudah banyak berita/artikel tentang makanan yang diolah dengan berbagai racun seperti bahan pengawet (formalin, borax, dll), zat pewarna, zat penyedap sintetis … dst – dst.
Kalau memang ingin makan enak tapi penuh racun itu … setelah makan enak itu, segera makan pete (rebus 2 menit) untuk mengeluarkan racun/toxin itu, dijamin OUTPUT esok pagi akan berbau harum …

Silahkan mencoba terapi pete itu … semoga tetap sehat … dan semoga dalam badan yang sehat tetap ada jiwa yang sehat … Mensana in korpore sano

MAFIA HUKUM, siapa, berapa banyak?

Belakangan ini begitu gencarnya nama kelompok/suatu golongan dengan 2 kata berikut: ‘MAFIA HUKUM’ diucapkan banyak orang, di berbagai kesempatan, bahkan RI-1 pun dalam program 100 harinya memasukkan kelompok ini sebagai prioritasnya.

Kata mafia identik dengan kelompok jahat yang mengganggu suatu komunitas (masyarakat), tentu jumlahnya jauh lebih kecil dibandingkan komunitas dimana mafia itu berada. Jadi mafia hukum identik dengan suatu kelompok jahat di antara komunitas hukum, tentu berjumlah yang jauh lebih kecil dari komunitasnya (seharusnya!).

Bagaimana kalau keseluruhan komunitas itu memang orang-orang jahat!? Mungkinkah kita (misal sebagai anggota kelompok itu) mengatakan “ada Mafia di dalam kelompok ini!”? Tentu tidak bisa kan, karena kita juga anggota komunitas itu sendiri.

Nah bagaimana dengan komunitas hukum di Indonesia? Bolehkah kita mengatakan, awas ada mafia hukum! Atau jangan-jangan memang keseluruhan kelompok itu memang sudah menjadi kelompok jahat? Pertanyaan ini terbuka bagi siapa saja yang ingin menjawabnya, pikirkan dulu sebelum melanjutkan membaca artikel ini.

MAFIA HUKUM

Tentu saja, kedua kata itu (mafia hukum) akan berlaku secara sepenuhnya untuk menggambarkan bahwa ada sekelompok kecil orang-orang di dalam komunitas hukum yang bertindak jahat, amoral, curang, bagi komunitas itu sendiri ataupun bagi orang-orang lain yang berada di luar komunitas itu. Jadi hanya segelintir orang, misal saja 10 orang di antara 100 orang, atau 100 orang di antara 1000 orang. Benarkah demikian?

Mari kita sedikit melihat komunitas yang lebih besar, yaitu komunitas para pengemban amanat rakyat, juga para pelaksana administrasi negara yaitu komunitas aparatur negara ini. Adakah nilai-nilai (biaya) kehidupan mereka: rumah, tanah, mobil, sekolah anak-anak mereka, pelesiran, perawatan kesehatan dlsb itu semua dibayar dengan uang gaji mereka? Logiskah kehidupan mewah mereka, dengan rumah mewah, tanah di lokasi mahal, mobil-mobil mewah (tidak hanya satu tetapi beberapa), sekolah-sekolah unggulan yang mahal, pendidikan lanjutan luar negeri yang mahal, pelesiran yang jauh dan mahal, menginap di hotel bintang 5, perawatan kelas VVIP dlsb yang super-super itu memang telah dibayar dengan gaji mereka sebagai aparatur negara?

Lihat  tulisan ‘ktbk-kehidupan-tidak-bebas-korupsi’ ===>>

Saya tanyakan hal tersebut di atas dalam berbagai kesempatan, seminar-seminar, talkshow interactive, di radio-radio . . . dll, dalam bentuk: “Adakah aparatur negara ini yang HIDUPnya BEBAS KORUPSI?”, dimana kehidupan mewah itu benar-benar diperoleh dari uang gaji mereka sebagai aparatur. Ternyata selama beberapa tahun pertanyaan itu tidak pernah dijawab oleh seorangpun! Jadi jelas, kebanyakan aparatur negara ini memang HIDUP TIDAK BEBAS KORUPSI. Pertanyaan itu terus saya ajukan, dirubah menjadi: “Hampir semua aparatur negara ini HIDUPnya tidak BEBAS KORUPSI, adakah yang HIDUPnya BEBAS KORUPSI? Silahkan mengajukan diri!”. Juga tidak terjawab. Maka dengan berat hati, saya simpulkan: APARATUR NEGARA INI HIDUP TIDAK BEBAS KORUPSI! Toh tidak ada yang menampik pernyataan saya itu. Jadi benarlah perkiraan saya, memang mereka hidupnya tidak bebas korupsi.

Kembali ke mafia hukum. Kalau seluruh aparatur itu hidupnya tidak bebas korupsi, demi menutupi segala kemewahan hidup yang mereka jalani. Maka jelaslah komunitas aparatur itu, juga aparatur hukum benar-benar telah terjerembab dalam kehidupan tidak bebas korupsi. Kalau sudah semuanya berada dalam jurang ketidakjujuran, ketidak-benaran, apakah kita bisa menyatakan, bahwa hanya sebagian saja yang menjadi anggota mafia hukum? Apakah tidak mungkin keseluruhan komunitas itu sebenarnya adalah anggota mafia kejahatan bagi masyarakat Indonesia, bagi rakyat Indonesia?

Jadi, dengan logika yang waras, mereka yang berada dalam komunitas itu sebetulnya tidak bisa lagi menyatakan hanya ada sebagian yang jahat dalam komunitas itu karena sebenarnya secara keseluruhan telah ikut serta dalam kejahatan terhadap rakyat Indonesia. Jadi pernyataan para pejabat itu, bahwa ada MAFIA HUKUM atau mereka akan memberantas MAFIA HUKUM adalah tidak tepat, karena tidak mungkin ‘jeruk makan jeruk’ atau ‘sapu kotor akan membersihkan lantai kotor’.

MAU SAMPAI KAPAN? Kapankah komunitas aparatur yang hidup tidak bebas korupsi itu mau bertobat secara bersama, berhenti dari kemunafikan, berhenti dari penyalah-gunaan wewenang, berhenti dari kebohongan kepada rakyatnya? Atau sampai kiamat datang menjelang baru bertobat?

Pertanyaan: “Kapan mau bertobat?” ini terbuka untuk dijawab siapapun, silahkan memberi komentar untuk tulisan ini. Mohon maaf, saya tidak bermaksud jahat kepada siapapun, saya ingin adanya perubahan dalam kehidupan bangsa dan negara Republik Indonesia. Silahkan membaca tulisan ‘menghentikan korupsi’ ===>>

KEHANCURAN BANGSA – NEGARA INDONESIA

Suatu bangsa – negara itu akan hancur, apabila para pemimpin, para pemegang mandat rakyat negara itu sudah bermoral bejad, bermental bobrok, suka korupsi, suka berbohong, culas, hanya mengejar pemenuhan nafsu pribadi. Yg dimaksud dengan pemimpin-2 dan para pemegang mandat itu ya semua orang yg berada di tingkat pemerintahan suatu bangsa-negara, para APARAT, APARATUR suatu bangsa-negara.

Kalau APARATURnya bobrok, rusak, maka semua orang (rakyat) akan terkena virus kebejadan dan kebobrokan, kebohongan, keculasan dan berbagai kejelekan lainnya.

Apa dan bagaimana kita bisa melihat kebobrokan moral-mental aparatur suatu negara!?

Berkali-kali saya coba mempertanyakan apakah para aparat negara sudah hidup bebas korupsi? Adakah yg berani maju menyatakan dirinya hidup bebas korupsi?

Ternyata sampai saat ini, tidak ada satupun yg berani menyatakan dirinya hidup bersih, hidup jujur, tidak curang, tidak culas, tidak korupsi,

Jadi kesimpulannya: tidak ada satu aparat-pun yg hidup bersih!

Maka dari itu, janganlah heran kalau belakangan ini terjadi pemindahan Opera Van J ke operan van MK, opera van DPR, opera van yang lainnya. Kita sedang disuguhkan lakon-lakon sandiwara dagelan yg tidak lucu malah menyebalkan, bagaimana para aparat negara menggambarkan dirinya bersih dari kebejadan, jauh dari kebobrokan. Bukankah seperti SBY sering ucapkan: slogan ‘BERSAMA KITA BISA!’, maka rakyat sudah terbiasa dan bisa menerima dagelan-dagelan tak lucu itu, rakyat sudah terbiasa dan bisa membiarkan adegan-adegan yang memuakkan itu ditampilkan berulang-kali di berbagai media . . . BISA KARENA TERBIASA . . . SBY benar dalam hal ini, bersama kita bisa!

Wahai para pelawak judicativ, executiv, legislativ yg tak lucu! KAPAN KALIAN SADAR!

Kapan kalian berjuang untuk rakyat? Kapan semua Sumber Daya Alam (SDA) yg kalian serahkan kepada pihak ASING itu dikembalikan kepada bangsa dan negara?

Sampai kapan bangsa-negara ini hanya menerima ROYALTI (hanya 4,5%!!!) dari semua SDA itu?

Kapan bangsa ini menikmati SDA-nya secara penuh, bukan hanya sebesar ROYALTI (seperti jualan kaset-lagu aja!!!), seharusnya mendapatkan 95% dan hanya membayar 5% kepada pihak asing.

Kalau aparatur ini hanya ingin dagelan di televisi, kenapa tidak mendaftar saja ke AZIZ GAGAP agar di-ikut-serta-kan di opera van java-nya Kang Parto, mungkin lebih lucu.

Apapun yg kalian lakukan untuk menampilkan diri sebagai orang baik-baik, orang jujur, orang beriman-beragama, tetap saja di hadapan saya kalian bejad-bobrok, karena tak seorang-pun di-antara kalian yg pernah berani menyatakan hidup kalian benar-benar bersih, jujur . . . dengan pembuktian bagaimana kalian membayar semua biaya-biaya hidup kalian, apakah dengan uang gaji kalian atau dari hasil korupsi!

Jangan dibalik agar kami, rakyat yang harus membawa bukti-bukti kalau kalian korupsi, tetapi kalian-lah yang harus membuktikan kalau hidup kalian benar-benar bebas korupsi.

ADAKAH? TAK SEORANG-PUN YANG BERANI!?

JELAS KAN . . . mereka sudah bobrok! Bejad! Culas!