Obat Herbal sudah ada sejak 5000 tahun lalu

Obat Herbal sudah ada sejak 5000 tahun lalu

Lihat juga videonya: Obat Herbal sudah ada sejak 5000 tahun lalu

Herbal digunakan sejak awal kehidupan manusia. Catatan tentang penggunaan herbal itu sudah ada sejak >5000 tahun yang lalu. Setiap bangsa atau masyarakat memiliki herbal yang spezifik sesuai dengan kondisi alam lingkungan dimana mereka berada, di daerah tropis dengan sinar matahari sepanjang tahun dan curah hujan yang tinggi terdapat banyak variasi tanaman berpotensi herbal dan dalam jumlah yang besar, sementara di daerah jauh ke utara (selatan) dari katulistiwa yang punya 4 musim ada tanaman herbal yang hidup di alam itu dalam jumlah dan variasi tertentu tetapi jelas tidak sebanyak di daerah tropis seperti Indonesia.

Zaman dulu belum ada pabrik farmasi, belum ada dokter, belum ada apotik, cuma herbal dan cara pengobatan kuno yang digunakan oleh para ‘dukun’ penyembuh.

Kita perlu belajar dari bangsa lain, China, India atau Brasil.

China sejak 3000 BC (SM, Sebelum Masehi) sudah melakukan pengumpulan, pencatatan (dokumentasi) berbagai herbal. China punya sekitar 13,000 jenis herbal dan >100,000 resep pengobatan yang merupakan kombinasi dari ribuan herbal itu.

Sejak 5,000 tahun lalu, nenek moyang bangsa China telah menggunakan bagian tanaman, bagian hewan, dan mineral untuk meramu obat-obatan. Hal itu terbukti dengan adanya kitab pengobatan kuno Huang Di Nei Jing (Kitab Kaisar Kuning) dan Wai Tai Mi Yao (Resep Rahasia). Pemerintah China melakukan pengumpulan Obat Herbal (OH) dan Cara Pengobatan Kuno (CPK) itu demi menjaga kesehatan rakyatnya dan demi menghargai warisan leluhur.

OH dan CPK itu digunakan dalam kehidupan sehari-hari rakyat China dan memasukkan OH dan CPK kedalam Sistem Kesehatan Nasional mereka, digabungkan dengan Obat & Pengobatan Modern (O&PM)

Punyakah Rasa Kasih?

Ironis memang! Negeri yang di-cap ‘komunis’ itu begitu menjaga warisan leluhur mereka, sementara masyarakat yang begitu bersemangat mengurusi agama, tidak melakukan dokumentasi obat dan pengobatan warisan leluhur, malah mengabaikan dan meninggalkan warisan leluhur.

Bangsa ini dikatakan punya sumber daya herbal yang begitu besar, kita punya hutan tropis yang sangat luas, sekitar 120 juta hektar, dengan potensi sekitar 10 ribu tanaman obat. Padahal dari satu species tanaman bisa diperoleh bermacam kemungkinan obat: daun, kulit, bunga, buah, kulit buah, akar, umbi, dlsb. Bahkan benalu pohon tertentu bisa menjadi herbal!

Leluhur Nusantara sudah berbudaya pada 25 ribu tahun silam (lihat Situs Gunung Padang) sementara diluar sana masih tidak berada. Tidak mungkin kalau leluhur tidak punya catatan OH dan CPK! Pasti ada, mereka sudah lama punya budaya tulis menulis, mereka telah menyiapkan banyak primbon dalam aksara Sansekerta untuk berbagai hal dalam kehidupan.

Tapi kok sulit sekali menemukan catatan (primbon) OH dan CPK itu?

Kemanakah primbon catatan OH dan CPK itu?

Hancur dimakan rayap atau terbakar/dibakar?

TANYA KENAPA!?

Kenapa hilang, kenapa tidak disimpan, kenapa tidak digunakan!?!?!?!?!?

Terlalu ???

  • Kenapa banyak orang lebih suka menggunakan cara pengobatan modern, minum obat buatan pabrik dari negeri barat?
  • Kenapa kita meng-anak-tiri-kan OH & CPK warisan leluhur, dan meng-anak-emas-kan obat dan pengobatan dari luar negeri?

Sistem Kesehatan Nasional

China, India dan Brazil sudah menerapkan penggunaan (OH) + teknologi kesehatan dari warisan leluhur / (CPK) kedalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN) mereka, digabungkan dengan Obat dan Pengobatan Modern (O&PM).

OH + CPK + O&PM => SKN

Memang terlalu!!! … entahlah, terlalu goblok atau terlalu malas!?

negara-negara di dunia yang mencoba kembali ke alam alias Back to Nature, kembali ke terapi pengobatan warisan leluhur. Kembali ke OH & CPK yang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Karena herbal jelas efektive, lebih aman dan cukup tersedia, sudah disediakan oleh YMK.

TCM & SKN

Negara-negara Eropa, Rusia, Australia dan Amerika juga mempelajari dan menggunakan Traditional Chinese Medicine (TCM) yang merupakan kumpulan berbagai penyembuhan alternatif seperti acupuncture, acupressure (massage, pijat), resonansi (dengung gong), terapi panas-dingin, dan berbagai jenis terapi/cara lainnya.

Banyak negara di dunia mulai menerapkan OH + CPK + O&PM

Banyak universitas di negara maju yang menyiapkan fakultas khusus TCM, Ayurveda, herbal, atau OH / CPK lainnya. Lihatlah sendiri di mbah Google, begitu banyak penawaran pendidikan terkait OH dan CPK.

RESUME:

  1. Penggunaan herbal sebagai obat sudah berlangsung ribuan tahun, sudah teruji secara langsung, tidak perlu ragu atau curiga terutama kepada herbal yang sudah jelas selama ini.
  2. Kita harus kembali ke OH dan CPK warisan leluhur, menggali, mengumpulkan, mendokumentasikan, menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dimasukkan kedalam SKN.
  3. Kita punya potensi besar, kita punya sumber daya herbal yang mungkin terbesar di dunia, akan ada banyak kegiatan terbentuk dalam pengelolaan, dalam pengolahan, dalam managemen OH, dalam pemasaran OH.
  4. Kita bisa menjual OH ke luar negeri, semua warga dunia sedang gandrung OH, pasar sudah terbuka, ini saatnya!
  5. Rubahlah wawasan kita, jangan ‘luar negeri minded’, karena leluhur sudah menyiapkan banyak hal … dan YMK sudah menyediakan berbagai obat bagi berbagai penyakit, itu semua ada di alam raya, di gunung, di desa, di kota, di hutan tropis. Peliharalah alam dengan lebih baik, jangan hancurkan hutan tropis karena disanalah gudang herbal … jadikan sumber devisa, bukan dengan merubah hutan tropis heterogen menjadi hutan homogen industri tanpa keseimbangan alam, tapi jadikan sumber OH!
  6. Para ahli kesehatan perlu belajar OH dan CPK, perlu belajar menulis resep OH seperti yang diajarkan oleh negara-negara maju belakangan ini … jangan bersiteguh bahwa OH itu tidak valid, penuh racun, berbahaya … terbalik deh … yang penuh racun dan berbahaya itu obat yang lain itu!

Referensi:
Chinese Herbology,Obat herbal China
https://en.wikipedia.org/wiki/Chinese_herbology

Traditional Chinese Medicine Benefits, Herbs & Therapies
https://draxe.com/traditional-chinese-medicine/

TRADITIONAL CHINESE MEDICINE
http://www.ibiblio.org/chineseculture/contents/heal/p-heal-c01s08.html

AN INTRODUCTION TO CHINESE HERBS
http://www.itmonline.org/arts/herbintro.htm

Master of Applied Science (Chinese Herbal Medicine) – RMIT University
https://www.rmit.edu.au/study-with-us/levels-of-study/postgraduate-study/masters-by-coursework/mc138

California School of Herbal Studies

Home

Connecticut Institute for Herbal Studies
http://www.ctherbschool.com/

University of Bridgeport USA, Chinese Herbology (M.S.) Degree
http://www.bridgeport.edu/academics/graduate/masters-science-chinese-herbology/

Northwestern Health Sciences University
http://www.nwhealth.edu/acupuncture-oriental-medicine/

Phoenix Academy of Acupuncture and Herbal Medicine

Home

CHINESE MEDICINE IN ITALY, Integrated into the Modern Medical System
http://www.itmonline.org/arts/italy.htm

Danube University Krems, Traditional Chinese Medicine
http://www.donau-uni.ac.at/en/studium/tcm/index.php

New York College’s Graduate School of Oriental Medicin
http://www.nycollege.edu/academics/school-of-oriental-medicine

University of Maryland Medical Center (UMMC)
http://umm.edu/health/medical/altmed/treatment/herbal-medicine

Toronto School of Traditional Chinese Medicine
http://www.tstcm.com/html/tcm_education.html

Shenzhou Open University of Traditional Chinese Medicine, Leiden, Amsterdam, Netherland

Education in Chinese Medicine

Benarkah pete bermanfaat bagi kesehatan kita?

Setelah sekian lama surfing di internet, di tahun 2017 saya mendapatkan informasi dari beberapa web-page para peneliti barat, mereka berhasil menggali informasi dari berbagai kelompok masyarakat di Asia Tenggara, yang menyatakan pete sudah dikenal sejak ratusan tahun lampau sebagai bagian dari folk medicine yang berarti sudah dikenal atau biasa digunakan oleh berbagai masyarakat itu untuk pengobatan, untuk kesehatan.

Kemampuan pete yang sudah dikenal sebagai folk medicine oleh para pendahulu kita sejak ratusan tahun lampau itu seharusnya disosialisasikan oleh lembaga terkait yang berwenang kepada masyarakat banyak, agar bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk membantu memberikan kesehatan, kehidupan, kebahagiaan dan kesejahteraan rakyat banyak. Seharusnya!

Jadi penelitian saya selama 22 tahun itu menjadi pembuktian atas pernyataan bahwa pete sebenarnya adalah obat herbal yang sudah dikenal sejak ratusan tahun lampau, atau bahwa penelitian pete yang saya lakukan itu benar bermanfaat dan sudah digunakan sejak ratusan tahun lalu, seperti yang ditulis para peneliti mancanegara itu. Pernyataan para peneliti mancanegara bahwa pete sudah dikenal sebagai folk medicine sejak ratusan tahun lalu menjadi pendukung kebenaran penelitian saya.

Benar! Pete bermanfaat bagi kesehatan!

Dari penelusuran di internet, pete yang dinyatakan sebagai ‘folk medicine’ sudah dikenal sejak ratusan tahun lampau oleh berbagai kelompok masyarakat di Asia Tenggara, lebih lanjut dikatakan oleh para peneliti bahwa pete punya potensi menjadi Phytomedicine alias herbal dari tanaman untuk preventive ataupun untuk pengobatan.

Phytomedicine itu adalah satu jenis tanaman atau kombinasi dari berbagai tanaman yang bisa digunakan untuk preventive ataupun untuk pengobatan penyakit tertentu.

Referensi:
* www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23956777
Parkia speciosa Hassk., or stink bean, is a plant indigenous to Southeast Asia. It is consumed either raw or cooked. It has been used in folk medicine to treat diabetes, hypertension, and kidney problems.

* www.stuartxchange.org/Upang
Folkloric
– No reported medicinal use in the Philippines.
– In folk medicine, used for diabetes, hypertension, and kidney problems
– Seeds used to treat diabetes, kidney pain, and cholera.
– In Malaysia, aboriginal tribes use raw bean pod and seeds orally for diabetes; root decoction used for hypertension and diabetes.

* www.unboundmedicine.com/medline/citation
It has been used in folk medicine to treat diabetes, hypertension, and kidney problems. … With ongoing research conducted on the plant extracts, Parkia speciosa has a potential to be developed as a phytomedicine.

KOMENTAR & SPAM

KOMENTAR & SPAM

Saya mohon maaf, komentar yang muncul di blog terpaksa saya acuhkan, karena ada banyak SPAM yang berusaha masuk ke blog. Sebagian SPAM umum dan sebagian lagi khusus mengarah ke terapi pete.

Sebagian pertanyaan yang muncul di komentar itu telah saya jawab langsung melalui email, tetapi sebagian lagi tidak mendapatkan kesempatan untuk dijawab.

Mohon maaf yang sebesar-besarnya dari mereka yang tidak terjawab selama ini.

PETE dan TERAPI PETE telah mengalami perjalanan panjang selama 22 tahun, pembuktian manfaat pete / terapi pete telah terbukti dalam penelitian secara EMPIRIS selama ini. Begitu banyak keberhasilan telah dicapai oleh banyak peserta selama masa sosialisasi yang berjalan sejak 2010/2011 … blog ini telah mendapatkan kunjungan cukup banyak, 2015: 107.442; 2016: 120.330; 2017: 78.694 … dari 90 negara.

Sudah banyak testimoni yang diberikan para peserta, ada yang tertulis, ada yang ada yang lisan langsung disampaikan kepada saya, ada yang disampaikan lewat perantaraan orang yang menularkan terapi ini kepada ybs.

Kebenaran kemampuan pete (terapi pete) sudah cukup valid. Uji coba tahap pertama selama 15 tahun dengan 20-30 orang peserta memberikan hasil yang memuaskan, kemudian berlanjut pada uji coba tahap kedua mulai 2010/2011 sampai hari ini, telah diikuti oleh begitu banyak orang (peserta).

Uji coba/penelitian telah berlangsung secara EMPIRIS, dimulai dari makan pete rebus dan atau minum air pete kemudian reaksi selama terapi berlangsung dan setelah terapi dijalankan dapat dilihat dan dirasakan oleh para peserta terapi pete.

Ada bermacam penyakit yang bisa dibantu-sembuhkan dengan terapi pete ini, dari asam urat, hipertensi, diabetes Mellitus, jantung, ginjal, ED (erectile dysfunction) atau DE (disfungsi ereksi) atau impotensi, paska stroke, trauma otot, rhematik, osteoporosis, lumpuh paska stroke … dll. Semua hasil itu bisa diperoleh peserta dalam waktu yang relatif cepat. Ada yang hanya butuh 4 hari, ada yang 7 hari, ada yang dalam 2 minggu, ada yang 3 – 4 bulan … tergantung kondisi kesehatan si peserta. Bila masih sehat, seminggu – 2 minggu sudah dapat dirasakan perbedaan di badan, untuk yang punya kompilasi penyakit bisa memerlukan 3 – 4 bulan terapi.

Jadi, kalau ada komentar SPAM untuk membuat citra negatif soal pete atau terapi pete, sudah tidak perlu dipermasalahkan lagi. Kalau para JOKI bayaran para mafia itu masih nekad juga … biarkan saja! Mereka bukan manusia yang beragama, tidak berTuhan, hanya mengejar profit dari permainan kata/kalimat busuk.

Perlu diketahui … jauh sebelum 1995 (awal penelitian) saya sudah mencari kemungkinan pengobatan menggunakan tanaman obat, rasa kasihan kepada orang banyak yang telah mendorong saya untuk mencari obat murah meriah dari bagian tanaman. Dulu, sang pemimpin negara ini dalam perjalanan darat kemana-mana selalu diiringi mobil ambulans khusus bagi dirinya, ambulans yang berisikan dokter ahli spesialis, perawat, obat-obat spesial, peralatan canggih … dan saya anggap kenyataan itu sebagai rasa minder dari orang tsb. Tidak percaya kepada sistem kesehatan yang dia rancang sendiri. Ditambah dengan undang-undang yang mereka persiapkan waktu itu, agar mereka (para pejabat) bisa berwisata kesehatan (pengobatan/perawatan) ke luar negeri dan biayanya ditanggung negara. Sementara rakyatnya tidak dipedulikan!!!

Saya berhasil mendapatkan obat murah meriah NDESOO yang disebut pete (Parkia speciosa) ini … proses persiapan sederhana, khasiatnya top, reaksinya relatif cepat … kurang apa lagi!? Kalau para JOKI bayaran itu tidak suka dengan kebenaran pete/terapi pete … masih ingin mengganggu blog ini … silahkan saja.

  • Kalau sakit jantung harus operasi akan butuh biaya sampai 300 juta rupiah, bandingkan dengan terapi pete 3 bulan, hanya akan menghabiskan dana kurang dari 500 ribu rupiah.
  • Kalau ED terpaksa melakukan ‘penile implant’ akan butuh dana antara 150 juta sampai 500 juta … cukup dengan terapi pete 2 minggu sudah bisa diatasi.
  • Kalau sudah kena DM parah, 70% kemungkinan ED, kemungkinan amputasi kaki bila terkena luka sampai membusuk … itu bisa diatasi/dihindari dengan terapi pete.

Untuk bisa HIDUP SEHAT BERBAHAGIA tidak perlu mahal … untuk bisa SEJAHTERA akan juga bisa dicapai orang banyak … dengan terapi pete.

Sejak postingan ini, komentar yang ada akan saya jawab langsung melalui blog, kecuali yang khusus akan ditindak-lanjuti melalui email.

Kalau ada yang butuh konsultasi terutama yang malu permasalahannya terbuka kepada umum, atau ingin segera dibalas silahkan kirim email ke subaktyo-at-gmail.com. Pertanyaan yang dikirim ke email itu akan muncul di HP saya, sementara komentar/pertanyaan yang lewat blog WordPress perlu extra dibuka melalui komputer.

Sekali lagi … mohon maaf sebesar-besarnya bila komentar/pertanyaan yang diajukan lewat blog telah terlewatkan selama ini.

 

Jakarta, 10 Juli 2017

Bambang Subaktyo

Email: subaktyo-at-gmail.com (gantilah -at- dengan @)

 

RESEP TERAPI PETE V8 (RTPV8)

RESEP TERAPI PETE V8 (RTPV8)

Saat saya menyelesaikan Buku Terapi Pete v7 (BTPV7) dan melepas buku itu kepada umum, saya pikir semua hal telah ter-cover di buku itu. Saya kira saya sudah bisa bebas dari urusan Terapi Pete.

Ternyata, ada begitu banyak permasalahan yang muncul dalam 2 tahun terakhir, ada begitu banyak kegagalan peserta karena improvisasi mereka, karena mereka tidak punya panci kecil, salah resep, penggunaan air yang sedikit, merebus dalam waktu yang salah, cara proses yang salah, ingin merebus sekaligus banyak, dlsb.

Peserta yang menemui kegagalan, mendapatkan hasil yang mengecewakan, merasakan pegal di seluruh tubuh, merasakan reaksi HORROR, dlsb itu kemudian bertanya melalui email, WA, telpon langsung, fasilitas komentar di blog ataupun di FB, dlsb dan ada yang secara tatap muka langsung.

Setelah saya gali, saya temukan permasalahan mereka. Perbaikan cara, perubahan waktu dll itu langsung saya sampaikan kepada mereka. Setelah itu mereka mendapatkan keberhasilan.

Berbagai permasalahan itu menjadi masukan berharga untuk saya, untuk TERAPI PETE, dan untuk semua orang … dan berbagai perubahan, solusi itu telah dimasukkan kedalam buku RESEP TERAPI PETE V8.

Buku RESEP TERAPI PETE V8 (RTPV8) baru sudah saya taruh di GOOGLE Drive.

Silahkan menggunakan RTPV8 … jangan gunakan versi sebelumnya.

Jakarta, 9 Juli 2017

 

Untuk baca dan download bukunya: RESEP TERAPI PETE v8 [PDF]

Silahkan lihat video Terapi Pete:

Video 1) PRESENTASI TERAPI PETE

Video 2) DETOX-TPD-PESING

SATRIA PININGIT SANG PENYELAMAT

SATRIA PININGIT SANG PENYELAMAT

Cerita/Mitos Sang Penyelamat (SP)
Ada keyakinan/kepercayaan/agama pada masyarakat (bangsa) di berbagai penjuru dunia akan munculnya seseorang yang disebut sebagai sang penyelamat (SP). Setiap kelompok masyarakat memiliki sebutan yang berbeda untuk sang penyelamat itu, ada yang menyebutnya dengan Satria Piningit (juga SP), Ratu Adil, Herutjokro, Juru Penyelamat, Yesus, Imam Mahdi, dan banyak sebutan lainnya sesuai keyakinan/kepercayaan/agama yang berlaku di daerah/kawasan/negara tertentu.

Kelompok Yahudi punya kepercayaan itu, Islam dan Kristen punya tokoh yang sama (Yesus/Nabi Isa) sekaligus berbeda (Yesus dan Imam Mahdi), Hindu punya tokoh sendiri, Budha juga berbeda, Zoroaster punya tokoh/cerita tentang SP, berbagai suku/bangsa: Indian Hopi, Lakota, Maya, Yunani, Ethiopia (Rastafari dengan Haile Selassie), dlsb. Banyak mitos atau legenda tentang SP di berbagai penjuru dunia yang akan datang pada saat mereka menghadapi begitu banyak kesulitan dalam kehidupan mereka.

Sosok SP banyak dimonopoli oleh kelompok agama-agama yang memiliki banyak pengikut, dikatakan bahwa SP adalah keturunan junjungan kelompok mereka, dengan ciri-ciri yang sesuai dengan ajaran mereka. Terjadilah pertentangan akan sosok SP yang disetujui oleh kelompok yang berbeda … padahal gambaran utamanya: SP akan muncul saat umat manusia sedang mengalami begitu banyaknya kesulitan hidup. Setiap kelompok mengatakan kalau SP tertentu hanya akan melindungi kelompok mereka saja, sementara yang diluar kelompok tidak akan dilindungi.

Kehidupan manusia di dunia semakin sulit, bencana alam muncul dimana-mana karena manusia tidak peduli akan alam-lingkungan, hutan dibakar, digunduli, ditanami hanya tanaman mono-kultur, kerusakan alam-lingkungan jelas merusak siklus kehidupan alami, siklus terputus atau terhenti, hama merajalela, gagal panen karena gangguan alam, gangguan cuaca, banjir bandang sekonyong konyong karena lahan di hulu telah gundul, teleh berubah fungsi, kehilangan daya serap atau daya penahan air hujan, pemanasan global terjadi, kekeringan, kehilangan tanaman bahan pangan membawa dampak kekurangan bahan pangan sampai kelaparan melanda dunia, saat ini ada sekitar 1 milliar orang pergi tidur dalam keadaan perut kosong alias kelaparan!, penyakit aneh muncul, penyakit langka muncul kembali, ada banyak penyakit yang belum ada obatnya … dst. Peperangan, pertikaian antar kelompok antar negara karena beda ideology, karena yang satu ingin menguasai sumber daya/energi yang ada di negara lain, teror kekerasan muncul di berbagai penjuru dunia, pembunuhan, penganiayaan terus terjadi karena ketiadaan keadilan dalam kehidupan berbangsa-bangsa, karena fanatisme buta … dst. Kematian karena perang di abad 20 saja >200 juta orang, kematian karena penyakit dll juga sama banyak atau malah lebih banyak … dan dengan munculnya penyakit aneh tanpa obat, kecenderungan kematian akan meningkat terus, terjadinya penghentian kehamilan karena orang takut akan Zikka yang merusak janin dan bayi manusia, yang sudah terlanjur hamil akan menghadapi risiko kelahiran bayi dengan cacat di kepala (otak) menjadikan bayi yang lahir akan cacat seumur hidup …, air bersih menjadi sulit diperoleh, air danau dan laut telah terkena polusi, ikan laut juga tercemar berbagai racun/polutan, es di kutub utara dan selatan terus tergerus mencair karena pemanasan global, permukaan air laut terus meningkat, pulau-pulau kecil mulai tenggelam, negara pulau sudah ada yang dievakuasi ke negara lain karena pulau itu sudah tergenang air laut … dst, dlsb.

Ketidakadilan terjadi di berbagai penjuru dunia, kejahatan terus meningkat dan semakin canggih, kecurangan terjadi di berbagai bidang, korupsi juga terjadi di negara maju apalagi di negara yang sedang berkembang … dst, dlsb.

Agama tidak berhasil menjadi fasilisator keadilan, kedamaian, kesejahteraan karena ada begitu banyak oknum yang memakai agama sebagai topeng untuk melakukan pemenuhan hasrat pribadi belaka … peperangan karena alasan agama terus terjadi, pembunuhan dengan membawa nama Tuhan terus dilakukan, seakan akan Tuhan mengijinkan hal itu … seakan akan Tuhan menginginkan hal itu dilakukan oleh kelompok tertentu. Kelompok yang satu menghalangi kelompok yang lain untuk melakukan ritual agamanya, kelompok yang satu memaksakan kehendak kepada kelompok yang lain … pembenaran ketidakadilan atas nama agama, kekerasan dilakukan dengan topeng agama … dst, dlsb.

Setiap kelompok masyarakat menggantungkan harapan perubahan kepada sosok SP, seakan akan SP akan menyelesaikan semua kerusakan yang telah terjadi, memperbaiki segala keruwetan akibat ulah manusia … menyelesaikan berbagai masalah yang ada. SP digadang gadang agar segera hadir, tetapi orang tak mau melakukan pembenahan dari berbagai kerusakan yang telah mereka perbuat … tidak mau juga manusia melakukan perubahan gaya hidup, melakukan perbaikan mental moral … setiap orang mengejar hawa nafsunya masing masing, mencapai satu posisi jabatan dan kekayaan untuk dirinya, untuk kelompoknya sendiri … tak peduli akan orang lain apalagi berbeda suku/bangsa, agama dan ideologi.

Semua tahu, semua kerusakan itu ulah manusia yang tak kenal Cinta Kasih Sayang … semua tak peduli, hanya mengikuti hawa nafsu masing masing … dan di ujung akhir mereka berharap SP akan membereskan itu semua.

Sungguh manusiawi … ?

Jakarta, 24 Januari 2017

Versi lengkap artikel ini: SATRIA PININGIT SANG PENYELAMAT

Untuk download artikel ini: SATRIA PININGIT.pdf

Link:
https://id.wikipedia.org/wiki/Akhir_zaman
https://id.wikipedia.org/wiki/Haile_Selassie

Cinta-Kasih-Sayang (CKS) dan Obat Herbal

Cinta-Kasih-Sayang (CKS) dan Obat Herbal

Adakah agama yang mengajarkan kedengkian, kebencian, kemarahan, peperangan, pembunuhan, permusuhan, perbudakan atau penindasan antar manusia?

Tidak akan ada yang mengaku kalau agama mereka mengajarkan kedengkian, kebencian, kemarahan, peperangan, permusuhan, pembunuhan, perbudakan atau penindasan. Bahkan kelompok (bangsa) yang sudah melakukan peperangan, penindasan, pembunuhan, perbudakan terhadap kelompok (bangsa) lain tetap mengatakan bahwa agama mereka tidak mengajarkan hal-hal negative itu. Mereka pasti mengatakan agama mereka adalah yang terbaik, penuh kasih sayang! cinta damai!

Semua agama pasti mengajarkan Cinta, Kasih, dan Sayang (CKS). Rasa Cinta dalam hubungan manusia dengan Tuhan, rasa Kasih dalam hubungan antar manusia, dan rasa Sayang dalam hubungan manusia dengan alam. Tidak hanya agama yang mengajarkan CKS, kepercayaan kepada YMK, atau agama lama, agama asli kedaerahan juga mengajarkan CKS.

Cinta kepada YMK membawa tanggung jawab, yaitu menerapkan kasih sayang, memberikan rasa kasih kepada sesama manusia tanpa perbedaan SARA, memberikan rasa sayang kepada alam lingkungan.

Rasa Cinta kepada YMK ditampilkan dengan menjalankan aturan ataupun ritual agama dengan penuh semangat dan penuh keyakinan. Rasa Kasih dan rasa Sayang akan mendorong kepada perilaku, sikap, pengambilan langkah dalam segala aspek kehidupan termasuk dalam saat membuat peraturan, perundang-undangan, hukum, kebijakan, keputusan dlsb.

Rasa cinta kepada YMK berjalan seiring dengan rasa kasih dan rasa sayang. Kalau hanya sekedar mengikuti aturan dan menjalankan ritual, tetapi tidak ada rasa kasih, cinta itu hanya sekedar cinta egois belaka, bagaikan cinta anak remaja yang belum tahu akan tanggung jawab.

Penerapan kasih sayang itu sesuai dengan posisi / jabatan seseorang. Semakin tinggi posisi sesorang dalam masyarakat, maka sebaran rasa kasih juga semakin luas, begitu juga dengan rasa sayang, semakin tinggi posisi maka sebaran rasa sayang juga semakin luas.

Bila para pengemban amanat rakyat itu punya kasih, maka berbagai kekayaan bangsa / negara akan sepenuhnya dipergunakan, dikelola, dipersiapkan untuk menunjang kehidupan rakyat untuk pencapaian kesejahteraan rakyat. Tetapi nyatanya, SDA diberikan kepada para ALIEN, hutan dengan potensi obat herbal malah dibiarkan dibabat, digunduli, ditanami produk mono-kultur, lautan yang luas dibiarkan dirampok oleh nelayan asing yang bekerja sama dengan para kolaborator oknum petugas, dll dlsb … sudah begitu lama bangsa – negara ini kehilangan kekayaannya, rakyat tidak menerima manfaat dari kekayaan negara ini, hanya memperoleh bagian dalam bentuk ROYALTI sebesar 1% selama 40 tahun lebih. Para oknum itu menjadi anggota ARISAN – BANCAKAN komisi hasil kolaborasi mereka dengan para pencuri kekayaan itu. Segala aspek kehidupan dipersiapkan menjadi halangan bagi setiap warganegara, banyak hal dibikin susah, dibikin mahal, dibikin berbelit-belit, dibikin ruwet, dibikin tumpang tindih, dibikin panjang berlama-lama … dst dst. Pendidikan dijadikan komoditi perdagangan, kesempatan kerja dan pencari kerja dibiarkan berjalan sendiri-sendiri paling jauh dipertemukan dalam bursa kerja, kesehatan dijadikan ajang mencari komisi jualan obat dari luar negeri, dlsb … semua orang harus berjuang untuk diri sendiri … rasa sosial dikesampingkan, keuntungan pribadi (oknum pejabat) dinomor-satukan … dst dst.

Kenyataan yang sudah terjadi berpuluh tahun selama ini, para pengemban amanat rakyat yang agamis itu sebenarnya tak punya rasa kasih dan rasa sayang dan hal itu bisa dilihat dari pembiaran pengerukan SDA oleh para ALIEN, pencurian ikan di lautan oleh kapal ALIEN, pembiaran berbagai aspek kehidupan yang berjalan sendiri-sendiri … LIHATLAH SENDIRI, semua itu nyata terjadi … para oknum itu tak punya kasih-sayang, mereka memang beragama tetapi cuma sekedar menjalankan aturan yang berbau ritual belaka. Sebenarnya mereka tak CINTA kepada YMK.

Lihatlah pimpinan agama yang terlihat dengan kehidupan glamour menggunakan kendaraan super mahal, memiliki rumah mewah, bagaikan para raja yang tak perlu kerja tapi hidup mewah … mereka tak peduli kalau umatnya tak sekolah, tak punya rumah, tak punya pekerjaan, sakit tak punya biaya, hidup susah kekurangan … mereka tak punya KASIH SAYANG, berarti CINTA mereka bohong belaka, hanya sekedar tampilan ritual agama, mereka tak berTuhan, tak beragama.

Agama mengajarkan agar manusia mau berbagi kasih, saling membantu satu sama lain, bersifat dan bersikap sosial, tidak memikirkan diri sendiri tetapi berusaha mencapai satu kesejahteraan bersama, kebersamaan dalam hidup, kebahagiaan bersama … dst. Itulah sosialis religius!

Pembahasan Cinta-Kasih-Sayang bisa panjang lebar … buku “Menebar Kasih Sayang, Menuai Cinta” setebal 100 halaman sudah saya selesaikan per Agustus 2014, belum diterbitkan.

Saya tampilkan sebuah contoh penerapan rasa kasih untuk kemaslahatan umat, untuk kesejahteraan orang banyak, untuk kesehatan, kehidupan dan kebahagiaan rakyat.

Obat Herbal di China dan India, dan Sistem Kesehatan Nasional

Saya membaca di internet, ada 3 negara besar yang terus menjaga warisan leluhur mereka yang sudah ribuan tahun, yaitu obat-obatan herbal (OH) dan cara pengobatan kuno (CPK), yaitu: India, China dan Brasil. 3 negara ini tidak hanya menjaga keberadaan OH dan CPK tetapi juga menerapkan OH + CPK kedalam sistem kesehatan nasional (SKN) mereka.

Saya fokus kepada 2 negara yang ada di Asia, yaitu China dan India, 2 negara dengan penduduk terbesar di dunia. India jelas beragama hindu, sementara China dicap sebagai negara atheis, komunis … sosialis komunis. Dulu China ditakuti karena dianggap komunis, tetapi sekarang begitu banyak negara maju mengikuti cara pengobatan China, menggunakan OH dan CPK, ada yang memasukkan OH dan CPK dari China kedalam SKN mereka. Banyak universitas besar di berbagai negara dunia menyiapkan jurusan TCM (Tradional Chinese Medicine) mempelajari OH dan CPK dari China. Berbagi kasih tidak hanya berlaku di suatu negara (China ataupun India) tetapi menyebar ke seluruh dunia.

Banyak negara di Eropa yang terlihat begitu kapitalis ternyata sosialis, mereka menyiapkan berbagai penunjang kehidupan warganya, pendidikan, kesempatan kerja, kesehatan, perumahan. Mereka bukan sosialis komunis tetapi lebih ke sosialis religius.

Bagaimana dengan kita!?

Padahal hutan Indonesia punya potensi OH yang begitu besar!

Jakarta, 8 Desember 2016

******

Untuk membaca artikel klik=>  Obat Herbal di China dan India, dan Sistem Kesehatan Nasional

Silahkan download ebooknya: Obat Herbal (PDF).

Video Presentasi Terapi Pete

Video Presentasi Terapi Pete

Sudah biasa, orang lebih suka menonton video daripada membaca buku, jadi saya siapkan video Presentasi Terapi Pete di YouTube.

Untuk melihat VIDEO di YouTube silahkan klik link berikut PRESENTASI TERAPI PETE

Terima kasih untuk LIKE dan SHARE-nya.

Saya akan menyiapkan video untuk berbagai hal yang dibahas dalam blog ini. Tidak mudah memang, tetap akan diusahkan, yang bisa dirubah menjadi visual akan saya rubah menjadi video, yang perlu pembahasan panjang tetap dibahas di blog ini.

Terima kasih.

Surat Ber-rantai

Surat Ber-rantai

(Chain Mail/Letter)

Surat ber-rantai merupakan penyebaran informasi dari suatu sumber (seseorang/lembaga) kepada banyak orang yang kemudian dilanjutkan disebarkan oleh setiap penerima informasi itu kepada banyak orang sekitarnya.

Penyebaran bisa berlangsung secara perlahan maupun cepat, tergantung isi informasi yang dilepaskan. Kesertaan seorang penerima informasi untuk menyebarkan/melanjutkan penyebaran juga tergantung pada isi informasi tersebut.

  • Bla isi informasi itu begitu menarik perhatian, dianggap trendy (sesuai dengan keadaan mutakhir) seperti cerita-cerita ‘Mukidi’, maka informasi itu akan segera diforward/dishare oleh para pembacanya, diceritakan ulang, disadur, ditambahkan/dikurangi lalu dilepaskan ke berbagai media sosial,
  • ada yang sekedar ‘just for fun’ atau lucu-lucu-an juga akan cepat disebar-luaskan,
  • ada yang berisi cerita yang begitu meyakinkan, dengan gambaran penuh ancaman atau ada janji hadiah bila ikut menyebarkan,
  • bila ada informasi yang menjatuhkan harga diri/martabat suatu kelompok, maka informasi itupun segera disebarkan,
  • bila informasi itu terlihat/terdengar begitu menakutkan banyak orang, maka informasi itu segera menjadi berita panas, semua ingin ikut membicarakan, semua merasakan tergugah, banyak yang ingin ikut mengambil tindakan sesuai dengan informasi itu, paling tidak … ikut menyebarkan informasi itu,
  • dan banyak pertimbangan lain lagi.

Setiap orang bisa menjadi pelaku penyebaran dan juga menjadi korban dari informasi busuk yang disebar-luaskan. Orang bisa merasa gembira saat membaca informasi itu dan antusias dalam menyebarkannya, juga bisa tersulut kemarahannya, muncul kebencian, terbawa emosi, terpancing melakukan kekerasan sebagai pembalasan terhadap penyebaran informasi itu padahal orang yang sama juga ikut menjadi pelaku penyebaran informasi busuk tersebut.

Informasi bisa dilepaskan secara ‘natural’ dari satu orang dikirim kepada sekian puluh orang, berkembang secara perlahan menjadi informasi ber-rantai panjang atau informasi itu di-amplify sedemikian rupa, disebarkan secara massiv oleh suatu lembaga (kelompok terorganisir) langsung melalui berbagai sumber media ditebar kepada suatu masyarakat yang dituju, seperti propaganda perang yang disebar melalui udara … yang isinya membangkitkan kemarahan ataupun ditujukan meredam emosi orang banyak … tergantung tujuan dari penyebaran itu. Hal ini bisa dilihat pada kejadian AKSI BORONG SEMBAKO pada tanggal 8 Januari 1998 dan 15 Januari 1998.

Artikel lebih lengkap bisa dibaca di : Surat Ber-rantai Chain Mail/Letter

PENYESUAIAN RESEP TERAPI PETE

PENYESUAIAN RESEP TERAPI PETE

STANDARD PEREBUSAN PETE

Selama 15 tahun menjalankan penelitian terapi pete saya menggunakan mug 8 cm sebagai alat untuk merebus buah pete dan merebus kulit pete, air 200 ml untuk 1 lanjar (papan, lonjor) pete. Saat air dituangkan kedalam mug, tinggi air sekitar 3 cm, dan saat potongan pete dimasukkan ke dalam mug, air yang ada akan mengisi celah di antara pete, pete itu benar benar berada dalam air.

1 lanjar pete, air 200 ml, mug 8 cm dan kompor gas api biru yang dapat disetel. Inilah STANDARD PEREBUSAN BUAH PETE / KULIT PETE yang saya pakai dalam RESEP TERAPI PETE!

Tahun 2010/2011 dimulai sosialisasi terapi pete, RESEP terapi pete diupload ke blog, ratusan exemplar cetakan buku resep dibagikan kepada banyak orang. Saya ajak banyak orang, resep itu saya ajarkan kepada mereka. Banyak yang meniru cara merebus pete seperti yang digambarkan di resep itu dan berhasil mendapatkan kesehatan, kesembuhan, dan kebahagiaan.

Banyak yang membuat tafsiran (perubahan) dari resep yang sudah saya siapkan, mereka merubah proses perebusan, menggunakan panci besar dengan air tetap 200 ml, ada yang merebus 10 lanjar dengan waktu yang sama seperti merebus 1 lanjar, ada yang menggunakan kompor listrik, dll.

MINUM AIR PETE REBUSAN 6 LANJAR

Ada peserta di Kendal begitu antusias ingin segera minum air pete, dia merebus kulit pete sebanyak 6 lanjar yang menghasilkan air pete sebanyak 1 gelas, seluruh air pete itu dia minum sekaligus. Orang ini langsung tergeletak, jantung berdebar keras, keringat dingin mengucur deras, badan lemas, kepala pusing, hampir pingsan … yang hadir mengira orang itu bisa tewas karena minum air pete konsentrat tinggi.

Dia kira air pete hanya air jamu biasa, sekedar pahit tanpa risiko seperti itu.
AIR PETE BUKAN JAMU BIASA!

BUAH PETE MENTAH

Pete mentah yang biasa dimakan sebagai lalapan atau dicocolkan ke sambal itu sebenarnya mengandung risiko, apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak dan dilakukan selama beberapa hari berturut. Tensi langsung naik, muncul rasa pegal di badan, rasa sakit di pinggang, di punggung, di leher, dan kadar kolesterol yang juga naik. Banyak orang takut dengan bau pesing, padahal bukan itu yang seharusnya ditakuti, karena kalau seseorang makan buah pete rebus (sesuai resep) selama beberapa hari, maka bau pesing itu akan berangsur menghilang.

Jangan tertipu dengan tampilan buah pete yang terlihat begitu menawan, begitu sederhana, begitu imut … ada 2 sisi yang saling bertentangan (saling berseberangan) pada buah pete: BERMANFAAT sekaligus BERBAHAYA.
JANGAN ANGGAP REMEH BUAH PETE MENTAH!!!

Beberapa contoh pelaksanaan terapi yang salah:
1) Beberapa orang salah mengerti, mereka memasukkan pete (dengan kulit) ke air dingin kemudian merebus selama 3-4 menit. Air belum mendidih, buah pete hanya berada di air hangat selama 3-4 menit, buah pete masih mentah.

Seharusnya, air direbus dulu sampai mendidih, baru pete itu masuk ke air mendidih, rebuslah terus selama waktu yang telah ditentukan.

2) Satu keluarga (5 orang) ikut terapi, mereka memasak 10 lanjar sekaligus menggunakan panci besar dengan air cukup banyak, air dimasak sampai mendidih kemudian 10 lanjar pete masuk ke panci … dimasak selama 3 menit … pete itu masih mentah!

Sudah benar dimulai dengan memasak air 1 liter di panci besar, kemudian 10 lanjar pete dikeluarkan dari kulkas, pete-nya dingin, pete dicuci dengan air dingin, pete dingin dan sejumlah air dingin masuk ke air mendidih … temperatur air di panci langsung turun cukup jauh … perebusan pete selama 3 menit! … pete berada dalam air panas selama 3 menit, air belum sempat mendidih lagi. Pete itu masih mentah!

3) Seorang peserta bertanya banyak hal terkait terapi lewat email, saya terangkan bagaimana prosesi terapi. Ibu ini menjalankan terapi beberapa hari, hari ke-4 dia merasakan beban berat di badan, rasa pegal dst … dari komunikasi email dapatlah digali penyebabnya. Ibu ini merebus pete menggunakan kompor listrik, panci dengan diameter cukup besar sama seperti diameter permukaan kompor, dan air 200 ml. Prosesi awal sudah benar air direbus sampai mendidih, kemudian pete dimasukkan, direbus selama 3 menit … tapi itu panci besar, air 200 ml cuma sekedar ada di dasar panci, pete tidak ter-rendam di air. Pete itu mentah.

4) Seorang peserta ingin mempercepat proses terapi, dia makan pete dan minum air pete 3 kali sehari (pagi-siang-malam), di pagi hari dia minum air pete sebelum sarapan. Tidak sampai seminggu prosesi itu berlangsung, perutnya sakit sekali, dia harus ke dokter.

Di buku Terapi Pete dan di resep sudah dilarang minum air pete di pagi hari. Dari perbincangan dengan ybs, dia pikir air pete itu seperti air jamu (gendong) yang biasa diminum di pagi hari sebelum sarapan.

***
Setelah melihat ada banyak tafsiran yang bermacam ragam dengan ancaman bahaya yang bisa muncul dan kemungkinan kegagalan terapi, saya buatkan Penyesuaian Resep Terapi Pete untuk menghindari kesalahan proses terapi pete.
***

PERUBAHAN UKURAN VOLUME & WAKTU

Jangan merubah resep tanpa perhitungan matang, jangan sampai terjadi hal hal yang tidak kita inginkan. Tidak perlu ter-obsesi dengan terapi ini, tidak perlu meningkatkan dosis buah pete dan dosis air pete lebih dari yang disarankan, apa yang terlalu berlebihan tidaklah baik malah bisa membawa bahaya.

Kalau bisa cobalah tiru apa yang diuraikan di RESEP TERAPI PETE, alat yang dipakai, air, kompor yg bisa disetel dan waktu yang sesuai. Merebus pete adalah memanaskan pete didalam air mendidih, jadi pete harus benar benar tenggelam di dalam air mendidih, bukan tersembul keluar atau airnya keburu habis menguap.

Kalau menggunakan panci besar:

  • perlu air yang lebih banyak agar pete tenggelam dalam air,
  • semakin besar diameter panci penguapan akan terjadi lebih cepat maka diperlukan air lebih banyak,
  • ukuran waktu yang ditampilkan di RESEP adalah ukuran untuk 1-2 lanjar pete, kalau ingin merebus lebih banyak perlu waktu lebih panjang,
  • kalau menggunakan kompor listrik, usahakan air lebih banyak, pasang pada setelan yang lebih dari 100 C, lakukan uji coba merebus sampai sisa airnya masih cukup banyak tapi tidak terlalu banyak.

BAGAIMANA MENGAKALI RESEP TERAPI PETE?

Sejak awal, saya merebus pete menggunakan mug 8 cm, air 200 ml, pete 1 lanjar, merebus air sampai mendidih, memasukkan pete kedalam air mendidih dan merebusnya. Dengan cara itu saya mendapatkan buah pete yang cukup aman untuk dikonsumsi selama beberapa hari berturut turut.

Pada kenyataannya, bermacam perubahan resep terjadi, ada yang salah mengerti, ada yang punya tafsiran sendiri, ada yang terhalang oleh teknologi yang ada (kompor listrik), ada yang ingin cepat, ada yang terobsessi, dlsb.

Tentu saja saya tidak bisa membatasi agar peserta hanya menggunakan mug 8 cm, tidak banyak orang punya mug seukuran itu, tidak bisa saya melarang mereka menggunakan panci besar atau hanya boleh merebus dengan kompor gas api biru, bukan dengan kompor listrik. Mereka ingin menjalankan terapi pete, ada yang serius, berusaha menyamakan (meniru) proses perebusan, membeli mug 8 cm, dan ada banyak orang sekedar mencoba terapi pete, lalu menggunakan panci besar yang ada di dapur mereka.

Resep itu masih bisa diakali, bisa disesuaikan! Untuk mereka yang hanya punya panci besar apalagi tak punya tutupnya, boleh menggunakan air lebih banyak, bisa 500 ml sampai 1 liter. Rebuslah air itu sampai mendidih, masukkan pete kedalam air mendidih itu, pete akan tenggelam di air yang banyak, perebusan akan berlangsung ideal, rebuslah terus sesuai ketentuan agar buah pete yang dihasilkan cukup matang. Apalagi mereka yang hidup di kota besar, hanya punya kompor listrik yang hanya punya 2 setelan panas, 100 derajat dan 160 derajat. Gunakan air yang banyak, setel kompor pada panas 160 derajat, rebuslah pete sesuai ketentuan. Penguapan memang cukup besar, tetapi pete masih bisa tetap berada dalam air.

Merebus pete juga tidak dibatasi hanya 1-2 lanjar sekali rebus, boleh sekaligus banyak. Untuk mereka yang ingin memasak 4, 6 atau 10 lanjar sekaligus: gunakan air yang cukup banyak agar pete tenggelam dalam air, bisa 1 liter atau lebih (untuk 10 lanjar). Rebuslah air sampai mendidih, masukkan pete ke air mendidih dan rebuslah dengan waktu sbb:

  • 1 – 2 lanjar, gunakan waktu 3-4 menit
  • 3 – 4 lanjar, gunakan waktu 4-5 menit
  • 5 – 8 lanjar, gunakan waktu 6-8 menit
  • 9 lanjar atau lebih gunakan waktu 10 menit.

Perebusan 1-2 menit lebih lama lebih aman daripada mengkonsumsi buah pete yang masih cukup mentah.

BAGAIMANA DENGAN AIR PETE?

Air pete adalah hasil rebusan kulit pete. Ada perbedaan manfaat pada perebusan yang berbeda waktu. Waktu standard adalah perebusan selama 20 menit, ini yang paling aman bagi bermacam keadaan. Selain perebusan kulit pete selama 20 menit, ada pilihan lain: 11 menit, 5 menit dan 3 menit, manfaatnya berbeda, tetapi yang paling aman tetap yang 20 menit!

Sejak awal penelitian saya menggunakan mug 8 cm, air 200 ml untuk perebusan 1 lanjar pete. Setelah pete (+ kulit) direbus 3 menit (3-4 menit), pete dikeluarkan dari mug, dimasukkan ke air dingin (tambahkan es batu), segera pisahkan buah dari kulit-nya. Kulit pete langsung digunting tipis tipis, dan dimasukkan ke air yang sebelumnya digunakan untuk merebus pete 3 menit itu, air itu masih cukup panas. Air dengan guntingan kulit pete saya rebus selama 20 menit. Saat air kembali mendidih, api saya kecilkan sekedar agar air itu tetap mendidih. Hasilnya air pete itu masih cukup banyak, sekitar 170-180 ml.

Air pete yang dihasilkan dengan peralatan standard itulah yang saya anggap standard. DOSIS yang diijinkan untuk sekali minum maximal 1/3 volume yang dihasilkan, atau sekitar 50-60 ml (1/3 X 170-180 ml) setara 10-12 SDM (sendok makan). Secara umum, cukuplah minum 5 SDM … buat yang ingin minum air pete yang lebih kuat boleh sampai 10 SDM dengan syarat sudah makan cukup banyak … kalau ingin minum lagi, boleh dilakukan setelah jeda 2-3 jam. Siapkan pisang 2 buah untuk jaga jaga kalau terasa pusing, jantung berdebar, keringat dingin dan rasa lemas menyerang, bila kondisi ini muncul makanlah pisang itu.

Dosis standard minum air pete:

  • maximal 1/3 volume rebusan 1 lanjar pete, 50 ml dari 150 ml, 60 ml dari 180 ml
  • maximal 1/6 volume rebusan 2 lanjar pete, 25 ml dari 150 ml, 30 ml dari 180 ml
  • maximal 1/9 volume rebusan 3 lanjar pete … seterusnya.

Pada awal tulisan, ada peserta dari Kendal minum segelas air pete hasil rebusan 6 lanjar (hasil proses itu cuma segelas) … air pete terlihat biasa saja, seperti sekedar air jamu biasa, sekedar pahit di lidah … tetapi segelas air pete itu sangat kuat! Hasil rebusan dari 6 lanjar itu sekitar 18 X dosis standard! Penurunan tensi berlangsung cepat, jantung berdebar keras, keringat dingin mengucur di sekujur tubuh, kepala pusing, badan lemas! HORROR!!!

UJI COBA AIR PETE

Air pete tidak hanya sebagai obat untuk menghadapi bermacam penyakit, tetapi juga bisa digunakan untuk kegiatan bersih bersih peralatan rumah tangga atau membersihkan perhiasan emas, perak, dlsb. Kalau mau coba melihat kekuatan air pete, lakukan experiment:

  • ambillah perhiasan perak yang menghitam … taruhlah di wadah berisi air pete, biarkan setengah jam, lihatlah bagaimana air pete membersihkan bercak hitam itu,
  • atau semprotkan air pete ke kaca mobil yang berjamur, kemudian bersihkan,
  • atau dasar botol beling yang berjamur, tuangkan sedikit air pete, biarkan 15 menit, kemudian bersihkan dengan sabut atau alat pembersih botol / gelas, jamur hilang dengan mudah,
  • basahi bak cuci stainless steel di dapur dengan sedikit air pete, gosoklah dengan sabut, lihatlah bak stainless steel itu terlihat bersih kinclong.

Selain untuk hal hal tersebut diatas, air pete telah saya gunakan untuk membersihkan kacamata, mencuci peralatan, membersihkan velg mobil berbahan aluminium, dll, hasilnya lumayan kinclong. Air pete bukan air biasa, ia sangat kuat, berhati hatilah!

DOSIS & FREKUENSI TERAPI PETE

Saat orang makan buah pete sesekali, maka esok paginya puff, urine dan keringat akan berbau pesing, kalau cuma makan sedikit maka bau pesing itu hanya sekedarnya tapi kalau makan cukup banyak pete maka bau pesing itu akan begitu kuat dan susah untuk dihilangkan. Lantai kamar mandi disiram berkali kali pun bau itu masih tercium.

Tetapi saat seseorang makan pete rebus selama beberapa hari, maka bau pesing itu dari hari ke hari berangsur angsur menghilang dan pada suatu hari setelah makan pete, puff, urine dan keringat tidaklah berbau lagi, badan terasa segar, saat orang itu melakukan kegiatan fisik (berolahraga) tenaga terasa seperti punya cadangan lebih, terasa lebih kuat daripada sebelum menjalankan terapi … saat berkeringat malah terasa segar.

Jadi badan yang terasa segar, output pagi hari yang tak bau pesing, tenaga yang terasa berlipat ganda, gerakan anggota badan terasa ringan … itu merupakan hasil proses terapi pete. Pada kebanyakan peserta yang masih sehat, pada pagi hari ke-5 bau pesing itu telah hilang, saat itu TPD (toxin poison dan dirt) telah dikeluarkan dari tubuh kita … pada beberapa peserta yang punya kompilasi penyakit, sudah minum obat segenggam selama beberapa tahun sebelumnya, telah menumpuk TPD selama bertahun tahun, dia (mereka) perlu 7 hari terapi baru pada pagi hari ke-8 bau pesing itu menghilang. Ada satu kasus terakhir, peserta ini termasuk ‘obesitas’, 90 kg alias gemuk, punya kompilasi penyakit dan dia perlu sampai 14 hari untuk lepas dari bau pesing.

Secara umum saya menganjurkan untuk menjalankan terapi pete utama selama 2 minggu, bagi yang masih sehat cukup 1 lanjar per hari, boleh makan pete bersama makan siang ataupun makan malam … dan bagi yang sudah mulai punya penyakit (apalagi kompilasi penyakit), perlu makan 2 lanjar per hari, 1 lanjar saat makan siang dan 1 lanjar saat makan malam.

Untuk meningkatkan dosis makan buah pete, jumlahnya diperbanyak dari 1 lanjar per hari menjadi 2 lanjar per hari, dan untuk menurunkan dosis makan buah pete, jumlahnya dikurangi, dari 2 lanjar per hari menjadi 1 lanjar per hari, dari 14 butir per hari menjadi 8 butir per hari.

Pete mentah memiliki kekuatan yang besar, perebusan buah pete akan menurunkan kekuatan buah pete, semakin lama direbus, semakin matang maka kekuatannya akan menurun, buah pete perlu dijinakkan, direbus agar cukup matang – tidak mentah. Waktu perebusan yang paling aman adalah 3-4 menit, berlaku untuk penggunaan panci ataupun mug, lebih lama dari itu pete lebih matang, lebih rendah kekuatannya, kurang dari itu misal 2 menit maka buah pete bisa jadi masih mentah atau mendekati mentah, berbahaya. Meningkatkan kekuatan pete bukan menambah kekuatan setiap butir pete, tetapi menambah jumlah butiran atau lanjar yang direbus dalam waktu yang cukup sesuai batasan waktu diatas.

Untuk air pete, waktu standard adalah 20 menit … inilah yang ideal, relative aman bagi setiap orang dalam kondisi tensi apapun … kekuatan air pete bisa ditingkatkan dengan menurunkan lama perebusan dari 20 menit menjadi 11 menit, sementara jumlah dosisnya bisa ditingkatkan dari 1/3 volume yang dihasilkan menjadi 1/2 atau seluruh hasil perebusan diminum sekaligus. Dosis aman itu 5 SDM air pete standard, bisa dinaikkan ke 10 SDM atau maximal 1/3 volume yang dihasilkan.

Bagi orang paska stroke boleh menjalankan terapi full, makan buahnya dan minum air pete. Buat yang lemah, tidak punya kekuatan, tidak mampu untuk mengunyah, lumpuh layu … hanya boleh diberikan air pete sebanyak 3 SDM, tidak boleh lebih dari itu … kekuatan air pete harus dibatasi, kalau terlalu banyak, bukan rasa lega, bukan rasa bebas untuk bergerak yang diperoleh malah bisa jadi debaran jantung yang lebih keras, keringat dingin, kepala pusing dan badan lemas yang diperoleh.

Bila air pete yang dihasilkan hanya sedikit, airnya berkurang banyak karena penguapan yang besar, boleh ditambahkan air panas, agar konsentrat-nya turun alias diencerkan.

  • Misal air yang dipakai 200 ml untuk merebus kulit 1 lanjar dengan mug 8 cm menggunakan kompor yang bisa disetel apinya, air pete yang dihasilkan 180 ml, maka dosis maximal yang diijinkan: 1/3 X 180 ml => 60 ml setara 12 SDM.
  • Misal air yang dipakai 400 ml untuk merebus kulit 2 lanjar, air pete hasil akhirnya sedikit, katakanlah cuma 150 ml, tambahkan saja air panas sebanyak 150 ml, menjadi 300 ml. Dosis maximal untuk 2 lanjar: 1/6 X 300 ml => 50 ml setara 10 SDM.
  • Misal saja merebus kulit 6 lanjar dengan air 600 ml menggunakan kompor listrik dengan setelan panas tertinggi (160 derajat C), kemudian air pete diperoleh cuma 150 ml, tambahkan saja air sebanyak 450 ml agar menjadi 600 ml. Maka dosis maximal untuk 6 lanjar: 1/18 X 600 ml => sekitar 33,33 ml setara 6-7 SDM.

Perhitungan maximal dosis air pete terlihat rumit, sebetulnya sederhana:

  • untuk air pete hasil perebusan 1 lanjar: dosis maximal adalah 1/3 volume yang dihasilkan,
  • dari perebusan 2 lanjar: dosis maximalnya 1/3 X 1/2 = 1/6 volume yang dihasilkan,
  • dari perebusan 6 lanjar: dosis maximalnya 1/3 X 1/6 = 1/18 volume yang dihasilkan.

Encerkan air pete itu sampai ke volume yang mudah untuk dibagi sesuai dosis maximalnya.

Dosis maximal itu hanya untuk peserta yang masih cukup sehat … untuk yang sudah cukup lemah, paska stroke harus lebih rendah dari dosis maximal! Dosis untuk peserta paska stroke perlu dibatasi agar tidak mengalami hentakan dari kekuatan air pete. Begitu juga dengan peserta yang memiliki kelemahan jantung, ginjal dan lever, dosisnya sama seperti peserta paska stroke. Selama peserta itu bisa mengunyah, dosis makan buah pete rebus sesuai dengan ketentuan … tidak perlu diturunkan.

Buat calon peserta terapi pete, yang terpenting rebuslah buah pete sesuai ketentuan, gunakan air yang banyak bila menggunakan panci besar, bila kurang yakin dengan peralatan yang dipakai, karena panci besar tanpa tutup, karena kompor tidak ber-api biru atau hanya ada kompor listrik, maka rebuslah pete 1-2 menit lebih lama dari ketentuan diatas. Sedikit lebih matang lebih aman daripada mengkonsumsi pete yang masih mentah.

Demikianlah, semoga bermanfaat dan lebih jelas adanya.

Jakarta, 20 Januari 2016

Kalau mau download, klik disini PENYESUAIAN RESEP TERAPI PETE

Ini yang terbaru, 2017: RESEP TERAPI PETE v8 [PDF]

Silahkan lihat video Terapi Pete:

Video 1) PRESENTASI TERAPI PETE

Video 2) DETOX-TPD-PESING