Kasih Sayang dan Terapi Pete

Kasih Sayang dan Terapi Pete

Cover Pete - Terapi Pete Kasih Sayang

Lihat videonya: Terapi Pete dan Kasih Sayang (Welas Asih)

Tuhan YMK menciptakan segala sesuatu dalam keseimbangan, menciptakan alam semesta, menciptakan berbagai mahluk, berbagai binatang, tanaman, mineral, bakteri, virus dan penyakit … TENTU SAJA penawar untuk berbagai penyakit itu sudah disediakan.

Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang mempersiapkan segala sesuatu demi kebaikan bagi semua ciptaanNYA. Berbagai mata rantai kehidupan telah disiapkan sedemikian rupa untuk menjaga keseimbangan kehidupan semua ciptaanNYA.

Adanya Kasih Sayang dalam diri manusia akan mendorong manusia untuk saling bantu membantu satu sama lainnya. Manusia dengan Kasih Sayang tidak egois hanya memikirkan dirinya sendiri, tidak hanya memikirkan dirinya dan keluarganya saja, tidak juga hanya memikirkan dirinya dan kelompoknya saja, tetapi akan peduli kepada setiap orang tanpa membedakan keluarga, kelompok, partai, golongan, etnis, suku, bangsa, agama ataupun tingkat ekonomi orang lain. Apalagi bila orang itu menjadi pemimpin suatu kelompok, suatu lembaga, suatu bangsa (negara), maka orang itu akan peduli kepada setiap anggota, setiap warga dari kelompok/lembaga/negara yang dia pimpin.

Jangan sampai sang pemimpin hanya memikirkan dirinya sendiri, takut akan ancaman kesehatan dirinya pribadi tapi tak peduli akan kesulitan yang dihadapi warganya, seperti pemimpin yang lalu, yang pernah ada, dia kemana-mana membawa mobil ambulance dalam konvoi kendaraannya. Membawa mobil khusus yang berisi dokter pribadi, suster-perawat, peraLatan canggih penopang kehidupan, obat-obatan khusus pribadi … tapi … warganya dibiarkan menderita dalam kesusahan, dalam kehidupan yang tak ada kepastian, dalam menghadapi biaya perawatan kesehatan yang lumayan besar dan memberatkan bagi rakyat kebanyakan.

Pemimpin yang demikian itu … tidak kenal Kasih Sayang!

Kasih Sayang yang ada, telah mendorong munculnya pengobatan dengan terapi pete, menggunakan pete yang mudah diperoleh dimanapun juga di Indonesia, tersedia sepanjang waktu, hanya perlu direbus, dikonsumsi selama beberapa hari (minggu) maka bermacam penyakit pun GOOD BYE!

Selanjutnya, setiap orang yang telah mendapatkan keberhasilan dalam pelaksanaan terapi pete, terdorong untuk meyebarkan terapi ini kepada warga di lingkungannya. Terapi pete disebar-luaskan sebagai tampilan dari rasa Kasih Sayang orang-orang itu.

Kasih Sayang memunculkan Terapi Pete, Terapi Pete memunculkan Kasih Sayang

Pete hanya satu dari sekian ribu obat herbal yang ada di Indonesia. Indonesia punya potensi sebagai penyedia obat dari tanaman untuk dunia, kita bisa menjual obat herbal ke mancanegara. Potensi yang terbesar di dunia itu bisa disiapkan menjadi program padat karya bagi rakyat Indonesia.

Keberadaan Kasih-Sayang yang akan membuka kotak pandora rahasia obat/pengobatan leluhur itu. Ketiadaan Kasih-Sayang tidak akan pernah membawa kita ke kotak itu.

Hanya pemimpin dan orang-orang yang punya Kasih-Sayang yang akan bersedia melakukan penggalian rahasia obat/pengobatan leluhur itu … bukan demi popularitas pribadi, bukan demi keuntungan ekonomi, tetapi demi Kesehatan, Kehidupan, Kebahagiaan dan Kesejahteraan orang banyak, rakyat Indonesia.

Jakarta, 1 Oktober 2017

TEXT & NARASI versi lengkap Terapi Pete dan Kasih Sayang (Welas Asih)

 

Serangan Jantung dan Stroke Mengancam Penderita Impotensi

Serangan Jantung dan Stroke Mengancam Penderita Impotensi

Lihat juga videonya: Serangan Jantung dan Stroke Mengancam Penderita Impotensi

Bahaya dibalik impotensi, bukan hanya ancaman serangan jantung atau stroke, ada banyak lagi.

Impotensi adalah ketidakmampuan pria untuk ereksi
ED: erectile dysfunction / DE: disfungsi ereksi … alias impotens!

Ada 3 posisi ED:

* ED mild: masih mampu, sesekali tidak mampu
* ED medium: sesekali mampu lebih sering tak mampu
* ED parah: tidak mampu ereksi sama sekali.

Penyebab ED

ED hadir disebabkan berbagai kemungkinan, fisik/psikis/lain:
* diabetes Mellitus (DM, kadar gula tinggi), hipertensi, penyempitan pembuluh darah, penyumbatan pembuluh darah, pengerasan pembuluh darah (atherosclerosis, hardening of the arteries), rendahnya kadar testosterone, kolesterol, dll
* ada yang disebabkan karena sakit jantung, rusaknya ginjal atau liver, dll
* stress, emosi, dll
* ada yang bilang, karena banyak merokok, dll.

Usia Penderita

Dulu, sekitar 40 tahun lalu ED menyerang pria diatas 50 tahun, dasawarsa demi dasawarsa berlalu, pria 40 tahun sudah ED, kemudian pria 30 tahun, kemudian pria 20 tahun dan sekarang pria remaja usia belasan tahun sudah ED.

Waspadalah!

Berhati hatilah dengan ED. kebahagiaan pasangan akan dipertaruhkan, kehidupan rumah tangga tergantung pada ED. Dalam waktu 3-5 tahun setelah ED hadir, serangan jantung atau stroke mengancam kehidupan Anda dan ada banyak ancaman lain.

Suami dengan ED berfikir dia tidak bisa ereksi karena sang istri sudah tidak menarik, dianggap gemuk tak sexy, sudah lecek kurang dandan tak mengurus diri, kurang perhatian dlsb. Maka sang suami bisa saja mencoba mencari kebangkitan di luar rumah dalam berbagai cara, mulai menggoda wanita lain yang lebih sexy lebih muda lebih menarik, mencoba ‘jajan sate’ sampai memelihara ‘kambing muda’, kawin siri, istri piaraan, sampai usaha berpoligami dengan diam-diam tanpa sepengetahuan istrinya.

Mungkin Anda (istri) kecewa dengan prestasi suami (pasangan) Anda dalam hal 4X4. Jangan buru-buru meninggalkan suami Anda dan mencari pria pengganti yang mungkin bisa memberikan kepuasan, karena pria lain belum tentu bebas ED bahkan pria yang jauh lebih muda sekalipun sudah berkemungkinan kena ED. Hal ini sudah diuraikan di bagian ‘Usia Penderita’ dimana pria remaja sudah ada yang terpapar ED! Jangan tergoda rayuan pria lain apalagi suami orang, karena pria tersebut bisa saja sedang mencari kebangkitan di luar rumah, mencoba bangkit melalui angan-angan padahal ED.

Kaum istri perlu waspada, bukan saja karena sang suami bisa mencoba bangkit di luar rumah, tetapi ada bahaya mengancam kesehatan sang suami, dalam 3-5 tahun sejak ED medium apalagi parah dia bisa kena serangan jantung atau stroke. Bila itu terjadi dan harus masuk rumah sakit, ada biaya perawatan yang akan membebani perekonomian keluarga. Dan bisa saja sampai harus operasi perawatan jantung bernilai ratusan juta rupiah. Bukan hanya itu, bahaya kematian juga mengancam.

Hadirnya ED memberikan gambaran adanya penyakit kritis seperti DM, hipertensi, penyempitan & penyumbatan pembuluh darah, pengerasan pembuluh darah, kolesterol, sakit jantung, rusaknya ginjal atau liver, dlsb.

Pria sebagai pencari nafkah keluarga

Kalau sang pencari nafkah sampai terkena penyakit parah, meninggal atau cacad karena amputasi akibat DM tentu akan memberatkan kehidupan keluarganya.

ED bukan sekedar penyakit bagi sang pria, tetapi bisa merusak kehidupan keluarga, mengganggu keharmonisan rumah tangga, menggoyang perekonomian keluarga, dan bisa menyebabkan kematian.

Padahal ED bisa dengan mudah disembuhkan!!!

Rebuslah kulit pete, minumlah air hasil rebusan kulit pete. Lihat videonya:
* Kulit Pete sebagai Obat Impotensi, jangan buang kulit pete, itu obat mujarab

PERLU DIKETAHUI, saat ini diabetes Mellitus (DM) sudah menjadi GLOBAL DIABETES EPIDEMIC … sekitar 70% penderita DM akan kena ED … sekitar 70% dari yang ED akan berpindah alam lebih cepat.

Jadi WASPADALAH!!!

Jakarta, 14 September 2017

REFERENSI:

* WHO: Diabetes

* Global Diabetes Epidemic

* True impact of global diabetes epidemic is vastly underestimated

* Diabetes and Erectile Dysfunction

* Erectile Dysfunction Statistics

* How Many Americans Experience Erectile Dysfunction

* The prevalence and associations of erectile dysfunction in a South African male diabetic urban population

* Erectile Dysfunction and Your Age

* Young Men Lead Surge In VIAGRA Use

* A red flag for heart attack or strokes

* Der Penis ist die Antenne des Herzens

* Springer – Der Penis ist die Antenne des Herzens

* Der Penis ist die Antenne des Herzens

* Der Penis ist die Antenne des Herzens

* Der Penis – Antenne des Gefässsystems, 29. Juni 2011

* Why erectile dysfunction is emotionally painful for men

* Erectile dysfunction ‘linked to risk of early death’

* Men suffering with erectile dysfunction 70 per cent MORE likely to DIE prematurely

Masih banyak lagi referensi untuk masalah ED …

Obat Herbal sudah ada sejak 5000 tahun lalu

Obat Herbal sudah ada sejak 5000 tahun lalu

Lihat juga videonya: Obat Herbal sudah ada sejak 5000 tahun lalu

Herbal digunakan sejak awal kehidupan manusia. Catatan tentang penggunaan herbal itu sudah ada sejak >5000 tahun yang lalu. Setiap bangsa atau masyarakat memiliki herbal yang spezifik sesuai dengan kondisi alam lingkungan dimana mereka berada, di daerah tropis dengan sinar matahari sepanjang tahun dan curah hujan yang tinggi terdapat banyak variasi tanaman berpotensi herbal dan dalam jumlah yang besar, sementara di daerah jauh ke utara (selatan) dari katulistiwa yang punya 4 musim ada tanaman herbal yang hidup di alam itu dalam jumlah dan variasi tertentu tetapi jelas tidak sebanyak di daerah tropis seperti Indonesia.

Zaman dulu belum ada pabrik farmasi, belum ada dokter, belum ada apotik, cuma herbal dan cara pengobatan kuno yang digunakan oleh para ‘dukun’ penyembuh.

Kita perlu belajar dari bangsa lain, China, India atau Brasil.

China sejak 3000 BC (SM, Sebelum Masehi) sudah melakukan pengumpulan, pencatatan (dokumentasi) berbagai herbal. China punya sekitar 13,000 jenis herbal dan >100,000 resep pengobatan yang merupakan kombinasi dari ribuan herbal itu.

Sejak 5,000 tahun lalu, nenek moyang bangsa China telah menggunakan bagian tanaman, bagian hewan, dan mineral untuk meramu obat-obatan. Hal itu terbukti dengan adanya kitab pengobatan kuno Huang Di Nei Jing (Kitab Kaisar Kuning) dan Wai Tai Mi Yao (Resep Rahasia). Pemerintah China melakukan pengumpulan Obat Herbal (OH) dan Cara Pengobatan Kuno (CPK) itu demi menjaga kesehatan rakyatnya dan demi menghargai warisan leluhur.

OH dan CPK itu digunakan dalam kehidupan sehari-hari rakyat China dan memasukkan OH dan CPK kedalam Sistem Kesehatan Nasional mereka, digabungkan dengan Obat & Pengobatan Modern (O&PM)

Punyakah Rasa Kasih?

Ironis memang! Negeri yang di-cap ‘komunis’ itu begitu menjaga warisan leluhur mereka, sementara masyarakat yang begitu bersemangat mengurusi agama, tidak melakukan dokumentasi obat dan pengobatan warisan leluhur, malah mengabaikan dan meninggalkan warisan leluhur.

Bangsa ini dikatakan punya sumber daya herbal yang begitu besar, kita punya hutan tropis yang sangat luas, sekitar 120 juta hektar, dengan potensi sekitar 10 ribu tanaman obat. Padahal dari satu species tanaman bisa diperoleh bermacam kemungkinan obat: daun, kulit, bunga, buah, kulit buah, akar, umbi, dlsb. Bahkan benalu pohon tertentu bisa menjadi herbal!

Leluhur Nusantara sudah berbudaya pada 25 ribu tahun silam (lihat Situs Gunung Padang) sementara diluar sana masih tidak berada. Tidak mungkin kalau leluhur tidak punya catatan OH dan CPK! Pasti ada, mereka sudah lama punya budaya tulis menulis, mereka telah menyiapkan banyak primbon dalam aksara Sansekerta untuk berbagai hal dalam kehidupan.

Tapi kok sulit sekali menemukan catatan (primbon) OH dan CPK itu?

Kemanakah primbon catatan OH dan CPK itu?

Hancur dimakan rayap atau terbakar/dibakar?

TANYA KENAPA!?

Kenapa hilang, kenapa tidak disimpan, kenapa tidak digunakan!?!?!?!?!?

Terlalu ???

  • Kenapa banyak orang lebih suka menggunakan cara pengobatan modern, minum obat buatan pabrik dari negeri barat?
  • Kenapa kita meng-anak-tiri-kan OH & CPK warisan leluhur, dan meng-anak-emas-kan obat dan pengobatan dari luar negeri?

Sistem Kesehatan Nasional

China, India dan Brazil sudah menerapkan penggunaan (OH) + teknologi kesehatan dari warisan leluhur / (CPK) kedalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN) mereka, digabungkan dengan Obat dan Pengobatan Modern (O&PM).

OH + CPK + O&PM => SKN

Memang terlalu!!! … entahlah, terlalu goblok atau terlalu malas!?

negara-negara di dunia yang mencoba kembali ke alam alias Back to Nature, kembali ke terapi pengobatan warisan leluhur. Kembali ke OH & CPK yang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Karena herbal jelas efektive, lebih aman dan cukup tersedia, sudah disediakan oleh YMK.

TCM & SKN

Negara-negara Eropa, Rusia, Australia dan Amerika juga mempelajari dan menggunakan Traditional Chinese Medicine (TCM) yang merupakan kumpulan berbagai penyembuhan alternatif seperti acupuncture, acupressure (massage, pijat), resonansi (dengung gong), terapi panas-dingin, dan berbagai jenis terapi/cara lainnya.

Banyak negara di dunia mulai menerapkan OH + CPK + O&PM

Banyak universitas di negara maju yang menyiapkan fakultas khusus TCM, Ayurveda, herbal, atau OH / CPK lainnya. Lihatlah sendiri di mbah Google, begitu banyak penawaran pendidikan terkait OH dan CPK.

RESUME:

  1. Penggunaan herbal sebagai obat sudah berlangsung ribuan tahun, sudah teruji secara langsung, tidak perlu ragu atau curiga terutama kepada herbal yang sudah jelas selama ini.
  2. Kita harus kembali ke OH dan CPK warisan leluhur, menggali, mengumpulkan, mendokumentasikan, menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dimasukkan kedalam SKN.
  3. Kita punya potensi besar, kita punya sumber daya herbal yang mungkin terbesar di dunia, akan ada banyak kegiatan terbentuk dalam pengelolaan, dalam pengolahan, dalam managemen OH, dalam pemasaran OH.
  4. Kita bisa menjual OH ke luar negeri, semua warga dunia sedang gandrung OH, pasar sudah terbuka, ini saatnya!
  5. Rubahlah wawasan kita, jangan ‘luar negeri minded’, karena leluhur sudah menyiapkan banyak hal … dan YMK sudah menyediakan berbagai obat bagi berbagai penyakit, itu semua ada di alam raya, di gunung, di desa, di kota, di hutan tropis. Peliharalah alam dengan lebih baik, jangan hancurkan hutan tropis karena disanalah gudang herbal … jadikan sumber devisa, bukan dengan merubah hutan tropis heterogen menjadi hutan homogen industri tanpa keseimbangan alam, tapi jadikan sumber OH!
  6. Para ahli kesehatan perlu belajar OH dan CPK, perlu belajar menulis resep OH seperti yang diajarkan oleh negara-negara maju belakangan ini … jangan bersiteguh bahwa OH itu tidak valid, penuh racun, berbahaya … terbalik deh … yang penuh racun dan berbahaya itu obat yang lain itu!

Referensi:
Chinese Herbology,Obat herbal China
https://en.wikipedia.org/wiki/Chinese_herbology

Traditional Chinese Medicine Benefits, Herbs & Therapies
https://draxe.com/traditional-chinese-medicine/

TRADITIONAL CHINESE MEDICINE
http://www.ibiblio.org/chineseculture/contents/heal/p-heal-c01s08.html

AN INTRODUCTION TO CHINESE HERBS
http://www.itmonline.org/arts/herbintro.htm

Master of Applied Science (Chinese Herbal Medicine) – RMIT University
https://www.rmit.edu.au/study-with-us/levels-of-study/postgraduate-study/masters-by-coursework/mc138

California School of Herbal Studies

Home

Connecticut Institute for Herbal Studies
http://www.ctherbschool.com/

University of Bridgeport USA, Chinese Herbology (M.S.) Degree
http://www.bridgeport.edu/academics/graduate/masters-science-chinese-herbology/

Northwestern Health Sciences University
http://www.nwhealth.edu/acupuncture-oriental-medicine/

Phoenix Academy of Acupuncture and Herbal Medicine

Home

CHINESE MEDICINE IN ITALY, Integrated into the Modern Medical System
http://www.itmonline.org/arts/italy.htm

Danube University Krems, Traditional Chinese Medicine
http://www.donau-uni.ac.at/en/studium/tcm/index.php

New York College’s Graduate School of Oriental Medicin
http://www.nycollege.edu/academics/school-of-oriental-medicine

University of Maryland Medical Center (UMMC)
http://umm.edu/health/medical/altmed/treatment/herbal-medicine

Toronto School of Traditional Chinese Medicine
http://www.tstcm.com/html/tcm_education.html

Shenzhou Open University of Traditional Chinese Medicine, Leiden, Amsterdam, Netherland

Education in Chinese Medicine

KOMENTAR & SPAM

KOMENTAR & SPAM

Saya mohon maaf, komentar yang muncul di blog terpaksa saya acuhkan, karena ada banyak SPAM yang berusaha masuk ke blog. Sebagian SPAM umum dan sebagian lagi khusus mengarah ke terapi pete.

Sebagian pertanyaan yang muncul di komentar itu telah saya jawab langsung melalui email, tetapi sebagian lagi tidak mendapatkan kesempatan untuk dijawab.

Mohon maaf yang sebesar-besarnya dari mereka yang tidak terjawab selama ini.

PETE dan TERAPI PETE telah mengalami perjalanan panjang selama 22 tahun, pembuktian manfaat pete / terapi pete telah terbukti dalam penelitian secara EMPIRIS selama ini. Begitu banyak keberhasilan telah dicapai oleh banyak peserta selama masa sosialisasi yang berjalan sejak 2010/2011 … blog ini telah mendapatkan kunjungan cukup banyak, 2015: 107.442; 2016: 120.330; 2017: 78.694 … dari 90 negara.

Sudah banyak testimoni yang diberikan para peserta, ada yang tertulis, ada yang ada yang lisan langsung disampaikan kepada saya, ada yang disampaikan lewat perantaraan orang yang menularkan terapi ini kepada ybs.

Kebenaran kemampuan pete (terapi pete) sudah cukup valid. Uji coba tahap pertama selama 15 tahun dengan 20-30 orang peserta memberikan hasil yang memuaskan, kemudian berlanjut pada uji coba tahap kedua mulai 2010/2011 sampai hari ini, telah diikuti oleh begitu banyak orang (peserta).

Uji coba/penelitian telah berlangsung secara EMPIRIS, dimulai dari makan pete rebus dan atau minum air pete kemudian reaksi selama terapi berlangsung dan setelah terapi dijalankan dapat dilihat dan dirasakan oleh para peserta terapi pete.

Ada bermacam penyakit yang bisa dibantu-sembuhkan dengan terapi pete ini, dari asam urat, hipertensi, diabetes Mellitus, jantung, ginjal, ED (erectile dysfunction) atau DE (disfungsi ereksi) atau impotensi, paska stroke, trauma otot, rhematik, osteoporosis, lumpuh paska stroke … dll. Semua hasil itu bisa diperoleh peserta dalam waktu yang relatif cepat. Ada yang hanya butuh 4 hari, ada yang 7 hari, ada yang dalam 2 minggu, ada yang 3 – 4 bulan … tergantung kondisi kesehatan si peserta. Bila masih sehat, seminggu – 2 minggu sudah dapat dirasakan perbedaan di badan, untuk yang punya kompilasi penyakit bisa memerlukan 3 – 4 bulan terapi.

Jadi, kalau ada komentar SPAM untuk membuat citra negatif soal pete atau terapi pete, sudah tidak perlu dipermasalahkan lagi. Kalau para JOKI bayaran para mafia itu masih nekad juga … biarkan saja! Mereka bukan manusia yang beragama, tidak berTuhan, hanya mengejar profit dari permainan kata/kalimat busuk.

Perlu diketahui … jauh sebelum 1995 (awal penelitian) saya sudah mencari kemungkinan pengobatan menggunakan tanaman obat, rasa kasihan kepada orang banyak yang telah mendorong saya untuk mencari obat murah meriah dari bagian tanaman. Dulu, sang pemimpin negara ini dalam perjalanan darat kemana-mana selalu diiringi mobil ambulans khusus bagi dirinya, ambulans yang berisikan dokter ahli spesialis, perawat, obat-obat spesial, peralatan canggih … dan saya anggap kenyataan itu sebagai rasa minder dari orang tsb. Tidak percaya kepada sistem kesehatan yang dia rancang sendiri. Ditambah dengan undang-undang yang mereka persiapkan waktu itu, agar mereka (para pejabat) bisa berwisata kesehatan (pengobatan/perawatan) ke luar negeri dan biayanya ditanggung negara. Sementara rakyatnya tidak dipedulikan!!!

Saya berhasil mendapatkan obat murah meriah NDESOO yang disebut pete (Parkia speciosa) ini … proses persiapan sederhana, khasiatnya top, reaksinya relatif cepat … kurang apa lagi!? Kalau para JOKI bayaran itu tidak suka dengan kebenaran pete/terapi pete … masih ingin mengganggu blog ini … silahkan saja.

  • Kalau sakit jantung harus operasi akan butuh biaya sampai 300 juta rupiah, bandingkan dengan terapi pete 3 bulan, hanya akan menghabiskan dana kurang dari 500 ribu rupiah.
  • Kalau ED terpaksa melakukan ‘penile implant’ akan butuh dana antara 150 juta sampai 500 juta … cukup dengan terapi pete 2 minggu sudah bisa diatasi.
  • Kalau sudah kena DM parah, 70% kemungkinan ED, kemungkinan amputasi kaki bila terkena luka sampai membusuk … itu bisa diatasi/dihindari dengan terapi pete.

Untuk bisa HIDUP SEHAT BERBAHAGIA tidak perlu mahal … untuk bisa SEJAHTERA akan juga bisa dicapai orang banyak … dengan terapi pete.

Sejak postingan ini, komentar yang ada akan saya jawab langsung melalui blog, kecuali yang khusus akan ditindak-lanjuti melalui email.

Kalau ada yang butuh konsultasi terutama yang malu permasalahannya terbuka kepada umum, atau ingin segera dibalas silahkan kirim email ke subaktyo-at-gmail.com. Pertanyaan yang dikirim ke email itu akan muncul di HP saya, sementara komentar/pertanyaan yang lewat blog WordPress perlu extra dibuka melalui komputer.

Sekali lagi … mohon maaf sebesar-besarnya bila komentar/pertanyaan yang diajukan lewat blog telah terlewatkan selama ini.

 

Jakarta, 10 Juli 2017

Bambang Subaktyo

Email: subaktyo-at-gmail.com (gantilah -at- dengan @)

 

RESEP TERAPI PETE V8 (RTPV8)

RESEP TERAPI PETE V8 (RTPV8)

Saat saya menyelesaikan Buku Terapi Pete v7 (BTPV7) dan melepas buku itu kepada umum, saya pikir semua hal telah ter-cover di buku itu. Saya kira saya sudah bisa bebas dari urusan Terapi Pete.

Ternyata, ada begitu banyak permasalahan yang muncul dalam 2 tahun terakhir, ada begitu banyak kegagalan peserta karena improvisasi mereka, karena mereka tidak punya panci kecil, salah resep, penggunaan air yang sedikit, merebus dalam waktu yang salah, cara proses yang salah, ingin merebus sekaligus banyak, dlsb.

Peserta yang menemui kegagalan, mendapatkan hasil yang mengecewakan, merasakan pegal di seluruh tubuh, merasakan reaksi HORROR, dlsb itu kemudian bertanya melalui email, WA, telpon langsung, fasilitas komentar di blog ataupun di FB, dlsb dan ada yang secara tatap muka langsung.

Setelah saya gali, saya temukan permasalahan mereka. Perbaikan cara, perubahan waktu dll itu langsung saya sampaikan kepada mereka. Setelah itu mereka mendapatkan keberhasilan.

Berbagai permasalahan itu menjadi masukan berharga untuk saya, untuk TERAPI PETE, dan untuk semua orang … dan berbagai perubahan, solusi itu telah dimasukkan kedalam buku RESEP TERAPI PETE V8.

Buku RESEP TERAPI PETE V8 (RTPV8) baru sudah saya taruh di GOOGLE Drive.

Silahkan menggunakan RTPV8 … jangan gunakan versi sebelumnya.

Jakarta, 9 Juli 2017

 

Untuk baca dan download bukunya: RESEP TERAPI PETE v8 [PDF]

Silahkan lihat video Terapi Pete:

Video 1) PRESENTASI TERAPI PETE

Video 2) DETOX-TPD-PESING

Cinta-Kasih-Sayang (CKS) dan Obat Herbal

Cinta-Kasih-Sayang (CKS) dan Obat Herbal

Adakah agama yang mengajarkan kedengkian, kebencian, kemarahan, peperangan, pembunuhan, permusuhan, perbudakan atau penindasan antar manusia?

Tidak akan ada yang mengaku kalau agama mereka mengajarkan kedengkian, kebencian, kemarahan, peperangan, permusuhan, pembunuhan, perbudakan atau penindasan. Bahkan kelompok (bangsa) yang sudah melakukan peperangan, penindasan, pembunuhan, perbudakan terhadap kelompok (bangsa) lain tetap mengatakan bahwa agama mereka tidak mengajarkan hal-hal negative itu. Mereka pasti mengatakan agama mereka adalah yang terbaik, penuh kasih sayang! cinta damai!

Semua agama pasti mengajarkan Cinta, Kasih, dan Sayang (CKS). Rasa Cinta dalam hubungan manusia dengan Tuhan, rasa Kasih dalam hubungan antar manusia, dan rasa Sayang dalam hubungan manusia dengan alam. Tidak hanya agama yang mengajarkan CKS, kepercayaan kepada YMK, atau agama lama, agama asli kedaerahan juga mengajarkan CKS.

Cinta kepada YMK membawa tanggung jawab, yaitu menerapkan kasih sayang, memberikan rasa kasih kepada sesama manusia tanpa perbedaan SARA, memberikan rasa sayang kepada alam lingkungan.

Rasa Cinta kepada YMK ditampilkan dengan menjalankan aturan ataupun ritual agama dengan penuh semangat dan penuh keyakinan. Rasa Kasih dan rasa Sayang akan mendorong kepada perilaku, sikap, pengambilan langkah dalam segala aspek kehidupan termasuk dalam saat membuat peraturan, perundang-undangan, hukum, kebijakan, keputusan dlsb.

Rasa cinta kepada YMK berjalan seiring dengan rasa kasih dan rasa sayang. Kalau hanya sekedar mengikuti aturan dan menjalankan ritual, tetapi tidak ada rasa kasih, cinta itu hanya sekedar cinta egois belaka, bagaikan cinta anak remaja yang belum tahu akan tanggung jawab.

Penerapan kasih sayang itu sesuai dengan posisi / jabatan seseorang. Semakin tinggi posisi sesorang dalam masyarakat, maka sebaran rasa kasih juga semakin luas, begitu juga dengan rasa sayang, semakin tinggi posisi maka sebaran rasa sayang juga semakin luas.

Bila para pengemban amanat rakyat itu punya kasih, maka berbagai kekayaan bangsa / negara akan sepenuhnya dipergunakan, dikelola, dipersiapkan untuk menunjang kehidupan rakyat untuk pencapaian kesejahteraan rakyat. Tetapi nyatanya, SDA diberikan kepada para ALIEN, hutan dengan potensi obat herbal malah dibiarkan dibabat, digunduli, ditanami produk mono-kultur, lautan yang luas dibiarkan dirampok oleh nelayan asing yang bekerja sama dengan para kolaborator oknum petugas, dll dlsb … sudah begitu lama bangsa – negara ini kehilangan kekayaannya, rakyat tidak menerima manfaat dari kekayaan negara ini, hanya memperoleh bagian dalam bentuk ROYALTI sebesar 1% selama 40 tahun lebih. Para oknum itu menjadi anggota ARISAN – BANCAKAN komisi hasil kolaborasi mereka dengan para pencuri kekayaan itu. Segala aspek kehidupan dipersiapkan menjadi halangan bagi setiap warganegara, banyak hal dibikin susah, dibikin mahal, dibikin berbelit-belit, dibikin ruwet, dibikin tumpang tindih, dibikin panjang berlama-lama … dst dst. Pendidikan dijadikan komoditi perdagangan, kesempatan kerja dan pencari kerja dibiarkan berjalan sendiri-sendiri paling jauh dipertemukan dalam bursa kerja, kesehatan dijadikan ajang mencari komisi jualan obat dari luar negeri, dlsb … semua orang harus berjuang untuk diri sendiri … rasa sosial dikesampingkan, keuntungan pribadi (oknum pejabat) dinomor-satukan … dst dst.

Kenyataan yang sudah terjadi berpuluh tahun selama ini, para pengemban amanat rakyat yang agamis itu sebenarnya tak punya rasa kasih dan rasa sayang dan hal itu bisa dilihat dari pembiaran pengerukan SDA oleh para ALIEN, pencurian ikan di lautan oleh kapal ALIEN, pembiaran berbagai aspek kehidupan yang berjalan sendiri-sendiri … LIHATLAH SENDIRI, semua itu nyata terjadi … para oknum itu tak punya kasih-sayang, mereka memang beragama tetapi cuma sekedar menjalankan aturan yang berbau ritual belaka. Sebenarnya mereka tak CINTA kepada YMK.

Lihatlah pimpinan agama yang terlihat dengan kehidupan glamour menggunakan kendaraan super mahal, memiliki rumah mewah, bagaikan para raja yang tak perlu kerja tapi hidup mewah … mereka tak peduli kalau umatnya tak sekolah, tak punya rumah, tak punya pekerjaan, sakit tak punya biaya, hidup susah kekurangan … mereka tak punya KASIH SAYANG, berarti CINTA mereka bohong belaka, hanya sekedar tampilan ritual agama, mereka tak berTuhan, tak beragama.

Agama mengajarkan agar manusia mau berbagi kasih, saling membantu satu sama lain, bersifat dan bersikap sosial, tidak memikirkan diri sendiri tetapi berusaha mencapai satu kesejahteraan bersama, kebersamaan dalam hidup, kebahagiaan bersama … dst. Itulah sosialis religius!

Pembahasan Cinta-Kasih-Sayang bisa panjang lebar … buku “Menebar Kasih Sayang, Menuai Cinta” setebal 100 halaman sudah saya selesaikan per Agustus 2014, belum diterbitkan.

Saya tampilkan sebuah contoh penerapan rasa kasih untuk kemaslahatan umat, untuk kesejahteraan orang banyak, untuk kesehatan, kehidupan dan kebahagiaan rakyat.

Obat Herbal di China dan India, dan Sistem Kesehatan Nasional

Saya membaca di internet, ada 3 negara besar yang terus menjaga warisan leluhur mereka yang sudah ribuan tahun, yaitu obat-obatan herbal (OH) dan cara pengobatan kuno (CPK), yaitu: India, China dan Brasil. 3 negara ini tidak hanya menjaga keberadaan OH dan CPK tetapi juga menerapkan OH + CPK kedalam sistem kesehatan nasional (SKN) mereka.

Saya fokus kepada 2 negara yang ada di Asia, yaitu China dan India, 2 negara dengan penduduk terbesar di dunia. India jelas beragama hindu, sementara China dicap sebagai negara atheis, komunis … sosialis komunis. Dulu China ditakuti karena dianggap komunis, tetapi sekarang begitu banyak negara maju mengikuti cara pengobatan China, menggunakan OH dan CPK, ada yang memasukkan OH dan CPK dari China kedalam SKN mereka. Banyak universitas besar di berbagai negara dunia menyiapkan jurusan TCM (Tradional Chinese Medicine) mempelajari OH dan CPK dari China. Berbagi kasih tidak hanya berlaku di suatu negara (China ataupun India) tetapi menyebar ke seluruh dunia.

Banyak negara di Eropa yang terlihat begitu kapitalis ternyata sosialis, mereka menyiapkan berbagai penunjang kehidupan warganya, pendidikan, kesempatan kerja, kesehatan, perumahan. Mereka bukan sosialis komunis tetapi lebih ke sosialis religius.

Bagaimana dengan kita!?

Padahal hutan Indonesia punya potensi OH yang begitu besar!

Jakarta, 8 Desember 2016

******

Untuk membaca artikel klik=>  Obat Herbal di China dan India, dan Sistem Kesehatan Nasional

Silahkan download ebooknya: Obat Herbal (PDF).

Video Presentasi Terapi Pete

Video Presentasi Terapi Pete

Sudah biasa, orang lebih suka menonton video daripada membaca buku, jadi saya siapkan video Presentasi Terapi Pete di YouTube.

Untuk melihat VIDEO di YouTube silahkan klik link berikut PRESENTASI TERAPI PETE

Terima kasih untuk LIKE dan SHARE-nya.

Saya akan menyiapkan video untuk berbagai hal yang dibahas dalam blog ini. Tidak mudah memang, tetap akan diusahkan, yang bisa dirubah menjadi visual akan saya rubah menjadi video, yang perlu pembahasan panjang tetap dibahas di blog ini.

Terima kasih.

HERBAL, KESEHATAN dan REVOLUSI MENTAL

HERBAL, KESEHATAN dan REVOLUSI MENTAL

Beberapa hari terakhir saya googling di internet mencari berita terkait herbal, WHO, Uni Eropa dll. Saya menemukan banyak informasi terkait beberapa kata kunci itu, begitu banyak, dengan kata kunci herbal saja didapatkan 150 juta web-site dalam 0,48 detik, dengan kata kunci gabungan 2 kata: ‘traditional medicine’ ada 31,7 juta web-site, ‘WHO herbal’ ada 77 juta web-site, ‘using herbal’ ada 61,1 juta web-site, ‘european herbal’ ada 39,1 juta web-site, dengan kata kunci gabungan 3 kata: ‘WHO traditional medicine’ ada 49 juta web-site, ‘european traditional medicine’ ada 5,65 juta web-site. Ada banyak hasil googling yang bisa kita peroleh di internet.

Apakah herbal itu?

Dari Wikipedia (https://en.wikipedia.org/wiki/Herbal) didapatkan deskripsi herbal, yaitu satu kumpulan dari tanaman yang digunakan untuk pengobatan tertentu. Lebih jauh, itu adalah buku (daftar) berisikan bermacam tanaman yang bermanfaat untuk pengobatan tertentu, cairan, makanan, racun, efek halusinasi, aroma atau kekuatan magis dan juga cerita legenda yang terkait dengannya.

Dari informasi yang diperoleh, dikatakan bahwa orang Mongol memiliki sejarah penggunaan herbal sejak 2500 tahun yang lampau, sedangkan China dikatakan berhasil mengumpulkan catatan lebih dari 12ribu resep herbal sejak ribuan tahun yang lampau. Lebih jauh lagi, dari catatan yang tersimpan, penelitian herbal telah terjadi 5000 tahun lalu pada masa Sumerians. Di zaman Mesir kuno, sekitar 1552 SM ada catatan diatas papyrus tentang penggunaan pengobatan dengan herbal dan praktek pengobatan dengan sihir. Dalam Perjanjian Lama juga dikatakan adanya pengggunaan herbal. Di candi Borobudur juga ada relief tanaman herbal.

Herbal dan mineral yang digunakan dalam Ayurveda diungkapkan oleh herbalist India seperti Charaka dan Sushruta pada masa 1 millenium SM. Buku herbal China, Shennong Bancao Jing, telah disusun pada masa dinasti Han, yang berasal dari masa yang lebih dini lagi.

Jadi penggunaan herbal sudah ada sejak ribuan tahun sebelum Masehi, ada pada bermacam masyarakat yang disampaikan dari satu generasi kepada generasi berikutnya, hanya ada beberapa catatan atau buku atau tulisan yang bisa ditemui setelah penggalian oleh para ilmuwan. Dan ada banyak catatan yang tersimpan masih belum bisa diterjemahkan karena berbagai faktor, bisa berisikan cerita sejarah kejadian, kepahlawanan, dan atau juga berisikan cara dan bahan pengobatan tertentu. Seperti juga di Indonesia, ada buku buku kuno ditulis dalam bahasa Jawi kuno yang belum diterjemahkan karena keterbatasan waktu, kesempatan dan dana untuk melakukan itu.

OBAT KONVENSIONAL dan OBAT ALTERNATIVE

Sejak sekitar abad 15-17, dimulailah dipakai kata pharmacy (farmasi) yaitu sebuah ilmu yang menggabungkan ilmu pengobatan dengan ilmu kimia (https://en.wikipedia.org/wiki/Pharmacy) yang kemudian menumbuh-kembangkan pembuatan obat kimia yang memberikan kebebasan bagi si produsen untuk memproduksi obat secara massal, murah, dan bisa dikirimkan ke seluruh penjuru dunia. Tentu saja kemampuan para ahli pharmacy dan pabrik pembuatan obat ini bisa melewati kemampuan obat herbal yang produksinya tergantung panen kedaerahan, kesediaan bahan baku herbal yang terbatas. Pabrik pharmacy bisa membuat obat secara massal, dalam kemasan yang lebih tahan, dalam bentuk yang lebih mudah untuk didistribusikan ke seluruh penjuru dunia, terlepas dari ketergantungan bahan seperti herbal, dan selanjutnya obat yang diproduksi massal ini disebut sebagai obat konvensional.

Tetapi sebenarnya, kata ‘pharmacy’ dalam bahasa Yunani berasal dari kata ‘pharmakos’ yang berarti ‘sorcery’ atau kekuatan magik, sihir bahkan berarti ‘poison’ atau racun (dari wikipedia!).

Jadi obat konvensional adalah obat yang dibuat oleh pabrikan, obat farmasi, obat yang dirancang, dibuat secara kimiawi dan cara pengobatan konvensional adalah pengobatan yang dilakukan oleh ahli pengobatan (dokter) menggunakan obat farmasi.

Obat obat-an yang bukan buatan pabrik farmasi, disebut sebagai obat alternative, salah satunya adalah obat herbal berasal dari bagian tanaman, bagian hewan atau mineral tertentu. Pengobatan alternative itu: pengobatan suatu penyakit yang tidak dilakukan oleh seorang dokter, tetapi bisa dilakukan oleh seorang ahli alternative, ada yang menyebut orang itu dengan nama dukun, shaman, orang pintar, ahli alternative, folk healer, dlsb, atau suatu cara pengobatan yang tidak menggunakan cara-cara konvensional tetapi menggunakan cara-cara tradisional yang kembali digali ulang, seperti cara pengobatan menggunakan batu panas, batu magnet, massage, totok, akupuncture, akupressure, resonansi, kerokan, bekam, sinar UV, dlsb. Kemudian ada cara alternative baru seperti sedot lintah, penggunaan sengatan lebah, mandi lumpur, dll.

Ada juga pengobatan alternative yang menggunakan unsur spiritual (gaib), menggunakan air putih yang diberi doa, pembacaan doa doa tertentu dalam jumlah dan waktu tertentu, penggunaan telur dan binatang untuk memindahkan penyakit (benarkah!?), penggunaan ranting dan daun kelor untuk mengobati penyakit jiwa, penggunaan batu meteor (Ponari?), dll.

Banyak masyarakat negara maju yang berusaha mengurangi penggunaan obat konvensional, mereka ber-alih ke pengobatan alternative, baik penggunaan cara terapi seperti massage, akupuncture, resonansi, dll itu, juga penggunaan bahan bahan dari alam seperti herbal. Sebelum tahun 2004, banyak warga di Eropa yang menggunakan obat herbal, dan waktu itu saya pernah membaca ada negara barat yang sudah menggantikan 60% obat konvensional dengan obat herbal, tetapi kemudian Komisi Kesehatan Eropa membuat larangan penggunaan obat herbal, larangan peredaran obat herbal. Larangan itu dimulai di tahun 2004 dengan masa transisi selama 7 tahun, dan sejak 1 Mei 2011, tidak ada lagi bahan bahan herbal yang dijual di toko toko obat di negara negara Uni Eropa.

Obat herbal hanya boleh dijual di Eropa bila sudah menjalani masa uji pakai selama 30 tahun dan 15 tahun di antaranya berada di Eropa, obat itu harus didaftarkan dan mendapat lisensi dari badan kesehatan Eropa, kemudian si pengusaha harus mendaftarkan setiap herbal untuk uji penelitian kelayakan keamanan kebenaran obat herbal yang nilainya lebih dari £80,000 sampai £120,000 per satuan jenis tanaman herbal.

Dari informasi yang bisa diperoleh, yang disebut herbal di Uni Eropa itu adalah herbal dari China dan India.

http://www.bbc.com/news/health-13215010

http://www.independent.co.uk/life-style/health-and-families/health-news/europe-to-ban-hundreds-of-herbal-remedies-2171781.html

PENGOBATAN ALTERNATIVE

Negara China terlihat (dari berbagai literatur) jelas sebagai negara yang menerapkan pengobatan alternative yang digabungkan dengan pengobatan modern, mereka terus berusaha memperbaiki teknologi pengobatan tetapi tetap mempertahankan penggunaan pengobatan alternative bahkan menerapkannya dengan lebih intensif: dokter dokter di China diharuskan menulis resep herbal, mahasiswa kedokteran diberi mata kuliah pengetahuan herbal dan mata kuliah penulisan resep herbal, juga terus menerapkan cara pengobatan alternative seperti akupuncture, akupresure, massage, dll.

Negara China merupakan negara yang paling rajin dalam menghimpun (menggali, mencatat) obat herbal warisan leluhur mereka. Mereka berhasil membuat catatan ribuan resep herbal. Dan dalam menjaga kelestarian resep herbal ini, ada begitu banyak ahli peracik obat (Shinshe) yang sudah bekerja secara turun temurun, mereka inilah bagian dari pelestari resep herbal itu, mereka menyimpan bahan-bahan, meracik, meneruskan ilmu mereka kepada anak keturunan mereka.

China punya catatan lebih dari 12.000 bahan herbal yang dipakai dalam pengobatan alternativ (traditional healer), mereka punya banyak ahli peracik herbal (shinshe), pabrik-pabrik mereka memproduksi berbagai jenis obat herbal untuk berbagai macam penyakit, mereka menerapkan pengobatan herbal kedalam sistem kesehatan mereka, menerapkan pengobatan alternativ, para dokter menulis resep herbal untuk berbagai penyakit, dan terus memperharui teknologi pengobatan modern mereka. Banyak pejabat dari Indonesia yang berobat sampai ke China karena sistem pengobatan mereka yang terlihat lebih baik. China mengekspor bermacam obat herbal ke mancanegara, dan setelah pembatasan oleh Komisi Kesehatan Uni Eropa maka penjualan obat herbal itu menurun.

Dari literature yang saya baca, di Uni Europa dikenal obat herbal dari China dan India, obat herbal dalam berbagai bentuk (sudah dikemas atau masih bahan mentah) dari kedua negara itu saja yang banyak beredar. Kemudian pemerintah China bekerja sama dengan Republic Of Moldova membangun the Chinese Traditional Medical Cente yang berhasil diselesaikan di tahun 2013, China juga melakukan kerjasama dengan The Kyrzygstan dalam pembangunan industri farmasi berbahan herbal. Kyrzigstan juga membuat kerjasama dengan perusahaan Adjanta-Pharma dari India membangun industri farmasi dengan produksi sebanyak 70 jenis obat, dalam bentuk tablets, racikan, ramuan siap minum dan bahan mentah herbal.

Di bagian benua yang lain, di Amerika Latin juga ada gerakan mengedepankan herbal, pengobatan alternativ, penggunaan obat tradisional. Dalam rangka menjaga kelestarian pengobatan alternative, ada sekelompok penyembuh alternative (shaman, penyembuh rakyat, folk healer) dari suku Matsés di sekitar sungai Amazone (di kawasan Brazil dan Peru) berkumpul dan menuliskan informasi tentang traditional medicine, penyembuhan (cara) alternative, tanaman obat, mantra, dlsb, menjadi satu buku The Matsés Traditional Medicine Encyclopedia setebal 500 halaman, ditulis dalam bahasa mereka agar pengetahuan itu bisa diteruskan kepada para penyembuh yang baru belajar dan hanya ditulis dalam bahasa mereka agar tidak dicuri oleh orang luar seperti yang pernah terjadi di waktu yang lalu.

Dengan buku encyclopedia ini dapatlah diajarkan kepada masyarakat setempat akan adanya banyak tanaman obat didalam hutan, dan dengan kesadaran masyarakat akan kebutuhan akan tanaman obat diharapkan masyarakat mau menjaga keberadaan hutan tropis disana dari penghancuran.

Amazon tribe creates 500-page traditional medicine encyclopedia

Para ahli pengobatan alternative telah menginisiasi pembuatan buku encyclopedia, dan pemerintah Brazil juga menetapkan penggunaan herbal medicine dalam sistem kesehatan masyarakat. Brazil memiliki hutan tropis dengan sejumlah besar species tanaman yang dapat dijadikan tanaman obat. Dengan penetapan penggunaan herbal medicine, penyebaran pengetahuan akan tanaman obat yang ada di hutan, raktyat diajak untuk menjaga hutan mereka.

BRAZIL: Public Health Embraces Herbal Medicines

Bagaimana dengan Indonesia?

Sebelum kita berbicara soal herbal di Indonesia, kita buat rekapitulasi tentang herbal di dunia: herbal sudah dikenal sejak 5000 tahun yang lalu, catatan penggunaan sekitar 2500 tahun yang lalu seperti di Mongol, China punya catatan lebih dari 12.000 obat alternative, China menerapkan penggunaan obat alternative dalam sistem kesehatan rakyat mereka, China memproduksi sekitar 5000 obat alternative, di Eropa dikenal obat alternative dari China dan India, banyak orang di Eropa yang sebenarnya lebih suka menggunakan obat herbal daripada obat konvensional, Komisi kesehatan Uni Eropa sejak 2004 (2011) melarang penggunaan atau penjualan obat alternative, China melakukan kerjasama pembangunan the Chinese Traditional Medical Cente di Moldova dan Kyrzigstan, China dan India bekerja sama dengan Kyrzigstan, Brazil menerapkan penggunaan obat alternative di dalam sistem kesehatan masyarakat mereka, para dukun suku Matsés di Brazil dan Peru membuat buku ‘The Matsés Traditional Medicine Encyclopedia’. Dari artikel Traditional Medicine di Wikipedia disebutkan adanya praktek penggunaan traditional medicine seperti Ayurveda (India), Siddha medicine, Unani, Iranian medicine, Irani, Islamic medicine, Chinese medicine, Korean medicine, acupuncture, Muti, Ifá, dan traditional African medicine. Di banyak negara herbal disebut sebagai food supplements, 80% penduduk Afrika yang menggunakan traditional herbal medicine, ada beberapa negara yang memasukkan traditional herbal medicine kedalam sistem kesehatan mereka. Nilai pasar dunia obat alternative ini sekitar US$60miliar. Riset herbal intensif dilakukan di China, India, Nigeria, America Serikat (USA), WHO dan industri farmasi. Di Amerika, riset lembaga National Center for Complementary and Alternative Medicine telah menghabiskan sekitar US$33juta di tahun anggaran 2005; dan di tahun 2004, lembaga National Cancer Institute menyatakan telah menghabiskan hampir US$89juta untuk mempelajari penggunaan terapi traditional untuk menghadapi kanker. Di Afrika dilakukan uji coba penggunaan herbal untuk melawan HIV-AIDS. Industri farmasi Novartis di tahun 2006 menganggarkan lebih dari US$100juta untuk mempelajari traditional medicine yang dilakukan di Shanghai … dan banyak lagi usaha internasional terkait traditional medicine (pengobatan alternative).

… lalu bagaimana dengan Indonesia???

  • Adakah kita mempertahankan herbal yang kita punya, menerapkan penggunaan herbal dalam sistem kesehatan rakyat Indonesia?
  • Adakah kita punya obat herbal warisan LELUHUR?
  • Apakah kita telah menjaga warisan LELUHUR itu, menyimpannya di tempat terhormat, menjaga setiap resep itu?
  • Apakah kita peduli akan obat obat herbal itu atau dibiarkan lenyap tak berbekas?
  • Sudahkah kita mengumpulkan pengetahuan pengobatan alternative warisan leluhur itu, menggalinya, menterjemahkannya dan mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat?

… atau hanya sekedar mengurus pengobatan konvensional dengan obat konvensional saja!?

Potensi Herbal di Indonesia

Kita punya lahan yang begitu luas dengan iklim yang hampir sama sepanjang tahun, matahari bersinar sepanjang tahun, hujan turun hampir sepanjang tahun, hutan tropis ada di banyak pulau, keragaman hayati terbesar di dunia, kita punya begitu besar keragaman tekstur alam dengan berbagai ragam temperatur, keragaman kelembaban daerah, keragaman komposisi tanah, keragaman laut dan pantai, dst. Jelas sekali, kita punya potensi kepemilikan obat herbal yang sangat besar. Kita lihat ke Brazil, alam kita mirip Brazil, mereka punya banyak tanaman obat, mereka menggunakan obat alternative dalam sistem kesehatan mereka, kita punya tanaman obat yang paling tidak sama banyak seperti Brazil dan mungkin lebih banyak, dan yang pasti lebih banyak dari negara manapun di dunia ini. Mungkin kita boleh sedikit sombong atas karunia yang kita miliki … tapi, apakah potensi ini telah kita gunakan dengan benar!?

Herbal, Warisan leluhur

Lalu kita lihat ke masa lalu, budaya Leluhur sudah tinggi pada masa ribuan tahun yang lampau, di situs Gunung Padang malah sudah terlihat peradaban maju dari masa 10ribu tahun yang lalu, itu masa yang jauh lebih tua dari masa kejayaan Mesir dengan pyramida Giza (2500 tahun SM), lebih tua dari masa kejayaan dari situs Goebekli Tepe di Turki yang ber-usia 9000-9500 tahun lampau. Lihatlah kawasan (situs) Gunung Padang yang dikatakan berada pada kurun waktu antara 10ribu-25ribu tahun yang silam, terlihat dari hasil penelitian dimasa itu disana sudah ada masyarakat yang berbudaya tinggi sementara pada kurun waktu yang sama masyarakat di daerah lain masih jauh dari keberadaban.

Sampai dengan masa 500 tahun yang lalu, agama leluhur yang dianut kebanyakan Hindu (Shiwa – Budha), mereka punya ‘WELAS ASIH’ yang tinggi, mereka sudah berbudaya tinggi, jelas mereka pasti menggunakan berbagai sumber alam sebagai alternative medicine, mereka punya berbagai terapi pengobatan alternative termasuk punya doa – mantra untuk pengobatan, dan mereka menggunakan primbon (encyclopedia) ataupun catatan (lontar, lembaran kulit, dll) yang dapat dipakai sebagai patokan untuk menghadapi berbagai situasi keadaan termasuk masalah kesehatan waktu itu. Kemanakah (dimanakah) record (catatan) herbal itu!?

Memang ada banyak primbon, ada banyak catatan di berbagai daerah, ada serat Centhini ada cerita lisan penggunaan herbal yang disampaikan dari orang tua kepada anak anak mereka secara turun temurun, tetapi adakah lembaga negara terkait kesehatan sudah membuat database soal herbal, soal pengobatan alternative, soal terapi pengobatan, soal mantra dan doa yang menjadi warisan leluhur itu!?

Ataukah karena pergantian kekuasaan berdasarkan agama di masa 500 tahun yang silam banyak buku buku kuno, primbon, catatan, pelaku folk healer, pelaku traditional healer itu dihilangkan? Karena dianggap bertentangan dengan apa yang dianut oleh penguasa waktu itu, dianggap aliran sesat, dianggap musrik, dianggap berbahaya karena terkait dengan agama lama?

Sungguh aneh, dunia mengenal herbal China, India, Iran, Afrika, Korea dll tetapi tidak mengenal herbal Indonesia, padahal kita punya potensi ‘terbesar’ bahan herbal, kita dulu, dulu, pada masa 10ribu tahun SM sudah berbudaya tinggi sementara daerah lain saat itu masih belum memiliki keberadaban, tentu negeri atau kerajaan atau masyarakat saat itu sudah juga punya sistem kesehatan yang MAPAN! yang tentu saja berbasis herbal, karena waktu itu tidak ada industri farmasi, semua dari alam. Dan pasti pengetahuan akan herbal itu sudah diwariskan turun temurun, per lisan ataupun tertulis. Kenapa sekarang Indonesia tidak ada dalam daftar WHO sebagai pemilik atau pengguna herbal terbesar di dunia!? Apakah karena semua catatan itu telah dihancurkan, telah dibakar, dicuri, di’tiada’kan karena ketakutan akan sejarah masa silam!?

China punya catatan sekitar 12ribuan jenis obat alternativ, Mongol dikatakan punya sejarah herbal lebih dari 2500 tahun, Nusantara punya budaya yang tinggi di masa 10ribu tahun lalu, seharusnya paling tidak kita punya catatan seperti China atau lebih banyak lagi … kemanakah catatan itu? Apakah hilang begitu saja, atau dihancurkan pada 500 tahun yang lalu, dihancurkan karena dianggap catatan orang kafir, musrik tidak beragama? Atau kita yang malas untuk mendokumentasikan, mengarsipkan, menyimpan semua catatan itu?

Apakah herbal dianggap tidak bernilai???

Belanda telah menjajah Indonesia selama 350 tahun, melalui VOC mereka menguasai perdagangan rempah-rempah (herb), dan dari hasil perdagangan rempah-rempah ini mereka berhasil membangun negara mereka. Dari posisi nieder-land atau tanah rendah, berada dibawah permukaan air laut menjadi sebuah daratan sehingga menjadi negara Belanda. Itu hasil dari berdagang rempah-rempah, mereka berhasil membangun negaranya, padahal cuma berdagang rempah-rempah sebagai bumbu masak! Bayangkan kalau kita bisa memperdagangkan berbagai herbal yang ada di Indonesia ke mancanegara … bayangkan juga saat ini tidak hanya rempah-rempah yang bisa diperoleh dari alam, ada berbagai sumber tambang berharga, kemanakah hasil penyedotan dari berbagai tambang itu!?

Kenapa kita tidak berusaha mengelola potensi herbal yang kita miliki?

Kenapa kita lebih banyak dicekoki dengan obat konvensional?

Kenapa sistem kesehatan rakyat tidak menggunakan pengobatan alternative (herbal) yang kita miliki dalam jumlah tak ternilai itu tetapi menggunakan obat artificial konvensional yang penuh risiko, ada yang ber-racun, menyehatkan sekaligus menyusahkan sementara China dan Brazil bisa menerapkan pengobatan alternative didalam sistem kesehatan rakyat mereka?

Kenapa di negeri ini pamong terkait lebih menerapkan pengobatan konvensional daripada pengobatan alternative?

Untuk menjawab pertanyaan itu, saya coba ungkapkan:

  • bukan masalah GREEDY yang berperan dalam hal pemaksaan penggunaan obat konvensional yang sekaligus menolak penggunaan obat tradisional TETAPI lebih ke arah penolakan akan adanya karunia YMK kepada manusia dalam bentuk obat alami (tradisional),
  • bukan masalah adanya MAFIA farmasi yang ingin mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dari konspirasi para pamong pemerintahan dengan para pelaku bisnis farmasi TETAPI karena ada banyak manusia yang menolak kasih sayang dari YMK dan lebih memilih mendekat kepada iblis dan setan dalam mengejar nafsu perut dan nafsu bawah perut mereka,
  • yang lebih parah, banyak orang terutama mereka yang menjadi pamong, punya kedudukan (jabatan) sebagai penentu kebijakan terutama dalam hal kesehatan, tidak pernah PERCAYA kepada LELUHURnya yang pada ribuan tahun yang silam telah memiliki banyak obat tradisional, orang-orang ini, entah karena salah agama yang dianut atau salah paham dalam menjalankan agama mereka yang sudah benar atau memang sekedar mengejar NAFSU,
  • yang paling parah, banyak yang menolak adanya ‘KESAKTIAN’ leluhur dalam hal pengobatan alternativ karena penolakan akan existensi budaya agama kepercayaan leluhur yang sudah ada ribuan tahun yang lampau. Penolakan itu berakibat pada penghancuran budaya lama yang sudah ada berikut dengan berbagai buku yang ada termasuk buku-buku catatan pengobatan alami.

Padahal:

YMK memberikan kasih sayang dalam bentuk penciptaan yang seimbang, semua telah disiapkan termasuk adanya virus, bakteri dan penyakit … maka sudah barang tentu disiapkan olehNYA berbagai obat untuk menghadapi berbagai penyakit itu. YMK tidak menunggu sampai ada PABRIK FARMASI untuk menusia menghadapi berbagai penyakit yang ada. Obat-obat-an sudah tersedia dalam berbagai tanaman, mineral, atau hal lain yang merupakan ciptaanNYA.

YMK sudah menciptakan alam semesta sejak jutaan tahun yang lampau, keberadaan TUHAN, ALLAH atau sebutan lain itu bukan baru ada pada 2000 tahun atau 1500 tahun yang lalu, tetapi sudah lebih lebih jauh dari itu! LELUHUR pasti percaya kepada YMK, mereka menerima akan adanya YMK, menerima akan adanya segala ciptaanNYA, mereka mengelola dan mengolah alam sedemikian rupa agar diperoleh keseimbangan dalam kehidupan mereka di masa itu, mereka cari (siapkan) berbagai obat dari alam karena mereka punya rasa ‘WELAS ASIH’ atau sekarang disebut ‘KASIH-SAYANG’, karena itulah SIFAT utama YMK, Yang MAHA Pengasih dan Yang MAHA Penyayang.

Sebetulnya masih ada banyak hal yang bisa dituliskan dalam hal suatu negara, suatu masyarakat menentukan menggunakan obat tradisional dari alam yang ASLI karya cipta YMK yang disediakan olehNYA untuk menjaga keseimbangan kehidupan umat manusia atau menggunakan obat artificial (konvensional) buatan pabrik farmasi itu.

Memang obat tradisional tidak 100% benar dan obat konvensional tidak 100% salah. Pilah pilih lah, ambil yang terbaik dan buang yang jelek, lakukan penelitian, jagalah alam dan lingkungan dengan baik dan benar karena disanalah tersimpan berbagai obat alami.

Rasa Kasih dan rasa Sayang lah yang menentukan yang terbaik bukan GREEDY (kerakusan, ketamakan)!

Adakah nilai positif dalam penggunaan obat tradisional dari alam?

Ada begitu banyak nilai positif dari pengelolaan alam, dalam pengolahan obat dari alam:

  • ada banyak jenis pekerjaan yang dapat ditimbulkan dalam kegiatan pengelolaan alam dan pengolahan obat dari alam, ada banyak petani tanaman obat, ada banyak penjaga hutan, ada banyak pencari tanaman obat di hutan, ada banyak pengepul yang mengumpulkan panen tanaman obat dari petani ataupun dari pencari tanaman obat di hutan, ada banyak pekerja persiapan dari bahan mentah menjadi setengah jadi, ada pekerja managemen, ada pekerja pengangkut hasil panen (hutan), ada pekerja peracik bahan setengah jadi menjadi bahan jamu atau obat herbal, ada pekerja pengepakan, dan lain sebagainya …
  • ada begitu banyak orang yang bisa ikut serta dalam kegiatan penyediaan obat herbal, padat karya, dari hulu ke hilir,
  • ada orang yang bekerja sebagai pengawas, sebagai pembimbing, sebagai penyedia perlengkapan industri herbal, ada yang bekerja di managemen pemasaran, bekerja di bagian promosi, dlsb …
  • ada banyak yang bekerja di penelitian (kalau memang sudah sadar dan mau meneliti!), ada teknisi permesinan, ada yang di bagian support (IT, komunikasi) dlsb …
  • ada banyak yang menjadi penjual herbal di pasar, di supermarket, di warung herbal racikan, di warung jamu siap minum, dlsb …

Ada begitu banyak kesempatan kerja yang bisa dibangun dari kegiatan ini untuk jangka waktu yang panjang kedepan.

Benarkah ada manfaat dari herbal?

Dari http://umm.edu/health/medical/altmed/treatment/herbal-medicine, herbal bisa digunakan untuk menyembuhkan [asthma, eczema, premenstrual syndrome, rheumatoid arthritis, migraine, menopausal symptoms, chronic fatigue, irritable bowel syndrome, and cancer] dan dari pengamatan saya sendiri (15 tahun penelitian pete dan 5 tahun sosialisasi terapi pete) saya bisa menambahkan kemampuan herbal (buah pete dan kulit pete) untuk menyembuhkan asam urat (gout), ostheoporosis, trauma otot (saraf), lumpuh karena pasca stroke, hipertensi, migren, sakit jantung, sakit ginjal, Diabetes mellitus (dan kawan-kawan-nya!), lemah syahwat (impotensi, erectile dysfunction = ED atau DE = Disfungsi Ereksi), menambah stamina / power, diaree, muntaber, chikunguya, dan banyak lagi. Link ke buku Terapi Pete V7: https://drive.google.com/open?id=0B_8eHNuflTi8SGhKYUlkaWZ6dE0

Dari pengamatan/penelitian selama 20 tahun dari buah (pete) kita bisa mencapai ‘Kesehatan, Kehidupan, Kebahagiaan dan Kesejahteraan’, padahal kita punya puluhan ribu atau ratusan ribu jenis tanaman lain yang siap untuk diteliti, dicari manfaatnya, dicari resep (portion), dicari bahayanya, diolah, dikemas, dijual ke mancanegara, dan saat ini sudah ada begitu banyak tanaman obat yang sudah dipasarkan dalam berbagai bentuk dan kemasan, tinggal bagaimana memasukkan herbal itu kedalam sistem kesehatan kita, untuk menjaga kesehatan (preventif), untuk meningkatkan stamina/power, untuk menyembuhkan, untuk menambah kebahagiaan rumah tangga dan pastinya akan membawakan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

Apakah yang perlu dilakukan untuk mengangkat potensi BUMI PERTIWI?

Untuk bisa mendapatkan berbagai obat herbal yang bisa digunakan dalam sistem kesehatan rakyat Indonesia dan tentu bisa dijual ke mancanegara, kita membutuhkan banyak kerja keras, kita butuh penelitian berbagai tanaman obat agar bisa diketahui manfaatnya, portion (resep), batasan penggunaan, bahayanya, campuran (racikan) dengan herbal yang lain untuk mendapatkan kemampuan pengobatan yang sesuai. Diperlukan uji klinik untuk setiap herbal itu, dilihat dicatat dan dimodifikasi agar mendapatkan keamanan bagi orang banyak. Diperlukan penelitian bagaimana membudidayakan berbagai tanaman obat agar terdapat kemampuan pengadaan tanaman yang berkelanjutan bukan mengambil yang liar di alam, panen yang menjaga kelestarian alam, bagaimana menyiapkan bibit tanaman, bagaimana menjaga pertumbuhan tanaman obat, mencari berbagai penyakit tanaman itu dan mencari pencegahan atau penyembuhan tanaman dari serangan penyakit, mencari lokasi yang cocok untuk tanaman tertentu, dlsb. Diperlukan penelitian bagaimana memindahkan tanaman obat, mendistribusikan produk herbal baik ke pelosok Indonesia maupuan ke mancanegara dengan baik dan aman.

Kemudian, diperlukan persiapan orang-orang yang akan membimbing para petani, rakyat sebagai pemburu (pengumpul) tanaman obat liar, pembimbing operasional pengolahan, pembimbing managemen, dlsb. Selanjutnya disiapkan kelas-kelas bimbingan bagi petani, para calon pekerja dalam berbagai tingkatan pekerjaan pengolahan tanaman herbal, kelas bimbingan peracikan herbal, kelas bimbingan penjualan herbal siap minum atau konsumsi (warung jamu, a’la shinshe), kelas bimbingan dan pelatihan terapi alternativ (akupressure, massage, bekam, dll), dlsb. Diperlukan sarana prasarana lain untuk pemasaran dalam negeri dan ke luar negeri, dll.

Jangan ketinggalan, kita perlu ahli bahasa Jawa kuno (sansekerta), ahli bahasa daerah di Indonesia, ahli sejarah, dan berbagai ahli terkait untuk menggali warisan kekayaan LELUHUR Nusantara yang tersebar di seluruh Indonesia, kumpulkan semua buku-buku, primbon, lontar, serat dlsb itu, jadikan satu database primbon nasional dalam bahasa Indonesia. Cetak primbon nasional itu, jual di toko buku, taruh di setiap perpustakaan daerah, dan upload ke homepage Herbal Indonesia, juga ajarkan di sekolah dan universitas. Siapkan mata kuliah herbal, mata kuliah persiapan atau peracikan herbal, mata kuliah penulisan resep herbal, dll.

REVOLUSI MENTAL

Herbal, tanaman obat, pengobatan tradisional bisa menjadi satu point penting dalam REVOLUSI MENTAL, dimana banyak orang bisa ikut bergabung dalam sistem pengolahan herbal nasional, dalam pengadaan obat herbal untuk digunakan dalam sistem kesehatan rakyat Indonesia, banyak perubahan perilaku rakyat dilakukan/dicapai dalam berbagai kegiatan bimbingan tersebut diatas, banyak orang akan mendapatkan pekerjaan, terjadi perubahan wawasan/wacana dalam mensikapi alam lingkungan, dalam memandang BUMI PERTIWI, banyak yang mendapatkan manfaat (kesehatan, kehidupan, kebahagiaan), mendapatkan kesejahteraan. Maaf, bukan seperti yang dilakukan seorang MENKO yang hanya menampilkan dirinya minum jamu lalu mengatakan inilah Revolusi Mental.

DASAR PEMIKIRAN, MORAL dari tulisan ini:

Saat melihat orang lain sengsara dalam menghadapi masalah kesehatan mereka, dengan biaya perawatan dan pengobatan yang cukup tinggi saat ini, diperlukan rasa KASIH antar manusia. Kehadiran rasa Kasih inilah yang membawa kepada kepedulian banyak orang, seperti juga para LELUHUR dulu yang melakukan pencarian obat herbal, yang melakukan pencatatan, menuliskan primbon, serat, yang menyampaikan resep herbal dari orang tua kepada anaknya turun temurun. Tanpa rasa Kasih, akan terjadi pembiaran pembiaran, ketidak-pedulian satu sama lain, keacuhan pamong pemerintah terhadap penderitaan rakyat, ketidak-hadiran kebijakan yang mengatur kesehatan ataupun kesejahteraan rakyat. Adanya rasa Kasih inilah yang mendorong penelitian dan pengamatan saya selama 20 tahun sampai mendapatkan satu terapi pete.

Dengan kehadiran rasa KASIH berarti seseorang punya rasa CINTA kepada YMK, ada rasa hormat kepada YMK, ada rasa menghargai akan karya ciptaNYA, yaitu tanaman obat (herbal). TANPA RASA KASIH, maka sebenarnya orang itu TIDAK PUNYA RASA CINTA kepada YMK … kalaupun orang itu beragama, hanya sekedar RITUAL belaka.

Biasanya, bila orang punya rasa KASIH, maka dia juga akan punya rasa SAYANG, rasa SAYANG kepada alam dimana dia dan manusia lainnya (umat dunia) itu berada, maka orang itu akan berusaha menjaga agar alam – lingkungan berada dalam keseimbangan, tidak merusak alam, menjaga proses alam itu berjalan seperti seharusnya, tidak merusak alam, tidak mengganggu proses alam, dst. Sebagai contoh: seseorang yang punya sebidang (lahan) tanah, maka dia tidak akan membangun seluruh lahan itu, tidak menutup seluruh lahan itu, dia akan membiarkan air hujan meresap di lahan bagian dia, karena itulah proses yang alami, dia tidak akan membiarkan seluruh air hujan itu mengalir ke jalanan, mengalir ke tanah yang lebih rendah kemudian menggenang disana menjadi banjir.

Tetapi orang yang tidak punya rasa SAYANG, dia akan menguasai seluruh lahan yang dia katakan hak milik itu, … [padahal! … kapan orang itu bertransaksi jual beli lahan dengan SANG MAHA PEMILIK ALAM SEMESTA!?] … orang itu akan menutup seluruh lahannya, dijadikan bangunan, dibeton, difloor, kemudian saat air hujan turun, tidak ada secelah lubang pun bagi air hujan itu untuk meresap kedalam tanah, air mengalir ke parit pembuangan, mengalir menuju daerah yang rendah, menjadi genangan dan banjir. MAKA orang yang tidak punya RASA SAYANG itu sebenarnya TIDAK PUNYA RASA KASIH … dan orang yang TIDAK PUNYA RASA KASIH, jelas TIDAK PUNYA RASA CINTA kepada YMK … orang itu tidak beragama, kalaupun beragama cuma RITUAL … sebenarnya orang itu lebih bisa disebut sebagai ATHEIS karena tidak peduli kepada YMK, mengangkangi karya cipta YMK.

Seseorang yang beragama baik dan benar akan menjalankan CKS, Cinta Kasih Sayang.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua, mohon dimaafkan bila ada kata-kata yang tak berkenan di hati, tapi cobalah resapi dengan penuh Cinta Kasih Sayang … akan ada pencerahan di hati.

SALAM CKS

Jakarta, 5 Agustus 2015

Bambang Subaktyo EDV.F.T.

HERBAL: KESEMPATAN DALAM KESEMPITAN

HERBAL: KESEMPATAN DALAM KESEMPITAN

Setelah saya periksa ulang: ternyata obat (produk) herbal telah dilarang di Eropa sejak 2004 dengan masa transisi selama 7 tahun sampai 30 April 2011. Setelah tanggal tersebut, semua bahan obat herbal atau produk herbal tidak boleh lagi ada di rak penjualan toko toko obat di Eropa.

Obat herbal hanya boleh dijual di Eropa bila sudah menjalani masa uji pakai selama 30 tahun dan 15 tahun di antaranya berada di Eropa, obat itu harus didaftarkan dan mendapat lisensi dari badan kesehatan Eropa.

Jelas sulit bagi obat herbal Indonesia yang sedang booming saat ini untuk bisa masuk pasar Eropa. Untuk bisa masuk pasar Eropa suatu herbal harus punya pengalaman uji pakai 30 tahun seperti diuraikan di atas, atau mendaftar untuk uji penelitian kelayakan keamanan kebenaran obat herbal yang nilainya lebih dari £80,000 sampai £120,000.

* New EU regulations on herbal medicines come into force
* EUROPE TO BAN HUNDREDS OF HERBAL REMEDIES

Ada gambaran pelarangan obat herbal itu terjadi karena campur tangan mafia farmasi yang sudah menggurita disana, mereka berhasil melobi petinggi Uni Eropa untuk menerbitkan larangan peredaran obat herbal dengan berbagai alasan, a.l. keamanan masyarakat dari bahaya obat herbal.

Dari gambaran di atas, obat herbal dalam berbagai bentuk seperti pil, kapsul, bubuk, teh sachet, cairan, dll yang merupakan produksi pabrik rumahan Indonesia dengan teknologi sederhana itu akan sulit masuk pasar Eropa.

Memang ada obat herbal anti angin dari SM yang dibuat di pabrik modern, berhasil dijual di negara negara barat, tapi baru satu itu saja.

Obat herbal Indonesia akan sulit menembus pasar negara Eropa atau Amerika, kecuali bisa memenuhi persyaratan yang ada: 1) telah mengalami uji pakai selama 30 tahun dengan 15 tahun diantaranya di Eropa; 2) telah menjalani uji penelitian kelayakan dengan biaya £80,000 sampai £120,000.

Kedua kemungkinan itu sama sama sulit untuk ditempuh oleh perusahaan obat herbal Indonesia berskala usaha kecil menengah kecuali perusahaan sekelas SM itu yang juga baru punya satu produk (anti angin) yang berhasil menembus pasar negara barat.

Meski begitu sulit untuk bisa masuk pasar obat herbal Eropa, masih ada pengecualian yaitu import bahan natura sebagai bumbu dapur rempah yang memang disebut sebagai HERB. Herbal dalam bentuk natura inilah yang bebas dijual di pasar Eropa, Amerika, Australia atau ke negara mana pun di dunia. Seperti merica, paprika, pala, jahe, vanilla, kunyit, kayu manis, cengkeh, dll, yang bisa terus dijual ke mancanegara.

Jadi pete bisa dikirim ke Eropa sebagai buah atau bumbu dapur, bahan makanan yang kemudian bisa mereka rebus sendiri sesuai kebutuhan sebagai sayur (lauk, makanan) atau sebagai obat.

Khusus buah pete kupas yang dikemas dalam plastik, sudah banyak terdapat di toko toko makanan eksotis orientalis di Eropa, Amerika, Australia dll. Selanjutnya, tinggal bagaimana bisa mengirimkan buah pete utuh berikut kulit ke pasar mancanegara karena ada satu permasalahan kecil saat pengiriman buah pete utuh yaitu adanya penyelundup kecil didalam buah pete yaitu ULAT. Sejauh mana kemungkinan pengiriman buah pete yang mengandung ulat itu? Akan dilarang, dimusnahkan, atau sampai harus masuk karantina dulu??? Hal ini yang belum diketahui.

Ada hambatan lain lagi untuk berbagai bahan obat herbal yang berasal dari negara di luar Eropa, apakah dibudidayakan secara organik, bebas dari pestisida, diambil dengan cara yang berkelanjutan dan tidak merusak lingkungan?

Jelas tidak mudah untuk bisa menjual obat herbal ke Eropa, tapi saya yakin, pete dapat dijual ke pasar Eropa sebagai buah atau bahan makanan, sebagai produk natura yang memenuhi beberapa persyaratan di atas, bebas pestisida (karena ada ulat), tidak merusak lingkungan dan berkelanjutan. Dengan pembungkus yang sesuai, pete bisa dikirim ke Eropa atau Amerika dan akan tetap fresh untuk waktu 3-4 minggu.

Sementara herbal yang lain akan sulit dijual ke pasar internasional. Pete jelas bisa membawakan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia…

Buku Terapi Pete versi 7

Buku Terapi Pete versi 7

Untuk memenuhi janji saya, hari ini saya taruh buku “Terapi Pete versi 7” di Google Drive dan link ke file ebook itu saya taruh disini.

Buat teman teman, saudara saudara yang punya koneksi internet cepat boleh langsung mengunduh buku versi lengkap (TerapiPeteV7.pdf, 244 halaman), buat yang hanya punya koneksi internet lamban atau tidak cukup aman (putus putus), bisa mengunduh per bagian: TerapiPeteV7-A.pdf s/d TerapiPeteV7-J.pdf

Ebook lengkap, 6,7 MB 244 hal.:TerapiPeteV7.pdf

Dengan demikian selesailah pembahasan buah pete (terapi pete).

Bilamana ada pertanyaan mengenai terapi pete, silahkan ajukan, saya akan usahakan untuk menjawabnya.

Jakarta, 21 April 2015

Sudah ada buku resep yang lebih aktual

Ini yang terbaru, 2017: RESEP TERAPI PETE v8 [PDF]

Silahkan lihat video Terapi Pete:
Video 1) PRESENTASI TERAPI PETE
Video 2) DETOX-TPD-PESING